Jurnal Online Universitas Pertahanan (Indonesian Defense University)
Not a member yet
    491 research outputs found

    PENANGANGAN KONFLIK KOMUNAL MELALUI METODE KOMUNIKASI SOSIAL

    Get PDF
    Communal conflicts often occur in many areas in Indonesia. It disturbs and harms social security and harmony. In bigger escalation, it is a threat for national stability and coherence, as it may cause communal disintegration. Therefore, an active role of Indonesian Military Army (TNI) is needed to resolve conflict. The army’s role is in relation with its territorial command function, implemented in the method of Social Communication Territorial Command. This writing uses the Theory of Social Communication and The Lederach Theory of Conflict Transformation which divide conflict resolution in three levels of method and actor. By referring to Lederach, this writing proposes that the Social Communication Territorial Command will be effective in resolving conflict if it is focused in the optimalisation of the third level role as it is directly affecting wider society. To optimalizing their role, Babinsa, under the Command of Military should have knowledge of conflict resolution, and should possess good interpersonal and communication skills. In addition, there should be an adequate funding support to create social activities to enggange parties involved in conflict. Most importantly, the effort to resolve communal conflict should be done comprehensively by involving relevant parties and institution.  Keywords: Communal Conflict, Social Communication, Territorial Comman

    STRATEGI OPTIMALISASI PENGADAAN SARANA PERTAHANAN BAGI INDUSTRI PERTAHANAN INDONESIA

    Get PDF
    Pengadaan sarana pertahanan menjadi suatu kebutuhan dasar dalam membangun sistem pertahanan nasional. Namun biaya yang dibutuhkan untuk mengadakan sarana pertahanan amatlah mahal. Industri pertahanan nasional harus mampu mengambil manfaat dari program pengadaan sarana pertahanan di Kemhan. Perlu ada konsensus nasional yang berpihak kepada pengembangan kapasitas industri pertahanan nasional agar dapat memiliki kompetensi inti yang kompetitif di level regional dan global. Konsensus ini diwujudkan dalam optimalisasi kerjasama antar lembaga terkait langsung dengan pengadaan alutsista, khususnya Kementerian Pertahanan, TNI, dan pihak-pihak produsen di dalam negeri dalam rangka membangun sarana pertahanan berbasis industri pertahanan dalam negeri. Kata Kunci: strategi optimalisasi, pengadaan sarana pertahanan, industri pertahanan IndonesiaÂ

    PERAN DIPLOMASI PERTAHANAN DALAM MENGATASI TANTANGAN DI BIDANG PERTAHANAN

    Get PDF
    Terdapat berbagai tantangan yang masih muncul dalam bidang pertahanan Indonesia. Tantangan-tantangan tersebut mencakup masalah-masalah perbatasan dengan beberapa negara tetangga, permasalahan-permasalahan regional, khususnya tumpang tindih pengakuan terhadap wilayah-wilayah maritim, masalah-masalah global khususnya ancaman pembajakan di laut dan rivalitas di antara kekuatan-kekuatan besar. Untuk mengatasi masalah-masalah tersebut, diperlukan upaya diplomasi pertahanan secara layak. Indonesia telah menerapkan diplomasi pertahanan sebagai alat penyeimbang dari hard power. Namun, diplomasi pertahanan yang sesuai memerlukan kompetensi yang memadai dari orang-orang yang terlibat dalam diplomasi tersebut. Institusi Kementerian Pertahanan dan TNI perlu memperhatikan hal ini dalam mengembangkan personelnya agar memiliki kompetensi yang baik dalam menangani diplomasi pertahanan. Kata Kunci : diplomasi pertahanan, kompetensi, pertahanan, TNI, kerja sama internasiona

    QUO VADIS KEMANDIRIAN PERTAHANAN UDARA INDONESIA? ANTARA ILUSI DAN KENYATAAN

    Get PDF
    Kementerian Pertahanan RI memiliki tujuh program industri pertahanan nasional yaitu: jet tempur, kapal selam, medium battle tank, propelan, roket nasional, rudal nasional, dan radar nasional. Khusus untuk program jet tempur, Indonesia bekerja sama dengan Korea Selatan dalam membuat jet tempur generasi 4.5 dengan nama proyek KF-X/IF-X. Untuk tahap pengembangan KF-X/IF-X membutuhkan dana AS8milyar.IndonesiamenanggungAS 8 milyar. Indonesia menanggung AS 1,6milyar dengan mendapatkan satu pesawat purwarupa (saja). Namun Indonesia harus mengeluarkan dana lagi jika akan membeli hingga 50 IF-X. Artikel ini hendak mengkaji program KF-X/IF-X dari sisi geopolitik, teknologi penerbangan dan efisiensi anggaran. Kata Kunci: program jet tempur, KF-X/IF-X, geopolitik, teknologi penerbangan militer, efisiensi anggara

    Analisis Kegagalan Organization For Prohibited Of Chemical Weapon (Opcw) Sebagai Organisasi Perlucutan Senjata Pada Konflik Suriah

    Get PDF
    Abstrak – Tulisan ini menganalisis tentang kegagalan Organization for Prohibited of Chemical Weapon (OPCW) dalam menangani upaya perlucutan senjata kimia di Suriah. Penggunaan senjata kimia oleh pemerintah Suriah terhadap warga negaranya sendiri menjadi tantangan OPCW dalam menjalankan perannya untuk melarang penggunaan dan pengembangan senjata kimia di seluruh dunia. OPCW sendiri yang terbentuk pada tahun 1997 merupakan implementasi dari Chemical Weapon Convention (CWC) 1993. Permasalahan utama dari kajian ini yaitu faktor-faktor kegagalan OPCW dalam upaya pelarangan penggunaan dan pengembangan senjata kimia pada konflik Suriah. Hasil kajian menunjukkan upaya pelucutan senjata kimia di Suriah oleh OPCW dilakukan dengan mengirim dan menghancurkan senjata kimia milik pemerintahmengalami kegagalan. Meski OPCW telah mengklaim Suriah sudah terbebas dari senjata kimia namun ternyata masih ditemui penggunaan senjata kimia oleh kelompok terroris ISIS dan kelompok oposisi yang tidak diakui pemerintah. Kesimpulannya, peran OPCW menurut konsep perlucutan senjata dan organisasi inernasional masih belum sepenuhnya berhasil. OPCW hanya mampu mendeteksi penggunaan senjata kimia yang dilakukan oleh pemerintah Suriah. Organisasi ini tidak memiliki kewenangan dalam menangangi masalah penggunaan senjata kimia yang dilakukan oleh aktor non-state.Kata Kunci : senjata kimia, konflik Suriah, OPCW, pelucutan senjat

    DISEMBARKATION OPTIONS OF ILLEGAL MIGRANTS RESCUE AT SEA: INDONESIAN PERSPECTIVES

    Get PDF
    The issue of rescuing distress people at sea, is a very important issue for Indonesia, particularly because it is an archipelagic country situated between two oceans and two continents and it becomes a major route for migrants due to its various maritime straits and the ‘porous’ coastlines. These geographical factors have also exacerbated some of the problems, particularly of some undocumented migrants and refugees passing through Indonesia, either by land, sea, or by air. The flow of illegal migrants to or through Indonesia has increased in recent years, particularly from Afghanistan, Bangladesh, Myanmar, Iraq, Iran, Sri Lanka, and Pakistan, that require comprehensive solution, either domestically, bilaterally, or regionally. Keywords:disembarkation, illegal migrants, sea, Indonesi

    KAPASITAS TNI AD DALAM PENANGGULANGAN BENCANA ALAM STUDI KASUS: KAPASITAS KODIM 0505/JAKARTA TIMUR DALAM PENANGGULANGAN BENCANA BANJIR

    Get PDF
    This essay discusses the capacity of the army in response to natural disasters. The focus in this study is the readiness of Army personnel in carrying out duties on natural disaster emergency response phase. Personnel as one of the most important elements of the army capacity is playing the most important role in the achievement of the tasks. With a limited defense budget that is focused specifically in the task of MOOTW, capacity building of personnel is one way to increase the role of the TNI particularly the Army in carrying out the task of natural disaster. Keywords: capacity, training education, core competence, flood disaste

    MEMBANGUN KOMPONEN CADANGAN BERBASIS KEMAMPUAN BELA NEGARA SEBAGAI KEKUATAN PERTAHANAN INDONESIA MENGHADAPI ANCAMAN NIR-MILITER

    Get PDF
    Ancaman, Gangguan, Hambatan, dan Tantangan (AGHT) Indonesia di masa depan sangat bersifat nir-militer (non-konvensional). Paradigma pertahanan Indonesia jika hanya mengandalkan TNI sebagai kekuatan utama sudah seharusnya berubah. Berkurang secara drastisnya ancaman militer (konvensional) dari negara lain terhadap Indonesia, maupun ancaman sejenis di seluruh dunia, membuat kita harus berpikir ulang bagaimana rumusan yang paling tepat untuk strategi pertahanan Indonesia di era ancaman nir-militer seperti ini. Untuk itu, pembentukan komponen cadangan, yang sebelumnya sudah dilengkapi dengan kemampuan dan pengetahuan mumpuni tentang bela negara, perlu dipertimbangkan. Pertimbangannya adalah, pembentukan komponen cadangan ini dapat berguna sebagai elemen kekuatan pertahanan pendukung komponen utama, utamanya untuk menghadapi ancaman nir-militer. Penggunaan komponen cadangan tidak hanya dipersiapkan untuk perang, tetapi mempunyai fungsi utama membantu TNI menghadapi AGHT yang bersifat non-fisik (intangible). Tulisan ini akan membahas bagaimana komponen cadangan, sebagai bagian dari kekuatan pertahanan negara, menghadapi ancaman nir-militer di masa depan. Selain itu, tulisan ini juga melihat bahwa bela negara dapat menjadi bagian integral dalam upaya komponen cadangan mewujudkan hal tersebut.Kata Kunci : bela negara, komponen cadangan, ancaman nir-militer, dan pertahanan negar

    SINERGI DALAM MENGHADAPI ANCAMAN CYBER WARFARE

    Get PDF
    Di era globalisasi, hakekat ancaman tidak hanya berasal dari aspek militer dan fisik semata, melainkan juga datang dari ancaman nir militer dan non fisik, salah satunya adalah ancaman dunia maya. Saat ini, dunia telah memasuki era dunia maya, yang melahirkan kejahatan dunia maya dan sangat potensial menimbulkan ancaman perang dunia maya. Indonesia memerlukan tentara dunia maya untuk menghadapi ancaman perang dunia maya. Kementerian Pertahanan RI harus menjadi ujung tombak dalam proses menyusun kebijakan pertahanan dunia maya untuk menghadapi ancaman perang dunia maya. Sinergi antar pemangku kepentingan dan pihak-pihak terkait untuk menghadapi perang dunia maya adalah kunci sukses. Kata kunci : dunia maya, kejahatan dunia maya, tentara dunia maya, pertahanan dunia mayaÂ

    Government Strategy To Improve Public Acceptance Toward Nuclear Power Plant

    Get PDF
    This research to discuss the Government's strategy to increase public acceptance toward nuclear power development plan. The purpose of this research is to obtain recommendation for government’s strategy. It is design as descriptive qualitative one with design research. The results showed there are two strategies, namely; strategies of socialization through counseling and through online media. Based on the research, it is recommended that the government should establish a Coordination Board which is under the command of (under command) specifically in the case of nuclear power plants in Jepara.Keywords: Nuclear Power Plant; Community acceptance; The government's strategy

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online Universitas Pertahanan (Indonesian Defense University)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇