Jurnal Vokasi Indonesia
Not a member yet
142 research outputs found
Sort by
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERHASILAN IMPLEMENTASI STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN BERBASIS AKRUAL : SEBUAH STUDI EMPIRIS PADA PEMERINTAHAN KOTA BOGOR
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah faktor Komitmen Organisasi, SumberDaya Manusia (SDM), Komunikasi dan Perangkat Penunjang mempengaruhi KeberhasilanImplementasi Akrual Basis pada Laporan Keuangan Pemerintahan Kota Bogor . Riset inimenggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis data yang digunakan adalah teknikanalisis regresi linier berganda dengan menggunakan data empiris melalui instrumen kuesionerkepada responden yang merupakan SDM yang terlibat secara langsung pada proses penyusunanLaporan Keuangan Daerah, baik dari Entitas Akuntansi mau pun Entitas Pelaporan. Hasil penelitianmenunjukkan Komitmen Organisasi dan Komunikasi terbukti mempengaruhi KeberhasilanImplementasi Laporan Keuangan Berbasis Akrual, tetapi untuk Faktor SDM dan faktor Saranapendukung tidak mempengaruhi Keberhasilan Implementasi SAP Berbasis akrual.Kata kunci; Akrual Basis, Laporan Keuangan, PP 71/ 2010, Entitas Sektor PublikAbstractThis research has objective to examine if factors Commitment to Organization, Human Resourses,Communication and Infrastructure influence the success of implemention of accrual basis in preparing localGovernment financial statement. This is a quantitative approach research which is used questionnaires torespondent research by using linier regression equation for analysis. The result is, only factors commitment andcommunication influenced the success of implementation process of accrual basis and factors human resourcesand infrastructure did not influenced the success of implementation.Keyword; Accrual Basis, Financial Statement, PP 71/ 2010, Public Sector Entit
ANALISIS SISTEM AKUNTANSI PEMERINTAH PUSAT (SAPP) DI KANTOR AKUNTANSI REGIONAL JAKARTA
ABSTRACT - This research is intended to describe Central Government Accounting System (SAPP)implemented by the State Financial Accounting Agency (BAKUN) through The Regional Accounting Office(KAR) and the expected outcomes of Central Government Accounting System. In a accounting system, financialstatements generated rely on the accuracy and validity of data input transactions. The accuracy and validity ofthe Government's financial statements generated will depend on the quality of the work done by KARs inmanaging the Government's financial transaction data input.The method usedin this research isby analyzing the problems/obstaclesfaced by KAR Jakarta and alsoanalyzing the process performed by KAR Jakarta during 2000 – 20001. Analysis was performed on cashreceipt transactiondata processingsubsystem (Cash Receipt) and governmentcashexpenditures (CashDisbursement), and general ledger subsystem (General Ledger) used and done by using Analysis CriticalSuccess Factor (CSF), Performance Grid, Proses Modeling, Data Modeling, and Network Modeling. Theresult of this research shows that there are some problems/obstacles faced by KAR in managing data offinancial transactions of the Government. By using these results are then made efforts to repair the runningsystem.Keywords: Central Government Accounting System, Regional Accounting Office, Central AccountingSystem, process modeling, data modeling, critical success factor
ANALISA FAKTOR-FAKTOR PENENTU BUDGETARY SLACK PADA LEMBAGA SWADAYA MASYARAKAT (STUDI EMPIRIS DENGAN MENGGUNAKAN STRUCTURALEQUATION MODELING)
This study aims to examine the determinants of budgetary slack on NGOs. Tests performed by usingStructural Equation Modeling (SEM). This study found evidence that factors budgetary participation,accountability demands, information asymmetry, and the behavior of individual NGOs affect budgetary slack.Also found a correlation between budgetary participation, accountability demands, information asymmetry andthe behavior of individual NGOs. This study uses a survey with 210 respondents of the unit of analysis is theindividual directors and managers of NGOs.Keywords: Accountability, Information Asymmetry, Budget, Behavior
ANALISIS MANAJEMEN RISIKO DI UNIT SIRKULASI PERPUSTAKAAN FAKULTAS X
AbstractThe role of records management is often only realized by an organization or a person whenthere are problems or difficulties that can only be overcome if there is a document that contains thenecessary information. analysis of effective record management so organizations can reorganize theexisting record management system in accordance with the most important priority for theorganization. With the improvement in the organization's records management system is expectedin the foreseeable future will not encounter any problems either in the fields of law, finance, as wellas the administrative history.Keywords:. Record management, risk management, library governanc
PENGARUH TRAKSI MANUAL CERVICAL TERHADAP NYERI LEHER AKIBAT DISC MIGRATION
Abstrak - Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh traksi manual cervical pada nyeri leherakibat disc migration. Penelitian dilakukan dengan mengambil sampel pasien rawat jalan di RumahSakit Pondok Indah. Pelaksanaan penelitian dimulai dari bulan Mei sampai dengan bulan Agustus2013. Metode penelitian bersifat Quasi eksperimental untuk mengetahui efek suatu intervensi atauperlakuan pada objek penelitian, Dengan kata lain ada intervensi terhadap suatu variabel dan adamonitoring perubahan efek. Pengolahan dan analisis data dilakukan dengan uji Wilcoxon dan ujiMann-Whytney menggunakan program Statistical Program for Social Science (SPSS 10.0) untukmelihat efek perlakuan terhadap objek penelitian. Penelitian menyimpulkan bahwa traksi manualcervical berpengaruh pada penurunan intensitas nyeri leher akibat disc migration. Dengan demikianteknik ini dapat digunakan sebagai salah satu metode fisioterapi dalam pengobatan disc migration.Berdasarkan kesimpulan di atas diharapkan agar fisioterapis khususnya yang bertugas di RumahSakit atau Klinik untuk selalu berusaha membuka wawasan berfikir dalam mempelajari danmengembangkan metode - metode pengobatan yang efektif dan efisien seperti penerapan traksimanual cervical pada nyeri leher akibat disc migration.Kata Kunci: Traksi Manual, Nyeri Leher, Disc Migratio
THE REAL WINNERS : APLIKASI KNOWLEDGE MANAGEMENT DALAM INDUSTRI PERBANKAN NASIONAL
Mastery of information technology is important for the banking industry has an oligopoly marketstructure, but does not guarantee a sustainable competitive advantage. To win the competition is not onlydetermined by the technologically and price (interest given), but also factors mastery of knowledge andinformation currently an issue that is very strategic.If a bank uses technology as an advantage its competitiveness, then the advantage will be temporary, because thetechnology has the properties easily imitated. However, if the advantages of information technology along withthe mastery of information and knowledge of quality management, the competitors require greater effort and along time to be able to imitate or duplicate the competitive advantage. Thus the competitive advantage thatwill last longer.Through literature study and analysis of secondary data obtained information that the national bankingmarket outlook is still widespread. In addition, the technology factor is not the major factor is the mainattraction or reason for customers to have a bank account, but the image bank safe is the main reason to haveaccounts.Keyword; Knowledge Mangement, MEA , competitive advantege, competitive strateg
UJIAN ON LINE DALAM E-LEARNING: PERBANDINGAN UJIAN ONLINE (COMPUTER BASED) TERHADAP UJIAN TRADISIONAL (PAPER BASED)
Penyebaran pendidikan berkualitas yang belum merata di Indonesia merupakan permasalahan pendidikan nasional yang harus diselesaikan. Pelaksanaan pendidikan berkualitas sebagian besar dilaksanakan di pulau Jawa, pada hal warga Negara Indonesia tersebar di seluruh wilayah Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Semua warga Negara Indondesia tersebut ingin mendapatkan pendidikan berkualitas yang mudah diakses dengan biaya yang terjangkau. Salah satu solusi yang bisa digunakan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut adalah e-learning. Namun demikian banyak faktor yang harus diperhatikan dalam proses pembejaran jarak jauh atau dikenal dengan elearning, salah satu diantaranya adalah proses evaluasi hasil pembelajaran. Artikel ini membahas tentang proses evaluasi hasil pembelajaran dengan melakukan studi literatur beberapa artikel yang dipublikasikan antara tahun 2007 – 2015 dengan memfokuskan pendapat para pakar terhadap pernyataan “apakah ujian on line (berbasis komputer) dapat menggantikan ujian tradisional (berbasis kertas)” melalui penyajian pro dan kontra ujian on line. Dari kajian ini ditemukan bahwa ada peluang untuk menggantikan ujian berbasis kertas dengan ujian berbasis komputer dengan memperhatikan unsur-unsur teknis seperti keamanan, kemudahan penggunaan dan kemampuan dasar pengguna komputer. Namun demikian, penggantian tersebut belum bisa diterapkan pada semua kondisi dan perlu memperhatikan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, diperlukan penelitian lebih lanjut dengan mengembangkan model evaluasi pencapaian kompetensi siswa dengan mengkombinasikan konsep penilaian berbasis kubik secara on line (Cubiks Online Asesessment) dengan mengkombinasi konsep keamanan informasi ganda.Kata kunci; evaluasi hasil pembajaran, elearning, ujian online dan ujian berbasis kertasSpreading the uneven quality education in Indonesia is a national educational problems to be solved. Implementation of quality education largely implemented in Java, in the case of Indonesian citizens spread all over Indonesia, from Sabang to Merauke. All citizens of the Indondesia want to receive a quality education that is easily accessible at reasonable costs. One solution that can be used to solve the problem is e-learning. However, many factors must be considered in the process of long-distance pembejaran known as elearning, one of which is the process of evaluating learning outcomes. This article discusses the process of evaluation of learning outcomes by studying literature several articles published between the years 2007 - 2015 with a focus on expert opinion to the statement "whether the test on line (computer-based) may replace the exam traditional (paper-based)" through the presentation of the pros and cons exam on line. From this study it was found that there are opportunities to replace paper-based exams to computer-based test with due regard to the technical elements such as security, ease of use and ability of computer users base. However, such reimbursement can not be applied to all conditions and the need to pay attention to the learning objectives that have been set. Therefore, further research is needed to develop a model to evaluate student achievement by combining the concept of competency-based assessment cubic online (Cubiks Online Asesessment) by combining multiple information security concepts.Keyword; evaluation of the results of learning, elearning, online exams and paper-based exam
BERBAGI PENGETAHUAN SEBAGAI ALTERNATIF PENCIPTAAN PENGETAHUAN UNTUK STAF PENGAJAR VOKASI UI
ABSTRACT -The process of knowledge sharing becomes important processes for an organization in creatingnew knowledge and innovation. Tacit and explicit knowledge can be moved through several processes toknowledge sharing. Culture an important part of the process, especially an appreciation of the sources ofknowledge that is willing to share the knowledge. In educational organizations especially recently establishedsuch as Vocational Program UI should institutionalization of knowledge as a knowledge center will bebeneficial in the process of knowledge sharing.Keywords: Knowledge, Knowledge Sharing, Tacit Knowledge, Explicit Knowledge, KnowledgeTransfer, Knowledge Manager, Knowledge Cente
PENGARUH INTRINSIC MOTIVATION DAN INNOVATION CULTURE TERHADAP KNOWLEDGE TRANFER MAHASISWA DALAM PELAKSANAAN MAGANG
AbstrakTerdapat dua faktor yang mendorong karyawan termotivasi dalam berkerja, yaitu Terdapat dua faktor yang mendorong karyawan termotivasi dalam berkerja, yaitu Terdapat dua faktor yang mendorong karyawan termotivasi dalam berkerja, yaitu Terdapat dua faktor yang mendorong karyawan termotivasi dalam berkerja, yaitu Terdapat dua faktor yang mendorong karyawan termotivasi dalam berkerja, yaitu Terdapat dua faktor yang mendorong karyawan termotivasi dalam berkerja, yaitu Terdapat dua faktor yang mendorong karyawan termotivasi dalam berkerja, yaitu Terdapat dua faktor yang mendorong karyawan termotivasi dalam berkerja, yaitu Terdapat dua faktor yang mendorong karyawan termotivasi dalam berkerja, yaitu Terdapat dua faktor yang mendorong karyawan termotivasi dalam berkerja, yaitu Terdapat dua faktor yang mendorong karyawan termotivasi dalam berkerja, yaitu Terdapat dua faktor yang mendorong karyawan termotivasi dalam berkerja, yaitu Terdapat dua faktor yang mendorong karyawan termotivasi dalam berkerja, yaitu Terdapat dua faktor yang mendorong karyawan termotivasi dalam berkerja, yaitu Terdapat dua faktor yang mendorong karyawan termotivasi dalam berkerja, yaitu Terdapat dua faktor yang mendorong karyawan termotivasi dalam berkerja, yaitu Terdapat dua faktor yang mendorong karyawan termotivasi dalam berkerja, yaitu Terdapat dua faktor yang mendorong karyawan termotivasi dalam berkerja, yaitu Terdapat dua faktor yang mendorong karyawan termotivasi dalam berkerja, yaitu Terdapat dua faktor yang mendorong karyawan termotivasi dalam berkerja, yaitu Terdapat dua faktor yang mendorong karyawan termotivasi dalam berkerja, yaitu Terdapat dua faktor yang mendorong karyawan termotivasi dalam berkerja, yaitu Terdapat dua faktor yang mendorong karyawan termotivasi dalam berkerja, yaitu Terdapat dua faktor yang mendorong karyawan termotivasi dalam berkerja, yaitu Terdapat dua faktor yang mendorong karyawan termotivasi dalam berkerja, yaitu Terdapat dua faktor yang mendorong karyawan termotivasi dalam berkerja, yaitu Terdapat dua faktor yang mendorong karyawan termotivasi dalam berkerja, yaitu Terdapat dua faktor yang mendorong karyawan termotivasi dalam berkerja, yaitu Terdapat dua faktor yang mendorong karyawan termotivasi dalam berkerja, yaitu Terdapat dua faktor yang mendorong karyawan termotivasi dalam berkerja, yaitu Terdapat dua faktor yang mendorong karyawan termotivasi dalam berkerja, yaitu Terdapat dua faktor yang mendorong karyawan termotivasi dalam berkerja, yaitu Terdapat dua faktor yang mendorong karyawan termotivasi dalam berkerja, yaitu Terdapat dua faktor yang mendorong karyawan termotivasi dalam berkerja, yaitu Terdapat dua faktor yang mendorong karyawan termotivasi dalam berkerja, yaitu Terdapat dua faktor yang mendorong karyawan termotivasi dalam berkerja, yaitu Terdapat dua faktor yang mendorong karyawan termotivasi dalam berkerja, yaitu Terdapat dua faktor yang mendorong karyawan termotivasi dalam berkerja, yaitu Terdapat dua faktor yang mendorong karyawan termotivasi dalam berkerja, yaitu Terdapat dua faktor yang mendorong karyawan termotivasi dalam berkerja, yaitu Terdapat dua faktor yang mendorong karyawan termotivasi dalam berkerja, yaitu Terdapat dua faktor yang mendorong karyawan termotivasi dalam berkerja, yaitu Terdapat dua faktor yang mendorong karyawan termotivasi dalam berkerja, yaitu Terdapat dua faktor yang mendorong karyawan termotivasi dalam berkerja, yaitu Terdapat dua faktor yang mendorong karyawan termotivasi dalam berkerja, yaitu Terdapat dua faktor yang mendorong karyawan termotivasi dalam berkerja, yaitu Terdapat dua faktor yang mendorong karyawan termotivasi dalam berkerja, yaitu Terdapat dua faktor yang mendorong karyawan termotivasi dalam berkerja, yaitu intrinsik intrinsik intrinsik (motivator factors) (motivator factors) (motivator factors) (motivator factors) (motivator factors) (motivator factors) (motivator factors) (motivator factors) (motivator factors) (motivator factors) dan ekstrinsik dan ekstrinsik dan ekstrinsik dan ekstrinsik dan ekstrinsik dan ekstrinsik (hygiene factors) (hygiene factors) (hygiene factors) (hygiene factors) (hygiene factors) (hygiene factors) (hygiene factors) (hygiene factors) (hygiene factors) (hygiene factors) (hygiene factors) (hygiene factors) (Herzberg, 1966). (Herzberg, 1966).(Herzberg, 1966).(Herzberg, 1966). (Herzberg, 1966).(Herzberg, 1966).(Herzberg, 1966). (Herzberg, 1966). (Herzberg, 1966). Tujuan dari penelitian ini ujuan dari penelitian ini ujuan dari penelitian ini ujuan dari penelitian ini ujuan dari penelitian ini ujuan dari penelitian ini ujuan dari penelitian ini ujuan dari penelitian ini ujuan dari penelitian ini ujuan dari penelitian ini ujuan dari penelitian ini ujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah motivasi intrinsik mahasiwa magang memiliki pengaruh positif adalah untuk mengetahui apakah motivasi intrinsik mahasiwa magang memiliki pengaruh positif adalah untuk mengetahui apakah motivasi intrinsik mahasiwa magang memiliki pengaruh positif adalah untuk mengetahui apakah motivasi intrinsik mahasiwa magang memiliki pengaruh positif adalah untuk mengetahui apakah motivasi intrinsik mahasiwa magang memiliki pengaruh positif adalah untuk mengetahui apakah motivasi intrinsik mahasiwa magang memiliki pengaruh positif adalah untuk mengetahui apakah motivasi intrinsik mahasiwa magang memiliki pengaruh positif adalah untuk mengetahui apakah motivasi intrinsik mahasiwa magang memiliki pengaruh positif adalah untuk mengetahui apakah motivasi intrinsik mahasiwa magang memiliki pengaruh positif adalah untuk mengetahui apakah motivasi intrinsik mahasiwa magang memiliki pengaruh positif adalah untuk mengetahui apakah motivasi intrinsik mahasiwa magang memiliki pengaruh positif adalah untuk mengetahui apakah motivasi intrinsik mahasiwa magang memiliki pengaruh positif adalah untuk mengetahui apakah motivasi intrinsik mahasiwa magang memiliki pengaruh positif adalah untuk mengetahui apakah motivasi intrinsik mahasiwa magang memiliki pengaruh positif adalah untuk mengetahui apakah motivasi intrinsik mahasiwa magang memiliki pengaruh positif adalah untuk mengetahui apakah motivasi intrinsik mahasiwa magang memiliki pengaruh positif adalah untuk mengetahui apakah motivasi intrinsik mahasiwa magang memiliki pengaruh positif adalah untuk mengetahui apakah motivasi intrinsik mahasiwa magang memiliki pengaruh positif adalah untuk mengetahui apakah motivasi intrinsik mahasiwa magang memiliki pengaruh positif adalah untuk mengetahui apakah motivasi intrinsik mahasiwa magang memiliki pengaruh positif adalah untuk mengetahui apakah motivasi intrinsik mahasiwa magang memiliki pengaruh positif adalah untuk mengetahui apakah motivasi intrinsik mahasiwa magang memiliki pengaruh positif adalah untuk mengetahui apakah motivasi intrinsik mahasiwa magang memiliki pengaruh positif adalah untuk mengetahui apakah motivasi intrinsik mahasiwa magang memiliki pengaruh positif adalah untuk mengetahui apakah motivasi intrinsik mahasiwa magang memiliki pengaruh positif adalah untuk mengetahui apakah motivasi intrinsik mahasiwa magang memiliki pengaruh positif adalah untuk mengetahui apakah motivasi intrinsik mahasiwa magang memiliki pengaruh positif adalah untuk mengetahui apakah motivasi intrinsik mahasiwa magang memiliki pengaruh positif adalah untuk mengetahui apakah motivasi intrinsik mahasiwa magang memiliki pengaruh positif adalah untuk mengetahui apakah motivasi intrinsik mahasiwa magang memiliki pengaruh positif adalah untuk mengetahui apakah motivasi intrinsik mahasiwa magang memiliki pengaruh positif adalah untuk mengetahui apakah motivasi intrinsik mahasiwa magang memiliki pengaruh positif adalah untuk mengetahui apakah motivasi intrinsik mahasiwa magang memiliki pengaruh positif adalah untuk mengetahui apakah motivasi intrinsik mahasiwa magang memiliki pengaruh positif adalah untuk mengetahui apakah motivasi intrinsik mahasiwa magang memiliki pengaruh positif adalah untuk mengetahui apakah motivasi intrinsik mahasiwa magang memiliki pengaruh positif adalah untuk mengetahui apakah motivasi intrinsik mahasiwa magang memiliki pengaruh positif adalah untuk mengetahui apakah motivasi intrinsik mahasiwa magang memiliki pengaruh positif adalah untuk mengetahui apakah motivasi intrinsik mahasiwa magang memiliki pengaruh positif adalah untuk mengetahui apakah motivasi intrinsik mahasiwa magang memiliki pengaruh positif terhadap transfer pengetahuan, lalu untuk mengetahui apakah budaya inovatif organisasi terhadap transfer pengetahuan, lalu untuk mengetahui apakah budaya inovatif organisasi terhadap transfer pengetahuan, lalu untuk mengetahui apakah budaya inovatif organisasi terhadap transfer pengetahuan, lalu untuk mengetahui apakah budaya inovatif organisasi terhadap transfer pengetahuan, lalu untuk mengetahui apakah budaya inovatif organisasi terhadap transfer pengetahuan, lalu untuk mengetahui apakah budaya inovatif organisasi terhadap transfer pengetahuan, lalu untuk mengetahui apakah budaya inovatif organisasi terhadap transfer pengetahuan, lalu untuk mengetahui apakah budaya inovatif organisasi terhadap transfer pengetahuan, lalu untuk mengetahui apakah budaya inovatif organisasi terhadap transfer pengetahuan, lalu untuk mengetahui apakah budaya inovatif organisasi terhadap transfer pengetahuan, lalu untuk mengetahui apakah budaya inovatif organisasi terhadap transfer pengetahuan, lalu untuk mengetahui apakah budaya inovatif organisasi terhadap transfer pengetahuan, lalu untuk mengetahui apakah budaya inovatif organisasi terhadap transfer pengetahuan, lalu untuk mengetahui apakah budaya inovatif organisasi terhadap transfer pengetahuan, lalu untuk mengetahui apakah budaya inovatif organisasi terhadap transfer pengetahuan, lalu untuk mengetahui apakah budaya inovatif organisasi terhadap transfer pengetahuan, lalu untuk mengetahui apakah budaya inovatif organisasi terhadap transfer pengetahuan, lalu untuk mengetahui apakah budaya inovatif organisasi terhadap transfer pengetahuan, lalu untuk mengetahui apakah budaya inovatif organisasi terhadap transfer pengetahuan, lalu untuk mengetahui apakah budaya inovatif organisasi terhadap transfer pengetahuan, lalu untuk mengetahui apakah budaya inovatif organisasi terhadap transfer pengetahuan, lalu untuk mengetahui apakah budaya inovatif organisasi terhadap transfer pengetahuan, lalu untuk mengetahui apakah budaya inovatif organisasi terhadap transfer pengetahuan, lalu untuk mengetahui apakah budaya inovatif organisasi terhadap transfer pengetahuan, lalu untuk mengetahui apakah budaya inovatif organisasi terhadap transfer pengetahuan, lalu untuk mengetahui apakah budaya inovatif organisasi terhadap transfer pengetahuan, lalu untuk mengetahui apakah budaya inovatif organisasi terhadap transfer pengetahuan, lalu untuk mengetahui apakah budaya inovatif organisasi terhadap transfer pengetahuan, lalu untuk mengetahui apakah budaya inovatif organisasi terhadap transfer pengetahuan, lalu untuk mengetahui apakah budaya inovatif organisasi terhadap transfer pengetahuan, lalu untuk mengetahui apakah budaya inovatif organisasi terhadap transfer pengetahuan, lalu untuk mengetahui apakah budaya inovatif organisasi terhadap transfer pengetahuan, lalu untuk mengetahui apakah budaya inovatif organisasi terhadap transfer pengetahuan, lalu untuk mengetahui apakah budaya inovatif organisasi terhadap transfer pengetahuan, lalu untuk mengetahui apakah budaya inovatif organisasi terhadap transfer pengetahuan, lalu untuk mengetahui apakah budaya inovatif organisasi terhadap transfer pengetahuan, lalu untuk mengetahui apakah budaya inovatif organisasi terhadap transfer pengetahuan, lalu untuk mengetahui apakah budaya inovatif organisasi terhadap transfer pengetahuan, lalu untuk mengetahui apakah budaya inovatif organisasi terhadap transfer pengetahuan, lalu untuk mengetahui apakah budaya inovatif organisasi terhadap transfer pengetahuan, lalu untuk mengetahui apakah budaya inovatif organisasi terhadap transfer pengetahuan, lalu untuk mengetahui apakah budaya inovatif organisasi terhadap transfer pengetahuan, lalu untuk mengetahui apakah budaya inovatif organisasi terhadap transfer pengetahuan, lalu untuk mengetahui apakah budaya inovatif organisasi terhadap transfer pengetahuan, lalu untuk mengetahui apakah budaya inovatif organisasi terhadap transfer pengetahuan, lalu untuk mengetahui apakah budaya inovatif organisasi memiliki memiliki memiliki memiliki pengaruh positif terhadap transfer pengetahuan mahasiswa magang serta untuk mengetahui apakah pengaruh positif terhadap transfer pengetahuan mahasiswa magang serta untuk mengetahui apakah pengaruh positif terhadap transfer pengetahuan mahasiswa magang serta untuk mengetahui apakah pengaruh positif terhadap transfer pengetahuan mahasiswa magang serta untuk mengetahui apakah pengaruh positif terhadap transfer pengetahuan mahasiswa magang serta untuk mengetahui apakah pengaruh positif terhadap transfer pengetahuan mahasiswa magang serta untuk mengetahui apakah pengaruh positif terhadap transfer pengetahuan mahasiswa magang serta untuk mengetahui apakah pengaruh positif terhadap transfer pengetahuan mahasiswa magang serta untuk mengetahui apakah pengaruh positif terhadap transfer pengetahuan mahasiswa magang serta untuk mengetahui apakah pengaruh positif terhadap transfer pengetahuan mahasiswa magang serta untuk mengetahui apakah pengaruh positif terhadap transfer pengetahuan mahasiswa magang serta untuk mengetahui apakah pengaruh positif terhadap transfer pengetahuan mahasiswa magang serta untuk mengetahui apakah pengaruh positif terhadap transfer pengetahuan mahasiswa magang serta untuk mengetahui apakah pengaruh positif terhadap transfer pengetahuan mahasiswa magang serta untuk mengetahui apakah pengaruh positif terhadap transfer pengetahuan mahasiswa magang serta untuk mengetahui apakah pengaruh positif terhadap transfer pengetahuan mahasiswa magang serta untuk mengetahui apakah pengaruh positif terhadap transfer pengetahuan mahasiswa magang serta untuk mengetahui apakah pengaruh positif terhadap transfer pengetahuan mahasiswa magang serta untuk mengetahui apakah pengaruh positif terhadap transfer pengetahuan mahasiswa magang serta untuk mengetahui apakah pengaruh positif terhadap transfer pengetahuan mahasiswa magang serta untuk mengetahui apakah pengaruh positif terhadap transfer pengetahuan mahasiswa magang serta untuk mengetahui apakah pengaruh positif terhadap transfer pengetahuan mahasiswa magang serta untuk mengetahui apakah pengaruh positif terhadap transfer pengetahuan mahasiswa magang serta untuk mengetahui apakah pengaruh positif terhadap transfer pengetahuan mahasiswa magang serta untuk mengetahui apakah pengaruh positif terhadap transfer pengetahuan mahasiswa magang serta untuk mengetahui apakah pengaruh positif terhadap transfer pengetahuan mahasiswa magang serta untuk mengetahui apakah pengaruh positif terhadap transfer pengetahuan mahasiswa magang serta untuk mengetahui apakah pengaruh positif terhadap transfer pengetahuan mahasiswa magang serta untuk mengetahui apakah pengaruh positif terhadap transfer pengetahuan mahasiswa magang serta untuk mengetahui apakah pengaruh positif terhadap transfer pengetahuan mahasiswa magang serta untuk mengetahui apakah pengaruh positif terhadap transfer pengetahuan mahasiswa magang serta untuk mengetahui apakah pengaruh positif terhadap transfer pengetahuan mahasiswa magang serta untuk mengetahui apakah pengaruh positif terhadap transfer pengetahuan mahasiswa magang serta untuk mengetahui apakah pengaruh positif terhadap transfer pengetahuan mahasiswa magang serta untuk mengetahui apakah pengaruh positif terhadap transfer pengetahuan mahasiswa magang serta untuk mengetahui apakah pengaruh positif terhadap transfer pengetahuan mahasiswa magang serta untuk mengetahui apakah pengaruh positif terhadap transfer pengetahuan mahasiswa magang serta untuk mengetahui apakah pengaruh positif terhadap transfer pengetahuan mahasiswa magang serta untuk mengetahui apakah pengaruh positif terhadap transfer pengetahuan mahasiswa magang serta untuk mengetahui apakah pengaruh positif terhadap transfer pengetahuan mahasiswa magang serta untuk mengetahui apakah pengaruh positif terhadap transfer pengetahuan mahasiswa magang serta untuk mengetahui apakah pengaruh positif terhadap transfer pengetahuan mahasiswa magang serta untuk mengetahui apakah pengaruh positif terhadap transfer pengetahuan mahasiswa magang serta untuk mengetahui apakah pengaruh positif terhadap transfer pengetahuan mahasiswa magang serta untuk mengetahui apakah pengaruh positif terhadap transfer pengetahuan mahasiswa magang serta untuk mengetahui apakah pengaruh positif terhadap transfer pengetahuan mahasiswa magang serta untuk mengetahui apakah pengaruh positif terhadap transfer pengetahuan mahasiswa magang serta untuk mengetahui apakah pengaruh positif terhadap transfer pengetahuan mahasiswa magang serta untuk mengetahui apakah pengaruh positif terhadap transfer pengetahuan mahasiswa magang serta untuk mengetahui apakah pengaruh positif terhadap transfer pengetahuan mahasiswa magang serta untuk mengetahui apakah pengaruh positif terhadap transfer pengetahuan mahasiswa magang serta untuk mengetahui apakah pengaruh positif terhadap transfer pengetahuan mahasiswa magang serta untuk mengetahui apakah pengaruh positif terhadap transfer pengetahuan mahasiswa magang serta untuk mengetahui apakah pengaruh positif terhadap transfer pengetahuan mahasiswa magang serta untuk mengetahui apakah pengaruh positif terhadap transfer pengetahuan mahasiswa magang serta untuk mengetahui apakah pengaruh positif terhadap transfer pengetahuan mahasiswa magang serta untuk mengetahui apakah pengaruh positif terhadap transfer pengetahuan mahasiswa magang serta untuk mengetahui apakah pengaruh positif terhadap transfer pengetahuan mahasiswa magang serta untuk mengetahui apakah pengaruh positif terhadap transfer pengetahuan mahasiswa magang serta untuk mengetahui apakah pengaruh positif terhadap transfer pengetahuan mahasiswa magang serta untuk mengetahui apakah budaya inovatif organisasi memiliki pengaruh positif terhadap motivasi intrinsik mahasiswa budaya inovatif organisasi memiliki pengaruh positif terhadap motivasi intrinsik mahasiswa budaya inovatif organisasi memiliki pengaruh positif terhadap motivasi intrinsik mahasiswa budaya inovatif organisasi memiliki pengaruh positif terhadap motivasi intrinsik mahasiswa budaya inovatif organisasi memiliki pengaruh positif terhadap motivasi intrinsik mahasiswa budaya inovatif organisasi memiliki pengaruh positif terhadap motivasi intrinsik mahasiswa budaya inovatif organisasi memiliki pengaruh positif terhadap motivasi intrinsik mahasiswa budaya inovatif organisasi memiliki pengaruh positif terhadap motivasi intrinsik mahasiswa budaya inovatif organisasi memiliki pengaruh positif terhadap motivasi intrinsik mahasiswa budaya inovatif organisasi memiliki pengaruh positif terhadap motivasi intrinsik mahasiswa budaya inovatif organisasi memiliki pengaruh positif terhadap motivasi intrinsik mahasiswa budaya inovatif organisasi memiliki pengaruh positif terhadap motivasi intrinsik mahasiswa budaya inovatif organisasi memiliki pengaruh positif terhadap motivasi intrinsik mahasiswa budaya inovatif organisasi memiliki pengaruh positif terhadap motivasi intrinsik mahasiswa budaya inovatif organisasi memiliki pengaruh positif terhadap motivasi intrinsik mahasiswa budaya inovatif organisasi memiliki pengaruh positif terhadap motivasi intrinsik mahasiswa budaya inovatif organisasi memiliki pengaruh positif terhadap motivasi intrinsik mahasiswa budaya inovatif organisasi memiliki pengaruh positif terhadap motivasi intrinsik mahasiswa budaya inovatif organisasi memiliki pengaruh positif terhadap motivasi intrinsik mahasiswa budaya inovatif organisasi memiliki pengaruh positif terhadap motivasi intrinsik mahasiswa budaya inovatif organisasi memiliki pengaruh positif terhadap motivasi intrinsik mahasiswa budaya inovatif organisasi memiliki pengaruh positif terhadap motivasi intrinsik mahasiswa budaya inovatif organisasi memiliki pengaruh positif terhadap motivasi intrinsik mahasiswa budaya inovatif organisasi memiliki pengaruh positif terhadap motivasi intrinsik mahasiswa budaya inovatif organisasi memiliki pengaruh positif terhadap motivasi intrinsik mahasiswa budaya inovatif organisasi memiliki pengaruh positif terhadap motivasi intrinsik mahasiswa budaya inovatif organisasi memiliki pengaruh positif terhadap motivasi intrinsik mahasiswa budaya inovatif organisasi memiliki pengaruh positif terhadap motivasi intrinsik mahasiswa budaya inovatif organisasi memiliki pengaruh positif terhadap motivasi intrinsik mahasiswa budaya inovatif organisasi memiliki pengaruh positif terhadap motivasi intrinsik mahasiswa budaya inovatif organisasi memiliki pengaruh positif terhadap motivasi intrinsik mahasiswa budaya inovatif organisasi memiliki pengaruh positif terhadap motivasi intrinsik mahasiswa budaya inovatif organisasi memiliki pengaruh positif terhadap motivasi intrinsik mahasiswa budaya inovatif organisasi memiliki pengaruh positif terhadap motivasi intrinsik mahasiswa budaya inovatif organisasi memiliki pengaruh positif terhadap motivasi intrinsik mahasiswa budaya inovatif organisasi memiliki pengaruh positif terhadap motivasi intrinsik mahasiswa budaya inovatif organisasi memiliki pengaruh positif terhadap motivasi intrinsik mahasiswa budaya inovatif organisasi memiliki pengaruh positif terhadap motivasi intrinsik mahasiswa budaya inovatif organisasi memiliki pengaruh positif terhadap motivasi intrinsik mahasiswa budaya inovatif organisasi memiliki pengaruh positif terhadap motivasi intrinsik mahasiswa budaya inovatif organisasi memiliki pengaruh positif terhadap motivasi intrinsik mahasi
PENGGUNAAN ANALISIS ABC UNTUK PENGENDALIAN PERSEDIAAN BARANG HABIS PAKAI : STUDI KASUS DI PROGRAM VOKASI UI
AbstractThe purpose of this study was to determine the consumable inventory control are applied in Vocational Education Program, University of Indonesia as well as to determine the consumable inventory into groups A, B, and C based on the use of the ABC analysis, investing, and the critical index. This research uses descriptive analytical approach to look at the problems faced and the activities undertaken by the Procurement Section vocational program UI to manage inventory of consumable during 2014. The supply of consumable goods data is processed to provide a picture of the pattern of inventory consumable goods then the classification method ABC analysis of demand, investment, and the critical index. This research will also produce an application used to manage the supply of consumables in the vocational program UI. Results from this study is the control of the supply of consumables in the vocational program UI is sufficient. ABC analysis of the results obtained that the demand for consumables inventory categories are included in the group A are as many as nine items, group B were 26 items, and group C as many as 125 items. A total of 78.74% of the demand comes only 9 items and 5.11% request came from 125 items of goods. ABC analysis of the results obtained that the investment value of inventory categories consumables are included in the group A are as many as 18 items, group B a total of 29 items, and group C as many as 113 items. APENGGUNAAN ANALISIS ABC UNTUK PENGENDALIAN PERSEDIAAN BARANG HABIS PAKAI : STUDI KASUS DI PROGRAMVOKASI UITitis WahyuniVolume 3 Nomor 2 ,pp 1-202total of 79.94% of investment value is only given to 18 items and 5.01% of investment value given for 113 items. From the analysis of the critical index ABC found that as many as 11 items of inventory consumable goods that enter the group A has an investment of 79.94%, 67 inventory items consumable goods that enter the group B has an investment of 15.06%, and 82 items supply of consumable goods that enter the group C has an investment value amounting to 5.01%.Keywords: supply of consumables, ABC analyst, critical value index