Warta Adhia - Jurnal Perhubungan Udara
Not a member yet
281 research outputs found
Sort by
Pengaruh Faktor Demografi Terhadap Pilihan Melakukan Perjalanan Udara Bagi Penumpang Bandara di Yogyakarta Selama Masa Pandemi COVID-19
Pandemi COVID-19 berdampak pada mobilitas manusia, khususnya di bidang penerbangan. Penurunan trafik penumpang yang dirasakan pengelola bandara Yogyakarta (Bandara Internasional Yogyakarta - YIA dan Bandara Adisutjipto - JOG) membuat pengelola bandara ingin mengetahui pilihan penumpang untuk bepergian di masa pandemi COVID-19. Pengumpulan data dilakukan melalui survei (daring dan luring) dan observasi lapangan. Data tersebut mencakup demografi responden serta persepsi atau preferensi penumpang untuk bepergian selama pandemi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar penumpang masih ragu-ragu (moderat) apakah akan menunda atau melanjutkan perjalanan udara selama pandemi. Hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa semua faktor demografi seperti jenis kelamin, tujuan perjalanan, usia, dan pilihan bandara memiliki signifikansi dengan respon. Secara umum, penumpang ingin terbang secepat mungkin dalam satu hingga tiga bulan ke depan. Oleh karena itu, pengelola bandara harus memberikan layanan yang menjamin keselamatan pengguna agar terhindar dari paparan virus. Selain itu, perlu adanya kebijakan yang jelas dari pemerintah terkait mobilitas penumpang dan angkutan umum agar operasional angkutan umum khususnya penerbangan dapat berjalan dengan baik di masa pandemi
Evaluasi Penentuan Lokasi Bandara Berdasarkan Peninjauan Aksesibilitas di Provinsi Jawa Timur
Adanya bandara yang berdekatan akan menyebabkan adanya wilayah cakupan pelayanan yang saling tumpang tindih. Dinamika yang terjadi pada bandara-bandara di suatu wilayah mungkin menghasilkan kemunculan multiple airport regions (MARs). Dalam melakukan evaluasi, tahap pertama yang dilakukan yaitu menghitung catchment area bandara dan travel time transportasi darat sebagai aksesibilitas darat pada wilayah yang ditinjau. Kemudian dilakukan analisa jaringan penerbangan pada bandara yang ditinjau dengan cara observasi dan peramalan. Aksesibilitas udara suatu bandara kemudian dihitung dengan melihat jaringan penerbangan bandara tersebut. Setelah didapat aksesibilitas darat dan udara bandara, kemudian dihitung aksesibilitas transportasi udara suatu bandara sebagai nilai kriteria yang digunakan untuk evaluasi. Hasil perbandingan dari nilai aksesibilitas transportasi udara regional antara bandara eksisting dengan penambahan bandara rencana menunjukkan peningkatan sebesar 19,78%. Artinya pembangunan bandara rencana berpotensi meningkatkan aksesibilitas secara regional yang ditinjau berdasarkan aksesibilitas darat dan udara pada wilayah Provinsi Jawa Timur. Walaupun secara regional aksesibilitas transportasi udaranya meningkat, namun aksesibilitas transportasi udara masing-masing bandara eksisting menurun sebesar 33,10% dengan adanya bandara baru
Comparative Study Aerodynamics Effects of Wingtip Fence Winglet on Fix Wing Airfoil Eppler E562
Wings on airplanes and Unmanned Aerial Vehicles (UAVs) have a very important role in the formation of lift forces. This is because most of the lifting force arises on the wing. Therefore, aircraft designers pay great attention to wing modification. Today\u27s aircraft designers tend to provide geometric modifications displayed in computational applications so that visualization of fluid flow can appear clearly. By increasing the lift as high as possible on the wing and lowering the drag as low as possible, it is expected that high aerodynamic efficiency will be achieved in air transportation. This research was done numerically by using the turbulence model k-ω SST. Reynolds number in this research was 2,34 x 104 with the angle of attacks are 0o, 2o, 4o, 6o, 8o, 10o, 12o, 15o, 17o and 19o. The model specimen is wing airfoil Eppler 562 with winglets. Two types of wingtips are used: forward and rearward wingtip fence. From this study, it was found that the wingtip fence reduced the strength of vorticity magnitude on the x-axis and z-axis compared to plain wings. With the addition of a wingtip fence, it has a significant effect on the shape of the vorticity magnitude behind the wing. This indicates a decrease in induced drag on the wing which has a wingtip fence
Pengalaman Penumpang Terhadap Penerapan Digitalisasi Fasilitas Bandara di Bandara Udara Kualanamu Medan
PT Angkasa Pura II manages Kualanamu Medan Airport. Kualanamu Airport has been develop airport digital facilities. The development of facility technology has aim to improve services for passengers and efficiency of airport operations. This research aims to identify passengers experience in order to improve services through digitizing airport facilities. The research method used descriptive analysis, multiple response analysis and crosstab (cross tabulation). The results has been show that Kualanamu Airport is smart (71.42%). Passengers need technological innovation and realtime facilities to help them in airport. Technological innovation required ie facilities for monitoring baggage and online reservations (74%), applications for shopping / restaurant / entertainmentat airports (73%), customs (70%), vehicle parking (69%) and check in (66%). Realtime Facility required ie facility for check-in (71%), flight schedules and monitoring of baggage movements (64%), airport information facilitiy and boarding gates (63%), vehicle parking at the airport (58%) and customs (54%)
Penghitungan VTT Dalam Penerapan A-CDM di Bandara Internasional Kualanamu
Penelitian ini termasuk kedalam penelitian deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi terhadap lalu lintas penerbangan untuk keberangkatan dan kedatangan pesawat di Bandara Kualanamu. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menghitung variable taxi time di Bandara Internasional Kualanamu Deli Serdang; (2) mengetahui penerapan variable time taxi dalam A-CDM di Bandara Internasional Kualanamu Deli Serdang. Variable Taxi Time (VTT) adalah perkiraan waktu yang digunakan oleh pesawat untuk melakukan taxi antara tempat parkir dan landasan pacu atau sebaliknya. Dalam Airport Collaborative Decision Making (A-CDM) taxi time meliputi Actual taXi-In Time (AXIT) dan Actual Take Off Time (ATOT). Penelitian dilaksanakan di Bandar Udara Internasional Kualanamu Deli Serdang selama 2 (dua) bulan. Populasi penelitian adalah data traffic pesawat selama bulan Agustus dan September 2020. Metode analisis data yang dilakukan menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa: (1) Penghitungan VTT dalam penerapan A-CDM pada Bandara Internasional Kualanamu Deli Serdang dapat meningkatkan efesiensi dalam pengaturan traffic; (2) Nilai AXIT rata-rata menggunakan runway 05 tercepat 4 menit dan terlama 7 menit; (3) Nilai AXIT rata-rata menggunakan runway 23 tercepat 3 menit dan terlama 8 menit; (4) Nilai AXOT rata-rata menggunakan runway 05 tercepat 8 menit dan terlama 16 menit; (5) Nilai AXOT rata-rata menggunakan runway 23 tercepat 10 menit dan terlama 13 menit; (6) Perhitungan VTT dipengaruhi oleh letak posisi nomor parkir dari masing-masing pesawat
Penerapan Metode Lean Six Sigma untuk Meningkatkan Keakuratan Jadwal Perawatan Pesawat CN-295M di Skadron Teknik 021
Dalam dunia penerbangan bukan tidak mungkin akan terjadinya kecelakaan, tergantung dari manusianya sendiri bagaimana cara menyikapi atau meminimalisir terjadinya kecelakaan tersebut. Sering ditemukan ada beberapa perawatan pesawat yang tidak sesuai dengan aturan yang telah ditentukan. Maka, perlu dilakukannya perawatan pesawat sesuai standar untuk menjaga agar pesawat yang digunakan tetap laik dan memiliki kondisi serviceable yaitu dengan membuat perencanaan perawatan pesawat. Sehingga dari perawatan kecil yang juga bisa menimbulkan ketidaktepatan ini agar tidak diabaikan Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ketepatan waktu pelaksanaan perawatan terjadwal pada pesawat angkut militer CN-295M di Skadron Teknik 021. Perlu dilakukannya perawatan pesawat untuk menjaga agar pesawat yang digunakan memiliki kondisi laik terbang yaitu dengan membuat perencanaan perawatan pesawat. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Lean Six Sigma, metode fishbone diagram dan pareto diagram. Sebagai alat analisis digunakan tree diagram dan diagram SIPOC (Supplier Input Process Output Customer). Metode militer CN-295M berdasarkan riwayat pelaksanaan dan perencanaan. Upaya perbaikan proses dari perawatan terjadwal pesawat agar tepat waktu sesuai dengan perencanaan perawatan maka perlu dilakukan mitigasi pada masing-masing masalah yang telah dianalisis pada fishbone diagram. Temuan yang dihasilkan, Skadron Teknik 021 harus dapat menggunakan seluruh peluang yang ada dengan menggunakan kekuatan yang telah dimiliki
FORECASTING SYSTEM FOR PASSENGER, AIRPLANE, LUGGAGE AND CARGO, USING ARTIFICIAL INTELLIGENCE METHOD - BACKPROPAGATION NEURAL NETWORK AT JUANDA INTERNATIONAL AIRPORT
Juanda International Airport is the third busiest airport, after Soekarno Hatta International Airport and Ngurah Rai International Airport. Because the number of Airplane, passengers, luggage and cargo at Juanda International Airport is increasing every year, it is important to improve infrastructure facilities and services, and all facilities at Juanda Airport. In this research, it was designed and built a forecasting system for Airplane, passenger, luggage and cargo. This research is expected to be a consideration in increasing the readiness of infrastructure and services, and all facilities at Juanda Airport. In addition, this system is also expected to be one of the decision supporting system for the management. This system uses one of the Artificial Intelligent methods, Backpropagation Artificial Neural Network. It is known in previous research that Backpropagation is a method of artificial neural networks with the best performance in pattern recognition, or forecasting. The forecasting system has two main processes, the training process and the forecasting process
Perbandingan Karakteristik Marshall Gradasi BBA dan Gradasi FAA Untuk Perkerasan Bandara dengan Memanfaatkan Agregat Buatan
One important part of the asphalt mixture is the aggregate gradation. Characteristics of concrete asphalt mixtures such as stability and flow are strongly influenced by aggregate gradations. The purpose of this study is to obtain the Marshall characteristics of asphalt concrete mixtures using artificial aggregates with BBA (Bitumineux pour chausées Aéronautiques) gradation and FAA (Federal Aviation Administration) gradation. Artificial aggregates that have been obtained in previous studies are the materials that will be used in this study. From the results experiment it was found that the asphalt concrete mixture using BBA gradation had the highest stability compare to the stability of FAA gradation with value of 2055,9 Kg and 2039,1 Kg respectively. The highest flow value in the BBA gradation mixture was 3.63 mm while the FAA gradation mixture was 3.60 mm. For Marshall Quotient values, the mixture of BBA gradation is 566.8 Kg / mm and FAA gradation mixture is 571.8 Kg / mm.
Salah satu bagian penting dalam campuran beraspal adalah gradasi agregat. Karakteristik campuran aspal beton seperti stabilitas dan flow sangat dipengaruhi oleh gradasi agregat. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan karakteristik Marshall campuran aspal beton yang menggunakan agregat buatan dengan gradasi BBA (Beton Bitumineux pour chausées Aéronautiques) dan gradasi FAA (Federal Aviation Administration). Agregat buatan yang sudah diperoleh dalam penelitian sebelumnya menjadi bahan yang akan digunakan dalam penelitian ini. Dari hasil pemeriksaan didapat bahwa campuran aspal beton yang menggunakan gradasi BBA mempunyai nilai stabilitas tertinggi yaitu sebesar 2055,9 Kg, sedangkan nilai stabilitas campuran gradasi FAA sebesar 2039,1 Kg. Nilai flow tertinggi pada campuran gradasi BBA yaitu sebesar 3,63 mm sedangkan campuran gradasi FAA sebesar 3,60 mm. Untuk nilai Marshall Quotient campuran gradasi BBA sebesar 566,8 Kg/mm dan campuran gradasi FAA sebesar 571,8 Kg/mm
Pengaruh Steep Approach Terhadap Operasional Runway
Kebutuhan transportasi udara terus meningkat dari tahun ke tahun. Peningkatan kebutuhan ini juga berdampak pada lingkungan sekitar bandar udara dan salah satunya adalah dampak kebisingan dari operasional pesawat. Dalam penelitian ini, akan dibandingkan kapasitas runway dengan sudut approach standar (3⁰) dengan steep approach (4,5⁰). Dengan data lalu lintas dari peak hour eksisting, akan diketahui kapasitas runway awal menggunakan diagram ruang-waktu yang menghasilkan kapasitas ultimate dari runway tersebut dan dapat diketahui pula kapasitas runway steep approach. Dengan kapasitas runway ultimate dan kapasitas runway steep approach, akan diketahui perbedaan kapasitas dari kedua metode approach dan diketahui pengurangan kapasitas dari steep approach. Hasil analisa menggunakan diagram ruang waktu menunjukkan bahwa tidak terjadi pengurangan kapasitas dengan 34 pergerakan per jam. Jenis pesawat yang memenuhi target kecepatan 137±4kt adalah Airbus A320. Kesimpulan dari penelitian ini adalah steep approach tidak mengurangi kapasitas runway pada peak hour. Pada peak hour, pesawat cenderung homogen dalam tipe wake turbulence yang dihasilkan. Penggunaan ILS akan diperuntukkan bagi standard approach dan steep approach dapat menggunakan Microwave Landing System atau GBAS (Ground Based Augmentation System) Landing System. Terjadi pengurangan kebisingan tingkat 2 dari 1400 m menjadi 1282 m dan pada area perumahan sekitar bandara sebesar 60,5%
Strategi Memaksimalkan Tingkat Pemilihan Penumpang Terhadap Bandara Internasional Yogyakarta Berbasis Kepuasan Penumpang Yang Dipengaruhi Oleh Kualitas Pelayanan Dan Keunggulan Kompetitif
Bandara Internasional Yogyakarta merupakan bandara yang baru beroperasi di tahun 2019 yang dikelola oleh PT Angkasa Pura I (Persero). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan strategi untuk memaksimalkan tingkat pemilihan penumpang terhadap Bandara Internasional Yogyakarta dengan menganalisis pengaruh kualitas pelayanan, keunggulan kompetitif bandara dan kepuasan Penumpang terhadap keputusan memilih bandara dengan aspek aksesibilitas sebagai variabel moderator. Populasi dalam penelitian ini adalah penumpang pesawat udara Bandar Udara Internasional Yogyakarta (kode IATA: YIA) yang berusia antara 18 hingga 60 tahun, dengan sampel sebanyak 220 orang yang diambil dengan menggunakan teknik non probability sampling melalui metode judgement sampling. Metode statistik yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Structural Equation Modeling (SEM) yang dioperasikan melalui program WarpPLS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel kualitas pelayanan, keunggulan kompetitif dan kepuasan Penumpang mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan memilih bandara. Sementara aspek aksesibilitas menuju Bandara Internasional Yogyakarta sebagai variabel moderator tidak mampu mendorong atau memperkuat pengaruh kepuasan Penumpang terhadap keputusan memilih Bandara Internasional Yogyakarta