Universitas Hasanuddin: e-Journals
Not a member yet
10100 research outputs found
Sort by
An Analysis of Rhyme and Rhythm Shifts and Thematic Elements in the Qasidah Faidhotul Man Min Rohmati Wahhabil Manan by Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz A Study in ʿArūḍ and Qawāfī
This study aims to analyze the changes in rhyme and rhythm as well as the thematic content of the qaṣīdah Faidhotul Man Min Rohmati Wahhabil Manan composed by Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz, using the approach of ʿarūḍ (Arabic prosody) and qawāfī (rhyme theory). The qaṣīdah, as a form of classical Arabic poetry, features a distinctive metrical and rhyming structure that serves not only as an aesthetic element but also as a medium for conveying spiritual and religious messages. The research method employed is descriptive qualitative, using textual analysis techniques from Arabic literary studies. The analysis reveals that this qaṣīdah demonstrates variations in rhythm (wazn) and rhyme (qāfiyah) patterns while maintaining semantic coherence and the musical integrity of the poem. In terms of theme, the qaṣīdah contains praise for the Prophet Muhammad (peace be upon him), affirmation of divine mercy, and expressions of spiritual longing and submission to Allah
DUKUNGAN SOSIAL UNTUK KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS LANSIA SENTRA GAU MABAJI KABUPATEN GOWA
Latar Belakang: Peningkatan jumlah lansia di Indonesia berdampak pada meningkatnya masalah kesejahteraan psikologis, terutama akibat minimnya dukungan sosial yang diperoleh lansia di panti jompo. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji lebih dalam tentang peran dukungan sosial terhadap kesejahteraan psikologis pada lansia yang tinggal di Sentra Gau Mabaji Kabupaten Gowa. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain analisis tematik. Penelitian ini menggunakan metode wawancara mendalam (in-depth interview) terhadap sembilan informan, terdiri dari lima lansia sebagai informan utama, serta dua pengelola dan dua perawat sebagai informan pendukung. Data di analisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, dan disandingkan dengan pendekatan analisis tematik untuk menghasilkan pemahaman yang terstruktur dan mendalam. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa lansia menerima empat bentuk dukungan sosial, yaitu dukungan emosional dalam bentuk perhatian dan pendampingan, dukungan instrumental melalui pemenuhan kebutuhan dasar, dukungan informasional terkait kesehatan dan kegiatan sosial, dan dukungan penghargaan berupa pengakuan atas partisipasi lansia. Keempat bentuk dukungan ini memberikan dampak positif terhadap aspek emosional, psikologis, dan sosial dalam kesejahteraan lansia. Kesimpulan: Dukungan sosial berkontribusi besar terhadap peningkatan kesejahteraan psikologis lansia di panti jompo. Disarankan agar pengelola panti lebih mengoptimalkan program yang mendorong interaksi sosial, penghargaan individu, serta penyediaan informasi yang sesuai untuk lansia sebagai bentuk upaya promotif terhadap kesehatan mental
Gambaran Golongan Darah, Skrining Kadar Hemoglobin dan Infeksi Saluran Kemih Anak Usia Sekolah pada SDN 12 Biraeng Kabupaten Pangkajene Kepulauan
BACKGROUND: Permenkes has health efforts to ensure that school-aged children and adolescents receive health education through school and outside of school, so that every child can live a clean and healthy life, have healthy life skills, and good social skills so they can learn, grow and develop harmoniously and optimally to become qualified human resources. One of the school health efforts that can be done is screening for anemia, blood type, and urinary tract infection.
METHODS: This research is a descriptive observational study using a sample of 4th to 6th-grade students.
RESULTS: Of the 93 subjects, 37 (40%) were male and 56 (60%) were female. The mean age of the patients was 10.2 years with a standard deviation of 1.057 years and an age range of 9-12 years. A total of 36 (38%) children had blood type O, 26 (28%) had blood type B, 22 (24%) had blood type A, and 9 (10%) had blood type AB. Subjects who experienced anemia were 12 (13%) and those who experienced UTI were 9 (10%).
CONCLUSION: The blood type of students at SDN 12 Biraeng is dominated by blood type O and it was found that 13% of students had anemia and 10% of students had urinary tract infections
Deteksi Bahan Tambahan Makanan dan Obat melalui Pendekatan Nanosensor di BPOM Surabaya
Perkembangan nanoteknologi dalam bidang kesehatan memiliki manfaat yang sangat besar, seperti ditemukaannya material penghantaran obat yang efektif, termasuk juga dalam aplikasi deteksi dini berbagai penyakit, cemaran berbahaya dalam tubuh, maupun lingkungan. Selain itu, dalam upaya pengawasan makanan, nanoteknologi berperan dalam terciptanya alat pendeteksi dini bahan tambahan makanan, yang diketahui berbahaya apabila dikonsumsi oleh manusia secara berlebih, seperti adanya zat warna yang tidak diijinkan maupun kandungan tambahan makanan yang melebihi batas toleransi. Nanosensor berbasis screen printed electrode (SPE) merupakan salah satu teknologi yang dapat digunakan untuk mewujudkan terciptanya rangkaian alat pendeteksi yang cepat, sensitif, dan portable.
Pada kegiatan ini, nanoteknologi yang diterapkan pada pembuatan alat nanosensor diperkenalkan khususnya kepada analis yang ada di pusat pengawasan obat dan makanan serta dinas kesehatan, sehingga dapat meningkatkan pengetahuan tim badan pengawas obat dan makanan tentang manfaat nanoteknologi dalam pendeteksian bahan tambahan makanan. Kegiatan ini juga merupakan upaya untuk menjalin kerjasama berkelanjutan antara tim pengabdian masyarakat yang merupakan peneliti dalam bidang nanosensor dengan user di lapangan yang merupakan badan pengawas obat dan makanan, untuk mengembangkan teknologi nanosensor sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Kegiatan ini dilaksanakan di Badan Pengawas Obat dan Makanan Surabaya, Jawa Timur. Acara dihadiri oleh 57 apoteker dan analis di lingkungan pusat pengawasan obat dan makanan, dinas kesehatan, serta instansi swasta di Surabaya. Kegiatan ini diisi dengan edukasi tentang aplikasi nanoteknologi diberbagai bidang serta demo penggunaan alat nanosensor berbasis SPE untuk mendeteksi logam berat, antibiotic, dan pewarna makanan. Sebanyak lebih dari 57% peserta menyatakaan sangat puas dengan pelaksanaan kegiatan ini. Dari kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan dihasilkan artikel ilmiah dan publikasi pada media cetak/elektronik, serta video rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat, sesuai dengan indikator kinerja utama yang ditetapkan secara nasional
Strengthening village governance: A qualitative study of transparency, accountability, and participation in village fund management in Tappale Village, Libureng Subdistrict, Bone Regency
This research aims to analyze the implementation of transparency, accountability, and community participation in Village Fund management in Tappale Village, Libureng Subdistrict, Bone Regency. Employing an in-depth case study approach, this research explores the mechanisms, levels, and challenges in realizing good governance at the village level. Data were collected through semi-structured interviews with village government officials, members of the Village Consultative Body , community leaders, and general residents, as well as through observation and document analysis. The findings reveal that despite formal efforts to implement governance principles, the implementation still faces significant obstacles related to information accessibility, the effectiveness of accountability mechanisms, and the level of inclusive community participation. This study concludes that strengthening Village Fund governance requires an approach that goes beyond formal compliance, emphasizing community empowerment, capacity building of local actors, and the development of participatory and accountable mechanisms. These findings provide practical implications for village governments and recommendations for future research in the effort to achieve more effective Village Fund management and contribute to sustainable village development
Pelatihan Pembuatan Gohyong Ikan Lele sebagai Diversifikasi Pengolahan Ikan di Desa Mekarsari
Desa Mekarsari, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor, memiliki potensi besar dalam sektor perikanan khususnya ikan lele. Namun, pemanfaatannya masih terbatas yaitu diperjualbelikan dalam bentuk segar, digoreng dan sebagian diolah menjadi bakso. Melalui Program Peningkatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK Ormawa) dilakukan pelatihan teknologi diversifikasi pengolahan ikan lele menjadi "Gohyong Ikan Lele". Gohyong merupakan makanan tradisional khas Tiongkok terbuat dari daging dengan penambahan bumbu (lima jenis bumbu: kayu manis, cengkeh, adas manis, pala, dan merica) dan dibungkus dengan kulit tahu. Pelatihan diversifikasi pengolahan produk gohyong ikan lele dilaksanakan pada Hari Rabu, 24 Juli 2024 di Pondok Pesantren Daarul Huffadz melibatkan 19 peserta yang berasal dari Kelompok Wanita Tani (KWT), Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Pos Pelayanan Terpadu Kesehatan (Posyandu Kesehatan), dan masyarakat Desa Mekarsari. Kegiatan pelatihan meliputi penjelasan, demonstrasi dan praktik pembuatan produk gohyong. Peserta dibimbing instruktur berhasil melakukan diversifikasi olahan ikan lele menjadi gohyong sebagai produk olahan yang mempunyai nilai tambah. Evaluasi melalui pre- test dan post-test menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta terhadap materi pelatihan secara signifikan. Nilai terendah dan tertinggi pada pre-test masing-masing 4 dan 8, meningkat signifikan pada post-test yaitu 8 dan 10 (skala nilai 0-10). Program ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat, memperluas pasar produk olahan ikan, mendukung usaha perikanan lokal melalui produk diversifikasi bernilai tambah yang berkelanjutan
Integrasi Media Sosial dan Optimalisasi Alur dan Tata Letak Fasilitas Untuk Pengembangan Wisata Adat Mappadendang Desa Barabatu Pangkep
Indonesia, sebagai negara yang kaya akan keberagaman suku, ras, bahasa, budaya, dan agama, memiliki tradisi-tradisi unik yang merupakan identitas masing-masing daerah. Salah satu contohnya adalah tradisi Mappadendang yang berasal dari masyarakat Bugis di Sulawesi Selatan, yang berfungsi sebagai pesta syukuran panen dan mencerminkan nilai- nilai sosial serta spiritual. Dalam konteks modernisasi dan globalisasi, pelestarian budaya menjadi sangat penting untuk menjaga identitas bangsa. Artikel ini membahas pengembangan wisata adat Mappadendang di Desa Bara Batu, Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, dengan pendekatan yang memadukan media sosial dan perencanaan fasilitas berbasis analisis SWOT. Program kerja ini bertujuan untuk mengoptimalkan alur kegiatan dan tata letak fasilitas, sehingga pariwisata berbasis kearifan lokal dapat dilestarikan dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat. Diharapkan inisiatif ini tidak hanya melestarikan warisan budaya yang bernilai, tetapi juga mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga dan mengembangkan tradisi mereka, menjadikannya sebagai kebanggaan generasi mendatang
A EAFM (Ecosystem Approach to Fisheries Management) Social Domain Assessment at The Fishing Base of Lampu Satu Coast, Merauke
The social domain is one of the important domains in EAFM (Ecosystem Approach to Fisheries Management), which has the aim of ensuring the social welfare of fisheries communities such as high participation of stakeholders, minimal social conflicts in fisheries communities, and high utilisation of local knowledge in managing fisheries resources. This study aims to assess the status of stakeholder activeness, Fisheries Conflict Status and Existence Status and the effectiveness of local knowledge application in fisheries resource management based on EAFM social domain. This research was conducted at the fishing base of Merauke light beach one in 2024. The population in this study were fisheries communities and stakeholders in fisheries management. Sample withdrawal based on Roscoe as many as 34 respondents. Data analysis method using EAFM indicator domain assessment was analysed using multi criteria analysis (MCA) approach, which is an approach to convert qualitative data into quantitative. The results showed that stakeholder activeness was at poor criteria and given a red flag, Fisheries Conflict was at poor criteria and given a red flag, the existence and effectiveness of the application of local knowledge was at moderate criteria and given a yellow fla
and, of, the Morphometric Analysis and Proximate Composition of Mole Crabs (Hippidae) from the Tial Coastal Area as a Potential Source of Functional Food
Sea anthills (Hippidae) are a class of crustaceans that live in tidal zones, with sandy substrates and have the potential to be used as an alternative food source. This research was conducted in November 2023 on Tial beach. Specifically, Tial beach is located east of Ambon Island with fine to medium sandy substrates. This research aims to identify the morphological characteristics of Hippidae, as well as analyze their nutritional content. The data collection method used 5 quadrant transects measuring 2 x 2 m with a distance of 8 m in each quadrant. The results showed that there were Hippidae species found, namely Hippa marmorata with a total of 49 individuals/50m2 with a carapace length ranging from 0.8 cm - 4 cm and a body weight of 0.49 gr - 6.58 gr. Morphometric analysis showed a very strong level of relationship between Hippa marmorata and its growth pattern is positive allometric. The proximate content shows that Hippa marmorata contains protein and fat to support its use as a functional food. These data provide important insights into the morphometric aspects and nutritional value of Hippa marmorata. The results support the use of Hippa marmorata as a low-fat and ecologically potent seafood source.Sea anthills (Hippidae) are a class of crustaceans that live in tidal zones, with sandy substrates and have the potential to be used as an alternative food source. This research was conducted in November 2023 on Tial beach. Specifically, Tial beach is located east of Ambon Island with fine to medium sandy substrates. This research aims to identify the morphological characteristics of Hippidae, as well as analyze their nutritional content. The data collection method used 5 quadrant transects measuring 2 x 2 m with a distance of 8 m in each quadrant. The results showed that there were Hippidae species found, namely Hippa marmorata with a total of 49 individuals/50m2 with a carapace length ranging from 0.8 cm - 4 cm and a body weight of 0.49 gr - 6.58 gr. Morphometric analysis showed a very strong level of relationship between Hippa marmorata and its growth pattern is positive allometric. The proximate content shows that Hippa marmorata contains protein and fat to support its use as a functional food. These data provide important insights into the morphometric aspects and nutritional value of Hippa marmorata. The results support the use of Hippa marmorata as a low-fat and ecologically potent seafood source.
Keywords: Hippidae, Hippa marmorata morphometrics, proximate, functional food, Tial Beach
Lifestyle Activities That Contribute to The Risk of Stroke in Indonesia: Smoking, Consuming Fatty Foods and Soft Drinks
Stroke is the leading cause of death and disability in Indonesia, with a high prevalence reported in the Indonesian Health Survey (IHS) 2023. Smoking, consumption of fatty foods, and intake of soft drinks are major risk factors contributing to the increasing incidence of both ischemic and hemorrhagic stroke. This study aims to analyze the effects of smoking habits, fatty food consump-tion, and soft drink intake on stroke incidence in Indonesia using secondary data from IHS 2023. A quantitative design was applied, with chi-square test analysis performed using SPSS. The study population comprised all individuals recorded in the IHS 2023, which covered 38 provinces in Indonesia. Results showed that the age group 65–74 years had the highest incidence of stroke (35.4%), with a higher prevalence among men (8.8%) compared to women (7.9%). Education level and type of occupation were also associated with stroke prevalence. Statistical analysis demonstrated that smoking (p = 0.013), fatty food consumption (p = 0.003), and soft drink intake (p = 0.002) were significantly associated with stroke incidence. Among these, soft drink con-sumption was the strongest predictor (p = 0.001; OR = 3.717). In conclusion, smoking, fatty food consumption, and soft drink intake significantly affect stroke incidence in Indonesia, with soft drink consumption being the most influential factor