E-Jurnal UMNAW (Universitas Muslim Nusantara Al Washliya)
Not a member yet
2157 research outputs found
Sort by
EVALUASI PEMBELAJARAN DALAM QS. AZ-ZALZALAH AYAT 7,8 DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai evaluasi yang terkandung dalam QS. Az-Zalzalah ayat 7-8 serta memahami implikasinya terhadap pembentukan karakter siswa dalam konteks pendidikan Islam. Ayat-ayat ini menekankan pentingnya penilaian terhadap setiap amal perbuatan, bahkan yang paling kecil sekalipun, sehingga memiliki relevansi yang kuat dalam konsep evaluasi pendidikan. Melalui pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka (library research), penelitian ini menggunakan lima tafsir Al-Qur'an sebagai sumber utama analisis, yaitu Tafsir Al-Muyassar, Tafsir An-Nur, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Al-Munir, dan Tafsir Al-Mishbah. Dengan menggali pandangan dari masing-masing tafsir tersebut, penelitian ini bertujuan memperluas wawasan tentang evaluasi pendidikan dalam Islam yang menyeluruh dan seimbang, sehingga dapat memperkaya pemahaman mengenai pendekatan penilaian yang holistik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa evaluasi dalam pendidikan Islam seharusnya tidak terbatas pada pengukuran aspek kognitif atau intelektual saja, tetapi juga mencakup aspek afektif (nilai dan emosi) serta psikomotorik (keterampilan dan tindakan). Pendekatan evaluasi ini diharapkan dapat mendorong pembentukan akhlak mulia pada peserta didik, sehingga mereka dapat mengembangkan karakter yang selaras dengan nilai-nilai ajaran Islam. Penelitian ini juga menemukan adanya ketimpangan dalam praktik evaluasi pendidikan saat ini, di mana banyak guru lebih berfokus pada aspek kognitif, sementara aspek afektif dan psikomotorik masih sering terabaikan. Padahal, pendekatan evaluasi yang ideal membutuhkan perhatian yang seimbang terhadap seluruh dimensi perkembangan siswa secara utuh. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan pentingnya pendekatan evaluasi yang komprehensif dan seimbang untuk membentuk karakter siswa sesuai dengan nilai-nilai Islam, sehingga mereka dapat tumbuh menjadi individu yang berakhlak baik, memiliki integritas, dan siap menghadapi tantangan kehidupan dengan nilai-nilai moral yang kuat
HUBUNGAN KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA
Kecerdasan emosional sangat diperlukan dalam membentuk perilaku siswa. Kecerdasan emosional memiliki peran penting dalam menetukan keberhasilan akademik siswa. Hal ini karena kecerdasan emosional mencakup kemampuan seseorang untuk mengenali, memahami, dan mengelola emosi diri sendiri serta orang lain. Variabel bebas dari penelitian ini yaitu kecerdasan emosional dan variabel terikat pada penelitian ini yaitu prestasi belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kecerdasan emosional dengan prestasi belajar siswa di SMA Al-Washliyah 3 Medan. Populasi dalam penelitian ini adalah Siswa SMA Al-Washliyah 3 Medan dan sampel penelitian ini adalah siswa kelas X-A sebanyak 28 orang. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu angket tentang kecerdasan emosional dan prestasi belajar yang disusun dengan skala Likert. Penelitian ini kuantitatif diperoleh dengan menggunakan teknik korelasi product moment. Berdasarkan hasil analisis data tentang hubungan kecerdasan emosional dengan prestasi belajar pada penelitian ini memiliki nilai koefisien korelasi sebesar (r) 0,357 dan nilai signifikansi (p) 0.063 (P>0.05), artinya meskipun ada hubungan antara kecerdasan emosional dan prestasi belajar, hal tersebut tidak cukup kuat untuk dinyatakan sebagai hubungan yang signifikan dalam konteks penelitian ini. Dengan demikian siswa dengan kecerdasan emosional yang lebih tinggi tidak selalu memiliki prestasi akademis yang lebih baik, sehingga menunjukkan bahwa kecerdasan emosional bukanlah satu-satunya penentu keberhasilan belajar. Meskipun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kecerdasan emosional bukan satu-satunya faktor penentu keberhasilan belajar, temuan ini tetap memberikan wawasan penting bahwa pengembangan kecerdasan emosional merupakan bagian integral dari pendidikan. Oleh karena itu, upaya peningkatan kecerdasan emosional perlu menjadi perhatian bersama antara guru, orang tua, dan pihak sekolah untuk menciptakan generasi siswa yang tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga matang secara emosional
KONSENTRASI HAMBAT MINIMUM (KHM) DAN KONSENTRASI BUNUH MINIMUM (KBM) EKSTRAK DAUN KEDONDONG HUTAN (Spondias pinnata (L.f) Kurz.) TERHADAP BAKTERI Escherichia coli
Daun kedondong hutan diketahui memiliki kandungan metabolit sekunder salah satunya yaitu flavonoid. Senyawa flavonoid memiliki aktivitas sebagai antibakteri dengan mekanisme menghambat sintesis asam nukleat dan fungsi membran sel. Escherichia coli merupakan bakteri yang sering menyebabkan penyakit infeksi pada saluran pencernaan. Penelitian ini bertujuan menguji kadar hambat minimum dan kadar bunuh minimum ekstrak etanol daun kedondong hutan terhadap bakteri Escherichia coli. Kadar hambat minimum ditentukan menggunakan metode dilusi dilanjutkan dengan uji spektrofotometri UV-Vis dan kadar bunuh minimun ditentukan menggunakan metode dilusi yang disebar merata diatas media MHA dengan konsentrasi ekstrak bervariasi. Hasil penelitian menunjukkan pada konsentrasi 5% dan 7,5% merupakan kadar minimum ekstrak etanol daun kedondong hutan dalam menghambat aktivitas pertumbuhan bakteri Escherichia coli. Penelitian ini menunjukkan ekstrak etanol daun kedondong hutan dapat digunakan sebagai alternatif antibakteri dan dapat dikembangkan lebih lanjut pada bidang kesehatan
Inovasi Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan melalui Metode Scramble Materi Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia pada Siswa Kelas V SDN 101766 Bandar Setia TA. 2024/2025
The understanding of fifth grade students of SDN 101766 Bandar Setia on the Civic Education material on the Territory of the Unitary State of the Republic of Indonesia (NKRI) still needs to be improved, due to the lack of student involvement in learning activities. The purpose of this study was to improve students' understanding by using the Scramble method on the material on the Territory of the Unitary State of the Republic of Indonesia. The research method used is the Classroom Action Research method using four stages, namely: planning, action, observation and reflection. The subjects of the study were 30 students (10 female students and 20 male students) which was carried out in February-April 2025. The results of this study are that the use of the scramble method can improve the involvement and understanding of fifth grade students of SDN 101766 Bandar Setia on the Civic Education subject on the Territory of the Unitary State of the Republic of Indonesia.Pemahaman siswa kelas V SDN 101766 Bandar Setia terhadap materi Pendidikan Kewarganegaraan materi Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) masih perlu ditingkatkan, karena kurangnya keterlibatan siswa dalam aktivitas pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman siswa dengan menggunakan metode Scramble terhadap materi Wilayah NKRI. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah metode Penelitian Tindakan Kelas dengan menggunakan empat tahapan, yaitu: perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Subjek penelitiannya adalah 30 siswa (10 siswa perempuan dan 20 siswa laki-laki) yang dilaksanakan pada bulan Februari-April 2025. Adapun hasil penelitian ini adalah penggunaan metode scramble dapat meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa kelas V SDN 101766 Bandar Setia pada mata pelajaran PKN materi Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia
ANALISIS KETERKAITAN TINGKAT PENDIDIKAN PEREMPUAN DALAM TRADISI SINAMOT BATAK TOBA DI KECAMATAN SIDIKALANG KABUPATEN DAIRI
This research aims to analyze the relationship between women's education levels in the sinamot Batak Toba tradition in Environment IX, Jalan Batukapur, Sidikalang Village, Dairi Regency. This research uses qualitative methods. The subjects in this study were 3 people consisting of 1 traditional figure (raja parhata) and 2 parents who had children at different levels of education. Data collection uses interview, observation and documentation techniques. The research results show that there is a relationship between the level of women's education and the sinamot values received in the sinamot tradition. Women's education is seen as a form of family investment that reflects values such as insight, responsibility and mental readiness to build a household. This affects expectations regarding the number of cinamot received. The higher a woman's education level, the greater the family's expectations of the value of the sinamot.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gambaran keterkaitan tingkat pendidikan perempuan dalam tradisi sinamot batak toba di Lingkungan IX, Jalan Batukapur, Kelurahan Sidikalang, Kabupaten Dairi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Hail penelitian menunjukkan bahwa terdapat keterkaitan antara tingkat pendidikan perempuan dan nilai sinamot yang diterima dalam tradisi sinamot. Pendidikan perempuan dipandang sebagai bentuk investasi keluarga yang mencerminkan nilai-nilai seperti wawasan, tanggung jawab, dan kesiapan mental untuk membangun rumah tangga. Hal ini berpengaruh pada ekspektasi terhadap jumlah sinamot yang diterima. Semakin tinggi tingkat pendidikan seorang perempuan, semakin besar harapan keluarga terhadap nilai sinamot tersebut
HUBUNGAN ORIENTASI NILAI BUDAYA, MOTIVASI DAN KETERBATASAN DALAM MENCAPAI TUJUAN AKADEMIS
This article discusses the novelty and quantitative methods in researching the relationship between cultural value orientation, motivation, and limitations in achieving academic goals. The discussion is intended to answer doubts about the use of quantitative methods in Anthropology. Socio-cultural problems cannot be taken lightly because the problems that arise in society can be a social disaster for society both micro and macro.... Cultural value orientation is one of the topics related to socio-cultural problems. By understanding the orientation of cultural values, researchers can recognize and study socio-cultural problems. Anthropology as one of the sciences has methods used to study various problems. There are doubts from researchers outside anthropology and even within anthropology itself regarding the methods that can be used in various studies even though there are various publications that provide examples of using methods in anthropological research. The researcher analyzed the bibliography by collecting data from various sources such as books, articles and other relevant and valid sources. The researcher used Publish or Perish. Articles and sources found were then assessed using the help of vos viewer version 1.6.19 and finally interpreted and concluded. The results show that the relationship between cultural value orientation, motivation, and limitations in achieving academic goals can be studied using quantitative.Artikel ini membahas tentang keterbaruan dan metode kuantitatif dalam meneliti terkait hubungan orientasi nilai budaya, motivasi, dan keterbatasan dalam mencapai tujuan akademis. Pembahsan tersebut dimaksudkan untuk menjawab keraguan terhadap penggunaan metode kuantitatif dalam ilmu Antropologi. Permasalahan sosial budaya tidak dapat dipandang sepele karena masah yang muncul di tengah masyarakat dapat menjadi bencana sosial bagi masyarakat baik secara mikro maupun makro. Orientasi nilai budaya menjadi salah satu topik yang terkait dengan permasalahan sosial budaya. Dengan memahami orientasi nilai budaya peneliti permasalahan sosial budaya dapat kenali dan dikaji. Antropologi sebagai salah satu ilmu memiliki metode yang digunakan untuk mengkaji berbagai permasalahan. Adanya keraguan peneliti di luar ilmu antropologi dan bahkan di dalam antropologi itu sendiri terkait metode yang dapat digunakan dalam berbagai kajian meskipun sudah ada berbagai publikasi yang memberikan contoh penggunakan metode dalam penelitian antropologi. Peneliti melakukan Analisa terhadap bibliografi dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber seperti buku, artikel dan sumber-sumber yang relevan dan valid. Peneliti menggunakan Publish or Perish. Artikel dan sumber yang ditemukan kemudian dinilai dengan menggunakan bantuan vos viewer versi 1.6.19 dan pada akhirnya diinterpretasi dan disimpulkan. Hasil menunjukkan bahwa hubungan orientasi nilai budaya, motivasi, dan keterbatasan dalam mencapai tujuan akademis dapat dikaji dengan menggunakan kuantitatif
PERUBAHAN PARADIGMA INTERAKSI SOSIAL GENERASI Z DALAM KONTEKS GLOBALISASI
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa ; 1) dampak media sosial terhadap pembentukan identitas sosial di Generasi Z, 2) Transormasi nilai-nilai sosial dalam era globalisasi, dan 3) tantangan mental dan emosional dalam interaksi sosial generasi Z. Jenis penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode kajian literatur, pendekatan ini di pilih untuk mengevaluasi, mengidentifikasi dan mensintesis penelitian yang relevan terkait paradigma interaksi sosial di generasi Z dalam konteks globalisasi, data dikumpulkan dari beberapa artikel ilmiah yang dipublikasikan di database seperti Googke scholer, scopus, dan springer. Fokus utama dalam penelitian ini merupakan literatur yang diterbitkan dalam lima tahun terakhir. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa; 1) Dampak Media Sosial terhadap Pembentukan Identitas Sosial Generasi Z, yaitu ; a) media sosial memfasilitasi eksplorasi dan tekanan sosial seperti standar kecantikan, validasi sosial, dan perbandingan diri; b) tekanan yang diberikan mempengaruhi Kesehatan mental seperti kecemasan sosial dan isolasi emosional; 2) transformasi nilai-nilai dalam era globalisasi, yaitu ; 1) Generasi Z memanfaatkan media sebagai pembentukkan identitas sosial melalui Self-Presentasion; 2) generasi Z lebih focus pada individualism dan nilai-nilai global dibandingkan budaya lokal; 3) tantangan mental dan emosional dalam intraksi sosial generasi Z, yaitu ; 1) hilangnya keterkaitan pada budaya lokal; 2) ketergantungan pada media sosial.Abstract
This study aims to find out what ; 1) the impact of social media on the formation of social identity in Generation Z, 2) the transformation of social values in the era of globalization, and 3) mental and emotional challenges in social interaction of generation Z. This type of research is a qualitative approach with a literature review method, this approach is chosen to evaluate, identify and synthesize relevant research related to the paradigm of social interaction in generation Z in the context of globalization, data was collected from several scientific articles published in databases such as Googke Scholer, Scopus, and Springer. The main focus in this study is the literature published in the last five years. The results of this study show that; 1) The Impact of Social Media on the Formation of Social Identity of Generation Z, namely; a) social media facilitates social exploration and pressure such as beauty standards, social validation, and self-comparison; b) the stress exerted affects mental health such as social anxiety and emotional isolation; 2) the transformation of values in the era of globalization, namely; 1) Generation Z uses the media as a form of social identity through Self-Presentation; 2) Generation Z focuses more on individualism and global values than local culture; 3) mental and emotional challenges in the social injunction of Generation Z, namely; 1) loss of relevance to local culture; 2) dependence on social media
Edukasi Sehat Tentang Pencegahan Obesitas Siswa Di Sekolah Dasar
Obesitas pada anak usia sekolah menjadi permasalahan kesehatan yang terus meningkat dan berdampak jangka panjang terhadap kondisi fisik maupun mental anak. Salah satu strategi pencegahan yang efektif adalah melalui pendidikan kesehatan sejak dini di lingkungan sekolah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa sekolah dasar tentang pencegahan obesitas melalui edukasi kesehatan yang interaktif dan menyenangkan. Kegiatan dilaksanakan di SDN 02 Pamulang, Tangerang Selatan, dengan melibatkan 140 siswa kelas 5, empat dosen, dan 14 mahasiswa keperawatan. Metode yang digunakan meliputi pengukuran antropometri (tinggi badan dan berat badan), permainan edukatif “Isi Piringku”, penyuluhan menggunakan media poster, serta pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan antusiasme dan pengetahuan siswa terhadap pentingnya gizi seimbang dan aktivitas fisik sebagai upaya pencegahan obesitas. Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari pihak sekolah dan guru. Sebagai tindak lanjut, monitoring kesehatan siswa melalui Unit Kesehatan Sekolah (UKS) disarankan untuk dilakukan secara berkala guna mempertahankan hasil yang telah dicapai. Penguatan peran sekolah sebagai lingkungan edukatif dalam promosi gaya hidup sehat menjadi kunci dalam upaya mencegah obesitas sejak dini.
Kata kunci: Obesitas anak; pendidikan kesehatan; gizi seimbangObesity in school-age children is an increasing health problem that has a long-term impact on children's physical and mental conditions. One effective prevention strategy is through early health education in the school environment. This community service activity aims to increase elementary school students' knowledge about obesity prevention through interactive and fun health education. The activity was carried out at SDN 02 Pamulang, South Tangerang, involving 140 5th grade students, four lecturers, and 14 nursing students. The methods used included anthropometric measurements (height and weight), educational game “Isi Piringku”, counseling using poster media, as well as pre-test and post-test. The results of the activity showed an increase in students' enthusiasm and knowledge of the importance of balanced nutrition and physical activity as an effort to prevent obesity. This activity also received full support from the school and teachers. As a follow-up, monitoring student health through the School Health Unit (UKS) is recommended to be carried out regularly to maintain the results that have been achieved. Strengthening the role of schools as an educational environment in the promotion of healthy lifestyles is key in efforts to prevent obesity from an early age.
Keywords: childhood obesity, health education, balanced nutritio
Makna Leksikal Kuliner Tradisional Di Medan, Indonesia–Penang, Malaysia
This community service program is a collaboration between Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah and Universiti Sains Malaysia (USM) that explores the cultural and linguistic meanings of traditional cuisines in Medan and Penang. The objective of this community engagement initiative is to preserve culinary heritage through documentation, analysis and comparison of culinary terms, historical roots, and symbolic meaning amidst the challenges of globalization. Using a mixed-method approach-combining field etnography, computational linguistics (AI-based lexical mapping), and semiotic analysis, the team collected data from oral histories, ancient recipes, and digital etnography. The results highlight regional variations related to migration and colonial influences, as well as the documentation of terms such as rendang (Minang) and nasi kandar (Malay-Indian) enriched with etymologies and cultural narratives.Program pengabdian kepada msayarakat ini merupakan kolaborasi antara Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah dengan Universiti Sains Malaysia (USM) yang mengeksplorasi makna budaya dan linguistic dari kuliner tradisional di Medan dan Penang. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah melestarikan warisan memalui pendokumentasian, analisis, dan perbandingan istilah kuliner, akar sejarah, serta makna simbolis ditengah tantangan globalisasi. Dengan pendekatan campuran-gabungan antara etnografi lapangan, linguistic komputasional (pemetaan leksikal berbasis AI), dan analisis semiotik- tim mengumpulkan data dari sejarah lisan, resep kuno dan etnogradi digital. Hasil dari pengabdian kepada masyarakat ini menonjolkan variasi regional terkait migrasi dan pengaruh colonial dan terdatanya istilah seperti rendang (Minang) dan nasi kandar (Melayu-India), dilengkapi etimologi dan narasi budaya
Menciptakan Generasi Aman Berlalu Lintas Melalui Edukasi Keselamatan Transportasi Bagi Anak Usia Dini
Keselamatan transportasi merupakan aspek penting yang perlu diperkenalkan sejak usia dini untuk membentuk perilaku disiplin dan sadar hukum di jalan raya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan keselamatan berlalu lintas pada anak usia dini melalui pendekatan edukatif yang interaktif dan menyenangkan. Bertempat di PAUD Tiara Hati, Semarang, kegiatan dilaksanakan pada 23 Mei 2025 dan melibatkan pelatihan guru, edukasi anak menggunakan alat peraga, serta simulasi menyebrang jalan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman anak terhadap rambu lalu lintas dan keselamatan jalan, serta kesiapan guru dalam mengintegrasikan materi tersebut ke dalam pembelajaran. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi keselamatan transportasi berbasis alat peraga edukatif merupakan pendekatan efektif dalam menanamkan budaya tertib lalu lintas sejak dini