Jurnal Universitas Siliwangi
Not a member yet
2884 research outputs found
Sort by
Uji Keefektifan Formulasi Pestisida Nabati Barringtonia asiatica pada Tanaman Cabai (Capsicum annum L.)
Tanaman cabai merupakan tanaman sayuran dan rempah-rempah yang menjadi komoditas penting di berbagai wilayah Indonesia. Produktivitas tanaman cabai harus ditingkatkan agar produksi tetap stabil karena sebagian besar masyarakat Indonesia gemar mengkomsusi cabai merah. Namun, produksi tanaman cabai di Indonesia menurun salah satunya yaitu adanya serangan hama. Penggunaan pestisida nabati menjadi suatu strategi dalam menekan serangan hama tanpa menimbulkan dampak yang lebih besar terhadap lingkungan. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi sejauh mana formulasi pestisida nabati berbahan Barringtonia asiatica mampu menekan serangan hama pada tanaman cabai. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non-faktorial dengan enam tingkat konsentrasi ekstrak B. asiatica, yaitu B1 = 0% (kontrol), B2 = 0,125%, B3 = 0,25%, B4 = 0,5%, B5 = 1%, dan B6 = 2%. Setiap perlakuan diulang empat kali sehingga diperoleh 24 unit percobaan, dengan masing-masing unit berisi tiga tanaman, sehingga total terdapat 72 tanaman sampel. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa konsentrasi 2% merupakan formulasi yang paling mampu menurunkan intensitas serangan hama, meskipun belum efektif menekan kejadian serangannya. Selain itu, perlakuan ekstrak B. asiatica tidak memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan tanaman, seperti tinggi, diameter batang, jumlah daun dan buah, warna daun, maupun bobot buah, serta tidak menimbulkan efek negatif terhadap pertumbuhan maupun hasil panen cabai. Chili peppers are a vegetable and spice crop that are an important commodity in various regions of Indonesia. Chili pepper productivity must be increased to maintain stable production because most Indonesians enjoy consuming red chili peppers. However, chili pepper production in Indonesia is declining due to pest attacks. The use of botanical pesticides is a strategy to suppress pest attacks without causing greater impacts on the environment. This study was conducted to evaluate the extent to which a botanical pesticide formulation made from Barringtonia asiatica can suppress pest attacks on chili peppers. The study used a non-factorial Randomized Block Design (RBD) with six levels of B. asiatica extract concentration, namely B1 = 0% (control), B2 = 0.125%, B3 = 0.25%, B4 = 0.5%, B5 = 1%, and B6 = 2%. Each treatment was repeated four times to obtain 24 experimental units, with each unit containing three plants, for a total of 72 sample plants. The results showed that a 2% concentration was the most effective formulation for reducing pest attack intensity, although it was not yet effective in suppressing the incidence of attacks. Furthermore, the B. asiatica extract treatment did not affect plant growth, such as height, stem diameter, number of leaves and fruit, leaf color, or fruit weight, and did not negatively impact chili growth or yield. Tanaman cabai merupakan tanaman sayuran dan rempah-rempah yang menjadi komoditas penting di berbagai wilayah Indonesia. Produktivitas tanaman cabai harus ditingkatkan agar produksi tetap stabil karena sebagian besar masyarakat Indonesia gemar mengkomsusi cabai merah. Namun, produksi tanaman cabai di Indonesia menurun salah satunya yaitu adanya serangan hama. Penggunaan pestisida nabati menjadi suatu strategi dalam menekan serangan hama tanpa menimbulkan dampak yang lebih besar terhadap lingkungan. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi sejauh mana formulasi pestisida nabati berbahan Barringtonia asiatica mampu menekan serangan hama pada tanaman cabai. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non-faktorial dengan enam tingkat konsentrasi ekstrak B. asiatica, yaitu B1 = 0% (kontrol), B2 = 0,125%, B3 = 0,25%, B4 = 0,5%, B5 = 1%, dan B6 = 2%. Setiap perlakuan diulang empat kali sehingga diperoleh 24 unit percobaan, dengan masing-masing unit berisi tiga tanaman, sehingga total terdapat 72 tanaman sampel. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa konsentrasi 2% merupakan formulasi yang paling mampu menurunkan intensitas serangan hama, meskipun belum efektif menekan kejadian serangannya. Selain itu, perlakuan ekstrak B. asiatica tidak memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan tanaman, seperti tinggi, diameter batang, jumlah daun dan buah, warna daun, maupun bobot buah, serta tidak menimbulkan efek negatif terhadap pertumbuhan maupun hasil panen cabai.Chili peppers are a vegetable and spice crop that are an important commodity in various regions of Indonesia. Chili pepper productivity must be increased to maintain stable production because most Indonesians enjoy consuming red chili peppers. However, chili pepper production in Indonesia is declining due to pest attacks. The use of botanical pesticides is a strategy to suppress pest attacks without causing greater impacts on the environment. This study was conducted to evaluate the extent to which a botanical pesticide formulation made from Barringtonia asiatica can suppress pest attacks on chili peppers. The study used a non-factorial Randomized Block Design (RBD) with six levels of B. asiatica extract concentration, namely B1 = 0% (control), B2 = 0.125%, B3 = 0.25%, B4 = 0.5%, B5 = 1%, and B6 = 2%. Each treatment was repeated four times to obtain 24 experimental units, with each unit containing three plants, for a total of 72 sample plants. The results showed that a 2% concentration was the most effective formulation for reducing pest attack intensity, although it was not yet effective in suppressing the incidence of attacks. Furthermore, the B. asiatica extract treatment did not affect plant growth, such as height, stem diameter, number of leaves and fruit, leaf color, or fruit weight, and did not negatively impact chili growth or yield.
ANALISIS RISIKO OPERASIONAL PADA AGROINDUSTRI GULA SEMUT BERDASARKAN PENDEKATAN ENTERPRISE RISK MANAGEMENT (ERM)
Setiap kegiatan usaha yang dijalankan pasti memiliki risiko yang harus dihadapi baik itu bersumber dari internal perusahaan maupun eksternal perusahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengidentifikasi risiko operasional Agroindustri Gula Semut. Metode penelitian menggunakan studi kasus pada Agroindustri Gula Semut yang berlokasi di Kecamatan Sariwangi, Kabupaten Tasikmalaya. Analisis data pada agroindustri ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan Enterprise Risk Management (ERM). Hasil penelitian diperoleh 9 kejadian risiko yang terjadi pada 4 sumber risiko operasional agroindustri meliputi risiko sumber daya manusia, risiko proses, risiko produktivitas, serta risiko reputasi. Berdasarkan penilaian yang dilaksanakan pada setiap kejadian risiko diperoleh nilai risiko terbesar ialah terjadinya kecelakaan kerja pada waktu kerja. Selanjutnya hasil analisis dari matriks risiko yang terbentuk menunjukkan bahwa terdapat empat level risiko yakni high, moderate, low, serta very low. Pengendalian dilakukan berfokus pada kejadian yang memiliki level high dan level moderate untuk dikendalikan karena sangat berpengaruh terhadap keuntungan serta dapat menimbulkan kerugian bagi agroindustri
PENERAPAN MODEL PBL BERBANTUAN MEDIA AUDIOVISUAL DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA
Penelitian ini dilakukan karena adanya permasalahan terkait rendahnya hasil belajar siswa kelas XI IPS di SMA N 2 Ciamis. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ekonomi melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Leraning. Dalam penelitian ini menggunakan model Problem Based Leraning karena model ini merupakan salah satu model pembelajaran inovatif yang dapat memberikan kondisi belajar aktif kepada siswa dan melibatkan peserta didik untuk memecahkan suatu masalah. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Pada kelas eksperimen terjadi peningkatan hasil belajar yang terlihat dari rata-rata nilai pretest 43,94 dan rata-rata nilai posttest 88,06. (2) Terdapat perbedaan hasil belajar siswa di kelas kontrol yang mengalami kenaikan diketahui dari nilai rata rata pretest 33,37 dan rata-rata nilai posttest 70,49. (3) Terapat perbedaan hasil belajar siswa antara kelas eksperimen dan kelas kontrol dilihat dari nilai sig.(2-tailed) sebesar 0,000 yang berarti leih kecil dari 0,05. Kemudian dilihat dari rata-rata nilai N-Gain menunjukkan bahwa kelas eksperimen memiliki rata-rata lebih besar yaitu rata-rata nilai N-Gain nya sebesar 0,79 dan kelas kontrol memiliki rata-rata nilai sebesar 0,56. dapat disimpulkan penerapan model Problem Based Learning lebih efektif digunakan dalam meningkatkan hasil belajar siswa
PERAN LINGKUNGAN SEKOLAH DAN KELUARGA DALAM KETERLIBATAN DAN HASIL BELAJAR: TINJAUAN LITERATUR SISTEMATIS
Penelitian ini mensintesis bukti empiris tentang pengaruh keterlibatan siswa terhadap hasil belajar serta peran lingkungan sekolah dan keluarga sebagai variabel moderator. Tinjauan literatur sistematis dilakukan mengikuti pedoman PRISMA dengan pencarian pada basis data Scopus yang menghasilkan 73 artikel. Setelah penyaringan dan penilaian kualitas menggunakan daftar periksa Critical Appraisal Skills Programme, 34 artikel dengan 178.394 partisipan diinklusikan dalam sintesis menggunakan metode sintesis naratif dengan analisis tematik.Hasil menunjukkan keterlibatan siswa memiliki pengaruh positif signifikan terhadap hasil belajar (76,5% studi). Pengaruh ini termanifestasi melalui keterlibatan perilaku, emosional, dan kognitif yang saling berinteraksi. Lingkungan sekolah memoderasi hubungan keterlibatan-pencapaian dalam 64,7% studi, dengan iklim sekolah, dukungan guru, dan kepemimpinan sebagai dimensi kunci. Lingkungan keluarga menunjukkan efek moderasi dalam 52,9% studi melalui keterlibatan orang tua, status sosial ekonomi, dan harapan orang tua. Analisis interaksi simultan kedua lingkungan (23,5% studi) mengungkapkan empat pola: efek aditif, sinergis, kompensatoris, dan kondisional. Kondisi optimal terjadi ketika siswa mendapat dukungan tinggi dari kedua konteks. Efek moderasi bervariasi berdasarkan tingkat kinerja, status sosial ekonomi, dan konteks kultural, dengan dukungan lingkungan sangat kritis untuk siswa kurang beruntung. Implikasi praktis menekankan pendekatan integratif yang mengkoordinasikan upaya sekolah dan keluarga. Keterbatasan mencakup dominasi desain cross-sectional dan konsentrasi geografis. Penelitian masa depan perlu fokus pada studi longitudinal, desain moderasi ganda, dan konteks kultural beragam
STUDENT RETENTION IN ARITHMETIC SEQUENCES AND SERIES LEARNING THROUGH MATH MAZE
Students' lack of interest in studying mathematics has an impact on their memory of the material taught. Weak memory in understanding the material is one of the obstacles in learning mathematics. This becomes a challenge for educators to find the right learning method. When studying arithmetic sequences and series, a strong memory really helps students' understanding. In this research, the mathematical maze is used as a learning method to strengthen student retention. The aim of the research is to describe the retention of student learning outcomes after mathematics learning assisted by Math Maze on arithmetic sequences and series. This research uses a qualitative approach. The data collection process was carried out by post-test and re-test. Based on the results of data analysis, it was concluded that the retention of student learning outcomes in learning arithmetic sequences and series through the mathematical maze was relatively high. This means that the math maze can be an alternative to learning mathematics
Design of a Mamdani Fuzzy Logic Prototype System for Free-Range Chicken Egg Incubators
This research aims to design a temperature and humidity control system for chicken egg incubators using the Mamdani Fuzzy logic method. The main problem addressed is the fluctuation of temperature and humidity in conventional systems that still rely on on/off control. The developed system utilizes DHT sensors as temperature and humidity gauges, Arduino as a microcontroller, and regulates the light intensity of incandescent lamps using an AC dimmer. Mamdani Fuzzy Logic is used to process two inputs, namely temperature and humidity and produce an output in the form of the brightness level of the incandescent lamp. The system relies on nine Fuzzy rules in making decisions based on variations in input conditions. The test results show that the system is able to provide appropriate responses to changes in temperature and humidity, and produce outputs in accordance with the designed rules, such as Rule R1, R5, and R9. Thus, this system succeeds in maintaining the stability of the temperature in the incubator, so as to increase the efficiency and success of the egg hatching process. Overall, the application of Mamdani Fuzzy Logic proved effective in designing an intelligent control system for the incubator
Mi kering berbahan tepung kacang merah dengan pewarna buah naga sebagai pangan sumber serat
Noodles are one of the types of food favored by the public. Most noodles available on the market are made from wheat flour, which is high in starch and low in fiber. An alternative is to replace the ingredients with those that have higher nutritional value. Red beans and dragon fruit offer nutritional benefits, including high fiber content and antioxidants. This study aims to evaluate the acceptability, fiber content, and starch content of dried noodles substituted with red bean flour and colored with dragon fruit juice. This research used a Completely Randomized Design (CRD) with four formulations and three replications. The noodle formulations were made by combining red bean flour and dragon fruit juice with the following wheat flour to red bean flour ratios: 100:0 (F0), 80:20 (F1), 70:30 (F2), and 60:40 (F3). The data were analyzed using the Kruskal-Wallis test followed by the Mann-Whitney post hoc test. Crude fiber content was analyzed using the gravimetric method, and starch content was analyzed using the AOAC (1970) method. Organoleptic testing results showed significant differences in aroma, color, taste, and texture indicators. Formula F1 was the most preferred formulation, with the highest average scores across the four evaluation criteria. The analysis of the selected formula (F1) showed it contained 2.69 g of crude fiber per 100 g of dried noodles and 74.28 g of starch per 100 g of dried noodles. It is concluded that Formula F1 can be considered a fiber-rich food. This study recommends consuming the dried noodles along with other fiber-rich foods to meet daily fiber requirements
Analysis of the Usability Level of the JKN Mobile Application Using the User Experience Questionnaire (UEQ) and Importance–Performance Analysis (IPA) Methods
The JKN Mobile application developed by BPJS Kesehatan is a digital service for National Health Insurance (JKN) participants to access features for checking membership, online queues, and complaint services. JKN Mobile contributes significantly to the digitalization of healthcare services, but various negative reviews still emerge, especially regarding the interface aspect. This study analyzes the usability level of the application using the User Experience Questionnaire (UEQ) and Importance Performance Analysis (IPA) methods. The UEQ assesses six aspects of user experience, while IPA maps attributes based on importance and performance. The analysis results show a gap between expectations and experience. Clarity (1.1056, 0.4021), efficiency (1.0181, 0.0026), and appeal (1.0946, -0.019) fall into the "maintain performance" quadrant. Novelty (0.0965, 0.4113) is in the "top priority" quadrant, stimulation (0.8763, -0.1192) is a low priority, while accuracy (0.9514, -0.1224) is excessive. These findings provide a comprehensive overview of aspects that need to be maintained or improved. User feedback-driven strategies and agile approaches are recommended to make application development more innovative, optimal, and responsive to the needs of digital healthcare services
Pengaruh Kompetensi Pajak, Self-Efficacy, dan Penerapan Sistem E-Filing terhadap Kinerja Relawan Pajak dengan Inklusi Pajak sebagai Variabel Moderasi
Penelitian ini menganalisis pengaruh kompetensi pajak, efikasi diri , dan penerapan sistem e-filing terhadap kinerja relawan pajak dengan inklusi pajak sebagai variabel moderasi. Data dikumpulkan melalui kuesioner pada relawan pajak di KPP Banten dan dianalisis menggunakan SmartPLS. Hasil menunjukkan bahwa kompetensi pajak, efikasi diri , dan penerapan sistem e-filing berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja relawan pajak, dengan inklusi pajak memperkuat hubungan variabel tersebut. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan pelatihan, pengembangan sistem e-filing, dan program inklusi pajak untuk mendukung kinerja relawan pajak. Kata Kunci: kompetensi pajak, efikasi diri , penerapan e-filing, kinerja relawan pajak, inklusi pajak
PENGARUH PENERAPAN PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK (PjBL) DALAM MENGEMBANGKAN KREATIVITAS PESERTA DIDIK PAKET A PKBM FARADIKA
Penelitian ini dilatar belakangi dengan belum meratanya tingkat kreativitas peserta didik Paket A di PKBM Faradika. Pembelajaran abad-21 salah satunya menuntut peserta didik untuk memiliki kreativitas yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh antara model pembelajaran berbasis proyek (PjBL) terhadap pengembangan kreativitas peserta didik home schooling paket A PKBM Faradika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif metode pre-experimental design dengan desain one-shot case study dengan jumlah sampel sebanyak 22 peserta didik. Teknik analisis yang digunakan dalam pengujian hipotesis adalah Teknik analaisis regresi linier sederhana.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada pengaruh model PjBL (Pop Up Book) terhadap kreativitas siswa dengan tema keberagaman Indonesia. Kreativitas siswa mengalami pengembangan sebesar 31% setelah diterapkan model PjBL. Kata kunci : PembelajaranBerbasisProyek1, Kreativitas2, PopUpBook3