Jurnal Universitas Siliwangi
Not a member yet
2884 research outputs found
Sort by
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA DI CIKALANG GIRANG
Permasalahan sampah merupakan salah satu tantangan yang ada di lingkungan Cikalang Girang, Kelurahan Kahuripan yang disebabkan oleh kebiasaan masyarakat dalam membuang sampah sembarangan dan tidak dikelola terlebih dahulu. Kurangnya kesadaran atau pemahaman masyarakat, rendahnya efektivitas sistem pengumpulan, dan pengolahan sampah yang tidak optimal menjadi penyebab utama timbulnya dampak negatif terhadap lingkungan. Oleh sebab itu, diperlukan sebuah solusi untuk mendukung pengelolaan sampah yang lebih efisien dan berkelanjutan dalam rangka meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat. Artikel ini akan membahas mengenai persepsi masyarakat terhadap program pengelolaan sampah rumah tangga menjadi produk Eco Enzyme dan Pupuk Organik Cair (POC). Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan mengenai pendapat masyarakat sasaran dalam upaya menangani permasalahan sampah, mengevaluasi program yang dilaksanakan dengan mempertimbangkan metode penyuluhan, serta minat dan potensi masyarakat. Melalui metode penelitian kualitatif dengan kajian fenomenologi, artikel ini akan menjabarkan pemahaman dan pandangan dari pengalaman yang dirasakan langsung oleh subjek penelitian setelah program dilaksanakan dengan cara melakukan wawancara dan observasi. Hasil penelitan ini menunjukkan bahwa masyarakat memberikan umpan balik yang baik terhadap pelaksanaan program yang dilaksanakan. Impelementasi dari program yang dilaksanakan terbukti meningkatkan pemahaman masyarakat dalam proses pengumpulan dan pemilahan sampah yang lebih efisien, serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah secara bijak. Selain itu, kolaborasi antara masyarakat dan pengelola sampah menjadi lebih terorganisir, sehingga jumlah sampah yang dihasilkan oleh rumah tangga tidak semuanya dibuang langsung tetapi dipilah berdasarkan jenisnya terlebih dahulu. Dengan demikian, penelitian ini dapat menjadi sumber pengetahuan untuk menunjukan persepsi masyarakat terhadap sebuah program dan mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi partisipasi masyarakat
Kemampuan Motorik Kasar Pada Anak Usia Dini di Taman Kanak-Kanak Quratta Ayun Hidayatullah Palu
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan motorik kasar pada anak usia dini di Taman Kanak-Kanak Qurrata Ayun Hidayatullah Palu. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode survei, teknik tes dan pengukuran. Populasi pada penelitian ini sebanyak 20 siswa laki-laki dan jumlah sampel pada penelitian ini yaitu 20 siswa laki-laki. Instrumen yang digunakan terdiri dari tes lari 20 meter (untuk mengukur kecepatan), tes lompat jauh tanpa awalan (untuk mengukur kekuatan otot tungkai), tes berdiri dengan satu kaki (untuk keseimbangan), serta tes lempar tangkap bola (untuk mengukur kekuatan otot lengan dan koordinasi mata). Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan T-score, kemudian diklasifikasikan dalam kategori kemampuan motorik kasar berdasarkan standar deviasi. Berdasarkan hasil klasifikasikan data hasil tes kemampuan motorik kasar pada anak usia dini di Taman Kanak-Kanak Qurrata Ayun Hidayatullah Palu sebagai berikut. Hanya terdapat 1 siswa atau 5% yang mendapatkan kategori Sangat Baik, 5 siswa atau 25% yang mendapatkan kategori Baik, 7 siswa atau 35% yang mendapatkan kategori Sedang, 6 siswa atau 30% yang mendapatkan kategori Kurang dan 1 siswa atau 5% yang mendapatkan kategori Sangat. Maka dapat disimpulkan bahwa kemampuan motorik kasar pada anak usia dini di taman kanak-kanak Qurrata Ayun Hidayatullah Palu berada pada kategori Sedang
Pengembangan strategi mengarahkan servis untuk mendapatkan poin dan meminimalisir variasi serangan lawan dalam bola voli
Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan ide awal strategi mengarahkan servis untuk mendapatkan poinn dan meminimalisir variasi serangan lawan pada olahraga bola voli. Metode penelitian adalah 3D Partisipan adalah dokumen berupa artikel dan 5 ahli materi 4 pelatih bersetifikasi nasional dan 1 akademisi bergelar doctor spesialisasi bola voli. Teknik analisis data menggunakan rumus validitas isi aiken. Tahapan penelitian meliputi (1) define, mendefinisikan dan analisis kebutuhan untuk mengembangkan produk strategi mengarahkan servis utntuk mendapatkan poin dan meminimalisir variasi serangan lawan, (2) melakukan analisis berupa artikel dan analisis video untuk mengembangkan produk strategi mengarahkan servis, bersamaan dengan menyusun kuesioner skala likert 1-5, (3) develop, menilaikan produk strategi mengarahkan servis dengan teknik delphi sampai terjadinya konsensus dari 5 ahli. Hasil penelitian dengan pertanyaan indikator prinsip deception, surprise, rotasi, ekonimis, keamanan, kesesuaian usia, variatif mendapatkan nilai aiken 0,85-0,95. Kesimpulan, bahwa produk mengarahkan servis untuk mendapatkan point dan meminimalisir variasi serangan lawan pada olahraga bola voli memiliki tingkat validitas isi yang baik, oleh karena itu produk strategi mengarahkan servis untuk mendapatkan point dan meminimalisir serangan lawan dapat sebagai rekomendasi bagi para pelatih bola voli untuk menerapkan produk yang penulis kembangkan
Validity and Reliability of Sports Motor Competency Assessment for High School Students in an Educational Context
Motor competency is a foundational component of adolescent physical development, influencing both health outcomes and long-term activity participation. However, evidence on the reliability of comprehensive motor skill assessments in Indonesian high schools remains limited. This study aimed to evaluate the test–retest reliability of a six-item sports motor competency battery in Indonesian high school students. Sixty adolescents (aged 15–17) from Perbaungan, North Sumatra, completed standardized assessments including sprint, vertical jump, agility, push-up, sit-and-reach, and medicine ball throw tests. A one-week interval separated repeated trials, and Intraclass Correlation Coefficients (ICC), Standard Error of Measurement, and Bland–Altman analyses were employed. Results demonstrated excellent reliability across all measures (ICC = 0.89–0.97) with minimal measurement error and no gender differences. Small but non-significant learning effects were observed in vertical jump and push-up performance. These findings confirm that the battery provides consistent, dependable metrics suitable for physical education monitoring, talent identification, and longitudinal adolescent motor competency research
Pengaruh Latihan Drill Menggunakan Media Sasaran Kardus dan Latihan Imagery Terhadap Akurasi Smash Pada Ekstrakurikuler Bulutangkis
AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk menentukan bagaimana latihan drill dengan target kardus dan latihan imajinasi mempengaruhi akurasi smash pemain bulu tangkis rekreasi. Dua puluh lima siswa dari SMA Negeri 1 Garut berpartisipasi dalam eksperimen menggunakan desain pretest-posttest satu kelompok. Dua belas sesi digunakan untuk memberikan terapi. Skor rata-rata meningkat dari 21,84 pada pretest menjadi 27,32 pada posttest, menurut data. Terdapat perbedaan yang signifikan sebelum dan setelah terapi, sebagaimana ditunjukkan oleh nilai t yang dihitung sebesar 19,740 dalam hasil uji t, yang lebih tinggi dari nilai t kritis sebesar 2,165 dengan tingkat signifikansi 0,000 0,05. Kesimpulannya, akurasi smash siswa dapat ditingkatkan dengan menggabungkan latihan visual dengan aktivitas latihan. Melalui integrasi yang komprehensif antara komponen mental dan fisik, metode ini telah menunjukkan kemampuan untuk mengembangkan kemampuan teknis. Kata Kunci: Drill, Media Sasaran Kardus, Imagery, Akurasi Smash, BulutangkisAbstrakThe purpose of this research is to ascertain how drill workouts with cardboard targets and imagery training affect recreational badminton players' smash accuracy. Twenty-five students from SMA Negeri 1 Garut participated in an experiment using a one-group pretest-posttest design. Twelve sessions were used to provide the therapy. The average score increased from 21.84 on the pretest to 27.32 on the posttest, according to the data. There was a significant difference before and after the therapy, as shown by the computed t-value of 19.740 in the t-test findings, which was higher than the crucial t-value of 2.165 with a significance level of 0.000 0.05. In conclusion, students' smash accuracy may be improved by combining visual training with drill activities. Through a thorough integration of mental and physical components, this method has shown the ability to build technical abilities.Keywords: Drills, Cardboard Target Media, Imagery, Smash Accuracy, Badminto
What Do We Know About Ise Literature? A Bibliometric Review
Purpose/Objective Study: This study aims to analyze publication trends on Islamic Social Enterprise (ISE) using bibliometric analysis.Design/Methodology/Approach: The method used is a literature review with a bibliometric analysis approach using R Studio software. In this study, there are six subthemes discussed, namely trends in the number of publications, number of citations, countries, journal publications, research collaborations, researcher affiliations, and future research topics.Findings: The analysis showed that an average of 4.73% of papers were published annually; the number of citations from 1979-2004 was only about 0.2%, while from 2005-2023 it reached 2%. Malaysia and Indonesia are the countries that conduct the most research on ISE. ISE journal publications are dominated by several international journals, and research collaborations and researcher affiliations are dominated by universities from both countries. Future ISE research topics are still limited, with potential keywords such as Social Enterprise, Islamic Social Enterprise, and Small and Medium Enterprises.Type Paper: Article review
Islamic Microfinance Innovation: BMT Strategies for Enhancing Financial Inclusion and Economic Empowerment
Baitul Mal wa Tamwil (BMT), as an Islamic microfinance institution, plays a pivotal role in providing fair and inclusive financial access to micro, small, and medium enterprises (MSMEs) in Indonesia. This study aims to comprehensively analyze the functions, product variations, and socio-economic roles of BMT, while also identifying the opportunities and challenges for BMT development in the modern era. Employing a qualitative descriptive approach through literature review, this research examines various sources related to Islamic microfinance and BMT. The analysis reveals that BMT not only serves as a provider of Sharia-compliant financing and manager of religious social funds, but also acts as an agent of community economic empowerment. In the digital era, BMT has significant opportunities to expand its services through product innovation and technology integration; however, it also faces challenges such as limited human resources, the need for stronger governance, and adaptation to evolving regulations and technologies. These findings highlight the importance of enhancing institutional capacity, strengthening Sharia financial literacy, and fostering collaboration with various stakeholders to optimize BMT’s role in supporting community economic empowerment and advancing sustainable Islamic financial inclusion
Development of Virtual Reality (VR)-Based “Jelajah Geometri” Animation Media to Improve Critical Thinking Skills of Grade IV Elementary School Students
This research aims to understand the development process of the "Jelajah Geometri" animation media based on virtual reality (VR) to enhance critical thinking skills in fourth-grade elementary school students, as well as to determine the students' responses after using the "Jelajah Geometri" animation media based on virtual reality (VR) to improve critical thinking skills in fourth-grade elementary school students on the topic of composition and decomposition of flat shapes. This research was conducted at SDN Penggung I, involving 20 fourth-grade students as respondents. The method used in this research is Research and Development (RD) based on the ADDIE development model, which consists of five main stages: 1) Analysis, 2) Design, 3) Development, 4) implementation, and 5) Evaluation. Based on the validation results from the expert team, the media feasibility levels are as follows: media expert 96%, language expert 100%, and material expert 95%, all of which fall into the very valid category. After revisions were made to the media and materials according to the suggestions from the validators, the researcher proceeded to the implementation stage, or trial, with 20 fourth-grade students. The implementation results indicate that the media received a score of 76%, which falls into the "good" category
Kombinasi Pupuk NPK dan Organik serta Pengaruhnya terhadap Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah (Allium ascalonicum L.)
Tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.) termasuk produk hortikultura dengan prospek ekonomi yang sangat baik, namun produksinya di Kalimantan Barat masih rendah akibat keterbatasan kesuburan tanah podsolik merah kuning (PMK). Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh pemupukan organik dan NPK serta menentukan dosis terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Institut Teknologi Keling Kumang pada Mei–Agustus 2025 menggunakan rancangan Split Plot dengan perlakuan utama pupuk organik (P1: kotoran ayam, P2: sludge) dan anak petak pupuk NPK dengan dosis N0: 0 g, N1: 5 g, N2: 10 g, N3: 15 g, dan N4: 20 g per tanaman, masing-masing dilakukan dalam tiga ulangan. Variabel pengamatan terdiri dari tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, bobot umbi, dan jumlah umbi. Analisis data dilakukan dengan ANOVA yang kemudian dilanjutkan dengan uji BNJ pada taraf 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk NPK dan organik berpengaruh terhadap pertumbuhan vegetatif bawang merah. Pupuk NPK dosis 15 g/tanaman memberikan hasil terbaik pada tinggi tanaman (39,46 cm), jumlah anakan (6,65 rumpun), dan berat umbi (42,41 g), serta lebih efisien dibanding dosis 20 g. Pupuk organik kotoran ayam meningkatkan tinggi tanaman (41,09 cm), jumlah daun (25,71 helai), dan jumlah anakan (6,35 rumpun) dibanding sludge. Namun, pemberian pupuk tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah umbi. Kombinasi pupuk NPK 15 g/tanaman dan pupuk kandang ayam direkomendasikan untuk meningkatkan pertumbuhan serta produktivitas bawang merah secara optimal di tanah PMK. Shallot (Allium ascalonicum L.) is a high-economic-value horticultural commodity; however, its production in West Kalimantan remains low due to the limited fertility of red-yellow podzolic (PMK) soils. This investigation aimed to explore the effect of organic and NPK fertilizers and identify the optimal dosage for shallot growth and yield. The research was conducted at the Experimental Garden of Institut Teknologi Keling Kumang from May to August 2025 using a Split Plot Design. The main plots consisted of organic fertilizers (P1: chicken manure, P2: sludge), and the subplots were NPK fertilizer doses (N0: 0 g, N1: 5 g, N2: 10 g, N3: 15 g, N4: 20 g per plant), with three replications. Observed variables included plant height, number of leaves, number of tillers, bulb weight, and number of bulbs. Data were analyzed using ANOVA and continued with LSD at 5%. The results showed that NPK and organic fertilizers significantly affected the vegetative growth of shallots. An NPK dose of 15 g/plant resulted in the best performance for plant height (39.46 cm), number of tillers (6.65 clumps), and bulb weight (42.41 g), and was more efficient than the 20 g dose. Chicken manure improved plant height (41.09 cm), number of leaves (25.71), and number of tillers (6.35 clumps) compared to sludge. However, fertilizer application did not significantly affect the number of bulbs. The combination of 15 g NPK/plant and chicken manure is recommended to enhance shallot growth and yield on PMK soils. Tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.) termasuk produk hortikultura dengan prospek ekonomi yang sangat baik, namun produksinya di Kalimantan Barat masih rendah akibat keterbatasan kesuburan tanah podsolik merah kuning (PMK). Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh pemupukan organik dan NPK serta menentukan dosis terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Institut Teknologi Keling Kumang pada Mei–Agustus 2025 menggunakan rancangan Split Plot dengan perlakuan utama pupuk organik (P1: kotoran ayam, P2: sludge) dan anak petak pupuk NPK dengan dosis N0: 0 g, N1: 5 g, N2: 10 g, N3: 15 g, dan N4: 20 g per tanaman, masing-masing dilakukan dalam tiga ulangan. Variabel pengamatan terdiri dari tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, bobot umbi, dan jumlah umbi. Analisis data dilakukan dengan ANOVA yang kemudian dilanjutkan dengan uji BNJ pada taraf 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk NPK dan organik berpengaruh terhadap pertumbuhan vegetatif bawang merah. Pupuk NPK dosis 15 g/tanaman memberikan hasil terbaik pada tinggi tanaman (39,46 cm), jumlah anakan (6,65 rumpun), dan berat umbi (42,41 g), serta lebih efisien dibanding dosis 20 g. Pupuk organik kotoran ayam meningkatkan tinggi tanaman (41,09 cm), jumlah daun (25,71 helai), dan jumlah anakan (6,35 rumpun) dibanding sludge. Namun, pemberian pupuk tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah umbi. Kombinasi pupuk NPK 15 g/tanaman dan pupuk kandang ayam direkomendasikan untuk meningkatkan pertumbuhan serta produktivitas bawang merah secara optimal di tanah PMK
Efektivitas Agronomis dan Kelayakan Ekonomi Pupuk Fosfor Alternatif pada Budidaya Jagung Manis di Lahan Tropis
Jagung manis (Zea mays L. saccharata) merupakan komoditas hortikultura bernilai tinggi yang semakin populer di Indonesia. Fosfor (P) merupakan unsur hara esensial yang berperan penting dalam pertumbuhan dan hasil tanaman, namun efisiensi penggunaan pupuk fosfor konvensional seperti SP-36 masih menjadi tantangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas agronomis dan ekonomis pupuk fosfor alternatif dengan kandungan P2O5 lebih tinggi dibandingkan SP-36 pada budidaya jagung manis di lahan tropis terbuka. Penelitian dilakukan menggunakan rancangan acak kelompok dengan tujuh perlakuan dosis pupuk fosfor dan empat ulangan. Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan vegetatif, komponen hasil, produktivitas, efektivitas agronomis relatif (RAE), dan analisis kelayakan usaha tani. Hasil menunjukkan bahwa aplikasi pupuk fosfor alternatif dosis 0,75–1,25 meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman secara signifikan dibandingkan kontrol. Dosis 1,0 menghasilkan efektivitas agronomis tertinggi (RAE 128%) dan keuntungan ekonomi terbesar (R/C 1,71). Analisis tanah menunjukkan peningkatan pH dan kandungan fosfor tersedia setelah aplikasi pupuk. Penelitian ini merekomendasikan dosis 117 kg ha-1 pupuk fosfor alternatif sebagai strategi pemupukan yang efisien dan berkelanjutan untuk budidaya jagung manis. Sweet corn (Zea mays L. saccharata) is a high-value horticultural crop increasingly cultivated in Indonesia due to its short growing period and rising market demand. Phosphorus (P) is an essential macronutrient that plays a critical role in early plant development, yet the commonly used SP-36 fertilizer has limitations in P2O5 content and sustainability. This study aimed to evaluate the agronomic and economic effectiveness of alternative phosphorus fertilizers with higher P2O5 concentrations compared to SP-36 in open-field sweet corn cultivation under tropical conditions. A randomized complete block design was employed with seven fertilizer treatments and four replications. Observed parameters included vegetative growth, yield components, productivity, relative agronomic effectiveness (RAE), and farm profitability. Results showed that applying 0,75–1,25 doses of the tested phosphorus fertilizer significantly improved plant growth and yield compared to the control. The 1,0 dose treatment yielded the highest RAE (128%) and economic return (R/C ratio of 1,71). Soil analysis revealed increased pH and available phosphorus after fertilizer application. The study recommends a dose of 117 kg/ha of the tested phosphorus fertilizer as an efficient and sustainable strategy for enhancing sweet corn productivity and profitability.Jagung manis (Zea mays L. saccharata) merupakan komoditas hortikultura bernilai tinggi yang semakin populer di Indonesia. Fosfor (P) merupakan unsur hara esensial yang berperan penting dalam pertumbuhan dan hasil tanaman, namun efisiensi penggunaan pupuk fosfor konvensional seperti SP-36 masih menjadi tantangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas agronomis dan ekonomis pupuk fosfor alternatif dengan kandungan P2O5 lebih tinggi dibandingkan SP-36 pada budidaya jagung manis di lahan tropis terbuka. Penelitian dilakukan menggunakan rancangan acak kelompok dengan tujuh perlakuan dosis pupuk fosfor dan empat ulangan. Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan vegetatif, komponen hasil, produktivitas, efektivitas agronomis relatif (RAE), dan analisis kelayakan usaha tani. Hasil menunjukkan bahwa aplikasi pupuk fosfor alternatif dosis 0,75–1,25 meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman secara signifikan dibandingkan kontrol. Dosis 1,0 menghasilkan efektivitas agronomis tertinggi (RAE 128%) dan keuntungan ekonomi terbesar (R/C 1,71). Analisis tanah menunjukkan peningkatan pH dan kandungan fosfor tersedia setelah aplikasi pupuk. Penelitian ini merekomendasikan dosis 117 kg ha-1 pupuk fosfor alternatif sebagai strategi pemupukan yang efisien dan berkelanjutan untuk budidaya jagung manis. Sweet corn (Zea mays L. saccharata) is a high-value horticultural crop increasingly cultivated in Indonesia due to its short growing period and rising market demand. Phosphorus (P) is an essential macronutrient that plays a critical role in early plant development, yet the commonly used SP-36 fertilizer has limitations in P2O5 content and sustainability. This study aimed to evaluate the agronomic and economic effectiveness of alternative phosphorus fertilizers with higher P2O5 concentrations compared to SP-36 in open-field sweet corn cultivation under tropical conditions. A randomized complete block design was employed with seven fertilizer treatments and four replications. Observed parameters included vegetative growth, yield components, productivity, relative agronomic effectiveness (RAE), and farm profitability. Results showed that applying 0,75–1,25 doses of the tested phosphorus fertilizer significantly improved plant growth and yield compared to the control. The 1,0 dose treatment yielded the highest RAE (128%) and economic return (R/C ratio of 1,71). Soil analysis revealed increased pH and available phosphorus after fertilizer application. The study recommends a dose of 117 kg/ha of the tested phosphorus fertilizer as an efficient and sustainable strategy for enhancing sweet corn productivity and profitability