Jurnal Universitas Siliwangi
Not a member yet
2884 research outputs found
Sort by
Analisis Kemampuan Representasi Matematis dalam Menyelesaikan Soal Kontekstual dengan Memperhatikan Tingkat Kemandirian Belajar
This study aims to evaluate and analyze the students' mathematical representation abilities in handling contextual problems with varying levels of learning autonomy, including high, medium, and low. The study is qualitative in nature and uses a descriptive method. Data collection techniques involved questionnaires, tests, and interviews. The test instrument consisted of one validated question on mathematical representation abilities by two Mathematics Education Lecturers. Data collection was done using a purposive technique, and the research subjects consisted of three 9th-grade students from SMP Negeri 9 Tasikmalaya who best met the indicators of mathematical representation abilities in handling contextual problems in each category of learning autonomy. The study's findings show that (1) students with high learning autonomy were able to solve contextual problems and meet all indicators of mathematical representation abilities, including visual representation, mathematical equations or expressions, and written words or texts. (2) Students with medium learning autonomy successfully solved contextual problems and met all indicators of mathematical representation abilities, with varying visual representations. (3) Students with low learning autonomy only met the indicators of visual representation and written words or texts, while they were unable to solve contextual problems entirely
Komparasi Model Problem Based Learning Dan Discovery Learning Tipe Round Robin Dalam Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Pada Materi Trigonometri
This research aims to find out whether the Problem-Based Learning model is superior to the round-robin Discovery Learning model in optimizing students' mathematical problem-solving abilities. The experiment involved 36 students in Experiment Class 1 and another 36 students in Experiment Class 2. Data was collected through a math problem-solving test with a focus on the topic of trigonometry. The findings show that the Problem-Based Learning model provides better results compared to the round-robin Discovery Learning model, as evidenced by the significance value of 0.017 which is below the threshold of 0.005.Keywords: Problem-Based Learning Model, Round Robin Type Discovery Learning Model, Mathematical Problem Solving Ability, trigonometr
Efektivitas Game Education Wordwall dengan Menggunakan Model Brain Based Learning Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Peserta Didik
This study aims to determine the effectiveness of game education wordwall by using models’ brain- based learning on students' mathematical problem-solving abilities. The method used in this study is the experimental method with the design use done group pretest-posttest design. The sample used in this study was class VII-B students at SMP Negeri 1 Cibalong consisting of 28 students. Sampling was done by technique purposive sampling. The instrument used is a description test of mathematical problem-solving abilities in the material for arithmetic operations on integers and fractions. The data analysis technique used is descriptive statistics and inferential statistics by analyzing and measuring students' mathematical problem-solving abilities using SPSS version 25. The hypothesis test used is a non-parametric statistical test wilcoxon signed rank test with a significant level of 5%. Based on the results of data analysis, it can be concluded that game education wordwall by using models’ brain-based learning effective for improving students' mathematical problem-solving abilities
Algebraic Thinking Peserta Didik Dalam Memecahkan Masalah Matematika
This study aims to determine students' algebraic thinking in solving mathematical problems based on Kriegler indicators and the location of students' errors in solving algebraic thinking problems. The method used in this research is descriptive method. The research subjects were students of class VIII at SMPN 1 Cisayong. Data collection techniques in this study used algebraic thinking tests and interviews. Subject selection was done based on snowball and purposive. Based on the results of the study, it was found that the students' algebraic thinking in solving mathematical problems was only able to fulfill several indicators of algebraic thinking. In the indicator of carrying out a calculation strategy based on the concept, students carry out a series of activities to solve problems based on the concepts they already have. In the indicators of making estimates, students make arithmetic estimates. In indicators revealing generalizations of patterns and rules in the context of the real world, students can express their way of thinking to generalize patterns in the context of the real world by determining the nth term (Un). In indicators of manipulating numbers and symbols using algebraic rules, students can operate algebra, know the meaning of '=', and manipulate symbols so that the value of a variable is obtained. In the generalization indicators of patterns and rules in the real world context, students take an arithmetic contextual approach so that they can help understand patterns in problems, and use arithmetic sequence formulas. While the indicators represent mathematical ideas using equations, students are able to convert problems into mathematical language and form an equation. Student’s error in solving algebraic thinking problems include conceptual errors, errors in using data and technical errors
Pemberdayaan Masyarakat dalam Pencegahan Air Borne Desease
Penyakit berbasis lingkungan salah satunya dikenal dengan air borne desease masih menjadi kasus tertinggi pada bayi dan balita yang perlu diwaspadai. Beberapa faktor resiko antara lain kondisi kesehatan rumah dan faktor perilaku anggota keluarga seperti merokok dan kebiasaan membuka jendela. indikator keberhasilan kegiatan adalah faktor tahu, mau dan mampu. mengukur Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam upaya pencegahan kejadian air borne desease, meningkatkan kemauan masyarakat untuk praktek rutin membuka jendela dan kemampuan masyarakat untuk melaksanakan perilaku sehat secara berkesinambungan. Kegiatan yang dilakukan berupa edukasi pencegahan air borne desease, simulasi pengukuran luas ventilasi. Hasil kegiatan menunjukkan rata-rata skor pre test pengetahuan sebesar 60,61 dan skor post test sebesar 85,79. Faktor kemauan ditunjukkan dengan 85 % masyarakat yang hadir mengikuti kegiatan sampai selesai. Kemampuan mengukur luas ventilasi juga menujukkan hasil yang baik dari yang sebelumnya tidak mampu. Analisis data dengan uji paired t test menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan skor pengetahuan antara sebelum dan sesudah kegiatan dilakukan. Saran disampaikan kepada masyarakat untuk meningkatkan kesehatan rumah dengan mengupayakan sanitasi dan perbaikan pada perilaku sehat dengan rajin membuka jendela dan tidak merokok di dalam rumah
Pelatihan dan Sosialisasi Literasi Dana Zakat Infaq Shadaqah Serta Pengelolaan Lembaga Zakat Kepada Jamaah Pengajian Al Imaroh Dan Yayasan Al Fathonah
Kebiasaan masyarakat membayar zakat secara langsung semestinya dialihkan melalui Lembaga zakat, agar bisa menghindarkan dari ketergantungan penerima zakat. Pola penyaluran yang bersifat langsung dan individual, zakat hanya berperan sebagai sumbangan yang bersifat karitatif, pasif, tentatif atau tidak rutin dan penggunaan dananya terbatas untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek. Tetapi kalau dikelola oleh lembaga zakat, maka akan terjamin kepastian dan kedisiplinan membayar zakat dan menjaga perasaan rendah diri para mustahiq. Untuk memberdayakan dana zakat secara optimal, maka diperlukan sebuah lembaga pengelola zakat yang profesional, dan amanah. Sehingga menumbuhkan rasa kepercayaan masyarakat. Namun demikian, bahwa salah satu masalah ketidaktercapaian pengumpulan antara harapan potensi dana ZIS dengan realitas yang terjadi di kota Tasikmalaya adalah, kurangnya sosialisasi, jauhnya akses penyetoran dana ZIS ke Lembaga zakat, penyaluran secara langsung ke mustahik dan ada pula yang masih belum bisa membedakan antara zakat, infaq dan shadaqah. Hal ini pun terjadi di Arjasari Kecamatan Leuwisari Tasikmalaya. Maka solusinya pihak Yayasan Pesantren al Fathonah melakukan kerja sama dalam peningkatan pemahaman para jamaah dengan perguruan tinggi. Kegiatan telah dilaksanakan, adapun materi yang diberikan ialah tentang distribusi harta dalam Islam, perbedaan ZIS, zakat maal dan penghitungannya, lembaga pengelola zakat, dan manajemen ZIS. Secara keseluruhan kegiatan berjalan dengan baik. Untuk kedepannya diperlukan pendampingan kepada peserta kegiatan ini dalam hal bahwa pengeloaan zakat khusus bagi pengurus yayasan.
Kata kunci : Manajemen ZIS, Pemberdayaan Zakat, Ekonomi Islam
Profil Kecemasan Matematis Siswa SMP Ditinjau dari Gender
Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan profil kecemasan matematis ditinjau dari gender. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bersifat kualitatif. Tempat penelitian ini yaitu SMP Negeri 3 Salawu. Subjek penelitan ini adalah siswa kelas 7, 8, dan 9 SMP Negeri 3 Salawu yang terpilih melalui teknik cluster random sampling. Instrumen pada penelitian ini menggunakan kuesioner kecemasan matematis, kuesioner terbuka, dan wawancara. Analisis data yang digunakan adalah penyajian data, reduksi data, dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan secara umum kecemasan matematika mahasiswa teridentifikasi pada kategori cenderung tidak merasa cemas. Terdapat 47 siswa memiliki kategori cenderung merasa cemas dengan persentase sebesar 35% dan 86 siswa memiliki kategori cenderung tidak merasa cemas dengan persentase sebesar 65%. Kecemasan matematis siswa teridentifikasi pada level paling tinggi pada indikator cognitive, sedangkan pada indikator mathematics knowledge teridentifikasi pada level paling rendah. Lebih lanjut, profil kecemasan matematis kelas 7 pada siswa laki-laki maupun siswa perempuan yaitu cenderung tidak merasa cemas terhadap matematika. Profil kecemasan matematis kelas 8 pada siswa laki-laki maupun siswa perempuan yaitu cenderung merasa cemas terhadap matematika. Profil kecemasan matematis kelas 9 pada siswa laki-laki yaitu cenderung merasa cemas terhadap matematika sedangkan siswa perempuan cenderung tidak merasa cemas terhadap matematika
Analisis Kebutuhan Pengembangan Media Interaktif Doratoon Pada Pembelajaran Matematika Kelas X MA Al-Masyhur Kota Pasuruan
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pengembangan media pembelajaran yang mendukung pembelajaran matematika dengan menggunakan media interaktif Doratoon di kelas X SMA Al-Masyhur Kota Pasuruan. Subyek penelitian terdiri dari 11 peserta didik kelas X tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif yang mengikuti pendekatan model Miles and Huberman. Temuan dari penelitian ini mencakup beberapa hal: (1) kompleksitas matematika sebagai subjek yang seringkali sulit dipahami karena sifatnya yang abstrak, (2) kebutuhan peserta didik akan media pembelajaran yang dikembangkan secara khusus agar lebih menarik dan inovatif dalam konteks pembelajaran matematika, dan (3) penggunaan media interaktif berbasis Doratoon sebagai solusi yang potensial untuk pengembangan media pembelajaran matematika di kelas X MA Al-Masyhur Kota Pasuruan. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa pengembangan media interaktif berbasis Doratoon sangat diperlukan dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi matematika selama proses pembelajaran di kela
HUBUNGAN FAKTOR LINGKUNGAN RUMAH DENGAN KEJADIAN TUBERKULOSIS PARU PADA USIA PRODUKTIF DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS CIGEUREUNG KOTA TASIKMALAYA
Game Fisika Fluidy untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa pada Materi Fluida Statis
Kurangnya minat siswa dalam pembelajaran fisika di sekolah akibat pembelajaran yang jarang menggunakan media pembelajaran dan cenderung monoton menjadi latar belakang dilakukannya penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah membuat media pembelajaran yang layak, melihat respon siswa terhadap media pembelajaran yang dibuat dan mengetahui pengaruh dari media yang dikembangkan terhadap minat belajar fisika siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (RD) dengan model pengembangan 4D yang terdiri dari beberapa tahapan yaitu Define, Design, Develop dan Disseminate. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk media pembelajaran Fluidy memperoleh persentase sebesar 92% dalam kategori "sangat layak" berdasarkan validasi ahli materi dan media, lalu persentase sebesar 88% dalam kategori "sangat layak" berdasarkan hasil angket respons peserta didik. Selain itu, berdasarkan nilai standar gain sebesar 0,39 dengan kategori "sedang" membuktikan bahwa media pembelajaran Fluidy dapat meningkatkan minat siswa dalam pelajaran fisika. Dari hasil ini, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran Fluidy layak dan dapat digunakan untuk meningkatkan minat siswa dalam belajar fisika