Jurnal Vokasi Indonesia
Not a member yet
142 research outputs found
Sort by
SENI PERTUNJUKAN WAYANG GOLEK SEBAGAI DAYA TARIK PARIWISATA BUDAYA DI SAUNG ANGKLUNG UDJO
Seni pertunjukan wayang golek memadukan unsur seni drama, seni suara, seni sastra, seni musik, seni gerak dan seni rupa. Dapat dikatakan seni pertunjukan wayang golek adalah seni yang “adiluhung” dan harus dilestarikan. Sangat menarik untuk mencermati seni pertunjukan wayang golek di Saung Angklung Udjo (SAU) yang mengemas pertunjukan sehingga mampu menjadi salah satu daya tarik pariwisata budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengemasan seni pertunjukan wayang golek di SAU sehingga dapat menarik dan diminati sebagai daya tarik pariwisata budaya. Melalui metode penelitian kualitatif, ditemukan bahwa seni pertunjukan wayang golek di Saung Angklung berhasil dikemas dalam rangkaian pertunjukan angklung sehingga menjadi atraksi wisata yang menarik. Walaupun durasi pertunjukan wayang golek tidak lama sebagaimana pertunjukan wayang pada umumnya, namun nilai budaya dan pesan yang disampaikan mudah diterima penonton. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengelolaan pertunjukan Saung Angklung Udjo telah berhasil memproduksi dan mengkreasikan berbagai pertunjukan wayang dan angklung secara terus-menerus sehingga dapat menjadi daya tarik pariwisata budaya.Kata kunci : Seni pertunjukan wayang golek, pariwisata budaya, Saung Angklung Udj
FAKTOR PEMBENTUK PESAN VIRAL DI MEDIA SOSIAL SEBAGAI STRATEGI PROMOSI MUSISI INDEPENDEN
Komunikasi viral yang berhasil sangat bergantung pada kemampuan pengirim untuk mengubah penerima menjadi pemasar aktif dari pesan yang dikirimnya. Kebutuhan untuk viral ini mengharuskan pengirim untuk mempertimbangkan perspektif pengguna/penerima dan konten pesan sebelum membuat dan mengirimkan pesan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui seberapa kuat faktor-faktor pembentuk pesan viral mempengaruhi sikap khalayak terhadap pesan promosi musisi indie (Mocca). Paradigma yang digunakan adalah positivis (klasik), pendekatan kuantitatif dan bersifat eksplanatif. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey dengan kuesioner online. Model analisisnya adalah Hypothetical Path Diagram. Hasil dari penelitian ini adalah; dalam menyusun pesan promosi yang dirapkan menjadi viral, hendaknya kita memperhatikan unsur-unsur struktur pesan, isi pesan, dan cara penyampaian pesannya. Selain itu, sebagai komunikator perhatikan unsur-unsur kredibilitas, atraksi, dan kekuatan seperti apa yang dimiliki oleh pesan tersebut. Temuan khusus dalam penelitian ini adalah mengenai proximity (kedekatan) dan psikologi penerima pesan.Kata kunci : Komunikasi Viral, Pesan Viral Message, Musik Independen, Pemasara
MANAJEMEN INTEGRASI SISTEM INFORMASI PERPUSTAKAAN DI LINGKUNGAN UNIVERSITAS INDONESIA DALAM MENUJU PERPUSTAKAAN DIGITAL
Penelitian ini membahas mengenai manajemen integrasi sistem informasi perpustakaan yang ada di lingkungan Universitas Indonesia (UI) dengan Perpustakaan UI dalam menuju perpustakaan digital. Integrasi yang dilakukan adalah pemindahan koleksi fisik ke satu tempat, pemindahan SDM, serta pemindahan data. Meski integrasi secara fisik telah dilakukan, permasalahan tetap terjadi, baik itu masalah secara pengelolaan, peraturan/kebijakan, maupun masalah terkait TIK. Fokus penelitian ini yaitu menganalisis bagaimana manajemen integrasi sistem informasi perpustakaan yang ada di UI. Integrasi sistem informasi perpustakaan didukung dengan dibangunnya software yang disebut sistem LONTAR (Library Automation and Digital Archive). Dalam penerapannya tidak semua perpustakaan fakultas setuju dengan integrasi tersebut. Hal ini dikarenakan adanya beberapa pertimbangan seperti sulit untuk diakses karena tidak semua fakultas di UI berlokasi di Depok sehingga waktu yang dibutuhkan untuk mencari koleksi menjadi lebih lama. Dalam penelitian ini teori yang digunakan adalah teori interoperabilitas terutama yang berkaitan dengan interoperabilitas organisasi milik Gottschalk & Saether. Hasil dari penelitian ini adalah penerapan integrasi sistem tersebut tidak didukung dengan kebijakan yang ada dari UI sehingga saat ini tidak ada SOP yang jelas mengenai penerapan integrasi sistem informasi perpustakaan di lingkungan UI dengan Perpustakaan UI.Kata kunci: Integrasi Sistem Informasi, Interoperabilitas, Perpustakaan Digital, Arsi
Strategi Mengembangkan Inisiatif dan Partisipasi Lokal Untuk Mengembangkan Wisata Perdesaan Bagi Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat
ABSTRAKWisata perdesaan merupakan salah satu peluang bagi pengembangan desa di Indonesia dan juga bagi perkembangan pariwisata nasional. Wisata perdesaan berkontribusi besar bagi pemerintah dan masyarakat dalam pengembangan sektor pariwisata nasional untuk meningkatkan kesejahteraan sekaligus melestarikan nilai-nilai budaya masyarakat. Ada banyak fakta dilapangan yang menunjukkan keberhasilan dan kegagalan pengembangan desa wisata, salah satu permasalahannya ada pada keterlibatan dan dukungan masyarakat. Kajian ini ingin memaparkan secara lebih dalam bagaimana pariwisata perdesaan memperoleh dukungan masyarakat mulai tahap perencanaan hingga implementasinya. Penulis mencoba untuk menganalisa strategi dalam membangun dan mendukung inisiatif lokal untuk pengembangan wisata perdesaan. Kajian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui tektik pengumpulan data observasi dan wawancara mendalam untuk mengungkapkan data secara lebih rinci. Hasil kajian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat merupakan kunci yang harus dilakukan untuk keberhasilan pengembangan wisata perdesaan di Indonesia. Inisiatif lokal perlu dimunculkan dan dipromosikan bersamaan dengan penguatan lokal champion yang nantinya akan menjadi agen perubahan masyarakat. Pada saat yang sama perlu juga dibangun jejaring antara stakeholder yang terlibat dalam pengembangan wisata perdesaan sehingga mempercepat tumbuhnya kemandirian. Secara teoritik kajian ini memperkaya penelitian di bidang pariwisata, pemberdayaan dan kesejahteraan sosial.Kata Kunci: Wisata Perdesaan, Inisiatif Lokal, Local Champion, Kesejahteraan Masyarakat ABSTRACTRural tourism is one of the opportunities for rural development in Indonesia and also for the development of national tourism. Rural tourism contributes greatly to the government and society in developing the national tourism sector to improve welfare while preserving the cultural values of the community. There are many facts in the field that show the success and failure of the development of a tourist village, one of the problem lies in the involvement and support of the community. This study wants to explain more deeply how rural tourism gained community support from the planning stage to its implementation. This study was conducted with a qualitative approach through observation data collection techniques and in-depth interviews to reveal data in more detail. The results of the study indicate that community participation is the key that must be done for the success of rural tourism development in Indonesia. Local initiatives need to be raised and promoted along with strengthening local champions who will later become agents of community change. At the same time a network between stakeholders involved in the development of rural tourism needs to be developed so as to accelerate the self mobilization. Theoretically this study enriches research in the fields of tourism, empowerment and social welfare.Keywords: Rural Tourism, Local Initiatives, Local Champion, Social Welfar
The Effect of Brain Gym Exercise on Cognitive Function of Elderly
ABSTRAKMenua senantiasa disertai dengan perubahan di semua sistem dalam tubuh manusia, termasuk penurunan pada fungsi kognitif. Salah satu upaya untuk meningkatkan fungsi kognitif pada lanjut usia (lansia) adalah melalui pemberian brain gym. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian brain gym exercise terhadap fungsi kognitif pada lansia. Penelitian ini menggunakan desain penelitian eksperimental. Sampel yang digunakan merupakan lansia di Puskesmas Tamalanrea Jaya Makassar yang berjumlah 20 orang. Sampel kemudian dibagi secara acak ke dalam dua kelompok, yaitu kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Fungsi kognitif pada lansia diukur menggunakan Mini Mental State Examination (MMSE). Hasil penelitian menunjukkan terdapat perubahan fungsi kognitif yang bermakna antara sebelum dan setelah pemberian brain gym pada kelompok intervensi (p0,05). Selain itu, ditemukan bahwa tidak ada perbedaan nilai fungsi kognitif yang bermakna antara kedua kelompok (p>0,05). Namun, nilai rata-rata fungsi kognitif pada kelompok intervensi lebih besar dibandingkan nilai rata-rata pada kelompok kontrol. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian brain gym exercise terhadap perubahan fungsi kognitif pada lansia.Kata kunci: brain gym, exercise, kognitif, lansia, MMSE ABSTRACTAging is always accompanied by changes in all systems in the human body, including a decrease in cognitive function. Brain gym is one of exercises that can improve cognitive function in the elderly. This study aims to determine the effect of brain gym exercise on cognitive function in the elderly. This study employs an experimental research design. The sample used was 20 elderly who visited Puskesmas Tamalanrea Jaya Makassar. The sample was then divided randomly into two groups (intervention group and control group). Cognitive function in the elderly was measured using MMSE. The results showed that there were significant changes in cognitive function after the administration of brain gym in the intervention group (p 0.05). Moreover, it was found that there were no significant differences in cognitive function score between the two groups (p> 0.05). However, the average score of cognitive function in the intervention group is greater than in the control group. Therefore, it can be concluded that there is an effect of brain gym exercise on changes in cognitive function in the elderly.Keywords: brain gym, exercise, cognitive, elderly, MMSEAging is always accompanied by changes in all systems in the human body. These changes can cause a decrease in brain function, including a decrease in cognitive function. Brain gym is believed as one of exercises that can improve cognitive function in the elderly. This study aims to determine the effect of the provision of brain gym exercise on cognitive function in the elderly. This study employs an experimental research design. The sample used was 20 older people who visited Puskesmas Tamalanrea Jaya Makassar. The sample was then divided randomly into two groups (intervention group and control group). Cognitive function in the elderly was measured using Mini Mental State Examination (MMSE). The data obtained were analyzed using the SPSS 22.0 package for windows. The results showed that there were significant changes in cognitive function after the provision of brain gym exercise in the intervention group (p 0.05). Moreover, it was found that there were no significant differences in cognitive function values between the two groups (p> 0.05). However, the average value of cognitive function in the intervention group is greater than the average value in the control group. Therefore, it can be concluded that there is an effect of brain gym exercise on changes in cognitive function in the elderly.Keywords: brain gym, exercise, cognitive, elderly, MMSE
PERANAN PENGELOLA REKOD DAN ARSIP ORGANISASI PADA LAYANAN INFORMASI PUBLIK : KEWAJIBAN ORGANISASI PUBLIK MENGHADIRKAN PPID
Penelitian ini ditujukan untuk memahami gambaran tentang penerapan UU Keterbukaan Informasi Publik terkait dengan pengelolaan rekod dan arsip. Pengelola rekod dan arsip sangat berperan dalam menentukan akses informasi mana yang dapat diberikan ke publik berdasarkan peraturan perundangan yang berlaku. Pendekatan yang dilakukan adalah melalui review literatur mengenai keterbukaan informasi publik yang terkait erat dengan pengelolaan rekod dan arsip di negara-negara yang telah menggunakan UU Keterbukaan Informasi Publik. Indonesia sudah memiliki payung hukum baik UU Keterbukaan Informasi Publik maupun UU Kearsipan yang seharusnya dapat landasan yang kuat dalam penerapan akses informasi ke publik. Pelaksanaannya harus memperoleh pengetahuan mengenai akses informasi publik. Penelitian ini hanya sebatas melihat sajian dari PPID kementerian dalam menyediakan akses informasi publik yang sudah terseleksi oleh peranan pengelola rekod dan arsip. Secara teoritis memberikan insight terhadap teori keterbukaan informasi publik dikaitkan dengan pengelolaan rekod dan arsip. Secara praktis, apabila pengelolaan rekod dan arsip dapat dilakukan dengan baik di badan publik soal keterbukaan informasi publik dapat teratasi dengan baik.Kata Kunci : keterbukaan informasi publik, kearsipan, pengelolaan rekod dan arsip, arsip dinamis, arsip stati
Risiko Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada Perawat Instalasi Gawat Darurat (IGD)
ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui risiko musculoskeletal disorder yang berhubungan dengan pekerjaan perawat Instalasi Gawat Darurat (IGD). Penelitian ini tergolong penelitian deskriptif melalui pengamatan langsung dengan bantuan alat perekam dan stop watch untuk melihat pergerakan/postur terhadap risiko muskuskeletal disorder pada aktifitas perawat yang dikerjakan secara manual handling, kemudian dianalisis menggunakan software WinOwas. Hasil penelitian ini menunjukkan perawat mempunyai risiko MSDs. Pekerjaan yang dilakukan perawat didominasi postur janggal dengan frekuensi yang berulang-ulang dan durasi yang lama pada setiap shift adalah pada aktifitas menjahit luka, ganti perban, memasang infus, mendorong pasien, EKG dan memberikan nebulizer. Minimnya pengetahuan tentang ergonomi dan tingginya beban kerja perawat di IGD merupakan hal yang menambah risiko terjadinya MSDs. Oleh karena itu, rumah sakit perlu melaksanakan program Pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tentang ergonomi bagi perawat. Pendidikan dan pelatihan ergonomic perlu dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan perawat tentang sikap kerja yang benar, Latihan peregangan dan penguatan yang tepat dan melaksanakan program aerobic progresif untuk meningkatkan kebugaran tubuh secara menyeluruh.Kata kunci: MSDs, Ergonomi, OWAS. ABSTRACTThe purpose of this study was to determine the risk of musculoskeletal disorder associated with the work of nurses in the Emergency Department (ED). This research is classified as descriptive research through direct observation with the help of a recording device and stop watch to see the movement / posture of the risk of musculuscular disorders in nurses' activities that are done manually handling, then analyzed using WinOwas software. The results of this study indicate nurses have a risk of MSDs. The work done by nurses is dominated by odd postures with repetitive frequency and long duration of each shift is the activity of sewing the wound, dressing bandages, installing infusions, pushing the patient, ECG and giving a nebulizer. The lack of knowledge about ergonomics and the high workload of nurses in the emergency room are things that increase the risk of MSDs. Therefore, hospitals need to carry out education and training programs to improve their knowledge and skills regarding ergonomics for nurses. Ergonomic education and training needs to be done to increase nurses' knowledge about the right work attitude, proper stretching and strengthening exercises and implement a progressive aerobic program to improve overall body fitness.Keywords: MSDs, Ergonomics, OW
PLYOMETRIC EXERCISE DAPAT MENINGKATKAN SPEED LEBIH BAIK DIBANDINGKAN WARM-UP PADA PEMAIN SEPAK BOLA MUDA AMATIR
Sepak bola merupakan olahraga yang membutuhkan speed yang prima agar seorang pemain sepak bola dapat mencetak gol dan berprestasi sehingga speed harus menjadi perhatian yang serius terlebih pada pemain usia muda yang merupakan bibit-bibit masa depan yang harus dioptimalkan potensinya agar para pemain muda tersebut di masa depan dapat menjadi seorang pemain berprestasi baik di level klub sepak bola maupun di tim nasional Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar peningkatan speed pada pemain sepak bola muda amatir. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimental dengan rancangan penelitian pre test and post test control group design yang diberikan dua kali seminggu selama delapan minggu di sekolah sepak bola (SSB) amatir di Tangerang dengan jumlah sampel total adalah 32 orang dengan kelompok perlakuan sebesar 16 orang diberikan warm-up selama 15 menit dan plyometric exercise selama 45 menit, sedangkan pada kelompok kontrol sejumlah 16 orang diberikan warm-up 45 menit tanpa diberikan plyometric exercise. Tes pengukuran speed menggunakan instrumen sprint 30 meter. Hasil penelitian ini menunjukkan peningkatan nilai speed pada kelompok perlakuan dengan nilai sprint 30 meter (speed) 4,34 ± 0,51 detik. Penelitian ini menunjukkan plyometric exercise dapat meningkatkan speed pemain sepak bola muda amatir.Kata kunci: Sepak bola, Speed, Plyometric Exercis
SENGKETA PEMUNGUTAN PAJAK PERTAMBAHAN NILAI SEBAGAI DAMPAK PERBEDAAN PERSEPSI DALAM INTERPRETASI KRITERIA PENGUSAHA KENA PAJAK TERTENTU
Dalam menjalankan kewajiban pemungutan Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Wajib Pajak yang menjalankan usaha penjualan kendaraan motor bekas harus terlebih dahulu ditetapkan sebagai Pengusaha Kena Pajak (PKP) sesuai dengan ketentuan mengenai pengusaha yang melakukan kegiatan usaha tertentu. Sebenarnya berkaitan dengan hal ini sudah dijelaskan dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 79/PMK.03/2010 tentang Pedoman Penghitungan Pengkreditan Pajak Masukan Bagi Pengusaha Kena Pajak Yang Melakukan Kegiatan Usaha Tertentu, namun pada praktiknya masih banyak perbedaan persepsi antara petugas pajak dengan Wajib Pajak dalam menentukan kategori PKP yang dapat melakukan penerapan pedoman pengkreditan Pajak Masukan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perbedaan persepsi antara petugas pajak dengan Wajib Pajak yang dapat mengakibatkan sengketa pajak disertai dengan contoh kasus. Dalam penelitian ini pendekatan yang dipakai adalah pendekatan kualitatif, dengan jenis penelitian deskriptif. Berdasarkan contoh kasus yang diambil dalam penelitian, dapat disimpulkan bahwa perbedaan persepsi antara petugas pajak dengan Wajib Pajak terjadi karena terdapat frasa semata-mata dalam Kriteria Kegiatan usaha tertentu yang terdapat di dalam peraturan menteri keuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Direktorat Jenderal Pajak belum memberikan kriteria kegiatan usaha yang jelas dalam bidang penjualan dan pembelian kendaraan bermotor bekas.Kata Kunci: Pengusaha Kena Pajak, Kriteria Tertentu, Sengketa Pajak, Pajak Pertambahan Nila
Tinjauan Berkas Klaim Tertunda Pasien JKN Rumah Sakit Hermina Ciputat 2018
ABSTRAKPenelitian ini dilakukan untuk melihat gambaran klaim tertunda karena dikembalikan oleh BPJS Kesehatan dan penyebabnya di Rumah Sakit Hermina Ciputat, Tangerang Selatan Banten. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data yang digunakan adalah berkas klaim yang berasal dari rawat inap dan rawat jalan yang tertunda atau dikembalikan oleh BPJS Kesehatan pada bulan Juni-Agustus 2018. Variabel yang digunakan dalam penelitian adalah jumlah berkas klaim tertunda, alasan pengembalian dan penyebab dari alasan pengembalian tersebut. Hasil penelitian ini menemukan sebanyak 142 berkas klaim rawat inap dan 82 berkas rawat jalan yang dikembalikan. Alasan pengembalian karena tidak lolos verifikasi administrasi pelayanan dan verifikasi pelayanan kesehatan. Penyebab tidak lolos verifikasi terutama karena ketidaktelitian dari petugas pemberkasan dan adanya perbedaan persepsi tentang kode diagnosa antara Rumah Sakit Hermina Ciputat dengan BPJS Kesehatan. Hasil penelitian ini dapat menjadi bahan evaluasi bagi Rumah Sakit Hermina Ciputat untuk memperbaiki sistem pemberkasan klaim pasien BPJS Kesehatan agar menurunkan jumlah berkas klaim yang dikembalikan oleh pihak BPJS Kesehatan.Kata Kunci: Klaim Tertunda, Penyebab Tertunda. ABSTRACTThis study was done to look at the picture of pending claims that were returned by the BPJS Kesehatan and its causes at Hermina Ciputat Hospital, Tangerang Selatan Banten. This research is descriptive with a qualitative approach. The data used were the claim files from inpatient and outpatient treatment that was delayed or returned by BPJS Health in June-August 2018. The variables used in this study are the number of pending claim files, reasons for returning and the reasons for cause of the returning. The findings showed there are 142 file claims for inpatient and 82 outpatient files were returned. Reason for returning because it did not pass the administrative verification of service and verification of health service. The cause of not passing verification was mainly due to inaccuracy of the filing officer and the existence of different perceptions of the diagnosis code between Hermina Ciputat Hospital and BPJS Kesehatan. The results of this study can be an evaluation for Hermina Ciputat Hospital to improve the system of filing claims for BPJS Kesehatan patients in order to reduce the number of claim files returned by BPJS KesehatanKeywords: Returned Claims, Returned Cause