Official Journals of Universitas Indraprasta PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia)
Not a member yet
1647 research outputs found
Sort by
Pelatihan Kriptografi Dasar dan Edukasi Keamanan Siber di SMA Muhammadiyah 15 Slipi
Kemajuan teknologi digital memberikan dampak yang signifikan pada keamanan siber, yang memerlukan pemahaman masyarakat akan risiko dan strategi mitigasi yang relevan ke dalam aktivitas berinternet. Untuk memberikan kontribusi pada peningkatan literasi keamanan siber, Universitas Indraprasta PGRI melaksanakan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dengan topik edukasi keamanan siber kepada siswa SMA Muhammadiyah 15 Slipi. Siswa dan siswi SMA merupakan kelompok rentan karena minimnya pemahaman akan ancaman cybercrime. Kegiatan yang dilakukan meliputi pengenalan konsep dasar keamanan siber dan pelatihan keterampilan dasar kriptografi sebagai upaya melindungi data pribadi. Metode pelaksanaan yang dilakukan adalah tatap muka dan keterlibatan siswa-siswi pada sesi ceramah dan pelatihan langsung dengan pengguna berbasis video conference, sehingga memungkinkan interaksi face to face dan berbeda secara aktif antara instruktur dengan siswa. Dari kegiatan tersebut diperoleh hasil bahwa keseluruhan peserta memiliki pemahaman tambahan tentang risiko serta kesiapsiagannya, serta pemahaman praktis relevan untuk menangkal ancaman di dunia digital. Oleh karena itu, melalui PKM ini diharapkan kesadaran berinternet yang aman menjadi terbentuk, terutama pada generasi muda, sebagai upaya preventif dalam menghadapi ancaman yang semakin komplek
Candi sebagai Sumber Belajar Sejarah: Pengembangan Model Pembelajaran Interaktif Berbasis Digital di SMAN 104 Jakarta
Mempelajari sejarah tidak lepas dari pembahasan mengenai peninggalan masa kuno salah satunya candi. Peserta didik merasa tidak penting mempelajari percandian yang ada di Indonesia, alasan utama mengapa peserta didik merasa penting belajar mengenai percandian karena penjelasan mengenai candi yang hanya seputar mengenai pada masa siapa candi dibangun, siapa yang membangun. Peserta didik tidak mengetahui kenapa candi itu dibangun, apa saja relief yang ada pada bagian candi, apa makna dari dibangunnya candi tersebut. Bahkan banyak peserta didik yang hanya mengenai candi Prambanan dan candi Borobudur saja padahal diwilayah Klaten dan Yogyakarta terdapat beberapa candi yaitu candi Kalasan, Sambisari, Sari, Candi Ijo dan candi-candi lainnya. Tujuan dari abdimas ini adalah untuk memberikan gambaran terbaru mengenai candi-candi kecil yang ada di Yogyakarta dan Klaten dengan menggunakan model pembelajaran Interaktif. Dalam abdimas ini, metode yang digunakan terdiri dari tiga tahap: (1) pra-perencanaan, di mana masalah diidentifikasi, dianalisis, dan dipilih alternatif pemecahan masalah; (2) perencanaan, pada tahap ini akan membuat kerangka bagaimana kegiatan akan dilaksanakan; dan (3) pelatihan, di mana semua perencanaan digunakan. Pemecahan masalah dalam kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan mengenai candi Kalasan, Sambisari, Sari, Ijo dan Barong dengan menggunakan model pembelajaran Interaktif. Peserta didik selain akan mengetahui sejarah candi-candi mereka akan mempelajari relief yang unik pada badan candi serta apa manfaatnya belajar mengenai percandian
Efektivitas Pemanfaatan Novel Karya Tere Liye sebagai Sumber Belajar Bahasa Indonesia Berbasis Nilai Sosial di SMA
Karya sastra merupakan hasil karya manusia dengan mendayungkan imajinasi yang terdapat dalam diri pengarangnya. Keberadaan karya sastra dalam kehidupan manusia dapat mengisi “kebahagiaan jiwa” karena membaca karya sastra bukan saja memberikan hiburan, tetapi juga dapat memberikan pencerahan jiwa. Novel didefinisikan sebagai suatu karya sastra yang menggambarkan pengalaman hidup yang kompleks melalui penceritaan yang imajinatif. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan struktur nilai-nilai sosial dalam novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye sebagai media pengajaran bahasa Indonesia di SMA. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dan kajian sosiologi sastra. Hasil penelitian ini yaitu menunjukkan nilai sosial masyarakat dan nilai sosial (a) loves (kasih sayang) yang terdiri atas cinta dan kasih sayang, tolong-menolong, kekeluargaan, dan kepedulian; (b) responsibility (tanggung jawab) yang terdiri atas nilai tanggung jawab terhadap masyarakat dan nilai tanggung jawab terhadap hukum; (c) life harmony (keserasian hidup) yang terdiri atas nilai nilai empati, toleransi, dan kerjasama. Hasil penelitian ini dapat diterapkan pada siswa SMA. Hal ini dapat meningkatkan variasi dalam pembelajaran bahasa Indonesia dengan cara mempelajari karya sastra sehingga dapat menarik minat siswa untuk lebih mendalami karya sastra. Berdasarkan hasil analisis struktur novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye dengan pendekatan sosiologi sastra dapat disimpulkan bahwa tema dari novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar adalah perjuangan dalam melawan ketidakadilan konflik pertanahan agraria. Alur yang menjadi kerangka dari novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar dibuat dengan alur campuran. Terdapat 14 tokoh yang dimunculkan dari novel Teruslah bodoh Jangan Pintar. Latar waktu antara tahun 1990-2020
Magnetic data analysis using 2D inversion: A case study from Terak Radiogenic Geothermal area, Bangka Island, Indonesia
The presence of geothermal manifestation such as Terak hot spring near granite massive bodies on Bangka Island raises an importatnt question about the subsurface characteristics of a potential radiogenic system. As traditional geothermal system in Indonesia is well known, research must now focus on understanding the radiogenic system, especially on the subsurface information. This study addresses the local magnetic susceptibility of Terak subsurface hot spring by performing magnetic method. The integration of 2D to 3D magnetic data, field observations and geological information show high susceptibility data (>0.005 SI) which are indicated as granite intrusion which act as the heat source. A central zone of lower susceptibility (<0.005 SI) displays a distinct pattern, interpreted as a fracture zone as the hydrothermal fluid pathways. The identification of recharge area further supports the interpretation of an active hydrothermal system. The result of this study are in good agreement with the geological framework of the region and contribute to a better understanding of radiogenic geothermal systems in Indonesia
Perilaku nomophobia pada mahasiswa Sosiologi FISIP Universitas Sriwijaya Kampus Indralaya
Perilaku nomophobia di kalangan mahasiswa jurusan sosiologi kampus indralaya menjadi fokus utama pada penelitian ini. Mengidentifikasi dan perilaku nomophobia serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendasari perilaku nomophobia. Pada penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Penentuan informan menggunakan teknik purposive, data dikumpulkna melalui observasi partisipan, wawancara mendalam dan dokumentasi. Mahasiswa sosiologi yang mengalami nomophobia cenderung menggunakan smartphone secara berlebihan dengan durasi melebihi batas normal. Dampak terhadap perilaku tersebut, berkurangnya komunikasi dengan orang lain dan lebih memilih menghabiskan waktu bersama perangkat elektronik. Faktor yang memicu perilaku nomophobia bersifat situasional, mahasiswa merasa cepat jenuh dan bosan pada waktu tertentu tetapi merasa nyaman dengan adanya smartphone. Smartphone mempengaruhi dimensi emosional dan kenyamanan, kurangnya control diri dapat mengakibatkan seseorang mengalami nomophobia
Perancangan Buku Cerita Bergambar Sebagai Pengenalan Kumbang Tanduk Pada Anak
Tujuan penelitian ini, untuk merancang buku cerita bergambar tentang kumbang tanduk yang berjudul Yuk! Mengenal Kumbang Tanduk yang dapat memberikan pengetahuan baru kepada anak-anak. Buku cerita bergambar dirancang dengan cerita yang mudah dimengerti oleh anak-anak dan ilustrasi yang ditampilkan dibuat dengan warna yang menarik agar saat dibaca anak tidak merasa bosan. Perancang buku cerita bergambar ini merupakan media yang cukup penting di tengah kemajuan teknologi, anak-anak yang sudah lebih banyak menggunakan gadget ketimbang membaca buku menjadikan media buku menjadi tidak cukup terkenal. Dan oleh karena itu dengan adanya media buku cerita bergambar ini anak-anak diharapkan dapat lebih aktif dan kembali membaca buku, selain itu dengan membaca buku dapat membantu daya imajinasi anak agar menjadi lebih ekspresif pada lingkungan di sekitarnya. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Metode kualitatif deskriptif atau menggunakan metode dengan cara mengumpulkan data-data terkait yang berasal dari observasi melalui buku, jurnal dan juga artikel, lalu mendapatkan. data melalui wawancara narasumber. Hasil pengumpulan data menunjukkan bahwa kumbang tanduk bukan hanya sebuah serangga, namun kumbang tanduk memiliki peran dalam ekosistem tumbuhan. Tapi banyak yang mengira jika kumbang hanyalah hama bagi tumbuhan, maka dari itu buku cerita gambar ini dirancang untuk anak-anak agar dapat mengenal kumbang tanduk agar dapat mengubah pemikiran anak-anak sejak usia dini
Perancangan Gestur Tubuh Dan Ekspresi Wajah Tokoh Prita Dalam Film Animasi Rumah
Animasi adalah medium visual yang mampu menyampaikan pesan melalui gerakan, ekspresi wajah, dan gestur tubuh. Dalam proses pembuatannya, seorang animator perlu menghadirkan karakter yang hidup dan ekspresif, terutama saat tidak menggunakan dialog. Film pendek 2D Rumah mengangkat tema relasi antara seorang anak dan orangtuanya dalam bentuk animasi tanpa dialog (silent cartoon) dengan nuansa drama. Fokus penciptaan ini adalah pada tokoh Prita, khususnya dalam adegan penolakan yang menjadi momen emosional penting dalam cerita. Untuk itu, penulis melakukan observasi terhadap referensi media berupa ekspresi, gestur, dan perilaku yang relevan, serta menganalisis aspek psikologis dari ekspresi penolakan. Metode yang digunakan adalah kualitatif, dengan pendekatan studi visual dan analisis naratif. Hasil dari observasi ini akan diaplikasikan secara langsung dalam perancangan animasi tokoh Prita, guna menciptakan representasi gerak dan ekspresi yang kuat, komunikatif, dan sesuai dengan karakter serta konteks cerita. Dengan demikian, visualisasi dalam animasi Rumah diharapkan mampu menyampaikan makna emosional tanpa bergantung pada dialog
Perancangan Shot Untuk Menunjang Kegelisahan Tokoh Pada Film State Of The Art
Animasi adalah salah satu bentuk hiburan yang paling menonjol pada budaya populer. Hal ini dikarenakan animasi bisa menggambarkan sebuah ide dan ekspresi dengan sangat bebas. Salah satu caranya adalah dengan perancangan shot menggunakan unsur sinematik shot type, angle kamera, dan komposisi yang ditetapkan saat melakukan perancangan storyboard. Pada penelitian ini, penulis merancang penggambaran kegelisahan karakter Dio pada film animasi State of the Art menggunakan teori shot type, angle kamera, dan komposisi. State of the Art adalah film pendek animasi yang dibuat oleh penulis sebagai tugas akhir perkuliahan di Universitas Multimedia Nusantara. Dalam penulisan ini digunakan tipe shot wide shot dan extreme wide shot untuk menggambarkan kelemahan dan isolasi subjek terhadap keadaan sekitarnya. Angle kamera high angle digunakan untuk menekankan perasaan kecil dan tidak signifikan pada subjek. Perancangan shot juga menggunakan garis diagonal sebagai komposisi untuk memberikan rasa tidak nyaman dan rule of third sebagai panduan peletakan subjek shot
Analisis Pengaruh Jumlah Raw Material dan Dilution Terhadap Lama Waktu Pembuatan Sampel Fragrance Oil Pada PT XYZ Menggunakan Metode Regresi Linear Berganda
The fragrance industry plays a pivotal role in creating captivating sensory experiences for consumers. This study focuses on PT XYZ, a leading company in the flavor and fragrance sector. The production of fragrance oil samples is a crucial stage in fragrance product development, impacting production time, quality, and costs. In this research, the number of raw material types and dilution are identified as independent variables to optimize this process. Multiple linear regression is employed to identify the relationship between the number of raw material types and dilution with the speed of fragrance sample production. The analysis results reveal that a linear model with the equation Y=1.41+0.46X1+1.28X2 is suitable for modeling this relationship. Furthermore, joint influence tests indicate that the number of raw material types and dilution collectively significantly affect the time required for fragrance oil sample production. This study not only provides insights to PT XYZ for optimizing fragrance development processes but also contributes broadly to the scientific understanding of fragrance formulation. The conclusion suggests that linear modeling can assist in estimating production time based on the variables of the number of raw material types and dilution, supporting industry efforts to enhance efficiency and product quality
Memperjuangkan Kasih Sayang Dan Cinta Sesama Jenis: Semiotika Budaya Terhadap Film Monster
The construction of homosexual identity in film is shaped through the representation of values, rituals, heroes, and symbols. Values are constructed through the deconstruction of dominant worldviews that regard homosexual identity as deviant, while rituals are portrayed to normalize such behavior within the film’s narrative. Heroes and symbols serve as visual and narrative representations that reinforce identity and demonstrate the equality of homosexual individuals with heterosexual groups This study aims to critically analyze the meaning of affection and love as advocated by homosexual groups in the film Monster (2023). The research method employed is qualitative with a textual analysis of mass media. Data analysis uses Roland Barthes' semiotics, consisting of denotation, connotation, and myth. Barthes' semiotics is then integrated with Hofstede’s cultural theory, which includes values, rituals, heroes, and symbols. The findings conclude that Monster (2023) represents the struggle of gay individuals to express affection and love through subtle yet meaningful symbolic signs such as gazes, caresses, embraces, and flowers. On the levels of connotation and myth, the film challenges heteronormative norms by asserting that love and happiness are universal rights not limited to heterosexual relationships. Through the value of “our future,” youth social rituals, heroic figures, and queer identity symbols, the film constructs a narrative of acceptance toward same-sex relationships