OJS Kader Bangsa University
Not a member yet
    461 research outputs found

    PENGARUH CONTINUITY OF CARE PADA ASUHAN KEBIDANAN MASA POSTPARTUM TERHADAP KECENDERUNGAN DEPRESI POSTPARTUM PADA IBU NIFAS

    Get PDF
    Selama persalinan, ibu mengalami penyesuaian fisiologis dan psikologis. Penyesuaian psikologis ibu setelah melahirkan adalah adaptasi psikologis ibu terhadap peran barunya sebagai ibu. 2 dalam seminggu Depresi pascapersalinan dapat terjadi pada tahap ini setelah melahirkan. Depresi pasca melahirkan adalah salah satu bentuknya penyesuaian psikologis yang abnormal selama persalinan. Bidan dapat mencoba pengobatan Implementasi Continuity of Care (CoC). CoC adalah model asuhan kebidanan yang ditawarkan Layanan yang membantu wanita membangun hubungan dengan pengasuh yang sama (mungkin kelompok) selama kehamilan, persalinan dan persalinan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif hampir merupakan desain eksperimental. Pada penelitian ini kelompok eksperimen mendapat perlakuan berupa Pasokan sesuai dengan metode KHK. Setting penelitian ini adalah Praktek Kebidanan Mandiri (PMB) di Padang yang dilakukan pada tahun 2018. Subyek penelitian ini adalah semua ibu dalam waktu 6 minggu setelah melahirkan, dipilih dengan menggunakan teknik sequential sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner EPDS dan checklist dari kunjungan postpartum. Data dianalisis dengan menggunakan Independent Sample T-Test. Nilai p dari hasil tes Hipotesis adalah 0,124. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan KPK tidak memberikan pengaruh yang signifikan signifikan untuk depresi postpartum. Namun, rata-rata kelompok pembanding lebih tinggi sebagai kelompok eksperimen, i. H.8.53 > 6.71 yang berarti kelompok kontrol atau kelompok yang tidakyang lebih mungkin menderita depresi pada periode postpartum

    Faktor Penentu Tingkat Kemiskinan di Indonesia Bagian Tengah

    Get PDF
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kemiskinan di Provinsi Tengah di Indonesia (Studi kasus: Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur). Metode yang digunakan adalah data panel, yaitu alat analisis yang digunakan untuk melihat pengaruh variabel bebas yaitu tingkat inflasi dan jumlah penduduk serta tingkat kemiskinan sebagai variabel terikat. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder tiga provinsi di Indonesia tahun 2015-2019. Dari penelitian tersebut, Random Effect Model lebih memilih digunakan dalam penelitian ini menurut Hausman Test. Jumlah penduduk (X2) mempengaruhi variabel angka kemiskinan, terlihat dari pengujian yang menunjukkan tingkat signifikansi f <0,05. Dan dari R square diketahui bahwa variabel bebas dapat menjelaskan angka kemiskinan sebesar 67,4 persen dan sisanya sebesar 32,6 persen dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini

    Analisis faktor resiko lingkungan fisik terhadap kesehatan pekerja di ruang produksi PT.REMCO Kertapati Palembang Tahun 2019

    No full text
    Karet adalah kommoditi industry besar yang ada di Indonesia. Produksi karet di Indonesia di olah oleh perusahaan-perusahaan yang tersebar di seluruh Indonesia. Para pekerja di pabrik karet sering didapati tidak memiliki lingkungan yang kondusif, dan hal terssebut dapat mengganggu kesehatan. Oleh karena itu pada penelitian ini bertujuan untuk menganalisis factor risiko lingkungan fisik terhadap kesehatan pekerja di ruang produksi PT. Remco Kertapati. Metode penelitian yang digunakan adalah cross sectional dengan survey analitik menggunakan kuesioner. Populasi pada peneltian ini adalah 82 orang dengan sampel yang digunakan berjumlah 46 orang pegawai PT. Remco Palembang. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan variable yang diteliti adalah suhu udara, penerangan, dan bau-bauan. Hasil yang didapatkan bahwa 32,6% responden memiliki kesehatan kurang baik, 71,7% responden menyatakan suhu tidak mengganggu kesehatan begitu juga dengan bau-bauan (60,9%) dan 65,2% responden memperoleh penerangan yang cukup selama bekerja. Terdapat hubungan yang signifikan antara kesehatan pekerja dengan suhu udara yang digunakan pada proses produksi (p=0,014; OR: 5,493(1,473-23,970)). Begitu juga hubungan antara kesehatan pekerja dengan penerangan di ruang produksi (p=0,005; OR: 8,333(2,065-33,629)) dan bau-bauan (p=0,019; OR: 5,750(1,503-21,993)). Temuan pada penelitian ini adalah kesehatan pekerja sangat dipengaruhi oleh factor lingkungan fisik seperti, suhu, penerangan dan bau-baua

    Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Terhadap Pencegahan Diare Pada Siswa/Siswi Di Sd Negeri 10 Sri Tiga Kecamatan Sumber Marga Telang Banyuasin Tahun 2019

    No full text
    Penelitian berawal dari anggapan bahwa kurangnya sarana prasarana, pengetahuan siswa dan sikap siswa akan mempengaruhi perilaku hidup sehat pada siswa kelas V dan VI di Sekolah Dasar Negeri 10 Sri Tiga Kecamatan Sumber Marga Telang Banyuasin. Oleh karena itu tujuan  penelitian ini untuk mengetahui ada tidaknya hubungan Secara signifikan antara variabel dependen dan variabel inependen. Desain penelitian ini kuantitatif dengan menggunakan metode survey analitik menggunakan pendekatan cross sectional. Dimana variabel dependen (perilaku hidup bersih dan sehat terhadap pencegahan diare) dan variabel indenpenden (sarana prasarana, pengetahuan, dan sikap) dikumpulkan dalam waktu bersamaan. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa/siswi kelas 5 dan 6 SD N 10 sri tiga kecamatan sumber marga telang banyuasin pada bulan februari 2019 sebanyak 68 siswa.Sampel penelitian ini adalah seluruh siswa kelas 5 dan 6 sebanyak 68 siswa. Hasil analisis mnunjukan bahwa ada hubungan yang signifikan antara sarana prasarana, pengetahuan, dan sikap dengan perilaku hidup bersih dan sehat terhadap pencegahan diare di SD N 10 Sti Tiga Kecamatan Sumber Marga Telang Banyuasin  tahun 2019. Disarankan dengan adanya penelitian ini dapat menjadi prevebtif untuk menurunkan angka kejadian diare dan untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat di tatanan sekola

    Identifikasi Telur Cacing Ascaris Lumbricoides Pada Sayur Selada (lettuce) Yang Dijual Di Pasar Tradisional

    Get PDF
    Ascaris lumbricoides- cacing gelang, masuk dalam kelas nematoda usus yang menyebabkan infeksi cacing pada manusia. Hidup di daerah tropis dan sub-trofik dengan sanitasi yang rendah dan lingkungan yang kumuh. Prevalensi cacingan sering menginfeksi melalui sayuran mentah seperti selada sebagai lalapan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi Ascaris Lumbricoides pada sayuran selada yang dijual di Pasar Kayu Agung, Sumatera Selatan, Indonesia. Metode Rancangan percobaan yang digunakan adalah pemeriksaan laboratorium dengan menggunakan metode Flotasi. Sampel penelitian ini adalah sayur selada yang dijual di Pasar Kayu Agung, Sumatera Selatan. Data primer dikumpulkan langsung dari objek. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada sayuran selada negatif telur cacing. Hal ini karena selada yang diperiksa tidak mengandung telur cacing dan media sayuran untuk vegetasi selada bebas dari telur cacing. Dengan demikian, sayur selada aman untuk dikonsumsi. aspek kebersihan dan kesehatan, sayuran harus dicuci terlebih dahulu sebelum diproses untuk menghilangkan telur cacing dan mengurangi residu pestisida yang ada pada permukaan sayuran yang menyebabkan gangguan kesehatan   Kata kunci: Telur Cacing, Ascaris lumbricoides, Selada, Pasa

    Gambaran Angka Kejadian Tuberculosis Paru di Provinsi Sumatera Selatan pada tahun 2007-2018

    Get PDF
    World Health Organization (WHO) mencanangkan strategi ‘End Tuberculosis’, yang merupakan bagian dari Sustainable Development Goals, dengan satu tujuan yaitu untuk mengakhiri epidemi tuberkulosis di seluruh dunia. Perspektif epidemiologi melihat kejadian penyakit sebagai hasil interaksi antar tiga komponen pejamu (host), penyebab (agent), dan lingkungan (environment) dapat ditelaah faktor risiko dari simpulsimpul tersebut. Pada sisi pejamu, kerentanan terhadap infeksi Mycobacterium tuberculosis sangat dipengaruhi oleh daya tahan tubuh seseorang pada saat itu. TB menyebar melalui udara tatkala batuk dan berdahak. Penularan terjadi melalui udara (airborne spreading) dari “droplet” infeksi. Sumber infeksi adalah penderita TB Paru yang membatukkan dahaknya, dimana pada pemeriksaan hapusan dahaknya umumnya ditemukan BTA positif. Jumlah angka kejadian TB paru di Sumatera Selatan sebesar 0,53% pada tahun 2018. Sedangkan di Indonesia sebesar 0,73% pada tahun 2010. Perlu di analisis apa saja faktor yang berhubungan dengan kejadian TB Paru di Sumatera Selatan.   Kata kunci: TB Paru, kejadian TB Paru, Sumatera Selata

    KEBIJAKAN FORMULASI UNDANG-UNDANG INFORMASI DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK PASAL 27 AYAT (3) DALAM PEMBAHARUAN HUKUM PIDANA

    Get PDF
    This study aims to find out whether the background of the framers of the law at the formulation stage formulates the contents of Article 27 paragraph (3) of the ITE Law. How is the formulation of policies at the formulation stage of Article 27 paragraph (3) of the ITE Law in the renewal of criminal law. The method used is inormative legal research, the approach used is the statutory approach and the historical approach, legal materials are obtained from secondary data by means of library studies. Regarding the background of the framers of the law, formulating Article 27 paragraph (3) of the ITE Law is easy to be published in media that uses electronic means, its spread is very fast and widespread in the cyber world, destructive power of loading insult and / or defamation material, has effective destructive power against a person or group of people, electronic (cyber) media will be able to be used as the most effective option. The policy formulation of Article 27 paragraph (3) of the ITE Law in the renewal of criminal law, is given an explanation in the statement of the intention of contempt and / or defamation, clear limits are determined against the element of contempt and / or defamation Article 27 paragraph (3), the existence of justification reasons as contained in Article 310 paragraph (3) of the Criminal Code.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah latar belakang pembentuk undang-undang pada tahap formulasi merumuskan isi Pasal 27 ayat (3) UU ITE. Bagaimana perumusan kebijakan pada tahap formulasi Pasal 27 ayat (3) UU ITE dalam pembaharuan hukum pidana. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum inormatif, pendekatan yang digunakan adalah pendekatan perundang-undangan dan pendekatan historis, bahan hukum diperoleh dari data sekunder dengan cara studi perpustakan. Mengenai latar belakang pembentuk undang-undang merumusan Pasal 27 ayat (3) UU ITE mudah untuk dimuat dalam media yang menggunakan sarana elektronik, penyebarannya sangat cepat dan meluas dalam dunia siber,daya destruktif dari pemuatan materi penghinaan dan/atau pencemaran nama baik, memiliki daya rusak yang efektif terhadap seorang atau kelompok orang,media elektronik (siber) akan dapat dipergunakan sebagai pilihan yang paling efektif. Kebijakan formulasi Pasal 27 ayat (3) UU ITE dalam pembaharuan hukum pidana, diberikan penjelasan dalam keterangan terhadap maksud penghinaan dan/atau pencemaran nama baik,ditentukan batasan-batasan yang jelas terhadap unsur penghinaan dan/atau pencemaran nama baik Pasal 27 ayat (3), adanya alasan pembenaran seperti yang terdapat Pasal 310 ayat (3) KUH

    PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP RESEP MINUMAN KOPI NUJU DALAM PRESPEKTIF RAHASIA DAGANG (Studi Pada Kemenkumham dan Nuju Bandar Lampung)

    Get PDF
    ABSTRAK Coffee shop merupakan suatu bisnis yang sedang berkembang pesat di era industri saat ini. Permasalahan yang terdapat pada bisnis coffee shop dalam hal ini adalah terjadinya persaingan yang curang dalam bentuk pelanggaran rahasia dagang yang berupa pembocoran atau pencurian terhadap resep dan bahan biji kopi yang digunakan. Dari penelitian ini diperoleh hasil bahwa informasi rahasia dagang dalam bisnis Coffee Shop yang berupa resep dan bahan biji kopi telah dilindungi oleh hukum dan tidak boleh diketahui oleh umum. Pihak yang telah menyalahgunakan atau membocorkan informasi rahasia dagang dapat dikenai sanksi perdata dan sanksi pidana yang telah diatur dalam UU No. 30 tahun 2000. Melihat masih banyak para pekerja yang membocorkan informasi rahasia dagang maka perlu adanya perjanjian kerja secara tertulis mengenai larangan untuk menyalahgunakan atau membocorkan rahasia dagang agar bisa digunakan sebagai alat untuk menuntut jika terjadi pelanggaran rahasia dagang. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis normatif dan pendekatan yuridis empiris untuk mendapatkan hasil penelitian yang benar dan objektif. Kemudian untuk proses analisis data, data yang telah disusun secara sistematis dianalisis secara yuridis kualitatif yaitu dengan memberikan pemahaman terhadap data sesuai dengan fakta yang diperoleh di lapangan, sehingga benar-benar dari pokok bahasannya. di tangan dan disusun dalam kalimat demi kalimat. yang ilmiah dan sistematis berupa jawaban atas permasalahan berdasarkan hasil penelitian. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bentuk perlindungan hukum bagi rahasia dagang pada resep minuman kopi nuju dalam prespektif rahasia dagang dan cara penyelesaian sengketa rahasia dagang apabila terjadi pelanggaran pada kedai kopi nuju

    Rekonstruksi Subjectum Litis Pembubaran Partai Politik Sebagai Perlindungan Hak Politik Warga Negara

    Get PDF
    Human rights as citizens must be respected and guaranteed, one of which is political rights. The guarantee of human rights must be able to provide moral strength that is able to protect and guarantee human dignity based on the law, not on the basis of circumstances, wills, or certain political perspectives. Citizens' political rights are the right to take part in government and vote regularly on democratic mechanisms in a country, whether through election, regional head elections, or other elections. The political right is related to the right of citizens to play a role in efforts to make future arrangements for a state institution. At the moment the request for dissolution of political parties can only be done by the government. The dissolution of political parties in Indonesia is carried out by the Constitutional Court as one of the institutions of judicial power. The political rights of citizens should be made a priority in the dissolution mechanism of political parties. This research is a normative juridical study which outlines a comparison of the dissolution of political parties between Indonesia and Germany and Slovenia. In addition, the mechanism for future improvement is the dissolution of political parties to better guarantee the political rights of citizens. Keywords: Human rights, Political Rights, Political Parties.Hak asasi manusia sebagai warga negara tentunya harus dihormati dan dijamin, salah satunya adalah hak politik. Penjaminan hak asasi manusia harus mampu untuk memberikan kekuatan moral yang mampu melindungi serta menjamin martabat manusia yang didasarkan atas hukum, bukan atas dasar keadaan, kehendak, maupun perspektif politik tertentu. Hak politik warga negara adalah hak untuk mengambil bagian dalam pemerintahan dan memberikan suara dalam mekanisme demokratis secara berkala dalam suatu negara, baik itu melalui pemlihan umum, pemilihan kepala daerah, maupun pemilihan-pemilihan lainnya. Dengan demikian maka hak politik itu berkaitan dengan hak warga negara untuk berperan dalam upaya untuk melakukan penataan kedepan terhadap suatu institusi kenegaraan. Saat ini pengajuan permohonan pembubaran partai politik hanya dapat dilakukan oleh pemerintah. Pembubaran partai politik di Indonesia dilakukan oleh Mahkamah Konstitusi sebagai salah satu lembaga kekuasaan kehakiman Hak politik warga negara sudah seharusnya dijadikan sebagai prioritas dalam mekanisme pembubaran partai politik. Penelitian ini merupakan penelitian secara yuridis normatif yang menguraikan perbandingan pembubaran partai politik antara Indonesia dengan Jerman dan Slovenia. Selain itu juga mekanisme perbaikan ke depan yaitu pembubaran partai politik untuk lebih menjamin hak politik warga negara.  Kata kunci: Hak asasi manusia, Hak politik, Partai Politik. &nbsp

    KRITIK TERHADAP SISTEM PENYELESAIAN PERSELISIHAN HUBUNGAN INDUSTRIAL DI INDONESIA : STUDI UU NO 2 TAHUN 2004 TENTANG PENYELESAIAN PERSELISIHAN HUBUNGAN INDUSTRIAL PERSPEKTIF TEORI SISTEM HUKUM

    Get PDF
    Disputes between workers and employers are often unavoidable, therefore it is necessary to establish a good dispute resolution system. The PPHI Law as a reference in dispute resolution so far has received a lot of criticism. This paper will examine various criticisms of the law so that it can be considered in making improvements to the substance of the law in the future. The research method used in this research is normative legal research. Normative legal research is carried out on primary, secondary and tertiary legal materials as long as they contain legal rules.Perselisihan antara pekerja dan pengusaha seringkali tidak dapat dihindari, oleh sebab itu perlu dibuat sistem penyelesaian perselisihan yang baik. UU PPHI sebagai acuan dalam penyelesaian perselisihan selama ini masih banyak menuai kritik. Tulisan ini akan mengkaji berbagai kritik terhadap undang-undang tersebut sehingga dapat menjadi pertimbangan dalam melakukan perbaikan substansi undang-undang di masa mendatang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian hukum normatif (normative legal research). Penelitian hukum normatif dilakukan terhadap bahan hukum primer, sekunder dan tertier sepanjang mengandung kaedah-kaedah hukum

    320

    full texts

    461

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    OJS Kader Bangsa University
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇