Warta Adhia - Jurnal Perhubungan Udara
Not a member yet
    281 research outputs found

    Evaluasi Finansial Kinerja Angkutan Udara Perintis Sumatera Utara

    No full text
    Angkutan udara pelintis diselenggarakan untuk melayani daerah-daerah terpencil, sehingga diharapkan dapat membuka keterisolasian daerah-daerah pedalaman. Di Provinsi Sumatera Utara terdapat 2 rute penerbangan perintis dengan meng-gunakan pesawat udara jenis Casa C-212.Berdasarkan analisis data dari 2 rute penerbangan perintis tersebut penilaian kinerja operasional menggunakan parameter load factor atau faktor muat yang mengukur tingkat muatan yang diangkut terhadap kapasitas angkut terpakai. Untuk rute Gn. Sitoli — Pulau 2 Batu tahun 2004 sebesar 73,45% naik menjadi 74,730% tahun 2005 , dan Turun menjadi 48,25% tahun 2006 dikamakan keterbatasan dana oleh pemerintah. Sedangkan rute Pulau 2 Batu — Padang tahun 2004 sebesar 65,92% naik nenjadi 66,26% tahun 2005 dan tahun 2006 turun 49,66 % dikamakan keterbatasan dana oleh pemerintah.Penilaian kinerja finansial angkutan udara perintis tahun 2004 sempai dengan 2006 Rute Gn. Sitoli — Pulau 2 Batu (pp) laba yang terbesar didapat pada tahun 2005 sebesar Rp. dengan biaya operasi Rp.1.313.363.506 dan subsidi Rp.1.186.267.616,60,-. Untuk Rute Pulau 2 Batu - Gn. Sitoli (pp) laba yang tabesar didapat pada tahun 2004 sebesar Rp,153.036.88120,- dengan biaya operasi Rp. 1828.992.612 Rp.1.698.209.493,20,- Total pendapatan rute Gn. Sitoli — Pulau2 Batu (pp) tahun 2004 sebesar Rp. 233.740.000.- tahun 2005 sebesar Rp. dan tahun 2006 sebesar Rp. 121.210.000. Sedangkan pendapatan rute Pulau 2 Batu — Padang (pp) tahun 2004 sebesar Rp. 283,820.000,- tahun 2005 sebesar Rp. 265.315.000,- tahun 2006 sebesar Rp. 152.145.000,

    Pengkajian Ganti Rugi Bagi Penumpang Angkutan Udara Atas Terjadinya Keterlambatan Keberangkatan Pesawat

    No full text
    Pengguna jasa angkutan udara di Indonesia setiap tahun terus meningkat dimana pada tahun 2006 telah mencapai 34 juta orang. Kondisi pelayanan yang kurang optimal menimbulkan banyak permasalahan terutama masalah penundaan penerbangan (keterlambatan keberangkatan).Dalam Undang-Undang No. 8 tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen, Undang-Undang No. 15 tahun 1992 Tentang Penerbangan dan Peraturan Pemerintah No. 3 tahun 2000 Tentang Angkutan Udara menyatakan mengenai ganti rugi yang diberikan pada pengguna jasa atas kerugian karena menggunakan (dalam hal ini angkutan udara yang mengalami keterlambatan jasa penerbangan).Dasar hukum diatas belum memiliki aturan pelaksanaannya (Kep Men) sehingga belum dapat dilaksanakan di lapangan, namun setiap airline telah memiliki aturan sendiri mengenai pemberian ganti rugi atas keterlambatan keberangkatan meskipun belum dilaksanakan secara konsisten. Dari pelaksanaan saran-saran yang diajukan, diharapkan pemberian ganti rugi/kompensasi dapat dilaksanakan dengan konsisten sesuai ketentuan pihak airline dalam upaya peningkatan pelayanan dan kepuasan pengguna jasa

    Pelayanan Angkutan Bagasi Pada Bandara Minangkabau Internasional Padang

    No full text
    Perkembangan Perusahaan Penerbangan berjadwal dalam negeri pada tahun 2006 ada sebanyak 18 operator menyebabkan pula terjadinya perkembangan angkutan penumpang domestik pada tahun yang sama berjumlah 34 juta, sehingga diperlukan pelayanan angkutan yang profesional baik angkutan penumpang, kargo dan angkutan bagasi. Angkutan bagasi yang ditangani di bandara MIA telah mengacu kepada ke IATA Standard Ground Handling Agreement dan dalarn pelayanan penanganan bagasi pada bandara ini memperhatikan : Jenis pelayanan (baggage handling saat embarkasi/preflight, postflight) Peralatan ground handling dalam pelayanan bagasi SDM ground handling dalam pelayanan bagasi sistem prosedur penanganan bagasi

    Kajian Peningkatan Pelayanan Bagasi Penumpang Bandar Udara Sultan Mahmud Badaruddin II - Palembang

    No full text
    Sejak pemerintah melakukan deregulasi kebijakan di bidang angkutan udara jumlah perusahaan penerbangan mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Pada saat angkutan udara mengalami peningkatan pelayanan bagasi penumpang pada proses loading dan unloading secara aktual sering terjadinya penyimpangan bagagi hilang, nyasar, rusak dan tidak terbawa serta komplain bagasi. Untuk permasalahan tersebut di atas, maka dilakukan pendekatan metode analisis diskriptif kualitatif. Oleh karena itu, guna menjaga kinerja perusahaan penerbangan agar tidak terjadinya penyimpangan pada proses loading dan unloading dilakukan langkah-langkah mengatasinya melalui : pada saat check in bagasi petugas menegaskan kepada penumpang untuk mengunci bagasi dan tidak menempatkan barang berharga di dalam bagasi, pada area make up bagasi menempatkan petugas yang terdidik/terlatih dan profesional dalam menyortir barang bagasi, waktu pelaksanaan tugas pemindahan bagasi dari area make up ke ship side/pesawat diusahakan dilakukan sesingkat mungkin sesuai waktu yang telah ditetapkan, baggage break down area bagasi menempatkan petugas professional dan pengawas supervise yang berwenang serta penyelesaian kehilangan dan pengembalian (lost and found) dapat diberikan hak kompensasi ganti rugi sesuai peraturan yang berlaku

    Evaluasi Operasional Embakasi Haji di Bandar Udara Internasional Minangkabau Padang

    No full text
    Berdasarkan surat keputusan bersama Menteri Agama dan Menteri Perhubungan Nomor 383 Tahun 2004/KM 67 Tahun 2004 tanggal 18 Agustus 2004 tentang Persyaratan Mendirikan Embarkasi dan Debarkasi Haji telah ditetapkan 6 persyaratan dan salah satu persyaratan yaitu jumlah Jemaah Haji yang akan diberangkatkan sekurang-kurangnya 7000 orang. Bandara Internasional Minangkabau (BIM) telah ditetapkan sebagai bandara embarkasi haji pada tahun 2006. PT. Angkasa Pura II sebagai BUMN pengelola bandara tersebut telah mengeluarkan investasi untuk medukung kelancaran penyelenggaraan angkutan haji, seperti pengadaan 2 unit Cargo X-ray, 3 unit Walk Through, 3 unit Metal Detector, dll. Kajian kelayakan finansial Embarkasi Haji BIM Padang akan dapat mengevaluasi kelayakan investasi aset PT. Angkasa Pura II pada bandara tersebut

    Evaluasi Prosedur Pengamanan di Bandar Udara Minangkabau Padang

    No full text
    Dalam rangka mengantisipasi keamanan dan kenyamanan penumpang dan pengunjung pada suatu bandar udara dilakukan pengawasan yang maksimal oleh para personil petugas pengamanan, demikian pula dengan pelaksanaan pengamanan di bandara Minangkabau Internasional Airport (MIA) menerapkan sistem keamanan dengan mengacuh pada prosedur tetap pengamanan bandara yang telah ditetapkan oleh Kantor Pusat PT (Persero) Angkasa Para II. Sebagai bandar udara yang baru beroperasi pada tahun 2005 fasilitas pengamanan bandara ini masih dalam keadaan transisi sehingga belum ditemukan pelanggaran keamanan atau penyelundupan yang berskala besar, namun para personil pengamanan bandara tetap waspada dengan baik. Bandara MIA telah ditetapkan sebagai bandara embarkasi Haji untuk daerah Sumatera Barat dan sekitarnya sehingga pengamanan dan keamanan bandara ini harus tetap menjadi perhatian utama para pengelolah. Untuk diketahui bahwa pengamanan suatu bandara tergantung pada:• Jumlah petugas pengamanan yang cukup; • Peraturan pengamanan yang beroperasi dengan baik; • Sistim dan prosedur kerja

    Pengkajian Pelayanan Bagasi Penumpang di Bandara Juanda

    No full text
    Salah satu kegiatan pelayanan yang ada di bandar udara adalah pelayanan barang bawaan (bagasi) yang dibawa oleh penumpang. Ada dua macam barang bawaan (bagasi) yang dibawa oleh penumpang angkutan udara, yaitu bagasi tercatat (checked baggage) adalah barang bawaan penumpang yang diserahkan oleh penumpang pada waktu check-in kepada operator pesawat udara untuk diangkut dengan pesawat udara yang sama, dan bagasi tidak tercatat (unchecked baggage) adalah barang bawaan yang dibawa oleh penumpang ke dalam kabin pesawat udara, berada dalam pengawasan dan tanggung jawab penumpang sendiri. Kegiataan pelayanan bagasi yang sering terjadi di bandar udara Juanda Surabaya disebabkan oleh beberapa hal seperti terjadinya kerusakan, kekurangan dan kehilangan bagasi penumpang di bandar udara tujuan pada saat chek in bagasi karena sering label bagasi dari perjalanan sebelumnya belum dicabut atau dilepas. Dalam rangka pelaksanaan kegiatan pelayanan bagasi di bandar udara Juanda Surabaya dapat berjalan sesuai peraturan yang berlaku maka perlu adanya perbaikan diseluruh bagian seperti dalam pelayanan/pengurusan, peralatan, maupun sumber daya manusianya

    Bandar Udara Mutiara Sebagai Salah Satu Pintu Gerbang Utama Masuk Provinsi Sulawesi Tengah

    No full text
    Sebagai salah satu bandar udara yang dimiliki oleh propinsi Sulawesi Tengah, dan merupakan bandara yang melayani penerbangan domestik, serta pintu gerbang masuk provinsi tersebut maka Bandar Udara Mutiara perlu dikembangkan melalui peningkatan fasilitas bandara agar dapat didarati oleh jenis pesat yang lebih besar sehingga dapat mengangkut hasil bumi dan jumlah penumpang / turis agar dapat menambah pendapatan daerah propinsi tersebut. Hal ini mengingat potensi ekonomi yang dimiliki Propinsi Sulawesi Tengah seperti kekayaan alam yang cukup besar berupa kandungan mineral emas, tembaga, sirtu, batu giok, batu apung. Selain itu potensi perikanan darat maupun laut cukup besar dan untuk perkebunan berupa kelapa sawit, kopi robusta cengkeh,kakao, jambu mete dll

    Evaluasi Pelayanan Penumpang Bandara Soekarno Hatta

    No full text
    Pelayanan yang diberikan oleh perusahaan penerbangan kepada penumpang angkutan udara berupa pelayanan sebelum penerbangan (Pre-Flight-Service), pelayanan dalam penerbangan (In-Flight-Service) dan pelayanan sesudah penerbangan (Post-Flight-Service). Baik dan buruknya pelayanan yang diberikan merupakan performance dari perusahaan penerbangan yang pada gilirannya berdampak kepada banyak dan sedikitnya jumlah masyarakat yang menggunakan perusahaan penerbangan tersebut. Sejak bertambah banyaknya perusahaan penerbangan nasional yang beroperasi, serta diberlakukannya kebijakan tarif oleh pemerintah melalui Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 9 Tahun 2002 yang mengatur tentang tarif Penumpang Angkutan Niaga Berjadawal Dalam Negeri Kelas Ekonomi, terjadilah persaingan tarif diantara perusahaan penerbangan. Di dalam persaingan tersebut terlihat adanya upaya dari masing-masing perusahaan penerbangan untuk meraih jumlah penumpang yang banyak dengan jalan menetapkan tarif rendah tapi meniadakan atau mengurangi beberapa pelayanan seperti snack, minuman segar, bacaan dan koran serta baru menghidupkan pendingin udara/AC pesawat saat tinggal landas. Pada dasarnya berapapun tarif yang ditetapkan oleh perusahaan penerbangan, pengguna jasa/penumpang ingin mendapatkan pelayanan dalam bentuk kenyamanan dan keselamatan penerbangan sesuai dengan harapannya

    Evaluasi Pelayanan Peralatan Keselamatan Penerbangan, Bandar Udara Achmad Yani- Semarang

    No full text
    Keberadaan bandar udara menjadi sangat penting mengingat bandar udara yang memberikan pelayanan lalu lintas udara (air traffic services) dalam memandu pesawat udara untuk tinggal landas (take-off), terbang melintas (en-route), atau mendarat (landing) di kawasan bandar udara atau ruang udara yang  dilayaninya. Pelayanan pemanduan lalu lintas udara yang diberikan tersebut dalam bentuk informasi penerbangan untuk mempelancar keteraturan lalu lintas udara di kawasan bandar udara atau ruang udara yang dilayaninya agar penerbangan berjalan aman dan selamat, serta tidak terjadi tabrakan antar pesawat udara, atau antara peeawat udara dengan halangan (obstacle) yang ada

    0

    full texts

    281

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Warta Adhia - Jurnal Perhubungan Udara
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇