E-Jurnal UMNAW (Universitas Muslim Nusantara Al Washliya)
Not a member yet
    2157 research outputs found

    Implementasi Digitalisasi Sekolah Dasar sebagai Upaya Penguatan Kinerja Sekolah Dasar berbasis Transformasi Digital melalui Program PkM KKN

    Full text link
    The teacher mentoring activity carried out through the Community Service Program (PkM) integrated with the Student Community Service (KKN) at SDN Pluit 03 primarily aims to support digital transformation in elementary education as a strategic effort to enhance school performance. This transformation is implemented by providing broad access to digital learning resources that can be accessed anytime and anywhere, thereby overcoming spatial and temporal limitations in the learning process. Additionally, the activity is specifically designed to strengthen the implementation of the Merdeka Curriculum, with an emphasis on project-based learning that promotes independent learning and knowledge exploration. In this context, strengthening digital literacy among teachers and students becomes crucial—not only to improve technological capabilities but also to broaden the range of richer and more varied teaching materials. The benefits of this empowerment initiative include improved teacher competencies in utilizing various digital tools and online learning resources, which in turn support the effectiveness of the teaching and learning process. Besides offering practical insights into digitalization, the program also fosters new habits among teachers to be more adaptive and open to the use of educational technology, enabling them to design lessons that are more responsive to student needs while remaining aligned with the flexible and student-centered principles of the Merdeka Curriculum

    Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pengolahan Aromaterapi Dari Tanaman Serai (Cymbopogon Citratus) Sebagai Anti Depresan Pada Wanita Menopause DiDesa Tajau Landung RT 03 Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Tabuk 1 Kabupaten Banjar

    Full text link
    Pada masa menopause terdapat beberapa masalah yang terjadi yaitu gangguan sulit tidur, rasa panas dibagian wajah, leher serta bagian dada (hot flashes), dan perubahan emosional yang mengakibatkan lebih sensitif. Salah satu terapi alternative yang dapat digunakan yaitu dengan aromaterapi minyak esensial yang berasal dari tanaman yang mengandung minyak atsiri. Penggunaan aromaterapi dilakukan dengan cara dihirup, sehingga kandungan di dalam minyak atsiri ditangkap oleh otak, yang dapat memberikan kenyamanan serta efek relaksasi. Tumbuhan serai adalah salah satu jenis tanaman yang memiliki kandungan minyak atsiri yang dapat membantu memperbaiki atau menjaga kesehatan dan memperbaiki kenyamanan emosional. Maka dari itu pada kesempatan kali ini yang dilaksanakan pengabdian kepada masyarakat dengan pemberdayaan masyarakat dalam pengolahan aromaterapi dari minyak serai (Cymbopogon Citratus) sebagai anti depresan pada wanita menopause di Desa Tajau Landung Rt 03 Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Tabuk 1 Kabupaten Banjar. Dilakukannya penyuluhan serta demonstrasi menggunakan media power point kepada para wanita menopause mengenai pengolahan aromaterapi dari tanaman serai (Cymbopogon Citratus) sebagai anti depresan untuk mengurangi ketidaknyamanan pada masa menopause

    Kebijakan Perpajakan dan Peran Model Triple Helix berpengaruh dalam Meningkatkan Kepatuhan Pajak Pada UMKM Kecamatan Ciawi

    Full text link
    This study was conducted to assess the influence of tax policy and the role of the Triple Helix model on tax compliance among Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Ciawi District. The persistent issue of low tax compliance within the MSME sector serves as the primary rationale for this investigation. A quantitative approach was applied, utilizing multiple linear regression analysis. Primary data were collected through questionnaires distributed to 95 MSME respondents, followed by instrument testing through validity, reliability, normality, and multicollinearity tests, as well as inferential statistical analysis using t-tests and F-tests. The findings indicate that tax policy exerts a positive and significant effect on MSME tax compliance, as evidenced by a regression coefficient of 0.271 with a significance level of 0.000. Furthermore, the role of the Triple Helix model—comprising collaborative engagement between government, private sector, and academic institutions—also demonstrates a positive and significant impact on tax compliance, with a regression coefficient of 0.794 at the same significance threshold. Simultaneously, these two variables collectively explain 76.4% of the variation in MSME tax compliance. These results highlight the importance of optimizing adaptive tax policies and strengthening cross-sector collaboration within the Triple Helix framework as strategic measures to enhance MSME tax compliance. The strategic implications suggest the need for tax policy reformulation and the development of sustainable collaborative models to promote higher tax compliance in the MSME secto

    NILAI KARAKTER RELIGIUS PADA KEGIATAN BUDAYA SEKOLAH KELAS VI SD NEGERI 1 CIRAHAB

    Full text link
    Membangun karakter harus lebih diperhatikan daripada sekedar membangun hal-hal fisik semata. Namun pentingnya membangun karakter (jiwa) harus disertai dengan pengetahuan dan pemahaman tentang moral atau karakter itu sendiri. Namun, beragam masalah yang kerap muncul dalam pembentukan karakter anak melibatkan perilaku menyimpang, baik dalam skala kecil maupun besar, seperti konflik antar pelajar, pelanggaran tata tertib berkendara, penyalahgunaan narkotika, perilaku seksual bebas, dan insiden-insiden indiscipline di sekolah yang tampaknya telah menjadi rutinitas, menunjukkan adanya ketidakstabilan moral dalam karakter bangsa ini.  Nilai karakter yang sangat dibutuhkan untuk menjadi bekal di masa depan adalah nilai karakter religius. Salah satu tempat yang tepat untuk menanamkan nilai karakter sejak dini adalah di sekolah. Pendidikan di tingkat sekolah dasar pada hakikatnya merupakan pondasi bagi siswa untuk membentuk nilai karakter baik. Budaya sekolah merupakan pembiasaan yang terdapat di sekolah, dilakukan secara terus menerus dan menjadi sebuah identitas yang melekat. Budaya sekolah memiliki peran krusial dalam membentuk dan mengukuhkan nilai-nilai karakter siswa. Dalam setiap kegiatan budaya yang diadakan, baik itu festival, pentas seni, upacara adat, program pertukaran budaya, maupun pembiasaan-pembiasaan lain terdapat peluang besar untuk menyelipkan dan mengamalkan nilai-nilai moral dan etika dalam kehidupan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kegiatan budaya apa saja yang ada di SDN 1 Cirahab dan bagaimana implementasi nilai karakter religious pada kegiatan budaya SD N 1 Cirahab. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas VI serta guru. Dengan menggunakan triangulasi data observasi,wawancara,dan dokumentasi. Dimana mendapatkan hasil bahwa Pendidikan karakter yang menjadi suautu acuan dalam visi misi sera tujuan SD N 1 Cirahab nilai religious sudah diterapkan dengan berbagai program yaitu Upacara bendera, kegiatan selasa berisih,shola duhur berjamaah, sholat duha berjamaah dan infaq.  &nbsp

    MENALAAH IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DALAM KURIKULUM MERDEKA

    Full text link
    Kurikulum merdeka merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia melalui pendekatan pembelajaran yang lebih fleksibel dan kreatif. Salah satu strategi pembelajaran yang disarankan dalam Kurikulum Merdeka adalah pembelajaran berdiferensiasi atau pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan individu peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan tinjauan literatur mengenai penerapan pembelajaran diferensiasi di sekolah dasar dalam penerapan Kurikulum Merdeka. Metode studi literatur mengumpulkan data dari sumber tertulis seperti jurnal, buku, laporan, dan dokumen lainnya. Berdasarkan hasil analisis, pembelajaran berdiferensiasi secara konseptual dilaksanakan dalam kerangka penerapan Kurikulum Merdeka di sekolah dasar, dan merujuk pada sumber-sumber yang relevan diduga kuat akan meningkatkan hasil belajar siswa hal ini dapat membawa manfaat yang signifikan terhadap motivasi belajar peserta didik. Namun demikiam, untuk mencapai hasil pembelajaran diferensiasi yang optimal, penerapan pembelajaran diferensiasi memerlukan persiapan dan penyesuaian yang matang dari kepala sekolah, guru, dan pihak lain untuk memahami karakteristik peserta didik, penggunaan teknologi, dan merencanakan pembelajaran berdasarkan pada hasil yang diharapkan. Kurikulum Merdeka memberikan ruang dan kesempatan yang cukup besar bagi guru dan kepala sekolah untuk menyelenggarakan pembelajaran dengan cara yang berfokus pada keberagaman siswa melalui pembelajaran berdiferensiasi. Hasil kajian literatur penerapan pembelajaran diferensiasi ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik terutama bagi guru, kepala sekolah dan stakeholder pendidikan lainnya di sekolah dasar dalam konteks Implementasi Kurikulum Merdeka dan menjadi bahan referensi bagi pendidik dan peneliti di bidang pendidikan

    AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL BUAH KERANJI (Dialium indum L.) DALAM KEBOCORAN DNA DAN PROTEIN BAKTERI Escherichia coli

    Full text link
    Buah asam keranji (Dialium indum L.) memiliki banyak kegunaan, termasuk sebagai bahan pangan, pakan ternak, dan obat tradisional untuk diare. Buah ini mengandung antioksidan dan nutrisi yang berpotensi sebagai agen antibakteri, terutama terhadap Escherichia coli. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi aktivitas antibakteri ekstrak etanol buah keranji dengan mengukur kebocoran DNA dan protein bakteri, yang menunjukkan kerusakan membran sel. Penelitian menggunakan ekstrak etanol buah keranji sebagai variabel bebas, sedangkan variabel terikat meliputi senyawa metabolit sekunder, kadar flavonoid total, gugus fungsi (FTIR), nilai KHM, KBM, dan kebocoran DNA serta protein yang diukur menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil menunjukkan ekstrak etanol buah keranji mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, triterpenoid, dan glikosida. Analisis FTIR mendeteksi gugus fungsi seperti O–H, C–H, C=O, C=C, C–O, dan N–H yang mengonfirmasi keberadaan senyawa bioaktif. Kadar flavonoid total sebesar 28,16 ± 1,21 mgQE/g. Ekstrak etanol buah keranji menunjukkan KHM pada konsentrasi 35% dan KBM pada konsentrasi 45%. Zona hambat pada konsentrasi 35%, 40%, 45%, dan 50% berturut-turut sebesar 8,3; 9,0; 10,0; dan 11,8 mm. Absorbansi pada 260 nm (DNA) dan 280 nm (protein) tertinggi pada konsentrasi 50%, yang menandakan adanya kerusakan membran sel bakteri. Kesimpulannya, ekstrak etanol buah keranji efektif menghambat Escherichia coli dengan mekanisme merusak membran sel

    PERSEPSI TENAGA KESEHATAN TERHADAP INTERPROFESSIONAL COLLABORATION (IPC) DIRUMAH SAKIT GRANMED LUBUK PAKAM

    Full text link
    Kolaborasi antar profesi (Interprofessional Collaboration/IPC) merupakan sebuah kemitraan antara tenaga kesehatan yang memiliki latar belakang profesi yang berbeda, yang bekerja bersama untuk mengatasi masalah kesehatan, memberikan pelayanan yang optimal, dan mencapai tujuan bersama. Kolaborasi ini terjadi ketika berbagai profesional medis bekerja sama dengan pasien, keluarga, dan komunitas untuk memberikan perawatan yang menyeluruh dan berkualitas. Tujuan penelitian adalah persepsi tenaga kesehatan interprofessional collaboration dirumah sakit grandmed lubuk pakam. Pengumpulan data pada penelitian ini adalah metode kuantitatif, data dikumpulkan dengan : Penyebaran quesioner secara online melalui google form,Responden diberikan waktu untuk mengisi quesioner dalam waktu kurang lebih 20 menit kemudian diolah data menggunakan spps dengan uji univariat. Persepsi tenaga kesehatan terhadap ipc dirumah sakit grandmed dilubuk pakam masih belum sepenuhnya dijalankan dengan baik setelah diuji. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan penulis, maka penulis menarik kesimpulan:Persepsi interprofessional Collaboration ( ipc ) terhadap kemitraan yaitu dalam kategori selalu ( 76,7%) di Rs Granmed lubuk pakam, Persepsi Interprofessional Collaboration ( ipc ) terhadap kerja sama yaitu dalam kategori sering (66,6%) di Rs Granmed lubuk pakam .Persepsi Interprofessional Collaboration ( ipc ) terhadap koordinasi yaitu dalam kategori selalu (73,3%) di Rs Granmed lubuk pakam

    Analysis Of Illocutionary Acts in Dedi Mulyadi’s Speech at The National Awakening Ceremony: Let the Sarcastic People Be Hurt Forever

    Full text link
    This study examines the illocutionary acts in Dedi Mulyadi’s speech delivered during the National Awakening Ceremony, utilizing Searle’s (1976) taxonomy within a descriptive qualitative framework. A total of 72 utterances were identified and categorized: 40 assertive (55.5%), 15 directive (20.8%), 10 commissive (13.9%), 5 expressive (6.9%), and 2 declarative (2.8%) acts. Assertives dominate, reflecting Dedi’s sarcastic and informational style, while the rarity of declaratives underscores his emphasis on persuasion rather than formal proclamation. The analysis reveals how Dedi strategically employs sarcasm and militaristic directives to assert authority, critique societal issues, and influence public perception. These rhetorical choices strengthen his image as a decisive leader but may limit dialogic engagement. The study highlights the communicative function of illocutionary acts in political discourse and contributes to a deeper understanding of how language performs social and political actions in contemporary Indonesian rhetoric

    THE EFFECTIVENESS OF PROJECT-BASED LEARNING IN RAISING TERTIARY STUDENTS' PROFICIENCY

    Full text link
    English speaking proficiency is a critical skill in both academic and professional contexts, especially for English as a Foreign Language (EFL) learners. Traditional language instruction, which often emphasizes grammar and writing, frequently fails to develop learners’ speaking fluency and confidence. This study investigates the effectiveness of Project-Based Learning (PBL) in enhancing English-speaking skills among first-semester Informatics students at the tertiary level. Grounded in constructivist and communicative language teaching theories, PBL emphasizes real-world communication, collaboration, and learner autonomy. Using a descriptive method, students participated in a one-month instructional project that culminated in video presentations, assessed across five key speaking indicators: comprehension, grammar, vocabulary, pronunciation, and fluency. After a one-month PBL intervention, it was shown that 20% of students reached the highest proficiency level (score 85-90), then 55% performed at an average level (score 75-80), and 25% remained at a lower proficiency level (score 60-70). 100% of students showed improvement: high and average performers improved by 15 points on average, and low performers improved by 10 points. Results showed significant improvement across all proficiency levels, particularly among high- and average-performing students. The findings indicate that PBL effectively improves learners’ speaking abilities by promoting engagement, authentic language use, and confidence. However, lower-performing students may require additional scaffolding and support. This study supports the integration of PBL into EFL curricula to promote more interactive and meaningful language learning experiences.   &nbsp

    Peningkatan Pembelajaran Kontekstual dalam Memahami Hak dan Kewajiban Siswa Kelas IV SD NEGERI 060910: Peningkatan Pembelajaran Kontekstual dalam Memahami Hak dan Kewajiban Siswa Kelas IV SD NEGERI 060910

    No full text
    This study aims to explore and analyze the implementation of contextual learning in understanding the rights and responsibilities of fourth-grade elementary school students. Contextual learning is an approach that connects the subject matter with real-life situations and experiences encountered by students, thereby enhancing their comprehension of the concepts being taught. By engaging students in activities relevant to their daily lives, this research seeks to demonstrate that contextual learning not only makes the material more engaging but also helps students internalize knowledge about their rights and responsibilities as individuals in society. Through this method, it is expected that students will actively participate in the learning process and be able to apply the knowledge gained in real-life contexts. Keywords: Contextual Learning, Rights and Responsibilities, Fourth-Grade Students,Learning MethodsPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis penerapan pembelajaran kontekstual terhadap pemahaman hak dan kewajiban siswa sekolah dasar kelas 4 di UPT SD Negeri 060910. Pembelajaran kontekstual merupakan metode yang menghubungkan materi ajar dengan situasi dan pengalaman nyata yang dialami siswa untuk meningkatkan pemahamannya. konsep yang diajarkan dengan melibatkan siswa dalam kegiatan yang relevan dengan kehidupan mereka sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa pembelajaran kontekstual tidak hanya membuat materi lebih menarik tetapi juga membantu siswa memperoleh pengetahuan tentang hak dan tanggung jawab mereka sebagai individu dalam masyarakat. Metode ini bertujuan untuk membantu siswa berpartisipasi lebih aktif dalam proses pembelajaran dan menerapkan pengetahuan yang mereka pelajari ke konteks kehidupan nyata. Kata Kunci: Pembelajaran Kontekstual ,Hak dan Kewajiban ,Siswa Kelas IV SD,Metode Pembelajaran

    2,043

    full texts

    2,157

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Jurnal UMNAW (Universitas Muslim Nusantara Al Washliya)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇