Warta Adhia - Jurnal Perhubungan Udara
Not a member yet
281 research outputs found
Sort by
Kesiapan Bandar Udara Adi Sumarmo Dalam Rangka Koferensi Tingkat Menteri Tentang Perumahan dan Perkotaan Se-Asia Pasifik
Bandar udara Adi Sumarmo adalah salah satu bandara International yang berada di Propinsi Jawa Tengah, bandara ini melayani penerbangan Domestik dan International. Pada tahun depan 2010 kota Surakarta menjadi tuan rumah konferensi tingkat Menteri tentang perumahan dan perkotaan se Asia Pasifik oleh karena itu sebagai suatu kegiatan ekonomi yang diharapkan mampu memperluas kesempatan kerja dan usaha khususnya bagi masyarakat sekitarnya guna meransang pembangunan regional, memperkenalkan identitas dan budaya serta menambah penerimaan devisa. Sehubungan dengan hal tersebut, maka bandar udara Adi Sumarmo perlu ikut berperan serta dalam mendukung program tersebut
Evaluasi Pelayanan Penumpang di Bandara Mutiara Pada Rute Palu-Toli Toli
Usaha pengembangan sistem keperintisan adalah bagian pengembangan sistem transportasi nasional yang memiliki fungsi strategis dalam mendukung upaya pengembangan dan pembangunan wilayah di daerah yang belum berkembang atau masih terisolir, dilakukan oleh pemerintah dalam rangka mewujudkan trilogi pembangunan yaitu pemerataan pembangunan menuju terciptanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat, pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi, serta stabilitas nasional yang sehat dan dinamis. Dan bandar udara yang merupakan suatu komponen dari sistem perhubungan udara mempunyai peranan penting dalam medorong terselenggaranya transportasi udara dan fasilitas pelayanan yang prasarana tambahan bagi pengguna jasa/penumpang baik yang berangkat maupun yang datang. Kualitas pelayanan yang diberikan oleh pengelola bandar udara akan mempengaruhi terhadap kinerja bandar udara tersebut sekaligus akan menjadi penilaian bagi pengguna jasa/penumpang berkaitan dengan kepuasan dan harapannya
Pengkajian Pengamanan Bandara Frans Kaisepo-Biak
Air transportation services, security and flight safety is the main factor. Various efforts made to continually improve the level of security and safety of the flight, the good with the upgrade facilities, repair and operational management capacity building resources, human beings. International Civil Aviation Organization (ICAO) in Annex 17 Of the Security-Safeguarding International Civil Aviation Against Acts of Unlawful Interference requires that each number country is obliged to create a procedure and an action brought to prevent weapons or dangerous materials in civil aircraft.As explain standard of the above, then set the various systems and procedures of implementation in every airport and every company in the air transportation. The security of the flight center of gravity is related to passenger and goods that will leave / and transported aircraft
Kajian Pengamanan Terhadap Penyelundupan Melalui Angkutan Udara di Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng
Bandar udara Cengkareng Soekarno — Hatta merupakan salah satu pintu gerbang kegiatan perekonomian nasional dan internasional, serta tempat alih moda transportasi. Salah satu kegiatan pelayanan yang diberikan penyelenggara bandar udara adalah penanganan pelayanan penumpang dan barang bawaan (bagasi) yang dibawa oleh penumpang. Dalam pelayanan yang diberikan oleh penyelenggara bandar udara PT. (Persero) Angkasa Pura II kepada penumpang angkutan udara masih terdapat oknum yang melakukan kegiatan penyelundupan yaitu pelanggaran ketentuan internasional (ICAO) Annex 17 mengenai program keamanan penerbangan sipil dan Annex 18 mengenai pengangkutan barang. barang beresiko, untuk ketentuan nasional mengacu pada KM. Phb. NO. 14/1989 tentang penertiban penumpang, barang dan kargo yang diangkut penerbangan sipil dan pelanggaran KM. Phb. No. 54/2004 tentang program nasional pengamanan penerbangan sipil.Pihak penyelenggara bandar udara telah mengantisipasi dengan menyediakan fasilitas pengamanan, petugas pengamanan dan sistem dan prosedur pengamanan bandar udara sesuai ketentuan yang telah ditetapka
Analisis Kepuasan Penumpang Terhadap Pelayanan Porter (Pembawa Barang) dan Tingkat Pelayanannya di Bandara Internasional
Bandar Udara Soekarno Hatta merupakan pintu gerbang negara Indonesia. Hal ini dikarenakan keberadaannya yang berlokasi dekat dengan Ibu Kota Negara yaitu Kota Jakarta. Sebagai pintu gerbang, Bandara Soekarno Hatta merupakan Bandar Udara Internasional yang diharapkan dapat mencerminkan jiwa dan raga negara Indonesia yang kaya akan budaya dan memiliki pesona alam yang indah.Tetapi sayangnya, citra tersebut tidak didapatkan Bandara ini karena nilai pelayanan yang dianggap rendah oleh para pengguna jaga baik dari dalam maupun luar negeri. Saat ini terdapat berbagai macam cela yang menurunkan citra Bandara Soekarno Hatta diantaranya masih banyaknya calo yang berkeliaran, fasilitas toilet yang terkesan kotor dan bau, serta munculnya porter (pembawa barang) liar, yang kadang kala meminta uang jasa jauh lebih tinggi dari nilai resmi. Kondisi ini tentunya meresahkan pengguna jasa Bandara. Kepuasan maupun ketidak puasan pengguna jasa porter menjadi topik yang hangat dibicarakan oleh masyarakat umum, anggota DPR dan YLKI. Kepuasan pengguna jasa porter ini ditentukan pula oleh kualitas barang/jasa yang dikehendaki pelanggan, sehingga jaminan kualitas menjadi prioritas utama bagi perusahaan penyediaan jasa pelayanan porter tersebut, yang pada saat ini khususnya dijadikan sebagai tolak ukur keunggulan daya saing perusahaan.Rendahnya tingkat pelayanan Bandara Soekarno Hatta yang disebabkan perilaku porter, telah menjadi bahasan bagi anggota DPR. Tetapi, kondisinya hingga saat ini tidak juga berubah. Untuk meningkatkan citra Bandara Soekarno Hatta dan keberadaan serta pelayanan porter maka perlu suatu kajian mengenai analisa terhadap keberadaan porter (pembawa barang) dan tingkat pelayanannya terhadap penumpang di bandar udara Internasional Soekarno Hatta
Faktor Penyebab Kecelakaan Penerbangan di Indonesia Tahun 2000-2006
Dalam dunia penerbangan dikenal 2 macam pengertian kecelakaan pesawat udara yaitu (accident) adalah suatu peristiwa yang terjadi di luar dugaan munusia yang berhubungan dengan pengoperasian pesawat udara yang berlangsung sejak penumpang naik pesawat (boarding) dengan maksud melakukan penerbangan sampai waktu semua penumpang turun dari pesawat udara (debarkasi): Jenis kecelakaan ini korban manusia sedangkan kecelakaan (incident) dalah kecelakaan yang berhubungan dengan operasi pesawat dan tidak menimbulkan korban.Pada umumnya suatu kecelakaan transportasi terjadi disebabkan oleh beberapa faktor, Oleh Very Management Manual (SMM) yang diterbitkan oleh International Civil Aviation Organication (ICAO) membagi fakor penyebab pesawai udara dalam 4 (empat) kelompok yaitu :1. Faktor software yaitu kebijakan, prosedur dan lain-lain 2. Faktor hardware yaitu prasarana, sarana 3. Faktor environment yaitu lingkungan dan cuaca 4. Faktor liveware yaitu manusia.Transportasi udara terselenggara apabila ada antar faktor manusia dengan faktor lainnya demikian pula dengan pesawat udara terjadi karena adanya interaksi antar faktor manusia dan faktor penyebab kecelakaan lainnya, dengan demikian maka faktor manusia (human faktor) merupakan faktor yang dominan penyebab kecelakam pesawat udara
Fungsi Keselamatan Penerbangan di Bandar Udara Sam Ratulangi - Manado
Fungsi keamanan dan keselamatan penerbangan di bandar udara pada dasarnya terdiri dari fungsi pembinaan, fungsi pengawasan, dan fungsi kegiatan dilakukan oleh pemerintah, dalam hal ini adalah Departemen Perhubungan cq. Direkorat Jenderal Perhubungan Udara, yang meliputi aspek pengaturan, pengendalian dan pengawasan terhadap kegiatan pembangunan, pendayagunaan, pengembangan sistem pelayanan keamanan dan keselamatan penerbangan dalam upaya untuk mewujudkan penyelenggaraan penerbangan yang selamat, aman, cepat, lancar, tertib dan teratur serta terpadu dengan moda transportasi lain. Berdasarkan hasil analisis pelaksana fungsi keselamatan penerbangan di bandar udara yang berkenaan dengan pelaksanaan kegiatan pelayanan lalu lintas udara serta hasil pengamatan dapat diberikan beberapa masukan yang dapat dilakukan oleh pihak terkait untuk meningkatkan peranan dan pelasanaan fungsi-fungsi keselamatan penerbangan tersebut sebagai fungsi pelaksanaan kegiatan pelayanan lalu lintas udara dengan upaya peningkatan perlu adanya penambahan jumlah personil unit ADC dan unit AMC. melihat yang dilayani saat ini semakin padat dan perlu segera diadakan penambahan peralatan yang mendukung kinerja unit AMC, agar koordinasi di lapangan tetap terjaga
Peranan Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) Kaitanya dengan Keselamatan Penerbangan di Bandara Sepinggan - Balikpapan
Keselamatan penerbangan merupakan system utama yang perlu mendapat perhatian lebih dari pemerintah sebagai regulator/fasilitator, pengelola bandar udara sebagai penyedia prasarana, maupun oleh perusahaan penerbangan sebagai operator, dimana ketiga system inilah yang menentukan kualitas dan kuantititas system transportasi udara serta keselamatan penerbangan, karena keselamatan penerbangan adalah keadaan yang terwujud dari penyelenggaraan penerbangan yang system sesuai dengan prosedur operasi dan persyaratan kelaikan teknis terhadap sarana dan prasarana penerbangan beserta penunjangnya.Setiap komponen sub system bandar udara dalam melakukan kegiatan operasinya tetap harus mengutamakan keamanan dan keselamatan penerbangan. Kecelakaan penerbangan, seperti misalnya pesawat udara yang gagal melakukan take-off atau landing, serta insiden kebakaran yang terjadi di bandar udara harus cepat mendapat penanganan agar penyelenggaraan operasi penerbangan tidak terganggu
Faktor-Faktor Yang Membedakan Pemilihan Maskapai Penerbangan Rute Yogyakarta-Jakarta
Penumpang angkutan udara dengan rute Yogukarta-Jakarta mempunyai beberapa pilihan maskapai penerbangan yang dapat dipilih antara lain Adam Air, Batavia Air, Madala Air, Garuda Indonesia dan Lion Air/Wings Air. Faktor yang mempengaruhi adalah tarif, pelayanan di darat (7 atribut) dan pelayanan di kabin (7 atribut). Tujuan penelitian ini dalah untuk mengetahui faktor-faktor yang membedakan pemilihan penerbangan. Analisis diskriminan dapat menunjukkan perbedaan dan mengklasifikasikan penumpang ke dalam grup yang diamati.Penelitian ini di Bandara Adi Sutjipto dengan menggunakan kuesioner diisi Oleh 164 responden, terdiri dari 32 responden Batavia Air, 34 responden Mandala Air, 29 responden Lion Air/Wings Air, 30 responden Adam Air dan 39 respoden Garuda Indonesia. Responden dalam penelitian ini adalah calon pemmpang pesawat yang dipilih secara acak. Responden pernah melakukan perjalanan dengan menggunakan pesawat yang sama paling tidak satu kali dalam jangka waktu setahun terakhir. Dengan analisis diskriminan dilakukan klasifikasi berdasarkan 4 grup maskapai penerbangan (maskapai penerbangan swasta), dan 2 grup maskapai penerbangan (Garuda Indonesia dan penerbangan swasta). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pemilihan maskapai penerbangan. Faktor yang paling membedakan pemilihan 4 grup maskapai penerbangan dalah frekuensi penerbangan pesawat. Faktor yang membedakan 2 grup maskapai penerbangan adalah layanan di dalam pesawat (koran, majalah, video dan lain-lain), frekuensi penerbangan pesawat dan tarif. Layanan di dalam pesawat dalah faktor yang paling membedakan pemilihan 2 grup maskapai penerbangan. Analisis diskriminan berdasarkan 2 grup maskapai penerbangan mampu mengklasifikasikan responden dengan tepat
Urgensi Peran Bandar Udara Perintis Bagi Provinsi Maluku Utara
Angkutan udara perintis diselenggarakan untuk melayani daerah-daerah terpencil, sehingga diharapkan dapat membuka keterisolasian daerah pedalaman. Di Propinsi Maluku Utara terdapat 8 (delapan) rute penerbangan perintis tahun 2004 dan tahun 2008 tinggal 5 rute penerbangan perintis dengan menggunakan pesawat udara jenis C-212.Berdasarkan penilaian Bagi pemerintah daerah (Pemda) angkutan perintis ini banyak sekali membantu masyarakatnya untuk menunjang kegiatan/aktivitas dalam rangka memenuhi kebutuhannya baik untuk angkutan penumpang maupun barang, hal ini karena angkutan perintis adalah angkutan udara niaga yang dilakukan secara berjadwal dan tepat waktu. Dengan adanya angkutan udara perintis didaerah yang dipilih diharapkan dapat turut mendorong pertumbuhan dan pengembangan pembangunan, biarpun pergerakan pesawat dan penumpang mengalami penurunan sebear masing-masing 50,23% dan 38.96%