Jurnal Universitas Siliwangi
Not a member yet
    2884 research outputs found

    Analisis Perbedaan Kecepatan Reaksi Pemain Bulutangkis Berdasarkan Kelompok Usia

    Get PDF
    Kecepatan reaksi merupakan selang waktu antara penerimaan stimulus dengan munculnya suatu respons (refleks) dengan waktu secepat mungkin. Hal ini dibutuhkan atlet untuk menganalisis pergerakan shuttlecock dan mengantisipasi gerakan lawan. Setiap kelompok usia memiliki rata-rata kecepatan reaksi berbeda sesuai tahapan perkembangan motoriknya. Tujuan penelian untuk mengetahui dan menganalisis perbedaan dari kecepatan reaksi atlet bulutangkis Kabupaten Grobogan kelompok usia U9, U11, U13, dan U15. Penelitian ini penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan data berupa tes dan instrumen Whole Body Reaction Test (WBRT) tipe IV dengan sampel 40 atlet. Hasil penelitian menunjukan terdapat perbedaan signifikan rata-rata kecepatan reaksi atlet bulutangkis setiap kelompok usianya. Kelompok usia U9 memiliki kecepatan reaksi lebih rendah dibandingkan U11, U13, dan U15. Namun, perbedaan U11 dengan U13 serta U13 dengan U15 hasilnya tidak signifikan. Hal  ini dikarenakan seiring bertambahnya usia khususnya remaja awal hingga pertengahan kematangan neuromotoriknya mencapai fase stabil sehingga peningkatan kecepatan reaksi tidak secepat fase awal perkembanga

    Persepsi Mahasiswa Terhadap Media Padlet

    Get PDF
    Kemajuan teknologi digital di pendidikan tinggi mendorong institusi untuk mengintegrasikan berbagai platform interaktif guna menciptakan pembelajaran yang fleksibel dan kolaboratif. Salah satu media yang semakin populer adalah Padlet, yang dinilai efektif dalam mendukung diskusi, brainstorming, pengumpulan tugas, dan presentasi ide. Meskipun penggunaannya meningkat, penelitian mengenai persepsi mahasiswa, khususnya pada jenjang pascasarjana, masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi mahasiswa S2 Pendidikan Dasar terhadap penggunaan Padlet sebagai media pembelajaran. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif, dengan instrumen berupa angket yang telah divalidasi melalui expert judgment dengan hasil validitas 100%. Angket disebarkan secara daring kepada 38 mahasiswa menggunakan Google Form, dengan pilihan jawaban “ya” atau “tidak”. Variabel persepsi mencakup lima indikator: kemudahan penggunaan, manfaat dalam pembelajaran, interaktivitas dan kolaborasi, keterlibatan, serta dampak terhadap hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh mahasiswa (100%) memiliki persepsi sangat positif terhadap Padlet pada semua indikator. Mahasiswa menilai Padlet mudah digunakan, bermanfaat dalam memahami materi, dan efektif mendorong interaktivitas serta kolaborasi. Selain itu, Padlet meningkatkan keterlibatan mahasiswa dan berpotensi memberikan dampak positif terhadap hasil belajar. Temuan ini menunjukkan bahwa Padlet merupakan media pembelajaran yang sangat relevan dan efektif untuk mendukung aktivitas akademik pada jenjang S2. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memperkaya wawasan terkait efektivitas media digital dalam pembelajaran di pendidikan tinggi dan merekomendasikan Padlet sebagai media yang layak digunakan secara berkelanjutan

    SINERGI KOMPETENSI, KOMITMEN, DAN KOMUNIKASI ORGANISASI DALAM MENDORONG KINERJA KARYAWAN PT. BPR SILIWANGI TASIKMALAYA

    Get PDF
    This study aims to examine the influence of competence, organizational commitment, and organizational communication on employee performance at PT. BPR Siliwangi Tasikmalaya. A quantitative approach was applied using a survey method, with the entire population of 40 employees taken as the sample. The independent variables consist of competence, organizational commitment, and organizational communication, while the dependent variable is employee performance. Validity and reliability tests were conducted using product moment correlation and Cronbach’s Alpha. The data were analyzed using multiple linear regression. The results show that all three independent variables have a positive and significant effect on employee performance, both partially and simultaneously. The model explains 57.7% of the variance in employee performance. These findings indicate that improving employee skills and knowledge, strengthening their loyalty and attachment to the organization, and fostering effective communication in the workplace are key strategies for enhancing overall employee performance

    Analisis Daya Saing Ekonomi Daerah di Kabupaten Tasikmalaya: Pendekatan Kuantitatif Regional

    Get PDF
    This study aims to analyse the structure and potential of economic sectors in Tasikmalaya Regency to identify leading sectors that can drive regional development. The method used in this study is a descriptive quantitative approach, with analysis conducted on Tasikmalaya Regency's Gross Regional Domestic Product data by business field based on constant prices (ADHK) from the Central Statistics Agency. The methods used include Location Quotient (LQ), Dynamic Location Quotient (DLQ), Klassen Typology, and Shift-Share Analysis (SSA). The results of the study show that the agriculture, forestry, and fisheries sectors are still the main base sectors, while the construction, wholesale and retail trade, financial services, and education sectors are prospective base sectors for development. These sectors have a positive competitive share value, indicating a competitive advantage over the reference region. Meanwhile, the manufacturing and health services sectors show potential to develop into new leading sectors. These findings recommend that the Tasikmalaya Regency Government focus its development policies on prospective base sectors to encourage the optimisation of Local Own-Source Revenue (PAD). Strengthening leading sectors is expected to be an effective strategy in creating inclusive, sustainable, and fiscally independent regional economic growth. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur dan potensi sektor-sektor ekonomi di Kabupaten Tasikmalaya guna mengidentifikasi sektor unggulan yang dapat menjadi motor penggerak pembangunan daerah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif deskriptif, analisis dilakukan terhadap data PDRB Kabupaten Tasikmalaya menurut lapangan usaha atas dasar harga konstan (ADHK) dari sumber Badan Pusat Statistik. Metode yang digunakan meliputi Location Quotient (LQ), Dynamic Location Quotient (DLQ), Tipologi Klassen, dan Shift-Share Analysis (SSA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi sektor basis utama, sedangkan sektor konstruksi, perdagangan besar dan eceran, jasa keuangan, serta pendidikan termasuk sektor basis yang prospektif untuk dikembangkan. Sektor-sektor tersebut memiliki nilai competitive share positif, menandakan keunggulan kompetitif terhadap wilayah acuan. Sementara itu, sektor industri pengolahan dan jasa kesehatan menunjukkan potensi berkembang menjadi sektor unggulan baru. Temuan ini merekomendasikan agar Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya memfokuskan kebijakan pembangunan pada sektor-sektor basis prospektif untuk mendorong optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Penguatan sektor unggulan diharapkan dapat menjadi strategi efektif dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif, berkelanjutan, dan mandiri secara fiskal

    Analisis Tingkat Pengangguran Terbuka dalam Mewujudkan Stabilitas Pembangunan Ekonomi

    Get PDF
    This study aims to analyze the influence of the Human Development Index (HDI), wages, poverty, and economic growth on the open unemployment rate (TPT) in Bojonegoro Regency in the 2011-2024 period. The high open unemployment rate in this area is a serious challenge in realizing the stability of economic development. The research uses a quantitative approach with the Autoregressive Distributed Lag (ARDL) method to test the short-term and long-term relationships between variables. The data used is secondary time series data sourced from the Bojonegoro Regency Statistics Agency. The results show that in the short and long term, the HDI variable has a positive and significant effect on the open unemployment rate. Meanwhile, the variables of wages, poverty, and economic growth each have an insignificant influence on the open unemployment rate in both the short and long term. This finding indicates that although the quality of life of the community has improved (indicated through the HDI), it has not been fully accompanied by a decrease in unemployment due to the mismatch of skills with labor market needs. The results of this study are expected to be a strategic input for local governments in formulating employment and economic development policies that are more inclusive and sustainable. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh IPM, upah, kemiskinan, dan pertumbuhan ekonomi terhadap TPT di Kabupaten Bojonegoro periode 2011–2024, serta menilai peran TPT dalam mewujudkan stabilitas pembangunan ekonomi. Tingginya angka pengangguran terbuka di daerah ini menjadi tantangan serius dalam mewujudkan stabilitas pembangunan ekonomi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Autoregressive Distributed Lag (ARDL) untuk menguji hubungan jangka pendek dan jangka panjang antar variabel. Data yang digunakan merupakan data sekunder time series yang bersumber dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Bojonegoro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara jangka pendek dan jangka panjang, variabel IPM berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat pengangguran terbuka. Sementara itu, variabel upah, kemiskinan, dan pertumbuhan ekonomi masing-masing memiliki pengaruh yang tidak signifikan terhadap tingkat pengangguran terbuka baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun kualitas hidup masyarakat meningkat (ditunjukkan melalui IPM), hal tersebut belum sepenuhnya diiringi dengan penurunan angka pengangguran akibat ketidaksesuaian keterampilan dengan kebutuhan pasar kerja. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan strategis bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan ketenagakerjaan dan pembangunan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan

    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DIVERSIFIKASI PENERIMAAN RUMAH TANGGA BURUH PANEN SAWIT RAKYAT DI KECAMATAN AIR RAMI

    Get PDF
    Masyarakat Kecamatan Air Rami bekerja sebagai buruh panen sawit rakyat karena akses yang mudah dan penerimaan yang stabil. Namun, fluktuasi produktivitas tandan buah segar (TBS) dan keterbatasan akses ke sektor formal menyebabkan ketergantungan pada pekerjaan ini. Untuk mengurangi risiko ekonomi, rumah tangga melakukan diversifikasi penerimaan melalui pekerjaan sampingan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sumber penerimaan, tingkat diversifikasi menggunakan Income Diversity Indeks (IDI), dan faktor-faktor yang memengaruhi Income Diversity Indeks (IDI) rumah tangga buruh panen sawit rakyat. Sampel sebanyak 100 rumah tangga dipilih dengan teknik snowball sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta kuesioner, dan dianalisis secara deskriptif dan kuantitatif dengan regresi double-log.Hasil penelitian menunjukkan rata-rata penerimaan dari sektor pertanian (Rp 1.789.150 atau 89,31%) dan non-pertanian (Rp 214.250 atau 10,69%), dengan IDI sebesar 1,39 (kategori rendah). Pekerjaan sampingan berpengaruh signifikan terhadap IDI, sedangkan variabel usia, pengalaman kerja, pendidikan, dan jumlah anggota keluarga tidak signifikan. Diversifikasi dilakukan untuk mengurangi ketergantungan pada satu sumber penerimaan dan meningkatkan stabilitas ekonomi rumah tangga

    Kondisi Sosial Ekonomi Dan Tingkat Kesejahteraan Petani Padi Di Kampung Isanombias Distrik Tanah Miring Kabupaten Merauke

    No full text
    Penelitian bertujuan untuk menganalisis kondisi sosial, ekonomi, dan tingkat kesejahteraan petani padi di Kampung Isanombbias Distrik Tanah Miring Kabupaten Merauke. Riset dilakukan pada bulan November 2022 - Januarai 2023. Riset ini menggunakan data primer melalui penyebaran kuisioner, observasi dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah Deskriptif Kualitatif dan Deskriptif Kuantitatif, dengan metode analisis biaya, pendapatan dan nilai tukar petani. Kondisi sosial masyarakat petani padi di Kampung Isanombbias Distrik Tanah Miring memiliki umur rata-rata masuk dalam usia produktif (30,23%), memiliki tingkat pendidikan rata-rata SD (44,18%), jumlah tanggungan keluarga (60,46%), fasilitas kesehatan yang digunakan petani adalah puskesmas (100%), memiliki pengalaman bertani lebih dari 10 tahun (81,38%). Kondisi ekonomi petani dalam berusahatani harus mengeluarkan biaya rata-rata sebesar Rp25.966.777/musim tanam dan rata-rata modal Rp 51.933.554/tahun. Pendapatan yang diperoleh dalam usahatani Rp 51.672.223/musim tanam, rata-rata pendapatan Rp103.344.446/tahun. Analisis tingkat kesejahteraan petani padi adalah 1,82, berarti lebih besar dari satu. Dengan demikian berarti petani memiliki tingkat kesejahteraan yang cukup baik dalam memenuhi kebutuhanny

    ANALISIS SWOT PADA PT.PEGADAIAN (PERSERO) CP TASIKMALAYA DALAM MENINGKATKAN KINERJA PEMASARAN

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman (SWOT) PT Pegadaian (Persero) serta mengidentifikasi strategi bisnis yang tepat untuk meningkatkan kinerja perusahaan.  Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan suatu pendekatan penelitian dan melakukan wawancara terhadap manajer kredit support resiko  yang berfokus pada pengumpulan dan analisis data non-numerik, seperti teks, gambar, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT Pegadaian (Persero) memiliki kekuatan seperti jumlah pegawai yang besar, jaringan outlet yang luas, dan status sebagai perusahaan negara. Namun, perusahaan juga memiliki kelemahan seperti transformasi yang masih baru dan belum sepenuhnya terintegrasi, serta kurangnya pengawasan terhadap pegawai. Strategi bisnis yang tepat untuk meningkatkan kinerja perusahaan adalah dengan meningkatkan pelayanan dengan prima, memperluas jaringan, dan mengembangkan produk dan layanan baru

    Determinasi Profitabilitas Pada Industri Pertanian: Tinjauan Atas Pengaruh Biaya Operasional dan Debt To Assets Ratio

    Get PDF
    This study aims to answer whether operating costs, proxied by the operating expense ratio (BOPO), and the Debt to Assets Ratio (DAR) affect the profitability of agricultural sector companies, as measured by Return on Assets (ROA), both partially and simultaneously. The research employs a quantitative descriptive–verificative approach using secondary data from the annual financial statements of eight agricultural firms listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the period 2020–2022, yielding 24 firm-year observations. Samples were selected through purposive sampling. Data were analyzed using multiple linear regression with SPSS version 25, preceded by classical assumption tests including normality, linearity, multicollinearity, heteroscedasticity, and autocorrelation. The empirical results show that BOPO and DAR jointly have a significant effect on ROA, whereas individually neither BOPO nor DAR exhibits a statistically significant effect at the 5% level. The coefficient of determination (R²) of 27.2% indicates that the combination of BOPO and DAR explains only a portion of the variation in profitability, while the remaining variation is driven by other factors outside the model. These findings imply that, in the agricultural industry, cost efficiency and capital structure remain relevant, but they are not sufficient as standalone bases for managerial or investment decisions without considering additional internal and external determinants.Keywords: operating costs, Debt to Assets Ratio, Return On Asset

    Analisis Faktor Tentang E-Service Quality Pada Aplikasi Jakone Mobile

    Get PDF
    JakOne Mobile merupakan Aplikasi Mobile Banking yang dimiliki oleh Bank DKI. Namun berdasarkan hasil penelitian sebelumnya serta penilaiaan pada beberapa platform seperti instagram, App Store, App Market dan Play Store dapat disimpulkan bahwa aplikasi JakOne Mobile masih harus diperhatikan oleh Bank DKI. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peran E-Service Quality pada peningkatan layanan Aplikasi JakOne Mobile bagi nasabah Bank DKI. Metode penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif dengan populasi penelitian Nasabah Tabungan Bank DKI Kantor Cabang Bandung yang menggunakan Aplikasi JakOne Mobile dengan sampel sebanyak 101 responden. Dimensi E-Service Quality yang digunakan yaitu Efficiency (Efisiensi), Fulfillment (Pemenuhan), Reliability (Keandalan), Privacy (Privasi), Responsiveness (Daya Tanggap), Compensation (Kompensasi) dan Contact (Kontak). Teknik pengumpulan data dilakukan dengan mendistribusikan kuisioner secara online kepada responden. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah Confirmatory Factor Analysis (CFA). Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa dimensi E-Service Quality yang digunakan memiliki tingkat kesahihan yang terkonfirmasi dengan baik. Temuan dilapangan juga menunjukkan bahwa E-Service Quality paling direfleksikan oleh dimensi Fulfillment (Pemenuhan) karena memiliki nilai bobot yang cukup tinggi bila dibandingkan dengan ketujuh dimensi lainnya. Artinya nasabah menilai bahwa dapat memenuhi kebutuhan, memiliki fitur pembayaran yang lengkap, serta bukti transaksi yang lengkap dan mudah didapatkan pada aplikasi JakOne Mobile dianggap penting oleh persepsi pengguna

    2,652

    full texts

    2,884

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Universitas Siliwangi
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇