OJS Kader Bangsa University
Not a member yet
    461 research outputs found

    Pengaruh Penggunaan Biokoagulan Jamur Lapuk Putih (Trametes Versicolor) Terhadap Penurunan Kadar Phospat (Po4) Pada Limbah Cair Efluent Rumah Sakit Kusta

    No full text
    The effluent wastewater from Leper Hospitals has pollution potential, particularly due to Phosphate (PO4​) compounds, which can trigger eutrophication in receiving waters. Conventional treatment methods often produce excessive chemical sludge. Therefore, an effective and environmentally friendly treatment alternative is needed, namely through biocoagulation using the extract of the White Rot Fungus (Trametes versicolor). This study aims to determine the effectiveness and optimum dosage of the Trametes versicolor biocoagulant extract in reducing the PO4​ level in the Leper Hospital effluent wastewater.This research employed an experimental design using a Completely Randomized Design (CRD) consisting of [Number] biocoagulant dose treatments (e.g., D0​ to D4​) and [Number] replicates. Coagulation-flocculation tests were conducted using the Jar Test method with a contact time of [Specify Time]. PO4​ levels were measured using UV-Vis Spectrophotometry. Data were statistically analyzed using ANOVA followed by a Post Hoc Test [Specify Test, e.g., DMRT/Tukey] to compare the effect between treatments. The initial analysis results showed that the PO4​level in the effluent wastewater was [C0​ Value, e.g., 15.5 mg/L], exceeding the quality standard. The Jar Test results indicated that the biocoagulant dose treatments had a highly significant effect (p<0.05). The optimum dosage was found at a concentration of [Optimum Dose, e.g., 6 mL/L], which successfully reduced the PO4​ level to [Ct​ Value, e.g., 1.55 mg/L], achieving a removal efficiency of [Highest Percentage, e.g., 90.0%]. The PO4​ level at this optimum dosage met the applicable Hospital Wastewater Quality Standard. The White Rot Fungus (Trametes versicolor) biocoagulant is proven to be effective in reducing Phosphate (PO4​) levels in Leper Hospital effluent wastewater. This biological agent has the potential to be an efficient, economical, and sustainable wastewater treatment alternative.  Limbah cair efluen Rumah Sakit Kusta memiliki potensi pencemaran, terutama oleh senyawa Fosfat (PO4​) yang dapat memicu eutrofikasi di perairan penerima. Metode pengolahan konvensional seringkali menghasilkan sludge kimia yang banyak. Oleh karena itu, diperlukan alternatif pengolahan yang efektif dan ramah lingkungan, yaitu melalui biokoagulasi menggunakan ekstrak Jamur Lapuk Putih (Trametes versicolor). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan efektivitas dan dosis optimum biokoagulan ekstrak Trametes versicolor dalam menurunkan kadar PO4​ pada limbah cair efluen Rumah Sakit Kusta. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari [Jumlah] perlakuan dosis biokoagulan (misalnya, D0​hingga D4​) dan [Jumlah] ulangan. Uji koagulasi-flokulasi dilakukan menggunakan metode Jar Test dengan waktu kontak [Sebutkan Waktu]. Kadar PO4​ diukur menggunakan Spektrofotometri UV-Vis. Data dianalisis secara statistik menggunakan ANOVA diikuti oleh Uji Lanjut [Sebutkan Uji Lanjut, misal: DMRT/Tukey] untuk membandingkan pengaruh antar perlakuan. Hasil analisis awal menunjukkan kadar PO4​ limbah efluen adalah [Nilai C0​, misal: 15.5 mg/L], melebihi baku mutu. Pengujian Jar Test menunjukkan bahwa perlakuan dosis biokoagulan memberikan pengaruh yang sangat signifikan (p<0.05). Dosis optimum ditemukan pada konsentrasi [Dosis Optimum, misal: 6 mL/L], yang berhasil menurunkan kadar PO4​ hingga [Nilai Ct​, misal: 1.55 mg/L], mencapai efisiensi penurunan sebesar [Persentase Tertinggi, misal: 90.0%]. Kadar PO4​ pada dosis optimum ini telah memenuhi Baku Mutu Air Limbah Rumah Sakit yang berlaku. Biokoagulan Jamur Lapuk Putih (Trametes versicolor) terbukti efektif dalam menurunkan kadar Fosfat (PO4​) pada limbah cair efluen Rumah Sakit Kusta. Agen biologis ini berpotensi menjadi alternatif pengolahan limbah yang efisien, ekonomis, dan berkelanjutan

    Prevalensi Hipertensi Pada Lansia di Desa Prambatan dan Upaya Intervensi Melalui Edukasi dan Layanan Kesehatan Oleh Mahasiswa KKN

    No full text
    Hypertension is one of the main health problems often experienced by the elderly and can increase the risk of serious complications such as heart disease and stroke. This study aims to analyze the level of risk of hypertension in the elderly in Prambatan Village, Abab District, Panukal Abab Lematang Ilir Regency (PALI), South Sumatra. The method used was a quantitative approach with survey techniques and interviews with elderly people who met the inclusion criteria. Data were collected through blood pressure checks, medical history, and lifestyle factors such as diet and physical activity.The results showed that most of the elderly in this village have a high risk of hypertension, which is influenced by a high-salt diet, lack of physical activity, and a family history of hypertension. In addition, low awareness about hypertension prevention is one of the factors that worsen this condition. Therefore, health education on healthy lifestyle and regular blood pressure monitoring are needed to reduce the risk of hypertension in the elderly in this area.Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan utama yang sering dialami oleh lansia dan dapat meningkatkan risiko komplikasi serius seperti penyakit jantung dan stroke. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat risiko hipertensi pada lansia di Desa Prambatan, Kecamatan Abab, Kabupaten Panukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik survei dan wawancara terhadap lansia yang memenuhi kriteria inklusi. Data dikumpulkan melalui pemeriksaan tekanan darah,riwayat kesehatan, serta faktor gaya hidup seperti pola makan dan aktivitas fisik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar lansia di desa ini memiliki risiko hipertensi yang cukup tinggi, yang dipengaruhi oleh pola makan tinggi garam, kurangnya aktivitas fisik, serta riwayat keluarga dengan hipertensi. Selain itu, rendahnya kesadaran tentang pencegahan hipertensi menjadi salah satu faktor yang memperburuk kondisi ini. Oleh karena itu, edukasi kesehatan mengenai pola hidup sehat dan pemantauan tekanan darah secara berkala sangat diperlukan untuk mengurangi risiko hipertensi pada lansia di daerah ini

    Sosialisasi Tanaman Obat Keluarga (Toga) dan Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih (PHBS) di SDN 30 Talang Ubi Desa Sinar Dewa Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penungkal Abab Lematang Ilir Memberdayakan Masyarakat

    No full text
    Penyelengaraan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di lakukan setiap tahun nya di Universitas Kader Bangsa sebagaii media efektif dan edukatif untuk mendalami kompetensi mahasiswa sekaligus memperaktikan ilmu dan menerapkan hasil – hasil penelitian yang dilakukan civitas akademik, kegiatan ini untuk menunjukan peran aktif Universitas Kader Bangsa dalam pembangunan dan pemberdayaan, terutama pada wilayah terdekat yaitu Provinsi Sumatera Selatan, salah satu KKN di lakukan di Desa Sinar Dewa kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penungkal Abab Lematang Ilir Melakukan “Sosialisasi tentang Tanaman Obat keluarga dan penyuluhan Perilaku hidup bersih (PHBS) di SDN 30 Talang Ubi dalam upaya pemberdayaan masyarakat Desa Sinar Dewa Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penungkal Abab Lematang Ilir, KKN ini Bertujuan untuk mendidik mahasiswa dan sekaligus memberdayakan masyarakat sebagai output yang di harap kan meningkat pengetahuan masyarakat tentang tanaman obat keluarga TOGA dan perilaku PHBS dilakukan dalam keseharian melalui pendidikan Sekolah Dasar. program Kuliah kerja Nyata KKN Tematik dilakukan secara tatap muka kemudian tim dibagi dalam beberapa kelompok untuk menyelesaikan program kerja yangsudah disusun. Program kerja KKN Tematik disusun setelah dilakukan observasi terlebih dahulu untuk melihat persoalan yang terjadi di lapangan sehingga dapat mengambil solusi yang kemudian menjadi Agenda kerja kegiatan KKN. Dengan selesainya program kerja mahasiswa KKN-Tematik di Desa Sinar Dewa, Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penungkal Abab Lematang Ilir , maka penjabaran Tri Dharma Perguruan Tinggi kepada masyarakat dapat terlaksana dengan baik. Melalui pelaksanaan KKN-Tematik mahasiswa dapat mengaplikasikan pengetahuan yang didapatkan selama kuliah dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat.The implementation of Real Work Lectures (KKN) is carried out every year at Kader Bangsa University as an effective and educational medium to explore student competencies as well as to practice knowledge and apply the results of research conducted by the academic community, this activity is to show the active role of Kader Bangsa University in development and empowerment, especially in the nearby area, namely South Sumatra Province, One of the KKNs was carried out in Sinar Dewa Village, Talang Ubi District, Penungkal Abab Lematang Ilir Regency Conducting "Socialization about Family Medicinal Plants and Clean Living Behavior (PHBS) counseling at SDN 30 Talang Ubi in an effort to empower the community of Sinar Dewa Village, Talang Ubi District, Penungkal Abab Lematang Ilir Regency, This KKN aims to educate students and at the same time empower the community as an output that is expected to increase public knowledge about TOGA family medicinal plants and PHBS behavior carried out in daily life through elementary school education. The Thematic KKN Real Work Lecture program is carried out face-to-face and then the team is divided into several groups to complete the work program that has been prepared. The Thematic KKN work program is prepared after observation is carried out first to see the problems that occur in the field so that solutions can be taken which then become the work agenda of KKN activities. With the completion of the KKN-Thematic student work program in Sinar Dewa Village, Talang Ubi District, Penungkal Abab Lematang Ilir Regency, the elaboration of the Tri Dharma of Higher Education to the community can be carried out properly. Through the implementation of KKN-Thematic, students can apply the knowledge gained during college in the form of community service

    Penyuluhan Tentang Kesehatan Reproduksi Pada Remaja Putri Di Kota Palembang

    No full text
    Adolescence is a transition period from childhood to adulthood, during this period many changes occur from biological, psychological, intellectual and economic changes. [1]. Based on data from the World Health Organization (WHO), as many as 33% of women experience reproductive health problems with poor conditions [3]. Meanwhile, based on data from the Global School Health Survey (GSHS), it states that around 3.3% of adolescents aged 15 to 19 years are diagnosed with AIDS, and there are only around 9.9% of adolescents aged 15-19 years who know about HIV/AIDS, as many as 0.7% of women and 4.5% of men stated that they had had sexual relations (Free Sex) [4]. The method used in this activity is counseling with lectures, and media slide presentations, leaflets, and flip charts. The target of this counseling is adolescent girls. This activity is measured by pretest evaluation, posttest with 15 questions to participants about reproductive health, reproductive health disorders and prevention of reproductive health disorders. The activity went well and had minimal obstacles. Reproductive health education for adolescent girls increased participants' knowledge by an average of 36.8 points. Fifty-three participants (88.3%) experienced a score increase of ≥ 36, while only seven (11.7%) experienced a score increase of ≤ 36.Remaja merupakan suatu masa transisi dari kanak- kanak menuju dewasa, pada masa ini pula banyak terjadi perubahan dari perubahan biologis, psikologis, intelektual dan ekonomi. [1]. Berdasarkan data dari World Health Organitation (WHO), sebanyak 33% perempuan mengalami masalah kesehatan reproduksi dengan keadaan yang tidak baik [2]. Sedangkan berdasarkan data dari Global Scholl Health Survey (GSHS) menyebutkan sekitar 3,3% remaja yang berusia 15 hingga 19 tahun divonis AIDS, dan terdapat hanya sekitar 9,9% remaja usia 15-19 tahun yang tahu tentang HIV/AIDS, sebanyak 0,7% perempuan dan 4,5% laki-laki menyatakan sudah pernah melakukan hubungan seksual (Free Sex) [3]. Metode yang digunakan pada kegiatan ini ialah penyuluhan dengan ceramah, dan media slide presentasi, leaflet, dan flip chart. Sasaran penyuluhan ini ialah remaja putri. Kegiatan ini diukur dengan evaluasi pretest, post test  dengan 15 soal kepada peserta tentang kespro, gangguan pada kespro serta pencegahan terhadap gangguan kespro. Kegiatan berlangsung baik dan minim hambatan. Penyuluhan tentang kesehatan reproduksi pada remaja putri dapat meningkatkan pengetahuan peserta sebanyak rata- rata 36,8 skor poin. Sejumlah 53 Peserta (88,3%) mengalami peningkatan skor poin sebanyak ≥ 36 dan hanya 7 peserta (11,7%) mengalami peningkatan skor poin  ≤ 36

    Terapi Rendam Kaki Menggunakan Air Hangat Pada Pasien Lansia Hipertensi dengan Masalah Keperawatan Nyeri Akut

    No full text
    Hypertension is one of the most common health problems experienced by the elderly and is often accompanied by acute pain complaints. Non-pharmacological management such as warm foot soak therapy can be an alternative to lower blood pressure as well as reduce pain. This study aimed to implement nursing care with the intervention of warm foot soak therapy in elderly patients with hypertension experiencing acute pain. The research method used was a case study design involving two elderly hypertensive patients at Bhayangkara Mohamad Hasan Hospital, Palembang, in 2025. The intervention was carried out by soaking the patients’ feet in warm water at a temperature of 37–40 °C for 15–30 minutes, once a day for three consecutive days. Data were collected through observations of blood pressure and pain scale using an assessment sheet. The results showed a decrease in blood pressure in both patients, from 180/80 mmHg to 150/80 mmHg and from 170/90 mmHg to 140/80 mmHg. In addition, the pain scale decreased significantly, from 5 to 1 and from 4 to 2. In conclusion, warm foot soak therapy is effective as a non-pharmacological nursing intervention to help reduce blood pressure and relieve pain in elderly patients with hypertension.Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan yang banyak dialami lansia dan sering menimbulkan keluhan nyeri akut. Penanganan nonfarmakologi seperti terapi rendam kaki menggunakan air hangat dapat menjadi alternatif untuk menurunkan tekanan darah sekaligus mengurangi rasa nyeri. Penelitian ini bertujuan melaksanakan asuhan keperawatan dengan intervensi terapi rendam kaki air hangat pada lansia hipertensi yang mengalami nyeri akut. Metode penelitian yang digunakan berupa desain penelitian studi kasus yang melibatkan dua pasien lansia hipertensi di RS Bhayangkara Mohamad Hasan Palembang tahun 2025. Intervensi dilakukan dengan merendam kaki pasien dalam air hangat bersuhu 37–40 °C selama 15–30 menit, diberikan satu kali dalam sehari selama tiga hari berturut-turut. Data dikumpulkan melalui observasi tekanan darah dan skala nyeri menggunakan lembar pengkajian. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan tekanan darah pada kedua pasien, dari 180/80 mmHg menjadi 150/80 mmHg dan dari 170/90 mmHg menjadi 140/80 mmHg. Selain itu, skala nyeri juga menurun signifikan, dari skala 5 menjadi 1 dan dari skala 4 menjadi 2. Kesimpulannya, terapi rendam kaki air hangat efektif sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologi untuk membantu menurunkan tekanan darah dan meredakan nyeri pada lansia dengan hipertensi. Kata kunci: air hangat, hipertensi, lansia, nyeri akut, terapi rendam kak

    Peningkatan Keterampilan Orang Tua dalam Perawatan Luka Anak Pasca Operasi melalui Pendekatan Home Care

    No full text
    Postoperative wound care in children is a crucial aspect of the healing process and infection prevention. Lack of parental knowledge and skillsin wound care can increase the risk of surgical site infection (SSI) and delay recovery. Therefore, this community service program aims toimprove parental skills in caring for postoperative wounds in children through a home care approach. The method used in this program includes counseling, training, and mentoring conducted in Betung Induk, Abab District, Pali Regency. Evaluation was carried out by comparing participants' pre-test and post-test results and observing practical skills. The evaluation results showed an increase in participants' understanding from 42.8% in the pre-test to 85.7% in the post-test, as well as an improvement in wound care skills up to 78.6%. Although there were limitations in training time and the number of medical assistants, this program successfully enhanced parents' skills in postoperative wound care. In the future, this program can be developed through digital-based education and online mentoring to expand its reach and increase the effectiveness of health education.Perawatan luka pasca operasi pada anak merupakan aspek penting dalam proses penyembuhan dan pencegahan komplikasi. Kurangnya pengetahuan dan keterampilan orang tua dalam perawatan luka dapat meningkatkan risiko infeksi luka operasi (ILO) dan memperlambat penyembuhan. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan orang tua dalamperawatan luka anak pasca operasi melalui pendekatan home care. Metode yang digunakan dalam program ini meliputi penyuluhan, pelatihan, serta pendampingan yang dilakukan di Betung Induk Kecamatan Abab Kabupaten Pali. Evaluasi dilakukan denganmembandingkan hasil pre-test dan post-test peserta serta observasi praktik. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman peserta dari42,8% pada pre-test menjadi 85,7% pada post-test, serta peningkatan keterampilan dalam perawatan luka hingga 78,6%. Meskipun terdapat keterbatasan dalam waktu pelatihan dan jumlah tenaga medis pendamping, program ini berhasil meningkatkan keterampilan orang tua dalam perawatan luka anak pasca operasi. Ke depan, program ini dapat dikembangkan melalui edukasi berbasis digital dan pendampingan daring untuk memperluas jangkauan serta meningkatkan efektivitas edukasi kesehatan

    Edukasi dan Sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Pada Masyarakat Desa Betung Selatan

    No full text
    Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) is a habit applied by the community in daily life to achieve optimal health. The PHBS education and socialization program in Betung Selatan Village aims to increase public awareness of the importance of healthy living behavior. The methods used include counseling, demonstrations, and community satisfaction surveys. The results showed an increase in awareness of maintaining environmental cleanliness and implementing a healthy lifestyle. Survey results show that 85% of residents routinely wash their hands with soap, 90% have closed trash bins, and 80% adopt a healthy diet. This study emphasizes the importance of health education as part of efforts to improve the quality of life of the community.Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah kebiasaan yang diterapkan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari guna mencapai tingkat kesehatan optimal. Program edukasi dan sosialisasi PHBS di Desa Betung Selatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perilaku hidup sehat. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, demonstrasi, serta survei kepuasan masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran dalam menjaga kebersihan lingkungan dan penerapan pola hidup sehat. Hasil survei menunjukkan bahwa 85% warga mulai rutin mencuci tangan dengan sabun, 90% memiliki tempat sampah tertutup, dan 80% menerapkan pola makan sehat. Penelitian ini menegaskan pentingnya edukasi kesehatan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat

    Dukungan Keluarga dalam Respon Lansia Terhadap Tingkat Depresi

    No full text
    In Indonesia, most elderly people live with their families, but there are also many elderly people who end up living in nursing homes, which are shared living facilities for the elderly provided by the government. The purpose of this study was to determine the relationship between family support and depression levels among elderly people at the Sabai Nan Aluih Sicincinnursing home. This study used a descriptive correlational research design with a cross-sectional approach using a questionnaire as the research instrument. The sampling technique used total sampling with a total of 85 respondents. Bivariate data analysis was performed using the chi-square test. The results of the study obtained from 85 respondents found that 69 respondents received poor family support and 16 respondents received good family support, so that 43 respondents were found to experience moderate levels of depression. From the chi-square test results, a p-value of 0.0001 was found, which is less than 0.05, meaning that here is a relationship between family support and depression levels in the elderly. Based on this study, it can be concluded that family support plays an important role in the psychological development of the elderly. The results of this study can be used as input for nursing home health services to convey to families the importance of playing a role in the psychological development of the elderly by always visiting them at the nursing home.Di Indonesia lansia sebagian besar tinggal dan menetap bersama keluarga, namun tidak sedikit juga lansia yang akhirnya tinggal di tempat pelayanan panti jompo yang merupakan suatu tempat tinggal bersama bagi lansia yang di fasilitasi oleh pemerintah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan tingkat depresi pada lansia di PSTW Sabai Nan Aluih Sicincin. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional yang menggunakan instrumen penelitian kuesioner. Teknik pengambilan sampel mengguankan total sampling dengan jumlah 85 responden. Analisa data bivariat yang digunakan dengan uji chi-square. Hasil penelitian didapatkan dari 85 responden ditemukan 69 responden mendapat dukungan keluarga kurang baik dan 16 responden mendapat dukungan keluarga baik sehingga ditemukan 43 responden mengalami tingkat depresi sedang dari hasil uji chi-square ditemukan nilai p-value 0,0001 nilai kurang dari 0,05 yang artinya ada hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat depresi pada lansia. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dukungan keluarga berperan penting dalam perkembangan psikologis lansia. Hasil penelitian ini dapat menjadi masukan bagi pelayanan kesehatan panti jompo untuk menyampaikan kepada keluarga agar berperan dalam perkembangan psikologis lansia dengan selalu mengunjungi lansia di panti jompo

    Penerapan Buerger Allen Exercise Pada Pasien Risiko Luka Kaki Diabetes Melitus Dengan Masalah Keperawatan Risiko Perfusi Perifer Tidak Efektif

    No full text
    Diabetes mellitus is a chronic metabolic disease characterized by increased blood glucose levels due to impaired insulin secretion or action, which can lead to ineffective peripheral perfusion. This study aimed to determine the effect of Buerger Allen Exercise (BAE) on peripheral perfusion in patients with diabetes mellitus at risk for ineffective peripheral perfusion. The study used a descriptive method with two respondents who met the inclusion criteria in the inpatient ward of X Hospital, South Sumtera. Client 1 received Buerger Allen Exercise (BAE) twice daily for three days, while Client 2 was only observed. Measurement of the Ankle Brachial Index (ABI) showed an increase from 0.7 to 1.0 in Client 1, accompanied by warmer skin and reduced numbness. Client 2 showed no significant change. It can be concluded that Buerger Allen Exercise (BAE) is effective in improving peripheral perfusion in patients with diabetes mellitus.Diabetes melitus adalah penyakit metabolik kronik dengan peningkatan kadar glukosa akibat gangguan sekresi atau kerja insulin yang dapat menyebabkan perfusi perifer tidak efektif. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh Buerger Allen Exercise (BAE) terhadap perfusi perifer pada pasien diabetes melitus dengan risiko perfusi perifer tidak efektif. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan dua responden yang memenuhi kriteria inklusi di ruang perawatan RS X Provinsi Sumatera Selatan. Klien 1 mendapat intervensi Buerger Allen Exercise (BAE) dua kali sehari selama tiga hari, sedangkan klien 2 hanya observasi. Pengukuran Ankle Brachial Index (ABI) menunjukkan peningkatan dari 0,7 menjadi 1,0 pada klien 1, disertai kulit kaki terasa hangat dan kesemutan berkurang. Klien 2 tidak menunjukkan perubahan signifikan. Dapat disimpulkan Buerger Allen Exercise (BAE) efektif meningkatkan perfusi perifer pada pasien diabetes melitus

    Asuhan Keperawatan Terapi Relaksasi Otot Progresif Pada Lansia Hipertensi dengan Masalah Gangguan Rasa Nyaman

    No full text
    Hypertension in the elderly can lead to serious complications such as stroke and heart failure. In addition topharmacological therapy, non-pharmacological interventions are needed to improve patient comfort, one of which isprogressive muscle relaxation therapy. This study aimed to determine the effectiveness of progressive muscle relaxation therapy in improving comfort among elderly patients with hypertension at Bhayangkara Moh. Hasan Hospital, Palembang.The research method used a descriptive case study design with two hypertensive patients. One patient received progressive muscle relaxation therapy for three days, while the other patient received only standard pharmacological therapy. Data werecollected through observation, interviews, and clinical records. Results showed that patients who underwent progressivemuscle relaxation therapy experienced increased comfort, better sleep, decreased headaches, and a blood pressure drop to120/80 mmHg. Meanwhile, patients who received only pharmacological therapy experienced partial improvement. Inconclusion, progressive muscle relaxation therapy is effective in improving comfort and stabilizing blood pressure, and is therefore recommended as a complementary intervention to pharmacological therapy in elderly hypertensive patients.Hipertensi pada lansia dapat menyebabkan komplikasi serius seperti stroke dan gagal jantung. Selain terapi farmakologi, diperlukan intervensi nonfarmakologi untuk meningkatkan kenyamanan pasien, salah satunya adalah terapi relaksasi otot progresif. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas terapi relaksasi otot progresif terhadap gangguan rasa nyaman pada lansia hipertensi di RS Bhayangkara Moh. Hasan Palembang. Metode penelitian menggunakan desain studi kasus deskriptif terhadap dua pasien hipertensi. Satu pasien menerima terapi relaksasi otot progresif selama tiga hari, sedangkan satu pasien hanya mendapat terapi farmakologi standar. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan pencatatan klinis. Hasil menunjukkan bahwa pasien yang menjalani terapi relaksasi otot progresif mengalami peningkatan kenyamanan, tidur lebih baik, penurunan nyeri kepala, serta tekanan darah turun menjadi 120/80 mmHg. Sementara pasien yang hanya menerima terapi farmakologi mengalami perbaikan sebagian. Kesimpulannya, terapi relaksasi otot progresif efektif meningkatkankenyamanan dan menstabilkan tekanan darah, sehingga direkomendasikan sebagai intervensi pendamping terapifarmakologi pada  pasien lansia hipertensi

    320

    full texts

    461

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    OJS Kader Bangsa University
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇