Universitas Hasanuddin: e-Journals
Not a member yet
10100 research outputs found
Sort by
BEYOND MYTH: EKOSISTEM BISNIS HIJAU DAN KOMUNIKASI LINGKUNGAN DALAM MEMBINGKAI KEMBALI SITUS MEGALITIKUM GUNUNG PADANG
Situs Gunung Padang di Cianjur, Jawa Barat, merupakan ruang warisan geologi dan budaya yang sarat akan narasi mitologis dan kontroversi ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana narasi-narasi tersebut direkontekstualisasi oleh pelaku usaha lokal dalam praktik kewirausahaan, serta peran komunikasi lingkungan dalam proses reframing situs dari ruang sakral menjadi ruang ekonomi yang berkelanjutan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif interpretatif dan studi kasus intrinsik, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis konten digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa narasi mitos Gunung Padang tidak hanya menjadi komoditas pariwisata, tetapi juga difungsikan sebagai media edukatif dan ajakan konservasi oleh sebagian pelaku usaha. Proses reframing narasi dilakukan secara komunikatif dan partisipatif, membentuk sense of place di kalangan pengunjung, serta mendorong tumbuhnya praktik green entrepreneurship. Namun demikian, masih ditemukan praktik eksploitatif dan kesenjangan peran akademisi dalam mendampingi pengelolaan situs. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan komunikasi lingkungan yang berbasis nilai lokal, keterlibatan masyarakat, dan etika ilmiah, guna menjadikan Gunung Padang sebagai model pengelolaan geoheritage yang lestari dan inklusif. Narasi warisan yang dikelola secara strategis dapat menjadi instrumen pelestarian sekaligus pemberdayaan ekonomi yang berkeadilan
STRATEGI MANAJEMEN KESAN HILLARY LASUT MELALUI AKUN INSTAGRAM @HILLARYLASUT PADA PENCALONAN DPR RI PEMILU 2019
Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis penggunaan taktik manajemen kesan yang dilakukan Hillary Lasut pada akun instagram @hillarylasut dalam memperoleh suara pemilih dan mendapatkan kursi di DPR RI pada Pemilu 2019. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitian ini menganalisis secara deskriptif konten-konten di instagram milik Hillary Lasut yaitu @hillarylasut yang diposting pada masa kampenye Pemilu 2019 yaitu periode tanggal 23 September 2018 hingga 13 April 2019. Penelitian ini mendeskripsikan tentang strategi manajemen kesan sesuai dengan konsep teori impression management dari Jones & Pittman, yakni ingratiation, intimidation, self promotion, exemplification, dan supplication. Hasil penelitian diketahui dari sebanyak 69 postingan yang diunggah bahwa pemakaian strategi ingratiation paling banyak digunakan, diikuti strategi self promotion, strategi exemplification, strategi supplication, dan tidak ada konten yang menggunakan strategi intimidation. Konten-konten media sosial instagram Hillary Lasut cukup efektif dalam membangun citra positif Hillary Lasut di masyarakat khususnya kaum muda Sulawesi Utara. Masyarakat yang melihat dan mengikuti Hillary Lasut di media sosial instagram akan terpengaruh dengan konten-konten Hillary Lasut sehingga nama yang muncul di benak masyarakat bahwa Hillary Lasut adalah calon anggota dewan yang dapat diandalkan untuk mewakili Sumatera Utara sebagai anggota DPR RI
FAMILY RESILIENCE IN THE CONVERGENCE OF DIGITAL CULTURE: A QUALITATIVE STUDY OF INTERGENERATIONAL COMMUNICATION
Pertumbuhan media sosial yang sangat pesat telah menempatkan konten viral sebagai elemen sentral dalam dinamika komunikasi keluarga lintas generasi. Perbedaan cara pandang dalam merespons tren digital kerap memicu ketegangan nilai, norma sosial, dan gaya komunikasi antargenerasi, yang pada gilirannya dapat memengaruhi stabilitas dan ketahanan struktur keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak konten viral terhadap pola komunikasi dan tingkat ketahanan dalam keluarga yang terdiri dari tiga generasi di Kota Makassar. Melalui pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan anggota keluarga yang hidup bersama dalam satu rumah tangga. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa tren digital memiliki potensi dualistik: menjadi sumber konflik atau justru mempererat hubungan antargenerasi, tergantung pada keterbukaan sikap dan kemampuan adaptif masing-masing anggota keluarga. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan literasi digital serta pengembangan pola komunikasi yang inklusif dan reflektif guna mempertahankan kohesi dan ketahanan keluarga dalam menghadapi tantangan budaya digital yang terus berkembang
Integrating Traditional Authority into Electoral Governance: Lessons from the Bida Emirate Experience, Nigeria
Traditional authority remains a central component of governance and policy mediation across Africa, where culturally grounded legitimacy often complements formal state institutions. This study examines how traditional institutions contribute to electoral governance through the case of the 2023 general elections in the Bida Emirate, Niger State, Nigeria. Guided by Hybrid Governance Theory and Institutional Pluralism, the research explores how indigenous authority structures interact with formal institutions to promote democratic legitimacy, peace, and civic participation. Using a descriptive survey design, data were collected from 299 respondents and analyzed through descriptive and inferential statistics, including the Chi-square test. The analysis reveals that traditional leaders in the Bida Emirate played significant roles in electoral peacebuilding through dialogue, community sensitization, and collaboration with security agencies. Findings highlight how traditional legitimacy complements formal electoral institutions by fostering trust, moral authority, and compliance with peaceful conduct during elections. The study contributes to the policy integration of traditional institutions by demonstrating that hybrid governance can enhance electoral credibility and conflict prevention in plural political environments. It recommends that electoral management bodies institutionalize structured consultations with traditional councils as part of election planning, voter education, and dispute resolution mechanisms. In doing so, African electoral systems can strengthen democratic legitimacy by embedding indigenous authority within the architecture of public administration and governance reform
Pemenuhan Hak Konstitusional atas Lingkungan Hidup yang Baik dan Sehat: Analisis Kritis Pengelolaan Sampah oleh Pemerintah Daerah
Permasalahan pengelolaan sampah menjadi tantangan serius di berbagai daerah, termasuk di Kota Tidore Kepulauan. Salah satu indikasinya adalah keterbatasan armada pengangkut sampah yang hanya melayani wilayah perkotaan, sementara desa-desa terabaikan. Penelitian ini adalah penelitian hukum empirik. Penelitian ini dilakukan di Kota Tidore Kepulauan, Provinsi Maluku Utara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemenuhan hak konstitusional masyarakat Kota Tidore Kepulauan atas lingkungan yang baik dan sehat belum terpenuhi secara memadai. Hal ini disebabkan oleh pencemaran sampah yang tersebar di berbagai lingkungan. Lemahnya kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah juga disebabkan oleh keterbatasan fasilitas, seperti tempat penampungan dan pengangkutan sampah. Akibatnya, masyarakat sering membuang sampah tidak sesuai dengan Standar Operasional Prosedur yang berlaku. Pemerintah telah melakukan upaya untuk mengatasi permasalahan sampah, termasuk melalui program Bank Sampah. Namun, implementasi program ini belum berjalan efektif karena keterbatasan fasilitas dan kurangnya penyadaran masyarakat. Selain itu, penerapan Peraturan Daerah tentang pengelolaan sampah belum dilakukan secara konsisten, sehingga target pengelolaan dan penanganan sampah yang direncanakan tidak berjalan optimal
EDUKASI PEMANFAATAN LACUDA LED PADA NELAYAN DI DESA OEMATA NUNU NUSA TENGGARA TIMUR
The vast potential of capture fisheries in East Nusa Tenggara is still being utilized with several simple and traditional tools. While these tools can assist fishermen in their fishing activities, they remain less effective and efficient. Therefore, it is necessary to introduce a modern fishing gear technology called Lacuda LED. Lacuda LED is a form of fishing technology that facilitates fishing activities by using LED lights, which are more energy-efficient. Providing knowledge about and promoting the use of this tool to the community is expected to enhance fishermen\u27s fish catches and indirectly support the blue economy, one of the Indonesian government\u27s policies. The Lacuda LED utilization program was conducted in Oemata Nunu Village using observation, interviews, and questionnaires with 19 respondents. The activity results were analyzed using statistical methods, specifically the Wilcoxon test. The outcomes of the socialization program showed a significant improvement. The Wilcoxon test results indicated an increase in fishermen\u27s understanding of the Lacuda LED technology from economic, health, and environmental perspectives, with a significant value of 0.001 (p < 0.05). The increase in activity outcomes was also evident from the average improvement rate of 213.56%. Although some fishermen still harbor doubts, they acknowledge that this technology greatly assists their fishing activities and is expected to further support their efforts in the future. --- Potensi perikanan tangkap yang begitu besar di Nusa Tenggara Timur masih dilakukan dengan menggunakan beberapa peralatan sederhana dan tradisional. Peralatan-peralatan tersebut masih dapat membantu kegiatan penangkapan ikan para nelayan, namun masih terasa kurang efektif dan efisien, sehingga perlu diperkenalkan salah satu bentuk teknologi alat penangkap ikan, yaitu Lacuda LED. Lacuda LED adalah salah satu bentuk teknologi penangkapan ikan yang dapat membantu kegiatan penangkapan. Alat ini bekerja dengan mengguanakan lampu LED yang memiliki efisiensi penggunaan daya listrik yang lebih hemat. Pemberian pengetahuan dan penggunaan alat ini kepada masyarakat diharapkan dapat membantu meningkatkan hasil tangkapan ikan para nelayan dan secara tidak langsung mendukung blue economy yang merupakan salah satu kebijakan pemerintah Indonesia. Kegiatan pendekatan pemanfaatan Lacuda LED dilakukan di Desa Oemata Nunu dengan metode observasi, wawancara, dan pemberian kuesioner kepada 19 responden. Hasil kegiatan dianalisis dengan uji statistik, yaitu uji Wilcoxon. Hasil kegiatan sosialisasi penggunaan Lacuda LED kepada para nelayan menunjukan adanya peningkatan. Hasil uji Wilcoxon menunjukan adanya peningkatan pemahaman para nelayan terhadap sosialisasi penggunaan Lacuda LED dari aspek ekonomi, kesehatan, dan lingkungan, dengan nilai signifikan 0,001 (p < 0,05). Peningkatan hasil kegiatan juga dapat dilihat dari nilai rata-rata para nelayan. Peningkatan dari kegiatan ini mencapai 213,56%. Peningkatan pemahaman dari aspek ekonomi dari 1,84 menjadi 4, aspek kesehatan dari 1,89 menjadi 4, dan aspek lingkungan dari 1,89 menjadi 4. Meskipun masih terdapat perasaan ragu dari para nelayan, para nelayan sangat terbantu akan adanya teknologi ini dan diharapkan akan bisa membantu kegiatan penangkapan ikan
SOSIALISASI PENTINGNYA GIZI IKAN KEPADA MASYARAKAT DESA LEGOK JAWA KECAMATAN CIMERAK KABUPATEN PANGANDARAN
The emergence of health problems related to stunting in Pangandaran Regency is closely linked to community knowledge of nutritional intake and income levels. This highlights the need to change people\u27s behavior in selecting foods with proper nutritional value. Therefore, socialization activities were conducted to emphasize the importance of fish nutrition for the people of Legok Jawa Village, Cimerak District, Pangandaran Regency. The target audience included elementary school-aged children and Posyandu mothers. The purpose of this activity was to provide the community with information on the importance of consuming fish, particularly in the form of processed fish snacks, as a healthy alternative for their children during their growth and development period. The service method involved participatory product creation and mentoring. Activities included socialization sessions and the preparation of snacks made from cassava flour, wheat, and fish. This project represents a contribution to the fulfillment of the tridharma of higher education, managed by the Pangandaran Fisheries Study Program under the Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Universitas Padjadjaran. The results showed positive outcomes, with an N-Gain value of 0.51, indicating moderate effectiveness. --- Munculnya masalah kesehatan terkait stunting di Kabupaten Pangandaran berhubungan erat dengan pengetahuan masayarakat terhadap asupan gizi dan tingkat pendapatan masyarakat. Hal ini mendorong perlunya penerapan perubahan perilaku masyarakat dalam memilih makanan yang mengandung nilai gizi. Sehingga dilakukan sosialisasi pentingnya gizi ikan kepada masyarakat Desa Legok Jawa Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran. Sasaran utama dari kegiatan ini adalah anak-anak usia Sekolah Dasar dan para ibu yang tergabung dalam Posyandu. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya konsumsi ikan melalui jajanan olahan ikan sebagai pilihan camilan sehat bagi anak-anak yang sedang dalam tahap tumbuh kembang. Metode pengabdian dilakukan dengan membuat produk partisipatif dan pendampingan. Kegiatan ini dilaksanakan melalui sosialisasi dan praktik pembuatan camilan dengan bahan dasar tepung singkong, tepung terigu, dan ikan. Inisiatif ini merupakan bagian dari pelaksanaan tridharma perguruan tinggi, yang diprakarsai oleh Program Studi Perikanan Pangandaran, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Padjadjaran. Hasil didapatkan indikator keberhasilan dengan nilai N-Gain 0,51 yang menunjukkan hasil efektivitas sedang dalam meningkatkan kebiasaan baru dalam upaya meningkatkan semangat gemar makan ikan yang bernutrisi tinggi
BINA SUASANA VIRTUAL KEHIDUPAN NORMAL BARU & ANTI HOAKS COVID-19 DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DAN SEKOLAH MENENGAH ATAS ISLAM TERPADU AR-RAHMAN KOTA BANJARBARU
One of the barriers in handling Covid-19 is the prevalence of various hoaxes circulating within the community. These hoaxes are detrimental to public welfare, causing the community to have inaccurate perceptions of how to protect themselves and prevent Covid-19. Students studying in boarding schools or Islamic boarding schools are high risk of infection the Covid-19. The daily interactions among students within the same environment significantly increase the likelihood of Covid-19 transmission. An effective and accurate approach is necessary to mitigate the transmission of Covid-19. One method is through community service with an Islamic public health perspective. This community service initiative adopts a strategy targeting individuals within Islamic environments. We integrate the concept of public health with the nuances of the Fourth Industrial Revolution, employing a virtual approach to minimize physical contact. This allows the community service team to connect with the target audience emotionally, creatively, and motivationally. By fostering awareness and understanding among junior and senior high school students at IT Ar-Rahman about the new normal and Covid-19 hoaxes, we aim to empower them as Agents of Change in preventing Covid-19. Additionally, IT Ar-Rahman’s junior and senior high schools can serve as exemplary models for implementing health protocols and preventing Covid-19 transmission. Creating this conducive atmosphere encourages students to produce creative works such as animations, calligraphy, and poetry focused on Covid-19 prevention. --- Salah satu kendala penanganan Covid-19 adalah adanya berbagai informasi hoaks yang beredar di kalangan masyarakat. Hoaks ini merugikan masyarakat. Selain itu, masyarakat dapat memiliki persepsi yang kurang tepat mengenai cara melindungi diri dan mencegah dari Covid-19 yang disebabkan adanya hoaks. Siswa/siswi yang belajar di sekolah asrama/pesantren berisiko tinggi dalam penularan Covid-19. Adanya interaksi antar siswi/siswa yang dilakukan sepanjang hari pada tempat yang sama dapat meningkatkan penularan Covid-19. Pendekatan yang akurat perlu diupayakan untuk menurunkan penularan Covid-19. Salah satunya adalah melalui pengabdian masyarakat dengan pendekatan kesehatan masyarakat yang Islami. Pengabdian masyarakat ini menggunakan pendekatan di mana sasaran kegiatannya adalah mereka yang berada dalam lingkungan Islami. Kami memadukan konsep kesehatan masyarakat dengan nuansa revolusi industri 4.0, menggunakan konsep virtual sehingga memungkinkan tim pengabdian masyarakat tak bersentuhan langsung secara fisik, tetapi dapat menyentuh sasaran kegiatan pada aspek rasa, cipta dan karsa. Pemahaman siswa-siswi SMP dan SMA IT Ar-Rahman tentang kehidupan normal baru, hoaks Covid-19 dapat meningkat dengan dilakukan bina suasana. Selain itu, siswa-siswi SMP dan SMA IT Ar-Rahman dapat menjadi Agent of Change cegah Covid-19. SMP dan SMA IT Ar-Rahman dapat menjadi pesantren (boarding school) percontohan dalam penerapan protokol kesehatan dan pencegahan Covid -19. Bina suasana ini mampu mendorong remaja menghasilkan karya animasi, kaligrafi dan puisi mengenai pencegahan Covid-19
Pengelompokan Daerah Produksi Tanaman Biofarmaka Menurut Jenis Tanaman dengan Metode K – Means Clustering
Biopharmaceutical plants or commonly called medicinal plants are plants in which one, several or all parts of these plants contain substances or active ingredients that are useful for body health, disease healing or cosmetic ingredients. Based on data from the Central Bureau of Statistics (BPS), the production of biopharmaceutical plants varies in each region. So that in an effort to equalize the results of biopharmaceutical production in Indonesia, it is necessary to group areas that have the potential to produce biopharmaceutical plants to find out which areas produce in large or small quantities. In this research, a method is needed to facilitate the grouping of biopharmaceutical producing regions, one of which is the clustering analysis method. . One of the methods that can be used in cluster analysis is the k-means clustering algorithm. The results of this study indicate that there are 5 provinces that are included in cluster 1 (C1) with the category of low biopharmaceutical production in 2021. Meanwhile, 29 other provinces are included in the cluster. 2 (C2) with the category of high biopharmaceutical production areas in 2021
Dinamika Konflik dan Resolusi dalam Pemilihan Kepala Desa: Studi Kasus Di Desa Maradekaya
Chief of Village Election is an essential local democratic agenda in the transition of village-level leadership, but it often becomes a source of significant social conflict. This study explores the Pilkades conflict in Maradekaya Village, Gowa Regency, in 2016 using a descriptive qualitative approach. The conflict was triggered by personal competition between candidates, the low socio-economic conditions of the community, and the inability of the election committee to maintain firmness and neutrality in the election process. The three candidates—who had strong support bases and different political backgrounds—formed dynamic alliances and feuds, creating political tensions that culminated in acts of mass violence. This tension was exacerbated by the social conditions of the community, dominated by residents with low levels of education and a strong paternalistic culture, which made them vulnerable to pragmatic politics based on money and social pressure. This study uses Burton\u27s Conflict Resolution Theory and maps the conflict resolution approach into two main mechanisms, namely negotiation and mediation. Negotiations between candidates resulted in a decision to re-elect as an effort to avoid further escalation of the conflict. However, the implementation of mediation by the election committee was unsuccessful due to a lack of legitimacy and firmness. In contrast, mediation conducted by the Bajeng Sub-district Head showed more effective results with an evaluative approach that emphasized decision-making based on majority vote and consensus. The results of the study indicate that the Maradekaya Pilkades conflict reflects the complexity of local politics involving structural, cultural, and personal dimensions. Effective conflict resolution requires strengthening the capacity of local institutions, increasing political education of the community, and implementing a consensus-based mediation strategy involving figures who have authority and public trust. This study emphasizes the importance of the role of professional and neutral mediation in preventing social fragmentation that can disrupt the stability of democracy at the village level.Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) merupakan agenda pergantian dan persaingan kepemimpinan yang rentan memicu konflik. Konflik Pemilihan Kepala Desa di Desa Maradekaya tahun 2016 merupakan fenomena unik baik dalam konflik maupun penanganannya. Penelitian ini mencoba mengungkapkan tata kelola konflik pada konflik Pemilihan Kepala Desa Maradekaya tahun 2016. Konflik merupakan perebutan status, sumber daya yang terbatas, dengan pilihan value, yaitu menang atau kalah. Dalam penanganan konflik, dibutuhkan suatu tata kelola, agar konflik dapat dikontrol, dilokalisir, atau dihentikan. Untuk menganalisis resolusi konfliknya, peneliti menggunakan resolusi konflik James W Burton. Resolusi konflik, menurut Burton, berarti membangun suatu tata kelola konflik dengan menggunakan sumber daya, dan strategi, yang dilakukan berkelanjutan dengan tujuan penyelesaian konflik. Strategi yang digunakan dalam penelitian ini adalah negosiasi dan mediasi. Negosiasi merupakan pertemuan tatap muka yang dilakukan oleh dua pihak atau lebih yang bertikai untuk menemukan kesepakatan, sedangkan mediasi adalah suatu upaya pertemuan sukarela pihak-pihak yang bertikai melalui bantuan orang tertentu yang dipandang netral, untuk mengisolasi masalah, mengembangkan pilihan, menawarkan alternatif, sampai menemukan penyelesaian konsensual yang diterima semua pihak.
Penelitan ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Melalui metode tersebut, peneliti menemukan bahwa konflik PILKADES Maradekaya tahun 2016 dipicu oleh tiga faktor utama, yaitu konflik pribadi ketiga calon Kepala Desa, rendahnya pendidikan dan tingginya kemiskinan serta tradisi feodalisme masyarakat Maradekaya, dan ketidak-tegasan pihak Panitia Pemilihan. Selain itu, peneliti juga menemukan resolusi konflik dilakukan baik melalui negosiasi yang menghasilkan keputusan bersama yaitu melaksanakan Pemilihan Suara Ulang, maupun mediasi oleh Camat Bajeng yang menghasilkan suasana yang khidmat dalam menghasilkan kesepakatan bagi tiga calon Kepala Desa Maradekaya