OJS Kader Bangsa University
Not a member yet
461 research outputs found
Sort by
ANALISIS FAKTOR HUBUNGAN YODIUM, VITAMIN D TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 12 BULAN-24 BULAN
Stunting merupakan bentuk dari proses pertumbuhan anak yang terhambat, yang disebabkan oleh kondisi malnutrisi dalam waktu yang panjang, sehingga menjadi masalah gizi kronis yang dialami oleh negara-negara berkembang termasuk Indonesia. Tujuan menentukan hubungan konsumsi yodium, vitamin D terhadap kejadian stunting pada balita usia 12 bulan-24 bulan. Metode penelitian ini menggunakan desain observasion alanalitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dipilih secara simple random sampling dengan memenuhi kriteria inklusi dan kriteria eksklusi, sehingga didapatkan sampel berjumlah88 anak usia 12 bulan-24 bulan. Uji statistic menggunakan uji chi square dengan nilai p<0.05 dianggap bermakna secara statistik. Hasil terdapat hubungan konsumsi yodium dengan nilai p=0.00, vitamin D terhadap kejadian stunting pada anak usia 12 bulan-24 bulan dengan nilai p=0.001. simpulan konsumsi yodium dan mengkonsumsi vitamin D mempengaruhi kejadian stunting pada anak usia 12 bulan-24 bulan.
Kata kunci: Stunting, Vitamin D, Yodium
 
POLITIK HUKUM PEMERINTAH TERHADAP KEBIJAKAN REMISI
Abstract:
Law refers to a rule of life that is in accordance with the ideals of living together and the rules of justice. The content of the rule of law should be fair. Without justice, the law is only formalized violence. Law is felt to be important when dealing with injustice. People sue the actual Court to demand justice. Law is basically a whole of the rules and all the principles that regulate the social life in society and aims to maintain order, and includes various institutions and processes for the application of the rules as a reality in society. The approach in this research is the library research approach. This research will be conducted at the Regional Library of South Sumatra and Universities in the South Sumatra Region which is the object and main focus of researchers in viewing and analyzing the Government's Legal Politics on Remission Policy.
Keywords : Politics of Law, Policy, and Remission.Abstrak :
Hukum menunjuk pada suatu aturan hidup yang sesuai dengan cita-cita tentang hidup bersama dan kaidah keadilan. Isi kaidah hukum harusnya adil. Tanpa Keadilan, hukum hanya kekerasan yang di formalkan. Hukum dirasakan penting ketika berhadapan dengan ketidak adilan. Orang menuntut ke Pengadilan sebenarnya untuk menuntut keadilan. Hukum pada dasarnya merupakan suatu keseluruhan kaidah dan semua asas yang mengatur pergaulan hidup dalam masyarakat dan bertujuan untuk memelihara ketertiban,serta meliputi berbagai lembaga dan proses guna berlakunya kaidah sebagai suatu kenyataan dalam msayarakat. Pendekatan dalam penelitian ini ialah Pendekatan penelitian perpustakaan (Library Research) Penelitian ini akan dilakukan di Perpustakaan Daerah Sumatera Selatan dan Perguruan Tinggi di Wilayah Sumatera Selatan yang menjadi objek dan fokus utama peneliti dalam melihat dan menganalisis Politik Hukum Pemerintah terhadap Kebijakan Remisi.
Kata Kunci: Politik Hukum, Kebijakan, dan Remisi
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DI WILAYAH RT 26 RW 06 KELURAHAN SIALANG KECAMATAN SAKO
Perilaku hidup bersih dan sehat hakikatnya adalah dasar pencegahan manusia dari berbagai penyakit.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan antara Pengetahuan, pendidikan dan promosi kesehatan terhadap perilaku hidup bersih dan sehat di masyarakat wilayah RT 26 RW 06 Kelurahan Saialang Kecamatan Sako Kota Palembang Tahun 2021 jenis penelitian yang digunakan adalah survey analitik dengan pendekatan Cross Sectional.Populasi penelitian berjumlah 72 orang, data di peroleh menggunakan kuisioner. Analisa diperoleh dengan dua tahap yaitu analisan unvariat dan analisa bivariat dengan uji hubungan yang digunakan adalah chi-squere.hasil analisa univariat dan bivariat proporsi responden berpengetahuan baik tentang perilaku hidup bersih dan sehat sebanyak 49 responden (53,3%) dan yang tidak sebanyak 43 responden (46,7%). berpendidikan baik sebanyak 49 keluarga (53,3%) sedangkan yang tidak sebanyak 43 responden (46,7%). promosi kesehatan sebanyak 39 Responden (42,4%) sedangkan yang tidak 53 responden (57,6%). %). Berdasarkan uji Chi-Square dengan batas kemaknaan α = 0,05 diperoleh nilai p Value sebesar = 0,002, untuk pengetahuan, Chi-Square diperoleh nilai p Value sebesar = 0,002pendidikan, Chi-Square diperoleh nilai p Value sebesar = 0,006 promosi kesehatan. semuanya memiliki hubungan bermakna terhadap perilaku hidup bersih dan sehat.Perilaku hidup bersih dan sehat hakikatnya adalah dasar pencegahan manusia dari berbagai penyakit.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan antara Pengetahuan, pendidikan dan promosi kesehatan terhadap perilaku hidup bersih dan sehat di masyarakat wilayah RT 26 RW 06 Kelurahan Saialang Kecamatan Sako Kota Palembang Tahun 2021 jenis penelitian yang digunakan adalah survey analitik dengan pendekatan Cross Sectional.Populasi penelitian berjumlah 72 orang, data di peroleh menggunakan kuisioner. Analisa diperoleh dengan dua tahap yaitu analisan unvariat dan analisa bivariat dengan uji hubungan yang digunakan adalah chi-squere.hasil analisa univariat dan bivariat proporsi responden berpengetahuan baik tentang perilaku hidup bersih dan sehat sebanyak 49 responden (53,3%) dan yang tidak sebanyak 43 responden (46,7%). berpendidikan baik sebanyak 49 keluarga (53,3%) sedangkan yang tidak sebanyak 43 responden (46,7%). promosi kesehatan sebanyak 39 Responden (42,4%) sedangkan yang tidak 53 responden (57,6%). %). Berdasarkan uji Chi-Square dengan batas kemaknaan α = 0,05 diperoleh nilai p Value sebesar = 0,002, untuk pengetahuan, Chi-Square diperoleh nilai p Value sebesar = 0,002pendidikan, Chi-Square diperoleh nilai p Value sebesar = 0,006 promosi kesehatan. semuanya memiliki hubungan bermakna terhadap perilaku hidup bersih dan sehat
IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH KOTA PALEMBANG NOMOR 12 TAHUN 2013 TENTANG ANAK JALANAN, PENGEMIS DAN GELANDANGAN
Pemerintah nampaknya harus bekerja rebih keras, mengingat dalam UUD 1945 pasal 34 yang berbunyi “fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh Negara”. Artinya sesungguhnya mereka yang hidup terlantar (termasuk anak jalanan, gelandangan dan pengemis) juga harus menjadi perhatian negara. Ironisnya pemerintah seolah angkat tangan dalam menangani anak jalanan. Yang akan dikaji Bagaimana Implementasi Peraturan Daerah Kota Palembang Nomor 12 Tahun 2013 tentang Pembinaan Anak Jalanan, Gelandangan dan Pengemis Kota Palembangn dan Apa saja faktor penduduk dan penghambat pembinaan Anak Jalanan, Gelandangan dan Pengemis di Kota Palembang. Metode penelitian Yuridis Empiris. Hasil pembahasan dalam penjangkauan dan pembinaan anak jalanan, gelandangan dan pengemis harus mengikuti prosedur dan aturan yang berlaku dikarenakan dari Kesejahteraan Sosial Anak. Selanjutnya dalam Pasal 8 Perahran Daerah Kota palembang Nomor 12 Tahun 2013 tentang Anak Jalanan, Gelandangan dan pengemis Kota Palembang menerangkan bahwa jangka waktu penampungan sementara hasil penjangkauan dapat dilaksanakan paling lama 4 (empat) bulan. Namun pengembalian anak jalanan, gelandangan dan pengemis dilakukan setelah orang tua atau keluarga asal dinilai siap untuk menerima bagi Anak Jalanan, Gelandanagn dan Pengemis untuk kembali. Implementasi faktor pendukung dan faktor penghambat. Simpulannya berdasarkan implementasi terhadap peraturan daerah kota Palembang Nomor 12 Tahun 2013 tentang pembinaan anak jalanan, gelandangan dan pengemis sudah menurun sejak peraturan daerah ini ditetapkan. Kemudian diharapkan kedepan Pemerintah dapat mengupayakan peningkatan ketersediaan sarana dan prasarana agar implementasi terhadap peraturan daerah ini dapat berjalan lebih maksimal.The government seems to have to work harder, considering Article 34 of the 1945 Constitution which reads "the poor and neglected children are cared for by the State". This means that those who live neglected (including street children, homeless people and beggars) must also be a concern of the state. Ironically, the government seems to have raised its hand in dealing with street children. What will be studied is how the implementation of the Palembang City Regional Regulation Number 12 of 2013 concerning the Guidance of Street Children, Homeless and Beggars in Palembang City and what are the population factors and obstacles to fostering Street Children, Homeless and Beggars in Palembang City. Juridical Empirical research method. The results of the discussion in outreach and fostering street children, homeless people and beggars must follow the applicable procedures and rules due to Child Social Welfare. Furthermore, Article 8 of the Regional Regulation of the City of Palembang Number 12 of 2013 concerning Street Children, Homeless and Beggars of Palembang City explains that the period of temporary shelter as a result of outreach can be carried out for a maximum of 4 (four) months. However, the return of street children, homeless people and beggars is carried out after the parents or family of origin are considered ready to accept for street children, homeless and beggars to return. Implementation of supporting factors and inhibiting factors. The conclusion is based on the implementation of the regional regulation of the city of Palembang Number 12 of 2013 concerning the development of street children, homeless people and beggars, since this regional regulation was enacted. Then it is hoped that in the future the Government can seek to increase the availability of facilities and infrastructure so that the implementation of this regional regulation can run more optimally
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN PEMBERANTASAN SARANG NYAMUK DENGAN TERJADINYA DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI PUSKESMAS LUMPATAN
Dengue Hemorrhagic Fever or abbreviated as DHF is a disease caused by the dengue virus which is transmitted through the bite of the Aedes aegypti and Aedes albopictus mosquitoes. This study aims to determine the relationship between knowledge and eradication of mosquito nests with the incidence of DHF. This type of research uses cross sectional. The population in this study was 60 people with a sampling technique with a total sampling of 60 respondents. The analysis was carried out in two stages, namely Univariate and Bivariate analysis. The statistical test used the chi-square test with a significance level of =5%. The results showed that there was a significant relationship between the level of knowledge and eradication of mosquito nests simultaneously with the occurrence of dengue hemorrhagic fever at the Lumpatan Health Center. The results of this study can be used as a reflection to improve and improve the performance of existing programs related to dengue disease in the working area of the Puskesmas. So that later it can increase public knowledge about dengue prevention through these programs
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU DAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI INTRA UTERIN DEVICE
The family planning program is not only aimed at controlling the rate of population growth, but also to meet the community's demands for quality family planning and reproductive health (KR) services, in accordance with the maternal mortality rate (MMR) and infant mortality rate (IMR). ) as well as overcoming reproductive health problems to form quality small families. Objective: to determine the relationship between mother's knowledge and husband's support with the use of Intra Uterine Device contraceptives. Methods: The type of research used in this study used the Analytical Survey method with a Cross Sectional approach where data on the independent variable (husband's knowledge and support) and the dependent variable (IUD use) were measured and collected at the same time (Point Time Sample Approach in this study). is a sampling technique used with Non Random Sampling (not random), namely accidental sampling where the sample is taken based on considerations that focus on certain goals (due to certain characteristics or characteristics considerations) totaling 76 people. Result: The results show that there is a relationship between knowledge pregnant women (p-value 0.0039, p<0.05) and there is a relationship between husband's support (p-value 0.016, p<0.05) Conclusion: There is a relationship between mother's knowledge and husband's support with the use of intra uterine contraceptives (IUDs).
Keywords: Knowledge, Husband's Support, IUD Contracepti
HUBUNGAN PERAWATAN DAN WAKTU PEMAKAIAN LENSA KONTAK LUNAK TERHADAP IRITASI PADA MATA
Background: The use of contact lenses causes many negative impacts that need to be watched out for for users, especially if they do not follow the usage rules. Methods: This analytical survey research with a cross sectional approach was conducted in 2019 with a minimum sample size of 52 people using a simple random sampling technique. Data obtained through interviews using a questionnaire and analyzed univariate and bivariate using SPSS ver 25.0. Results: There was a significant relationship between treatment and duration of wearing contact lenses with eye irritation (p value = 0.008). Conclusion: There is treatment and duration of wearing contact lenses with eye irritation can be used as input to develop health services.
Keywords: Eye Irritation, Long Use of Contact Lenses, Treatmen
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN HYGIENE MAKANAN DENGAN KEJADIAN TYPHUS ABDOMINALIS
Background: Typhus is common throughout the world and its distribution does not depend on the climate, but is more common in developing countries in the tropics (Juwono, 2010). Objective: To determine the relationship between knowledge and food hygiene with the incidence of abdominal typhus. Methods: This type of research is quantitative using a cross sectional study design with a sampling technique using accidental sampling obtained a sample of 82 respondents. Results: There was a relationship between knowledge p value = 0.021, food hygiene p value = 0.010 with the incidence of abdominal typhus. Suggestion: As a guideline or example for future researchers and can be used as information related to further research with different variables.
Keywords: Knowledge, Food Hygiene, Stomach TyhpoidLatar Belakang: Typhoid terdapat di seluruh dunia dan penyebarannya tidak tergantung pada iklim, tetapi lebih banyak di jumpai pada negara-negara berkembang di daerah tropis (Juwono, 2010). Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan hygiene makanan dengan kejadian tyhpoid abdominalis. Metode: Jenis penelitian ini kuantitatif menggunakan desain penelitian cross sectional dengan tehnik pengambilan sampel menggunakan Accidental sampling didapatkan sampel 82 responden. Hasil: ada hubungan antara pengetahuan p value= 0,021, hygiene makanan sebesar p value= 0,010 dengan kejadian tyhpoid abdominalis. Saran: Sebagai panduan atau contoh bagi peneliti yang akan datang serta dapat dijadikan informasi terkait pada penelitian selanjutnya dengan variabel yang berbeda-beda.
Kata kunci: Pengetahuan, Hygiene Makanan, Tyhpoid Abdominali
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN TINDAKAN IBU DALAM PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI DENGAN STATUS GIZI BAYI 7-12 BULAN
Latar Belakang: MP ASI pada waktu yang tepat akan berdapakan status gizi yang memegang peranan penting dalam siklus hidup manusia. Usia 0-24 bulan merupakan masa pertumbuhan dan perkembangan yang pesat, sehingga kerap di istilahkan sebagai periode emas sekaligus periode kritis. Periode emas dapat diwujudkan apabila pada masa ini bayi dan anak memperoleh asupan gizi yang sesuai untuk tumbuh kembang optimal. Sebaliknya apabila bayi dan anak pada masa ini tidak memperoleh makanan sesuai kebutuhan gizinya, maka periode emas akan berubah menjadi periode kritis yang akan mengganggu tumbuh kembang bayi dan anak, baik pada saat ini maupun masa selanjutnya (Depkes, 2016).Tujuan: untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, sikap dan tindakan ibu dalam pemberian makanan pendamping ASI dengan Status gizi bayi 7-12 bulan. Metode: Jenis penelitian ini kuantitatif menggunakan survey analitik dengan pendekatan studi Cross Sectional untuk melihat hubungan sesaat antara variabel independen dan dependen dengan tehnik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling didapatkan sampel 83 responden. Hasil: ada hubungan frekuensi pengetahuan (p-value= 0,001), sikap (p-value= 0,001), dan tindakan (p-value= 0,000). Saran:diharapkan Perlunya pemberian penyuluhan tentang gizi khusunya tentang pemberian MPASI kepada ibu yang memiliki bayi.
Kata kunci :MP ASI pada Bay
HUBUNGAN LETAK JANIN DENGAN KEJADIAN KETUBAN PECAH SEBELUM WAKTUNYA PADA IBU BERSALIN
One of the causes of maternal death is complications, including premature rupture of the membranes which is the rupture of the membranes before delivery. This research is a quantitative research with an analytical survey with a cross sectional approach. The population in this study were all maternity mothers who had been treated at the Kindergarten Hospital. II dr. AK Gani Palembang recorded medical records amounting to 1634 people. The sample of this research used systematic random sampling method. The sample of this study amounted to 94 respondents. Data analysis was carried out in two stages, namely univariate analysis and bivariate analysis with Chi-square statistical test. The results of the bivariate analysis found that there was a relationship between fetal position abnormalities (p value = 0.003) and the incidence of premature rupture of membranes in mothers giving birth at the Kindergarten Hospital. II dr. AK Gani Palembang. The advice given to the hospital is expected to be specifically for midwives to be able to provide counseling in the form of providing information and counseling to mothers on the sidelines of their service hours regarding the occurrence of premature rupture of membranes.
Keywords : premature rupture of membranes, fetal position abnormalitie