Jurnal Universitas Siliwangi
Not a member yet
2884 research outputs found
Sort by
Studi Pengambilan Keputusan (Decision Making) Dalam Menyelesaikan Soal Cerita Ditinjau Dari Self-Efficacy
This research aims to describe students' decision making in solving word problems in terms of self-efficacy. This research is a type of qualitative research with descriptive methods. Data collection techniques in this research were obtained from self-efficacy questionnaires, decision making tests, and interviews. Subjects were selected from class VIII-B students based on the results of the high and low category questionnaires. Apart from that, indicators and categories in decision making are also taken into consideration in determining the subject. The data analysis techniques used are data reduction, data presentation, data verification and drawing conclusions. Based on the research results, it was found that: (1) subjects in the heuristic high self-efficacy category can fulfill all decision making indicators (2) subjects in the empirical low self-efficacy category can fulfill six, namely identifying problems, identifying goals, finding alternative answers, solving problems, evaluating alternative answers, and can draw conclusions (3) subjects in the heuristic low self-efficacy category can fulfill six indicators except evaluating alternative answers, presenting and remembering the relationship between problems and things that are known and the decisions that have been taken. (4) subjects in the low rational self-efficacy category can fulfill seven indicators except evaluating alternative answers and evaluating decision results (5) subjects in the intuitive self-efficacy category only fulfill two indicators of decision making, namely being able to identify problems and being able to find alternative answers.Keywords: Decision Making, two variable linear equations, self-efficac
Analisis Tingkat Pengetahuan Penanganan Pertama Cedera Olahraga (Metode RICE) Pada Siswa SMA Negeri Kota Semarang
AbstrakCedera olahraga merupakan kecelakaan kedua terbanyak setelah kecelakaan domestik. Penanganan cedera merupakan suatu skill yang harus dimiliki oleh setiap aktivis olahraga. Untuk itu setiap siswa harus memiliki pengetahuan skill dasar yang dibutuhkan dalam menangani cedera olahraga salah satunya dengan metode RICE. Hal ini dibutuhkan agar tidak terjadi cedera yang lebih parah akibat adanya penanganan pertama pada cedera olahraga yang kurang tepat. Berdasarkan hal ini, maka perlu diadakannya suatu penelitian dengan tujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan penanganan pertama pada cedera olahraga. Penelitian ini merupakan penelitian deskripsi kuantitatif. Metode yang digunakan yaitu metode survey. Sampel penelitian ini berjumlah 135 siswa. Teknik penarikan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu kuesioner, dengan teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukan tingkat pengetahuan penanganan pertama cedera olahraga menggunakan metode RICE dengan presentase 43,7% dalam kategori sedang, sebanyak 25,9% dalam kategori baik, 18,4% dalam kategori kurang, sebanyak 10,4% dalam kategori kurang sekali, dan 1,5% dalam kategori sangat baik. Berdasarkan pada hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan penanganan pertama cedera olahraga menggunakan metode RICE siswa pada kategori sedang. Secara keseluruhan siswa/siswi sudah memiliki tingkat pemahaman yang cukup baik.Kata kunci: Pengetahuan, Cedera Olahraga, RICE AbstractSports injuries are the second most common accident after domestic accidents. Injury management is a skill that every sports activist must have. For this reason, every student must have knowledge of the basic skills needed to treat sports injuries, one of which is the RICE method. This is needed to prevent more serious injuries from occurring due to inappropriate first treatment for sports injuries. Based on this, it is necessary to conduct research with the aim of determining the level of knowledge of first-hand treatment for sports injuries. This research is a quantitative descriptive research. The method used is the survey method. The sample for this research consisted of 135 students. The sampling technique uses purposive sampling technique with inclusion and exclusion criteria. The research instrument used was a questionnaire, with data analysis techniques using descriptive analysis techniques. The results of the study showed that the level of knowledge of first handling sports injuries using the RICE method was 43.7% in the moderate category, 25.9% in the good category, 18.4% in the poor category, 10.4% in the very poor category, and 1.5% in the very good category. Based on the research results, it can be concluded that the level of knowledge of first-hand treatment of sports injuries using the RICE method among students is in the medium category. Overall, students already have a fairly good level of understanding.Keywords: Knowledge, Sports Injuries, RIC
PENGARUH LATIHAN KECEPATAN TERHADAP PENINGKATAN REAKSI PEMAIN BOLA VOLI
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan kecepatan terhadap peningkatan reaksi pemain bola voli pada siswa ekstrakurikuler MTS Atta'awun Sukaresmi, Garut. Penelitian menggunakan metode kuantitatif eksperimen dengan desain one-group pretest-posttest pada 12 siswa sebagai sampel. Instrumen yang digunakan adalah whole body reaction test. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kecepatan reaksi, dengan nilai rata-rata pretest sebesar 0.34 dan posttest sebesar 0.27. Uji normalitas menunjukan bahwa data berdistribusi normal, mengonfirmasi efektivitas latihan kecepatan dalam meningkatkan reaksi pemain bola voli. Hasil dari penelitian tersebut dapat di lihat dari hasil uji hipotesis yang menunjukan bahwa latihan kecepatan pada pretest Whole Body Reaction dan posttest Whole Body Reaction mempunyai nilai signifikasi 0,000 0,05 yang berarti bahwa latihan kecepatan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kecepatan reaksi pemain bola voli pada saat bertanding
SURVEY DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI PADA KECEPATAN 50 METER SURFACE ATLET FINSWIMMING LOTUS AQUATIC CLUB KOTA BATU
Penelitian ini dilatar belakangi karena penelitian tentang cabang olahraga finswimming yang menyangkut aspek daya ledak otot tungkai pada kecepatan 50 meter surface masih sedikit. Penelitian ini memiliki fokus Bagaimana Hubungan Daya Ledak Otot Tungkai Pada Kecepatan 50 Meter Surface Atlet Finswimming Lotus Aquatic Club Kota Batu, oleh karena itu peneliti ingin mengetahui lebih dalam tentang seberapa jauh jarak yang dihasilkan daya ledak otot tungkai atlet pada kecepatan 50 meter surface. Sebanyak 5 atlet mendapatkan hasil loncatan yang kurang baik dan sebanyak 15 mendapatkan hasil loncatan yang cukup baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan daya ledak otot tungkai pada kecepatan 50 meter surface atlet Finswimming Atlet Lotus Aquatic Club Kota Batu. Penelitian ini dilakukan pada Atlet finswimming Lotus Aquatic Club Kota Batu pada bulan juni 2024. Rancangan penelitian ini menggunakan penelitian non eksperimen menggunakan rancangan penelitian korelasional yang bertujuan untuk menghubungkan variable bebas dengan variable terikat. Digunakan total 20 atlet yang berusia 16 tahun – 20 tahun, dengan jumlah 12 atlet laki-laki dan 8 atlet perempuan. Daya ledak otot tungkai diukur dengan standing board jump dan kecepatan 50 meter surface diukur dengan dihitung waktu dengan satuan second (s). Pengolahan data dilakukan secara deskriptif. Uji normalitas menggunakan Saphiro-Wilk dikarenakan subjek termasuk kecil (50). Hubungan daya ledak otot tungkai dengan kecepatan dilakukan menggunakan metode pearson correlation. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa nilai signifikansi 0,0010,05 pada atlet laki-laki, sedangkan pada atlet Perempuan adalah 0,0020,05 yang menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara kedua variable tersebut dengan nilai Pearson Corelation sebesar -0,840 pada laki-laki dan -0,940 pada perempuan. Kesimpulannya adalah bahwa tedapat korelasi yang sangat kuat dengan arah korelasi negatif antara daya ledak otot tungakai pada kecepatan 50 meter surface, dengan kata lain semakin besar daya ledak otot tungkai seorang atlet, semakin cepat mereka menempuh 50 meter surface
Korelasi Dukungan Sosial Terhadap Stres Akademik Mahasiswa Pendidikan Jasmani Universitas PGRI Jombang di Masa Pandemi Covid-19
Covid-19 memberikan berbagai dampak terutama yang terjadi di Indonesia. Salah satu dampaknya adalah di bidang pendidikan, mahasiswa diharuskan melakukan pembelajaran secara daring untuk meminimalisir penyebaran Covid-19 dengan menggunakan berbagai aplikasi seperti zoom, google meet, google classroom, whatsapp group, dan berbagai aplikasi lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan sosial terhadap stres akademik pada mahasiswa pendidikan jasmani di masa Covid-19. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa aktif jurusan Pendidikan Jasmani Universitas PGRI Jombang yang terbagi menjadi dua kelompok, yaitu subjek tryout dengan jumlah 30 mahasiswa dan subjek penelitian yang berjumlah 231 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala persepsi dukungan sosial dan skala stres akademik. Data kemudian dianalisis dengan menggunakan uji korelasi dengan menggunakan pearson product moment. Hasil analisis data menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0,842 dan signifikan pada 0,000 (p0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif antara dukungan sosial dengan stres akademik, yang berarti jika dukungan sosial yang dirasakan mahasiswa tinggi, maka stres akademik yang dirasakan mahasiswa tersebut rendah. Sebaliknya, jika dukungan sosial yang dirasakan mahasiswa rendah, maka stres akademik yang dirasakan mahasiswa tersebut tinggi
STRATEGI PENGEMBANGAN AGROWISATA PETIK MELON LADANG PRAYOGA
Daya tarik wisata alam dan budaya sebagai salah satu aset utama dalam pengembangan pariwisata Indonesia. Agrowisata Ladang Prayoga merupakan salah satu destinasi wisata berkonsep eduwisata yang menawarkan pengalaman petik buah. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan prioritas strategi yang dapat diterapkan dalam pengembangan Agrowisata Petik Melon Ladang Prayoga. Data dianalisis menggunakan AHP (Analysis Hierarchy Process) dengan bantuan software expert choice. Sampel ditentukan menggunakan metode purposive sampling, dengan memilih 5 informan yang terdiri dari pemilik, pegawai dan 3 pengunjung. Hasil penelitian ini menunjukkan penilaian kriteria dari tertinggi ke terendah adalah daya tarik, fasilitas, pelayanan tambahan dan aksesibilitas. Pada kriteria daya tarik yaitu harga yang ditawarkan, aktivitas petik melon, edukasi pertanian dan pemandangan alam yang indah. Kriteria fasilitas yaitu toilet, area parkir, gazebo, dan spot foto. Kriteria aksesibilitas adalah akses jalan menuju lokasi, tersedia rambu petunjuk lokasi, dan lingkungan yang bersih. Kriteria pelayanan tambahan yaitu tersedia pemandu wisata, penjualan produk, dan restoran. Berdasarkan perhitungan bobot seluruh alternatif strategi terdapat prioritas utama yang memiliki peranan penting yaitu harga yang ditawarkan.
PERSEPSI PETANI TERHADAP KINERJA PENYULUH PERTANIAN MENURUT INDIKATOR KAPASITAS PETANI DAN TEKNOLOGI INFORMASI PERTANIAN
One of those who play a role in agricultural development in Indonesia is agricultural extension agents through the programs and activities carried out. However, farmers with various patterns of attitudes and thoughts have different perceptions in seeing agricultural extension workers. The purpose of this study was to determine the perception of farmers based on 2 indicators assessed. This research was conducted in Sidodadi Village, Sangkub District, North Bolaang Mongondow Regency. The data collection method used is the method of observation and questionnaire interviews with a list of statements that have been prepared. The number of respondents in this study amounted to 65 farmers. The results of the study indicate that the perception or assessment of farmers based on the farmer capacity indicator is in a good category with a score of 213.2 with a percentage of 65.60%, while for agricultural technology information indicators are also in a good category, with a score of 201.6 with a percentage of 62, 03%. So, based on the 2 indicators assessed, farmers' perceptions are included in the good category with an average score of 1037 with an index score of 63.82%
Pengembangan Bahan Ajar pada Materi Aritmatika Sosial Berbasis Smart Apps Creator Berbantuan Kahoot untuk Mengeksplor Kemampuan Representasi Matematis
This research aims to develop teaching materials on social arithmetic material based on Smart Apps Creator with the help of Kahoot to explore mathematical representation capabilities and also to see the effectiveness of using these teaching materials. The research method used is Research Development (RD) with the ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation) development model. Data collection techniques were carried out through interviews, questionnaires, and test questions (pretest and posttest). The research instruments used were material expert assessment sheets, media expert assessment sheets, student response questionnaire sheets, and test question sheets. This research data was obtained from two material experts, two media experts, 10 students in class VIII A of the Bojong Islamic Foundation Tasikmalaya Middle School, and 25 students in class VIII B of the Bojong Islamic Foundation Tasikmalaya Middle School. This research produces teaching materials that can be used via Android. Based on the research results, the teaching materials developed were declared "very appropriate" with several improvements. Then the student response to small-scale implementation got a percentage of 89%, which was in the "very good" category. Meanwhile, student responses to large-scale implementation received a percentage of 93%, which was in the "very good" category. The level of effectiveness of teaching materials on social arithmetic material based on Smart Apps Creator with the help of Kahoot was obtained from the pretest and posttest by getting an effect size score of 1.28, which is in the "strong effect" criteria, which means the use of teaching materials on social arithmetic material based on Smart Apps Creator assisted by Kahoot has a high effect in exploring students' mathematical representation abilities.I
Pembelajaran Kecerdasan Musik Bagi Siswa: Analisis Perspektif Guru Sekolah Dasar
Tujuan diadakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan guru sekolah dasar terkait kecerdasan musik serta perspektif guru dalam memberikan pembelajaran kepada siswa yang memiliki kecerdasan musik. Metode penelitian menggunakan penelitian deskriptif. Teknik analisis statistik deskriptif digunakan dalam penelitian ini dengan subjek penelitiannya adalah guru sekolah dasar dengan menyebarkan kuesioner melalui google form. Analisis data penelitian menggunakan teknik deskriptif dari hasil temuan kuesioner. Hasil penelitian ini terdapat 40 partisipasi guru sekolah dasar yang sebagian besar sudah mengetahui siswa yang memiliki kecerdasan musik serta memberikan penerapan pembelajarannya. Guru berpendapat bahwa kecerdasan musik merupakan suatu kemampuan yang ada pada diri siswa dalam menentukan atau membedakan sebuah melodi, irama, nada serta mampu menggunakan salah satu atau beberapa jenis alat musik. Sistem pembelajaran yang dapat diberikan diantaranya adalah membentuk lingkungan pembelajaran musik, mendengarkan musik, musik untuk membangun keterampilan, menciptakan lagu-lagu dengan mengaitkan materi pelajaran serta membuat instrumen musikal di dalam kelas. Maka dari itu kepada para pendidik dan calon pendidik harus bisa lebih selektif dan teliti dalam mengidentifikasi kecerdasaan yang dimiliki oleh peserta didiknya, karena setiap anak memiliki kecerdasaan yang berbeda-beda dan semuanya menginginkan stimulus yang baik dalam rangka pengembangan kecerdasannya, seperti mengembangkan kecerdasan musikal memiliki keuntungan dan kelebihannya sendiri terhadap tumbuh kembang ana
Pengaruh Ekspor, Foreign Direct Invesment, dan Utang Luar Negeri terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia
The purpose of this study is to see the extent to which the Indonesian government is successful in carrying out international market activities, namely in the form of export activities, foreign direct investment, and foreign debt in influencing Indonesia's economic growth climate as measured based on GDP. This study uses quantitative methods, which are methods used to statistically explain the relationship and influence of exports, foreign direct investment, and foreign debt on economic growth of Indonesia. The data analysis technique used in this study is multiple linear regression analysis with the OLS (ordinary least squares) method as an estimator. The sample used is time series data for 32 years, from 1990-2022 from data on GDP, exports, foreign direct investment, and foreign debt. The results of data processing using Eviews show that the variables of export, foreign direct investment, and foreign debt have a positive and significant effect on Indonesia's economic growth.Penelitian ini bertujuan untuk melihat sejauh mana pemerintah Indonesia berhasil dalam menjalankan kegiatan pasar internasional yakni berupa kegiatan ekspor, foreign direct investment, dan utang luar negeri dalam mempengaruhi iklim pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diukur berdasarkan PDB. Studi ini menggunakan metode kuantitatif, yaitu metode yang digunakan untuk menjelaskan secara statistik hubungan dan pengaruh ekspor, foreign direct investment, dan utang luar negeri terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Teknik analisis data yang digunakan dalam metode ini adalah analisis regresi linear berganda dengan metode OLS (ordinary least squares) sebagai estimator. Sampel yang digunakan adalah data time series selama 32 tahun yakni dari tahun 1990-2022 dari data PDB, ekspor, foreign direct investment, dan utang luar negeri. Hasil pengolahan data menggunakan Eviews menunjukkan bahwa baik variabel ekspor, foreign direct investment, maupun utang luar negeri memberikan efek yang positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia