Jurnal Universitas Siliwangi
Not a member yet
2884 research outputs found
Sort by
Pengembangan Instrumen Untuk Mengukur Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pada Materi Adaptasi Hewan
Keterampilan berpikir kritis adalah salahsatu kemampuan yang harus dimiliki siswa di zaman modern ini maka dari itu pembelajaran IPA dengan menggunakan pendekatan Socio Scientific Issue dapat membantu meningkatkan keterampilan berpikir kritis dalam materi adaptasi hewan yang di laksanakan di sekolah dasar AZ-Zakiyah Bandung . penelitian ini bertujuan untuk membuat alat penilaian yang dapat digunakan untuk mengevaluasi keterampilan berpikir kritis dan untuk mengevaluasi kepraktisannya, validitas, dan reliabilitasnya pada materi adaptasi hewan Penelitian ini menggunakan indiktaor berpikir kritis yaitu membuat 10 soal pada penelitian ini adalah metode Research and Development (R D). Studi pendahuluan terdiri dari dua tahap: studi lapangan dan studi literatur. Tahap pengembangan terdiri dari beberapa bagian: konstruksi instrumen; validitas ahli, hasil dari realibilitas ada 7 soal yang layak di gunakan dan soal perlu di revisi
COMPARATIVE EFFECTIVENESS OF VARIOUS FERTILIZERS IN CONTROLLING ROOT KNOT NEMATODE INFECTION IN OKRA (Abelmoschus esculentus) IN MAKURDI, BENUE STATE
Root knot nematode infection poses a serious threat to Okra cultivation in Nigeria. A field research was conducted at the Teaching and Research Farm of the Federal University of Agriculture, Makurdi, Benue State to offer valuable insights into combating root-knot nematode infections on okra using different fertilizer types. The experiment was designed using a factorial design with three (3) varieties of okra and two fertilizer treatments at different intervals. The seeds were planted two (2) seeds per hole on a spacing of 50cm after which normal agronomic practices were carried out on nematode infested soil. The results indicate that both SuperGro liquid fertilizer and Geese dung have potential in suppressing root-knot nematode infections on okra. Specifically, the application of Geese dung at either 2 or 4 weeks interval demonstrated a notable reduction in root gall index (RGI), suggesting its effectiveness in mitigating nematode damage. Furthermore, the application of Geese dung led to improved yield, manifested through increased fruit size and quantity. However, it's crucial to note that the application of SuperGro fertilizer at a 4-week interval resulted in a significantly higher Root Gall Index (RGI) compared to other treatments. The research highlights the potential of organic fertilizers like Geese dung as a sustainable and effective means of nematode control in okra cultivation. Nonetheless, future studies are warranted to identify the active ingredients in Geese dung responsible for nematode suppression, which could provide valuable insights for refining treatment protocols and enhancing agricultural practices.Root knot nematode infection poses a serious threat to Okra cultivation in Nigeria. A field research was conducted at the Teaching and Research Farm of the Federal University of Agriculture, Makurdi, Benue State to offer valuable insights into combating root-knot nematode infections on okra using different fertilizer types. The experiment was designed using a factorial design with three (3) varieties of okra and two fertilizer treatments at different intervals. The seeds were planted two (2) seeds per hole on a spacing of 50cm after which normal agronomic practices were carried out on nematode infested soil. The results indicate that both SuperGro liquid fertilizer and Geese dung have potential in suppressing root-knot nematode infections on okra. Specifically, the application of Geese dung at either 2 or 4 weeks interval demonstrated a notable reduction in root gall index (RGI), suggesting its effectiveness in mitigating nematode damage. Furthermore, the application of Geese dung led to improved yield, manifested through increased fruit size and quantity. However, it's crucial to note that the application of SuperGro fertilizer at a 4-week interval resulted in a significantly higher Root Gall Index (RGI) compared to other treatments. The research highlights the potential of organic fertilizers like Geese dung as a sustainable and effective means of nematode control in okra cultivation. Nonetheless, future studies are warranted to identify the active ingredients in Geese dung responsible for nematode suppression, which could provide valuable insights for refining treatment protocols and enhancing agricultural practices
Analisis Kesulitan Siswa Dalam Memahami Konsep Percepatan Sentripetal dan Gaya Sentripetal Menggunakan Dua Metode Pembelajaran Berbeda
Pemahaman konsep merupakan salah satu kunci dalam keberhasilan siswa belajar fisika. Dengan pemahaman konsep yang baik maka siswa dapat memecahkan permasalahan dalam soal dengan baik pula. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan siswa dalam memahami percepatan sentripetal dan gaya sentripetal menggunakan dua metode berebeda dan faktor penyebab kesulitannya. Dalam hal ini peneliti menggunakan platform video YouTube sebagai media dalam mengetahu kesulitan siswa dalam memahami materi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain deskriptif kualitatif. Penelitian dilakukan kepada 30 siswa kelas 11 MIPA 2 SMAN 1 Panggarangan dengan memberikan tes tertulis berupa pilihan ganda beralasan dan wawancara terhadap 10 orang siswa yang dipilih berdasarkan kategori nilai. Sebelum dilakukan wawancara, siswa diminta untuk menonton video YouTube mengenai percepatan sentripetal dan gaya sentripetal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua video tersebut belum mampu membuat siswa menjadi paham konsep dari perceatan sentripetal dan gaya sentripetal, masih banyak konsep yang belum mereka pahami seperti besaran kecepatan linear dan keceatan sudut, arah dari percepatan sentripetal dan gaya sentripetal, penurunan rumus percepatan sentripetal dan gaya sentripetal, alasan mengapa percepatan sentripetal dan gaya sentripetal mengarah ke pusat dan mengapa arah kecepatan linear menyinggung lintasan. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pemahaman siswa terhadap konsep gaya sentripetal dan percepatan sentripetal masih rendah. Faktor internal yang mempengaruhi terjadinya kesulitan adalah belum memahami konsep, minat belajar fisika dan kondisi fisik. adapun faktor eksternal penyebab kesulitan belajar berdasarkan hasil penelitian adalah pembelajaran daring, manajemen waktu kurang baik dan lingkungan belajar.Kata kunci: Gaya sentripetal, percepatan sentripetal, kesulitan belajar, pemahaman konsep
Pengaruh Model Project Based Learning Dalam Pembelajaran Berdiferensiasi Terhadap Kesadaran Perubahan Iklim Siswa SMA
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dengan pembelajaran berdiferensiasi terhadap kesadaran siswa akan perubahan iklim. Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 2 Menggala Kabupaten Tulang Bawang, dengan populasi seluruh kelas X IPA, sampel kelas X IPA 1 dan X IPA 2. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 54 siswa. Penelitian ini menggunakan desain penelitian yaitu non equivalent control group desain. Teknik pengumpulan data kesadaran siswa akan perubahan iklim dilakukan menggunakan teknik non tes, berupa 25 item angket skala likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata N-gain kelas eksperimen pada indikator kesadaran emosional, kesadaran sikap, dan kesadaran praktik berkelanjutan mengalami peningkatan yang lebih baik dibandingkan dengan kelas kontrol dan secara keseluruhan rata-rata N-Gain kelas eksperimen pada kategori tinggi dengan nilai sebesar 0,70 sedangkan kelas kontrol berada pada kategori sedang dengan nilai sebesar 0,47. Hasil uji Independent Sample T-test N-Gain menunjukkan bahwa nilai sig. 0,000 0,05, ini menunjukkan terdapat pengaruh setelah belajar menggunakan model PjB
ANALISIS FAKTOR PEMICU PERSEBARAN PENDUDUK TIDAK MERATA DI DESA MADIASARI
Persebaran penduduk yang tidak merata adalah fenomena yang terjadi di banyak negara di seluruh dunia termasuk Indonesia. Jumlah penduduk dunia saat ini saja ada sekitar 8 miliar orang dan penduduk indonesiaada 273,52 juta jiwa. Namun dari meningkatnya jumlah penduduk dunia maupun Indonesia ada salah satu yang selalu jadi perhatian pemerintah yaitu persebaran penduduk yang tidak merata. Dikutip dari BPS melalui sensus penduduk bahwa ada sekitar 56,10% penduduk Indonesia yang tinggal di pulau jawa. Padahal dari segi wilayah ada yang lebih besar dari pulau jawaHal ini menggambarkan kerugian dalam distribusi biaya di berbagai wilayah, baik dalam skala regional maupun global.Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap persebaran penduduk yang tidak merata meliputi geografi, sumber daya alam, kondisi ekonomi, perkembangan infrastruktur, dan faktor sosial budaya. Penduduk merupakan objek pertama dalam kajian utama baik itu dari fertilitas maupun mortalitas. Banyak yang bisa dipelajari dari penduduk. Dan kita sendiri merupakan penduduk yang dipelajari. Melalui observasi yang kami lakukan di desa madiasari, kecamatan bioskop, kabupaten tasikmalaya kami mempelajari mengenai adanya faktor persebaran penduduk disana yang dipengaruhi oleh berbagai aspek
Analisis Kemampuan Literasi Matematis Siswa dalam Menyelesaikan Soal AKM Konten Domain Statistika Berdasarkan Tingkat Self-Efficacy
This research aims to explore students' mathematical literacy abilities in solving Minimum Competency Assessment (AKM) questions on statistics material, by considering self-efficacy factors. The research subjects were class IX A students at SMP Negeri 8 Tasikmalaya. The method used is qualitative, with instruments in the form of mathematical literacy skills tests, self-efficacy questionnaires, and interview guides. The research results show that there is a mismatch between the level of self-efficacy and mathematical literacy abilities. Some students with high self-efficacy are not able to achieve all indicators of mathematical literacy, while students with low self-efficacy are able to achieve all indicators. These findings highlight the importance of a deep understanding of the factors that influence mathematical literacy, as well as the need for interventions to increase students' confidence in facing mathematical challengesKeywords: Eksplorasi; kemampuan literasi matematis; self efficacy tingg;, self efficacy rendah; AK
Mengukur Efisiensi Pasar: Pengaruh Stock Split Terhadap Aktivitas Perdagangan dan Return Saham di Indonesia
Penelitian ini bertujuan untuk mengukur pengaruh stock split terhadap Trading Volume Activity (TVA) dan Abnormal Return (AR) saham pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2018-2022. Metode yang digunakan adalah event study, dengan periode pengamatan lima hari sebelum dan lima hari sesudah pengumuman stock split. Sampel penelitian terdiri dari 37 perusahaan yang memenuhi kriteria purposive sampling. Pengujian hipotesis dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan pada TVA dan AR sebelum dan sesudah stock split. Penurunan TVA setelah pengumuman stock split mengindikasikan bahwa pasar tidak merespon positif terhadap pengumuman tersebut, yang mungkin disebabkan oleh persepsi bahwa stock split tidak memberikan keuntungan yang menarik. Selain itu, penurunan AR menunjukkan bahwa pasar merespon pengumuman stock split sebagai berita negatif. Temuan ini mendukung teori efisiensi pasar bentuk setengah kuat, dimana harga saham mencerminkan semua informasi publik yang tersedia, serta teori sinyal yang menunjukkan bahwa reaksi pasar terhadap pengumuman mencerminkan persepsi investor terhadap prospek perusahaan. Dengan mengacu pada temuan dan saran ini, diharapkan para pelaku pasar dan peneliti dapat lebih memahami dinamika dan implikasi dari aksi korporasi seperti stock split, sehingga dapat membuat keputusan yang lebih informasional dan strategis
Tingkat kebugaran jasmani pasca pandemi covid-19: kondisi terkini pada siswa sekolah dasar
Kemampuan tubuh seseorang untuk melaksanakan tugas dan pekerjaan sehari-hari tanpa mengalami kelelahan yang berarti, serta masih memiiki cadangan energi mempengaruhi performa peserta didik dalam pembelajaran. Mengetahui tingkat kebugaran jasmani siswa adalah hal yang penting saat ini, hal ini dikarenakan dalam rangka menentukan program pendidikan jasmani yang tepat di masa yang akan datang serta dapat digunakan sebagai bahan analisis masalah yang terjadi pada peserta didik dalam pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kebugaran jasmani siswa kelas VI SD Negeri 2 Kebumen. Subyek dalam penelitian ini siswa kelas VI SD Negeri 2 Kebumen sebanyak 23 orang yang terdiri dari 13 Siswi dan 10 Siswa. Desain yang digunakan penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif. Metode yang digunakan adalah survei. Pengambilan sampel menggunakan metode total sampling. Tes Kebugaran Pelajar Nusantara 2022 rangkaian tes TKPN. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik deskriptif kuantitatif melalui pengkategorian data. Hasil penelitian, peneliti menemukan bahwa tingkat kebugaran jasmani siswa kelas 6 SDN 2 Kebumen diukur dengan TKPN 2022 diperoleh hasil rata-rata dari 23 siswa memiliki tingkat kebugaran jasmani yang “cukup”. Berdasarkan data yang didapat dari pelaksanaan TKPN yang kemudian dimasukan kedalam rumus perhitungan menghasilkan nilai 2,3 yang mengkategorikan tingkat kebugaran jasmani siswa Kelas 6 Sekolah Dasar Negeri 2 Kebumen dalam kategori “cukup”, ini merupakan hasil yang kurang memuaskan. Kontribusi untuk penelitian selanjutnya yaitu meningkatkan kebugaran jasmani siswa bagi siswa yang memiliki hasil dibawah kategori “baik”, dan membuat program yang variatif bagi siswa yang memiliki tingkat kebugaran jasmani di atas kategori “baik”. Dan meningkatkan kesadaran siswa, wali murid, dan guru akan pentingnya kebugaran jasmani siswa dalam mendukung pertumbuhan, perkembangan, dan kemampuan siswa dalam mengikuti pembelajaran jasmani di sekolah dengan program pendidikan jasmani yang sesuai dengan situasi, kondisi anak serta lingkungan tempat tinggal anak
PENINGKATAN VIABILITAS DAN VIGOR BENIH KACANG HIJAU YANG TELAH MENGALAMI DETERIORASI MELALUI TEKNIK MATRICONDITIONING
Salah satu jenis kacang-kacangan terbesar ketiga di Indonesia adalah kacang hijau. Viabilitas dan vigor benih yang digunakan dalam praktik budidaya dipengaruhi oleh mutu mutu benih selama penyimpanan. Deteriorasi yang terjadi selama penyimpanan menyebabkan penurunan mutu benih kacang hijau. Limbah pertanian seperti arang sekam, serbuk gergaji dan cocopeat dapat dijadikan sebagai bahan matriconditioning untuk meningkatkan viabilitas dan vigor benih yang telah mengalami deteriorasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media matriconditioning terhadap viabilitas dan vigor benih kacang hijau yang telah mengalami deteriorasi. Penelitian menggunakan rancangan lingkungan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Split-Plot dengan tiga ulangan. Petak utama terdiri dari varietas kacang hijau (Vima 1, Vima 2, dan Vima 4) dan anak petak yaitu media matriconditioning (kontrol, serbuk gergaji, arang sekam, serbuk cocopeat, abu gosok). Variabel yang diamati berupa daya berkecambah (DB), indeks vigor (IV), kecepatan tumbuh (KCT), keserempakan tumbuh (KST), dan daya hantar listrik (DHL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan matriconditioning menggunakan arang sekam merupakan perlakuan terbaik untuk meningkatkan viabilitas dan vigor benih kacang hijau. Varietas Vima 4 merupakan varietas yang memberikan respon terbaik terhadap daya berkecambah, indeks vigor, kecepatan tumbuh, dan daya hantar listrik. One of the third largest legume crops in Indonesia is mung bean. When low-quality seeds are used, it can have an impact on the viability and vigor of mung bean seeds that are used for cultivation. Seed quality decreases during storage. Agricultural waste, specifically husk charcoal, sawdust, dan cocopeat, can be used as matriconditioning materials to improve the viability and vigor of seeds that have deteriorated. This study aims to determine the effect of matriconditioning medium dengan agricultural waste affects the viability and vigor of deteriorated mung bean seeds. The study was organized using a Split-Plot Completely Randomized Design (CRD) with three replications. The main plots (Vima 1, Vima 2, and Vima 4) included the mung bean types, and the subplots included the matriconditioning medium (control, sawdust, husk charcoal, cocopeat powder, scouring ash). Rates of germination (DB), vigor index (IV), growth rate (KCT), growth uniformity (KST), and electrical conductivity (DHL) were observed. The results showed that matriconditioning treatment using husk charcoal was the best treatment to enhance the viability and vigor of mung bean seeds. The best variety is Vima 4, which responds to germination, vigor index, growth rate, and electrical conductivity.Salah satu jenis kacang-kacangan terbesar ketiga di Indonesia adalah kacang hijau. Viabilitas dan vigor benih yang digunakan dalam praktik budidaya dipengaruhi oleh mutu mutu benih selama penyimpanan. Deteriorasi yang terjadi selama penyimpanan menyebabkan penurunan mutu benih kacang hijau. Limbah pertanian seperti arang sekam, serbuk gergaji dan cocopeat dapat dijadikan sebagai bahan matriconditioning untuk meningkatkan viabilitas dan vigor benih yang telah mengalami deteriorasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media matriconditioning terhadap viabilitas dan vigor benih kacang hijau yang telah mengalami deteriorasi. Penelitian menggunakan rancangan lingkungan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Split-Plot dengan tiga ulangan. Petak utama terdiri dari varietas kacang hijau (Vima 1, Vima 2, dan Vima 4) dan anak petak yaitu media matriconditioning (kontrol, serbuk gergaji, arang sekam, serbuk cocopeat, abu gosok). Variabel yang diamati berupa daya berkecambah (DB), indeks vigor (IV), kecepatan tumbuh (KCT), keserempakan tumbuh (KST), dan daya hantar listrik (DHL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan matriconditioning menggunakan arang sekam merupakan perlakuan terbaik untuk meningkatkan viabilitas dan vigor benih kacang hijau. Varietas Vima 4 merupakan varietas yang memberikan respon terbaik terhadap daya berkecambah, indeks vigor, kecepatan tumbuh, dan daya hantar listrik. One of the third largest legume crops in Indonesia is mung bean. When low-quality seeds are used, it can have an impact on the viability and vigor of mung bean seeds that are used for cultivation. Seed quality decreases during storage. Agricultural waste, specifically husk charcoal, sawdust, dan cocopeat, can be used as matriconditioning materials to improve the viability and vigor of seeds that have deteriorated. This study aims to determine the effect of matriconditioning medium dengan agricultural waste affects the viability and vigor of deteriorated mung bean seeds. The study was organized using a Split-Plot Completely Randomized Design (CRD) with three replications. The main plots (Vima 1, Vima 2, and Vima 4) included the mung bean types, and the subplots included the matriconditioning medium (control, sawdust, husk charcoal, cocopeat powder, scouring ash). Rates of germination (DB), vigor index (IV), growth rate (KCT), growth uniformity (KST), and electrical conductivity (DHL) were observed. The results showed that matriconditioning treatment using husk charcoal was the best treatment to enhance the viability and vigor of mung bean seeds. The best variety is Vima 4, which responds to germination, vigor index, growth rate, and electrical conductivity
Transformasi Layanan Perbankan dari Antrian Panjang Menuju Banking in Your Pocket
Transformasi digital dalam layanan perbankan telah membawa perubahan signifikan dalam akses dan penggunaan layanan keuangan oleh nasabah. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis transformasi layanan perbankan dari sistem konvensional menuju digital banking, dengan fokus pada bagaimana teknologi mengubah cara nasabah berinteraksi dengan bank, serta dampak dari perubahan ini terhadap efisiensi operasional bank dan perilaku konsumen. Pertanyaan penelitian yang diajukan meliputi: bagaimana perkembangan teknologi mempengaruhi layanan perbankan, apa keuntungan bagi nasabah dari digital banking, dan bagaimana perbankan digital mendukung masyarakat tanpa tunai di masa depan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi literatur yang mengkaji berbagai sumber, termasuk laporan industri perbankan, artikel akademik, dan data terkait perkembangan teknologi dalam sektor keuangan. Penelitian ini juga mencakup analisis tren terbaru dalam teknologi perbankan, seperti kecerdasan buatan (AI), blockchain, dan biometrik, serta mengidentifikasi manfaat bagi nasabah dan bank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digital banking telah membawa kemudahan akses, efisiensi operasional yang signifikan, dan peningkatan pengalaman nasabah. Layanan seperti mobile banking dan pembayaran digital telah mengubah cara nasabah bertransaksi, mengurangi ketergantungan pada uang tunai, serta memungkinkan pengelolaan keuangan yang lebih fleksibel. Dampak besar dari transformasi ini adalah pengurangan biaya operasional bagi bank, peningkatan keamanan transaksi, serta semakin dekatnya masyarakat menuju sistem ekonomi tanpa tunai. Perbankan digital tidak hanya memberi keuntungan bagi konsumen, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi yang lebih efisien dan transparan