E-Jurnal UMNAW (Universitas Muslim Nusantara Al Washliya)
Not a member yet
2157 research outputs found
Sort by
Meningkatkan Hasil Belajar Mata Pelajaran IPAS Materi Gaya Pegas Melalui Model Project Based Learning (PBL) Pada Siswa SD
The purpose of this study was to investigate the improvement of learning outcomes in IPAS, particularly regarding the topic of spring force, through the implementation of the Project Based Learning (PJBL) model. This study employed Classroom Action Research (CAR) with sequential steps of planning, implementation, observation, and reflection. The first cycle was conducted on April 19, 2023, and the second cycle on May 9, 2023. The research was conducted in a class consisting of 24 students, comprising 9 males and 15 females, at SDN 060907 Pasar Senen, Medan Maimun District, Medan City. The results indicated that the Project Based Learning (PJBL) model effectively enhanced learning outcomes in IPAS, specifically in the topic of spring force, among grade IV students at SDN 060907 Pasar Senen, Medan Maimun District, Medan City. The improvement in learning outcomes was evident through the comparison of test scores between Cycle I and Cycle II, showing an increase in both average scores and the percentage of students who achieved the passing grade. The average score of students in the topic of spring force in Cycle I was 84, with a classical passing rate of 75% (12 students) who attained a score of ≥ 75 (the passing grade). In Cycle II, the average score increased to 87, with a classical passing rate of 92% (22 students) who achieved a score of ≥ 75 (the passing grade).Penelitian ini dilatarbelakangi atas dasar rendahnya hasil belajar mata pelajaran IPAS materi gaya pegas pada peserta didik kelas IV SDN 060907 Pasar Senen Kecamatan Medan Maimun Kota Medan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan hasil belajar IPAS materi gaya pegas melalui model pembelajaran Project Based Learning (PJBL). Jenis penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan langkah perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan 19 April 2023 dan Siklus II dilaksanakan pada tanggal 9 Mei 2023. Penelitian dilaksanakan pada kelas IV SDN 060907 Pasar Senen Kecamatan Medan Maimun Kota Medan dengan jumlah 24 peserta didik yang terdiri dari 9 laki- laki dan 15 perempuan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran Project Based Learning (PJBL) dapat meningkatkan hasil belajar IPAS materi gaya pegas pada peserta didik kelas IV SDN 060907 Pasar Senen Kecamatan Medan Maimun Kota Medan. Peningkatan hasil belajar IPAS materi gaya pegas diketahui dengan hasil tes pada Siklus I dan Siklus II yang menunjukkan peningkatan nilai rata- rata dan persentase ketuntasan secara klasikal. Rata- rata nilai peserta didik materi gaya pegas pada Siklus I sebesar 84 dengan ketuntasan klasikal sebesar 75% (12 peserta didik ) yang mencapai nilai ≥ 75 (nilai KKM). Siklus II sebesar 87 dengan ketuntasan klasikal 92% (22 peserta didik ) yang mencapai nilai ≥ 75 (nilai KKM)
PENYULUHAN TENTANG PEMANFAATAN TANAMAN TOGA DI KELURAHAN NAPA KECAMATAN ANGKOLA SEATAN KABUPATEN TAPANULI SELATAN
Abstrac
Household medicinal plants are also called living medicines, TOGA are plants or herbs that grow wild and have begun to be developed and cultivated by the community, where these plants have properties and are very beneficial for the health of the human body. The aim of this activity is to increase the understanding and capacity of posyandu administrators and the community regarding the use of TOGA. This community service involved 15 mothers. The tools used are pre-test and post-test test sheets. The method used in this awareness activity is a socialization method in the form of a presentation using the power point method and question and answer with the target audience being health workers and housewives in Napa village, South Angkola sub-district, South Tapanuli district. This socialization activity was carried out well, as evidenced by the presence of 15 participants as well as the response and enthusiasm of the participants in carrying out the socialization, asking questions and actively discussing how to use TOGA after the analysis was carried out. applied, the pre-test and post-test scores both increased by 14.1%. The expected goal is achieved by increasing public knowledge about Toga and its uses.
Keywords: TOGA, Utilization, Napa Village.Tanaman obat rumah tangga disebut juga obat hidup, TOGA merupakan tanaman atau tumbuhan yang tumbuh secara liar dan sudah mulai dikembangkan dan dibudidayakan oleh masyarakat, dimana tanaman tersebut mempunyai khasiat dan sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh manusia. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas pengurus posyandu dan masyarakat terhadap pemanfaatan TOGA. Pengabdian masyarakat ini melibatkan 15 ibu-ibu. Alat yang digunakan adalah lembar tes pre-test dan post-test. Metode yang digunakan dalam kegiatan penyadaran ini adalah metode sosialisasi berupa presentasi dengan menggunakan metode power point dan tanya jawab dengan target audiens adalah tenaga kesehatan dan ibu rumah tangga desa Napa kecamatan Angkola Selatan kabupaten Tapanuli Selatan. Kegiatan sosialisasi ini terlaksana dengan baik, terbukti dengan kehadiran 15 peserta serta respon dan antusias peserta dalam melakukan sosialisasi, bertanya dan aktif mendiskusikan cara penggunaan TOGA setelah dilakukan analisis. diterapkan, skor pre-test dan post-test keduanya meningkat sebesar 14,1%. Tujuan yang diharapkan tercapai dengan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang Toga dan kegunaannya.
Kata kunci: TOGA, Pemanfaatan, Kelurahan Napa
Pendampingan Terhadap Masyarakat di Desa Sukatani Kecamatan Compreng Kabupaten Subang Tentang Keabsahan Perceraian yang Tidak Diajukan Ke Pengadilan
This research is motivated by the social understanding of divorces that are not filed in court. From a social perspective, the validity of a divorce that is not brought to court is considered legitimate. As happened in the community of Sukatani Village, Compreng District, Subang Regency. However, according to the law and the Compilation of Islamic Law, that is not valid. This research aims to determine the public's attitude and the impact of divorces not filed in court by the residents of Sukatani Village, Compreng District, Subang Regency, until the provision of guidance on divorce regulations not filed in court. This research uses the mentoring method (personal approach and community approach), a qualitative method using a literature study approach (library research) by examining topics found in books, journals, and factual news related to the research and conducting content analysis and interviews. The research results show that, in essence, divorces not filed in court in Sukatani Village, Compreng District, are considered valid because they are unaware of the rules, do not want to go to court, do not want the risk of costs, and are afraid of going to court. This is due to their lack of knowledge about the legal rules of divorce. This research recommends that the impacts of divorce not filed in court are the legitimacy of the divorce, custody, inheritance, and administrative difficulties.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pemahaman secara sosial tentang perceraian yang tidak diajukan ke pengadilan. Dari sudut pandang sosial, keabsahan perceraian yang tidak dilajukan ke pengadilan dianggap sah. Sebagaiman terjadi pada masayarakat Desa Sukatani Kecamatan Compreng Kabupaten Subang. Namun, menurut perundang-undangan dan Kompilasi Hukum Islam, hal itu tidak sah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana sikap masyarakat dan dampak perceraian yang tidak diajukan ke pengadilan yang dilakukan oleh masyarakat Desa Sukatani Kecamatan Compreng Kabupaten Subang sampai adanya pendampingan tentang aturan perceraian yang tidak diajukan ke pengadilan. Riset ini menggunakan metode pendampingan (Personal Aproach dan Community Aproach), metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi pustaka (library research) dengan mengkaji topik-topik yang ada di buku, jurnal dan berita-berita yang faktual yang berhubungan dengan penelitian dengan melakukan analisi terhadap isi (content analysis) dan waancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada dasarnya perceraian yang tidak diajukan ke pengadilan di Desa Sukatani Kecamatan Compreng dianggap sah, dikarenakan mereka tidak tahu aturan, tidak mau ke pengadilan, tidak mau resiko biaya dan takut ke pengadilan. Hal ini disebabkan karena mereka ketidaktahuan tentang aturan perceraian secara sah. Penelitian ini merekomendasikan bahwa dampak dari pereceraian yang tidak diajukan ke pengadilan adalah legitimasi perceraian, hak asuh, warisan dan kesulitan administrasi
COMPARATIVE ANALYSIS BETWEEN INDIAN AND AMERICAN CULTURE IN THE NOVEL THE NAMESAKE BY JHUMPA LAHIRI
The novel The Namesake by JhumpaLahiri tells the story of Gogol Ganguli, an American-Indian man who was born in Calcutta, India, and raised in the United States. The novel explores themes of identity, culture, and family. In this novel, American and Indian cultures are depicted in contrast. American culture is characterized by individualism, freedom, and pragmatism. Meanwhile, Indian culture is characterized by collectivism, tradition and spirituality. The aim of the comparative cultural analysis in this novel is to explore and unravel the complex cultural interactions depicted in the narrative. Through this analysis, the researcher aims to uncover the complexities and nuances of the journey of the protagonist, Gogol Ganguli, as he adapts between his Indian heritage and the American lifestyle
THE ANALYSIS OF PREPOTIONAL PHRASE USAGE IN TAYLOR SWIFT’S SONG LYRICS
Prepositional phrase is a collection of words that includes a preposition, its object, and any words that alter the object. It is only part of a sentence and cannot stand alone as a complete notion. The research focuses on analyzing these prepositional phrases in Taylor Swift's song lyrics using Eggenscwiler theory. The authors employed a qualitative method, presenting the data in tabular form, and subsequently provided a detailed description of the identified data.. This study found that Taylor Swift uses a wide range of prepositions in her song lyrics, including common prepositions such as “in”, "on”, and "with", as well as less common prepositions such as "beneath", "behind", and "off"
Workshop Pemanfaatan Google Site Membuat Media Pembelajaran Untuk Meningkatkan Literasi Siswa Sekolah Dasar di SDN 101874 Tumpatan Nibung, Kec. Batang Kuis, Kab. Deli Serdang
Pendidikan dasar memiliki peran strategis dalam pembinaan generasi muda, di mana keterlibatan orang tua sangat penting dalam mendukung proses belajar dan pembentukan karakter siswa. Namun, komunikasi antara guru dan orang tua seringkali terbatas, terutama ketika menggunakan platform WhatsApp, yang tidak optimal untuk kerjasama yang terstruktur. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di SDN 101874 Tumpatan Nibung untuk mengatasi tantangan tersebut dengan memanfaatkan Google Sites sebagai Learning Management System (LMS) berbasis web. Melalui sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, dan pendampingan, kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan guru dan orang tua dalam mendukung pembelajaran siswa. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa mayoritas peserta, yang sebelumnya belum familiar dengan Google Sites, menjadi sangat berminat dan puas dengan program ini, serta merasakan manfaat praktis dalam penggunaannya. Pengabdian ini berhasil meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam memanfaatkan teknologi untuk mendukung literasi siswa di sekolah dasar
Inovasi Pengolahan Limbah Organik UMKM Desa Gunung Muda menjadi Pupuk Organik Cair Bernilai Tinggi
This study aims to process organic waste produced by MSMEs in Gunung Muda Village into high-value liquid organic fertilizer using liquid EM4 fertilizer as a fermentation agent. The types of waste used include vegetable, fruit, and other organic waste. The study was conducted for one month in August 2024, with a mixed-method approach that combines quantitative and qualitative methods. The fermentation process showed that liquid EM4 fertilizer effectively accelerated the decomposition of organic waste into liquid organic fertilizer within 14 days. The results of the analysis showed that the liquid organic fertilizer produced had good nutritional content and met the standards for liquid organic fertilizer for agriculture. In addition, respondents consisting of village communities and MSME owners showed high interest in using and supporting the production of this liquid organic fertilizer. This study indicates that this organic waste processing innovation not only offers environmental solutions but also has the potential to improve the economic welfare of village communities. Further support is needed to ensure the sustainability of this program, including community training and collaboration with local governments.Penelitian ini bertujuan untuk mengolah limbah organik yang dihasilkan oleh UMKM di Desa Gunung Muda menjadi pupuk organik cair yang bernilai tinggi menggunakan pupuk EM4 cair sebagai agen fermentasi. Jenis limbah yang digunakan meliputi sisa-sisa sayuran, buah-buahan, dan sampah organik lainnya. Penelitian dilaksanakan selama satu bulan pada Agustus 2024, dengan pendekatan mixed-method yang menggabungkan metode kuantitatif dan kualitatif. Proses fermentasi menunjukkan bahwa pupuk EM4 cair efektif mempercepat penguraian limbah organik menjadi pupuk organik cair dalam waktu 14 hari. Hasil analisis menunjukkan pupuk organik cair yang dihasilkan memiliki kandungan nutrisi yang baik dan memenuhi standar pupuk organik cair untuk pertanian. Selain itu, responden yang terdiri dari masyarakat desa dan pemilik UMKM menunjukkan minat tinggi untuk menggunakan dan mendukung produksi pupuk organik cair ini. Penelitian ini mengindikasikan bahwa inovasi pengolahan limbah organik ini tidak hanya menawarkan solusi lingkungan tetapi juga berpotensi meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat desa. Dukungan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan keberlanjutan program ini, termasuk pelatihan masyarakat dan kolaborasi dengan pemerintah lokal
INOVASI MESIN PENCACAH PAKAN TERNAK UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PETERNAK KAMBING ETAWA DI DESA BANGUN SARI BARU KECAMATAN TANJUNG MORAWA, KABUPATEN DELI SERDANG, SUMATERA UTARA
Sheep farming is a business that can provide economic improvement and welfare for the community in Deli serdang district in general and Bangun Sari Baru Village in particular. Raising sheep has advantages over other types of livestock, because sheep are easy to raise, breed quickly, have a market that is always available at any time and require relatively little capital when compared to larger ruminant livestock such as cattle. Sheep farming that has been carried out is greatly influenced by the existence of feed that is usually obtained from plantations in the surrounding environment which is decreasing in capacity due to land conversion. So far, sheep have been given feed in the form of green grasses, cassava leaves and elephant grass. However, a lot of leftover food is wasted because it cannot be consumed optimally by livestock such as cassava stalks at the ends and elephant grass stalks. Therefore, feed enumeration is very necessary to minimize wasted feed. In addition to obstacles in the provision of feed, another obstacle faced by partners is the need for hygienic milk packaging. Thus, the milk chopper and packaging machine is a solution that is considered to be able to solve the problems faced by goat farming partners, namely Mr. Abu Daud in Bangun Sari Baru Village, Tanjung Morawa District, Deli Serdang Regency.Beternak kambing merupakan suatu usaha yang dapat memberikan peningkatan ekonomi dan kesejahteraan bagi masyarakat di kabupaten Deli Serdang umumnya dan di Desa Bangun Sari Baru pada khususnya. Beternak kambing memiliki keunggulan dibanding ternak jenis lainnya, karena kambing mudah untuk dipelihara, cepat berkembang biak, memiliki pasar yang selalu tersedia setiap saat dan memerlukan modal yang relatif sedikit bila dibandingkan ternak ruminansia yang lebih besar seperti sapi. Peternakan kambing yang selama ini dilakukan sangat dipengaruhi oleh keberadaan pakan yang biasa diperoleh dari perkebunan di lingkungan sekitar yang semakin hari berkurang kapasitasnya karena alih fungsi lahan. Selama ini, kambing diberikan pakan berupa rumput-rumputan hijau, daun singkong dan rumput gajah. Akan tetapi banyak sisa makan yang terbuang karena tidak dapat di konsumsi secara maksimal oleh hewan ternak seperti tangkai-tangkai singkong bagian ujung dan batang rumput gajah. Oleh sebab itu, pencacahan pakan sangat perlu dilakukan untuk meminimalisir pakan yang terbuang. Selain kendala pada penyediaan pakan, kendala lain yang dihadapi oleh mitra adalah perlunya pengemasan susu secara higienis. Sehingga, mesin pencacah dan pengemasan susu merupakan Solusi yang dianggap mampu menyelesaikan permasalahn yang dihadapi oleh mitra peternak kambing yaitu Bapak Abu Daud di Desa Bangun Sari Baru Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang
Bahasa Inggris untuk Bisnis untuk Meningkatkan Komunikasi Transaksi bagi Mahasiswa Islam di Jisda di Provinsi Yala, Thailand
Fokus Pengabdian yang diuraikan adalah English for Business to Improve Transaction Communication for Islamic Students at Jisda in Yala Province Thailand. Bahasa Inggris menjadi bahasa komunikasi utama dalam dunia bisnis internasional. Bahasa Inggris bisnis sangat dibutuhkan dalam keperluan karir, pekerjaan dan bisnis. Dalam berbahasa Inggris perlu sekali dipahami terkait rumus dalam berkomunikasi, selain itu untuk mengadopsi TPACK pengabdian ini juga menampilkan media transaksi yang digunakan. Adapun hasil dari kegiatan pelatihan ini adalah menambah kosakata mahasiswa khusus nya dalam english for business, dan mahasiswa mampu bertransaksi dengan berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Inggris. Dari sebelum pelatihan ini dilakukan tingkat kemampuan bahasa Inggris dalam bertransaksi menikat menjadi 85% yang sebelumnyahanya sekitar 10% mahasiswa mampu berkomunikasi bahasa Inggris yang dikarenakan rata-rata masyarakat Thailand terkhusus di JISDA menggunakan bahasa Thaiand Selatan
UPAYA MENUMBUHKAN PERILAKU HIDUP SEHAT MELALUI PEMBENAHAN DAN PENANANAMAN KEBUN GIZI
Kebun gizi merupakan program yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan buah dan sayur dengan memanfaatkan lahan pekarangan. Desa Tanggeau yang terletak di Kecamatan Polinggona Kabupaten Kolaka ikut mengimplementasikan program kebun gizi. Hasil obeservasi menunjukkan bahwa keberadaan kebun gizi dipekarangan desa dalam perawatan dan pemanfaatannya belum maksimal, sehingga tim pengabdian kepada masyarakat USN Kolaka berinisiatif melakukan pembenahan dan penanaman kembali di kebun gizi. Kegiatan dilaksanakan dengan tujuan menumbuhkan perilaku hidup sehat melalui pemanfaatan kebun gizi dan sebagai acuan bagi masyarakat untuk memanfaatkan lahan pekarangan rumah masing-masing untuk membuat kebun gizi. Kebun gizi yang dibenahi dimulai dari pembersihan, penanaman dan perawatan memakan waktu sekitar satu bulan. Hasil yang diperoleh, tanaman yang ditanam di kebun gizi terpantau sudah mulai tumbuh dan berkembang. Selanjutnya proses pemeliharaan kebun gizi diserahkan sepenuhnya kepada masyarakat dengan harapan dapat memanfaatkan hasil yang diperoleh dari kebun gizi yang dibenahi dan ditanami kembali oleh tim pengabdian kepada masyarakat USN Kolaka