MGI e-Journal System Portal (Marine Geological Institute of Indonesia)
Not a member yet
645 research outputs found
Sort by
TINJAUAN GEOTEKTONIK SELAT MAKASSAR UTARA, IMPLIKASINYA TERHADAPPOTENSI HIDROKARBON LAUT DALAM CEKUNGAN KUTAI KALIMANTAN TIMUR
Selat Makassar Utara yang terletak di bagian tenggara tepi paparan Sunda antara pulau Kalimantan dan Sulawesi merupakan wilayah eksplorasi laut-dalam. Wilayah ini berdekatan dengan Cekungan Kutai yang umumnya endapan delta dan paparan. Cekungan Kutai Laut-dalam yang termasuk daerah Kalimatan Timur bagian offshore telah dieksplorasi dengan penemuan beberapa lapangan migas yang signifikan pada sedimen umur Pliosen dan Miosen Akhir. Penemuan lapangan migas tersebut yang tersebar di tiga blok yaitu Makassar Strait PSC, Rapak PSC dan Ganal PSC yang dikontrol oleh tektonik kompresi berarah barat barat-laut dan timur tenggara.
Setting geotektonik Selat Makassar dimulai dari Eosen yang diakibatkan tarikan pada kerak yang berkembang ke arah baratdaya dari pusat pemekaran di Laut Sulawesi. Setelah awal tarikan pada Selat Makassar, permukaan horst dan graben pada fase awal Eosen tertutupi di atasnya oleh sedimen dari hasil proses penurunan cekungan selama Oligosen sampai Miosen. Pada Plio-Pleistosen di Selat Makassar terjadi perubahan dari tektonik tarikan menjadi kompresi.
Perkembangan antiklin toe-thrust terbentuk pada tingkat perkembangan yang bervariasi selama Miosen – Pliosen menjadikan hydrokarbon play pada laut-dalam purba. Keadaan tersebut berpengaruh terhadap pengendapan batuan reservoir dan batuan induk, sejarah penurunan cekungan dan tentunya
tipe pematangan batuan induk, jalur migrasi dan pada puncaknya adalah dihasilkannya banyak perangkap lapangan migas dari struktur toe-thrust.
Kata kunci: geotektonik, Selat Makassar Utara, Cekungan Kutai, laut-dalam, reservoir
The North Makassar Straits, located on the south-eastern margin of the Sundaland, between the islands of Kalimatan and Sulawesi, is an under-explored deepwater domain, adjacent to Kutai Basin which primarily coastal deltaic and shelfal deposits. Deepwater Kutei Basin, offshore East Kalimantan, has been explored with several significant hydrocarbon discoveries in Pliocene and Late Miocene sediments. The discoveries scattered in three blocks i.e., North Makassar Strait PSC, Rapak PSC and Ganal PSC controlled by compressional tectonics in W-NW and E-SE directions.
Geotectonical setting of the Makassar Straits commenced during the Eocene in response to a crustal extension that propagated south-westwards from the Celebes Sea spreading centre. After initial opening of the Makassar Straits, early-phase Eocene horst and graben terrains were overlain by basinal sag sediments during the subsequent Oligocene to Miocene era. During the Plio-Pleistocene, prior extensional settings in the Makassar Straits that became compressional.
The development of these toe-thrust anticlines has influenced the development of this Miocene-Pliocene palaeo-deep-water play in varying degree. This influence ranges from the deposition of reservoir, source, to subsidence history and thereby source rock maturity, migration routes and, ultimately, many of the field traps are generated by these toe-thrust structures.
Key words: geotectonic, North Makassar Strait, Kutai basin, deepwater, reservoi
JENIS DAN KANDUNGAN MINERAL DALAM SEDIMEN LEPAS PANTAI DI PERAIRAN KABUPATEN ACEH UTARA PROPINSI NANGROE ACEH DARUSALAM
Berdasarkan hasil analisis besar butir sebanyak 127 percontoh sedimen permukaan dasar laut di perairan Kabupaten Aceh Utara, didapatkan 5 jenis sedimen: pasir, pasir lanauan, lanau, lanau pasiran, dan pasir biogenik.
Analisis mikrokospis percontoh tersebut telah dilakukan untuk mengetahui jenis kandungan mineral yang terdapat di dalam sedimen. Hasil analisis mineral ini di daerah penelitian terdiri dari: kuarsa, magnetit, amfhibole, oksida besi, ilmenit, piroksen, zirkon, pirit, epidot, dan biotit
Di daerah telitian, kuarsa ditemukan pada 127 contoh yang dianalisis, dengan kandungan yang bervariasi dari 28,31% hingga 99%,. Kehadiran kuarsa, magnetit, ilmenit, amphibole dan piroksen, di daerah selidikan menunjukkan bahwa batuan asalnya diduga batuan granitan.
Kata kunci: kuarsa, Aceh Utara, analisis mineral, granit
Based on grain size analyses of, 127 samples taken from seafloor surficial sediment consist of five kind sediments. They are sand, silty sand, silt, sandy silt, and biogenic sand. Microscopically analyzed of these samples were carried out in order to descrif mineral compositio.
The results of mineral analysis are quartz, magnetite, amphibole, iron oxyde, ilmenite, pyroxene, zircon,pyrite, epidote, and biotite Quartz has been found in 127 samples with variation from 28,31% to 99%. The existense quartz, magnetite, amphibole, ilmenite, pyroxene minerals in study area show that the source of the sediment is probably granitio rocks.
Keywords: quartz, North Aceh, mineral analysis, grani