Jurnal Universitas Siliwangi
Not a member yet
2884 research outputs found
Sort by
Perbedaan Kemampuan Siswa dalam Memecahkan Masalah Matematika Berdasarkan Tingkat Self-Confidence pada Materi Statistika
The ability of students to solve mathematical problems is one of the most important aspects of the learning process. However, many students have not mastered this ability. The difficulties are caused by differences in the level of problem-solving skills among students and a lack of habit in working with issues, which makes it difficult for them to understand the information in the subject. This research uses the ex-post facto method with data collection through questionnaires and tests. The subjects of the study were the entire students of the 9th grade of SMP Negeri 12 Tasikmalaya, which totaled 347 people. From this population, 45 students were selected as samples using a simple random sampling method. The samples were divided into groups based on their levels of self-confidence, which is high, medium, and low. Hypothesis testing is done with one-way analysis of variance to see the average difference in mathematical problem-solving skills based on different levels of self-confidence. The results showed that there were significant differences in student problem-solving abilities based on levels of confidence they have.Keywords: Mathematical Problem-Solving Ability; Self-Confidenc
Proses berpikir aljabar ditinjau dari tipe kepribadian ekstrovert dan introvert
The purpose of this study is to analyze the algebraic thinking process of students in terms of extrovert and introvert personality types. The method in this study is a qualitative-descriptive method. Subjects in this study were grouped based on extrovert and introvert personality types which were taken one by one from each personality type group to be given an algebraic thinking process test. Data analysis techniques used include data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study indicate that students with extroverted personality types extract information from a given situation by thinking while reading (speaking) aloud the problem and then describing the situation from the problem into a Cartesian diagram. In determining the pattern of mathematical problems by outlining strategies that are less analytical and thorough, this can be seen from several steps of completion. Then in determining mathematical findings by guessing the completion steps and not finding the findings obtained and not checking the results obtained. The algebraic thinking process of students with introverted personality types extracts information from a given situation by thinking and understanding calmly, writing down the information contained in the problem and then describing the situation of the problem in a diagram cartesian. In determining the pattern of mathematical problems, using a strategy by outlining the steps of completion in a coherent, thorough, deep thinking and using algebraic rules analytically and thoroughly. Then in applying the value to determine the solution to the problem by concluding the results obtained and checking the overall and neatness of the answer sheets obtained
TRADISI BARATAN KALINYAMAT DESA KRIYAN KALINYAMATAN JEPARA
Baratan merupakan tradisi yang unik dan khas dari daerah desa Kuryan. Masyarakat setempat sudah mengetahui tentang tradisi ini, terbukti dengan adanya acara Baratan, masyarakat juga ikut serta dan sangat antusias. Tradisi Barat ini dilakukan 15 hari sebelum bulan puasa untuk membersihkan diri sebagai persiapan menyambut bulan suci Ramadhan. Makna filosofis yang terkandung dalam tradisi Barat adalah meminta ampun kepada Tuhan Yang Maha Esa berupa rasa aman. Ungkapan syukur atas berkat mencari nafkah dan semua berkat yang telah Tuhan berikan kepada kita
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN DARING FLIPPED CLASSROOM TERHADAP KEMAMPUAN MENGANALISIS UNSUR PEMBANGUN DAN MENULIS PUISI
AbstrakSalah satu kompetensi dasar yang harus dikuasai peserta didik SMA kelas X adalah teks puisi, hal tersebut telah tercantum dalam Kurikulum 2013 revisi. Materi teks puisi terdapat pada kompetensi dasar 3.17, yakni menganalisis unsur pembangun puisi dan kompetensi dasar 4.17, yakni menulis puisi dengan memerhatikan unsur pembangunnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengujicobakan model pembelajaran Flipped Classroom terhadap kompetensi menganalisis unsur pembangun dan menulis puisi pada peserta didik kelas X SMA Negeri 1 Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya tahun ajaran 2021/2022. Metode penelitian yang penulis gunakan adalah eksperimen sungguhan. Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh penulis adalah teknik observasi, teknik tes, dan teknik wawancara dengan sumber data peserta didik kelas X SMA Negeri 1 Karangnunggal. Hasil pengolahan data yang diperoleh dari penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan rata-rata nilai pada nilai pretest dan postest. Hasil uji normalitas data menganalisis unsur pembangun dan menulis puisi tersebut, ternyata diketahui tidak berdistribusi normal. Dengan demikian, penulis melanjutkan penghitungan dengan menggunakan uji wilcoxon. Berdasarkan hasil uji wilcoxon, diketahui bahwa dalam pembelajaran menganalisis unsur pembangun puisi diperoleh hasil Whitung(0) 156,64 dalam taraf signifikansi 0,05 (35). Hal ini menunjukkan bahwa model pembelajaran Flipped Classroom efektif digunakan terhadap kemampuan menganalisis unsur pembangun dan menulis puisi pada peserta didik kelas SMA Negeri 1 Karangnunggal, sehingga hipotesis dalam penelitian ini diterima.Kata Kunci : Flipped Classroom, Model Pembelajaran, Teks PuisiAbstractOne of the basic competencies that must be mastered by class X high school students is poetry text, it has been listed in the revised 2013 Curriculum. The material for the poetry text is in the basic competence of 3.17, which is analyzing the building blocks of poetry and the basic competence of 4.17, which is writing poetry by paying attention to the building blocks of it. This study aims to test the Flipped Classroom learning model on the competence to analyze the building blocks and write poetry in class X students of SMA Negeri 1 Karangnunggal, Tasikmalaya Regency, in the 2021/2022 academic year. The research method that the author uses is a real experiment. The data collection techniques used by the author are observation techniques, test techniques, and interview techniques with data sources for students of class X SMA Negeri 1 Karangnunggal. The results of data processing obtained from the study showed that there was an increase in the average value of the pretest and posttest scores. The results of the normality test of the data analyzing the building blocks and writing of the poem were found to be not normally distributed. Thus the authors continue the calculation using the Wilcoxon test. Based on the results of the Wilcoxon test, it is known that in learning to analyze the building blocks of poetry, the results obtained are Wcount(0) 156.64 at a significance level of 0.05 (35). This shows that the Flipped Classroom learning model is effectively used for the ability to analyze the building blocks and write poetry in class students of SMA Negeri 1 Karangnunggal, so the hypothesis in this study is accepted. Keywords: Flipped Classroom, Learning Model, Poetry Tex
Perkembangan Tradisi Nadranan Muara Angke Jakarta Utara Tahun 2010 - 2019
Tujuan penelitian ini memaparkan sebuah perkembangan Tradisi Nadranan yang berada di Muara Angke yang menjadi tempat tinggal daripada masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan. Tradisi Nadranan ini adalah sebuah ritual yang sudah menjadi identitas budaya yang dilakukan oleh masyarakat nelayan Muara Angke sebagai rasa syukur kepada Tuhan yang memiliki laut agar supaya diberikan keamanan dan kenyamanan ketika para nelayan mencari sumber penghasilan di laut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah terdiri dari beberapa tahap seperti pengumpulan data, kritik, interpretasi dan historiografi. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan studi pustaka dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian. Awal kemunculannya tradisi ini berawal dari orang-orang Indramayu yang migrasi dan kemudian bertempat tinggal di Muara Angke, mereka membawa budaya dari tempat asalnya. Tradisi Nadranan ini mengalami perkembangan secara signifikan mulai dari sarana dan prasarananya hingga kepada fungsinya, proses itu adalah sebuah bentuk adaptasi agar tradisi ini tetap bertahan mengingat tradisi ini sudah sebagai pedoman kehidupan bagi para, masyarakat nelayan
PERANCANGAN ANTAR MUKA APLIKASI TAMAN WISATA BERBASIS ANDROID
Semenjak adanya Covid-19 banyak tempat wisata yang ditutup atas peraturan pemerintah, hal ini mengakibatkan kerugian yang cukup besar. Ketersediaan aplikasi berbasis mobile yang memberikan informasi terkait objek wisata merupakan salah satu cara yang dapat diguanakan untuk mempromosikan objek wisata. Selain dari itu aplikasi seperti ini, biasa menyediakan fitur-fitur yang dibutuhkan oleh pengguna. Aplikasi yang baik tentunya harus dirancang dengan matang. Berdasarkan permasalahan tersebut dalam penelitian ini diusulkan untuk melakukan perancangan antar muka aplikasi taman wisata dengan menggunakan metode Design Thinking. Setelah dilakukan penelitian, berhasil dibuat tabel kebutuhan fungsional, user flow desain aplikasi, 9 desain low fidelity, 9 high fidelity, dan screen flow
Perancangan Desain User Interface (UI) Aplikasi Penginapan Penyewaan Kamar
Penginapan merupakan bangunan atau bagian dari bangunan yang secara khusus disediakan untuk digunakan oleh masyarakat sebagai tempat tinggal sementara dengan sistem sewa. Perancangan antarmuka pengguna (user interface/UI) pada penelitian ini mengacu pada teori desain UI yang meliputi prinsip-prinsip perancangan, prinsip kerja desain, desain aplikasi, pengaturan tata letak visual, serta kajian psikologi warna agar pesan dan kesan yang ingin disampaikan dapat diterima secara efektif oleh pengguna. Metode yang digunakan dalam perancangan tampilan antarmuka adalah pemodelan User Interface Design. Rancangan antarmuka aplikasi penyewaan kamar ini diharapkan dapat diimplementasikan dalam bentuk aplikasi nyata, sehingga memudahkan masyarakat dalam menemukan penginapan serta membantu pemilik penginapan dalam menyampaikan informasi terkait layanan dan fasilitas yang mereka tawarkan
Pengembangan Penentuan Kapasitas Anaerobik Menggunakan Rast (Running-Based Anaerobic Sprint Test) Berbasis Aplikasi Android
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan penentuan kapasitas anaerobic menggunakan tes RAST (RUNNING-BASED ANAEROBIC SPRINT TEST) berbasis aplikasi android. Metode dalam penelitian ini menggunakan penelitian dan pengembangan (Research and Development). Dari hasil validasi pakar informatika dan materi dalam hal ini adalah tes dan pengukuran olahraga, aplikasi android RAST (RUNNING-BASED ANAEROBIC SPRINT TEST) dapat digunakan dengan skor angket validasi sebesar 42 dari skor total 45 yang artinya sebesar 93% dinyatakan layak digunakan dari kedua aspek penilaian tersebut. Hasil validasi kelayakan materi rujukan tes pengukuran olahraga dilakukan oleh pakar tes pengukuran olahraga didapat hasil sebesar 49 dari total skor 50 yang artinya bahwa sebesar 98% dinyatakan layak digunakan
RESPON PERKECAMBAHAN DAN PERTUMBUHAN VEGETATIF KEDELAI VARIETAS ANJASMORO DENGAN PEMBERIAN PLANT GROWTH PROMOTING RHIZOBACTERIA PADA CEKAMAN KEKERINGAN
Salah satu permasalahan dalam usaha budidaya tanaman secara intensif di Indonesia adalah cekaman kekeringan yang menyebabkan ketersediaan air tanah menjadi rendah sehingga tidak mencukupi kebutuhan tanaman. Salah satu upaya mengatasi kondisi cekaman kekeringan yaitu dengan pemberian Plant Growth Promoting Rhizobacteria. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi antara pemberian Plant Growth Promoting Rhizobacteria dan cekaman kekeringan terhadap perkecambahan dan pertumbuhan vegetatif kacang kedelai. Artikel dilaksanakan pada bulan Februari sampai bulan Maret tahun 2024. Rancangan penelitian yang digunakan adalah RAK pola faktorial diulang sebanyak tiga kali dengan faktor pertama yaitu konsentrasi Plant Growth Promoting Rhizobacteri diantaranya: 0%, 1%, 1,5%, 2% dan 2,5% dan faktor kedua pada kadar air tanah 100 % kapasitas lapang dan 50 % kapasitas lapang. Hasil artikel menunjukan bahwa pada fase perkecambahan terdapat interaksi antara konsentrasi Plant Growth Promoting Rhizobacteria dengan cekaman kekeringan terhadap kecepatan tumbuh dan panjang hipokotil, sedangkan pada fase pertumbuhan vegetatif terdapat interaksi terhadap tinggi tanaman pada umur 21 dan 30 hari setelah tanam. Secara mandiri konsentrasi Plant Growth Promoting Rhizobacteria berpengaruh terhadap daya kecambah, bobot kering kecambah, dan panjang epikotil. Pada fase perkecambahan konsentrasi yang berpengaruh baik yaitu 1,5 % dan 2 %. Pada fase pertumbuhan vegetatif konsentrasi Plant Growth Promoting Rhizobacteria yang berpengaruh baik terhadap jumlah daun, volume akar, bobot kering akar, bobot kering pupus, ratio pupus akar dan bobot kering tanaman konsntrasi 2 % dan 2,5 %. One of the problems in intensive plant cultivation in Indonesia is drought stress which causes groundwater availability to become low so that it is not sufficient for plant needs. One of the efforts to overcome drought stress conditions is by giving Plant Growth Promoting Rhizobacteria. This research aims to determine the effect of the interaction between giving Plant Growth Promoting Rhizobacteria and drought stress on the germination and vegetative growth of soybeans. The research was carried out from February to March 2024. The research design used was RAK factorial pattern repeated three times with the first factor being the concentration of Plant Growth Promoting Rhizobacteri including: 0%, 1%, 1.5%, 2% and 2.5% and the second factor is soil moisture content at 100% field capacity and 50% field capacity. The research results showed that in the germination phase there was an interaction between the concentration of Plant Growth Promoting Rhizobacteria and drought stress on growth speed and hypocotyl length, while in the vegetative growth phase there was an interaction on plant height at 21 and 30 days after planting. Independently, the concentration of Plant Growth Promoting Rhizobacteria influences germination capacity, dry weight of sprouts, and epicotyl length. In the germination phase, the concentrations that have a good effect are 1.5% and 2%. In the vegetative growth phase, the concentration of Plant Growth Promoting Rhizobacteria had a good effect on the number of leaves, root volume, root dry weight, shoot dry weight, root shoot ratio and plant dry weight, concentrations of 2% and 2.5%.Salah satu permasalahan dalam usaha budidaya tanaman secara intensif di Indonesia adalah cekaman kekeringan yang menyebabkan ketersediaan air tanah menjadi rendah sehingga tidak mencukupi kebutuhan tanaman. Salah satu upaya mengatasi kondisi cekaman kekeringan yaitu dengan pemberian Plant Growth Promoting Rhizobacteria. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi antara pemberian Plant Growth Promoting Rhizobacteria dan cekaman kekeringan terhadap perkecambahan dan pertumbuhan vegetatif kacang kedelai. Artikel dilaksanakan pada bulan Februari sampai bulan Maret tahun 2024. Rancangan penelitian yang digunakan adalah RAK pola faktorial diulang sebanyak tiga kali dengan faktor pertama yaitu konsentrasi Plant Growth Promoting Rhizobacteri diantaranya: 0%, 1%, 1,5%, 2% dan 2,5% dan faktor kedua pada kadar air tanah 100 % kapasitas lapang dan 50 % kapasitas lapang. Hasil artikel menunjukan bahwa pada fase perkecambahan terdapat interaksi antara konsentrasi Plant Growth Promoting Rhizobacteria dengan cekaman kekeringan terhadap kecepatan tumbuh dan panjang hipokotil, sedangkan pada fase pertumbuhan vegetatif terdapat interaksi terhadap tinggi tanaman pada umur 21 dan 30 hari setelah tanam. Secara mandiri konsentrasi Plant Growth Promoting Rhizobacteria berpengaruh terhadap daya kecambah, bobot kering kecambah, dan panjang epikotil. Pada fase perkecambahan konsentrasi yang berpengaruh baik yaitu 1,5 % dan 2 %. Pada fase pertumbuhan vegetatif konsentrasi Plant Growth Promoting Rhizobacteria yang berpengaruh baik terhadap jumlah daun, volume akar, bobot kering akar, bobot kering pupus, ratio pupus akar dan bobot kering tanaman konsntrasi 2 % dan 2,5 %. One of the problems in intensive plant cultivation in Indonesia is drought stress which causes groundwater availability to become low so that it is not sufficient for plant needs. One of the efforts to overcome drought stress conditions is by giving Plant Growth Promoting Rhizobacteria. This research aims to determine the effect of the interaction between giving Plant Growth Promoting Rhizobacteria and drought stress on the germination and vegetative growth of soybeans. The research was carried out from February to March 2024. The research design used was RAK factorial pattern repeated three times with the first factor being the concentration of Plant Growth Promoting Rhizobacteri including: 0%, 1%, 1.5%, 2% and 2.5% and the second factor is soil moisture content at 100% field capacity and 50% field capacity. The research results showed that in the germination phase there was an interaction between the concentration of Plant Growth Promoting Rhizobacteria and drought stress on growth speed and hypocotyl length, while in the vegetative growth phase there was an interaction on plant height at 21 and 30 days after planting. Independently, the concentration of Plant Growth Promoting Rhizobacteria influences germination capacity, dry weight of sprouts, and epicotyl length. In the germination phase, the concentrations that have a good effect are 1.5% and 2%. In the vegetative growth phase, the concentration of Plant Growth Promoting Rhizobacteria had a good effect on the number of leaves, root volume, root dry weight, shoot dry weight, root shoot ratio and plant dry weight, concentrations of 2% and 2.5%
Analisis Keberhasilan Penggunaan E-Learning pada Pembelajaran Fisika Kelas X MIPA di SMAN 4 Tasikmalaya
Analisis keberhasilan penggunaan e-learning di sekolah sangat penting untuk memastikan bahwa teknologi ini benar-benar memberikan manfaat optimal bagi proses pembelajaran. Dengan melakukan analisis, kita dapat mengidentifikasi aspek-aspek yang berjalan dengan baik dan yang perlu ditingkatkan, sehingga e-learning dapat menjadi alat yang efektif dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Pembelajaran Fisika kelas X di SMAN 4 Tasikmalaya sudah berbantuan media pembelajaran e-learning yaitu virtual lab. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui lebih jelas keberhasilan penggunaan e-learning pada mata pelajaran Fisika di kelas X MIPA. Jenis penelitian ini adalah penelitin deskriptif kuantitatif. Pemilihan sampel dilakunan dengan teknik cluster random sampling, sehingga didapatkan 66 peserta didik dari kelas X MIPA 4 dan X MIPA 5. Data penelitian berupa angket berdasarkan 6 indikator diperoleh dengan menyebarkannya melalui Google Form. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan media pembelajaran e-learning pada pembelajaran Fisika di kelas X SMAN 4 Tasikmalaya berada pada kategori tinggi dan sangat tinggi.