OJS Kader Bangsa University
Not a member yet
461 research outputs found
Sort by
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kecemasan Pasien Pra Operasi Sectio Caesarea
The purpose of this study was to determine the factors associated with the Anxiety of Preoperative Sectio Caesarea Patients at the Port Hospital of Palembang. The research design used descriptive analytic method with cross sectional approach, and accidental sampling. The population in this study were patients who were about to give birth by Sectio Caesarea at the Port Hospital of Palembang totaling 40 respondents. The sampling technique used is accidental sampling, the number of samples in this study was 40 respondents, data collection in this study used primary data with interviews and questionnaire sheets. From the univariate analysis, it is known that the distribution of respondents who experienced severe category anxiety amounted to 24 respondents (60.0%) which was greater than those who experienced mild category anxiety, which amounted to 16 respondents (40.0%). From the results of bivariate analysis, it was found that there was a significant relationship between knowledge and Anxiety of Preoperative Sectio Caesarea Patients where the value of = 0.000 (ρ-value < 0.05), there was a significant relationship between family support and Anxiety of Preoperative Sectio Caesarea Patients where the value of = 0.000 (ρ-value < 0.05), a significant relationship between counseling from health workers and the Anxiety of Preoperative Sectio Caesarea patients where the value of = 0.000 (ρ-value <0.05) so it can be concluded that there is a significant relationship between knowledge,Operasi Sectio Caesarea merupakan tindakan yang banyak menimbulkan kecemasan. Kecemasan merupakan gejala klinis yang terlihat pada pasien dengan penatalaksanaan medis, bila kecemasan merupakan gejala klinis yang terlihat pada pasien pra operasi tidak segera diatasi maka dapat mengganggu proses penyembuhan.Desain penelitian menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional, dan accidental sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien yang akan menjalani persalinan dengan Sectio Caesarea di Rumah Sakit Pelabuhan Palembang berjumlah 67 responden, jumlah sampel dalam penelitian ini 40 respondenDari analisa univariat diketahui bahwa distribusi responden yang mengalami kecemasan kategori berat berjumlah 24 responden (60,0%) lebih besar dari yang mengalami kecemasan kategori ringan berjumlah 16 responden (40,0%). Dari hasil analisa bivariat ditemukan ada hubungan bermakna antara pengetahuan dengan Kecemasan Pasien Pra Operasi Sectio Caesarea dimana nilai ρ= 0,000 (ρ-value < 0,05), ada hubungan yang bermakna dukungan keluarga dengan Kecemasan Pasien Pra Operasi Sectio Caesarea dimana nilai ρ= 0,000 (ρ-value < 0,05), hubungan yang bermakna konseling dari tenaga kesehatan dengan Kecemasan Pasien Pra Operasi Sectio Caesarea dimana nilai ρ= 0,000 (ρ-value < 0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan bermakna antara pengetahuan, dukungan keluarga dan konseling dari tenaga kesehatan dengan Kecemasan Pasien Pra Operasi Sectio Caesarea Rumah Sakit Pelabuhan Palemban
Hubungan antara Pengetahuan dan Pergaulan Siswa dengan Kebiasaan Merokok
Rokok merupakan salah satu penyebab utama kematian di dunia. Menurut data World Health Organization (WHO), rokok menyebabkan lebih dari 5 juta kematian setiap tahunnya dan diperkirakan akan mencapai 10 juta kematian per tahun hingga tahun 2020. Sekitar 70% dari total kematian tersebut terjadi di negara-negara berkembang. Di Indonesia, Lembaga Demografi Universitas Indonesia melaporkan bahwa pada tahun 2021 terdapat 427.948 kematian akibat penyakit yang berkaitan dengan konsumsi rokok, yang setara dengan 1.172 kematian per hari atau sekitar 22,5% dari total kematian nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dan pergaulan siswa dengan kebiasaan merokok di SMP Negeri 1 Selong pada tahun 2023. Penelitian ini menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan cross-sectional, di mana seluruh variabel independen (pengetahuan dan pergaulan) serta variabel dependen (kebiasaan merokok) dikumpulkan dalam waktu yang bersamaan. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 80 siswa, dengan sampel sebanyak 66 responden yang diperoleh melalui teknik accidental sampling. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa sebanyak 50,0% responden pernah merokok dan 50,0% tidak pernah merokok. Berdasarkan tingkat pengetahuan, mayoritas responden (90,9%) memiliki pengetahuan tinggi, sementara hanya 9,1% yang memiliki pengetahuan rendah. Dari segi pergaulan, sebanyak 31,8% responden memiliki pergaulan yang baik, sedangkan 62,8% lainnya tergolong dalam pergaulan yang kurang baik. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-square menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan dengan kebiasaan merokok (p = 0,199 > α = 0,05). Selain itu, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara pergaulan siswa dengan kebiasaan merokok (p = 0,290 > α = 0,05). Berdasarkan temuan ini, hasil penelitian diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pihak terkait dalam upaya meningkatkan program pelayanan
 
PENGARUH CONTINUITY OF CARE TERHADAP KEJADIAN POST PARTUM BLUES DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN KRISTIN PURWANTI, S.Tr.Keb. KOTA PALEMBANG
Asuhan yang berkelanjutan / Continuity of Care dapat memaksimalkan deteksi resiko tinggi maternal maupun neontal. Post Partum Blues merupakan salah satu gangguan psikologis yang terjadi pada ibu pasca melahirkan. Post Partum Blues apabila tidak ditangani dengan baik, maka akan berkelanjutan dan mengakibatkan kematian baik pada ibu maupun pada bayi. Metode: Desain Penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan metode Posstest-Only Control Design. Dalam rancangan ini sampel dibagi menjadi dua kelompok yaitu, kelompok I dilakukan Continuity of Care dan kelompok II sebagai kontrol. Sumber data, data primer berupa lembar observasi dan data sekunder dari rekam medis, buku KIA, dan register PMB. Jumlah sampel dalam penelitian ini ialah 100 responden, yang terbagi menjadi 2 kelompok dengan masing-masing kelompok 50 responden. Uji statistik yang digunakan uji Mann Whitney. Hasil: Terdapat pengaruh yang signifikan antara Continuity of Care terhadap kejadian post partum blues. Secara statistik diperoleh nilai p 0,030; p<0,05. Kesimpulan: Ibu post partum yang diberikan asuhan berkesinambungan mempunyai resiko rendah terhadap kejadian post parum blues dibandingkan dengan yang tidak diberikan continuity of care.
 
Analisis Pengaruh Budaya Organisasi, Disiplin dan Semangat Kerja terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Pupuk Sriwidjaja Kota Palembang
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh budaya organisasi, disiplin kerja dan semangat kerja baik secara simultan maupun parsial terhadap kinerja karyawan pada PT.Pupuk Sriwidjaja Kota Palembang. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Kuantitatif yaitu metode pengolahan data yang menjelaskan pengaruh dan hubungan yang dinyatakan dengan kalimat. Analisis kuantitatif digunakan untuk melihat faktor penyebab. Adapun variabel yang digunakan yaitu Kinerja Karyawan (Y) sebagai variabel dependent sedangkan Budaya Organisasi (X1) dan Semangat Kerja (X2) sebagai variabel independent. Penelitian ini dilakukan di PT.Pupuk Sriwidjaja Kota Palembang dengan populasi sebanyak 59 orang dan menggunakan sampel jenuh. Sehingga seluruh karyawan digunakan sebagai sampel. Teknik analisis data menggunakan Analisis Linier Berganda dan Analisis Regresi Moderasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Budaya Organisasi berpengaruh terhadap Kinerja karyawan. Semangat kerja tidak berpengaruh secara persial terhadap kinerja karyawan, Namun terdapat pengaruh secara simultan budaya organisasi, disiplin kerja dan semangat kerja terhadap kinerja karyawan
Analisis Pengaruh Stres, Kepuasan Dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada Beskabean Coffee & Roastery Palembang
Hal terpenting dalam pengelolaan sumber daya manusia adalah dapat meningkatkan kinerja karyawan dengan memperhatikan faktor disekelilingnya agar tetap optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, Pengaruh Stres Kerja dan Lingkungan Kerja terahadap Kinerja karyawan pada Beskabean Coffee&roaster Palembang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah karyawan Beskabean Coffee & Raostery Palembang. Teknik pengumpulan data dengan menyebarkan kuesioner, Sampel pada penelitian ini dengan teknik Probability Sampling yang berjumlah 132 responden pada karyawan Beskabean Coffee&Roastery Palembang. Variabel Independent dalam penelitian ini adalah Stres Kerja 0.053 (X1), Kepuasan Kerja 0.090 (X2) dan Lingkungan Kerja 0.009 (X3) terahadap Kinerja karyawan (Y). Hasil penelitian ini menunjukan secara parsial bahwa stres kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan, kepuasan kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan, dan lingkungan kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Sedangkan secara simultan variabel x ke y berpengaruh sebesar 0.46 %
Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ny. "S" Umur 28 Thun Usia Kehamilan 37 Minggu G2P1A0 dengan Keputihan
Ibu hamil cenderung mengalami gangguan keputihan. Keputihan pada ibu hamil disebabkan oleh jamur dan Bacterial Vaginosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perawatan organ reproduksi dengan kejadian keputihan. Desain penelitian pendekatan Cross Sectional. Populasinya adalah ibu hamil di PMB Hj. Nurrachmi, S.ST.,M.Kes. Jumlah subjek 46 Responden, subjek diambil dengan purposive sampling, variabel independen yaitu perawatan organ reproduksi, variabel dependen ialah kejadian keputihan, cara mengambil data dengan kuesioner, data dianalisa menggunakan uji Mann-Whitney dengan nilai signifikansi α <0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perawatan organ reproduksi dilakukan dalam kategori cukup (100%), kejadian keputihan patologis (85,4%). Hasil analisis menunjukan bahwa tidak ada hubungan perawatan organ reproduksi dengan kejadian keputihan pada ibu hamil di PMB Hj. Nurrachmi, S.ST.,M.Kes (p =1,000). Kesimpulan perawatan organ reproduksi tidak ada hubungan dengan kejadian keputihan pada ibu hamil di PMB Hj. Nurrachmi, S.ST.,M.Kes. Perawatan organ reproduksi cukup pada ibu hamil tetap mengalami keputihan patologis
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG KEHAMILAN YANG TIDAK DIINGINKAN TERHADAP PERILAKU SEKSUAL REMAJA DI SMK YPBHK TAHUN 2021
Kehamilan tidak diiinginkan (KTD) merupakan terminologi yang biasa dipakai untuk memberi istilah adanya kehamilan tidak dikehendaki oleh wanita bersangkutan maupun lingkungannya. Kehamilan yang tidak diinginkan (KTD) adalah suatu kehamilan yang terjadi dikarenakan suatu sebab sehingga keberadaannya tidak diinginkan oleh salah satu atau kedua calon orangtua bayi tersebut. Kehamilan tidak diinginkan (KTD) merupakan suatu kondisi ketika pasangan tidak menghendaki adanya proses kelahiran dari suatu kehamilan. Kehamilan ini bisa merupakan akibat dari suatu perilaku seksual, baik yang disengaja ataupun tidak disengaja. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik korelasional yaitu menganalisis antara dua variabel yaitu factor-faktor yang berhubungan dengan tingkat pengetahuan Remaja terhadap kehamilan yang tidak di inginkan (KTD). Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 28 November 2022. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMK YPBHK sebanyak 80 siswa/siswi. Sampel pada penelitian ini adalah sebagian siswa/siswi kelas XI SMK YPBHK yang berjumlah 67 responden dan akan dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan kriteria eksklusi. Hasil penelitian diketahui bahwa sebagian besar responden berpengetahuan tinggi tentang kehamilan tidak diinginkan (KTD) dengan perilaku seksual tidak beresiko terhadap terjadinya kehamilan tidak diinginkan (KTD) yaitu sebanyak 46 responden atau sebesar (62,1%) dan sebanyak 7 responden atau sebesar (9,5%) berpengetahuan rendah dengan perilaku seksual beresiko terhadap terjadinya kehamilan tidak diinginkan (KTD). Perilaku seksual seseorang tidak hanya dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan saja, namun masih ada banyak faktor lain yang mempengaruhi perilaku seksual diantaranya peran orang tua, pemahaman tingkat agama, sikap, persepsi, pengaruh negatif teman sebaya
SEJARAH DAN EKSISTENSI PEMBENTUKAN PERATURAN DAERAH
Abstrak
Peraturan Daerah sejatinya merupakan implikasi dari hadirnya orientasi otonomi daerah sebagai salah satu tujuan dari gerakan reformasi. Sebagai manifestasi otonomi daerah, Peraturan Daerah sejatinya memiliki orientasi untuk meletakkan kemandirian dan responsivitas daerah terkait perkembangan dan kebutuhan hukum di daerah. Penelitian ini bertujuan menggali aspek historis gagasan pengoptimalan peraturan daerah sebagai bagian dari upaya meneguhkan otonomi daerah. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan mengedepankan pada pendekatan konsep, perundang-undangan, serta pendekatan sejarah. Hasil penelitian menegaskan bahwa sejarah pembentukan peraturan daerah pada era awal kemerdekaan, era orde lama, era orde baru, hingga era reformasi dan saat ini terjadi berbagai perubahan terkait pengaturan peraturan daerah yang terjadi secara signifikan terutama pascareformasi yang salah satu tuntutan reformasi adalah adanya otonomi daerah yang tentunya hal ini berdampak pada pengaturan terkait peraturan daerah. Pengaturan mengenai peraturan daerah sejatinya mendapatkan kedudukan yang jelas terutama era pascareformasi karena salah satu tuntutan reformasi adalah otonomi daerah yang secara mutatis mutandis juga memerlukan instrumen peraturan daerah. Orientasi ke depan, perlunya kajian dan penelitian mengenai produk hukum berupa Peraturan Bersama Antardaerah/Peraturan Bersama Kepala Daerah yang memerlukan kajian dan analisis terutama berkaitan dengan kedudukan hukum Peraturan Bersama Antardaerah/Peraturan Bersama Kepala Daerah serta bagaimana metode pengujiannya (judicial review), bagaimana mekanisme pembatalannya, hingga efektivitas pelaksanaannya.
Kata Kunci: Judicial Review, Otonomi Daerah, Peraturan Daerah.
Abstract
Regional regulations are actually an implication of the presence of regional autonomy orientation as one of the objectives of the reform movement. As a manifestation of regional autonomy, regional regulations actually have an orientation to place regional independence and responsiveness regarding developments and legal needs in the region. This study aims to explore the historical aspects of the idea of optimizing regional regulations as part of efforts to strengthen regional autonomy. This research is normative legal research by prioritizing conceptual, statutory, and historical approaches. The results of the study confirm that the history of the formation of regional regulations in the early independence era, the Old Order era, the New Order era, to the reform era and currently there have been various changes related to the regulation of regional regulations that have occurred significantly, especially post-reform where one of the demands for reform is the existence of regional autonomy which of course this has an impact on regulations related to regional regulations. Regulations regarding regional regulations actually get a clear position, especially in the post-reformation era because one of the demands for reform is regional autonomy which mutatis mutandis also requires regional regulatory instruments. Orientation to the future, the need for studies and research on legal products in the form of Joint Inter-regional Regulations/Joint Regulations of Regional Heads which require study and analysis, especially with regard to the legal standing of Joint Regulations between Regions/Joint Regulations of Regional Heads and what is the method of testing (judicial review), what is the cancellation mechanism , to the effectiveness of its implementation.
Keywords: Judicial Review, Regional Autonomy, Regional Regulations
PERTIMBANGAN HAKIM DALAM MENJATUHKAN PIDANA PENJARA 1 TAHUN TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA YANG TERBUKTI SECARA SAH DAN MEYAKINKAN TELAH MELAKUKAN PENGGELAPAN KARENA HUBUNGAN KERJA (Studi Putusan Nomor: 268/Pid.B/2022/PN.Tjk)
The Criminal Code in Indonesia has regulated criminal acts and criminal sanctions, according to the crimes or violations committed. One of the most common crimes is embezzlement. Embezzlement is an act of dishonesty by hiding other people's goods/assets by one or more people without the knowledge of the owner of the goods with the aim of controlling, or using it for other purposes. This article discusses the crime of embezzlement, especially regarding the crime of embezzlement in work relations and the judge's considerations in making a decision on the crime of embezzlement in the work relationship. The research method used is normative and empirical. embezzlement by using a position contained in Article 374 of the Criminal Code which is an aggravated form of embezzlement, the meaning is that the elements of embezzlement in the main form have been fulfilled plus elements that are burdensome for the perpetrator. The aggravating factors for the perpetrator were based on the greater trust given to the person in control of the embezzled object. Several types of giving trust are used as problems that give rise to embezzlement in the main form, namely the relationship between the perpetrator who is given the trust and the victim who gives the trust.
Kitab Undang-undang Hukum Pidana di Indonesia sudah mengatur tentang perbuatan pidana dan sanksi pidananya, sesuai kejahatan atau pelanggaran yang dilakukannya. Salah satu kejahatan yang banyak terjadi lah adalah tindak pidana penggelapan. Penggelapan merupakan suatu tindakan tidak jujur dengan menyembunyikan barang/harta orang lain oleh satu orang atau lebih tanpa sepengetahuan pemilik barang dengan tujuan untuk menguasai, atau digunakan untuk tujuan lain. Dalam artikel ini membahas tentang tindak pidana penggelapan khususnya tentang tindak pidana pengelapan dalam hubungan kerja dan pertimbangan Hakim dalam menjatuhkan putusan terhadap tindak pidana penggelapan dalam hubungan kerja tersebut. Metode penelitian yang digunakan yaitu normative dan empiris. penggelapan dengan menggunakan jabatan yang terdapat di dalam Pasal 374 KUHP yang merupakan bentuk penggelapan yang diperberat, maknanya adalah bahwa unsur unsur penggelapan dalam bentuk pokok sudah terpenuhi ditambah dengan unsur-unsur yang memberatkan bagi pelaku. Faktor faktor yang memberatkan petindak didasarkan pada lebih besarnya kepercayaan yang diberikan pada orang yang menguasai benda yang digelapkan. Beberapa jenis pemberian kepercayaan dipergunakan sebagai masalah-masalah yang memberikan penggelapan dalam bentuk pokok, yaitu hubungan pelaku yang diberi kepercayaan dengan korban yang memberi kepercayaan
Hubungan Antara Pengetahuan Keluarga dan Dukungan Keluarga Dengan Kejadian Stroke Pada Lansia
Background: Stroke is a cerebrovascular disease (brain blood vessels) which is characterized byimpaired brain function due to damage or death of brain tissue due to reduced or blocked blood flowand oxygen to the brain. Objective: To determine the relationship between Family Knowledge andFamily Support with Stroke Incidence in the Elderly. This type of research uses an analytical surveymethod with a cross sectional approach. Sample in From the analysis results obtained that there is asignificant relationship between this study amounted to 36 people using accidental samplingtechnique. From the results of the analysis, it is known that there is a significant relationship betweenFamily Knowledge (ρ-value = 0.031), and family support (-value = 0.040), with the incidence ofstroke in the elderly in the Inpatient Room at Kayuagung Hospital, Ogan Komering Ilir Regency in2021. Suggestions : provide health education to families about stroke, treatment, rehabilitation, andcare for stroke patients at home. Nurses are also expected to help patients and families in increasingthe patient's motivation to recover.Latar belakang: Stroke merupakan penyakit serebrovaskuler (pembuluh darah otak) yang ditandaidengan gangguan fungsi otak karena adanya kerusakan atau kematian jaringan otak akibat berkurangatau tersumbatnya aliran darah dan oksigen ke otak. Tujuan: untuk mengetahui hubungan antaraPengetahuan Keluarga dan Dukungan Keluarga dengan Kejadian Stroke pada Lansia. Jenis penelitianini menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel pada Dari hasilanalisa diperoleh bahwa ada hubungan signifikan antara penelitian ini berjumlah 36 orang denganmenggunakan tehnik accidental sampling. Dari hasil analisa diperoleh bahwa ada hubungan signifikanantara Pengetahuan Keluarga (ρ-value=0,031), dan dukungan keluarga (ρ-value=0,040), dengankejadian stroke pada lansia di Ruang Rawat Inap RSUD Kayuagung Kabupaten Ogan Komering IlirTahun 2021. Saran: memberikan health education bagi keluarga mengenai stroke, pengobatan,rehabilitasi, dan perawatan pasien stroke di rumah. Perawat juga diharapkan dapat membantu pasiendan keluarga dalam meningkatkan motivasi pasien untuk sembuh