Jurnal Universitas Siliwangi
Not a member yet
2884 research outputs found
Sort by
Analisis Kausalitas Multivariat Dinamis Hubungan Pariwisata - Pembangunan Ekonomi Menggunakan Pendekatan ARDL: Perspektif Kebijakan Pariwisata di Indonesia
This study aims to analyze the integration of the Indonesian tourism sector with other sectors and its impact on economic development in Indonesia. The method used is a quantitative Autoregressive Distributed Lag (ARDL) data analysis approach using time series data for the period 1985-2024. The results of the study indicate that the tourism sector has a significant positive effect on economic growth and oil energy consumption per capita in the short and long term. The tourism sector does not show a significant effect on coffee consumption in the short term and has a significant positive effect in the long term. Tourism shows an insignificant negative effect on foreign investment (PMA) in the short term, but in the long term its effect becomes insignificantly positive. Meanwhile, the tourism sector does not show a significant effect on the number of poor people in the short term, but has a significant negative effect on the number of poor people in the long term. Therefore, an integrated and consistent policy is needed to ensure the sustainability and competitiveness of the tourism sector in economic development in Indonesia.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi sektor pariwisata Indonesia dengan sektor lain serta dampaknya terhadap pembangunan ekonomi di Indonesia. Metode yang digunakan adalah kuantitatif pendekatan analisis data Autoregressive Distributed Lag (ARDL) yang menggunakan data time series periode 1985-2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sektor pariwisata berpengaruh positif signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dan konsumsi energi minyak per kapita dalam jangka pendek maupun panjang. Sektor pariwisata tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap konsumsi kopi dalam jangka pendek dan memiliki pengaruh positif signifikan dalam jangka panjang. Pariwisata menunjukkan pengaruh negatif tidak signifikan terhadap penanaman modal asing (PMA) dalam jangka pendek, namun dalam jangka panjang pengaruhnya menjadi positif tidak signifikan. Sementara itu, sektor pariwisata tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap jumlah penduduk miskin dalam jangka pendek, tetapi memberikan pengaruh negatif signifikan jumlah penduduk miskin dalam jangka panjang. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan terpadu dan konsisten untuk memastikan keberlanjutan serta daya saing sektor pariwisata dalam pembangunan ekonomi di Indonesia
Pengaruh PAD, Belanja Modal, dan Penerimaan Pembiayaan terhadap Pengeluaran Pemerintah di Provinsi DKI Jakarta
This study aims to analyze and evaluate the extent of the influence of Regional Original Revenue (PAD), Capital Expenditure, and Regional Financing Receipts on the Government Expenditure of Jakarta Province. The data used in this study is secondary time-series data covering the period from 2015 to 2022, sourced from One Data Jakarta Province. Data analysis was conducted using a quantitative approach through multiple linear regression model equations. The results of the study indicate that, simultaneously (F-test), PAD, capital expenditure, and regional financing receipts significantly influence the government expenditure of Jakarta Province. Partially, Regional Original Revenue (PAD) and Regional Expenditure have a positive and significant impact on the Government Expenditure of Jakarta Province. Meanwhile, Regional Financing Receipts have a negative and significant effect on the Government Expenditure of Jakarta Province. The implications of these findings suggest that the local government is expected to maximize regional expenditures that support efforts to enhance and strengthen the potential of PAD in DKI Jakarta Province.Penelitian ini bermaksud untuk menganalisis dan mengevaluasi sejauh mana pengaruh dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), Belanja Modal, dan Penerimaan Pembiayaan Daerah terhadap Pengeluaran Pemerintah Provinsi Jakarta. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder time series rentang periode tahun 2015–2022 bersumber dari Satu Data Provinsi Jakarta. Analisis data dilakukan dengan pendekatan kuantitatif melalui persamaan model regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan (uji F) PAD, belanja modal dan penerimaan pembiayaan daerah berpengaruh signifikan terhadap pengeluaran pemerintah Provinsi Daerah Jakarta. Secara parsial Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Belanja Daerah memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Pengeluaran Pemerintah Provinsi Jakarta. Penerimaan Pembiayaan Daerah berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Pengeluaran Pemerintah Provinsi Jakarta. Implikasi dari hasil penelitian ini, pemerintah setempat diharapakan mampu memaksimalkan belanja daerah yang mendukung upaya peningkatan dan memperkuat potensi PAD Provinsi DKI Jakarta
Analisis Pengaruh Tingkat Pendidikan terhadap Proporsi Penyerapan Tenaga Kerja Industri Manufaktur
This study aims to analyze how the duration of education taken affects to Labor Absorption in the manufacturing industry sector. The data used is secondary data from the Central Statistics Agency (BPS) for 2016-2023. The dependent variable in this study is Labor Absorption and the independent variable used is the level of education consisting of high school and college graduates. The analysis technique used is multiple linear regression analysis. The result shows that the level of high school graduates partially has a negative and significant influence, while the level of college graduates partially has a positive and significant influence on Labor Absorption in the manufacturing industry sector. Meanwhile, simultaneously, the variables of the level of high school graduates and the level of college graduates together have a significant effect on employment in the manufacturing industry sector. The coefficient of determination shows that the independent variables contribute 94.56% to the dependent variable.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pengaruh tingkat pendidikan yang ditempuh terhadap proporsi penyerapan tenaga kerja di sektor industri manufaktur. Data yang digunakan merupakan data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2016-2023. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah proporsi penyerapan tenaga kerja dan variabel independen yang digunakan adalah tingkat pendidikan yang terdiri dari tingkat lulusan SMA dan perguruan tinggi. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat lulusan SMA secara parsial memiliki pengaruh negatif dan signifikan, sementara tingkat lulusan perguruan tinggi secara parsial memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap proporsi penyerapan tenaga kerja di sektor industri manufaktur. Sedangkan, secara simultan variabel tingkat lulusan SMA dan tingkat lulusan perguruan tinggi secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap proporsi penyerapan tenaga kerja di sektor industri manufaktur. Koefisien determinasi menunjukkan bahwa variabel independen berkontribusi sebesar 94,56% terhadap variabel dependen.
Diversity and Population of Non-Parasitic Nematodes in Various Accessions of Pepper (Piper nigrum L.) Bangka Island
Nematodes are soil organisms that play an essential role in agricultural ecosystems, both as plant pathogens and soil health indicators. Non-parasitic nematodes or free-living nematodes play an essential role in soil food webs. This study aims to analyze the diversity and population of non-parasitic nematodes in Piper nigrum L. from various pepper accessions on Bangka Island. soil samples taken from seven locations and extracting nematodes using centrifugation flotation techniques. Nematodes were identified based on morphological characteristics by using a stereo and binocular microscopes and validated to the nematode identification keybook. The population of identified nematodes was calculated using the absolute population calculation formula. The results showed variations of non-parasitic nematodes in each location, which were influenced by environmental factors and types of pepper accessions. The most dominant population of identified nematodes was classified as Rhabditidae with 92.42%, Mononchidae, and Aphelenchus avenae (92.42%). The nematode population in Lampung Daun Lebar accession was 41 individuals, Lampung Daun Kecil (17), Nyelungkup (9), and Merapin (healthy control) 65 individuals. Non-parasitic nematodes have roles as bacterivores (soil bacteria eaters), fungivores (soil fungus eaters), predators of parasitic nematodes, and decomposers in the soil.Nematodes are soil organisms that play an essential role in agricultural ecosystems, both as plant pathogens and soil health indicators. Non-parasitic nematodes or free-living nematodes play an essential role in soil food webs. This study aims to analyze the diversity and population of non-parasitic nematodes in Piper nigrum L. from various pepper accessions on Bangka Island. soil samples taken from seven locations and extracting nematodes using centrifugation flotation techniques. Nematodes were identified based on morphological characteristics by using a stereo and binocular microscopes and validated to the nematode identification keybook. The population of identified nematodes was calculated using the absolute population calculation formula. The results showed variations of non-parasitic nematodes in each location, which were influenced by environmental factors and types of pepper accessions. The most dominant population of identified nematodes was classified as Rhabditidae with 92.42%, Mononchidae, and Aphelenchus avenae (92.42%). The nematode population in Lampung Daun Lebar accession was 41 individuals, Lampung Daun Kecil (17), Nyelungkup (9), and Merapin (healthy control) 65 individuals. Non-parasitic nematodes have roles as bacterivores (soil bacteria eaters), fungivores (soil fungus eaters), predators of parasitic nematodes, and decomposers in the soil.
Adaptasi Varietas Bawang Merah Terhadap Cekaman Lengas: Kajian Respons Pertumbuhan dan Produktivitas
Bawang merah (Allium cepa var ascalonium L.) merupakan tanaman hortikultura yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat Indonesia. Pemanfaatan lahan suboptimal sebagai lahan budidaya bawang merah bertujuan untuk meningkatkan area luasan panen dan produktivitas bawang merah yang mengalami fluktuasi hingga penurunan pada tahun 2022. Alternatif lahan suboptimal untuk budidaya bawang merah adalah pemanfaatan lahan kering dengan kondisi lengas lapang sebagai faktor pembatas utama. Upaya yang dapat dilakukan guna meningkatkan produktivitas lahan kering yaitu dengan pemanfaatan varietas unggul tahan kekeringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh cekaman lengas tanah, jenis varietas, dan hubungan antara cekaman lengas tanah dengan jenis varietas terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah. Percobaan dilakukan dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktor yaitu kadar lengas tanah dan jenis varietas. Kadar lengas tanah terdiri dari 100% (L1); 75% (L2); and 50% (L3), sedangkan varietas bawang merah terdiri dari varietas Sanren (V1); varietas Lokananta (V2); dan varietas Maserati (V3). Varietas Maserati menunjukkan tinggi tanaman tertinggi yaitu 39,2 cm dengan jumlah daun yaitu 5,9 helai. Kadar lengas tanah 75% kapasitas lapang pada varietas Maserati memberikan jumlah daun terbanyak yaitu 8,33 helai. Produktivitas varietas Sanren sebesar 0,189 t ha-1, varietas Lokananta sebesar 0,2 t ha-1, dan varietas Maserati sebesar 0,222 t ha-1.Bawang merah (Allium cepa var ascalonium L.) merupakan tanaman hortikultura yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat Indonesia. Pemanfaatan lahan suboptimal sebagai lahan budidaya bawang merah bertujuan untuk meningkatkan area luasan panen dan produktivitas bawang merah yang mengalami fluktuasi hingga penurunan pada tahun 2022. Alternatif lahan suboptimal untuk budidaya bawang merah adalah pemanfaatan lahan kering dengan kondisi lengas lapang sebagai faktor pembatas utama. Upaya yang dapat dilakukan guna meningkatkan produktivitas lahan kering yaitu dengan pemanfaatan varietas unggul tahan kekeringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh cekaman lengas tanah, jenis varietas, dan hubungan antara cekaman lengas tanah dengan jenis varietas terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah. Percobaan dilakukan dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktor yaitu kadar lengas tanah dan jenis varietas. Kadar lengas tanah terdiri dari 100% (L1); 75% (L2); and 50% (L3), sedangkan varietas bawang merah terdiri dari varietas Sanren (V1); varietas Lokananta (V2); dan varietas Maserati (V3). Varietas Maserati menunjukkan tinggi tanaman tertinggi yaitu 39,2 cm dengan jumlah daun yaitu 5,9 helai. Kadar lengas tanah 75% kapasitas lapang pada varietas Maserati memberikan jumlah daun terbanyak yaitu 8,33 helai. Produktivitas varietas Sanren sebesar 0,189 t ha-1, varietas Lokananta sebesar 0,2 t ha-1, dan varietas Maserati sebesar 0,222 t ha-1
Minuman Fermentasi Kulit Buah Naga: Optimasi Formulasi Menggunakan Response Surface Methodology (Rsm)- Central Composite Design (Ccd)
Kulit buah naga memiliki potensi untuk memberikan manfaat kesehatan dan nilai tambah pada produk pangan. Saat ini, ada permintaan yang terus meningkat untuk produk fermentasi yang berasal dari sumber non-susu, sehingga penelitian tentang minuman fermentasi dari kulit buah naga dapat menjadi solusi yang menarik dan berkelanjutan dalam industri makanan dan minuman fungsional. Tujuan Penelitian untuk mengetahui formulasi optimum minuman fermentasi dari kulit buah naga berdasarkan respon pH dan total BAL yang dihasilkan. Metode pada penelitian ini berupa Responce Surface Methodology dengan desain penelitian Central Composite Design (RSM-CCD) 2 faktor yaitu faktor 1 berupa konsentrasi gula aren (nilai minimum 10% dan maksimum 30%) dan faktor 2 berupa konsentrasi kulit buah naga (nilai minimum 20% dan maksimum 60%). Proses optimasi dilakukan untuk mendapatkan formula terbaik, dengan hasil menunjukkan formulasi konsentrasi kulit buah naga sebesar 20% dan konsentrasi gula 10% yang menghasilkan nilai respon hasil verifikasi untuk derajat keasaman (pH) sebesar 3,72 dan total Bakteri Asam Laktat sebesar 139,67x10-7 cfu/ml, serta nilai desirability sebesar 0,523. Penelitian ini menambah hasanah ilmu mengenai formulasi meinuman fermentasi kulit buah naga.Kulit buah naga memiliki potensi untuk memberikan manfaat kesehatan dan nilai tambah pada produk pangan. Saat ini, ada permintaan yang terus meningkat untuk produk fermentasi yang berasal dari sumber non-susu, sehingga penelitian tentang minuman fermentasi dari kulit buah naga dapat menjadi solusi yang menarik dan berkelanjutan dalam industri makanan dan minuman fungsional. Tujuan Penelitian untuk mengetahui formulasi optimum minuman fermentasi dari kulit buah naga berdasarkan respon pH dan total BAL yang dihasilkan. Metode pada penelitian ini berupa Responce Surface Methodology dengan desain penelitian Central Composite Design (RSM-CCD) 2 faktor yaitu faktor 1 berupa konsentrasi gula aren (nilai minimum 10% dan maksimum 30%) dan faktor 2 berupa konsentrasi kulit buah naga (nilai minimum 20% dan maksimum 60%). Proses optimasi dilakukan untuk mendapatkan formula terbaik, dengan hasil menunjukkan formulasi konsentrasi kulit buah naga sebesar 20% dan konsentrasi gula 10% yang menghasilkan nilai respon hasil verifikasi untuk derajat keasaman (pH) sebesar 3,72 dan total Bakteri Asam Laktat sebesar 139,67x10-7 cfu/ml, serta nilai desirability sebesar 0,523. Penelitian ini menambah hasanah ilmu mengenai formulasi meinuman fermentasi kulit buah naga
When Culture Meets Code: Enhancing E-Payment Technology Adoption Through QRIS in The Digital Transformation
Bank Indonesia has implemented the National Non-Cash Movement (GNNT) to advance the payment system in Indonesia, focusing on safety and efficiency. The use of QRIS technology has accelerated transaction processes, reducing queues and increasing efficiency in various sectors. The electronic money component has seen significant growth, especially in non-bank institutions, with a rise in shopping transactions and the number of merchants. Trust in QRIS technology is high due to ease of use and secure transactions, supported by government regulations. This research investigates the factors influencing the adoption of QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) technology as an electronic payment system in Indonesia after the COVID-19 pandemic. The study focuses on the cultural dimensions of Power Distance (PD) and Uncertainty Avoidance (UA), and their influence on Trust and the Attitude to Use QRIS. A quantitative methodology using a questionnaire was employed, involving 103 active QRIS users, with analysis conducted using Structural Equation Modeling (SEM) via SmartPLS. Results show that Uncertainty Avoidance has a significant positive effect on Trust, which in turn significantly influences the Attitude to Use QRIS. However, Power Distance does not significantly impact Trust, suggesting that while government regulations are important, they do not directly enhance trust in the system. The findings highlight the importance of improving user confidence by reducing perceived risks and enhancing the security of the QRIS platform to foster wider adoption of cashless payments. Future research should explore the role of government policies in further detail to enhance user trust in digital payment systems
Pengembangan Alat Ukur Fluks Magnetik berbasis Mikrokontroler menggunakan Sensor Hall Effect
Pemahaman peserta didik terhadap konsep medan magnetik dan fluks magnetik sering kali masih rendah karena penyajiannya yang bersifat teoritis sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan alat ukur fluks magnetik berbasis mikrokontroler arduino uno menggunakan sensor hall effect sebagai sarana pendukung pembelajaran pada peserta didik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Research and Development (RD) yang mengacu pada identifikasi masalah, perancangan secara software dan hardware, perangkaian alat hingga uji coba alat. Teknik pengolahan data yang digunakan dengan cara menguji hasil pengukuran fluks magnetik menggunakan alat, yang kemudian dibandingkan dengan nilai teoritis. Hasil pengujian menunjukkan bahwa alat mampu mendeteksi variasi fluks magnetik dengan tingkat akurasi yang tinggi, di mana selisih antara hasil alat dan nilai teoritis tercatat cukup kecil, berkisar antara 0,004% hingga 0,072%. Data fluks yang diperoleh menunjukkan pola penurunan konsisten seiring bertambahnya sudut, selaras dengan karakteristik fungsi kosinus dalam teori medan magnetik. Alat ukur yang berhasil dikembangkan memberikan potensi alternatif sebagai media pembelajaran praktikum digital yang aplikatif dalam upaya memperkuat pemahaman siswa terhadap konsep dasar fisika magnetik
Analisis Pemilihan Moda Transportasi Rute Bekasi-Manggarai (Studi Kasus Kendaraan Pribadi dan KRL)
Aktivitas masyarakat Bekasi dalam melakukan aktivitas sehari-hari melakukan mobilitas keluar maupun ke dalam kota Jakarta, yang berdampak pada kemacetan arus lalu lintas pada jalan utama antara Bekasi dan Jakarta. Rute yang diteliti adalah rute Bekasi menuju Manggarai untuk mengetahui nilai proporsi probabilitas perpindahan pengguna kendaraan pribadi ke KRL jika diberikan beberapa pilihan skenario perjalanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proporsi probabilitas perpindahan tersebut, dengan mengajukan 15 skenario kepada 99 responden meliputi 48 responden mobil dan 51 responden motor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi logistic (logit biner) yang terdiri dari 2 tahap; tahap pertama adalah analisa probabilitas yang di dalamnya mencakup uji kelayakan dan uji skenario; tahap ke dua adalah analisa sensitivitas. Variabel independen yang digunakan pada uji skenario adalah: biaya perjalanan (X1), waktu tempuh (X2) dan waktu tunggu (X3). Pengolahan data menggunakan program SPSS 23. Hasil dari penelitian ini diketahui dari hasil uji skenario bahwa skenario terbaik untuk diterapkan adalah skenario 3 sebesar 73,37 % responden mobil dan sebanyak 86,96%, responden motor yang bersedia beralih menggunakan KRL. Dari hasil analisa sensitivitas, diketahui bahwa variabel yang paling sensitif terhadap keputusan responden untuk berpindah alih dari kendaraan pribadi mereka ke KRL adalah waktu tempuh, yang akan mengakibatkan probabilitas perpindahan pengguna mobil menurun sebanyak 62,97 %, dan pengguna motor menurun sebanyak 73,45 % jika waktu tempuh naik sebesar 1 kali lipat
Bela Negara di Dunia Maya: Jaga Data, Jaga Bangsa (Cyber Patriotism: Protect Data, Protect the Nation)
Di era digital, konsep bela negara tidak hanya berlaku di dunia fisik, tetapi juga di dunia maya.Perlindungan data pribadi dan keamanan siber menjadi bagian penting dalam menjaga kedaulatanbangsa. Ancaman seperti peretasan, pencurian identitas, penyebaran hoaks, dan propaganda digitaldapat melemahkan stabilitas nasional jika tidak ditangani dengan serius. Oleh karena itu,kesadaran masyarakat terhadap pentingnya literasi digital dan etika bermedia sosial perluditingkatkan.Kegiatan ini membahas bagaimana setiap individu dapat berkontribusi dalam bela negara di duniamaya dengan menjaga keamanan data pribadi, menghindari penyebaran informasi palsu, sertamemahami pentingnya keamanan siber. Pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat harus bekerjasama dalam menciptakan ekosistem digital yang aman dan berdaulat. Regulasi yang kuat, edukasiberkelanjutan, serta penerapan teknologi keamanan mutakhir menjadi kunci dalam menghadapiancaman siber.Dengan menjaga data, kita tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga menjaga ketahananbangsa di ranah digital. Bela negara di dunia maya bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapijuga kewajiban setiap warga negara dalam menjaga keamanan dan kedaulatan negara di era digital