Warta Adhia - Jurnal Perhubungan Udara
Not a member yet
281 research outputs found
Sort by
Quo Vadis Pengaturan Mekanisme Slot Time Penerbangan
On time performance merupakan salah satu hal esensial dalam dunia penerbangan. Maskapai yang tidak mencapai on time perfomance berimplikasi pada tidak terpenuhinya implementasi slot time yang telah terdistribusi. Hal ini tentu berdampak pada pelayanan maskapai dan bandar udara kepada masyarakat pengguna jasa maskapai tersebut. Lebih jauh, hal ini bahkan dapat memengaruhi masyarakat pengguna bandar udara dari maskapai lainnya. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaturan slot time dalam perspektif hukum untuk mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab atas pemenuhan slot time dan mekanisme pemberian sanksinya. Metode yang digunakan adalah kajian dokumen hukum terkait aturan slot time penerbangan serta analisis peran Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dalam penerbitan Persetujuan Pelayanan Rencana Penerbangan (PPRP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rekomendasi slot time dari Pengelola Slot Time belum memiliki kekuatan hukum tetap hingga PPRP diterbitkan. Dokumen PPRP dikategorikan sebagai Keputusan Tata Usaha Negara (KTUN) yang menjadi dasar legal pelaksanaan penerbangan. Kesimpulannya, tanggung jawab atas penerbitan dan pencabutan PPRP serta pemberian sanksi administratif berada pada Direktur Jenderal Perhubungan Udara, dengan pengawasan yang dilakukan oleh pihak berwenang terkait
Dampak Struktur Modal terhadap EBIT-EPS Perusahaan Bandara di Indonesia dan Jepang: Angkasa Pura II (Persero) dan Japan Airport Terminal Co. Ltd.
Angkasa Pura II adalah perusahaan publik yang memiliki 100% saham dari pemerintah, sementara Japan Airport Terminal Co. adalah perusahaan swasta yang sahamnya diperdagangkan di Bursa Efek Jepang setelah Penawaran Saham Perdana (IPO). Analisis dilakukan dengan menghitung EBIT-EPS, yang menunjukkan hasil bahwa struktur modal harus dipilih untuk menghasilkan EPS yang lebih tinggi. Rasio utang-ekuitas perusahaan sangat tinggi, menunjukkan bahwa jumlah utang dalam struktur modal menunjukkan beban utang. Hal ini tidak baik untuk kekayaan pemilik dan mengakibatkan posisi likuiditas yang rendah. Ini mengurangi dana dan kepercayaan pemilik karena risiko pemegang saham meningkat dengan adanya peningkatan pinjaman, juga mengakibatkan nilai perusahaan dapat menurun. Hasil analisis menunjukkan, meskipun rasio utang baik, Angkasa Pura II (Persero) maupun Japan Airport Terminal Co. tidak menerbitkan saham tambahan. Ini merupakan keputusan yang tepat karena EBIT selama periode tersebut lebih tinggi daripada EBIT EPS sehingga perusahaan seharusnya memilih Utang untuk struktur modalnya
Pengaruh Beban Kerja, Disiplin Kerja, dan Kompensasi Kerja Terhadap Kinerja Helicopter Landing Officer
Helikopter merupakan sarana penting dalam transportasi pekerja di lepas pantai. Salah satu petugas yang terkait dengan helikopter ini adalah helicopter landing officer (HLO) yang bertugas mengarahkan helikopter saat lepas landas dan mendarat. Petugas HLO di PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) biasanya juga mempunyai tugas lain misalnya sebagai operator crane, petugas pemadam kebakaran, dan sebagainya sehingga beban kerjanya perlu untuk senantiasa dipantau agar tetap dapat menjalankan tugas HLO dengan baik. Penelitian ini ditujukan untuk menganalisis pengaruh beban kerja, disiplin kerja, dan kompensasi kerja terhadap kinerja personel helicopter landing officer pada heliport PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ). Penelitian menggunakan metode kuantitatif, dengan menggunakan sampling jenuh sebanyak 65 responden. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, sementara analisis data menggunakan metode statistik inferensial untuk menguji hubungan antarvariabel dan efek mediasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa disiplin kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja, sementara beban kerja tidak memiliki pengaruh langsung yang signifikan terhadap kinerja. Namun, kompensasi ditemukan memediasi sebagian hubungan antara beban kerja dan kinerja. Sebaliknya, tidak ditemukan pengaruh mediasi kompensasi pada hubungan antara disiplin kerja dan kinerja. Hubungan antara disiplin kerja, beban kerja, dan kompensasi juga menunjukkan adanya pengaruh signifikan. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis dengan menyarankan perusahaan untuk memperhatikan beban kerja dan kompensasi guna meningkatkan kinerja HLO. Selain itu, hasil ini dapat menjadi referensi bagi Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dalam menyusun kebijakan yang lebih komprehensif terkait pengelolaan personel HLO di Indonesia
Optimasi Kinerja Sistem Sisi Udara dengan Pendekatan Pemodelan Sistem Dinamis
Peningkatan pergerakan pesawat yang tidak stabil dengan kapasitas landasan pacu (runway) yang tetap dapat memicu ketidakseimbangan antara pergerakan dan kapasitas, yang berdampak pada penurunan kinerja sistem sisi udara. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja historis dan proyeksi sistem sisi udara di Bandara Soekarno-Hatta serta menganalisis dampak penerapan skenario optimasi menggunakan pemodelan sistem dinamis. Model ini telah divalidasi dengan margin error rata-rata kurang dari 5% pada variabel DP, DAC, GDP, dan POP. Hasil simulasi menunjukkan bahwa skenario optimasi 1, 2, dan 3 mampu menurunkan rata-rata utilisasi runway masing-masing sebesar 21,7%, 14,0%, dan 32,6%, serta mengurangi biaya tundaan tahunan sebesar 66,8%, 34,1%, dan 72,8% pada periode 2020–2030. Meskipun skenario 3 menghasilkan penurunan terbaik, skenario 1 direkomendasikan karena memberikan pengaruh yang signifikan dengan perbedaan hasil yang tidak terlalu besar dibandingkan skenario 3
Analisis SWOT Potensi Pengembangan Bandar Udara Fatmawati Soekarno Menuju Bandar Udara Internasional
Bandar Udara Fatmawati Soekarno Bengkulu menunjukkan peningkatan jumlah penumpang setelah pandemi, dari 26.984 penumpang pada tahun 2022 menjadi 30.250 penumpang pada tahun 2023. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi pengembangan bandara agar dapat menjadi bandara internasional guna memenuhi kebutuhan masyarakat yang terus meningkat serta mendukung pertumbuhan ekonomi dan sektor pariwisata. Metode penelitian menggunakan analisis SWOT dengan memisahkan data Internal Factor Analysis Summary (IFAS) dan External Factor Analysis Summary (EFAS). Data penelitian dikumpulkan melalui observasi, studi literatur, serta wawancara dengan pihak terkait. Hasil analisis menunjukkan bahwa posisi relatif bandara berada pada koordinat (0,54 ; 0,1), yang menempatkannya di kuadran I. Strategi yang disarankan adalah memaksimalkan kekuatan untuk memanfaatkan peluang melalui penerapan kebijakan agresif yang berorientasi pada pertumbuhan (growth). Penerapan strategi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan dan mempercepat pengembangan bandara menjadi bandara internasional
Pengaruh Safety Briefing terhadap Kualitas Pelayanan Penerbangan dan Kinerja ATC di Perum LPPNPI Cabang Medan
Keselamatan penerbangan merupakan faktor utama setiap operasi penerbangan. Air Traffic Controler (ATC) sebagai pelaksana berperan dalam pencegahan agar pesawat udara tidak terlalu dekat satu dengan yang lainnya. Peran tersebut sangat besar dalam mencapai tujuan keselamatan penerbangan. Koordinasi yang baik antarpetugas agar tidak terjadi gangguan saat penerbangan juga menciptakan keselamatan penerbangan. Koordinasi dan pertukaran informasi antarpetugas pelayanan lalu lintas penerbangan dilaksanakan dengan melakukan safety briefing sebelum pelaksanaan pelayanan lalu lintas penerbangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh safety briefing terhadap kualitas pelayanan penerbangan dan kinerja ATC. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah daftar pertanyaan atau kuesioner. Populasi dan sampel penelitian yaitu ATC Perum LPPNPI Cabang Medan yang berjumlah 36 sampel. Berdasarkan analisis data penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan safety briefing saat ini memiliki pengaruh pada kualitas pelayanan penerbangan dan kinerja ATC di Perum LPPNPI Cabang Medan sehingga setiap cabang Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) membutuhkan penyesuaian operasi terkait pelaksanaan safety briefing yang diharapkan dapat meningkatkan pelayanan penerbangan dan kinerja setiap personel ATC
Design of Alerting System for Beyond Visual Line of Sight Operational Cargo Delivery UAV
The development of drones is now crucial to many industries, investors, and governments as they are more cost-effective and efficient in various industries, such as filmmaking, consumer, and tourism. They can also be used in various fields, such as agriculture, meteorology, construction, logistics, and conservation. Beyond Visual Line of Sight (BVLOS) technology enables drone operations to perform missions more accurately as it allows them to be operated in a wider angular range. BVLOS includes the use of advanced technologies and systems to monitor drones and ensure they comply with regulations. As such, BVLOS can be used to optimise marine cargo drone operations. In addition, the Ground Control System (GCS) is used by multi-UAV systems to remotely monitor drone performance. This enables advancements in navigation and autonomous technologies that can be utilised in the maritime sector. However, the operation of cargo delivery UAVs, especially those operated as multi-UAVs, requires a surveillance system supported by a qualified warning system. One of them is a warning system that will appear when the UAV approaches the boundary of the area of operation that has been set at the beginning. The warning system aims to improve safety and security because by warning UAVs approaching or entering restricted or sensitive areas, this system can prevent unauthorised access or accidents, ensuring the safety and security of the area and the UAV itself. In addition, it improves efficiency and reduces costs where the warning system can help UAVs avoid entering prohibited or unauthorised locations, improving efficiency, and reducing costs associated with re-routing or returning to home. For this reason, in this research, the design of a warning system for UAVs approaching the boundary of the operating area is performed and shown through simulation. In this research, a two-level alert system was designed and simulated that is triggered when the UAV approaches the boundary of the specified operation area to enable the operation supervisor to perform safety procedures in response to mitigate potential risks
Pemilihan Moda Transportasi Umum dan Transportasi Online di Kabupaten Kupang
Perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat mengakibatkan terjadinya pergeseran penggunaan transportasi umum konvensional menjadi sistem online. Wilayah Kecamatan Kupang Tengah memiliki populasi yang tinggi dan umumnya bekerja dalam bidang pekerjaan kantoran, perdagangan, dan pendidikan ke Kota Kupang. Hal tersebut mengakibatkan tingkat kemacetan meningkat karena ketersediaan rute yang dilalui transportasi umum sangat terbatas dan jumlah kendaraan pribadi yang melalui jalur tersebut juga cukup tinggi. Hal ini juga menjadikan transportasi umum online menjadi alternatif masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui kriteria oleh masyarakat Kecamatan Kupang Tengah yang menjadi prioritas saat melakukan perjalanan dalam menggunakan transportasi umum; (2) mengetahui persentase pemilihan moda transportasi umum antara transportasi umum dan transportasi online dari setiap kriteria di Kecamatan Kupang Tengah; dan (3) mengetahui perbandingan prioritas dalam pemilihan transportasi umum dan transportasi online. Metode penelitian dilakukan dengan metode Analytical Hierarchy Process, di mana pertimbangan kriteria yang diukur antara lain: Biaya, Keamanan, Kenyamanan, Waktu Tempuh, dan Ketersediaan. Analisis data diperoleh dengan cara memberikan kuesioner kepada masyarakat yang berpotensi menggunakan transportasi umum, lalu data tersebut diolah dengan bantuan software Ms. Excel. Hasil yang dicapai dari penelitian: (1) Kriteria prioritas oleh masyarakat Kecamatan Kupang Tengah dalam melakukan perjalanan meliputi keamanan, ketersediaan, kenyamanan, waktu tempuh, dan biaya; (2) Alternatif transportasi umum yang menjadi prioritas antara lain: kriteria biaya yang menjadi prioritas adalah transportasi umum, kriteria keamanan yang menjadi prioritas adalah transportasi online, kriteria kenyamanan yang menjadi prioritas adalah transportasi online, kriteria waktu tempuh yang menjadi prioritas adalah transportasi online, dan kriteria ketersediaan yang menjadi prioritas adalah transportasi online; (3) Persentase perbandingan pemilihan moda transportasi umum dan transportasi online di Kecamatan Kupang Tengah adalah 1:4; dan transportasi online lebih diprioritaskan dibandingkan dengan transportasi umum pada masyarakat Kecamatan Kupang Tengah
Analisis Potensi dan Kesiapan Penerapan Kebijakan Super Hub Transportasi Udara di Indonesia: Studi Kasus Provinsi Bali, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Utara
Pemerintah akan menyusun kebijakan tentang pengembangan super hub di Indonesia dengan menentukan rencana lokasi di Provinsi Bali, Provinsi Kalimantan Timur dan Provinsi Sulawesi Utara. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan masukan terhadap konsep kebijakan super hub ditinjau dari aspek regulasi dan potensi wilayah serta kesiapan bandar udara di wilayah tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam kajian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data yang digunakan meliputi data primer dan data sekunder yang bersumber dari observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan super hub merupakan pengembangan kawasan super hub transportasi yang tidak terfokus hanya pada bandar udara dan tidak diukur hanya dengan jumlah penumpang, namun peran pentingnya dalam mendukung pengembangan suatu kawasan strategis yang ditandai dengan jaringan konektivitas internasional yang kuat serta mendukung rantai pasok logistic nasional. Oleh karena itu, sinkronisasi antar kebijakan terkait penerapan konsep kebijakan super hub transportasi udara perlu didukung oleh regulasi yang memadai. Perencanaan pada tiga wilayah super hub telah didukung oleh kawasan pengembangan kegiatan ekonomi wilayah termasuk moda transportasi udara dimana sebagian besar wilayah ini telah memenuhi kriteria melayani kawasan strategis nasional dan internasional, melayani jaringan pelayanan dan konektifitas yang luas, memenuhi kriteria pelayanan fasilitas dan dimungkinkan untuk dikembangkan sebagai bandar udara super hub, serta melayani angkutan logistik dan penumpang nasional dan internasional.Pemerintah akan menyusun kebijakan tentang pengembangan super hub di Indonesia dengan menentukan rencana lokasi di Provinsi Bali, Provinsi Kalimantan Timur dan Provinsi Sulawesi Utara. Kebijakan super hub transportasi udara meliputi pengembangan bandar udara sebagai pusat (hub) yang memiliki jaringan konektivitas yang luas serta menciptakan kawasan super hub transportasi yang tidak hanya fokus pada bandar udara, tetapi juga memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan kawasan strategis. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan masukan terhadap konsep kebijakan super hub ditinjau dari aspek regulasi dan potensi wilayah serta kesiapan bandar udara di wilayah tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam kajian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data yang digunakan meliputi data primer dan data sekunder yang bersumber dari observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pada tiga wilayah super hub telah didukung oleh kawasan pengembangan kegiatan ekonomi wilayah termasuk moda transportasi udara dimana sebagian besar wilayah ini telah memenuhi kriteria melayani kawasan strategis nasional dan internasional, melayani jaringan pelayanan dan konektivitas yang luas, memenuhi kriteria pelayanan fasilitas dan dimungkinkan untuk dikembangkan sebagai bandar udara super hub, serta melayani angkutan logistik dan penumpang nasional dan internasional. Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai di Bali dan Bandar Udara Sam Ratulangi di Sulawesi Utara memiliki potensi dan kesiapan yang lebih tinggi dengan fasilitas bandar udara yang memadai dibandingkan dengan Bandar Udara Sultan Aji Muhammad Sulaiman di Balikpapan dan Bandar Udara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto di Samarinda yang masih membutuhkan perbaikan ke depannya
Windrose Based of Surface Wind Profiles Over a Decade at Soekarno – Hatta International Airport
The study of surface wind characteristics in the airport area is needed to support flight operations in terms of safety and economy. Surface wind data is required during the aircraft take-off and landing phases. The information on surface wind characteristics is used for planning flight operations or the construction and expansion of an airport runway. Using the frequency distribution method, a description of the monthly surface wind pattern was obtained. The results in Soekarno-Hatta International Airport area over 10 years period showed that in January - April the surface wind direction is dominated from the west, May - September is dominated from the east. The months of October, November, and December are a transition from easterly to return to the west (dominated from the south and southwest). This is in line with the general pattern of Indonesia\u27s climate which is influenced by the west monsoon and east monsoon phenomena