E-Jurnal UMNAW (Universitas Muslim Nusantara Al Washliya)
Not a member yet
    2157 research outputs found

    Pemberdayaan UMKM Warung Kelontong Mbak Lia Dalam Pengelolaan Stok Barang Melalui Penerapan Sistem Pencatatan Sederhana Berbasis Excel

    Get PDF
    Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a strategic role in the local economy but still face challenges in inventory management and financial recording. Warung Kelontong Mbak Lia, as one of the MSMEs in Kulon Progo, struggles due to the absence of a structured inventory recording system. This community service program aims to empower the business owner through training and assistance in implementing a simple inventory recording system using Microsoft Excel. The implementation method adopts a participatory approach, including initial surveys, basic training, guided inventory card preparation, evaluation, and follow-up monitoring. The results show that using Excel not only simplifies inventory recording but also improves the owner's understanding of inventory management and financial accountability. This system is proven to be efficient, flexible, and user-friendly without requiring additional costs. With improved inventory records, MSMEs can identify fast-moving products, avoid stockouts, and enhance business decision-making. This program is expected to become a model of empowerment for other MSMEs in adopting more professional and sustainable inventory management practices

    Penguatan Literasi Digital di Sekolah Dasar melalui Kolaborasi dalam Program PkM-KKN

    Get PDF
    The implementation of the PkM KKN program at SDN Pondok Kopi 03 aims to empower elementary school teachers in realizing digitally literate schools through the use of digital games as a means to build literacy collaboratively with Universitas Negeri Jakarta. This approach is designed to enhance the effectiveness of teaching and student engagement by creating a more interactive, enjoyable, and meaningful learning environment, while also promoting the development of 21st-century skills such as critical thinking, problem-solving, and collaboration. The main objective of this activity is to strengthen teachers' pedagogical capacity, digital literacy, and creativity through an understanding of educational game design principles, selecting curriculum-relevant games, and integrating them into effective teaching strategies. The results of this program demonstrate improvements in teacher competence in creating innovative and adaptive learning environments, which are expected to contribute significantly to the sustainable improvement of the quality of primary education. The collaboration between schools and higher education institutions has fostered a supportive educational ecosystem and strengthened the roles of both parties in developing learning innovations. The application of educational technology through this approach has also fostered greater confidence among teachers in using digital tools in the classroom

    Pengaruh Sikap Skeptisme Profesional Auditor Terhadap Kualitas Audit Pada Kantor Akuntan Publik

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menguji pengaruh sikap skeptisme profesional auditor terhadap kualitas audit pada kantor akuntan publik di Medan secara parsial dan simultan. Penelitian ini menggunakan pendekatan asosiatif yaitu penelitian yang bertujuan untuk menganalisis hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya. Populasi pada penelitian ini yaitu auditor yang bekerja di KAP Kota Medan dengan metode total sampling. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu dengan menyebarkan kuesioner dalam google form kepada responden. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan uji asumsi klasik, regresi linier berganda, uji hipotesis (uji t dan uji f). Berdasarkan hasil penelitian memperlihatkan bahwa sikap skeptisme profesional auditor berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit

    PENGARUH MEDIA BATANG CUISENAIRE BERBANTUAN BALOK SOAL TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN

    Get PDF
    Salah satu konsep Matematika yang harus menjadi capaian pembelajaran pada fase A yaitu siswa mampu melakukan penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah sampai dengan 20, namun pada kenyataannya penguasan pemahaman konsep Matematika pada materi tersebut masih sangat rendah. Rendahnya Tingkat pemahaman peserta didik terhadap materi penjumlahan dan pengurangan hal ini menyebabkan nilai yang dihasilkan rendah dan tidak mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang telah ditetapkan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka dibutuhkan suatu strategi pembelajaran salah satunya dengan menggunakan media batang Cuisenaire berbantuan balok soal. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh media batang cuisenaire berbantuan balok soal dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi penjumlahan dan pengurangan di kelas  1 Sekolah Dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian eksperimen dengan quasi experimental design. Untuk instrument yang digunakan dalam penelitian ini yaitu berupa soal kemampuan pemahaman matematis dalam bentuk essay, sedangkan, untuk analisis data meliputi analisis uji normalitas, uji homogenitas, perhitungan N-Gain, dan uji t-test menggunakan Independent Sample Test. Berdasarkan data post-test kelas eksperimen dan kelas kontrol, menunjukan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000, Dimana 0,000 < 0,05. Itu berarti bahwa H0 ditolak dan Ha diterima yang artinya nilai akhir post-test kelas eksperimen berbeda dengan nilai akhir post-test kelas kontrol. Dengan demikian, media batang Cuisenaire berbantuan balok soal yang digunakan oleh kelas eksperimen berpengaruh terhadap hasil belajar matematika pada materi penjumlahan dan pengurangan di kelas 1 SD

    PERAN PENDIDIKAN DALAM MEMBENTUK CITA-CITA WARGA NEGARA YANG BERKUALITAS

    Get PDF
    Pendidikan berperan penting dalam membentuk cita-cita warga negara yang berkualitas mengidentifikasi faktor-faktor pendidikan yang paling berpengaruh dalam pembentukan cita-cita, mengembangkan model pendidikan yang efektif untuk membentuk warga negara yang berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk memahami persepsi siswa, guru, dan orang tua, dalam pembentukan cita-cita, mengidentifikasi jenis cita-cita yang paling umum dikalangan siswa dan faktor-faktor yang mempengaruhinya, menganalisis hubungan antara prestasi akademik, partisipasi dalam kegiatan ekstakulikuler, dan pembentukan cita-cita. Mengevaluasi kurikulum dan metode pembelajaran yang ada dalam mendukung pembentukan cita-cita. Mengidentifikasi kendala dan tantangan dalam upaya membentuk cita-cita siswa. Mengembangkan rekomendasi kebijakan pendidikan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pembentukan cita-cita siswa. Pendekatan berbasis literatur digunakan dengan menelaah berbagai karya sastra dan dokumen yang berkaitan dengan pendidikan Pancasila. Dampak globalisasi dan krisis moral siswa yang dapat melemahkan jati diri bangsa merupakan kendala utama. Keluarga, sekolah, dan masyarakat harus bekerja sama untuk mengatasi kendala tersebut. Selain itu, pemanfaatan teknologi modern dipraktikkan dengan mengajarkan siswa cara memanfaatkan internet secara cerdas dan bijaksana. Diharapkan dengan terselenggaranya pendidikan Pancasila yang bermutu akan menghasilkan pribadi-pribadi yang patriotik, intelektual, dan berjiwa besar yang mampu berkontribusi aktif dalam pembangunan negara. Kajian ini menekankan betapa pentingnya pendidikan Pancasila dalam upaya pembinaan nilai-nilai dan karakter bangsa di masa kini. Dalam rangka mencerdaskan generasi penerus bangsa, pendidikan kewarganegaraan sangatlah penting. Pendidikan Pancasila memampukan peserta didik untuk bersikap proaktif dan bertanggung jawab, yang berkontribusi dalam mewujudkan masyarakat yang lebih baik dan berkelanjutan dengan memperdalam pemahaman tentang hak dan kewajiban warga negara serta cita-cita positif kewarganegaraan, serta membangun landasan yang kokoh dalam mengemban cita-cita bangsa

    THE STUDENTS’ STRATEGY IN LEARNING ENGLISH VOCABULARY AT SMP METHODIST PANTAI LABU

    Get PDF
    This study aims to identify vocabulary learning strategy used, analysis repetition strategy implementation, examine effectiveness on vocabulary retention, and formulate an adaptive model for local contexts. Using a qualitative case study approach, data were collected from one primary and three supporting informants through interviews, observations, document analysis, and stimulated recall sessions. Analysis revealed that the primary informant developed a sophisticated multi – modal repetition system with four techniques; temporal spacing, multi – modal reinforcement, contextual variation, and self- testing. Developments factors included prior learning experiences, parental influence, teacher methodology, and assessment patterns. Thematic analysis yielded five themes: systematic organization, multimodal implementation, metacognitive awareness, contextual influences, and strategy evolution. This research strategies gaps in literature by examining vocabulary learning in rural coastal schools, adaption of repetition strategies to local contexts, and integration of traditional strategies with innovative elements under limited technological resources. Findings contribute to developing more inclusive vocabulary learning models for diverse educational contexts in Indonesia

    LANGUAGE STYLE IN THE LYRICS OF THE PINK ALBUM SONGS BY LUKAS GRAHAM

    Get PDF
    This research analyzes the language styles in the lyrics of Lukas Graham’s Pink album using Gorys Keraf’s theory, focusing on two classifications language styles based on sentence structure and meaning with the aim of identifying the types used and interpreting their meanings, employing a qualitative descriptive method, the researcher examined 11 song lyrics through domain analysis, revealing that repetition (especially epizeuxis and anaphora) is the most dominant structure-based style, while meaning based styles include symbolism, metaphor, personification, hyperbole, irony, paradox, antithesis, euphemism and rhetorical question, where denotative meaning appears more frequently than connotative meaning, ultimately showing that Lukas Graham’s use of language styles enhances emotional expression, clarity, and artistic quality in the lyrics

    AKTIVITAS ANTIBAKTERI ESKTRAK ETANOLDAUN TERONG BELANDA (Solanum betaceum Cav.) DALAM KEBOCORAN DNA dan PROTEIN BAKTERI Staphylococcus aureus

    Get PDF
    Daun terong belanda (Solanum betaceum Cav.) pada umumnya banyak masyarakat koonsumsi karena mengandung senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid, tanin, glikosida, dan saponin, serta senyawa antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memastikan apakah bakteri Staphylococcus aureus, yang menyebabkan penyakit umum di Indonesia, dapat dihambat atau dibunuh oleh ekstrak etanol daun terong belanda. Ekstrak etanol daun terong belanda berperan sebagai variabel bebas dalam penelitian eksperimental ini. Variabel terikat dalam penelitian ini meliputi skrining fitokimia, analisis spektroskopi inframerah transformasi Fourier, penentuan kadar flavonoid, uji konsentrasi hambat minimum dan konsentrasi bunuh minimum, uji kebocoran DNA dan protein, karakterisasi simplisia, serta uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun terong belanda. Pengujian antibakteri dilakukan pada ekstrak etanol dengan konsentrasi 3,125%, 6,25%, 12,5%, dan 25% menggunakan metode difusi agar dengan kertas cakram. Kontrol positif adalah kloramfenikol, sedangkan kontrol negatif adalah DMSO. Hasil uji KHM menunjukkan yang lebih baik pada konsentrasi 3,125% dan total kandungan flavonoid sebesar 44,9624 mg QE/gram ekstrak. Pada uji KBM, perkembangan koloni tidak diamati pada konsentrasi 12,5% dan 25%. Menurut penelitian ini, sel yang mengalami stres oksidatif menunjukkan kebocoran DNA dan protein, yang dapat menyebabkan 12,5% dan 25% sel mengalami apoptosis. Ekstrak etanol daun terong belanda pada konsentrasi 12,5% dan 25%, menunjukkan daya penghambatan terbesar terhadap Staphylococcus aureus, berukuran 12,5% (9,01 mm) dan 25% (16,13 mm)

    FORMULASI DAN EVALUASI MASKER GEL PEEL-OFF NANOEKSTRAK BONGGOL NANAS (Ananas comosus (L.) Merr) SEBAGAI ANTI-AGING

    Get PDF
    Bonggol nanas mempunyai kandungan flavonoid yang berfungsi sebagai antioksidan, sehingga dapat melindungi kulit dari penuaan dini. Masker gel peel-off mampu meningkatkan kelembapan kulit dan mudah digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah variasi pengolahan ekstrak dan nanoekstrak bonggol nanas dapat diolah menjadi masker gel peel-off serta untuk mengevaluasi aktivitas anti-aging dari produk tersebut. Jenis penelitian yang dilakukan adalah eksperimental. Dalam studi ini, bonggol nanas diekstraksi menggunakan metode maserasi dan diubah menjadi nanoekstrak, kemudian beberapa pengujian dilakukan, termasuk karakterisasi simplisia, skrining fitokimia pada ekstrak dan nanoekstrak bonggol nanas, pengujian aktivitas antioksidan dengan metode DPPH, serta evaluasi masker gel peel-off yang meliputi uji homogenitas, pH, waktu pengeringan, daya sebar, dan daya lekat. Efektivitas anti-aging diuji menggunakan alat skin analyzer dengan parameter kadar air, elastisitas, dan warna kulit. Hasil dari karakterisasi simplisia bonggol nanas menunjukkan bahwa ia memenuhi kriteria simplisia yang baik. Ekstrak dan nanoekstrak dari bonggol nanas mengandung senyawa metabolit sekunder. Nilai IC50 pada ekstrak bonggol nanas tercatat sebesar 5. 804,72 µg/mL, sedangkan masker gel peel-off dari ekstrak bonggol nanas memiliki warna coklat muda hingga coklat pucat, aroma khas, homogen, pH stabil, dengan waktu pengeringan 15-30 menit dan daya sebar 5-6 cm. Hasil uji aktivitas antioksidan dari sediaan menunjukkan nilai IC50 masing-masing yaitu (F0) 171,4434 µg/mL, (F1) 137,7746 µg/mL, (F2) 155,1636 µg/mL, dan (F3) 146,9484 µg/mL, dengan hasil terbaik diperoleh dari F3. Pengujian statistik dengan One Way Anova menunjukkan hasil yang signifikan

    PENDIDIK, ORIENTASI DAN CRITICAL THINKING: PERGESERAN PARADIGMA DALAM MENGHADAPI TANTANGAN BARU DI ERA AI

    Get PDF
    Era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah memicu perubahan mendasar dalam paradigma pendidikan, menuntut pendidik untuk mengadaptasi pendekatan mereka dalam membangun keterampilan berpikir kritis di kalangan siswa. Artikel ini menganalisis pergeseran peran pendidik dari sekadar penyampai pengetahuan menjadi fasilitator yang membimbing siswa dalam menghadapi kompleksitas era informasi berbasis AI. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus di beberapa institusi pendidikan yang telah mengintegrasikan teknologi AI dalam kurikulum. Hasilnya menunjukkan bahwa pendidik perlu mengembangkan strategi pengajaran berbasis kolaborasi, literasi teknologi, dan analisis kritis untuk membekali siswa dengan kemampuan menghadapi tantangan global. Namun, tantangan seperti ketimpangan akses teknologi, kesiapan pedagogis, dan ancaman terhadap nilai-nilai humanis dalam pendidikan masih menjadi kendala yang harus diatasi. Artikel ini merekomendasikan langkah strategis, termasuk pelatihan pendidik, pengembangan kurikulum berbasis integrasi AI, dan pendekatan yang seimbang antara teknologi dan nilai humanis. Temuan ini relevan dalam upaya menciptakan pendidikan yang adaptif, inklusif, dan berorientasi masa depan.The era of artificial intelligence (AI) has triggered a fundamental shift in the educational paradigm, requiring educators to adapt their approach to building critical thinking skills among students. This article analyzes the shift in the role of educators from mere transmitters of knowledge to facilitators who guide students in dealing with the complexities of the AI-based information era. This research uses a qualitative method with a case study approach in several educational institutions that have integrated AI technology in the curriculum. The results show that educators need to develop collaborative teaching strategies, technology literacy, and critical analysis to equip students with the ability to face global challenges. However, challenges such as inequality of access to technology, pedagogical readiness, and threats to humanist values in education are still obstacles that must be overcome. This article recommends strategic steps, including educator training, AI-integration-based curriculum development, and a balanced approach between technology and humanist values. These findings are relevant in efforts to create an adaptive, inclusive, and future-oriented educatio

    2,043

    full texts

    2,157

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Jurnal UMNAW (Universitas Muslim Nusantara Al Washliya)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇