E-Journal Unismuh Palu - Universitas Muhammadiyah Palu
Not a member yet
4676 research outputs found
Sort by
Implementasi Metode Make A Match dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa: Implementation of Make A Match Method in Improving Student Learning Motivation
Tujuan penelitian ini adalah: Mendeskripsikan hasil dari penerapan metode Make A Match dapat meningkatkan motivasi belajar pelajaran pendidikan agama islam dan budi pekerti siswa di kelas VIID SMPN 14 Jember tahun pelajaran 2023/2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas (PTK), subjyek penelitian terdiri dari 32 siswa kelas VIID. Lokasi penelitian ini dilakukan di SMPN 14 Jember. Adapun penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus, di mana setiap siklus mengikuti prosedur perencanaan, tindakan, observasi, refleksi. Teknik pengumpulan data yang menggunakan observasi, angket (kuesioner), wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil analisis data pada tahap pra siklus perolehan rata-rata angket motivasi belajar siswa dengan presentase sebesar 73%. Dari hasil analisis data pada tahap siklus I diperoleh rata-rata presentase angket motivasi belajar siswa sebesar 75%. Sedangkan pada tahapan siklus II diperoleh rata-rata presentase hasil angket motivasi belajar siswa sebesar 79%. Dari hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa penerapan metode Make A Match dapat meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran pendidikan agama islam dan budi pekerti di kelas VIID SMPN 14 Jember tahun ajaran 2023/2024. 
Kajian Teoritis Termodinamika pada Proses Ekspansi Gas Ideal: Theoretical Study of Thermodynamics on Ideal Gas Expansion Process
Penelitian ini membahas penerapan hukum pertama dan kedua termodinamika dalam proses ekspansi gas ideal, dengan fokus pada proses isotermal dan adiabatik. Ekspansi isotermal terjadi pada suhu konstan, di mana energi dalam gas tetap, dan seluruh perubahan energi dialihkan sebagai kerja atau panas. Sebaliknya, pada ekspansi adiabatik, tidak ada pertukaran panas antara gas dan lingkungan, sehingga perubahan energi internal menyebabkan perubahan suhu. Penelitian ini memberikan analisis teoretis mengenai perubahan parameter seperti tekanan, volume, dan suhu, serta implikasinya pada pengembangan teknologi efisien seperti mesin kalor dan sistem pendinginan. Studi ini juga membahas relevansi model gas ideal dalam konteks teknologi industri serta peluang untuk penelitian lebih lanjut, khususnya dalam mempelajari gas non-ideal melalui simulasi dan eksperimen
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Keluhan Sick Building Syndrome pada Pegawai Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gorontalo: Factors Related to Sick Building Syndrome Complaints in Employees of the Library and Archives Service of Gorontalo Regency
Sick Building Syndrome (SBS) merupakan salah satu penyakit diakibatkan oleh lingkungan kerja. Observasi awal yang dilakukan pada lingkungan kerja Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kab. Gorontalo didapati adanya potensi yang beresiko menjadi penyebab utama SBS. Hal perlu mendapat perhatian khusus karena lingkungan kerja menjadi tolak ukur yang menentukan kesehatan dari para pekerja. Tujuan penelitian mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan sick building syndrome pada pegawai Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Kabupaten Gorontalo. Jenis penelitian kuantitatif, metode penelitian observasional analitik pendekatan dengan cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah pegawai Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gorontalo yang berjumlah 41 orang menggunakan total sampling. Hasil penelitian, faktor yang memiliki hubungan signifikan dengan keluhan SBS yaitu kadar debu (p-value = 0.049) dan keberadaan bakteri staphylococcus (p-value = 0,000) sedangkan faktor suhu (p-value = 0,128) dan kelembaban (p-value = 0,633). Tidak memiliki hubungan dengan keluhan SBS. Dari faktor-faktor yang diteliti terdapat satu faktor yang tidak dapat diketahui memiliki hubungan atau tidak dengan keluhan SBS yaitu jumlah bakteri. Jumlah bakteri yang bersifat konstan yakni diperoleh jumlah bakteri rata-rata pada 16 CFU/m3 dengan jumlah bakteri minimum 2 CFU/m3 dan maksimal 35 CFU/m3. Kesimpulan ada hubungan antara kadar debu dan keberadaan bakteri dengan keluhan SBS. Saran untuk instansi terkait untuk lebih memperhatikan kualitas udara di dalam ruangan secara berkala dan untuk pegawai agar tetap menjaga mempertahankan kesehatan diri agar tidak mudah terpajan gejala SBS. 
Analisis Faktor Risiko dan Upaya Pencegahan Malaria di Kecamatan Medan Labuhan: Analysis of Risk Factors and Malaria Prevention Efforts in Medan Labuhan District
Malaria merupakan salah satu penyakit yang umum terjadi wilayah pesisir. Parasit Plasmodium menularkan penyakit melalui gigitan nyamuk Anopheles betina yang terinfeksi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor risiko utama termasuk lingkungan, perilaku masyarakat dan akses terhadap layanan ke kesehatan serta upaya pencegahan penyakit yang efektif. Metode penelitian bersifat deskriptif yaitu metode yang menggambarkan keadaan atau karakteristik suatu objek atau fenomena yang sedang diteliti. Studi ini menunjukkan bahwa sanitasi yang buruk, air yang tergenang, dan kurangnya pengetahuan masyarakat menjadi faktor utama penyebaran penyakit malaria. Upaya pencegahan yang dilakukan antara lain dengan meningkatkan pendidikan kesehatan, penyediaan kelambu, pengelolaan lingkungan, dan akses terhadap layanan kesehatan. Studi ini memberikan wawasan penting bagi pengambil kebijakan dalam menekan angka malaria di daerah tersebut
Relevansi Konsep Mubadalah Dalam Relasi Suami-Istri Menurut Hukum Keluarga Islam: The Relevance of the Concept of Mubadalah in Husband-Wife Relations According to Islamic Family Law
Konsep mubadalah (pertukaran peran) dalam hubungan suami-istri memiliki relevansi yang signifikan dalam konteks hukum keluarga Islam yang terus berkembang. Dengan adanya perubahan sosial dan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan hubungan yang lebih setara dan harmonis dalam kehidupan rumah tangga, pemahaman tentang peran dan tanggung jawab masing-masing pasangan suami istri menjadi semakin penting. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis relevansi konsep mubadalah dalam perspektif hukum keluarga Islam, yang menekankan pentingnya kesetaraan dan saling pengertian antara suami dan istri dalam menciptakan keluarga yang adil dan harmonis. Pembahasan dalam tulisan ini akan fokus pada penerapan konsep mubadalah dalam hubungan suami-istri, urgensi kesetaraan hak dan kewajiban, serta dampaknya terhadap kehidupan rumah tangga
PENERAPAN HUKUM TERHADAP TINDAK KEJAHATAN PERJUDIAN ONLINE BERDASARKAN UNDANG-UNDANG INFORMASI DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK DI KABUPATEN GORONTALO UTARA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Penerapan Hukum Terhadap Tindak Kejahatan Perjudian Online Berdasarkan Undang-Undang Informasi Dan Transaksi Elektronik Di Kabupaten Gorontalo Utara (2) Faktor penghambat Penerapan Hukum Terhadap Tindak Kejahatan Perjudian Online Berdasarkan Undang-Undang Informasi Dan Transaksi Elektronik Di Kabupaten Gorontalo Utara.
Metode yang digunakan penulis dalam Penelitian hukum ini adalah jenis penelitian hukum Normatif-Empiris penelitian hukum ini merupakan jenis yang menggunakan data sekunder (dari perpustakaan) dan didukung oleh data primer berdasarkan penelitian lapangan, seperti observasi, wawancara, dan suvei.
Berdasarkan hasil pembahasan yang telah disusun oleh penulis, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa; (1). Pertama, upaya pencegahan yang dilakukan melalui sosialisasi kepada masyarakat dan pemblokiran situs-situs terindikasi judi online. Kedua, penegakan hukum yang dilakukan dengan menindak tegas pelaku kejahatan judi online. (2). Faktor penghambat Substansi Hukum, Sturuktur Hukum dan Budaya Hukum
Peran Kepolisian Dalam Penegakkan Hukum Terhadap Kejahatan Perjudian Online (1) Agar pihak Kepolisian di Provinsi Gorontalo meningkatkan sosialisasi tentang dampak negatif judi online melalui seminar dan kampanye media sosial. (2) Substansi hukum perlu diperjelas dengan definisi dan sanksi tegas. Koordinasi antar lembaga penegak hukum harus ditingkatkan melalui tim khusus yang melibatkan Kepolisian, Bareskrim, dan Kementerian Komunikasi dan Informatika. Masyarakat juga perlu diedukasi tentang bahaya judi online melalui kampanye kesadaran hukum dengan tokoh masyarakat untuk mendorong partisipasi dalam penegakan huku
Novel Insight on Organoleptic Water Quality and Menstrual Hygiene at Secondary Schools: A Cross-Sectional Study in Batanghari Regency, Sumatera, Indonesia
Introduction: Menstrual hygiene management (MHM) practices among female students in Indonesia remain low (35.9%), increasing the risk of urinary tract and reproductive infections. While access to water is commonly studied in relation to MHM, few studies in Southeast Asia have examined how the sensory quality of water (organoleptic properties) influences hygiene behaviors. This study addresses that gap by analyzing the relationship between organoleptic water quality and MHM in schools among female students in Batanghari Regency.
Methods: A cross-sectional study was conducted with 342 female students from 93 secondary schools in Batanghari Regency. Data were analyzed using chi-square test and binary logistic regression.
Results: Although 60.5% of female students attended schools with good organoleptic water quality, only 36.5% practiced good MHM at school. MHM at schools were associated with organoleptic water quality; water availability; soap availability; availability of safe toilets; availability of closed waste bins, parental support; teacher support; friend support; maternal education, paternal education, and knowledge. Furthermore, a significant relationship was found between organoleptic water quality interacting with availability of safe toilets for MHM after controlling for confounding variables (AOR: 3.987-26.710).
Conclusion: Good MHM practices among female students are low. Schools and authorities should improve WASH facilities, protect water sources, and ensure toilets safety. Communication channels should allow students to report issues promptly. Teacher training on menstrual health should be prioritized, and menstrual health education should be integrated into the curriculum to improve knowledge, reduce stigma, and empower female students
Comparative Analysis of Patient Safety Culture Among Trained and Untrained Staff at the Educational Dental and Oral Hospital in Semarang: Cross-Sectional Study
Introduction: Patient safety (PS) is crucial to healthcare services, including in dental practice. A good patient safety culture can reduce adverse events and improve the quality of care. Patient safety training is one strategy to improve safety culture. However, there are still gaps in the implementation of patient safety culture (PSC). This study aims to analyze the differences in patient safety culture between staff who have received patient safety training and those who have not.
Methods: This study was cross-sectional using the Hospital Survey on Patient Safety Culture (HSOPSC) questionnaire. Participants were staff at the Dental and Oral Hospital of the University of Muhammadiyah Semarang who met the inclusion criteria. Data were collected for two weeks, and statistical analysis was performed using the Mann-Whitney test to compare differences in patient safety culture between groups that had received training and those that had not.
Results: Of the 12 dimensions of patient safety culture, teamwork within the unit (89.6 %) and organizational learning–continuous improvement (85.8%) had the highest positive response rates. In contrast, the dimensions of staffing (35.4 % ) and openness of communication (36.2%) recorded the lowest positive responses. Staff who had attended patient safety training showed a higher positive response than those who had not, but the results of the difference in mean scores with 95% confidence intervals (CI) proved to be statistically insignificant (p = 0.563).
Conclusion: Patient safety training increased the perception of safety culture, although there was no significant difference in scores between staff who had and had not attended training. A supportive work environment and good teamwork are essential in shaping a patient safety culture. Hospitals should consider strategies to increase staffing so that they are not working in “crisis mode” to maintain patient safety and to support the Indonesian Ministry of Health and WHO Patient Safety Action Plan.  
The Role of Villlage Government and Benefits (MTQ) Musabaqah Tilawatil Qur’an Towards Change Management Balinggi District Parigi Moutung Regency
Balinggi District achieved a brilliant accomplishment by winning the Overall Champion title at the 18th Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) at the Regency Level of Parigi Moutong (Parimo) in 2024, held from December 16 to 21, 2024. This study aims to: (1) examine the role of MTQ as a means of implementing and understanding the Qur’an in daily life, (2) describe community participation in preserving the Qur’an as a life guide, and (3) analyze the government’s role in enhancing interfaith harmony. The research uses a qualitative-quantitative descriptive method without hypotheses (Andra Tersiana, 2023), with data collected through surveys and interview questionnaires involving 50 respondents. The findings reveal: (A) Respondent demographics were predominantly male (64%), aged 41–50, with high school/bachelor’s education, working as civil servants/non-civil servants (62%), and earning middle-income (72%). (B) The village government’s role in preparing venues and supporting MTQ performance was highly rated, with 74% of respondents strongly agreeing. (C) The district government’s efforts in improving collaboration and service quality for MTQ received positive feedback, with 68% strongly agreeing. (D) The Religious Affairs Office’s (Kemenag) provision of MTQ facilities was deemed satisfactory, with 76% strongly agreeing. The study concludes that MTQ serves not only as a competition but also as a platform for religious reinforcement, community engagement, and government synergy in fostering social harmony
Pengaruh Perbedaan Jenis Bahan Baku Terhadap Mutu Fisikokimia Dan Organoleptik Tahu Susu: The Effect of Different Types of Raw Materials on the Physiochemical And Organoleptic Properties of Milk Tofu
Tahu susu merupakan produk olahan dari susu yang memiliki tekstur halus dan menyerupai keju. Perbedaan jenis bahan baku yang digunakan dapat mempengaruhi kualitas tahu susu. Kajian mengenai perbedaan jenis bahan baku belum banyak dilaporkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutu fisikokimia (rendemen, kadar protein, dan kadar air) dan organoleptik (warna, rasa, aroma, dan tekstur) tahu susu dengan dua jenis bahan baku susu (susu sapi dan kambing) yang berbeda. Penelitian ini menggunakan Paired Sample T-Test yang terdiri dari dua perlakuan dan 5 ulangan sehingga diperoleh 10 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa perbedaan bahan baku susu memberikan pengaruh yang signifikan terhadap rendemen, kadar protein, dan warna tahu susu. Namun perbedaan bahan baku susu tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kadar air, aroma, rasa, dan tekstur (kekenyalan) tahu susu. Tahu susu sapi memiliki warna agak putih, aroma khas susu sapi, tekstur kenyal, dan rasa tidak asam. Tahu susu kambing memiliki warna sedikit kekuningan, beraroma susu, tekstur kenyal, dan rasa tidak asam