Jurnal Teknologi Rekayasa (JTERA) / Journal of Engineering Technology
Not a member yet
    100 research outputs found

    Optimal Sizing and Placement of Wind-Based Distributed Generation to Minimize Losses Using Flower Pollination Algorithm

    Get PDF
    Penempatan DG dapat mempengaruhi aliran daya dan tegangan pada bus di sistem distribusi. Oleh karena itu, penempatan DG harus diperhitungkan dan direncanakan secara detail agar dapat bekerja secara optimal. Penempatan DG yang tidak optimal dapat meningkatkan losses pada sistem, sehingga berpengaruh terhadap profil tegangan yang akan menurun. Penempatan dan kapasitas DG yang optimal dapat berpengaruh kepada peningkatan profil tegangan, mengurangi losses, peningkatkan kapasitas distribusi, dan peningkatkan keandalan pada sistem. Beberapa metode optimisasi banyak yang bermunculan mulai dari optimisasi klasikal, pendekatan analitis, sampai yang terbaru yaitu metaheuristik. Salah satu metode optimisasi metaheuristik terbaru adalah Flower Pollination Algorithm (FPA) yang merupakan metode optimisasi yang terinspirasi dari proses penyerbukan bunga. FPA lebih efisien dengan menghasilkan hasil yang lebih baik dan memiliki kecepatan konvergen yang lebih tinggi jika dibandingakan dengan metode metaheuristik lainnya. Pada penelitian ini, FPA digunakan untuk menentukan lokasi dan kapasitas wind-based DG yang optimal dengan single DG dan multi DG untuk meminimalkan rugi-rugi daya pada sistem tes IEEE 33-bus dan meningkatkan profil tegangan. Untuk mengetahui kinerja dari FPA, akan dibandingkan dengan metode optimasi lain. Selain itu, jumlah dan kapasitas wind-based DG yang dipasang pada bus terpilih akan diperhitungkan. Hasil simulasi menunjukkan bahwa metode yang diusulkan telah berhasil dengan baik menentukan lokasi dan kapasitas DG

    Location Based Service Application untuk Navigasi Destinasi Wisata Kota Makassar Berbasis Android

    Get PDF
    Makassar sebagai ibu kota Sulawesi Selatan dan kota terbesar di Indonesia bagian timur kini menjadi primadona baru untuk tujuan pariwisata di Indonesia. Para wisatawan lokal maupun mancanegara, khususnya para wisatawan yang pertama kali mengunjungi kota Makassar, akan sedikit kesulitan dalam mengakses tempat-tempat wisata di kota ini karena tidak mengetahui secara detail informasi mengenai lokasi objek wisata yang ada. Location Based Service merupakan salah satu layanan berupa infromasi geografis untuk memetakan lokasi secara tepat dan dapat diakses melalui jaringan mobile. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan suatu aplikasi Location Based Service berbasis Android yang memudahkan wisatawan untuk mencari informasi dan lokasi pariwisata di kota Makassar. Aplikasi ini dibangun dengan pemrograman Java Android menggunakan ADT Bundle yang di dalamnya terdapat Eclipse. Google Map API digunakan sebagai fungsi utama peta dalam menjalankan aplikasi. Berdasarkan hasil pengujian, aplikasi Location Based Service ini dapat memberikan informasi lokasi objek wisata, titik koordinat, dan informasi pendukung mengenai objek wisata yang ada di Kota Makassar

    Studi Alternatif Pengembangan Trase Jalur Kereta Api DAOP VI Yogyakarta Menuju NIYA Kulon Progo

    Get PDF
    Berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 1164 Tahun 2013, Bandara Adi Sutjipto Yogyakarta direncanakan pindah ke Kabupaten Kulon Progo karena jumlah penumpang saat ini sudah melebihi daya tampung terminal. Salah satu moda transportasi untuk menunjang aksesibilitas integrasi ini adalah kereta api. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi alternatif trase penelitian sebelumnya, memberikan alternatif trase baru, dan menentukan trase terbaik. Survei pendahuluan berupa pengamatan langsung di lokasi penelitian untuk mengevaluasi trase penelitian sebelumnya dan mensurvei daerah yang memungkinkan untuk direncanakan alternatif trase baru. Pembobotan kriteria dan pemilihan alternatif trase dilakukan dengan wawancara dan pengisian kuesioner oleh stakeholder dan dianalisis menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Stakeholder ditentukan dengan teknik purposive sampling yang terdiri dari berbagai instansi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa trase yang direncanakan penelitian sebelumnya (Trase A) berpotensi konflik sosial dan tidak sesuai dengan masterplan bandara baru. Alternatif trase baru (Trase B) memiliki panjang trase lebih pendek dan sebagian besar menggunakan lahan pertanian sehingga konflik sosial rendah. Trase terbaik berdasarkan metode AHP adalah Trase B dengan total bobot akhir lebih tinggi daripada total bobot Trase A. 

    Generator Pulsa Spike Terprogram untuk Pemicu Transduser Ultrasonik

    Get PDF
    Salah satu metode pembangkitan gelombang ultrasonik berbasis piezoelektrik adalah dengan memicu transduser oleh pulsa singkat dan tegangan tinggi. Pulsa ini dapat dibangkitkan dengan pensaklaran (switching) tegangan tinggi searah (DC) oleh pulsa penggerak (drive). Makalah ini menyajikan perancangan dan fabrikasi generator pulsa-singkat tegangan-tinggi repetitif terprogram dengan berbasis mikrokontroler ATMEGA 128. Pulsa dibangkitkan dari mikrokontroler ATMega sehingga interval dan skala repetisi dapat diatur melalui tombol input. Parameter-parameter pulsa tersebut ditampilkan pada peraga LCD (Liquid Crystal Display) untuk mempermudah pengguna dalam operasional generator. Pulsa dari mikrokontroler diubah menjadi lebar pulsa yang lebih singkat melalui sebuah multivibrator monostabil. Pulsa dari multivibrator selanjutnya diubah menjadi sinyal singkat level +15V sebagai input gerbang MOSFET untuk pensaklaran tegangan tinggi DC lalu dikonversi menjadi sinyal spike negatif. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pulsa singkat repetitif terprogram dapat dibangkitkan untuk pensaklaran tegangan DC oleh MOSFET. Lebar pulsa sinyal spike negatif dibangkitkan hingga 100 ns. Sinyal ini mampu memicu transduser 1 MHz untuk pembangkitan gelombang ultrasonik. Berdasarkan pengujian, dapat disimpulkan bahwa generator dapat membangkitkan sinyal spike negatif dengan repetisi yang terprogram dan sesuai dengan frekuensi kerja transduser ultrasonik

    Studi Tentang Keamanan Pejalan Kaki di Kampus Unsika Menggunakan Uji Wilcoxon Signed Rank dan Aplikasi SPSS

    Get PDF
    Keselamatan pejalan kaki di lingkungan kampus sangatlah penting untuk diperhatikan. Banyaknya lalu-lalang kendaraan seperti motor, mobil, dan kendaraan lainnya di lingkungan kampus menjadi beberapa hal yang dapat membahayakan para pejalan kaki. Penelitian ini dilakukan sebagai studi awal untuk mengetahui bagaimana kondisi yang menunjang keamanan pejalan kaki di Kampus Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) guna menghindari kecelakaan lalu lintas yang tidak diinginkan. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah melalui dokumentasi, angket, dan wawancara. Analisa uji coba yang digunakan adalah uji Wilcoxon Signed Rank dan menggunakan aplikasi SPSS (Statistical Products and Service Solution) versi 23. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 200 responden yang merasa tidak aman berjalan kaki di Kampus Unsika sebesar 77%. Selain itu, dari segi kenyamanan, pejalan kaki di lingkungan Kampus Unsika belum merasa nyaman. Hal ini ditunjukkan dari hasil pengamatan yang diperoleh 85% responden tidak merasa nyaman. Untuk meningkatkan rasa keamanan dan kenyamanan, persentase responden membutuhkan fasilitas seperti trotoar, rambu-rambu, dan peneduh jalan berturut-turut sebesar 92%, 86%, dan 77%.

    Analisis Dampak Perubahan Penggunaan Lahan Terhadap Hasil Air DAS Cicatih

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan penggunaan lahan dan hasil air beserta karakteristik hidrologi pada DAS Cicatih yang terjadi tahun 2006-2016. Penggunaan model hidrologi HEC-HMS digunakan untuk simulasi hasil air dan debit puncak terhadap penggunaan lahan berdasarkan pada skenario yang telah disusun. Pengaruh skenario perubahan penggunaan lahan ini dianalisis untuk melihat penggunaan lahan terbaik terhadap hasil air, debit puncak, serta KAT-KRA DAS Cicatih. Penggunaan lahan tahun 2006 diperoleh berdasarkan peta citra Landsat 5 ETM+ melalui metode supervised (maximum likelihood) dengan tingkat akurasi kappa sangat baik. Peta penggunan lahan tahun 2016 diperoleh dengan citra lansat 8 OLI TIRS dengan peta rujukan RBI dan Google Earth Pro serta groundcheck pada lokasi-lokasi tertentu. Penggunaan model HEC-HMS untuk hasil air dan debit puncak diperoleh pada tingkat akurasi Z > 20% dengan RMSE sebesar 13,4 m3/dt serta nilai NSE 0,649 sebagai kalibrasi model pada penggunaan lahan tahun 2006. Konsistensi model diujikan terhadap penggunaan lahan tahun 2016 dengan nilai Z > 20%, RMSE 14,1 m3/dt, serta NSE 0,579. Berdasarkan skenario yang disusun diperoleh penurunan hasil air pada penggunaan lahan skenario penerapan Rencana Tata Ruang dan Wilayah Kabupaten Sukabumi periode 2032 yaitu sebesar 9,03%, debit puncak 22,61% serta KRA dan KAT berturut-turut berkategori sangat rendah dan rendah

    Adsorbsi Warna Metylen Blue Menggunakan Powder dan Granular Activated Carbon Biji Binjai (Mangifera Caesia)

    Get PDF
    Zat warna metylen blue adalah zat warna yang mudah didapat dan sering digunakan dalam berbagai bidang. Pewarna metylen blue yang digunakan harus diolah agar tidak terjadi pencemaran air, salah satu cara adalah dengan menggunakan adsorbsi. Proses adsorbsi membutuhkan adsorbet untuk media pengolahan. Binjai (Mangafera Caesia) adalah buah yang sering ditemui di daerah Bali dan Kalimantan Selatan. Biji buah Binjai dapat dimanfaatkan sebagai salah satu bahan adsorbet dalam proses adsorbsi. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui proses adsorbsi oleh Powder Activated Carbon (PAC) dan Granular Activated Carbon (GAC) dari bahan biji Binjai. Proses pembuatan arang dilakukan secara fisika pada suhu 660oC. Setelah terbentuk arang ukuran adsorbet dibagi menjadi dua jenis media berdasarkan ukuran yaitu PAC dan GAC.  Langkah selanjutnya adalah pencucian adsorbet kemudian aktivasi pada suhu 105oC dan aktivasi secara kimiawi dengan KMnO4. Penyisihan zat warna metylen blue untuk inisial konsentrasi 1, 5, 10, 20, dan 30 ppm adalah 57,06%, 90,05%, 91,33%, 94,81%, dan 95,21% (PAC) serta 75,30%, 93,78%, 96,13%, 97,23%, dan 96,86% (GAC). Isoterm yang memiliki nilai R2 paling tinggi adalah Temkin yaitu diatas 0,9. Hasil perhitungan isoterm Temkin menunjukkan nilai koefiesien Temkin (kT) adalah 62,87 L/g (PAC) dan 61,968 L/g (GAC)

    Analisis Korosi Retak Tegangan pada Pipa Baja Karbon dalam Larutan Asam dan Sweet Gas

    Get PDF
    Pada eksplorasi di industri migas bahwa umumnya akan diikuti dengan zat korosif termasuk sweet gas (misalnya H2S dan CO2), maka akan mengakibatkan terjadinya peristiwa korosi. Bila terjadi peristiwa korosi retak tegangan akan mengakibatkan pipa baja karbon pecah sehingga berdampak produksi migas bisa terhenti. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peristiwa korosi pipa baja karbon skala laboratorium dalam lingkungan asam dengan adanya sweet gas H2O dan CO2 dengan menggunakan metoda tiga titik pembebanan. Penelitian ini menggunakan bahan pipa baja karbon API 5L-X65 yang berada dalam lingkungan larutan asam asetat dan amoniak, kemudian diisikan sweet gas CO2 dan H2S dalam keadaan jenuh. Berdasarkan hasil uji mikrostruktur dan mikroskop terpolarisasi, terjadi peristiwa korosi retak tegangan, yaitu korosi retak tegangan transgranular dan korosi retak tegangan intergranular. Laju korosi yang terjadi pada sampel uji akan semakin besar, apabila defleksi yang diberikan semakin besar. Dalamnya retakan pada sampel uji akan semakin dalam apabila defleksi yang diberikan semakin besar. Laju korosi pada sampel uji akan semakin besar untuk defleksi yang sama tetapi variasi waktu paparan berbeda

    Sistem Anti Maling Untuk Rumah Tinggal Menggunakan IoT Bluemix

    Get PDF
    Sistem keamanan rumah merupakan implementasi yang harus dilakukan untuk meningkatkan keamanan dari kejadian yang tidak diinginkan. Beberapa implementasi hanya memberikan notifikasi sederhana berupa alarm dan tidak menjadi bukti yang kuat apabila terjadi pencurian. Salah satu solusi yang dilakukan adalah penempatan kamera untuk memantau keamanan rumah secara real time diintegrasikan dengan penyimpanan cloud. Bluemix merupakan salah satu provider untuk aplikasi cloud yang memiliki layanan pengolahan dan penyimpanan data, akses aplikasi mobile, pengawasan serta Internet of Things (IoT). Sistem yang diimplementasikan adalah integrasi Raspberry Pi dengan layanan Bluemix untuk melakukan pengawasan keamanan rumah dan memberikan notifikasi kepada pengguna. Sistem mendeteksi jarak menggunakan sensor HC-SR04 terhadap objek dan apabila jarak melewati acuan, hal tersebut adalah indikasi terjadinya pencurian. Berikutnya sistem akan menyalakan buzzer sebagai keluaran suara dan mengaktifkan kamera untuk mengambil gambar lalu diunggah ke object storage Bluemix. Langkah berikutnya yaitu layanan IBM push notification memberikan notifikasi ke perangkat Android pengguna. Pengujian dilakukan dengan menghalangi pembacaan sensor sehingga terjadi indikasi pencurian. Hasilnya adalah sistem berhasil menyalakan buzzer, mengambil gambar lalu diunggah ke Bluemix, dan notifikasi berhasil masuk pada Android. Notifikasi diterima oleh file browser pada perangkat Android dan dilakukan sinkronisasi dengan object storage untuk melakukan pengunduhan berkas gambar yang telah diunggah sebelumnya

    ThingSpeak sebagai Sistem Monitoring Tangki SPBU Berbasis Internet of Things

    Get PDF
    Berbagai permasalahan yang terjadi pada sistem monitoring tangki pendam SPBU dapat menyebabkan tidak efisien dan efektifnya dalam memantau berapa debit dan volume cairan pada tangki pendam SPBU. Dengan demikian, diperlukan sistem monitoring yang dapat terintegrasi dengan perangkat komputer dan internet. Sistem monitoring ini berfungsi memberikan informasi yang terjadi di dalam tangki pendam SPBU. Konsep Internet of Things (IoT) membuat sebuah perangkat dapat berkomunikasi seperti mengirim dan menerima data melalui jaringan internet. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem monitoring tangki SPBU dengan menggunakan ESP8266, sensor aliran, dan sensor ultrasonik. Aplikasi antarmuka yang digunakan adalah Virtuino dan Thingspeak yang mampu memberikan informasi secara real time kepada pengguna sehingga dapat memantau keadaan secara terus menerus tanpa harus mengecek ke lapangan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu memantau dan mengirimkan data volume cairan dengan terus menerus. Dengan sistem ini diharapkan dapat membuat pekerjaan lebih efisien dan efektif untuk pengelola SPBU

    78

    full texts

    100

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Teknologi Rekayasa (JTERA) / Journal of Engineering Technology
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇