OJS Kader Bangsa University
Not a member yet
    461 research outputs found

    HUBUNGAN BERAT BADAN BAYI LAHIR DAN ANEMIA DALAM KEHAMILAN DENGAN KEJADIAN PENDARAHAN POST PARTUM

    Get PDF
    Background :Post partum bleeding is blood loss that exceeds 500 ml, which occurs after the baby is born in vaginal delivery and exceeds 1000 ml at cesarean section, or bleeding that is more than normal and has caused changes in vital signs.Objective:This study aims to determine the relationship between birth weight, anemia in pregnancy and prolonged labor with the incidence of postpartum hemorrhage in pregnant women. Methods:The research design used is the Analytical Survey method with a case control approach, namely research by comparing the case group and control group based on their exposure status.Results:Based on the results of the Chi Square test, a p-value of 0.002 (p-value = 0.05) was obtained, which means that there was a significant relationship between birth weight and postpartum hemorrhage. 05) which means that there is a significant relationship between anemia in pregnancy and postpartum hemo. Conclusion: There is a relationship between birth weight, anemia in pregnancy and prolonged labor with the incidence of postpartum hemorrhage  Keywords: Birth weight, anemia and post partum haemorrhag

    HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN ANAK, PERSONAL HYGIENE DAN KEBIASAAN MAKAN PADA ANAK DENGAN KEJADIAN KARIES GIGI DI MADRASAH IBTIDAIYAH MUHAMMADIYAH (MIM) SENU MARGA KABUPATEN OKU TIMUR

    Get PDF
    Karies gigi adalah penyakit infeksi yang merusak struktur gigi sehingga menyebabkan gigi berlubang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Pengetahuan Anak, Personal Hygiene, dan Kebiasaan Makan pada Anak dengan Kejadian Karies Gigi di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Senu Marga Kabupaten OKU Timur Tahun 2020. Jenis penelitian ini menggunakan cross sectional. Uji statistik menggunakan uji chi-square dengan menggunakan total populasi dengan jumlah 60 responden. Analisis dilakukan dalam dua tahap yaitu analisis Univariat dan Bivariat, didapatkan hasil bahwa proporsi Karies Gigi pada responden berpengetahuan baik sebanyak 32 orang (53,3%), responden yang berpengetahuan kurang baik yaitu sebanyak 28 orang (46,7%). Proporsi Karies Gigi pada Personal Hygiene menggosok gigi sebanyak 29 orang (48,3%), responden yang tidak menggosok gigi yaitu sebanyak 31 orang (51,7%). Dan proporsi Karies Gigi pada responden dengan Kebiasaan Makan yang baik  sebanyak 29 orang (48,3%), responden yang memiliki Kebiasaan Makan kurang baik sebanyak 31 orang (51,7%). Data hasil uji chi-Squareα=0,05 bahwa ada hubungan bermakna antara Pengetahuan Anak (p value 0,033), Personal Hygiene (p value 0,018) dan Kebiasaan Makan (p value 0,005) dengan kejadian Karies Gigi. Saran dari peneliti diharapkan anak-anak dapat menjaga kebersihan diri terutama kebersihan mulut dengan cara menggosok gigi minimal 2x sehari, dan menjaga pola kebiasaan makan

    HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU DENGAN PEMENUHAN KEBUTUHAN NUTRISI PADA ANAK USIA TODDLER (1-3 TAHUN)

    Get PDF
    Background: The World Health Organization (WHO) states that the number of cases of breast infections that occur in women such as cancer, tumors, mastitis, fibrocustic disease continues to increase, where breast cancer sufferers reach 1.2 million people who are diagnosed, and 12% of them. they. is a breast infection in the form of mastitis in postpartum women, this is due to a lack of knowledge about breast care. Objective: To determine the effect of the role of health workers, sources of information and support from husbands on the compliance of postpartum mothers in breast care. Methods: This type of research is quantitative using a cross sectional study design with a sampling technique using accidental sampling obtained a sample of 42 respondents. Results: The results showed that there was a significant relationship between sources of information and adherence of postpartum mothers to breast care p. The value of 0.028 ≤ α = 0.05, for the role of health workers there is a significant relationship with postpartum breast care compliance. p. value = 0.000 ≤ α = 0.05 and there is a significant relationship between husband's support and adherence to postpartum mothers for breast care p. value = 0.035 ≤ α = 0.05. Suggestion: puskesmas officers or health promotion program holders provide counseling in health education.Key words      : Breast CareLatar Belakang: Tubuh memerlukan makanan untuk mempertahankan kelangsungan fungsinya.Kebutuhan nutrisi ini diperlukan sepanjang kehidupan manusia, namun jumlah nutrisiyang diperlukan setiap orang berbeda sesuai dengan karakteristiknya, seperti jenis kelamin, usia, aktifitas. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap ibu dengan pemenuhan kebutuhan nutrisi pada anak usia toddler (1-3 tahun).. Metode: Jenis penelitian ini kuantitatif menggunakan desain penelitian cross sectional dengan tehnik pengambilan sampel menggunakan Accidental sampling didapatkan sampel 32 responden. Hasil: didapatkan hasil bahwa ada  hubungan yang bermakna pengetahuan dengan kebutuhan nutrisi p.value 0,009 ≤ α = 0,05, ada hubungan antara sikap dengan kebutuhan nutrisi p.value 0,014 ≤ α = 0,05. Saran: petugas puskesmas atau pemegang program promosi kesehatan untuk memberikan penyuluhan dalam pendidikan kesehatan. Kata kunci: Perawatan Payudar

    FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DANGAN MINAT IBU DALAMPEMILIHAN ALAT KONTRASEPSI IUD

    Get PDF
    IUD atau Alat Kontrasepsi Dalam Rahim IUD (AKDR)  bagi banyak kaum wanita merupakan alat kontrasepsi  yang  terbaik.  Tujuan penelitian adalah mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan minat ibu dalam pemilihan alat kontrasepsi IUD. Penelitian ini menggunakan Survey Analitik dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional. Populasi penelitian ini adalah ibu yang menggunakan alat kontrasepsi yang berjumlah 46 orang. Sampel berjumlah 46 responden. Pada analisa univariat didapatkan responden dari 46 responden didapatkan bahwa responden yang Berpengetahuan Baik 32 responden (69,6%) dan responden yang Pengetahuannya Kurang 14 responden (30,4%). Dukungan Suami sebanyak 30 responden (65,2%) dan responden yang tidak mendapat dukungan sebanyak 16 responden (34,8%). Kepemilikan BPJS sebanyak 31 responden (67,4%) dan responden yang tidak memiliki BPJS 15 responden (32,6%). Analisa Bivariat menunjukkan Pengetahuan (ρ value 0,000), Dukungan Suami (ρ value 0,000), Kepemilikan BPJS (ρ value 0,000) mempunyai hubungan yang bermakna dengan kontrasepsi IUD. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa ada faktor-faktor yang mempengaruhi dalam memilih kontrasepsi IUD.   Kata Kunci     : Pengetahuan, Dukungan, BPJS danKontrasepsi IU

    HUBUNGAN ASUHAN KEBIDANAN BERKELANJUTAN DENGAN KUALITAS HIDUP IBU POSTPARTUM

    Get PDF
    Asuhan kebidanan berkelanjutan berkontribusi pada peningkatan kualitas dan keamanan asuhan maternal. Asuhan berkualitas tinggi menunjukkan bahwa wanita yang menerima asuhan asuhan berkelanjutan telah mendapatkan asuhan yang efektif, pengalaman yang lebih baik, dan hasil klinis (clinical outcome) yang lebih baik. Salah satu hasil klinis yang diperoleh dari asuhan berkelanjutan adalah peningkatan kualitas hidup ibu postpartum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asuhan berkelanjutan dengan kualitas hidup ibu postpartum. penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain penelitian cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah ibu postpartum yang telah mendapatkan asuhan berkelanjutan di PMB yang berada. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik accidental sampling. Variabel kualitas hidup ibu postpartum diukur dengan menggunakan kuesioner WHOQOL. Data univariat dan bivariat dianalisis menggunakan uji chi-squre. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan asuhan berkelanjutan dengan kualitas hidup ibu postpartum (P value <0,05; OR = 8,250; 95% CI 2,541-26,781)Kesumpulan dari penelitian ini adalah kualitas layanan yang diberikan melalui asuhan berkelanjutan yang diterima ibu selama periode kelahiran memberikan dampak terhadap kualitas hidup ibu postpartum. Kata kunci       : Asuhan Kebidanan Berkelanjutan, Kualitas Hidup, Postpartu

    HUBUNGAN JARAK TEMPAT TINGGAL DAN PENGETAHUAN MASYARAKAT DENGAN PEMANFAATAN PELAYANAN KESEHATAN DI PUSKESMAS MUARA BUNGO 1 JAMBI

    No full text
    Pelayanan kesehatan puskesmas yang baik belum tentu menjamin banyaknya jumlah pasien yang berkunjung. Hal ini harus didukung juga dengan ketepatan dan kapasitas puskesmas dalam melayani kebutuhan masyarakat seperti komunikasi, waktu, kualitas serta kuantitas produk dan jasa, pelayanan prima. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan mutu pelayanan dengan kepuasan pasien di Ruang Rawat Inap RSUD Siti Fatimah Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2019. Jenis penelitian ini menggunakan cross sectional. Uji statistik menggunakan uji chi-square dengan menggunakan accidental sampling dengan jumlah 89 responden. Hasil penelitian karakteristik responden dalam penelitian ini yaitu 53.9 % berusia tua. Karakteristik responden dalam penelitian ini yaitu 556.2 % adalah perempuan.  Karakteristik responden dalam penelitian ini yaitu 56.2 % adalah bekerja. Karakteristik responden dalam penelitian ini yaitu 50.6 %memanfaatkan pelayanan Kesehatan. Ada Hubungan jarak tempat tinggal secara Parsial dengan pemanfaatan pelayanan Kesehatan di Puskesmas Muara Bungo 1Jambi Tahun 2020. (Nilai Pvalue=0.015). Ada Hubungan pengetahuan secara Parsial dengan pemanfaatan pelayanan Kesehatan di Puskesmas Muara Bungo 1 Jambi Tahun2020. (Nilai Pvalue=0.015). Saran memberikan    penyuluhan    tentang    pentingnya    memanfaatkan puskesmas sebagai tempat berobat yang tepat.Pelayanan kesehatan puskesmas yang baik belum tentu menjamin banyaknya jumlah pasien yang berkunjung. Hal ini harus didukung juga dengan ketepatan dan kapasitas puskesmas dalam melayani kebutuhan masyarakat seperti komunikasi, waktu, kualitas serta kuantitas produk dan jasa, pelayanan prima. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan mutu pelayanan dengan kepuasan pasien di Ruang Rawat Inap RSUD Siti Fatimah Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2019. Jenis penelitian ini menggunakan cross sectional. Uji statistik menggunakan uji chi-square dengan menggunakan accidental sampling dengan jumlah 89 responden. Hasil penelitian karakteristik responden dalam penelitian ini yaitu 53.9 % berusia tua. Karakteristik responden dalam penelitian ini yaitu 556.2 % adalah perempuan.  Karakteristik responden dalam penelitian ini yaitu 56.2 % adalah bekerja. Karakteristik responden dalam penelitian ini yaitu 50.6 %memanfaatkan pelayanan Kesehatan. Ada Hubungan jarak tempat tinggal secara Parsial dengan pemanfaatan pelayanan Kesehatan di Puskesmas Muara Bungo 1Jambi Tahun 2020. (Nilai Pvalue=0.015). Ada Hubungan pengetahuan secara Parsial dengan pemanfaatan pelayanan Kesehatan di Puskesmas Muara Bungo 1 Jambi Tahun2020. (Nilai Pvalue=0.015). Saran memberikan    penyuluhan    tentang    pentingnya    memanfaatkan puskesmas sebagai tempat berobat yang tepat

    PENEGAKAN HUKUM TINDAK PIDANA NARKOTIKAN DI INDONESIA DENGAN PENDEKATAN ASPEK FILOSOFIS, SOSIOLOGIS, DAN AGAMA

    Get PDF
    Law enforcement against narcotics crimes continues to be improved considering the number of cases from year to year is increasing. What is a factor in the increasing number of cases of drug crimes that are getting faster is also triggered by the development of information technology, where communication between users, dealers, and suppliers can easily take place via the internet. Therefore, to prevent and eradicate narcotics crimes in Indonesia in general, it can be done with three approaches, namely a philosophical approach, a sociological approach, and a religious approach.Penegakan hukum terhadap tindak pidana narkotika terus ditingkatkan mengingat jumlah kasus dari tahun ketahun semakin meningkat. Yang menjadi faktor peningkatan jumlah kasus terhadap tindak pidana narkoba yang semakin cepat juga dipicu oleh perkembangan teknologi informasi, di mana komunikasi antara pengguna, pengedar, dan pemasok dapat dengan mudah berlangsung melalui internet. Oleh karena itu, untuk melakukan pencegahan dan pemberantasan tindak pidana narkotika di Indonesia secara umum dapat dilakukan dengan tiga pendekatan yaitu pendekatan filosofis, pendekatan sosiologis, dan pendekatan agama

    HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN INFORMASI DENGAN PEMBERIAN KOLOSTRUM PADA BAYI BARU LAHIR

    Get PDF
    Breast milk is the best nutrition for babies because the composition of nutrients in it is optimally able to ensure the growth of the baby's body, the quality of the nutrients is also the best because it is easily absorbed and digested by the baby's intestines, so the use of breast milk in Indonesia needs to be increased. Basically there are various kinds of breast milk, one of which is colostrum. This research is a quantitative research with an analytical survey with a cross sectional approach. The population in this study were all mothers who had babies, totaling 40 pregnant women. The sample of this research used systematic random sampling method. The sample of this study amounted to 40 respondents. Data analysis was carried out in two stages, namely univariate analysis and bivariate analysis with Chi-square statistical test. The results of the bivariate analysis showed that there was a relationship of knowledge (p value = 0.002) and there was a relationship of information (p value = 0.001) with giving colostrum to newborns. Suggestions are expected for health workers to provide complete communication, information and education to the community in the work area about giving colostrum to newborns.   Keywords: Giving Colostrum to Newborn

    ANALISIS FAKTOR HUBUNGAN YODIUM DAN VITAMIN D TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 12-24 BULAN

    Get PDF
    Stunting or shortness is a condition of failure to grow and develop in infants (0-11 months) and toddlers (12-59 months) caused by chronic malnutrition, especially in the first thousand days of life, so that children are too short for growth. age. Malnutrition occurs since the baby is in the womb and in the early days after the baby is born, but stunting conditions only appear after the child is two years old. The purpose of the study: to determine the relationship between iodine intake and vitamin D intake with the incidence of stunting. This research is a quantitative research with an analytical survey with a cross sectional approach. The population in this study were all mothers who had toddlers aged 12-24 months. The sample of this research used simple random sampling method. The sample of this study amounted to 68 respondents. Data analysis was carried out in two stages, namely univariate analysis and bivariate analysis with Chi-square statistical test. The results of the bivariate analysis showed that there was a relationship between iodine intake (p value = 0.018), there was a relationship between vitamin D (p value = 0.000) and the incidence of stunting in children aged 12-24 months. These suggestions are expected to be taken into consideration in decision making, can improve the quality of services, especially regarding the incidence of stunting in toddlers aged 12-24 months.   Keywords: Iodine, Vitamin D, Stunting Toddler 12-24 month

    ANALISIS TINGKAT KEBISINGAN TERHADAP KEJADIAN GANGGUAN PENDENGARAN

    Get PDF
    Karies gigi adalah penyakit infeksi yang merusak struktur gigi sehingga menyebabkan gigi berlubang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Pengetahuan Anak, Personal Hygiene, dan Kebiasaan Makan pada Anak dengan Kejadian Karies Gigi di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Senu Marga Kabupaten OKU Timur Tahun 2020. Jenis penelitian ini menggunakan cross sectional. Uji statistik menggunakan uji chi-square dengan menggunakan total populasi dengan jumlah 60 responden. Analisis dilakukan dalam dua tahap yaitu analisis Univariat dan Bivariat, didapatkan hasil bahwa proporsi Karies Gigi pada responden berpengetahuan baik sebanyak 32 orang (53,3%), responden yang berpengetahuan kurang baik yaitu sebanyak 28 orang (46,7%). Proporsi Karies Gigi pada Personal Hygiene menggosok gigi sebanyak 29 orang (48,3%), responden yang tidak menggosok gigi yaitu sebanyak 31 orang (51,7%). Dan proporsi Karies Gigi pada responden dengan Kebiasaan Makan yang baik  sebanyak 29 orang (48,3%), responden yang memiliki Kebiasaan Makan kurang baik sebanyak 31 orang (51,7%). Data hasil uji chi-Squareα=0,05 bahwa ada hubungan bermakna antara Pengetahuan Anak (p value 0,033), Personal Hygiene (p value 0,018) dan Kebiasaan Makan (p value 0,005) dengan kejadian Karies Gigi. Saran dari peneliti diharapkan anak-anak dapat menjaga kebersihan diri terutama kebersihan mulut dengan cara menggosok gigi minimal 2x sehari, dan menjaga pola kebiasaan makan

    320

    full texts

    461

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    OJS Kader Bangsa University
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇