OJS Kader Bangsa University
Not a member yet
    461 research outputs found

    Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemberian Imunisasi Pada Bayi Diatas 11 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Merdeka Kota Palembang

    Get PDF
    Imunisasi adalah upaya untuk mendapatkan kekebalan terhadap suatu penyakit dengan cara  memasukkan kuman atau produk kuman yang sudah dilumpuhkan atau dimatikan kedalam tubuh. Program imunisasi bertujuan untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Adapun faktor-faktor yang berhubungan dengan kelengkapan pemberian imunisasi yaitu umur ibu, pengetahuan ibu dan sikap ibu. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Tehnik pengambilan sampel dilakukan dengan accidental sampling  dengan jumlah sampel 77 responden. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 77 responden sebanyak 63 responden (81,8%) pemberian imunisasi lengkap dan 14 responden (18,2%) pemberian imunisasi tidak lengkap. Sedangkan distribusi menurut umur ibu dari 77 responden sebanyak 62 responden (80,5%) dewasa muda atau < 30 tahun dan 15 responden (19,5%) dewasa tua atau ≥ 30 tahun. Distribusi menurut pengetahuan ibu dari 77 responden sebanyak 61 responden (79,2%) berpengetahuan baik dan 16 responden (20,8%) berpengetahuan kurang baik dan distribusi menurut sikap ibu dari 77 responden sebanyak 62 responden (80,5%) memiliki sikap positif dan 15 responden (19,5%) memiliki sikap negatif. Berdasarkan dari hasil chi-square didapat hubungan antara umur ibu dengan pemberian imunisasi dengan ρ value 0,001, hubungan antara pengetahuan ibu dengan pemberian imunisasi dengan ρ value 0,000 dan hubungan antara sikap ibu dengan pemberian imunisasi dengan ρ value 0,024. Pada petugas kesehatan terutama kepada petugas kesehatan yang bekerja di KIA hendaknya lebih mengoptimalkan pemanfaatan KMS dan meningkatkan promosi kesehatan terutama mengenai  pentingnya imunisasi.                                                                   Kata kunci: Imunisasi, Bayi,  Puskesmas Merdek

    FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PELAKSANAAN INISIASI MENYUSU DINI (IMD) PADA IBU BERSALIN DI RSUD KOTA PRABUMULIH

    Get PDF
    Inisiasi Menyusu Dini (IMD) adalah proses meletakkan bayi baru lahir pada dada atau perut agar bayi secara alami dapat menemukan sendiri sumber air susu ibu atau ASI dan mulai menyusu bayi akan mendapatkan kekebalan tubuh. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) di RSUD Kota Prabumulih. Metode penelitian yang digunakan adalah study analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Prabumulih. Sampel penelitian adalah sebagian ibu bersalin yang melahirkan di RSUD Kota Prabumulih Tahun 2020 dengan jumlah sebanyak 35 orang. Instrumen yang digunakan adalah kuisioner sebagai panduan pengambilan data. Analisa yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat. Hasil penelitian berdasarkan analisis univariat diketahui bahwa dari 35 Responden yang didapatkan responden yang dilakukan Inisiasi Menyusu Dini sebanyak 20 responden (57,1%) lebih banyak dari yang tidak dilakukan Inisiasi Menyusu Dini sebanyak 15 responden (42,9%), dari 35 responden didapatkan bahwa responden yaang pendidikan tinggi sebanyak 19 responden (54,3%) lebih banyak dari responden yang pendidikan rendah sebanyak 16 responden (45,7%) dari 35 responden didapatkan bahwa responden yang jumlah anak 3 sebanyak 9 responden (25,7%) lebih sedikit dari responden yang jumlah anak 2 sebanyak 26 responden (74,3%), dan dari 35 responden didapatkan bahwa yang berpengetahuan baik sebanyak 19 responden (54,3%). ) lebih banyak dari responden yang berpengetahuan rendaah sebanyak 16 responden (45,7%). Dari Analisis bivariat diketahui bahwa ada hubungan bermakna antara pendidikan ibu dengan Inisiasi Menyusu Dini dengan nilainilai p = 0,000 ( p < 0,05 ), ada hubungan bermakna antara paritas ibu dengan Inisiasi Menyusu Dini dengan nilai p = 0,002 ( p < 0,05 ), dan ada hubungan bermakna antara pengetahuan ibu dengan Inisiasi Menyusu Dini dengan nilai p nilai = 0,000 ( p < 0,05). Simpulan: ada hubungan yang bermakna antara pendidikan ibu dengan Inisiasi Menyusu Dini, ada hubungan yang bermakna antara paritas ibu dengan Inisiasi Menyusu Dini, dan ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu dengan Inisiasi Menyusu Dini. Kata Kunci      : Inisiasi Menyusu Dini, Pendidikan Ibu, Paritas Ibu, Pengetahuan Ib

    Pengaruh Instructional Leadership Kepala Sekolah Dan Profesionalisme Guru Terhadap Mutu Pembelajaran

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh instructional Leadership kepala sekolah dan profesionalisme guru terhadap mnutu pembelajaran. Lokasi penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri se-Kecamatan Pulau Beringin . Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif  dengan desain penetian menggunakan desain penelitian penelitian expost facto. Sampel dalam penelitian ini adalah total seluruh guru di SMP Negeri se-Kecamatan Pulau Beringin  yang terdiri dari 85 orang  guru. teknik pengumpulan data menggunakan angket, dokumetasi dan observasi. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif kuantittaif, dan regresi berganda. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa 1) terdapat pengaruh yang signifikan instructional Leadership kepala sekolah terhadap  mutu pembelajaran SMP Negeri se-Kecamatan Pulau Beringin ; 2) terdapat pengaruh yang signifikan profesionalisme guru terhadap  mutu pembelajaran SMP Negeri se-Kecamatan Pulau Beringin ; 3) terdapat pengaruh yang signifikan secara bersama-sama instructional Leadership kepala sekolah dan profesionalisme guru terhadap mutu pembelajaran SMP Negeri se-Kecamatan Pulau BeringinPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh instructional Leadership kepala sekolah dan profesionalisme guru terhadap mnutu pembelajaran. Lokasi penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri se-Kecamatan Pulau Beringin . Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif  dengan desain penetian menggunakan desain penelitian penelitian expost facto. Sampel dalam penelitian ini adalah total seluruh guru di SMP Negeri se-Kecamatan Pulau Beringin  yang terdiri dari 85 orang  guru. teknik pengumpulan data menggunakan angket, dokumetasi dan observasi. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif kuantittaif, dan regresi berganda. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa 1) terdapat pengaruh yang signifikan instructional Leadership kepala sekolah terhadap  mutu pembelajaran SMP Negeri se-Kecamatan Pulau Beringin ; 2) terdapat pengaruh yang signifikan profesionalisme guru terhadap  mutu pembelajaran SMP Negeri se-Kecamatan Pulau Beringin ; 3) terdapat pengaruh yang signifikan secara bersama-sama instructional Leadership kepala sekolah dan profesionalisme guru terhadap mutu pembelajaran SMP Negeri se-Kecamatan Pulau Beringi

    PERTANGGUNGJAWABAN PELAKU TINDAK PIDANA PENADAHAN HASIL PENIPUAN DENGAN MEMANIPULASI AKUN PADA FACEBOOK (Studi Putusan Nomor: 15/Pid.Sus/ 2022/Pn.Tjk)

    Get PDF
    ABSTRAK Tindak pidana penadahan disebut tindak pidana pemudahan, yakni karena perbuatan menadah telah mendorong orang lain untuk melakukan kejahatan- kejahatan yang mungkin saja tidak akan ia lakukan, seandainya tidak ada orang yang bersedia menerima hasil kejahatan. Adapun yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah Pertangungjawaban Pelaku Tindak Pidana Penadahan Hasil Penipuan Dengan Memanipulasi Akun Pada Facebookdan Faktor-Faktor Pelaku melakukan Tindak Pidana Penadahan Hasil Penipuan dengan Memanipulasi Akun Pada Facebook, metode penelitian yang digunakan ialah yuridis normatif dan empiris, adapun hasil penelitian Pertanggungjawaban Pidana Pelaku tindak pidana penadahan dalam Putusan Nomor 15/Pid.Sus/2022/PN.Tjk karena pelaku terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana, penadahan sebagaimana bunyi Pasal 480 Ayat (2) KUHP mengambil keuntungan dari hasil sesuatu barang yang diketahuinya atau yang patut harus disangkanya barang itu diperoleh karena kejahatan, maka Majelis hakim menjatuhkan pidana terhadap pelaku dengan pidana penjara selama 2 (dua) Tahun dan 4 (empat) Bulan ; dan masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani oleh Terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan. Dan Faktor penyebab terjadinya tindak pidana penadahan dalam Putusan 15/Pid.Sus/2022/PN.Tjk Para pelaku dipengaruhi oleh 4 faktor utama yakni faktor keimanan, faktor ekonomi, faktor lingkungan dan faktor perkembangan teknologi dan budaya, yang mana empat faktor ini yang menjadi pemicu bagi pelaku untuk melakukan tindak pidana penadahan.  Kata Kunci: Penadahan, Hasil Penipuan, Memanipulasi Akun

    GAMBARAN KEJADIAN KEHAMILAN REMAJA DI RSUD KOTA BEKASI

    Get PDF
    Inisiasi Menyusu Dini (IMD) adalah proses meletakkan bayi baru lahir pada dada atau perut ibu agar bayi secara alami dapat mencari sendiri sumber air susu ibu atau ASI dan mulai menyusu bayi akan mendapatkan kekebalan tubuh. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) di RSUD Kota Prabumulih. Metode penelitian yang digunakan adalah study analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Prabumulih. Sampel penelitian adalah sebagian ibu bersalin yang melahirkan di RSUD Kota Prabumulih Tahun 2020 dengan jumlah sebanyak 35 orang. Instrumen yang digunakan adalah kuisioner sebagai panduan pengambilan data. Analisa yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat. Hasil penelitian berdasarkan analisa univariat diketahui bahwa dari 35 Responden didapatkan responden yang dilakukan Inisiasi Menyusu Dini sebanyak 20 responden (57.1%) lebih banyak dari yang tidak dilakukan Inisiasi Menyusu Dini sebanyak 15 responden (42.9%), dari 35 responden didapatkan bahwa responden yaang pendidikan tinggi sebanyak 19 responden (54.3%) lebih banyak dari responden yang pendidikan rendah sebanyak 16 responden (45.7%), dari 35 responden didapatkan bahwa responden yang jumlah anak ≥ 3 sebanyak 9 responden  (25.7%) lebih sedikit dari responden yang jumlah anak ≤ 2 sebanyak 26 responden (74.3%), dan dari 35 responden didapatkan bahwa yang berpengetahuan baik sebanyak 19 responden (54.3%) lebih banyak dari responden yang berpengetahuan rendaah sebanyak 16 responden (45.7%). Dari analisa bivariat diketahui bahwa ada hubungan bermakna antara pendidikan ibu dengan Inisiasi Menyusu Dini dengan nilai p value = 0,000 ( p< 0,05 ), ada hubungan bermakna antara paritas ibu dengan Inisiasi Menyusu Dini dengan nilai p value = 0,002 ( p< 0,05 ), dan ada hubungan bermakna antara pengetahuan ibu dengan Inisiasi Menyusu Dini dengan nilai p value = 0,000 (p< 0,05). Simpulan: ada hubungan yang bermakna antara pendidikan ibu dengan Inisiasi Menyusu Dini, ada hubungan yang bermakna antara paritas ibu dengan Inisiasi Menyusu Dini, dan ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu dengan Inisiasi Menyusu Dini

    SISTEM LEMBAGA PERWAKILAN BIKAMERAL INDONESIA

    Get PDF
    Bicameral is the term for a representative system consisting of two chambers (cembers) or two bodies, consisting of an upper house and a lower house in Indonesia known as the DPR RI and DPD RI which aims to achieve good governance. (good governance) as well as the achievement of checks and balances between State Institutions, especially in the Legislative Institution, which is one of the most important elements in the administration of the State. This institution has the main function in regulation, budgeting, and supervision. Although in practice this system is not perfect due to the limited role of DPD in the Political System in Indonesia. Thus, the existence of two chambers in the legislature is expected to achieve two controls in every policy issued, so that it will tend to have a positive impact on the progress of the country and in the end good governance will be achieved as the ultimate goal of a country.Bikameral merupakan istilah sistem perwakilan yang terdiri dari dua kamar (cembers) atau dua badan, yang terdiri dari majelis tinggi (upper house) dan majelis rendah (lower house) di Indonesia dikenal dengan istilah DPR RI dan DPD RI yang bertujuan untuk mencapai pemerintahan yang baik (good gavernment) serta tercapainya check and balances antara Lembaga Negara khususnya di Lembaga Legislatif, yang merupakan salah satu unsur terpenting dalam penyelenggaraan Negara. Lembaga ini mempunyai fungsi utama dalam pengaturan,  anggaran, dan pengawasaan. Meskipun dalam praktiknya sistem ini tidak sempurna karena masih terbatasnya peran DPD dalam Sistem Politik di Indonesia. Dengan demikian, adanya dua  kamar  dalam  lembaga legislatif diharapkan tercapainya dua kontrol dalam setiap kebijakan yang dikeluarkan, sehingga akan cenderung berdampak positif bagi kemajuan negara dan pada akhirnya akan tercapai pemerintahan yang baik sebagai tujuan akhir dari sebuah Negara

    Hubungan Antara Aktivitas Jarak Dekat Dan Aktivitas Di Luar Ruangan Dengan Kejadian Myopia Di Optik Dia Baturaja

    Get PDF
    Myopia atau yang lebih sering disebut dengan istilah rabun jauh adalah kondisi gangguan penglihatan berupa gangguan refraksi, dimana saat melihat objek dekat individu dapat melihat dengan jelas, tetapi saat melihat objek yang jauh tampak kabur. Jenis penelitian ini merupakan survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dari penelitian ini terdiri dari 58 orang responden. Didapatkan 17 responden (29,31%) yang aktivitas melihat dekatnya < 5 jam terdapat 9 orang (21,95%) yang myopia dan 8 orang (47,06%) yang tidak myopia (normal). Selanjutnya, responden dengan aktivitas melihat dekat 5 – 10 jam ada 14 orang (34,15%) yang mengalami myopia dan 8 orang (47,06%) yang tidak myopia (normal). Terakhir, responden dengan aktivitas melihat dekat > 10 jam ada 18 orang (43,90%) yang mengalami myopia dan hanya 1 orang (5,88%) yang tidak myopia (normal). Kemudian untuk faktor aktivitas di luar ruangan, dari 42 responden (72,41%) yang aktivitas di luar ruangannya < 3 jam terdapat 35 orang (85,37%) yang myopia dan 7 orang (41,18%) yang tidak myopia (normal). Sedangkan, responden dengan aktivitas melihat dekat > 3 jam ada 6 orang (14,63%) yang  mengalami myopia dan 10 orang (58,82%) yang tidak myopia (normal). Hasil uji hubungan aktivitas jarak dekat dengan miopia didapatkan p value ,015, dan aktivitas di luar ruangan dengan miopia didapatkan p value ,001. Kata kunci: aktivitas jarak dekat, aktivitas di luar ruangan, myopi

    Standarisasi Ekstrak Kunyit Kuning (Curcuma domestica Val.) Di Desa Tanjung Batu Ogan Ilir Sumatera Selatan

    Get PDF
    Penyimpanan kunyit kuning sebagai produk terstandar patut diperhatikan dan dicermati. Jika penanganan dan pengolahannya tidak benar maka mutu produk yang dihasilkan kurang berkhasiat. Standardisasi juga diperlukan agar dapat diperoleh bahan baku yang seragam yang pada akhirnya menjamin efek farmakologi tanaman tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui standarisasi ekstrak kunyit kuning (Curcuma domestica Val.) di Desa Tanjung Batu Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan. Jenis penelitian menggunakan metode atau percobaan secara in vitro. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Universitas Kader Bangsa dan Laboratorium STIK Siti Kodijah Palembang yang berlangsung pada tanggal 1 Juli – 27 Juli 2020. Prosedur penelitian ini yaitu pengambilan sampel, pengolahan sampel, ekstraksi, uji fitokimia, uji flavonoid, uji tanin, uji saponin, uji alkaloid, uji stroid, dan standarisasi ekstrak parameter spesifik dan non spesifik. Hasil penelitian ini adalah hasil penentuan susut pengeringan estrak kunyit kuning sebesar 0,8726%, hasil penentuan kadar air ekstrak kunyit kuning sebesar 10%, hasil penentuan total bakteri sebanyak 19,20,28 dan penentuan total kapang sebanyak 38,103,114, hasil kadar senyawa yang larut dalam air sebanyak 4,5988% dan kadar senyawa yang larut dalam etanol sebanyak 1,6085%.   Kata Kunci: Standarisasi, Ekstrak, Kunyit Kuning, Uji Parameter Spesifik dan Nonspesifi

    Hubungan Interaksi Sosial Dengan Kualitas Hidup Lansia Di UPT Pelayanan Sosial Lanjut Usia Dinas Sosial Binjai Provinsi Sumatera Utara Tahun 2021

    Get PDF
    Interaksi sosial merupakan kunci mempertahankan status sosial berdasarkan kemampuannya untuk bersosialisasi dan mempunyai peran penting dalam kehidupan khususnya pada  lansia sebab para lansia mengalami penurunan dari berbagai aspek terutama kesehatan dan fisiknya, sehingga lansia perlahan-lahan menarik diri dari hubungan dengan masyarakat dan lansia lainnya,serta berdampak terhadap  interaksi sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah korelasi dengan pendekatan cross sectional. pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling jumlah sampel 122 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi sosial di UPT Pelayanan Sosial Lanjut Usia Binjai Dinas Sosial Provinsi Sumatera Utara Tahun 2021 kategori cukup sebanyak 92 orang (75,4%), kategori kurang baik sebanyak 10 orang (8,2%), kategori baik sebanyak 20 orang (16,4%) dan kualitas hidup kategori sedang sebanyak 83 orang (68,2%), kuategori buruk sebanyak 21 orang (17,2%), kategori sangat buruk 1 orang (0,8%) dan kategori baik sebanyak 17 orang (13,9%). Hasil uji statistik uji Spearman Rank dengan nilai p value 0,000 (p<0,05) menunjukkan bahwa ada hubungan Interaksi Sosial dengan Kualiitas Hidup Lansia. Dimana jika interaksi sosial baik maka kualitas hidup lansia juga baik, begitu juga dengan sebaliknya jika interaksi sosial kurang maka kualitas hidup lansia juga buruk. Hal ini dikarenakan dengan interaksi sosial Lansia dapat meningkatkan hubungan sosial dengan cara memberikan saling memberikan dukungan sesama lansia, sehingga lansia dapat berbagi minat dan perhatian serta kegiatan lainnya yang bersifat kreatif dan inovatif secara bersama-sama. Kata kunci : Interaksi Sosial, Kualitas Hidup, Lanjut Usi

    Analisis Kebutuhan Program Promosi Pencegahan Diare pada Anak Berusia di Bawah Dua Tahun

    Get PDF
    Latar Belakang: Diare merupakan salah satu penyakit berbasis lingkungan dan masih menjadi penyebab masalah kesehatan utama di Indonesia. Hal ini disebabkan oleh buruknya kondisi sanitasi dasar, lingkungan fisik dan buruknya perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan diri. Diare merupakan salah satu penyakit menular dan penyebab utama kematian dan kesakitan pada anak balita khususnya di bawah usia dua tahun. Berbagai kegiatan promosi kesehatan telah dilakukan untuk pengendalian penyakit diare, namun angka kejadian diare masih tinggi. Bahkan untuk periode tertentu terjadi peningkatan jumlah penderita diare. Tujuan: Penelitian ini untuk mendeskripsikan kebutuhan masyarakat akan pendidikan kesehatan pencegahan diare. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, diskusi kelompok terfokus, observasi dan studi dokumen. Informan penelitian adalah ibu yang memiliki anak di bawah dua tahun dan pemangku kepentingan pendidikan kesehatan. Analisis data menggunakan analisis interaktif. Hasil: Program promosi pencegahan diare yang telah dilakukan di Puskesmas Piyungan tidak mampu menghilangkan berbagai persepsi dan anggapan yang kurang tepat terhadap diare. Masyarakat belum dapat melihat hubungan antara diare dengan lingkungan dan pemberian ASI. Kebutuhan masyarakat terhadap informasi diare adalah semua materi yang berhubungan dengan diare. Cara penyampaiannya adalah melalui pidato yang menggunakan leaflet, map dan booklet. Sumber informasi yang sesuai untuk memberikan informasi adalah petugas kesehatan dalam pertemuan rutin setiap bulan. Kesimpulan: promosi kesehatan yang sesuai untuk diare adalah pidato oleh petugas kesehatan menggunakan leaflet, booklet dan folder. Materi pendidikan harus difokuskan pada pencegahan diare, terutama pada hubungan antara lingkungan dan menyusui dan kejadian diare. Kata kunci: penilaian kebutuhan, program promosi, pencegahan diar

    320

    full texts

    461

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    OJS Kader Bangsa University
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇