E-Jurnal UMNAW (Universitas Muslim Nusantara Al Washliya)
Not a member yet
2157 research outputs found
Sort by
Pendampingan Keterampilan Tentang Kompetensi Ijtihad Dalam Aspek Ilmu Mawaqit Ilmu Falak Pada Pondok Pesantren Di Kabupaten Sumedang
When discussing mawaqit in pesantren, it becomes clear that not all pesantren implement theory and practice in the same manner. One of these practices is when it's time for prayer. Astronomy is the idea of using arithmetic to calculate things within various Islamic rules. The purpose of this service is to use mentoring to help the community in Sumedang Regency better understand ijtihad and astronomy. The method used is qualitative, where the service provider is the main tool, sample, and data source. The results focus on meaning rather than generalization. The results of this investigation reveal that determining the direction of the Qibla mathematically is difficult in some places. Spherical astronomy and geography are the main issues with prayer direction. There are two ways to determine when the month in the Islamic calendar begins: the calculation method and the observation method. To know the time of Imsak, you also need to know the time of the Subuh prayer. Muslims often miscalculate the time of the Subuh prayer when trying to determine it. Some rules regarding the height of the sun were made by experts through ijtihad. The Ministry of Religious Affairs uses this ijtihad to determine when dawn begins, when true dawn light is visible on the eastern horizon before sunrise, and when the sun is below the eastern horizon until it is visible.Ketika berbicara tentang mawaqit di pesantren, memuat fakta bahwa tidak semua pesantren menerapkan teori dan praktik. Salah satunya adalah praktik dalam aspek mawaqif. Adapun ilmu falak sebagai gagasan menggunakan aritmetika untuk menghitung hal-hal dalam berbagai aturan Islam. Tujuan pengabdian ini adalah untuk mengimplementasikan pendampingan untuk meningkatkan kompetensi ijtihad dalam pembelajaran ilmu mawaqit dan ilmu falak di Kabupaten Sumedang. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif, di mana pengabdi adalah alat utama, sampel, dan sumber data. Hasilnya berfokus pada makna daripada generalisasi. Sehingga hasil pengabdian ini mengungkapkan bahwa menentukan arah kiblat secara matematis kompleks di beberapa tempat. Geografi adalah tantangan utama, tetapi astronomi bola juga dapat dilihat sebagai salah satu masalah dengan kiblat. Ada dua cara untuk mengetahui kapan bulan dalam kalender Islam dimulai yaitu metode perhitungan dan metode pengamatan. Untuk mengetahui waktu Imsak, perlu untuk mengetahui waktu shalat subuh. Umat Muslim sering keliru menentukan waktu shalat subuh saat mencoba menghitungnya. Beberapa aturan mengenai ketinggian matahari dibuat oleh para ahli melalui ijtihad. Kementerian Agama menggunakan ijtihad ini untuk menentukan kapan fajar mulai, kapan cahaya fajar sejati terlihat di ufuk timur sebelum matahari terbit, dan kapan matahari berada di bawah ufuk timur hingga ufuk yang terlihat
PENERAPAN KEGIATAN PRAMUKA DALAM MENINGKATKAN NILAI KARAKTER BERSAHABAT DAN KOMUNIKATIF DI SEKOLAH DASAR
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai karakter bersahabat dan komunikatif yang terbentuk dalam diri peserta didik melalui kegiatan ekstrakurikuler pramuka di sekolah dasar. Penelitian ini dilaksanakan di SDN Mancogeh yang berada di Jl. Cigeureung No. 22, Desa Nagarasari, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat dengan subjek penelitian ini, yakni; kepala sekolah, 2 pembina pramuka dan 12 peserta didik dan waktu penelitian dilaksanakan pada tanggal 24 April 2024 sampai dengan 31 Mei 2024. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu melalui pendekatan penelitian kualitatif dengan metode kualitatif deskriptif, yakni memaparkan secara lebih mendalam tentang analisis nilai pendidikan karakter bersahabat dan komunikatif melalui kegiatan pramuka di sekolah dasar Pengumpulan data dilakukan melalui kegiatan observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Sedangkan, teknik analisis data menggunakan model analisis interaksi Miles & Huberman melalui tahap reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini memperoleh hasil bahwasannya permasalahan yang terjadi di sekolah dalam mewujudkan nilai karakter bersahabat dan komunikatif melalui kegiatan pramuka berdasarkan hasil observasi peneliti melihat tingkah laku peserta didik, seperti sikap saling menghargai, tolong-menolong, sikap senang berbicara, senang bergaul dan sikap rasa ingin tahu. Dalam hal ini, kegiatan pramuka sebagai pendorong nilai karakter memungkinkan nilai karakter tersebut tertanam pada diri peserta didik
EFEKTIVITAS MEDIA CORONG BERHITUNG TERHADAP PENINGKATAN PEMAHAMAN PESERTA DIDIK PADA MATERI PERKALIAN
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh sebuah permasalahan akan rendahnya kemampuan peserta didik pada pembelajaran matematika materi perkalian di sekolah dasar. Adapun tujuan dilakukannya penelitian ini tidak lain untuk mengetahui sejauh mana efektivitas dari media corong berhitung terhadap hasil belajar matematika materi perkalian di kelas III sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan yaitu desain quasi eksperimen (eksperimen semu). Populasi penelitian ini ialah Sekolah dasar yang berlokasi di kecamatan Mangunjaya, Kabupaten Pangandaran. Jumlah sampel yang akan diteliti sebanyak 44 siswa, dengan mengambil dua rombel (rombongan belajar), adapun rinciannya: 22 siswa kelas A dan 22 siswa kelas B. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah bentuk tes yang diberikan melalui pretest dan posttest. Berdasarkan hasil analisis hasil analisis statistik inferensial dibuktikan bahwa, pemahaman kelas ekpserimen yang diberikan perlakuan lebih baik dari kelas kontrol. Hal tersebut dibuktikan dari perolehan nilai rata-rata uji-t lebih dari taraf signifikansi yang digunakan. Hasil nilai rata-rata N-gain skor untuk kelas eksperimen (menggunakan media corong berhitung) termasuk kedalam kategori cukup efektif. Sedangkan nilai rata-rata N-gain skor pada kelas kontrol (tanpa menggunakan media corong berhitung) termasuk kedalam kategori tidak efektif. Sehingga disimpulkan bahwa media corong berhitung efektif memberikan pengaruh terhadap hasil belajar peserta didik materi perkalian kelas III sekolah dasar
THE SEMIOTIC ANALYSIS OF MICHAEL JACKSON'S LEAVE ME ALONE, EARTH SONG, AND HEAL THE WORLD MUSIC VIDEOS
This study examines the semiotic meanings in Michael Jackson’s music videos Leave Me Alone, Earth Song, and Heal the World using Ferdinand de Saussure’s theory of the signifier and the signified. Through a qualitative descriptive method, the research analyzes lyrics and visual elements to uncover symbolic messages related to media criticism, environmental issues, and global unity. The findings reveal that each video conveys powerful social and emotional narratives: Leave Me Alone critiques celebrity culture, Earth Song protests environmental destruction, and Heal the World promotes peace and compassion. These videos function as visual texts that reflect social realities and serve as tools for cultural communication
POTENSI INTERAKSI OBAT PADA PASIEN ASMA RAWAT JALAN RUMAH SAKIT X KOTA PEKANBARU TAHUN 2022
Asma merupakan penyakit tidak menular yang ditandai dengan penyempitan dan peradangan saluran pernafasan. Penderita asma mempunyai peluang besar untuk mengalami komplikasi yang akan menambah kompleksitas pengobatan pada pasien, komplikasi yang terjadi pada pasien asma menyebabkan penderita menerima terapi beberapa obat sekaligus (polifarmasi) sehingga memiliki risiko terjadinya interaksi obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat potensi kejadian interaksi obat pada pasien asma rawat jalan selama periode Januari-Desember 2022. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif dengan melihat rekam medis pasien asma. Hasil yang didapat dianalisis secara deksiptif dengan penapisan secara media online menggunakan situs Drugs.com dan Medscape.com serta penapisan dengan buku teks DIH dan Stockley’s Drug Interaction. Hasil penelitian menunjukkan adanya potensi interaksi obat sebanyak 412 kasus. Jenis interaksi farmakokinetik sebesar 19,3%, farmakodinamik sebesar 58,9% dan unknown sebesar 21,8%. Berdasarkan severity terdapat interaksi major sebesar 2,4%, moderate sebesar 61,4% dan minor sebesar 36,2%
KETIDAKSETARAAN GENDER DALAM PENDIDIKAN DI MADRASAH
Gender inequality in education at madrasahs is a complex issue that affects the quality and access to learning opportunities for students. This study aims to analyze the forms of gender inequality occurring in madrasah environments, focusing on policies, curriculum, teacher roles, and interactions between male and female students. Using a qualitative approach, this research explores the experiences and perceptions of students, teachers, and relevant stakeholders. The findings indicate that while madrasahs formally support educational equality, there are hidden barriers that impact the participation and development of female students. Factors such as gender stereotypes, the division of domestic roles, and societal expectations reinforce these inequalities. The study concludes that policy reforms and increased awareness of the importance of gender equality in madrasahs are necessary to make education more inclusive and fair for all students, regardless of gender.Keywords: gender inequality, education, madrasah, policy, gender stereotypesKetidaksetaraan gender dalam pendidikan di madrasah merupakan isu yang kompleks dan memengaruhi kualitas serta kesempatan belajar bagi peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk ketidaksetaraan gender yang terjadi di lingkungan madrasah, baik dari segi kebijakan, kurikulum, peran guru, maupun interaksi antara siswa laki-laki dan perempuan. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini mengeksplorasi pengalaman serta persepsi dari para siswa, guru, dan pemangku kepentingan terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun madrasah secara formal mendukung kesetaraan pendidikan, terdapat hambatan-hambatan terselubung yang memengaruhi partisipasi dan perkembangan siswa perempuan. Faktor-faktor seperti stereotip gender, pembagian peran domestik, serta ekspektasi sosial turut memperkuat ketidaksetaraan tersebut. Studi ini menyimpulkan perlunya reformasi kebijakan dan peningkatan kesadaran tentang pentingnya kesetaraan gender di madrasah, agar pendidikan dapat menjadi lebih inklusif dan adil bagi semua siswa, tanpa memandang jenis kelamin.Kata kunci: ketidaksetaraan gender, pendidikan, madrasah, kebijakan, stereotip gender
ANALISIS VARIASI VULGAR DALAM DIALOG FILM BUDI PEKERTI KARYA WREGAS BHANUTEJA: KAJIAN SOSIOLINGUISTIK
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan variasi bahasa jenis vulgar yang terdapat dalam Film Budi Pekerti Karya Wregas Bhanuteja. Bahasa vulgar merupakan bentuk variasi soiolek yang digunakan untuk mengekspresikan kemarahan, kekesalan dan mecerminkan seseorang yang tidak berpendidikan. Penelitian ini menggukan kajian sosiolinguistik yang menghubungkan antara bahasa dan kegiatan-kegiatan masyarakat sebagai penutur bahasa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data simak dan catat. Data yang diperoleh dari kutipan dialog dalam Film Budi Pekerti, yang dianalisis menggunakan teori Chaer dan Leoni (2014). Hasil penelitian menunjukkan penggunaan variasi bahasa vulgar karena situasi emosional, media digital, dan latar belakang sosial dan budaya penutur.
Kata kunci: sosiolinguistik, variasi vulgar, film
 
Optimizing The Utilization of Betung Bamboo by Straightening and Preservation Techniques in Bangunsari Village, Tanjung Morawa District, Deli Serdang Regency, Sumatera Utara
The existence of bamboo in Indonesia is very abundant; in fact, it is easy to find bamboo in almost every region of Indonesia. In general, the shape of bamboo construction is not completely straight, so some people do not use bamboo as a pole or supporting material for building or construction purposes. From various studies, bamboo structures have been proven to have many advantages. It’s tough and elastic fibers are very good at withstanding loads (both compressive/tensile, shear, and bending loads). This service aims to provide information, understanding, and skills to the community about how to process and use bamboo for various purposes, especially for building poles and plant cultivation places. The technique is by straightening the shape of the bamboo so that the straightened bamboo can be used on a wider scale. Bamboo is straightened with a simple machine with the help of fire, so that the bamboo is easier to process. After the bamboo is straightened with the help of a machine equipped with a hydraulic device and heated using fire, the added value of the bamboo increases and can be used more widely.Keberadaan bambu di Indonesia sudah sangat banyak, bahkan hampir disetiap wilayah Indonesia mudah sekali ditemukan bambu. Pada umumnya, bentuk dari kontruksi bambu tidak sepenuhnya lurus, sehingga sebagian masyarakat tidak banyak menggunakan bambu sebagai tiang atau material pendukung untuk keperluan bangunan maupun gedung. Dari berbagai penelitian, struktur bambu terbukti memiliki banyak keunggulan. Seratnya yang liat dan elastis sangat baik dalam menahan beban (baik beban tekan/tarik, geser, maupun tekuk). Adapun tujuan dari pengabdian ini adalah memberikan informasi, pemahaman dan keterampilan pada masyarakat tentang bagaimana teknik dalam mengolah dan menggunakan bambu untuk berbagai keperluan terutama untuk tiang bangunan maupun tempat budidaya tanaman. Teknik tersebut adalah dengan cara meluruskan bentuk bambu tersebut sehingga bambu yang sudah diluruskan, bisa digunakan dalam skala yang lebih luas. Bambu diluruskan dengan mesin sederhana dengan bantuan api sehingga bambu lebih mudah untuk diolah. Setelah bambu tersebut diluruskan dengan bantuan mesin yang dilengkapi dengan perangkat hidrolik dan dipanaskan menggunakan api, sehingga nilai tambah dari bambu tersebut menjadi lebih meningkat dan bisa dimanfaatkan lebih luas lagi
Menyiapkan Guru Abad 21: Pelatihan Desain Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Literasi Digital bagi Mahasiswa PGMI di UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung
Improving the quality of education in Indonesia greatly depends on teachers' competencies in designing and implementing effective and contextual learning. This study focuses on developing instructional design skills in teaching Indonesian Language using digital literacy among students of the Primary School Teacher Education Program (PGMI) at UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Preliminary findings show that most PGMI students still rely on conventional methods that are less responsive to technological advancements and 21st-century literacy demands. To address this, a training program was conducted involving the development of technology-based teaching modules, collaborative workshops, and microteaching simulations integrating digital media. The training aimed to enhance students’ abilities to design relevant and innovative learning experiences, preparing them as competent future teachers in the digital era. The training method adopted a hands-on practice-based approach using the Asset-Based Community Development (ABCD) model. Evaluation was carried out through pre-tests, post-tests, questionnaires, and open-ended interviews to assess skill improvement and student perceptions. The results indicated a significant increase in students' ability to develop digital literacy-based teaching modules, along with improved confidence and creativity in designing adaptive 21st-century learning. These findings support the constructivist approach and the TPACK model, which integrates technology, pedagogy, and content in the learning process. This training not only enhanced students’ technical skills but also fostered their professionalism as reflective and innovative future educators. The study is expected to contribute to the development of teacher competencies better equipped to face the challenges of digital transformation in primary education.Peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia sangat bergantung pada kompetensi guru dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran yang efektif dan kontekstual. Penelitian ini berfokus pada pengembangan keterampilan desain pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis literasi digital bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) di UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Berdasarkan temuan awal, sebagian besar mahasiswa PGMI masih mengandalkan metode konvensional yang kurang responsif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan literasi abad ke-21. Untuk mengatasi hal ini, dilakukan program pelatihan yang melibatkan penyusunan modul ajar berbasis teknologi, lokakarya kolaboratif, dan simulasi microteaching yang mengintegrasikan media digital. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam merancang pembelajaran yang relevan dan inovatif, serta mempersiapkan mereka sebagai calon guru yang kompeten di era digital. Metode pelatihan yang digunakan adalah pendekatan berbasis praktik langsung dengan menggunakan model Asset-Based Community Development (ABCD). Evaluasi dilakukan melalui pre-test, post-test, angket, dan wawancara terbuka untuk mengukur peningkatan keterampilan dan persepsi mahasiswa terhadap pelatihan. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kemampuan mahasiswa dalam menyusun modul ajar yang berbasis literasi digital, serta meningkatnya kepercayaan diri dan kreativitas mereka dalam merancang pembelajaran yang adaptif terhadap tuntutan pendidikan abad ke-21. Temuan ini mendukung pendekatan konstruktivistik dan model TPACK, yang mengintegrasikan teknologi, pedagogi, dan konten dalam proses pembelajaran. Pelatihan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis mahasiswa, tetapi juga membentuk profesionalisme mereka sebagai calon pendidik yang reflektif dan inovatif. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan kompetensi guru masa depan yang lebih siap menghadapi tantangan transformasi digital dalam pendidikan dasar
Hak Dan Kewajiban Suami Istri Dalam Pernikahan
This study aims to analyze the rights and obligations of spouses in marriage according to law and social norms in Indonesia. Using a qualitative method with a case study approach, data were collected through in-depth interviews and analysis of legal documents related to marriage. The results indicate that the rights and obligations of husband and wife in Indonesia are often imbalanced, with husbands being more inclined to act as breadwinners and wives bearing more household responsibilities. Additionally, the findings reveal a gap between written law and practice in the field. The conclusion suggests that better education for married couples about their rights and obligations is needed, as well as stricter law enforcement to ensure marriage equality.Kegiatan ini bertujuan untuk menganalisis hak dan kewajiban suami istri dalam pernikahan menurut hukum dan norma sosial di Indonesia. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan analisis dokumen hukum terkait pernikahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hak dan kewajiban suami istri di Indonesia seringkali tidak seimbang, dengan suami lebih cenderung menjadi pencari nafkah dan istri lebih banyak menanggung beban rumah tangga. Selain itu, temuan mengungkap kesenjangan antara hukum tertulis dan praktik di lapangan. Kesimpulannya, diperlukan upaya edukasi yang lebih baik bagi pasangan suami istri mengenai hak dan kewajiban mereka secara seimbang serta penegakan hukum yang lebih tegas untuk memastikan kesetaraan dalam pernikahan