E-Journal Unismuh Palu - Universitas Muhammadiyah Palu
Not a member yet
4676 research outputs found
Sort by
Pengaruh Biaya Produksi Terhadap Pendapatan Pengrajin Tenun Yamamore’e Kab. Donggala : The Influence of Production Costs on Income of Yamamore’e Weavers, Donggala Regency
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Analisis Biaya Produksi Terhadap Pendapatan. Pengrajin Tenun Yamamore’e di Kabupaten Donggala.Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksplanatori. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 56 responden. Penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi linear sederhana dengan bantuan program SPSS dan menggunakan data yang bersumber dari responden dari Pengrajin tenun di Kabupaten Donggala.Hasil uji regresi linear sederhana diperoleh Y= 28,573 + 0,110x, yang berarti bahwa nilai konstanta sebesar 28,573 dengan koefisien regresi 0,110 yang menyatakan arah pengaruh variabel X terhadap Y bernilai positif dan nilai sig0,000<0,05 yang berarti bahwa biaya produksi berpengaruh signifikan terhadap pendapatan pengrajin tenun di Desa Towale Kecamatan Banawa Tengah Kabupaten Donggala. Adapun pengaruh variabel biaya produksi terhadap pendapatan pengrajin tenun ialah sebesar 56,7% sedangkan sisanya 43,3% dipengaruhi oleh objek lain.Kata Kunci : Motivasi, Iklim Organisasi dan Kinerja. 
Pelayanan Administrasi Kependudukan (Studi Komparatif Pemerintah Kelurahan dan Pemerintah Desa): Population Administration Services (Comparative Study of Sub-District Government and Village Government)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pelayanan administrasi kependudukan di dua wilayah yang berbeda, yaitu di kantor kelurahan dan kantor desa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini melihat proses administrasi kependudukan di dua wilayah administrasi pemerintahan yang berbeda, yaitu di wilayah kelurahan Mamboro dan wilayah desa Labuan Salumbone. Tahap awal dalam penelitian ini yaitu melakukan penelitian dengan mewawancarai langsung aparat pemerintah kelurahan dan aparat pemerintahan desa. Tahap selanjutnya yaitu melakukan studi komparatif terhadap dua hasil penelitian yang telah dilakukan. Adapun tahap terakhir yaitu melakukan analisis terkait pelayanan administrasi kependudukan di dua wilayah pemerintahan tersebut. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa pelayanan administrasi kependudukan di kelurahan mamboro dan di Desa Labuan Salumbone belum berjalan dengan baik. Pelayanan administrasi kependudukan di Kelurahan Mamboro memiliki kekurangan dari segi Assurance. Aparat kelurahan mamboro tidak memiliki soft skill yang dapat meyakinkan masyarakat dalam pengurusan administrasi kependudukan di kelurahan mamboro, sehingga hal tersebut secara tidak langsung mengganggu kecepatan pelayanan karena adanya proses interaksi berlebihan yang tidak berhubungan dengan pelayanan administrasi kependudukan. Sedangkan pelayanan administrasi kependudukan di Desa Labuan Salumbone memiliki kekurangan dari segi Responsiveness disebabkan adanya sikap dari sebagian aparat desa yang menunda pekerjaan. Selain itu, temuan penelitian memperlihatkan bahwa adanya perbedaan yang signifikan dari wewenang Kelurahan dan Desa. Perbedaan tersebut dilandasi regulasi yang mengatur pelayanan administrasi kependudukan itu sendiri. Misalkan proses penerbitan KTP dan Kartu Keluarga, Kelurahan Mamboro tidak dapat menerbitkan KTP dan Kartu Keluarga karena tidak memiliki wewenang, sehingga Masyarakat akan diarahkan ke Kantor Camat Palu Utara atau diarahkan langsung ke Disdukcapil Kota Palu. Sedangkan di Desa Labuan Salumbone, mereka diberikan wewenang dalam menerbitkan KTP dan Kartu Keluarga bagi Masyarakat berdasarkan delegasi yang diberikan oleh Disdukcapil Kabupaten Donggala dan diperkuat dengan adanya regulasi yang mengatur hal tersebu
Kajian Literatur: Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Mutu Layanan Kesehatan di Rumah Sakit: Literature Review: Factors Affecting the Quality of Health Services in Hospitals
Mutu layanan kesehatan di rumah sakit memegang peranan yang sangat penting dalam sistem pelayanan kesehatan. Tujuan penelitian untuk menyajikan berbagai faktor yang mempengaruhi mutu layanan kesehatan di rumah sakit. Dengan memahami faktor-faktor ini, kita dapat melihat bagaimana berbagai elemen, baik yang bersifat internal maupun eksternal, dapat berkontribusi dalam menciptakan layanan yang berkualitas. Metode penelitian menggunakan pendekatan studi literatur (literature review) bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi mutu layanan kesehatan di rumah sakit peneliti mengakses berbagai sumber akademik yang terpercaya, termasuk jurnal nasional terakreditasi, artikel ilmiah, buku teks, dan laporan penelitian dari database seperti Google Scholar, ResearchGate, Garuda, dan Perpusnas. Faktor-faktor yang mempengaruhi mutu layanan kesehatan mencakup sumber daya manusia, fasilitas dan infrastruktur, manajemen rumah sakit, kepuasan pasien, proses pelayanan, serta budaya dan etika profesi. Mutu layanan yang tinggi berkontribusi langsung terhadap peningkatan kepuasan pasien dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas pelayanan secara komprehensif, baik dari sisi teknis medis maupun dari pendekatan pelayanan berbasis kebutuhan dan karakteristik pasien
Hubungan Hygiene Factors dan Motivation Factors dengan Kepatuhan Pengisian Berkas Rekam Medis Di Instalasi Rawat Inap RSUD dr. Hasri Ainun Habibie: Relationship Between Hygiene Factors and Motivation Factors with Compliance in Completing Medical Records at the Inpatient Installation of Regional Public Hospital (RSUD) of dr. Hasri Ainun Habibie
Rekam medis merupakan berkas yang berisikan catatan dan dokumen tentang identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan hygiene factors dan motivation factors dengan kepatuhan pengisian berkas rekam medis di Instalasi Rawat Inap RSUD dr. Hasri Ainun Habibie. Jenis penelitian adalah survei analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian yaitu seluruh bidan dan perawat di Instalasi Rawat Inap RSUD dr. Hasri Ainun Habibie yang berjumlah 75 orang. Jumlah sampel sama dengan jumlah populasi diambil menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Data dianalisis dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara hygiene factors dengan kepatuhan pengisian rekam medis (p-value=0,002 <0,05), ada hubungan motivation factors dengan kepatuhan pengisian rekam medis (p-value=0,00 <0,05). Disimpulkan ada hubungan hygiene factors dan motivation factors dengan kepatuhan pengisian rekam medis di Instalasi Rawat Inap RSUD dr. Hasri Ainun Habibie. Disarankan untuk instansi terkait agar dapat memberikan pelatihan dan melakukan pengevaluasian secara berkala
Analisis Pengaruh Metode Abdominal Stretching Exercise Terhadap Penurunan Dismenore Primer pada Remaja Putri di SMAN 2 Kota Gorontalo: Analysis of the Effect of Abdominal Stretching Exercise Method in Reducing Primary Dysmenorrhea in Adolescent Females at SMAN 2 Kota Gorontal
Dismenore atau nyeri haid merupakan keluhan yang sering dialami pada remaja putri tepatnya di perut bagian bawah dan sering menjalar ke bagian belakang. Berdasarkan data World Health Organization (WHO) tahun 2020, kejadian dismenorea adalah 1.769.425 (90%) wanita yang menderita dismenore. Penanganannya terbagi menjadi metode farmakologis dan non-farmakologis. Salah satu metode non- farmakologis yang dapat diterapkan adalah abdominal stretching exercise. Adapun rumusan masalah penelitian ini untuk melihat perbedaan tingkat dismenore pada siswi sebelum dan sesudah melakukan metode abdominal streching exercise. Tujuan penelitian untuk menganalisis pengaruh metode abdominal stretching exercise terhadap penurunan dismenore primer pada remaja putri di SMAN 2 Gorontalo. Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian quasi experimen menggunakan desain penelitian One-Group Pretest-Posttest. Instrumen yang digunakan kuesioner. Populasi dalam penelitian ini seluruh siswi kelas X sebanyak 209 siswi dan sampel yang digunakan sejumlah 30 responden melalui teknik pengambilan sampling yaitu purposive sampling. Teknik analisis data menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh metode abdominal stretching exercise terhadap penurunan tingkat dismenore pada remaja putri di SMAN 2 Gorontalo dengan signifikansi sebesar 0,000 lebih kecil dari taraf signifikansi 5% (?? 0,05)
Dilema Sistem Merit sebagai Instrumen Pencegahan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme dalam Pengisian Jabatan di Pemerintahan Daerah: The Dilemma of the Merit System as an Instrument to Prevent Corruption, Collusion, and Nepotism in Local Government Appointments
Tulisan ini menganalisis dilema penerapan sistem merit sebagai instrumen pencegahan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) dalam pengisian jabatan di pemerintahan daerah. Sistem merit, yang secara normatif menjadi fondasi utama tata kelola ASN berbasis kompetensi dan kinerja, kerap kali dihadapkan pada realitas lemahnya pengawasan dan intervensi politik. Pembubaran Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) melalui Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara memperparah kondisi tersebut dengan menimbulkan kekosongan dalam mekanisme pengawasan eksternal. Penelitian ini menggunakan pendekatan hukum normatif dengan metode analisis deskriptif, melalui studi pustaka terhadap regulasi yang berlaku dan studi kasus praktik di daerah. Hasilnya menunjukkan bahwa sistem merit masih rentan dimanipulasi, terutama dalam konteks budaya birokrasi daerah yang sarat patronase politik. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kerangka regulasi dan pengawasan serta integrasi nilai-nilai etika birokrasi untuk memastikan sistem merit benar-benar menjadi penghalang KKN
Hubungan Preeklamsia Dengan Kejadian Intra Uterine Fetal Death (IUFD) di RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe Kota Gorontalo : Relationship Between Preeklamsia and Intra Uterine Fetal Death (IUFD) Occurrences At Prof. Dr. H. Aloei Saboe Hospital Kota Gorontalo
Kehamilan dapat mengalami komplikasi serius seperti Intra Uterine Fetal Death (IUFD), yang turut meningkatkan angka kematian ibu dan bayi. Salah satu faktor risiko IUFD adalah preeklamsia, yakni hipertensi setelah usia kehamilan 20 minggu. Informasi dari perawat ruang VK RSUD Prof Dr. H. Aloei Saboe Kota Gorontalo, sebanyak 120 kasus preeklamsia dan 33 kasus IUFD selama tahun 2022 hingga 2024. Penelitian ini menggunakan kuantitatif retrospektif dengan pendekatan cross-sectional. Varibel dalam penelitian ini terdiri dari variabel independen preeklamsia dan variabel dependen kejadian intra uterine fetal death (IUFD). Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan populasi sebanyak 120 sampel. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan lembar observasi dan uji Chi-Square untuk analisa data dengan hasil p-value 0,319 yang artinya tidak ada hubungan antara preeklamsia dengan kejadian intra uterine fetal death (IUFD) di RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe Kota Gorontalo. Kesimpulannya tidak terdapat hubungan yang signifikan antara preeklamsia dengan kejadian intra uterine fetal death (IUFD) di RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe Kota Gorontalo. Oleh karena itu, penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi peneliti selanjutnya untuk melakukan penelitian lanjutan dengan mengeksplorasi variabel lain yang berperan dalam kejadian IUFD
Peran Dewan Komisaris Dalam Implementasi Prinsip-Prinsip Good Corporate Governance Untuk Memperkuat Sistem Pengendalian Internal: Studi Pada Pt Kereta API Indonesia: The Role of the Board of Commissioners in the Implementation of Good Corporate Governance Principles to Strengthen the Internal Control System: A Study of PT Kereta API Indonesia
Dalam beberapa tahun terakhir, penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) dinilai krusial untuk memperkuat sistem pengendalian internal di perusahaan BUMN, seperti PT Kereta Api Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Dewan Komisaris dalam mengimplementasikan prinsip-prinsip GCG—termasuk komponen COSO—untuk meningkatkan efektivitas pengendalian internal. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan metode studi pustaka, data sekunder dikumpulkan dari jurnal ilmiah, prinsip GCG global, serta laporan korporasi yang relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa Dewan Komisaris secara aktif menetapkan lingkungan pengendalian yang berbasis etika, mengawasi penilaian risiko dan aktivitas pengendalian, memastikan kualitas informasi dan komunikasi, serta memantau efektivitas sistem pengendalian internal. Kesimpulannya, keterlibatan Dewan Komisaris yang berkualitas dan independen terbukti signifikan dalam memperkuat tata kelola dan keamanan operasional perusahaan
Tanggung Jawab Perdata Notaris Terhadap Akta yang Dibuatnya: Civil Liability of Notaries for Deeds They Make
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana tanggung jawab notaris secara perdata terhadap akta yang sudah dibuatnya, serta mengetahui dan mengkaji bagaimana bentuk tanggung jawab Notaris secara perdata terhadap akta yang dibuat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan kajian pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa notaris bertanggung jawab secara perdata terhadap akta yang dibuatnya jika ada unsur perbuatan melawan hukum menurut pasal 1365 KUHPerdata, pihak lain yang mengalami kerugian dapat menggugat notaris secara perdata untuk mendapat ganti kerugian yang ditimbulkan dari perbuatan melawan hukum oleh notaris, tapi sebelum notaris dijatuhi sanksi perdata, harus dibuktikan terlebih dahulu bahwa telah adanya perbuatan melawan hukum dan menimbulkan kerugian bagi pihak lain
Perlindungan Hukum Second Opinion Sebagai Hak Pasien: Legal Protection of Second Opinion as a Patient's Right
Second option merupakan hak pasien yang mencerminkan prinsip otonomi dan keselamatan dalam pelayanan kesehatan sebagaimana diatur dalam Pasal 276 huruf f Undang-Undang nomer 17 tahun 2023 tentang Kesehatan. Hak untuk mencari second opinion adalah bagian tak terpisahkan dari perlindungan hukum pasien dalam sistem pelayanan kesehatan. Landasan hukumnya di Indonesia sudah cukup kuat, terutama dengan adanya Undang-Undang Rumah Sakit yang secara eksplisit mengaturnya. Dengan melakukan kajian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan kasus. Ditelusuri bagaimana Mengimplementasikan hak ini secara optimal bukan hanya memberdayakan pasien untuk membuat keputusan medis yang lebih baik, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kualitas pelayanan kesehatan secara keseluruhan. Simpulan didapat bahwa, diperlukan upaya berkelanjutan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, fasilitas kesehatan, tenaga medis, dan masyarakat, untuk memastikan hak second opinion dapat diakses dan dimanfaatkan secara efektif demi terwujudnya pelayanan kesehatan yang berpusat pada pasien