Official Journals of Universitas Indraprasta PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia)
Not a member yet
    1647 research outputs found

    PERLINDUNGAN KONSUMEN PADA METODE PEMBAYARAN CASH ON DELIVERY YANG DISEDIAKAN OLEH E-COMMERCE

    No full text
    Perkembangan digitalisasi berdampak pada pertumbuhan ekonomi, para pelaku usaha berbondong-bondong memasarkan produknya melalui e-commerce, begitu pula para konsumen lebih memilih untuk bertransaksi melalui e-commerce karena lebih efisien dalam menyiasati waktu di sela-sela aktivitas. Namun demikian, perkembangan tersebut belum dapat dikatakan berjalan sesuai harapan, karena masih terdapat sengketa di tengah masyarakat terkait transaksi e-commerce, salah satunya sengketa mengenai pembayaran melalui metode Cash on Delivery atau yang biasa dikenal dengan singkatan COD. Artikel ini mengkaji tentang transaksi jual beli yang dilakukan melalui e-commerce, khususnya metode pembayaran COD dari segi hukum dan bisnis, serta mengidentifikasi hak dan kewajiban antara pelaku usaha dengan konsumen. Melalui analisis regulasi, literatur, dan studi kasus, artikel ini menjelaskan tentang efektivitas dan kepercayaan konsumen. Selain itu, dijelaskan pula tentang ketepatan konsumen dalam bertransaksi dan kebijakan e-commerce untuk menyelesaikan sengketa yang ada. Artikel ini memberikan pengetahuan bagi para pemangku kepentingan sebagai upaya penegakan hukum yang lebih baik

    The Effect of a Process Image-Based Electromagnetic Induction Module on Senior High School Students' Mastery of Concepts and Critical Thinking Skills in Physics

    Get PDF
    This research aims to examine the effect of an electromagnetic induction module based on process images on high school students' conceptual mastery and critical thinking skills in physics. The research design used is a nonequivalent control group design with cluster random sampling. This research was conducted at SMA Negeri Arjasa Jember in the second semester of the 2024/2025 academic year. The sample consisted of one experimental class and one control class. Data were collected through pretests, posttests, and observations. The analysis of conceptual mastery using the Mann-Whitney U Test showed a significance value of 0.020 (2-tailed) and 0.010 (1-tailed), indicating a significant effect of the module on conceptual mastery. Meanwhile, the analysis of critical thinking skills showed a significance value of 0.519 (2-tailed), indicating that the module did not significantly affect students' critical thinking skills. These findings suggest that the module effectively supported students' conceptual understanding but was insufficient to foster higher-order thinking. The results highlight the need to integrate more inquiry-based or reflective activities into future module designs to better promote critical thinking skills

    Efektivitas Konseling Kelompok dalam Meningkatkan Kesejahteraan Mental

    Get PDF
    Kesejahteraan mental menjadi isu penting dalam berbagai konteks kehidupan, terutama pada kelompok remaja dan dewasa muda. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan bukti ilmiah terkait efektivitas konseling kelompok dalam meningkatkan kesejahteraan mental dengan menggunakan metode scoping review. Penelusuran dilakukan melalui database Google Scholar, PubMed, ProQuest, dan ERIC pada periode 2012–2024, dengan menggunakan kata kunci relevan. Sebanyak 11 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis secara mendalam. Hasil kajian menunjukkan bahwa konseling kelompok secara konsisten memberikan manfaat terhadap kesejahteraan mental, seperti pengurangan stres dan kecemasan, peningkatan kepercayaan diri, serta pengelolaan emosi yang lebih sehat. Temuan ini menegaskan bahwa konseling kelompok merupakan intervensi yang layak diterapkan dalam program layanan bimbingan dan konseling

    Studi Fenomenologi : Marriage is Scary pada Generasi Z

    Get PDF
    Di era digital saat ini, media sosial telah menjadi elemen penting dalam kehidupan sehari-hari, berfungsi sebagai jendela akses informasi yang tak terhingga. Kebutuhan akan informasi yang cepat dan akurat menjadikan media sosial bukan lagi sekadar barang mewah, tetapi telah bertransformasi menjadi kebutuhan pokok. Dengan hanya satu sentuhan, seseorang dapat menjelajahi jutaan data dan informasi global dalam hitungan detik, menjadikan media sosial platform utama yang menawarkan kemudahan dalam berbagi informasi (Andriani et al., 2022). Namun, dampak media sosial tidak hanya sebatas penyebaran informasi. Platform ini juga memengaruhi cara individu berinteraksi dan membentuk pandangan mereka terhadap berbagai aspek kehidupan, termasuk institusi pernikahan. Dalam konteks ini, perubahan norma sosial dan budaya yang cepat telah melahirkan fenomena "marriage is scary," di mana pernikahan dipersepsikan sebagai sesuatu yang menakutkan. Fenomena ini mencerminkan kecenderungan generasi muda, terutama Generasi Z, untuk menunda atau menghindari komitmen pernikahan.Berdasarkan laporan yang dirilis oleh IDN Research Institute dengan judul "Indonesia Gen Z Report 2024", Gen Z lebih tidak tertarik pada pernikahan bila dibandingkan dengan Milenial. Dari 602 responden yang tinggal di 10 kota berbeda, sebanyak 62% Gen Z melihat pernikahan sebagai tahap yang masih cukup jauh di masa depan dan belum terlalu memikirkannya. Pada survei lanjutan yang melibatkan 51 responden, tim IDN Media menanyakan keinginan mereka untuk menikah. Menariknya, pola jawaban lebih cenderung pada "mungkin" dibandingkan jawaban tegas "ya".73,7% menyatakan bersedia mempertimbangkan, 21,2% mungkin mempertimbangkan, dan 5,3% secara tegas menjawab "tidak" terhadap pernikahan. Tampaknya, saya sependapat dengan mayoritas jawaban gen Z pada survei ini  (Firdausi Adiwijaya, 2023)  Penurunan jumlah pernikahan di Indonesia menjadi perhatian utama dalam beberapa dekade terakhir. Survei yang dilakukan pada tahun 2017 oleh National Institute of Population and Social Security Research menunjukkan bahwa 22,6% wanita lajang dan 27,6% pria lajang tidak tertarik menjalin hubungan dengan orang yang sama jenisnya. Setelah itu, para peneliti melihat gejala resesi seks yang menjalar di Jepang. Indonesia terkena dampaknya.  Angka pernikahan di Indonesia juga menurun sejak 2024, menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS). Misalnya, DKI Jakarta mengalami penurunan sebesar 4.000, sementara Jawa Barat mengalami penurunan sebanyak 29.000. Penurunan serupa terjadi di Jawa Tengah sebesar 21.000, dan di Jawa Timur sebesar 13.000. Menurut data BPS, jumlah pernikahan di Indonesia sebanyak 1.577.255 pada tahun 2023, turun sebanyak 128.000 dibandingkan dengan tahun 2022, dan penurunan sebesar 28,63 persen dalam sepuluh tahun terakhir (Asihlestari, 2024).Generasi Z yang dikenal sebagai generasi digital navites (Rastati, 2018) telah memperhatikan fenomena "Marriage Is Scary" atau ketakutan terhadap pernikahan. Dengan meningkatnya penggunaan media sosial, , cerita tentang ketakutan dan kekhawatiran tentang pernikahan semakin terdengar. Pengalaman individu tidak hanya diwakili oleh konten ini, mereka juga menciptakan ruang diskusi yang luas tentang masalah komitmen jangka panjang dan bagaimana hal itu berdampak pada kehidupan pribadi seseorang. Selain itu, faktor-faktor seperti pendidikan, karir, gaya hidup, serta tekanan sosial dan budaya (Nanda Istiqomah, Winarto, 2024). Turut berperan dalam membentuk pandangan Generasi Z terhadap pernikahan. Pandangan mereka semakin dipengaruhi oleh perubahan nilai-nilai masyarakat yang meredefinisi makna dan tujuan pernikahan di era modern ini. Meskipun demikian, persepsi terhadap pernikahan tidak sepenuhnya negatif. Di satu sisi, tekanan untuk menikah di usia muda semakin berkurang, dan pernikahan pada usia yang lebih tua dianggap semakin lazim. Hubungan tanpa status pernikahan atau pacaran juga semakin diterima di masyarakat modern. Namun, di sisi lain masih ada faktor-faktor yang mendorong beberapa Generasi Z untuk menikah lebih cepat, seperti keinginan kuat untuk membangun keluarga dan pengaruh lingkungan sosial tempat mereka dibesarkan, yang mendorong mereka untuk mengikuti jejak orang-orang di sekitarnya (Riska Herliana & Khasanah Nur, 2023).Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis bagaimana faktor-faktor sosial, budaya, dan teknologi, khususnya media sosial, membentuk persepsi Generasi Z terhadap pernikahan. Secara spesifik, penelitian ini akan mengkaji bagaimana fenomena "Marriage is Scary" muncul dan berkembang di kalangan Generasi Z, serta faktor-faktor yang mendasari pandangan mereka yang cenderung menghindari atau menunda pernikahan. Selain itu, penelitian ini juga akan mengeksplorasi implikasi lebih luas dari perubahan persepsi ini terhadap institusi pernikahan dan dinamika sosial budaya di masa depan. Dengan kata lain, penelitian ini ingin memahami secara mendalam apa yang melatarbelakangi perubahan signifikan dalam pandangan generasi muda terhadap pernikahan, serta bagaimana perubahan ini akan membentuk masa depan institusi pernikahan. Oleh karena itu, penting untuk mengkaji lebih dalam bagaimana media sosial, nilai-nilai kontemporer, dan faktor lingkungan sosial membentuk pandangan Generasi Z terhadap fenomena "Marriage Is Scary". Penelitian ini tidak hanya bertujuan untuk memahami apa yang mendorong atau menghalangi mereka untuk menikah, tetapi juga untuk mengeksplorasi dampak lebih luas dari perubahan perspektif ini terhadap institusi pernikahan itu sendiri. Melalui pemahaman yang lebih baik mengenai pergeseran persepsi di kalangan Generasi Z, kita dapat melihat bagaimana fenomena ini berpotensi mempengaruhi dinamika sosial dan budaya di masa depa

    Perancangan Buku Ilustrasi Berjudul Di Balik Secangkir Kenikmatan Sebagai Edukasi Pengolahan Kopi

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini untuk merancang buku ilustrasi alat pengolahan biji kopi berjudul Di balik Secangkir Kenikmatan, untuk mengedukasi pembaca mengenai berbagai alat yang digunakan dalam pengolahan biji kopi, serta memberikan pemahaman tentang proses produksi kopi berkualitas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan cara mendapatkan data melalui studi literatur, observasi di Biak Coffee Shop. Perancangan buku ilustrasi ini dianggap relevan karena tidak ada pembahasan mengenai alat pengolahan biji kopi dari awal hingga akhir dalam bentuk visual seperti buku ilustrasi. Hasil dari penelitian ini, adalah buku ilustrasi yang terdiri dari 57 halaman, dengan menggunakan elemen- elemen seperti tata letak dominan visual (80% ilustrasi, 20% teks), skema warna hangat (cokelat, krem, hijau), serta tipografi utama menggunakan huruf Rockwell yang mudah dibaca. Posisioning buku ilustrasi ini adalah sebagai media edukasi visual yang menyajikan informasi terkait proses pengolahan kopi, dari pemilihan biji hingga penyeduhan, ditujukan untuk penggemar kopi, barista, pemilik kedai kopi, serta masyarakat umum berusia 20-25 tahun, di daerah perkotaan dengan budaya kopi yang berkembang. Buku ini direncanakan untuk didistribusikan melalui toko buku dan platform daring. Harapannya, melalui buku ilustrasi ini, pengetahuan dan apresiasi masyarakat terhadap alat dan proses pengolahan kopi di Indonesia dapat meningkat, serta mendukung praktik pengolahan kopi yang berkelanjutan dan mendorong generasi muda untuk lebih mengenal serta mengembangkan industri kopi lokal

    SOSIALISASI PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK MENJADI BIOGAS DI KAMPUNG MANTARENA, JAWA BARAT

    Get PDF
    Sampah organik merupakan salah satu permasalahan utama di wilayah padat penduduk, termasuk Kampung Mantarena, Kota Bogor, Jawa Barat. Pengelolaan sampah yang tidak optimal menyebabkan dampak negatif seperti pencemaran lingkungan dan risiko kesehatan. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang pengelolaan sampah organik melalui teknologi biogas. Mitra pengabdian adalah warga Kampung Mantarena yang sebagian besar menghasilkan limbah organik rumah tangga. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, diskusi partisipatif, dan evaluasi pengetahuan melalui kuesioner. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan masyarakat, di mana 85% responden memahami konsep biogas setelah sosialisasi dibandingkan 60% sebelumnya. Selain itu, 80% masyarakat mulai menyadari bahwa sampah organik dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi. Hasil ini menegaskan pentingnya pendekatan edukasi partisipatif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat. Sosialisasi ini tidak hanya memberikan wawasan baru kepada masyarakat, tetapi juga mendorong langkah awal menuju penerapan pengelolaan sampah organik yang berkelanjutan. Pentingnya hasil pengabdian ini terletak pada kontribusinya dalam mendukung pencapaian pembangunan berkelanjutan melalui mitigasi limbah organik dan penyediaan energi terbarukan. Organic waste is one of the major problems in densely populated areas, including Mantarena Village, Bogor City, West Java. Inefficient waste management causes negative impacts such as environmental pollution and health risks. This community service program aims to raise awareness and understanding of organic waste management through biogas technology. The target community comprises residents of Mantarena Village, who primarily produce household organic waste. The methods used include socialization, participatory discussions, and knowledge evaluation through questionnaires. The results show a significant increase in community knowledge, with 85% of respondents understanding the concept of biogas after the socialization compared to 60% before. Additionally, 80% of the community became aware that organic waste can be used as an energy source. These findings underline the importance of participatory education approaches in raising public awareness. This socialization not only provided new insights to the community but also encouraged initial steps toward sustainable organic waste management. The significance of these results lies in their contribution to achieving sustainable development goals by mitigating organic waste and promoting renewable energy utilization

    PKM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB DI PELITA HATI JAKARTA SELATAN

    Get PDF
    Belajar bahasa merupakan kegiatan yang dilakukan secara bertahap. Dalam pembelajaran bahasa diperlukan rancangan agar tujuan komunikasi berhasil. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini dilakukan untuk memberikan pelatihan penggunaan bahasa Arab dengan tepat dan benar di Yayasan Pelita Hati. Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa di Yayasan Pelita Hati dapat lebih memahami dan menggunakan bahasa Arab dalam komunikasi sehari-hari. Fokus utama dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah pengajaran teknik yang tepat untuk belajar bahasa Arab sehingga siswa tidak hanya mampu berbicara, tetapi juga memahami struktur dan makna bahasa Arab. Berdasarkan permasalahan utama mitra, solusi atas permasalahan yang di tawarkan kepada mitra adalah menerapkan metode pembelajaran bahasa Arab dengan teknik pengulangan, visualisasi, pendengaran, praktik, dan teknik mnemonik. Hasil yang di peroleh dalam program Abdimas ini adalah anak mampu berkomunikasi dengan keterampilan yang lebih baik dalam berbicara menggunakan bahasa Arab serta rasa percaya diri saat anak berbicara dengan bahasa Arab

    Legenda dalam Buku Kumpulan Cerita Rakyat Indramayu: Kajian Unsur Budaya

    Get PDF
    Legenda yang terdapat di Kabupaten Indramayu merupakan khazanah tradisi lisan yang memuat banyak unsur kebudayaan lokal. Saat ini, legenda-legenda tersebut tidak mendapat tempat yang layak di tengah masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi unsur budaya dalam lima legenda yang terdapat di Indramayu. Penelitian ini memakai metode kualitatif dengan pendekatan analisis isi. Data dalam penelitian ini berupa unsur budaya dalam lima legenda di Kabupaten Indramayu. Sumber data dalam penelitian ini berupa dua buku kumpulan cerita rakyat Indramayu. Teknik purposive sampling digunakan untuk mengambil sampel penelitian berupa buku kumpulan cerita rakyat. Data dikumpulkan dengan analisis dokumen. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber dan metode. Data dianalisis dengan teknik interaktif yang meliputi pengumpulan data, display data, kondensasi data,  dan penarikan simpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lima legenda yang terdapat di Indramayu memuat tujuh unsur kebudayaan meliputi: (1) penggunaan bahasa jawa dialek Indramayu; (2) sistem pengetahuan berupa pengetahuan membuka lahan, sistem irigasi, sayembara, dan penamaan suatu tempat; (3) sistem organisasi sosial berupa kerajaan dan padukuhan; (4) sistem peralatan hidup berupa perahu, weluku, kentongan, dan senjata keris; (5) sistem mata pencaharian berupa petani, nelayan, dan tabib; (6) sistem religi berupa kepercayaan terhadap keesaan Tuhan dan kepercayaan pada hal gaib; serta (7) tradisi berupa Ngarot, Sedekah Bumi, dan kesenian wayang kulit. Ketujuh unsur kebudayaan tersebut merepresentasikan asal-usul dan perkembangan budaya masyarakat Indramayu

    Development of E-Learning Physics Using Google Sites Assisted by Quizizz and PhET Simulations

    Get PDF
    The urgency of this research is driven by a range of issues encountered in the implementation of the Merdeka Curriculum, particularly concerning the development of valid, practical, effective, and efficient learning media based on E-Learning to facilitate the digitalization of schools. This is particularly relevant in the context of physics education, which demands a meticulous approach to deliver immersive learning experiences grounded in real-world phenomena. The primary objective of this study is to develop E-Learning physics using Google Sites assisted by Quizizz and PhET Simulations, that are valid, practical, and effective to enhance students' interest and engagement in learning physics. These efforts are particularly significant in the context of implementing the Merdeka Curriculum in Senior High Schools. The research methodology is Research and Development (R&D) through modification on steps of 4D Models into 3D Models (Define, Design, and Develop) with an additional quantitative descriptive analysis to gauge the extent of teacher competence in utilizing the developed products. The results show that E-Learning using Google Sites assisted by Quizizz and PhET Simulations have been validated using Gregory index, namely 0.69 for the internal consistency coefficient on the material and 0.76 for the internal consistency coefficient on the media, and proven to be effective in boosting student engagement and interest namely 82% approval rating for the media developed in the realm of physics learning , particularly within the framework of the Merdeka Curriculum

    Penerapan Emotional Freedom Technique (EFT) untuk Mengatasi Kebiasaan Mengompol pada Anak

    Get PDF
    Enuresis kebiasaan mengompol pada anak merupakan salah satu masalah perkembangan yang sering terjadi dan dapat berdampak negatif terhadap kepercayaan diri serta relasi sosial anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan Emotional Freedom Technique (EFT) sebagai intervensi alternatif untuk mengurangi frekuensi mengompol pada dua anak laki-laki bersaudara yang mengalami enuresis nokturnal. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan metode campuran sederhana, yakni pre-test dan post-test serta observasi kualitatif. Subjek pertama (4 tahun 4 bulan) menjalani EFT secara sadar dan aktif, sedangkan subjek kedua (3 tahun) menerima EFT saat sedang tidur. Intervensi dilakukan selama beberapa hari dengan prosedur EFT standar, meliputi penentuan setup statement dan tapping pada titik-titik meridian tertentu. Hasil menunjukkan adanya penurunan frekuensi mengompol pada kedua subjek, dengan efektivitas yang lebih signifikan pada subjek yang terlibat secara sadar dalam proses EFT. Temuan ini menunjukkan bahwa EFT dapat menjadi salah satu metode intervensi yang mudah diterapkan dan bersifat non-invasif untuk mengatasi enuresis pada anak. Penelitian ini merekomendasikan penerapan EFT oleh orang tua di rumah sebagai bentuk pemberdayaan keluarga dalam menangani masalah perkembangan anak

    625

    full texts

    1,647

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Official Journals of Universitas Indraprasta PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇