E-Jurnal UMNAW (Universitas Muslim Nusantara Al Washliya)
Not a member yet
2157 research outputs found
Sort by
PELATIHAN PENGGUNAAN PERANGKAT LUNAK UNTUK MANAJEMEN ADMINISTRASI PADA SEKOLAH POS PAUD ALAM BOUGENVILLE
From year to year, early childhood education has experienced very rapid development, at least when seen from the development of the number of PAUD institutions initiated by the community. The Alam Bougenville PAUD post is an example of a community-managed PAUD in Kemantren Village, Mojokerto Regency. The Alam Bougenville PAUD Post provides Toddler Family Development services for children from birth to 4 years of age through a learning model that emphasizes aspects of education, health, nutrition, care, nurturing, welfare and protection. As an effort to improve the quality of services and management of PAUD Posts, educators must develop school administration management using software. The aim of this research is to provide training and assistance in the use of Microsoft Office software in the administrative management of the POS Paud Alam Bougenville school so that it can improve the quality of education. The first stage carried out by the proposing team was to conduct outreach regarding a series of training activities. Then the method used is training by providing knowledge and skills using software including Microsoft Word, Microsoft Excel, Microsoft Power Point and Google Drive. Furthermore, assistance is provided by the proposing team so that management activities can run effectively. The final stage is to carry out a diagnostic evaluation to determine the weaknesses of educators in school management and then find a solution. The evaluation results showed that educators understood the use of software in carrying out administrative governance.Pendidikan anak usia dini dari tahun ke tahun mengalami perkembangan yang sangat pesat setidaknya jika dilihat dari perkembangan jumlah lembaga PAUD yang diprakarsai oleh Masyarakat. Pos PAUD Alam Bougenville merupakan salah satu contoh PAUD yang dikelola Masyarakat di Desa Kemantren Kabupaten Mojokerto. Pos PAUD Alam Bougenville menyelenggarakan layanan Bina Keluarga Balita bagi anak sejak lahir sampai dengan usia 4 tahun melalui model pembelajaran dengan menekankan aspek Pendidikan, Kesehatan gizi, perawatan, pengasuhan, kesejahteraan dan pelindungan. Sebagai upaya peningkatan mutu layanan dan pengelolaan Pos PAUD maka pendidik harus melakukan pengembangan manajemen administrasi sekolah dengan menggunakan perangkat lunak. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk memberikan pelatihan dan pendampingan penggunaan perangkat lunak microsoft office dalam tata kelola administrasi sekolah POS Paud Alam Bougenville sehingga dapat meningkatkan mutu pendidikan. Tahap pertama yang dilakukan oleh tim pengusul adalah melakukan sosialisasi mengenai rangkaian kegiatan pelatihan. Kemudian metode yang digunakan adalah pelatihan dengan memberikan pengetahuan dan keterampilan menggunakan perangkat lunak diantaranya Microsoft word, Microsoft excel, Microsoft power point dan google drive. Selanjutnya dilakukan pendampingan oleh tim pengusul agar kegiatan pengelolaan manajemen dapat berjalan efektif. Tahap terakhir adalah melakukan evaluasi diagnostik untuk mengetahui kelemahan pendidik dalam manajemen sekolah untuk kemudian dicarikan solusinya. Hasil evaluasi diperoleh pendidik telah memahami pemanfaatan perangkat lunak dalam melakukan tata kelola administrasi
Penerapan Program “SMART KIDS SAVE AND MANAGE TIME” Guna Membangun Kebiasaan Disiplin Sejak Dini Siswa SB At-Tanzil Padang Jawa Malaysia
The goal of the save and management time at SB At-Tanzil Padang Jawa is to assist a disabled child in becoming more disciplined. In order to enhance students' understanding of time management and hedging, this study employs both theoretical and practical approaches. This program provides interactive activities that encourage students to take part in and create daily projects. The research findings indicate that student learning discipline has significantly increased, along with student performance in time management. Students also state that they are able to apply these principles to their daily lives. Specifically, children need to be trained to manage money and time from an early age in order to become well-adjusted adults. The adults have a great responsibility to assist children in learning appropriate biases until later life.
Tujuan dari program Menabung dan Manajemen Waktu di SB At-Tanzil Padang Jawa adalah untuk membantu anak usia dini menjadi lebih disiplin. Untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang penghematan dan manajemen waktu, penelitian ini menggunakan teori dan praktik langsung. Program ini melibatkan aktivitas interaktif yang mendorong siswa untuk menabung dan membuat rencana harian. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa disiplin belajar siswa telah meningkat secara signifikan, serta keterampilan Siswa dalam manajemen waktu. Siswa juga menunjukkan bahwasanya para siswa dapat menerapkan prinsip-prinsip ini dalam kehidupan sehari-hari. Singkatnya, anak-anak harus dilatih untuk mengelola uang dan waktu sejak kecil agar menjadi orang yang bertanggung jawab. Orang tua sangat penting untuk membantu anak-anak belajar kebiasaan baik untuk masa depan
KULINER PEMPEK UDANG DI DESA BELO LAUT MENDUKUNG PARIWISATA KOTA MENTOK, KABUPATEN BANGKA BARAT
The town of Mentok, located in West Bangka Regency, holds unique tourism potential distinct from other regions in the Bangka Belitung Islands Province. The combination of maritime tourism and the historical exile of Indonesia's first president is a key advantage for tourism in this district. Mentok is known for its distinctive seafood-based specialty, shrimp pempek, which sets it apart from other places. Belo Laut Village is the production center of this culinary specialty. Despite the uniqueness and strong association of shrimp pempek with Mentok, there has been no branding or effort to promote this local dish as a tourism asset for the town. The community service was conducted in Belo Laut Village, Mentok District, West Bangka Regency, focusing on the Kemplang Yuk Yen Poklahsar group using a Community-Based Approach and Educational Outreach methods. Shrimp pempek has become a distinctive culinary specialty strongly associated with the town of Mentok. This is similar to other regional dishes like gudeg in Yogyakarta, apple chips in Batu/Malang, and breadfruit chips in Belitung. However, the marketing orientation of shrimp pempek remains local. The product has significant potential for further development in terms of production, food safety, packaging, branding, and promotion to support Mentok's culinary tourism sector.Kota Mentok, Kabupaten Bangka Barat memiliki potensi pariwisata yang unik dan berbeda dengan wilayah lainnya di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kombinasi wisata maritim dan sejarah pengasingan presiden pertama Indonesia menjadi keunggulan pariwisata di wilayah kecamatan ini. Mentok memiliki makanan khas berbasis laut yang berbeda dari tempat lainnya, yaitu pempek udang. Desa Belo Laut merupakan sentra produksi kuliner ini. Meskipun produk pempek udang ini unik dan khas Kota Mentok, namun belum dilakukan branding dan upaya untuk menjadikan produk makanan khas ini menjadi penopang pariwisata Kota Mentok. Pengabdian dilakukan di Desa Belo Laut, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat pada Poklahsar Kemplang Yuk Yen melalui metode pendekatan partisipatif (Community-Based Approach) dan penyuluhan edukatif (Educational Outreach). Pempek udang telah memiliki ciri khas yang melekat dengan Kota Mentok. Kondisi ini mirip kuliner lain yang melekat dengan daerahnya seperti : Gudeg – Yogyakarta, Keripik Apel – Batu / Malang, Keripik Sukun – Belitung. Namun orientasi pemasaran pempek udang masih lokal. Produk ini potensial dikembangkan produksi, keamanan pangan, kemasan, branding dan kemasannya untuk mendukung pariwisata Kota Mentok pada bidang kuliner
Sosialisasi Bahaya Narkoba Sebagai Upaya Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Di Kalangan Siswa SMPN 4 Watubangga
Misuse of drugs among adolescents is increasingly affected, including in rural areas such as Polenga Village, Watubangga Sub-district, Kolaka Regency. Teenagers, especially junior high school students, are very vulnerable to the negative influence of drugs due to a lack of knowledge and information related to the dangers of drugs. A Community Service Program (PKM) of Higher Education Excellence on the dangers of drugs is needed to increase students' awareness of the threat of drugs and encourage their prevention. This PKM program aims to provide an in-depth understanding of the types of drugs, the adverse effects of use, and prevention strategies. This evaluation and monitoring activity was carried out using lecture methods, interactive discussions, and distribution of educational materials. Based on the evaluation, this activity succeeded in increasing students' understanding of the dangers of drugs and encouraging positive behavior to stay away from drugs. It is hoped that this activity can be sustainable and scaled up to cover more schools and communities in other areas.Penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja semakin terpengaruh, termasuk di daerah pedesaan seperti Desa Polenga, Kecamatan Watubangga, Kabupaten Kolaka. Remaja, khususnya siswa SMP, sangat rentan terhadap pengaruh negatif narkoba karena kurangnya pengetahuan dan informasi terkait bahaya narkoba. Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Unggulan Perguruan Tinggi tentang bahaya narkoba diperlukan untuk meningkatkan kesadaran siswa terhadap ancaman narkoba serta mendorong pencegahan pencegahannya. Program PKM ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang mendalam mengenai jenis-jenis narkoba, dampak buruk penggunaan, serta strategi pencegahan. Kegiatan evaluasi dan monitoring ini dilakukan dengan metode ceramah, diskusi interaktif, dan pembagian materi edukasi. Berdasarkan evaluasi, kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman siswa tentang bahaya narkoba dan mendorong perilaku positif untuk menjauhi narkoba. Diharapkan kegiatan ini dapat berkelanjutan dan ditingkatkan untuk mencakup lebih banyak sekolah dan komunitas di daerah lain
Pelatihan Peningkatan Keterampilan Sosial Emosional Bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan
In the implementation of the Independent Curriculum, teachers are required to be closer and understand students in depth, this is because learning focuses on the needs of students. Through differentiated learning, teachers are expected to have good social-emotional skills (KSE), not only when teaching but also when interacting outside the classroom. This also applies to education staff, who are expected to be able to show empathy, manage emotions, and build positive relationships. Thus, in the educational process not only develops academic abilities but also students' social and emotional skills (KSE), which include; emotional management, empathy, and the ability to collaborate, which are important for the future success of students. Unfortunately, there are still many challenges in school, such as a lack of ability to recognize emotions, establish healthy relationships, and make wise decisions. Therefore, KSE training for educators and education personnel is important. With the methods of discussion, lectures, questions and answers, and brainstorming, this training aims to improve the understanding and skills of educators and education staff. As a result, there is an increase in teachers' perception of understanding and social-emotional skills, which is characterized by educators being able to develop ideas in order to be inspirational role models and develop ideas in creating an environment that supports positive development, as well as building the future of students by always implementing social-emotional skills.Dalam implementasi Kurikulum Merdeka, guru dituntut untuk lebih dekat dan memahami peserta didik secara mendalam, ini dikarenakan pembelajaran berfokus pada kebutuhan peserta didik. Melalui pembelajaran berdiferensiasi, guru diharapkan memiliki keterampilan sosial emosional (KSE) yang baik, tidak hanya saat mengajar tetapi juga saat berinteraksi di luar kelas. Hal ini berlaku pula untuk tenaga kependidikan, yang diharapkan mampu menunjukkan empati, mengelola emosi, dan membangun hubungan positif. Maka, dalam proses pendidikan tidak hanya mengembangkan kemampuan akademis tetapi juga keterampilan sosial dan emosional (KSE) siswa, yang meliputi; pengelolaan emosi, empati, dan kemampuan berkolaborasi, dimana hal ini penting untuk kesuksesan masa depan peserta didik. Sayangnya, masih banyak tantangan di sekolah, seperti kurangnya kemampuan untuk mengenali emosi, menjalin hubungan sehat, dan membuat keputusan bijak. Oleh karena itu, pelatihan KSE bagi pendidik dan tenaga kependidikan menjadi penting. Dengan metode diskusi, ceramah, tanya jawab, dan brainstorming, pelatihan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan pendidik serta tenaga kependidikan. Hasilnya, terjadi peningkatan persepsi guru terhadap pemahaman dan keterampilan sosial emosional, yang ditandai dengan pendidik mampu mengembangkan ide agar dapat menjadi teladan yang inspiratif serta mengembangkan gagasan dalam menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan positif, serta membangun masa depan peserta didik dengan selalu mengimplementasikan keterampilan sosial emosional
Sosialisasi Media Pembelajaran Berbasis Digital
This community service program (PKM) is one of the Tridharma activities of Tinngi College. In this case, the PKM activity was carried out at one of the elementary schools in Medan, namely Amir Hamzah Medan Private Elementary School. This PKM activity aims to help teachers socialize digital-based learning media that can be used in learning, especially for students at the elementary school level. This activity aims to enable teachers to apply digital-based learning media, so learning in class attracts more student interest. This PKM activity was carried out at SD Swasra Amir Hamzah Medan and was attended by 12 teachers offline (face to face). This activity is carried out in 3 stages. The first stage introduces digital learning media such as PowerPoint (PPT) and Canva. The second stage is to demonstrate the preparation of digital learning media, and in the final stage, the teacher can apply digital learning media in the classroom. The target outcomes that will be achieved in PKM activities are: (1) teachers can understand digital-based learning media, (2) increase teacher pedagogic competence, (3) teachers can develop digital-based learning media, (4) teachers can apply learning media in the classroom, (5) increase students' interest in learning. The implementation of PKM ran smoothly because all participants were active in the PKM activities and could apply them during the learning process in clas
Pelatihan Mental Aritmetika Matematika di SMA Sains Tahfidz Qur’an Al-Ammar
Dalam matematika pemahaman dan proses bernalar menjadi hal mendasar untuk melatih penalaran siswa. Melalui proses penalaran, siswa akan mampu untuk mencari, menemukan, mengembangkan dan mengaplikasikan ilmu pengetahuan. Salah satunya yaitu melalui pendekatan mental aritmetika. Mental aritmetika adalah keterampilan berhitung diluar kepala tanpa menggunakan alat hitung. Sistem mental aritmetika terbukti sangat berguna dalam mengoptimalkan daya analisa, ingatan, ketahanan, logika, kemandirian, ketekunan, penemuan dan penerapan. Hasil riset ini menunjukkan siswa sangat antuasias dan termotivasi untuk belajar matematika dengan mengetahui trik baru dalam berhitung bilangan. Dari 5 trik matematika yang diberikan, setidaknya siswa mampu menggunakan 1 trik aritmetika dan menerapkannya. Sebagian besar siswa mampu menguasai lebih dari 3 trik aritmetika. Berdasarkan hasil angket yang diberikan, seluruh siswa termotivasi dan akan menggunakan trik baru ini untuk pembelajaran matematika. Kegiatan ini dilaksanakan pada minggu pertama bulan Oktober 2022 dengan melibatkan mahasiswa S2 Pendidikan Matematika. Proses PKM ini dilaksanakan didalam kelas yang melibatkan 11 orang siswa kelas X. Hasil PKM ini menunjukkan siswa sangat antuasias mengikuti kegiatan dan termotivasi untuk belajar matematika dengan mengetahui trik baru dalam berhitung bilangan. Dari 5 trik matematika yang diberikan, setidaknya siswa mampu menggunakan 1 trik aritmetika dan menerapkannya. Sebagian besar siswa mampu menguasai lebih dari 3 trik aritmetika. Berdasarkan hasil angket yang diberikan, seluruh siswa termotivasi dan akan menggunakan trik baru ini untuk pembelajaran matematika. Luaran dari kegiatan ini adalah 1Artikel Jurnal terakreditasi Sinta 5, 2) Publikasi di media massa koran online DNA.id, 3) Publikasi di media social Youtube. 
MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM POSING TIPE PRE SOLUTION POSING TERHADAP HASIL BELAJAR JURNAL UMUM SISWA
The purpose of this research is to determine the effect of using the Problem Posing Learning Model, Pre SolutionPosing Type, on General Journal Learning Outcomes. This research uses a quantitative type of research. The population in this study were all class XI IPS students at SMA NEGERI 1 BADAR. The sample for this research was Xl IPS 2, totaling 30 students. This research instrument uses test questions which are used as data collection to see the results of students' general journal learning using the Problem Posing learning model, Pre Solution Posing Type. The research results showed that the tcount value was 3.1, while the ttable value at the significant level was 1.70. Therefore tcount > ttable or 3.1 > 1.701. Thus, the observation hypothesis (Ho) is rejected and the alternative hypothesis (Ha) is accepted. Conclusion: There is an influence of the learning model on general journal learning outcome
THE EFFECT OF PODCASTING TECHNOLOGY MEDIA ON STUDENTS’ LISTENING SKILL IN MADRASAH ALIYAH SWASTA AL-WASHLIYAH GEDUNG JOHOR
This study investigated the effect of podcasting technology media on students’ listening skill in madrasah al-washliyah swasta gedung johor. This study used quantitative research method. The researcher selected 86 students in Madrasah Aliyah Swasta Al-Washliyah Gedung Johor in the school year 2024/2025 from the total number, 43 students from X B and 43 students from class X C to become a sample in this research. This research employed a test (pre-test and post-test) as an instrument and also observation and documentation as a compliment. A listening test used as the research instrument. To analyzed data, the researcher used SPSS. there is significant affect of using podcast technology media for students, especially in English listening skill. students who taught by using podcast technology media got higher score than students who taught without using podcast technology media. It can be seen the mean score of experimental class was 87 while the mean score of control group was 76. podcasts have a greater impact on students listening skill than traditional classroom settings. Additionally, it was shown that teaching listening through podcast media may be enhanced because learning Englis hmade the students more engaging, joyful, and enjoyable. In conclusion, podcasts can have a major impact on kids' listening comprehension at the tenth grade level
KAJIAN LITERATUR PEMANFAATAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS DIGITAL PADA PEMBELAJARAN IPS DI TINGKAT SMP
Abstract
This research aims to obtain information regarding the role of the use of technology-based learning media (ICT) in developing students' social studies learning at the junior high school level. The method used is a heritage study or literature study approach. This research comes from several journals that are relevant to the topic of discussion within the scope of the use of ICT-based learning media in junior high school social studies learning. Data collection was carried out by searching several scientific articles in digital scientific journals and digital websites. Data analysis was carried out using the content method through the process of selecting several scientific articles and scientific sources that were relevant to the scope of the research, so that relevant data was produced. The research results obtained are the use of ICT-based technology as a learning medium in the social studies learning process in junior high schools and relevant media in junior high school social studies learning so that it can increase motivation, learning outcomes and digital literacy in students, especially in the junior high school environment.
Keywords: digital learning media, junior high school social studies learning. digitalizationAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai peran dari pemanfaatan media pembelajaran berbasis teknologi (ICT) dalam mengembangkan pembelaran IPS peserta didik ditingkat SMP. Metode yang digunakan adalah pendekatan sutudi pusaka atau studi literature. Penelitian ini bersumber dari beberapa jurnal yang relevan dengan topic bahasan dalam lingkup Pemanfaatan Media Pembelajaran Berbasis ICT pada pembelajarn IPS SMP. Pengambilan data dilakukan melalui penelusuran beberapa artikel-artikel ilmiah pada jurnal-jurnal ilmiah secara digitl dan website digital . Analisis data dilakukan dengan metode isi melalui proses pemilihan beberapa artikel ilmiah dan sumber-sumber ilmiah yang relevan dengan lingkup penelitian, sehingga dihasilkan suatu data yang relevan. Hasil penelitian yang diperoleh ialah pemanfaatan teknologi berbasis ICT sebagai media pembelajaran dalam proses pembelajaran IPS di SMP dan media-media yang relevan dalam pembelajaran IPS SMP sehingga mampu meningkatkan motivasi, hasil belajar dan literasi digital pada peserta didi terkhusuks lingkungan SMP
Kata kunci: media pembelajaran digital, pembelajaran IPS smp. digitalisasi