Jurnal Infotel (Sekolah Tinggi Teknologi Telematika Telkom Purwokerto)
Not a member yet
    392 research outputs found

    Rancangan Puzzle Game Delbeldes

    Get PDF
    Puzzle game merupakan genre game yang paling diminati, demikian juga dengan adventure game. Penelitian ini bertujuan membuat sebuah rancangan game dengan genre puzzle namun menyisipkan adventure di dalamnya. Metodologi yang digunakan adalah metodologi perancangan software berorientasi objek. Perangkat pemodelan yang digunakan adalah use case diagram, state diagrams dan class diagram. Perancangan menghasilkan delapan belas class diagram yang dapat dituangkan dalam bentuk kode bahasa pemrograman berorientasi objekPuzzle game merupakan genre game yang paling diminati, demikian juga dengan adventure game. Penelitian ini bertujuan membuat sebuah rancangan game dengan genre puzzle namun menyisipkan adventure di dalamnya. Metodologi yang digunakan adalah metodologi perancangan software berorientasi objek. Perangkat pemodelan yang digunakan adalah use case diagram, state diagrams dan class diagram. Perancangan menghasilkan delapan belas class diagram yang dapat dituangkan dalam bentuk kode bahasa pemrograman berorientasi obje

    Analisis Performansi VOIP (Voice Over Internet Protocol) Pada Jaringan Wimax (Worldwide Interoperability For Microwave Access) Di Wilayah DKI Jakarta

    Get PDF
    VoIP is a system that uses the Internet network to transmit voice packets from one place to another using IP protocols intermediaries. With VoIP technology can be much cheaper call charges, especially for communicating overseas because of voice and data using the same network ie the Internet network. VoIP is a service that is very susceptible to delay while the existing access network is currently providing a significant delay for VoIP. One alternative network that can be used to overcome these problems is to use WiMAX technology because WiMAX can provide speed data services up to 70 Mbps.From the research,  results of one way delay, jitter and packet loss still at the value recommended by ITU-T, which is the maximum value of one way delay measurement is 159.87 ms, for jitter 7.52 ms and for packet loss is 3.175%. The one way delay and packet loss from the measurement used to find the MOS score which is the value for quality of VoIP. MOS value range obtained from the calculation of 3.6 to 4.2, which means VoIP feasible to apply to the WiMAX network. The maximum value can reach 2.8 Mbps throughput to 0.575 Mbps for downlink and uplink. From the research also found that the SQI values that are above the standard value of the device will provide a high SNR value, and the higher SQI values then its RSSI value is also bigger. VoIP adalah suatu sistem yang menggunakan jaringan internet untuk mengirimkan data paket suara dari suatu tempat ke tempat lainnya menggunakan perantara protokol IP. Dengan adanya teknologi VoIP  biaya telepon bisa lebih murah terutama untuk berkomunikasi ke luar negeri karena voice dan data menggunakan jaringan yang sama yaitu jaringan internet. VoIP merupakan layanan yang sangat rentan terhadap delay sedangkan jaringan akses yang ada saat ini memberikan delay yang cukup besar untuk VoIP. Salah satu alternatif jaringan yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan memakai teknologi WiMAX  karena WiMAX dapat memberikan layanan data berkecepatan hingga 70 Mbps. Dari hasil penelitian diperoleh hasil bahwa nilai one way delay, jitter dan packet loss masih berada pada nilai yang direkomendasikan oleh ITU-T, yaitu nilai maksimum one way delay yang didapat dari pengukuran adalah 159,87 ms, untuk jitter 7,52 ms dan untuk packet loss adalah 3,175 %. One way delay dan packet loss dari hasil pengukuran digunakan untuk mencari nilai MOS yang merupakan nilai kualitas dari VoIP. Rentang nilai MOS yang didapat dari perhitungan yaitu 3,6 sampai 4,2 yang berarti VoIP layak untuk di aplikasikan ke dalam jaringan WIMAX. Sedangkan nilai maksimal throughput bisa mencapai 2,8 Mbps untuk downlink dan 0,575 Mbps untuk uplink. Dari penilitian didapat juga bahwa nilai SQI yang berada di atas nilai standar perangkat akan memberikan nilai SNR  yang cukup tinggi, sedangkan semakin tinggi nilai SQI maka nilai RSSI-nya juga semakin besa

    Aplikasi Sensor Cahaya Untuk Alarm Anti Pencuri

    Get PDF
    Kasus pencurian di rumah kosong yang ditinggal pergi oleh pemiliknya belakangan ini marak terjadi. Berangkat dari pemikiran ini penulis mencoba merancang alarm yang dapat mendeteksi pergerakan seseorang saat rumah dalam kondisi kosong, ditinggalkan oleh pemiliknya. Alat ini mempunyai prinsip kerja yaitu mendeteksi bayangan seseorang yang melewati titik tertentu. Perancangan dan pembuatan perangkat ini menggunakan sensor cahaya berupa LASER dan LDR yang dirangkai dengan transistor sebagai saklar otomatis serta LED dan telepon rumah untuk melakukan panggilan kepada nomor telepon pemilik rumah. Komponen yang dipakai dalam pembuatan perangkat ini antara lain IC LM7805, LASER pointer, resistor, transistor BC108, LED, relay dan telepon rumah. Perancangan dan pembuatan alat menggunakan software multisim 10.1 sebagai simulator rangkaian, dan software eagle 5.1.1 untuk mendesain jalur rangkaian pada papan PCB. Saat cahaya LASER tidak sampai ke LDR karena terhalang oleh sesuatu, maka rangkaian output yang berupa indikator LED dan panggilan dari telepon rumah akan aktifKasus pencurian di rumah kosong yang ditinggal pergi oleh pemiliknya belakangan ini marak terjadi. Berangkat dari pemikiran ini penulis mencoba merancang alarm yang dapat mendeteksi pergerakan seseorang saat rumah dalam kondisi kosong, ditinggalkan oleh pemiliknya. Alat ini mempunyai prinsip kerja yaitu mendeteksi bayangan seseorang yang melewati titik tertentu. Perancangan dan pembuatan perangkat ini menggunakan sensor cahaya berupa LASER dan LDR yang dirangkai dengan transistor sebagai saklar otomatis serta LED dan telepon rumah untuk melakukan panggilan kepada nomor telepon pemilik rumah. Komponen yang dipakai dalam pembuatan perangkat ini antara lain IC LM7805, LASER pointer, resistor, transistor BC108, LED, relay dan telepon rumah. Perancangan dan pembuatan alat menggunakan software multisim 10.1 sebagai simulator rangkaian, dan software eagle 5.1.1 untuk mendesain jalur rangkaian pada papan PCB. Saat cahaya LASER tidak sampai ke LDR karena terhalang oleh sesuatu, maka rangkaian output yang berupa indikator LED dan panggilan dari telepon rumah akan akti

    Perencanaan Jaringan Akses Mobile Wimax (Worldwide Interoperability For Microwave Access) 2,5 Ghz Untuk Wilayah DKI Jakarta

    Get PDF
    Standar IEEE 802.16e yang dikenal dengan mobile WiMAX adalah standar broadband wireless access (BWA) yang beroperasi pada frekuensi 2 - 6 GHz. Standar ini merupakan pengembangan dari standar WiMAX sebelumnya untuk mendukung mobilitas pengguna. Pada penelitian ini, penulis melakukan perhitungan untuk memprediksi kebutuhan bandwidth untuk pelanggan mobile WiMAX di wilayah DKI Jakarta untuk jangka waktu tiga tahun sejak WiMAX diimplementasikan. Kebutuhan bandwidth ini akan digunakan untuk menentukan jumlah base station yang dibutuhkan dari sisi kapasitas. Penulis juga melakukan perhitungan jumlah base station dari sisi coverage menggunakan persamaan Erceg. Dari hasil perhitungan tersebut, dapat disimpulkan bahwa pada tiga tahun pertama penetrasi WiMAX di Jakarta, kebutuhan jumlah base station dari sisi coverage lebih besar dari pada perhitungan dari sisi kapasitas.Standar IEEE 802.16e yang dikenal dengan mobile WiMAX adalah standar broadband wireless access (BWA) yang beroperasi pada frekuensi 2 - 6 GHz. Standar ini merupakan pengembangan dari standar WiMAX sebelumnya untuk mendukung mobilitas pengguna. Pada penelitian ini, penulis melakukan perhitungan untuk memprediksi kebutuhan bandwidth untuk pelanggan mobile WiMAX di wilayah DKI Jakarta untuk jangka waktu tiga tahun sejak WiMAX diimplementasikan. Kebutuhan bandwidth ini akan digunakan untuk menentukan jumlah base station yang dibutuhkan dari sisi kapasitas. Penulis juga melakukan perhitungan jumlah base station dari sisi coverage menggunakan persamaan Erceg. Dari hasil perhitungan tersebut, dapat disimpulkan bahwa pada tiga tahun pertama penetrasi WiMAX di Jakarta, kebutuhan jumlah base station dari sisi coverage lebih besar dari pada perhitungan dari sisi kapasitas

    Analisis Permasalahan Optimalisasi Voice CDMA 2000 1x Untuk Mengurangi Kegagalan Koneksi Studi Kasus Divisi Telkom Flexi Semarang

    Get PDF
    Rapidly growing number of network providers in Code Division Multiple Access (CDMA), make service providers to further strength its network and optimization customer service and quality that will be given. In order to better serve our customer with the required network that has good performance. For that we need to be optimization in network, which can reduce the drop call and resource blocking and increasing call success. Network optimization is based on data drive test as for data analysis, including Call Setup Success Rate, Drop call Rate, Resource Blocking, Rx Power, Tx Power, Ec/Io, Forward FER, and Call Setup Time. In the measurement that have been done to the avarage value in accordance with Key Performance Indicator (KPI) obtained Call Setup Success Rate (> 99%), Drop call Rate (< 2%), Resource Blocking (< 2%), Rx Power (-91.7 dBm), Tx Power (11.4 dBm), Ec/Io (-21.38 dB), Forward FER (4.8%), and Call Setup Time (4.832 seconds). Result the performance of the Flexi network for service in Jepara #2 area in poor condition, because for parameters Rx Power, Tx Power, Forward FER, and Ec/Io not suitable with KPI. So do the optimization for the better network quality. Result after optimization of average Call Setup Success Rate (> 99%), Drop call Rate (< 1%), Resource Blocking (< 1%), Rx Power (-99.9 dBm), Tx Power (-27.8 dBm), Ec/Io (-5.45 dB), Forward FER (2.45%), and Call Setup Time (4.902 seconds).  Berkembang pesatnya jumlah penyedia layanan pada jaringan Code Division Multiple Access (CDMA), membuat operator penyedia layanan untuk semakin memperkokoh jaringan dan mengoptimalkan layanan serta kualitas yang akan diberikan. Agar dapat melayani pelanggan dengan baik maka dibutuhkan jaringan yang mempunyai kinerja baik. Untuk itu perlu dilakukan optimalisasi pada jaringan, sehingga dapat mengurangi drop call dan resource blocking serta meningkatkan success call. Optimalisasi jaringan dilakukan berdasarkan analisis data hasil pengukuran drive test, adapun data yang dianalisis meliputi Call Setup Success Rate, Drop call Rate, Resource Blocking, Rx Power, Tx Power, Ec/Io, Forward FER dan Call Setup Time. Pada pengukuran yang telah dilakukan untuk nilai rata-rata yang sesuai dengan Key Performance Indicator (KPI) didapat Call Setup Success Rate (> 99%), Drop call Rate (< 2%), Resource Blocking (< 2%), Rx Power (-91.7 dBm), Tx Power (11.4 dBm), Ec/Io (-21.38 dB), Forward FER (4.8%), dan Call Setup Time (4.832 detik). Hasil ini menunjukkan kinerja jaringan Flexi untuk daerah Jepara #2 masih kurang maksimal, karena untuk parameter Rx Power, Tx Power, Forward FER, dan Ec/Io tidak sesuai dengan KPI. Sehingga dilakukan optimalisasi agar kualitas jaringan semakin baik. Untuk hasil pengukuran setelah dilakukan optimalisasi didapat dengan rata-rata untuk Call Setup Success Rate (> 99%), Drop call Rate (< 1%), Resource Blocking (< 1%), Rx Power (-99.9 dBm), Tx Power (-27.8 dBm), Ec/Io (-5.45 dB), Forward FER (2.45%), dan Call Setup Time (4.902 detik). &nbsp

    Aplikasi Sistem Pembayaran Administrasi Kesiswaan Di SMA Ya BAKII Kesugihan

    Get PDF
    Sekolah sebagai salah satu bentuk organisasi memerlukan pengolahan administrasi yang efektif dan efisien, yaitu berorientasi pada tujuan penggunaan semua sumber daya serta mekanisme pengelolaan sekolah. Salah satu fungsi administrasi sekolah adalah pengelolaan data pembayaran administrasi kesiswaan. Yang terjadi di SMA Ya BAKII Kesugihan yang masih menggunakan sistem manual dalam pengelolaan data pembayaran. Dengan memanfaatkan software komputer kita dapat mengelola data-data pembayaran administrasi kesiswaan dengan lebih mudah.  Dalam kegiatan ini mencakup bagaimana perancangan program basis data tentang pengelolaan data pembayaran sekolah di SMA Ya BAKII Kesugihan dengan menggunakan software Visual Basic 6.0 dan MySQL Server 5.1. Hasil dari perancangan dan pembuatan Aplikasi Sistem Pembayaran Administrasi Kesiswaan di SMA Ya BAKII Kesugihan adalah untuk mengoptimalisasikan pengolahan data pembayaran administrasi kesiswaan. Aplikasi ini dapat menghasilkan laporan-laporan yang dapat digunakan oleh bagian Tata Usaha lain yang berkaitan dengan administrasi kesiswaan. Berdasarkan hasil kegiatan di atas, pihak Sekolah disarankan dapat meningkatkan kualitas dan pengelolaan sekolah terutama bagian pembayaran administrasi kesiswaan di SMA Ya BAKII Kesugihan. Sekolah sebagai salah satu bentuk organisasi memerlukan pengolahan administrasi yang efektif dan efisien, yaitu berorientasi pada tujuan penggunaan semua sumber daya serta mekanisme pengelolaan sekolah. Salah satu fungsi administrasi sekolah adalah pengelolaan data pembayaran administrasi kesiswaan. Yang terjadi di SMA Ya BAKII Kesugihan yang masih menggunakan sistem manual dalam pengelolaan data pembayaran. Dengan memanfaatkan software komputer kita dapat mengelola data-data pembayaran administrasi kesiswaan dengan lebih mudah.  Dalam kegiatan ini mencakup bagaimana perancangan program basis data tentang pengelolaan data pembayaran sekolah di SMA Ya BAKII Kesugihan dengan menggunakan software Visual Basic 6.0 dan MySQL Server 5.1. Hasil dari perancangan dan pembuatan Aplikasi Sistem Pembayaran Administrasi Kesiswaan di SMA Ya BAKII Kesugihan adalah untuk mengoptimalisasikan pengolahan data pembayaran administrasi kesiswaan. Aplikasi ini dapat menghasilkan laporan-laporan yang dapat digunakan oleh bagian Tata Usaha lain yang berkaitan dengan administrasi kesiswaan. Berdasarkan hasil kegiatan di atas, pihak Sekolah disarankan dapat meningkatkan kualitas dan pengelolaan sekolah terutama bagian pembayaran administrasi kesiswaan di SMA Ya BAKII Kesugihan.&nbsp

    Aplikasi Mikrokontroler AT89S52 Sebagai Pengendali Peralatan Elektronik Rumah Tangga Melalui Remote Control

    Get PDF
    Intel, Motorola dan Atmel merupakan nama-nama yang sudah tidak asing lagi sebagai pembuat mikrokontroler, komponen yang dikenal dengan keandalan dan kecepatan kejanya. Program-program mikrokontroler yang ditulis dengan Bahasa Assembler umumnya berukuran kecil dan dapat dieksekusi dengan cepat sehingga banyak digunakan terutama di bidang industri. Sebenarnya kita dapat menggunakan mikrokontroler dengan remote control sebagai pengendalinya dalam kehidupan sehari-hari sebagai sakelar lampu jarak jauh. Tempat seperti vila, area perkantoran dan bandara sering kali memiliki lampu dalam jumlah banyak. Dengan alat yang dirancang ini, kita tidak perlu lagi mematikan lampu-lampu dalam jumlah banyak tersebut secara manual. Penggunakan mikrokontroler akan diterapkan dalam suatu alat yang dapat diaplikasikan atau digunalan pemilik rumah untuk berinteraksi dengan peralatan yang ada di rumah baik dari jarak jauh dalam suatu ruangan maupun dari jarak dekat. Alat ini dapat dihubungkan dengan berbagai peralatan elektronik rumah tangga misalnya lampu penerangan, pompa air, pemanas air, kulkas, air conditioner (AC) dan peralatan rumah tangga lainnya. Program yang dibuat menggunakan bahasa assembler. Adapun alat pengendali ini terdiri dari remote control dalam hal ini menggunakan remote VCD 3.0 dan infra red receiver module berbagai rangkaian antara lain rangkaian mikrokontroler, driver transistor dan relay. Intel, Motorola dan Atmel merupakan nama-nama yang sudah tidak asing lagi sebagai pembuat mikrokontroler, komponen yang dikenal dengan keandalan dan kecepatan kejanya. Program-program mikrokontroler yang ditulis dengan Bahasa Assembler umumnya berukuran kecil dan dapat dieksekusi dengan cepat sehingga banyak digunakan terutama di bidang industri. Sebenarnya kita dapat menggunakan mikrokontroler dengan remote control sebagai pengendalinya dalam kehidupan sehari-hari sebagai sakelar lampu jarak jauh. Tempat seperti vila, area perkantoran dan bandara sering kali memiliki lampu dalam jumlah banyak. Dengan alat yang dirancang ini, kita tidak perlu lagi mematikan lampu-lampu dalam jumlah banyak tersebut secara manual. Penggunakan mikrokontroler akan diterapkan dalam suatu alat yang dapat diaplikasikan atau digunalan pemilik rumah untuk berinteraksi dengan peralatan yang ada di rumah baik dari jarak jauh dalam suatu ruangan maupun dari jarak dekat. Alat ini dapat dihubungkan dengan berbagai peralatan elektronik rumah tangga misalnya lampu penerangan, pompa air, pemanas air, kulkas, air conditioner (AC) dan peralatan rumah tangga lainnya. Program yang dibuat menggunakan bahasa assembler. Adapun alat pengendali ini terdiri dari remote control dalam hal ini menggunakan remote VCD 3.0 dan infra red receiver module berbagai rangkaian antara lain rangkaian mikrokontroler, driver transistor dan relay.&nbsp

    Analisis Penerapan Metode Transmitter Receiver Unit (TRU) Upgrading Untuk Mengatasi Traffic Congestion Jaringan GSM Pada BTS Area Purwokerto Kota

    Get PDF
    Semakin banyaknya pengguna selular maka akan semakin banyak trafik yang akan tertampung. Trafik yang melebihi kapasitas kanal yang disediakan dapat menyebabkan kondisi Traffic Congestion. Untuk menanganinya diperlukan metode penambahan kapasitas kanal agar semua trafik dapat tertampung dengan baik. Metode ini disebut dengan TRU Upgrading. Transmitter Receiver Unit (TRU) adalah hardware yang terletak pada Radio Base Station dalam BTS yang berisi slot-slot kanal sedangkan metode TRU Upgrading adalah metode dengan menambahkan/upgrade kapasitas kanal yang tersedia dari konfigurasi TRU yang telah ada sebelumnya, misalkan pada BTS Pabuaran memiliki konfigurasi 3x2x3 karena terjadi kejenuhan pelanggan maka konfigurasi TRU diupgrade menjadi 3x4x3. Perubahan konfigurasi TRU maka merubah konfigurasi BTS-nya serta menambah kapasitas kanalnya. Key Performance Indicator (KPI) yang baik pada Indosat adalah menggunakan batas GoS 2%. Nilai GoS ini dikaitkan dengan tabel Erlang untuk mendapatkan sebuah nilai intensitas trafik. Jika nilai intensitas trafik konfigurasi TRU yang digunakan kurang dari nilai intensitas trafik pelanggan maka disebut traffic congestion. Sebagai akibat dari traffic congestion adalah kondisi blocking. TRU Upgrading ini dilakukan dengan harapan nilai blocking panggilan menjadi 0 %. Pada Purwokerto kota, diterapkan  TRU Upgrading untuk cell Grendeng 3, Pabuaran 2, dan Unsoed 1 karena trafik pelanggan yang terjadi melebihi nilai intensitas trafik dari konfigurasi TRU yang digunakan.   Untuk cell Unsoed 1 dan Grendeng 3 meski telah dilakukan TRU Upgrading menjadi 4 buah TRU tetap terjadi traffic congestion sebesar 8 sampai dengan 15 Erlang dikarenakan pada cell-cell ini mengcover area yang padat penduduk. Sedang untuk Pabuaran 2 penerapan TRU upgrading mencapai keefektifan sebesar 100%. Semakin banyaknya pengguna selular maka akan semakin banyak trafik yang akan tertampung. Trafik yang melebihi kapasitas kanal yang disediakan dapat menyebabkan kondisi Traffic Congestion. Untuk menanganinya diperlukan metode penambahan kapasitas kanal agar semua trafik dapat tertampung dengan baik. Metode ini disebut dengan TRU Upgrading. Transmitter Receiver Unit (TRU) adalah hardware yang terletak pada Radio Base Station dalam BTS yang berisi slot-slot kanal sedangkan metode TRU Upgrading adalah metode dengan menambahkan/upgrade kapasitas kanal yang tersedia dari konfigurasi TRU yang telah ada sebelumnya, misalkan pada BTS Pabuaran memiliki konfigurasi 3x2x3 karena terjadi kejenuhan pelanggan maka konfigurasi TRU diupgrade menjadi 3x4x3. Perubahan konfigurasi TRU maka merubah konfigurasi BTS-nya serta menambah kapasitas kanalnya. Key Performance Indicator (KPI) yang baik pada Indosat adalah menggunakan batas GoS 2%. Nilai GoS ini dikaitkan dengan tabel Erlang untuk mendapatkan sebuah nilai intensitas trafik. Jika nilai intensitas trafik konfigurasi TRU yang digunakan kurang dari nilai intensitas trafik pelanggan maka disebut traffic congestion. Sebagai akibat dari traffic congestion adalah kondisi blocking. TRU Upgrading ini dilakukan dengan harapan nilai blocking panggilan menjadi 0 %. Pada Purwokerto kota, diterapkan  TRU Upgrading untuk cell Grendeng 3, Pabuaran 2, dan Unsoed 1 karena trafik pelanggan yang terjadi melebihi nilai intensitas trafik dari konfigurasi TRU yang digunakan.   Untuk cell Unsoed 1 dan Grendeng 3 meski telah dilakukan TRU Upgrading menjadi 4 buah TRU tetap terjadi traffic congestion sebesar 8 sampai dengan 15 Erlang dikarenakan pada cell-cell ini mengcover area yang padat penduduk. Sedang untuk Pabuaran 2 penerapan TRU upgrading mencapai keefektifan sebesar 100%.&nbsp

    Perbandingan Kecepatan Pencacahan Antara Timer 0 (8 Bit) Dengan Timer 1 (16 Bit) Pada Sistem Mikrokontroler

    Get PDF
    The application of timer/counter in microcontroller system had provided advantages in a way that it didn’t put the burden on CPU resources and enabled CPU to perform other tasks. With the availability of 8-bit and 16-bit timer/counter, the problem laid on the selection of the type of timer/counter being used. From the experiments performed, the minimum system of AVR ATmega8535 microcontroller had precisely counted a number using two different timers/counters, namely, Timer/Counter 0 (8 bit) and Timer/Counter 1 (16 bit). The overflow condition achieved on 8-bit and 16-bit counting cycle activated OCR0 and OCR1AL registers, respectively. Output signals from port B.3 (OC0) and port D.5 (OC1A) are then fed to oscilloscope and put into comparison. From the observation of output signals, it could be proven that the two different timers/counters had equal counting speed. Hence, it can be concluded that the selection of timers/counters is more likely based on the flexibility of count range, program size and execution time.Penggunaan pewaktu/pencacah dalam sistem mikrokontroler memberikan keuntungan dalam hal tidak membebani sumber daya CPU dan memungkinkan CPU menjalankan tugas lain. Dengan tersedianya pilihan timer/counter 8 bit dan 16 bit, permasalahan yang muncul adalah pemilihan jenis pewaktu/pencacah yang akan digunakan. Dalam eksperimen yang dilakukan, sistem minimum mikrokontroler AVR ATmega8535 telah mencacah suatu bilangan dengan tepat, menggunakan dua pewaktu/pencacah yang berbeda, yaitu Timer/Counter 0 (8 bit) dan Timer/Counter 1 (16 bit). Kondisi limpahan yang terjadi dalam siklus pencacahan 8 bit dan 16 bit, masing-masing akan mengaktifkan Register OCR0 dan OCR1AL. Sinyal keluaran dari port B.3 (OC0) dan port D.5 (OC1A) selanjutnya dimasukkan ke osiloskop dan dibandingkan. Dari hasil pengamatan sinyal keluaran telah dibuktikan bahwa kedua jenis pewaktu/pencacah tersebut memiliki kecepatan yang sama. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pemilihan pewaktu/pencacah akan lebih didasarkan pada fleksibilitas rentang pencacahan, ukuran program maupun waktu eksekusi

    Aplikasi Perhitungan Pembiasan DC Pada Transistor Dwi Kutub NPN Dengan Visual Basic 6.0

    Get PDF
    Transistor dwi kutub (Bipolar Junction Transistor) adalah salah satu komponen semikonduktor yang sering digunakan dalam rangkaian penguat (amplifier). Untuk menjaga agar komponen ini dapat bekerja di dalam titik operasinya (operating point), maka diperlukan rangkaian pembiasan dengan pengaturan tertentu, yaitu Bias Basis, Bias Bagi Tegangan, Bias Kolektor dan Bias Emitter. Perancangan rangkaian tersebut lazimnya menggunakan perhitungan manual sesuai teori dengan bantuan alat hitung (kalkulator). Proses perancangan ini membutuhkan waktu yang relatif lama dan sangat rentan terjadi kesalahan prosedur perhitungan. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang perangkat lunak perhitungan rangkaian pembiasan transistor dwi kutub dengan Visual Basic 6. Proses perancangan meliputi pembuatan form, pembuatan basis data (database), penulisan kode sumber (coding), desain laporan (report) dan kompilasi. Dari hasil uji coba diketahui bahwa tingkat kesalahan (error) untuk perhitungan seluruh parameter dari 4 jenis rangkaian pembiasan adalah 1,18%, sehingga disimpulkan layak digunakan. Hasil perhitungan juga dapat disajikan secara visual dalam rangkaian. Ditinjau dari sifat perangkat lunak ini sebagai aplikasi komputer, maka terdapat kelemahan dari sisi kepraktisan penggunaan, meski proses perhitungan dapat dilakukan relatif cepat. Selain itu, aplikasi ini masih memerlukan perbaikan dalam menu bantuan (help menu), penggunaan satuan dan faktor pengali.Transistor dwi kutub (Bipolar Junction Transistor) adalah salah satu komponen semikonduktor yang sering digunakan dalam rangkaian penguat (amplifier). Untuk menjaga agar komponen ini dapat bekerja di dalam titik operasinya (operating point), maka diperlukan rangkaian pembiasan dengan pengaturan tertentu, yaitu Bias Basis, Bias Bagi Tegangan, Bias Kolektor dan Bias Emitter. Perancangan rangkaian tersebut lazimnya menggunakan perhitungan manual sesuai teori dengan bantuan alat hitung (kalkulator). Proses perancangan ini membutuhkan waktu yang relatif lama dan sangat rentan terjadi kesalahan prosedur perhitungan. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang perangkat lunak perhitungan rangkaian pembiasan transistor dwi kutub dengan Visual Basic 6. Proses perancangan meliputi pembuatan form, pembuatan basis data (database), penulisan kode sumber (coding), desain laporan (report) dan kompilasi. Dari hasil uji coba diketahui bahwa tingkat kesalahan (error) untuk perhitungan seluruh parameter dari 4 jenis rangkaian pembiasan adalah 1,18%, sehingga disimpulkan layak digunakan. Hasil perhitungan juga dapat disajikan secara visual dalam rangkaian. Ditinjau dari sifat perangkat lunak ini sebagai aplikasi komputer, maka terdapat kelemahan dari sisi kepraktisan penggunaan, meski proses perhitungan dapat dilakukan relatif cepat. Selain itu, aplikasi ini masih memerlukan perbaikan dalam menu bantuan (help menu), penggunaan satuan dan faktor pengali

    321

    full texts

    392

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Infotel (Sekolah Tinggi Teknologi Telematika Telkom Purwokerto)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇