Jurnal Universitas Siliwangi
Not a member yet
2884 research outputs found
Sort by
PEMANFAATAN FOTO UDARA DALAM MELAKUKAN PEMETAAN WILAYAH UNTUK MENDUKUNG PERENCANAAN PENGEMBANGAN POTENSI DESA GUNUNGSARI KECAMATAN CIKATOMAS
Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, mengamanatkan bagi setiap desa untuk membuat Peta batas wilayah Desa. Selain berfungsi sebagai alat penunjuk batas-batas wilayah desa, peta desa ini juga harus dapat menampilkan data dan informasi yang ada di Desa tersebut. Peta desa harus dapat menyajikan potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang dimiliki oleh desa. Dengan dimilikinya pemetaan desa yang lengkap, tidak hanya berisikan batas-batas wilayah saja, maka desa dapat menyelenggarakan pemerintahan yang efektif, meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Namun masih banyak desa yang belum memiliki peta desa yang berisikan data lengkap. Desa Gunungsari terletak di Kecamatan Cikatomas Kabupaten Tasikmalaya, merupakan salah satu desa yang belum memiliki pemetaan desa yang berisikan data lengkap. Pemetaan ini sangat diperlukan oleh desa untuk dapat meningkatkan pelayanan dan kemajuan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini akan membantu melakukan pemetaan desa dengan memanfaatkan foto udara untuk mendapatkan data dan informasi lebih lengkap. Selain itu, foto udara memberikan sudut pandang berbeda terhadap topografi desa karena dilihat dari atas. Diharapkan dengan pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, Desa Gunungsari akan memiliki sebuah Pemetaan Desa yang berisikan informasi tentang potensi desa dilihat dari pengambilan foto udara
IbBM PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN BAGI DEWAN KEMAKMURAN MESJID DAN MADRASAH DINIYYAH BERBASIS PDE
Tujuan dan target khusus kegiatan pengabdian pada masyarakat pada skema Ipteks bagi Bina Masyarakat (IbBM) ini diperuntukkan kepada pengelola Dewan Kemakmuran Mesjid dan Madrasah Diniyah. Pentingnya penyusunan laporan keuangan yang baik bagi Dewan Kemakmuran Mesjid dan Madrasah Diniyah adalah bentuk dari pertanggungjawaban pengelolaan keuangan yang diserahkan oleh masyarakat, siswa, donatur dan stakeholder lainnya. Permasalahan yang diangkat adalah minimnya sumber daya manusia yang mampu melaporkan kondisi keuangan dengan baik. Biasanya para pengelola keuangan madrasah diniyah adalah para guru (ustad) yang tidak mempunyai keahlian khusus terutama manajemen keuangan dan akuntansi. Dengan demikian dibutuhkan pelatihan khusus agar pengelola keuangan Dewan Kemakmuran Mesjid dan Madrasah Diniyah khususnya yang menjadi mitra menjadi mampu mengelola keuangan dengan baik sehingga akan dibuat laporan keuangan dengan baik. Usulan pelaksanaan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilaksanakan dalam jangka waktu 1 tahun mulai dari penandatanganan MoU sampai pelaporan. Metode penyelesaian masalah pengabdian pada masyarakat adalah dengan melakukan pelatihan kepada mitra dalam menyusun laporan keuangan
Determinants of Firm Value with Conditional Process Model: Evidence from Healthcare Sector Companies in Indonesia
This study aims to analyze the variables that affect the value of health sector companies in Indonesia, using the conditional process model with variables of Intellectual capital, IOS, DPR, Leverage, and firm size. The research method used is a descriptive method with a non-experimental quantitative approach. The population of this study was 30 health sector companies indexed on the IDX-IC Indonesia Stock Exchange. Furthermore, using a purposive sampling technique with the main criteria, nine companies were obtained as samples. Important findings in this study are that IOS is a predictor that has the strongest relative total effect on firm value, and IOS also plays a role in mediating the effect of intellectual capital and firm size on firm value. Next, leverage is found to moderate the effect of IOS on firm value positively. IOS optimization is influenced by intellectual capital. Thus, health sector companies must improve and manage intellectual capital well. Health sector companies can maximize their debt to invest in new products or expand the production of existing products. This provides theoretical implications for the firm value literature, where mediation and moderation models using IOS and Leverage in this research context are still limited
PENGEMBANGAN MODEL PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI (STUDI KASUS PADA PELATIHAN UPGRADING SKK 60 MIL JURU MUDI MENJADI AHLI NAUTIKA KAPAL PENANGKAPAN IKAN (ANKAPIN) TINGKAT III)
AbstrakPenelitian Pengembangan Model Pelatihan Berbasis Kompetensi (Studi Kasus Pada Pelatihan Upgrading SKK 60 Mil Juru Mudi Menjadi ANKAPIN Tingkat III dilatarbelakangi oleh tuntutan dunia industri yang menghendaki agar pelatihan ditekankan pada peningkatan kompetensi sesuai dengan tuntutan dunia industri, sehingga diperlukan pelatihan berbasis kompetensi. Berdasarkan analisis potensi diklat dan sertifikasi kepelautan oleh Pusat Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan sampai 2025, dengan kapal ukuran 5 - 30 GT dan 30 - 100 GT, masing-masing 91.275 dan 3.593 kapal, masih diperlukan tambahan 51.647 awak kapal bersertifikasi ANKAPIN Tingkat III. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penyelenggaraan pelatihan dan mengembangkan model pelatihan Upgrading SKK 60 Mil Juru Mudi Menjadi ANKAPIN Tingkat III dengan model Pelatihan Berbasis Kompetensi . Obyek penelitian ini adalah 33 perwira dan calon perwira kapal penangkapan ikan dan merupakan peserta pelatihan Upgrading SKK 60 Mil Juru Mudi menjadi ANKAPIN Tingkat III yang diselenggarakan oleh BPPP Banyuwangi Tahun 2022. Penelitian ini menggunakaan metode campuran sekuensial bertahap dengan eksploratoris sekuensial. Hasil evaluasi diperoleh, 35 indikator standar CBT-ILO 2020 telah dilaksanakan oleh BPPP Banyuwangi, 14 indikator belum dilaksanakan dan satu indikator dilaksanakan bersifat kondisional dan dari pengembangan penelitian dihasilkan instrumen identifikasi kebutuhan pelatihan, instrumen analisis profil pekerjaan calon peserta , dan satu kurikulum berbasis kompetensi. Melalui penelitian ini, BPPP Banyuwangi telah dapat menyelenggarakan pelatihan berbasis kompetensi dari 70% menjadi 94 % AbstractResearch on the Development of a Competency-Based Training Model (Case Study on Upgrading Training for SKK 60 Mil Helmsmen to ANKAPIN Level III is motivated by the demands of the industrial world which requires that training be emphasized on increasing competence in accordance with the demands of the industrial world, so that competency-based training is needed. Based on an analysis of the training potential and maritime certification by the Fisheries Training and Extension Center until 2025, with vessels measuring 5 - 30 GT and 30 - 100 GT, respectively 91,275 and 3,593 vessels, an additional 51,647 crew members with ANKAPIN Level III certification are still needed. This research aims to evaluate the implementation of training and developing a training model for Upgrading SKK 60 Mil Helmsman to ANKAPIN Level III with a Competency Based Training model. The objects of this research were 33 officers and prospective officers of fishing vessels who were participants in the training for Upgrading SKK 60 Mil Helmsman to ANKAPIN Level III organized by BPPP. Banyuwangi in 2022. This research uses a mixed method of stepwise sequential and sequential exploratory. The evaluation results obtained show that 35 CBT-ILO 2020 standard indicators have been implemented by BPPP Banyuwangi, 14 indicators have not been implemented and one indicator implemented is conditional and from research development a training needs identification instrument, an analysis instrument for prospective participants' job profiles, and a competency-based curriculum were produced. Through this research, BPPP Banyuwangi has been able to provide competency-based training from 70% to 94
Penggunaan Media Pembelajaran Puzzle Dalam Mengembangkan Kognitif Anak Usia 4-5 Tahun
Media pembelajaran puzzle menjadi media yang banyak diterapkan pada program pendidikan anak usia dini karena bermanfaat dalam memfokuskan perhatian peserta didik, memotivasi peserta didik, meningkatkan keefektifan pembelajaran, dan menyesuaikan dengan tingkat perkembangan peserta didik (Niengtinkim Gangte, 2021; Doherty, Wimmer, Gollek, Stone, dan Robinson, 2021). Penelitian ini memiliki tujuan untuk 1) mendeskripsikan penggunaan media pembelajaran puzzle dalam mengembangkan kognitif anak usia 4-5 tahun di PAUD Sakura III Kabupaten Karawang dan 2) mendeskripsikan hasil penggunaan media pembelajaran puzzle dalam mengembangkan kognitif anak usia 4-5 tahun di PAUD Sakura III Kabupaten Karawang. Subjek penelitian ini adalah pengelola, guru kelas kelompok A, dan orang tua peserta didik usia 4-5 tahun di PAUD Sakura III Kabupaten Karawang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa 1) media pembelajaran puzzle diperlukan sebagai salah satu media pembelajaran yang menarik dan menyenangkan dimulai dari proses persiapan, pelaksanaan, dan tindak lanjut (evaluasi) yang disusun dengan baik, dan 2) hasil dari penggunaan media pembelajaran puzzle adalah anak usia 4-5 tahun di PAUD Sakura III mulai banyak mengalami perkembangan pada aspek kognitifnya yang dilihat dari indikator pencapaian berupa belajar dan pemecahan masalah, berpikir logis, serta berpikir simbolik.Kata Kunci: media pembelajaran puzzle, perkembangan kognitif, anak usia 4-5 tahu
Integrasi Model Latihan Pencak Silat berbasis Olympic Movement
Dinamika krisis pendidikan nilai muncul ketika banyak atlet hanya fokus pada kemenangan tanpa memperhatikan nilai-nilai olimpiade. Pergeseran paradigma dari hasil olahraga "sport outcomes" menjadi hasil pembangunan sosial "development societal outcomes" merupakan hal mendasar dalam perubahan cara kita memahami nilai olahraga. Hal ini mengakui potensi olahraga untuk berkontribusi terhadap pembangunan sosial yang lebih luas dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Kajian ini menawarkan arah baru dengan mengintegrasikan model latihan pencak silat berbasis olympic movement, sehingga pesilat/atlet memahami nilai-nilai olimpiade secara luas dan komprehensif. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan jumlah sampel sebanyak 30 orang, meliputi kelompok model pencak silat berbasis olympic movement dan 15 kelompok kontrol. Instrumen yang digunakan adalah Olympic Movement Instrument (OMI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengaruh terhadap nilai-nilai olimpiade meningkat secara signifikan, kelompok latihan pencak silat yang mengikuti olympic movement menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan kelompok kontrol. Disimpulkan bahwa model pencak silat berbasis olympic movement yang memuat nilai-nilai respect, friendship dan excellence dengan struktur yang disengaja efektif memberikan kontribusi terhadap pemahaman olympic movement antar pesilat/atlet. Model ini didasarkan pada olympic movement yang cocok digunakan dan efektif dalam membentuk karakter pesilat
DEMONSTRASI AKTIVITAS FISIK JALAN KAKI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MERAWAT ANGGOTA KELUARGA YANG MENGALAMI DIABETES MELITUS
Diabetes Mellitus is a chronic disease caused by the body's inability to produce the hormone insulin Currently Indonesia is in fifth position with the number of diabetics as many as 19.47 million out of 179.72 million population. The purpose of writing this scientific paper is to provide an overview of family nursing care by providing education through demonstrations of walking physical activity to improve family ability to care for family members who have Diabetes Mellitus. Diabetes Mellitus is a high blood glucose level caused by the inability of the pancreas to secrete insulin. Signs and symptoms of Diabetes Mellitus include polyuria, polyphagia and polydipsia. The research method of this scientific paper is to use a qualitative case study design method, namely analyzing the application of walking physical activity by the family to reduce blood sugar levels for 5 days with a frequency of 1 time a day for 30 minutes, data collection is carried out before and after education through demonstration of walking physical activity. The results showed an increase in family independence in caring for family members with Diabetes Mellitus, which is at level III independence with 6 criteria. The conclusion is that education through demonstration of walking physical activity is effective for improving the ability of families to care for family members with Diabetes Mellitus, but depends on family understanding which can affect the success of therapy. for further researchers, it is hoped that it can improve educationalmethods about the application of walking physical activity to families so that families are maximized in doing walking physical activity, so that maximum results are obtained
Faktor-faktor yang Memengaruhi Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat
Fluctuations in currency exchange rates are a phenomenon that often occurs in an economy. Changes in the Rupiah exchange rate against the US Dollar that occurred in Indonesia were influenced by fundamental economic factors and openness. This research analyzes the influence of economic growth, inflation, foreign exchange reserves, and exports on the Rupiah exchange rate against the United States Dollar. This research uses the ordinary least squares (OLS) method and multiple linear regression analysis models. This research uses monthly period data from January 2012 to December 2022. The results show that simultaneously the variables of economic growth, inflation, foreign exchange reserves, and exports affect the Rupiah exchange rate against the United States Dollar. Economic development, inflation, and foreign exchange reserves all positively influence the Rupiah's exchange rate relative to the USD. Meanwhile, the export variable does not affect the Rupiah exchange rate against the United States Dollar. This analysis shows that the most significant factors affecting the Rupiah's exchange rate against the US dollar are economic growth, inflation, and foreign exchange reserves.Fluktuasi nilai tukar mata uang merupakan fenomena yang sering terjadi dalam sebuah perekonomian. Perubahan perilaku nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika yang terjadi di Indonesia dapat dipengaruhi oleh faktor fundamental perekonomian dan keterbukaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pertumbuhan ekonomi, inflasi, cadangan devisa dan ekspor terhadap nilai tukar Rupiah atas Dolar Amerika Serikat. Penelitian ini menggunakan metode ordinary least square (OLS) dan model analisis regresi linear berganda. Penelitian ini menggunakan data periode bulanan dalam rentang waktu Januari tahun 2012- Desember 2022. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara simultan variabel pertumbuhan ekonomi, inflasi, cadangan devisa, dan ekspor berpengaruh signifikan terhadap nilai tukar Rupiah atas Dolar Amerika Serikat. Secara parsial variabel pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan cadangan devisa berpengaruh positif terhadap nilai tukar Rupiah atas Dolar Amerika serikat. Variabel ekspor tidak berpengaruh terhadap nilai tukar Rupiah atas Dolar Amerika Serikat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel yang berpengaruh dominan terhadap nilai tukar Rupiah atas Dolar Amerika Serikat adalah pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan cadangan devisa
Analisis Pengaruh Faktor Finansial Perusahaan terhadap Keputusan Investasi dalam Industri Makanan dan Minuman di Indonesia
This study aims to determine the factors that influence investment decision making in food and beverage industry companies. This research uses a sample of 5 companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) and is a company that has the highest Sustainable Enterprise Index in 2022 based on the Katadata Corporate Sustainability Index. Investment decision variables are proxied using Capital Expenditure to Book Value (CAPBVA) data. The data used is secondary data obtained from the publication of each company's financial statements published on the Indonesia Stock Exchange (IDX). The method used is a quantitative approach using panel data regression and processed using E-views 12 software. The test results based on the Fixed Effect Model show that partially the Cash Flow and Return on Equity (RoE) variables have a significant negative effect on investment decisions. While the Liquidity and Leverage variables do not have a significant influence on investment decisions. Simultaneously the variables of Cash Flow, Liquidity, Leverage, and Return on Equity (RoE) have a significant influence on the Investment Decisions of Food and Beverage Companies. The Adjusted R2 obtained is 99%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan investasi di perusahaan-perusahaan industri makanan dan minuman di Indonesia yang menggunakan sampel 5 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan merupakan perusahaan yang memiliki Indeks Perusahaan Berkelanjutan tertinggi pada tahun 2022 berdasarkan Katadata Corporate Sustainability Index. Variabel keputusan investasi diproksikan menggunakan data Capital Expenditure to Book Value (CAPBVA). Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari publikasi laporan keuangan masing-masing perusahaan yang diterbitkan dalam Bursa Efek Indonesia (BEI). Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif menggunakan analisis regresi data panel dan diolah menggunakan software E-views 12. Hasil pengujian berdasarkan model Fixed Effect Model menunjukkan bahwa secara parsial variabel Arus Kas dan Return on Equity (RoE) memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap keputusan investasi. Sedangkan variabel Likuiditas dan Leverage tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan investasi. Secara simultan variabel Arus Kas, Likuiditas, Leverage, dan Return on Equity (RoE) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Keputusan Investasi Perusahaan Makanan dan Minuman. Adjusted R2 yang diperoleh adalah sebesar 99%
UJI VERIFIKASI Trichoderma sp. ISOLAT MANGKUBUMI, KOTA TASIKMALAYA SEBAGAI AGENS PENGENDALI HAYATI BERPOTENSI
Jamur Trichoderma sp. merupakan mikroorganisme tanah yang umum digunakan sebagai agens pengendali hayati (APH). Keberadaan Trichoderma sp. dapat dieksplorasi di berbagai wilayah, namun demikian tidak setiap isolat Trichoderma sp. yang didapatkan sesuai dengan standar mutu APH. Penelitian ini bertujuan untuk menguji isolat Trichoderma sp. isolat Mangkubumi berdasarkan standar mutu APH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Trichoderma sp. yang diperbanyak dalam media padat jagung giling sudah memenuhi standar mutu yang berlaku untuk dijadikan sebagai (APH). Hal ini ditunjukan dengan hasil komponen verifikasi Trichoderma sp. yang sudah sesuai, diantaranya produk berwarna hijau, bentuk padat tidak menggumpal, tingkat kerapatan konidia dan viabilitas yang dinilai baik. Adapun kerapatan pada pengenceran 10-3 sebesar 7,5×107 konidia g-1, pada pengenceran 10-4 sebesar 5×108 konidia g-1, pada pengenceran 10-5 sebesar 2,5×109 konida g-1. Adapun viabilitasnya pada pengenceran 10-3 sebesar 76,7%, pada pengenceran 10-4 sebesar 66,7%, pada pengenceran 10-5 sebesar 0,0%. Trichoderma sp. isolat Mangkubumi dinilai telah memenuhi standar mutu untuk digunakan sebagai APH. Trichoderma sp. is a soil microorganism that is commonly used as a biological control agents (BCA). The presence of Trichoderma sp. can be explored in various regions, however, not every isolate of Trichoderma sp. obtained in accordance with BCA quality standards. This study aims to test isolates of Trichoderma sp. Mangkubumi isolates based on BCA quality standards. The results showed that Trichoderma sp. which is propagated in solid media of ground corn has met the applicable quality standards to be used as (BCA). This is shown by the results of the verification component of Trichoderma sp. which are suitable, including a green product, a solid form that does not clump, the level of conidia density and viability is considered good. The density at dilution 10-3 was 7.5×107 conidia g-1, at dilution 10-4 was 5×108 conidia g-1, at dilution 10-5 was 2.5×109 conidia g-1. The viability at dilution 10-3 was 76.7%, at dilution 10-4 was 66.7%, at dilution 10-5 was 0.0%. Trichoderma sp. Mangkubumi isolates were assessed as having met quality standards for use as BCA.Jamur Trichoderma sp. merupakan mikroorganisme tanah yang umum digunakan sebagai agens pengendali hayati (APH). Keberadaan Trichoderma sp. dapat dieksplorasi di berbagai wilayah, namun demikian tidak setiap isolat Trichoderma sp. yang didapatkan sesuai dengan standar mutu APH. Penelitian ini bertujuan untuk menguji isolat Trichoderma sp. isolat Mangkubumi berdasarkan standar mutu APH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Trichoderma sp. yang diperbanyak dalam media padat jagung giling sudah memenuhi standar mutu yang berlaku untuk dijadikan sebagai (APH). Hal ini ditunjukan dengan hasil komponen verifikasi Trichoderma sp. yang sudah sesuai, diantaranya produk berwarna hijau, bentuk padat tidak menggumpal, tingkat kerapatan konidia dan viabilitas yang dinilai baik. Adapun kerapatan pada pengenceran 10-3 sebesar 7,5×107 konidia g-1, pada pengenceran 10-4 sebesar 5×108 konidia g-1, pada pengenceran 10-5 sebesar 2,5×109 konida g-1. Adapun viabilitasnya pada pengenceran 10-3 sebesar 76,7%, pada pengenceran 10-4 sebesar 66,7%, pada pengenceran 10-5 sebesar 0,0%. Trichoderma sp. isolat Mangkubumi dinilai telah memenuhi standar mutu untuk digunakan sebagai APH