Warta Adhia - Jurnal Perhubungan Udara
Not a member yet
    281 research outputs found

    Optimalisasi Jalur Lintasan Pendaratan Berbasis Required Navigation Procedures (RNP) menggunakan Metode Simulasi Studi Kasus Bandar Udara Husein Sastranegara Bandung

    No full text
    ICAO merekomendasikan untuk program pencapaian capacity and efficiency dilakukan melalui model penerapan Performance Based Navigation (PBN), dengan fleksibelitas rute terbang saat ini belum tergambar pola terbang yang mendapatkan jarak terbang yang lebih pendek. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan model terbang dalam rangka optimalisasi jarak tempuh terbang pesawat yang menggunakan instrument approach procedure berbasis RNP approach. Penelitian menggunakan Metodologi kuantitatif dengan model penelitian eksperimen (Pre experimental one-shot case study. Hasilnya adalah pola terbang pada lintasan melengkung (arc segment) dengan penerapan kecepatan minimal mulai Initial Approach Fix (IAF) sebesar (V=210 knot) ini menghasilkan efisiensi jarak terbang sebesar 8 % serta penghematan bahan bakar sebesar 1.5 % dibandingkan dengan current procedure. Penerapan prosedur penerbangan berbasis RNP Approach (RNP Arc) sangat sesuai pada daerah dengan kontur pegunungan

    Optimization of Double Hole Composite Plate on the Floater Compartment of Amphibious Aircraft Using Taguchi Method

    No full text
    A floater or pontoon is one of the most important components of amphibious aircraft to assist the take-off and landing operation. The inner structure of the floater consists of compartments to carry some payload and to reinforce the structural strength due to water and aerodynamic load that occurred during the aircraft operation. The composite material is chosen instead of metal to reduce the weight of the floater. One of the problems on the composite panel is the existence of some holes due to joint with another part or also to minimize its weight. In this study, the optimization of the composite plate with the existence of a double hole is done using the Taguchi Method. The objective of this optimization is to minimize the stress that happens due to the tensile load. The Finite Element Method is used to calculate the maximum stress and stress distribution on the plate. Tsai-Hill failure criterion is used to make sure that the optimum design does not fail. This optimization considers open hole configuration, the ratio between diameter, and hole distance, as well as the fiber orientation as the control factors. The Taguchi L9 Orthogonal Array is used to make 9 design variations from 3 control factors and 3 levels. This process also considers the thickness of the lamina and material strength as noise factors. The optimization process results in the optimum composite design as follows: 1st double hole configuration (in line with the load direction), the ratio between diameter and hole distance is 0.5, and the fiber direction is [0/90/45/-45]s. The maximum in-plane stress of the optimum design is 39.56 MPa with the Tsai-Hill value is 0.23, so the design does not fail. This optimum configuration of the composite plate can be used to make design considerations for an amphibious aircraft floater compartment

    Studi Literatur Evaluasi Kualitas Pelayanan Angkutan Umum oleh Pengguna

    No full text
    Sistem transportasi umum yang baik untuk transportasi penumpang terbukti menjadi katalisator dalam mengubah kota menjadi lebih layak huni dan berkelanjutan. Merancang sistem angkutan umum yang berorientasi pada pelanggan sesuai dengan permintaan pelanggan membutuhkan pengetahuan tentang kebutuhan pelanggan dan apa yang disediakan oleh penyedia layanan angkutan umum. Makalah ini bertujuan untuk mengeksplorasi dimensi yang memengaruhi pengukuran peningkatan kualitas layanan dari perspektif pengguna dengan menggunakan metode pencarian literatur dari internet, buku, artikel jurnal dan standar terkait untuk mengidentifikasi kualitas layanan. Analisis dilakukan secara deskriptif. Hasil penelusuran literatur menunjukkan bahwa banyak peneliti di dunia telah mengembangkan pengukuran kualitas layanan berdasarkan teori SERVQUAL persepsi pelanggan, yaitu (1) keandalan, (2) daya tanggap, (3) jaminan, (4) bukti langsung, dan (5) empati. Berdasarkan lima dimensi, peneliti menyatakan kualitas pelayanan angkutan umum angkutan penumpang sektor transportasi dengan menambahkan dimensi secara terpisah meliputi (6) biaya, (7) kebijakan, (8) budaya, dan (9) dampak lingkungan. Dimensi ini digunakan sebagai variabel independen dalam hal persepsi pengguna yang akan membangun ukuran kinerja yang ditawarkan oleh penyedia layanan sebagai variabel dependen untuk analisis regresi. Analisis dengan pendekatan model yang berbeda dapat digunakan dengan mengacu pada atribut-atribut yang membentuk dimensi kualitas pelayanan angkutan umum untuk angkutan penumpang

    Korelasi Indeks Massa Tubuh dan Beban Kerja terhadap Muskuloskeletal Disorders pada Operator Ground Handling

    No full text
    Penyakit muskuloskeletal merupakan penyakit yang umum terjadi pada pekerja yang diharuskan untuk mengangkat dan membawa beban berat yang menuntut kekuatan fisik. Pekerja tersebut memiliki risiko lebih tinggi terkena gangguan muskuloskeletal. Gejalanya muncul pada otot punggung, saraf, persendian, atau tulang akibat postur kerja yang kurang proporsional. Semakin berat beban kerja maka semakin besar kemungkinan terjadinya gangguan muskuloskeletal. Oleh karena itu, penelitian ini berupaya untuk mengetahui hubungan antara Indeks Massa Tubuh (IMT), beban kerja, dan keluhan Musculoskeletal disorder (MSDs) pada operator ground handling di Bandara Internasional Batam. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif analitis dengan teknik cross-sectional yang melibatkan 24 responden. Keluhan MSDs diukur menggunakan pengukuran REBA. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan mengunakan uji Chi-square untuk mengukur hubungan antara BMI, beban kerja, dan keluhan MSDs. Hasil uji bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara IMT (p = 0,003) dan beban kerja (p = 0,024) dengan keluhan MSDs. Oleh karena itu, operator ground handling perlu mengambil tindakan pencegahan untuk menghindari terjadinya gangguan muskuloskeletal

    Studi Kebutuhan Pengembangan Fasilitas di Bandar Udara Trunojoyo

    No full text
    Kabupaten Sumenep sebagai salah satu kota dengan banyak potensi wisata memerlukan bandara dengan tingkat kenyamanan yang baik. Untuk itu, perlu dilakukan analisis terkait pengembangan fasilitas Bandar Udara Trunojoyo yang berada di Kabupaten Sumenep. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pergerakan penumpang, kondisi eksisting dari bandar udara tersebut, dan upaya pengembangan fasilitas bandar udara yang mendukung kenyamanan dan keamanan di Bandar Udara Trunojoyo-Sumenep dengan menggunakan pedoman SNI 03-7046-2004 dan Federation Aviation Administration (FAA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa fasilitas sisi darat dari Bandar Udara Trunojoyo masih memenuhi standar perhitungan analisis dari metode yang digunakan, sedangkan untuk fasilitas sisi memerlukan pengembangan di beberapa bagiannya yaitu 1.227 m untuk panjang landas-pacu (runway) dari 1.600 m dan 15 m untuk lebarnya dari 30 m, 8 m untuk lebar landas-hubung (taxiway) dari 15 m, serta 17 m untuk lebar landas-parkir (apron) dari 75 m. Pengembangan tersebut dapat memenuhi standar fasilitas yang sesuai dan dapat menunjang perkembangan Kabupaten Sumenep

    Pengukuran Beban Kerja Mental Instruktur Pilot dan Pilot pada Latihan Terbang Menggunakan Metode NASA-TLX

    No full text
    Dalam menciptakan seorang pilot yang berkompeten, tentu membutuhkan instruktur pilot selama pelatihannya. Pada dasarnya selama pelatihan baik itu instruktur pilot dan pilot lebih banyak melakukan aktivitas mental daripada aktivitas fisik. Dikarenakan kegiatan latihan terbang ini membutuhkan tingkat keamanan yang tinggi perlu dilakukan pengukuran beban kerja mental instruktur pilot dan pilot di Skadron Pendidikan Pilot Angkatan Udara. Metode pengukuran subyektif yang digunakan adalah Metode NASA-TLX yang telah disesuaikan menjadi beberapa indikator,  yang terdiri dari Tuntutan Mental, Tuntutan Fisik, Tuntutan Waktu, Usaha, Kinerja, dan Frustasi. Hasil dari pengukuran beban kerja mental diperoleh skor NASA-TLX untuk Instruktur Pilot sebesar 86,42 dan untuk Pilot sebesar 80,42. Hasil pengukuran tersebut menunjukkan bahwa beban kerja yang dirasakan instruktur pilot dan pilot tergolong beban kerja yang sangat tinggi karena nilai rata-rata WWL yang diperoleh  berada pada rentang nilai 80-100. Besarnya skor WWL sebagai Instruktur Pilot didominasi oleh kegiatan yang menuntut aktivitas kinerja dan sebagai Pilot didominasi oleh kegiatan yang menuntut aktivitas usaha. Dari hasil perbandingan rata-rata skor WWL dan NASA TLX tidak terdapat perbedaan skor yang terlalu signifikan antara Instruktur Pilot dan Pilot, sehingga diantara peran Instruktur Pilot dan Pilot sama-sama harus memiliki tingkat mental dan tanggungjawab yang tinggi.Dalam menciptakan seorang pilot yang berkompeten, tentu membutuhkan instruktur pilot selama pelatihannya. Pada dasarnya selama pelatihan baik itu instruktur pilot dan pilot lebih banyak melakukan aktivitas mental daripada aktivitas fisik. Dikarenakan kegiatan latihan terbang ini membutuhkan tingkat keamanan yang tinggi perlu dilakukan pengukuran beban kerja mental instruktur pilot dan pilot di Skadron Pendidikan Pilot Angkatan Udara. Metode pengukuran subyektif yang digunakan adalah Metode NASA-TLX yang telah disesuaikan menjadi beberapa indikator, yang terdiri dari Tuntutan Mental, Tuntutan Fisik, Tuntutan Waktu, Usaha, Kinerja, dan Frustasi. Hasil dari pengukuran beban kerja mental diperoleh skor NASA-TLX untuk Instruktur Pilot sebesar 86,42 dan untuk Pilot sebesar 80,42. Hasil pengukuran tersebut menunjukkan bahwa beban kerja yang dirasakan instruktur pilot dan pilot tergolong beban kerja yang sangat tinggi karena nilai rata-rata WWL yang diperoleh berada pada rentang nilai 80-100. Besarnya skor WWL sebagai Instruktur Pilot didominasi oleh kegiatan yang menuntut aktivitas kinerja dan sebagai Pilot didominasi oleh kegiatan yang menuntut aktivitas usaha. Dari hasil perbandingan rata-rata skor WWL dan NASA TLX tidak terdapat perbedaan skor yang terlalu signifikan antara Instruktur Pilot dan Pilot, sehingga diantara peran Instruktur Pilot dan Pilot sama-sama harus memiliki tingkat mental dan tanggungjawab yang tinggi

    Analisis Variasi Diurnal Gaya Angkat Pesawat di Bandar Udara Internasional Yogyakarta Tahun 2020

    No full text
    Informasi meteorologi diperlukan operator penerbangan untuk mendukung pesawat saat penerbangan, lepas landas, dan mendarat di landasan pacu. Operator penerbangan perlu memahami variasi unsur cuaca permukaan diurnal meliputi suhu udara permukaan, tekanan udara permukaan, dan gaya angkat pesawat untuk mendukung aktivitas penerbangan. Penelitian ini menganalisis variasi diurnal gaya angkat pesawat di Bandar Udara Internasional Yogyakarta selama periode bulan Januari-Desember tahun 2020. Pengolahan data pengamatan AWOS dilakukan secara statistik dengan perhitungan analisis bivariat secara deskriptif. Airbus A320 merupakan pesawat yang dipilih untuk menghitung gaya angkat pesawat di landasan pacu 11 dan 29. Suhu udara tertinggi sekitar 29,7°C terjadi pada pukul 06.00 UTC dan terendah sekitar 24,5°C pada pukul 23.00 UTC. Tekanan udara permukaan tertinggi sekitar 1.010,8 hPa terjadi pada pukul 02.00 UTC dan terendah sekitar 1.007,2 hPa pada pukul 09.00 UTC. Gaya angkat pesawat tertinggi sekitar 12.853 N terjadi pada pukul 23.00 UTC dan terendah sekitar 10.527 N pada pukul 06.00 UTC. Kondisi dan waktu terbaik untuk melakukan pendaratan dan lepas landas pada pukul 13.00-23.00 UTC saat terjadi gaya angkat maksimum

    Prediction of Aerodynamic Characteristics for Commercial Aircraft based on Open-Source Cruise Flight Data

    No full text
    Airplane characteristics are interesting to analyze. The characteristics are shown as aerodynamic, structural and propulsion performance which further shows how economical the aircraft is compared to other aircraft. With the development of automatic dependent surveillance - broadcast (ADS-B), open source commercial aircraft flight data can be obtained easily. This study is performed to develop algorithm that can be used to predict aircraft aerodynamic coefficients. The algorithm is a collection of equations developed and simplified in previous studies. It is then used to estimate mass, lift, drag, and thrust forces, lift and drag coefficients, as well as fuel flow of an aircraft throughout the flight based on open source flight data, such as Flightradar24. The resulting lift and drag coefficients from the application of this algorithm are reasonably close within 9 – 14% compared to available references. Flightradar24 data is actually quite accurate for further flight performance analysis.Airplane characteristics are interesting to analyze. The characteristics are shown as aerodynamic, structural and propulsion performance which further shows how economical the aircraft is compared to other aircraft. With the development of automatic dependent surveillance - broadcast (ADS-B), open source commercial aircraft flight data can be obtained easily. This study is performed to develop algorithm that can be used to predict aircraft aerodynamic coefficients. The algorithm is a collection of equations developed and simplified in previous studies. It is then used to estimate mass, lift, drag, and thrust forces, lift and drag coefficients, as well as fuel flow of an aircraft throughout the flight based on open source flight data, such as Flightradar24. The resulting lift and drag coefficients from the application of this algorithm are reasonably close within 9 – 14% compared to available references. Flightradar24 data is actually quite accurate for further flight performance analysis

    Evaluasi Pertukaran Informasi pada Simulasi Dampak Abu Vulkanik Terhadap Operasi Penerbangan di Indonesia

    No full text
    Dokumen ICAO 9766 tentang Handbook on the International Airways Volcano Watch (IAVW) menyebutkan bahwa diperlukan suatu exercise atau simulasi di setiap wilayah regional International Civil Aviation Organization (ICAO) agar dapat menjadi sarana latihan respons antar pemangku kepentingan penerbangan jika terdapat erupsi gunung berapi yang mengakibatkan adanya sebaran abu vulkanik di ruang udara. Pelaksanaan Volcanic Ash Exercise (Volcex) yang telah dilakukan Indonesia, masih perlu dilakukan evaluasi untuk mengetahui alur informasi yang diberlakukan telah sesuai standar internasional yang ditetapkan. Tujuan penulisan ini adalah untuk membandingkan penerapan prosedur penanganan abu vulkanik di Indonesia dengan standar internasional yang ditetapkan oleh ICAO. Sehingga akan diketahui hal apa saja yang masih perlu dilakukan perbaikan serta penggunaan sistem komunikasi yang efektif dalam pelaksanaan kegiatan serupa di masa mendatang. Metodologi yang digunakan dalam penulisan ini adalah dengan melakukan observasi secara langsung pada kegiatan Volcanic Ash Exercise (Volcex) 22/01. Kegiatan Volcex 22/01 yang melibatkan Indonesia dan Sri Lanka, mensimulasikan letusan gunung Sorikmarapi yang berada di Sumetera Utara, menyebabkan sebaran abu vulkanik hingga memasuki wilayah FIR Colombo dan mengganggu aktivitas penerbangan. Seluruh unit yang terlibat, memberikan data dan informasi terkait abu vulkanik, baik yang berada di ruang udara maupun di daratan. Hasil dari kegiatan simulasi tersebut menunjukkan adanya alur informasi yang diterbitkan oleh masing-masing pihak terkait telah sesuai dengan standar internasional, sehingga perubahan rencana operasi penerbangan berjalan dengan lancar. Pertukaran informasi abu vulkanik tersebut  dilakukan menggunakan sistem I-Wish, dan mampu mendemonstrasikan pengambilan keputusan penutupan suatu bandara akibat adanya abu vulkanik melalui proses Collaborative Decision Making (CDM) yang melibatkan berbagai stakeholder penerbangan

    Analisis Baggage Delivery dalam Mendukung On Time Performance Maskapai Nasional di Bandar Udara Adi Soemarmo Solo

    No full text
    Tujuan penelitian untuk mengetahui pelayanan baggage delivery di PT. Lion Mentari Airlines di Bandar Udara Adi Soemarmo Solo dalam mendukung tercapainya On Time Performance pesawat narrow and wide body. Metode penelitian yang digunakan, secara statistik melalui pengujian uji kecukupan data dan uji keseragaman data, menghitung batas kontrol atas dan batas kontrol  bawah. Dari hasil analisis maka diperoleh rata-rata waktu pelayanan baggage delivery yang diberikan kepada pesawat tipe narrow body sebesar sebesar 34,2 menit. Rata-rata waktu p pelayanan baggage delivery yang diberikan kepada pesawat tipe wide body sebesar sebesar 63,45 menit, sehingga pelayanan yang diberikan tidak optimal. Lamanya waktu pelayanan baggage delivery ini sebagai temuan kunci, adanya waktu yang cukup lama pada bongkar  muat bagasi penumpang pesawat dan perjalanan dari apron ke belt conveyor pengambilan bagasi. Dari kedua jenis pesawat yang melayani penerbangan di Bandar udara Adi Soemarmo Solo terdapat lima penerbangan yang  tidak dapat mencapai On Time Performance yang disebabkan oleh lamanya penanganan dalam kegiatan baggage delivery, khususnya untuk jenis pesawat Boeing 737-800, Boeing 737-900 dan Airbus 330-200.Tujuan penelitian untuk mengetahui pelayanan baggage delivery di PT. Lion Mentari Airlines di Bandar Udara Adi Soemarmo Solo dalam mendukung tercapainya on time performance pesawat narrow and wide body. Metode penelitian yang digunakan, secara statistik melalui pengujian uji kecukupan data dan uji keseragaman data, menghitung batas kontrol atas dan batas kontrol  bawah. Dari hasil analisis maka diperoleh rata-rata waktu pelayanan baggage delivery yang diberikan kepada pesawat tipe narrow body sebesar sebesar 34,2 menit. Rata-rata waktu  pelayanan baggage delivery yang diberikan kepada pesawat tipe wide body sebesar sebesar 63,45 menit, sehingga pelayanan yang diberikan tidak optimal. Lamanya waktu pelayanan baggage delivery ini sebagai temuan kunci, adanya waktu yang cukup lama pada bongkar muat bagasi penumpang pesawat dan perjalanan dari apron ke belt conveyor pengambilan bagasi. Dari kedua jenis pesawat yang melayani penerbangan di Bandar Udara Adi Soemarmo Solo terdapat lima penerbangan yang     tidak dapat mencapai on time performance yang disebabkan oleh lamanya penanganan dalam kegiatan baggage delivery, khususnya untuk jenis pesawat Boeing 737-800, Boeing 737-900 dan Airbus 330-200

    0

    full texts

    281

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Warta Adhia - Jurnal Perhubungan Udara
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇