OJS Kader Bangsa University
Not a member yet
    461 research outputs found

    Hubungan antara Pemahaman Ibu Nifas Tentang Perawatan Payudara Terhadap Kelancaran ASI

    No full text
    Breast care during the postpartum period plays an important role in preparing the breasts for breastfeeding. This care includes maintaining breast hygiene, both before and after breastfeeding, as well as caring for the nipples to prevent injury or chafing during breastfeeding. Exclusively breastfeeding a baby from birth to a certain age is an important effort to support optimal growth and development. This study was conducted at PMB Puruk Cahu with 40 respondents using a quantitative analytical design with a cross-sectional approach. The results of the study show that postpartum mothers with a good understanding of breast care mostly have smooth milk production, with a Chi-Square statistical test result of p = 0.002 < 0.05.  Perawatan payudara pada masa nifas memiliki peran penting dalam mempersiapkan kondisi payudara agar siap untuk proses menyusui. Tindakan perawatan ini mencakup menjaga kebersihan payudara, baik sebelum maupun sesudah menyusui, serta merawat puting susu agar terhindar dari luka atau lecet saat proses menyusui berlangsung.Memberikan ASI saja kepada bayi sejak lahir hingga usia tertentu merupakan upaya penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Penelitian ini dilakukan di PMB Puruk Cahu dengan jumlah responden 40 orang dengan menggunakan metode kuantitatif desain analitik dengan pendekatan cross-sectiol hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu nifas dengan pemahaman baik tentang perawatan payudara sebagian besar memiliki kelancaran ASI dengan Hasil uji statistik Chi-Square (p = 0,002 < 0,05). &nbsp

    Penyuluhan Resiko Hipertensi Sebagai Upaya Untuk Peningkatan Kesadaran Masyarakat Terhadap Pola Hidup Sehat

    No full text
    Hypertension is a non-communicable disease and can affect anyone, this disease is called a silent killer because this disease rarely causes symptoms, in 2025 it is estimated that this disease can reach 1.56 billion where Hypertension in Indonesia in 2018 has reached 34.1%. This counseling activity aims to educate the public so that they can better understand the risks, causes, treatment and prevention of hypertension so that the public can better understand and be aware of this disease, this activity was carried out at the Polindes Purun Village, Penukal District, PALI Regency. This activity was attended by around 35 participants with blood pressure checks at the beginning of the event and a short pretest and posttest were carried out to measure the level of participants' understanding of hypertension. From the data obtained, 88.6% of participants had blood pressure above 120/80 mmHg, with pretest results of 40% of participants having poor knowledge about hypertension, and after counseling, participants who had poor knowledge decreased to 11.4%, this shows an increase in participants' ability regarding hypertension. This activity is expected to be an educational chain so that it is hoped that it can reduce the number of cases of hypertension.Hipertensi merupakan penyakit yang tidak menular dan dapat mengenai siapa saja, penyakit ini disebut sebagai silent killer di karenakan penyakit ini sangat jarang menimbulkan gejala, pada tahun 2025 diperikirakan penyakit ini dapat mencapai 1,56 miliyar dimana Penyakit hipertensi di Indonesia pada tahun 2018 telah mencapai 34,1%. Kegiatan penyuluhan ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat agar dapat lebih memahai resiko, penyebab, penanganan dan pencegahan penyakit hipertensi sehingga masyarakat dapat lebih paham dan waspada akan penyakit ini, kegiatan ini dilakukan di Polindes Desa Purun, Kecamatan Penukal, Kabupaten PALI. Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 35 peserta dengan dilakukan pengecekan tekanan darah pada awal acara dan di lakukan preteset dan posttest singkat untuk mengukur tingkat pemahaman peserta mengenai penyakit hipertensi. Dari data yang diperoleh sebanyak 88,6% peserta memeiliki tekanan darah diatas 120/80 mmHg, dengan hasil pretest sebanyak 40% peserta memiliki pengetahuan kurang baik mengenai penyakit hipertensi, dan setelah dilakukan penyuluhan peserta yang memiliki pengetahuan kurang baik menurun menjadi 11,4% hal ini menunjukan peningkatan kemampuan peserta mengenai penyakit hipertensi. Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi rantai edukasi sehingga harapannya mampu menurunkan angka kasus penyakit hipertensi

    Pemeriksaan Kesehatan Lansia dan Senam Lansia di Desa Karta Dewa Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir Tahun 2025

    No full text
    The elderly is a development of government policies through health services for the elderly which are implemented through the Posyandu program by involving the participation of the elderly, families, community leaders and social organizations in its implementation. The purpose of this activity is to improve the quality of life of the elderly through periodic health checks and structured elderly gymnastics programs. Methods: This community service activity includes basic health checks (blood pressure, and simple physical examinations) and the implementation of a gymnastics program for the elderly which is carried out regularly every week on 12 February 2025. Data dissemination by implementing elderly posyandu with health examination methods and elderly gymnastics. Results: the elderly were active and enthusiastic in community service activities which were attended by 25 seniors, students and posyandu officers. The benefits of this activity help identify health problems of the elderly early and improve the health status of the elderly. This activity is expected to be carried out by Karta Dewa Village in a sustainable manner to improve the quality of life of the elderly.Lansia merupakan pengembangan dari kebijakan pemerintah melalui pelayanan kesehatan bagi lansia yang penyelenggaraannya melalui program Posyandu dengan melibatkan peran serta para lansia, keluarga, tokoh masyarakat dan organisasi sosial dalam penyelenggaraannya. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kualitas hidup lansia melalui pemeriksaan kesehatan berkala dan program senam lansia yang terstruktur. Metode kegiatan pengabdian masyarakat ini meliputi pemeriksaan kesehatan dasar (tekanan darah,dan pemeriksaan fisik sederhana) serta pelaksanaan program senam lansia yang dilakukan pada tanggal 12 Februari 2025. Pengambilan data dengan cara elaksanaan posyandu lansia dengan metode pemeriksaan kesehatan dan senam lansia. Hasil pengabdian masyarakat ini adalah lansia secara aktif  dan antusias dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dihadiri sebanyak 25 lansia, mahasiswa dan petugas posyandu di Balai Desa Karta Dewa Kabupaten Pali. Manfaat kegiatan ini membantu mengidentifikasi masalah kesehatan lansia secara dini dan meningkakan derajat kesehatan lansia,. Kegiatan ini diharapkan Desa Karta Dewa dapat melaksanakan kegiatan ini secara berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas hidup lansia

    Edukasi Dampak dan Solusi Pernikaham Usia Dini Pada Siswa SMP Negeri 7 Penukal Desa Air Itam Timur Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) tahun 2025

    No full text
    Early marriage is not a new thing in Indonesia. Early marriage is a phenomenon that is considered normal in the general public. Cases of early marriage are social problems that occur in adolescents, the most victims of early marriage are adolescent girls and occur more in rural areas than in urban areas, early marriage often occurs in poor families, and those with low education. Early marriage is a marriage carriedout by couples before the age of The percentage of the population in PALI district who married at a young age from 2020-2022 was 50% of the population who married at ayoung age, most of whom were women. The purpose of this service is to increase the knowledge of students of SMP N7 Penukal, Air Itam Timur Village, PALI Regency about the impacts and solutions to early marriage. The steps of the activity consist of establishing cooperativerelationships, submitting proposals and setting schedules, and involving process evaluations with question and answer sessions. This counseling involves lecture methods, discussions and questions and answers, audio-visual media. The results of this community service activity are that there is an increase in understanding and knowledge of students of SMP N7 Penukal, Air Itam Timur Village, PALI Regency about the negative impacts and dangers of early marriage and efforts to prevent early marriage. Suggestion There needs to be cooperation from variousparties to prevent early marriages that have negative impacts and continue to make efforts to socialize education on the dangers of early marriage for teenagers.Pernikahan usia dini bukan hal yang baru di Indonesia. Pernikahan dini merupakan fenomena yang dianggap biasa di masyarakat awam. Kasus pernikahan dini merupakan permasalahan sosial yang terjadi pada remaja, korban paling banyak dari pernikahan dini adalah remaja perempuan dan banyak terjadi di pedesaan daripada daerah perkotaan, pernikahan dini sering terjadi pada keluarga miskin, dan berpendidikan rendah. Pernikahan dini adalah pernikahan yang dilakukan oleh pasangan sebelum berusia 19 tahun. Persentase penduduk di kabupaten PALI yang menikah di usia muda dari tahun 2020-2022 sebnayak 50% penduduk yang menikah di usia muda banyak terjadi pada peremuan. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan siswa-siswi SMP N7 Penukal Desa Air Itam Timur Kabupaten PALI tentang dampak dan solusi pernikahan dini. Langkah-langkah kegiatan terdiri dari menjalin hubungan kerjasama, mengajukan proposal dan menetapkan jadwal, serta melibatkan evaluasi proses dengan sesi tanya jawab. Penyuluhan ini melibatkan metode ceramah,diskusi dan tanya jawab, media audio visual. Hasil dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah Terjadi peningkatan pemahaman dan pengetahuan siswa-siswi SMP N7 Penukal Desa Air Itam Timur Kabupaten PALI tentang dampak dan bahaya negative pernikahan usia dini serta upaya pencegahan pernikahan usia dini. Saran Perlu adanya kerjasama dari berbagai pihak untuk mencegah terjadinya pernikahan dini yang memiliki dampak negative dan terus melakukan upaya sosialisasi edukasi bahaya pernikahan dini pada remaja

    Pengaruh Pijat Bayi Terhadap Kualitas Tidur Bayi Usia 1-3 Bulan

    No full text
    Good sleep quality is very important for the growth and development of babies aged 0-6 months. One factor that can affect sleep quality is baby massage. The purpose of this study is the effect of baby massage on the sleep quality of babies aged 1-3 months at TPMB Jamilah, Pesanggrahan District, South Jakarta. The study used a pre-experimental design with a one group pre-test post-test design approach. The population in this study were mothers who had babies aged 1-3 months with a sample of 35 people taken using the total sampling technique. The instruments used included the KPSP sheet and the baby massage SOP. Data analysis tests used the Shapiro Wilk test and paired samples T-test. The results of the paired samples T-test showed that there was a significant difference between the quality of baby sleep before and after baby massage (p <0.05). Conclusion: that baby massage has a significant effect on improving the quality of baby sleep.Kualitas tidur yang baik sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi usia 0-6 bulan. Salah satu faktor yang dapat memengaruhi kualitas tidur adalah pijat bayi. Tujuan penelitian ini adalah pengaruh pijat bayi terhadap kualitas tidur bayi usia 1-3 bulan di TPMB Jamilah Kecamatan Pesanggrahan Jakarta Selatan. Penelitian menggunakan desain pre- eksperimental dengan pendekatan one group pre test post test design. Populasi pada penelitian ini ibu yang mempunyai bayi usia 1-3 bulan dengan sampel sebanyak 35 orang yang diambil dengan teknik total sampling .Instrumen yang digunakan meliputi lembar KPSP dan SOP pijat bayi. Uji analisi data menggunakan uji shapiro wilk dan paired samples T-Tes. Hasil penelitian paired samples T- test menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kualitas tidur bayi sebelum dan setelah dilakukan pijat bayi (p < 0,05). Kesimpulan: bahwa pijat bayi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kualitas tidur bayi

    Faktor - Faktor yang Mempengaruhi Kecemasan Ibu Hamil di Puskesmas Simpang Timbangan Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir Tahun 2025

    No full text
    A woman will experience changes, both physically and psychosocially during pregnancy. In early pregnancy, changes such as body posture and physiological processes that take place can affect the patient's condition, often causing anxiety, mood fluctuations, liver disorders, emotional disorders and even anxiety. The aim of this research is to determine whether there is a relationship between age, knowledge and husband's support influencing the anxiety of pregnant women at Simpang Timbangan Community Health Center, North Indralaya District, Ogan Ilir Regency in 2025. This research is a type of quantitative descriptive research that uses a cross-sectional approach. The population in this study were all pregnant women who visited the Simpang Timbangan Community Health Center, North Indralaya District, Ogan Ilir Regency in 2025 from January to April, with a total of 810 people with the total sample in this study being random sampling of 89 respondents. aThe results of the bivariate analysis showed that age had a ρ value of 0.009, knowledge had a ρ value of 0.004, husband's support had a ρ value of 0.032. The conclusion of this research is the relationship that influences anxiety in pregnant women at the Simpang Timbangan Community Health Center, North Indralaya District, Ogan Ilir Regency in 2025. Suggestions for health workers. It would be good for community health workers, especially midwives, to know the anxiety experienced by patients, especially pregnant women, and provide in-depth education regarding the anxiety experienced by pregnant women.Seorang wanita akan mengalami perubahan , baik secara fisik maupun psikososial selama kehamilan. Pada awal kehamilan, perubahan tersebut seperti postur tubuh dan proses fisiologis berlangsung dapat mempengaruhi kondisi pasien sering kali menimbulkan ambiven, fluktuasi suasana hati, gangguan hati, gangguan emosi hingga kecemasan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada hubungan usia, pengetahuan dan dukungan suami mempengaruhi kecemasan ibu hamil di Puskesmas Simpang Timbangan Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir Tahun 2025. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif yang menggunakan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang berkunjung di Puskesmas Simpang Timbangan Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir Tahun 2025 pada bulan Januari hingga April, dengan jumlah keseluruhan sebanyak 810 orang dengan jumlah sampel dalam penelitian ini adalah random sampling sebanyak 89 responden. Hasil penelitian ini didapatkan usia dengan ρ value   0,009 , pengetahuan dengan ρ value   0,004, dukungan suami dengan ρ value 0,032. Kesimpulan penelitian ini Hubungan yang mempengaruhi kecemasan pada ibu hamil Di Puskesmas Simpang Timbangan Kecamatan  Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir Tahun 2025. Saran untuk petugas kesehatan Baiknya para petugas puskesmas khususnya para bidan dapat mengetahui kecemasan yang di alami pasien khususnya ibu hamil dan melakukan edukasi yang mendalam mengenai kecemasan yang di alami oleh ibu hamil

    Pengabdian KKN Kepada Masyarakat Melalui Pelayanan Kesehatan Masyarakat di Desa Panta Dewa

    No full text
    Health Services as the spearhead of all regulations, systems, and policies regarding Health. KKN students become role models for carrying out community service in accordance with applicable regulations. The desire is that the arrival of students will provide a breath of fresh air for cadres to share experiences, knowledge, and motivation. The purpose of this study is to describe the activities of the KKN work program in Panta Dewa village. The research method this time is included in qualitative research. Data collection techniques with observation, interviews, and documentation. This means that researchers collect data and then analyze it according to research needs. KKN was carried out from February 11-24, 2025 or 14 days of service in Panta Dewa Village. The results of this study are that KKN students carried out 8 work programs including Village Community Deliberations, Counseling and Education, Free Examination, Posyandu for Pregnant Women and Toddlers, and Joint Gymnastics. The conclusion of this study states that the community is impressed with the activities carried out and will always be committed to continuing these activities in the future.Pelayanan Kesehatan sebagai ujung tombak dari segala peraturan, system, dan kebijakan mengenai Kesehatan. mahasiswa KKN menjadi role model untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat sesuai dengan aturan yang berlaku. Keinginannya, kedatangan mahasiswa memberikan angin segar kepada para kader untuk sharing pengalaman, keilmuan, dan motivasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kegiatan program kerja KKN di desa Panta Dewa. Metode penelitian kali ini termasuk dalam penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Artinya peneliti melakukan pengumpulan data kemudian dianalisis sesuai dengan kebutuhan penelitian. KKN dilakukan mulai tanggal 11-24 Februari 2025 atau pengabdian selama 14 hari di Desa Panta Dewa. Hasil penelitian ini adalah bahwa mahasiswa KKN melaksanakan 8 Program kerja yang diantaranya Musyawarah masyarakat desa, Penyuluhan dan Edukasi, Pemeriksaan Gratis, Posyandu Ibu Hamil dan Balita, serta Senam Bersama. Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa masyarakat terkesan dengan kegiatan yang dilakukan dan akan senantiasa berkomitmen untuk terus melakukan kegiatankegiatan tersebut kedepannya

    Analisis Faktor Determinan Kepatuhan Ibu Hamil dalam Pemeriksaan Antenatal di Daerah Pesisir Sulawesi Tenggara

    No full text
    Latar Belakang, kepatuhan ibu hamil terhadap pemeriksaan antenatal merupakan kunci dalam upaya penurunan komplikasi dan angka kematian ibu maupun bayi, terutama di daerah pesisir Sulawesi Tenggara yang memiliki tantangan geografis, sosial, dan budaya tersendiri. Tujuan, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor determinan yang memengaruhi kepatuhan ibu hamil dalam melakukan pemeriksaan antenatal di wilayah pesisir Sulawesi Tenggara. Metode, studi ini menggunakan desain cross-sectional, melibatkan 150 ibu hamil dari beberapa desa pesisir di Kabupaten Buton dan Muna. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan wawancara mendalam, serta dianalisis menggunakan regresi logistik untuk menilai faktor dominan yang berpengaruh terhadap kepatuhan. Hasil, Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan ibu tentang antenatal care, kemudahan akses fasilitas kesehatan, dukungan keluarga, peran aktif tenaga kesehatan, dan kemudahan transportasi merupakan faktor signifikan yang meningkatkan kepatuhan ibu hamil. Sebaliknya, pengaruh tradisi lokal yang masih kuat dan hambatan transportasi terbukti menurunkan tingkat kepatuhan. Kesimpulan, Intervensi edukasi berbasis komunitas, penguatan peran tenaga kesehatan, serta pelibatan keluarga dan tokoh masyarakat sangat diperlukan untuk meningkatkan kepatuhan ibu hamil terhadap pemeriksaan antenatal. Pendekatan budaya dan strategi inovatif sangat penting untuk mengatasi tantangan kesehatan ibu di kawasan pesisir Sulawesi Tenggara

    Gotong Royong Sebagai Sarana Dalam Upaya Mempererat Solidaritas Masyarakat Desa Benuang Kecamatan Talang Ubi

    No full text
    This study aims to examine how the role of solidarity between communities works and of course is supported by how the community responds to each value in mutual cooperation embedded in their environment. Community responses to these values ​​vary, adjusted to the level of solidarity felt. The method used in writing this article is a literature review, which involves searching for information from various sources such as research journals, journal reviews, and data related to mutual cooperation practices in Benuang Village. The results of the study indicate that mutual cooperation activities carried out in this village can foster a sense of mutual assistance and strengthen bonds between residents, which indirectly strengthens their solidarity to continue to collaborate and maintain the culture and moral values ​​contained in the mutual cooperation activities.Penelitian ini bertujan untuk meneliti bagaimana peranan solidaritas antar masyarakat berjalan dan  tentunya didukung oleh bagaimana masyarakat menyikapi setiap nilai yang ada dalam gotong royong yang tertanam di lingkungannya, Tanggapan masyarakat terhadap nilai-nilai tersebut bervariasi, disesuaikan dengan tingkat solidaritas yang dirasakan. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah kajian literatur, yang melibatkan pencarian informasi dari berbagai sumber seperti jurnal penelitian, tinjauan jurnal, dan data yang berkaitan dengan praktik gotong royong di Desa Benuang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan gotong royong yang dilaksanakan di desa ini dapat menumbuhkan rasa saling bantu dan memperkuat ikatan antarwarga, yang secara tidak langsung memperkokoh solidaritas mereka untuk terus berkolaborasi dan memelihara budaya serta nilai-nilai moral yang terkandung dalam kegiatan gotong royong tersebut

    Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Stres Keluarga dalam Merawat Penderita Diabetes Mellitus Tipe II Tahun 2025

    No full text
    Family stress is a psychological response that arises due to the burden of caring for a family member with a chronic illness such as Type II Diabetes Mellitus (DM). Based on medical records from Sekar Biru Public Health Center in 2024, there were 98 cases of Type II DM, mostly managed at home by family caregivers. This study aimed to identify factors associated with family stress in caring for Type II DM patients in Sekar Biru Village in 2025. A quantitative study with a cross-sectional design was conducted using total sampling, involving 98 family caregivers. Data were analyzed using univariate and bivariate methods with the Chi-Square test. The results revealed five variables significantly associated with family stress: financial burden (ρ = 0.000), knowledge level (ρ = 0.000), duration of illness (ρ = 0.000), employment status (ρ = 0.012), and presence of complications (ρ = 0.038). In conclusion, financial constraints, lack of knowledge, prolonged illness duration, unemployment, and diabetes complications significantly influence caregiver stress levels. Health education is essential to increase family understanding of diabetes management. Furthermore, public health centers should strengthen family-oriented health promotion to reduce caregiver burden. This research may serve as a reference for health workers, educational institutions, and future studies exploring broader aspects of caregiver well-being.Stres keluarga merupakan respon psikologis dan emosional yang timbul akibat tekanan selama merawat anggota keluarga dengan penyakit kronis, termasuk Diabetes Melitus Tipe II. Kondisi ini sering kali diperburuk oleh berbagai faktor. Berdasarkan data Puskesmas Sekar Biru tahun 2024, tercatat jumlah pasien DM tipe II sebanyak 98 orang yang mayoritas dirawat oleh anggota keluarga di rumah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan stres keluarga dalam merawat penderita Diabetes Melitus Tipe II di Desa Sekar Biru Tahun 2025. Penelitian ini dilakukan menggunakan desain cross-sectional dan teknik analisis data menggunakan uji Chi-Square, dengan hasil berupa analisa univariat dan bivariat. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh keluarga yang merawat pasien DM Tipe II yang terdaftar di wilayah kerja Puskesmas Sekar Biru tahun 2024, dengan jumlah total 98 orang Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan secara signifikan dengan tingkat stres keluarga adalah beban finansial (ρ = 0,000), tingkat pengetahuan (ρ = 0,000), durasi sakit (ρ = 0,000), status pekerjaan (ρ = 0,012), dan komplikasi (ρ = 0,038). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa beban finansial, tingkat pengetahuan, durasi sakit, status pekerjaan dan komplikasi pada penderita Diabetes Melitus Tipe II memiliki hubungan terhadap tingkat stres keluarga dalam merawat penderita Diabetes Melitus Tipe II di desa Sekar Biru tahun 2025. Diharapkan keluarga pasien dapat meningkatkan pengetahuan tentang pengelolaan DM melalui edukasi kesehatan, sementara pihak puskesmas dapat memperluas program promosi kesehatan untuk keluarga caregiver. Penelitian ini juga diharapkan menjadi referensi bagi institusi pendidikan dan dasar pengembangan penelitian selanjutnya dengan cakupan variabel yang lebih luas

    320

    full texts

    461

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    OJS Kader Bangsa University
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇