E-Journal Unismuh Palu - Universitas Muhammadiyah Palu
Not a member yet
    4676 research outputs found

    Analisis Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Stres Kerja pada Pekerja Industri Mebel Kecamatan Dungingi Kota Gorontalo: The Factors Related to Work Stress Experienced by Workers in the Furniture Industry in Dungingi Sub-District, Gorontalo City

    No full text
    Stres kerja diartikan sebagai suatu kondisi yang muncul saat terjadi interaksi antar manusia dan pekerjaan dan di tandai  dengan perubahan pada manusia yang memaksa mereka untuk berperilaku menyimpang dari perilaku normal mereka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan stres kerja yang dialami oleh pekerja yang ada di industri mebel Kecamatan Dungingi Kota Gorontalo. Populasi penelitian sebanyak 102 orang, dengan rumus slovin didapat 80 orang sampel. Variabel independen penelitian ini yaitu usia, masa kerja, lama kerja, kebiasaan sarapan sebelum bekerja, dan kebisingan. Variabel dependen yakni stres kerja. Jenis penelitian menggunakan metode kuantitatif dan suvey analitik, dengan pendekatan cross cestional. Teknik analisis data menggunakan uji statistik Chi-square, untuk mengetahui hubungan antara variable independen dan dependen. Hasil penelitian didapat ada hubungan antara variabel usia, masa kerja, dan lama kerja dengan stress kerja, kemudian tidak terdapat hubungan antara kebiasaan sarapan sebelum bekerja dan kebisingan dengan stres kerja yang dialami oleh pekerja mebel yang ada di Kecamatan Dungingi Kota Gorontalo. Disarankan bagi pemilik mebel untuk dapat mengatur jam kerja, melakukan safety talk sebelum bekerja, dan lebih memperhatikan penggunaan APD guna mencegah terjadinya kecelakaan kerja

    Pengaruh Penyuluhan terhadap Peningkatan Pengetahuan dan Perubahan Sikap serta Tindakan Masyarakat terhadap Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS): The Influence of Health Education on the Improvement of Knowledge and Changes in Attitudes and Actions of the Society towards Clean and Healthy Living Behaviour (CLBH)

    No full text
    Faktor yang mempengaruhi derajat kesehatan ialah perilaku dan lingkungan. Perilaku atau gaya hidup yang baik dan positif dapat mencerminkan kualitas hidup yang sehat. Sedangkan lingkungan yang terlihat bersih menandakan perilaku masyarakat yang menerapkan gaya hidup sehat. Berdasarkan data tahun 2023 di Wilayah Kerja Puskesmas Kamaipura kasus ISPA dan Diare masih sangat tinggi  yang menunjukkan bahwa Perilaku hidup bersih dan sehat masyarakat masih kurang maka dilaksanakanlah penelitian dengan  judul Pengaruh Penyuluhan Terhadap Peningkatan Pengetahuan, Perubahan Sikap Dan Tindakan Terhadap Penerapan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Masyarakat Dusun 1 Desa Sibalaya Selatan. Tujuan dari kegiatan ini adalah mengedukasi masyarakat untuk melakukan perubahan perilaku gaya hidup yang lebih bersih dan sehat, dengan menerapkan PHBS, individu dapat mengurangi risiko terpapar penyakit, baik penyakit menular maupun penyakit tidak menular, dan menjaga kesehatan tubuh agar tetap optimal. Metode penelitian ini adalah preexperimental design dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 30 responden, teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan bivariat dengan uji paired sample t-test (uji-t berpasangan) dimana hasil uji normalitas pada setiap varibel menunjukan nilai lebih dari 0.05.  Hasil analisis data menunjukkan nilai p-value = 0,000  (?<  0,05) bahwa ada pengaruh penyuluhan. yang diberikan terhadap tingkat pengetahuan, sikap dan tindakan responden.  Hal ini juga dapat dilihat dari peningkatan nilai Mean sebanyak 4,10 yaitu dari 4,80 menjadi 8,90 (pengetahuna), dari 38,13 menjadi 42,80 (sikap), dari 24,90 menjadi 28,33 (tindakan). Hasil yang diperoleh ini menunjukkan adanya perbedaan pengetahuan, sikap dan tindakan sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan. Saran bagi Pemerintah Desa kiranya dapat berkontribusi dan berkolaborasi dengan Puskesmas Tanambulava dalam peningkatan PHBS di Desa Sibalaya Selatan

    Gambaran Tingkat Kecemasan Pasien Pre Operasi Katarak Di Rumah Sakit Umum Anutapura Palu

    No full text
    Katarak merupakan keadaan dimana lensa mata bersifat opasitas (tidak tembus cahaya) dan merupakan penyebab dominan masalah sosio-medis yaitu kebutaan di seluruh dunia. Penyebab utama katarak adalah usia, tetapi banyak hal lain yang terlibat seperti faktor keturunan, kongenital, penyakit sistemik, penggunaan obat tertentu khususnya steroid dan gangguan pertumbuhan. Satu-satunya terapi untuk penderita katarak adalah operasi atau pembedahan. Pembedahan pada penyakit katarak saat ini bisa dilakukan dalam beberapa menit saja, namun bagi sebagian orang pembedahan menjadi salah satu stressor bagi mereka. Dimana sebuah stressor ini dapat menimbulkan rasa cemas pada klien. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif melalui penelitian deskriptif untuk mngetahui gambaran tingkat kecemasan pasien pre operasi katarak Sampel dalam penelitian ini berjumlah 41 orang. Hasil penelitian didapatkan bahwa dari 41 responden, sebagian besar yaitu 18 orang (43,90%) mengalami kecemasan sedang, 26,83 % mengalami kecemasan sedang, 19,51% mengalami kecemasan berat dan sebagian kecil yaitu 9,76% tidak mengalami kecemasan (normal). Kesimpulan dari hasil penelitian ini sebagian besar responden yaitu 18 orang (43,90%) mengalami kecemasan sedang. Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan referensi bagi mahasiswa lainnya untuk pengembangan penelitian selanjutnya, bagi RSU Anutapura Palu sebagai salah satu cara meningkatkan pemberian edukasi kesehatan dan mempertahankan perencanaan keperawatan pada pasien pre operasi katarak agar tingkat kecemasan dapat diturunkan

    Implementasi Manajemen Hipertermi Dengan Masalah Hipertermi Pada Pasien Anak Dengan Dbd Di Rs Bhayangkara Palu Polda Sulteng: Implementation of Hyperthermia Management with Hyperthermia Problems in Child Patients with Dengue Fever at Bhayangkara Hospital, Palu, Central Sulawesi Regional Police

    No full text
    Penyakit demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypeti, yang ditandai dengan demam mendadak 2 sampai 7 hari tanpa penyebab yang jelas, lemah, lesu, gelisah, nyeri ulu hati, di sertai tanda pendarahan (petekie, lebam/echymosis atau ruam purapura). Untuk menerapkan Implementasi Manajemen Hipertermi Dengan Masalah Hipertermi Pada Pasien Anak Dengan DBD Di RS Bhayangkara Palu Polda Sulteng. Desain studi kasus yang digunakan merupakan studi kasus deskriptif, studi kasus menurut (AIPVIKI, 2023) adalah jenis studi yang memberikan deskriptif suatu kasus tertentu, dan membutuhkan peneliti untuk memulai penelitian untuk menggunakan teori deskriptif untuk menjelaskan desain penelitian secara terperinci. Penelitian ini di tunjukan untuk mengetahui hasil implementasi manajemen hipertermi dengan masalah hipertermi pada pasien anak dengan DBD di RS Bhayangkara Palu Polda Sulteng. Hasil studi kasus ini setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3x24 jam evaluasi yang didapatkan selama 3 hari pada hari pertama suhu 38°C dan pada hari ketiga suhu tubuh menjadi normal yaitu 36°C

    Investigating the Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) of EFL Teachers Based on School Status and Teachers Status at SMA/MA of Pangkep Regency

    No full text
    This study aims to describe the understanding and implementation of TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge) among English teachers in high schools in Pangkep District, focusing on differences based on teacher status and school status. TPACK is a framework that integrates three main components: content knowledge, pedagogical knowledge, and technological knowledge, which are essential for teachers to effectively teach in the digital era. This study uses a quantitative approach with a survey design, involving 58 English teachers from various high schools and madrasahs (Islamic schools) in Pangkep District as a sample, consisting of 34 public schools and 10 private schools. Data were collected using a questionnaire that measures the TPACK dimensions, as well as information regarding teacher status (certified and non-certified) and school status (public or private). The analysis results show that there is no significant difference in TPACK understanding between certified and non-certified teachers, with a significance value of 0.462 > 0.05. Additionally, the school status also does not significantly influence the optimal implementation of TPACK in the learning process, with an average significance value of 0.971 > 0.05. These findings are expected to provide recommendations for educational policy and professional development programs for English teachers in the region to enhance technology-based learning quality. &nbsp

    Pengembangan Modul Pembelajaran Kimia Dasar Berbasis Problem-Based Learning untuk Mahasiswa Program Studi Farmasi: Development of Chemistry Learning Modules based Problem-Based Learning for Pharmacy Study Program Students

    No full text
    Pendidikan tinggi merupakan usaha yang dilakukan secara berkelanjutan dalam rangka peningkatan kualitas setiap individu yang disesuaikan dengan tuntutan pendidikan pada abad ke-21. Tujuan pembelajaran abad ke-21 menuntut mahasiswa mempunyai standar kemampuan dalam berpikir dan bekerja untuk kecakapan hidupnya, oleh karena itu proses pembelajaran hendaknya harus disesuaikan dengan pembiasaan terhadap kemampuan berpikir mahasiswa. Urgensi penelitian ini yaitu pendidik dituntut untuk berinovasi mengembangkan kualitas individu mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kelayakan pengembangan modul pembelajaran berbasis problem-based learning pada mata kuliah kimia dasar dapat menjadi solusi dalam inovasi bahan ajar yang mempunyai pengaruh positif terhadap kemampuan berpikir mahasiswa. Metode penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development) mengadaptasi model pengembangan 4D Thiagarajan yang terdiri dari define, design, develop dan disseminate. Produk pembelajaran dilakukan validasi oleh expert judgment, uji kelayakan oleh reviewer dan uji keterbacaan oleh mahasiswa. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa modul pembelajaran kimia dasar berbasis problem-based learning untuk mahasiswa khususnya program studi Farmasi sangat layak digunakan. Hal ini bedasarkan hasil validasi dari expert judgment, uji kelayakan dari reviewer, dan uji keterbacaan oleh mahasiswa termasuk kategori sangat baik atau sangat layak

    Pengembangan Instrumen Representasi Matematis untuk Pemahaman Konsep Bangun Datar di Sekolah Dasar: Development of Mathematical Representation Instruments for Understanding Flat Building Concepts in Elementary Schools

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis representasi matematis, membuat indikator representasi matematis yang tepat, dan menilai kemampuan representasi matematis dengan materi bangun datar yang valid. Dalam proses pengembangan instrumen matematika, ada lima soal uraian atau esai. Pengembangan terdiri dari kegiatan untuk merencanakan ujian, membuat bagian isi soal, dan memverifikasi isi. Penelitian ini menekankan pentingnya pengembangan instrumen yang sesuai guna meningkatkan kemampuan pemahaman siswa terhadap konsep bangun datar serta konsep matematika melalui representasi visual, simbolik, dan verbal, yang diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa dalam geometri dasar. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan melibatkan 22 siswa kelas 5 SD sebagai sampel. Hasil analisis menunjukkan tingkat validitas dan reliabilitas yang tinggi yang menandakan instrumen tersebut efektif dalam menilai kemampuan siswa. Meski demikian, terdapat kendala pada beberapa soal yang kurang jelas dalam indikator visualnya, sehingga ilustrasi tambahan dan penyempurnaan kalimat soal diperlukan untuk memudahkan pemahaman siswa. Secara keseluruhan, penelitian ini mengindentifikasikan bahwa pengembangan instrumen representasi matematis yang valid sangat penting untuk mendukung pemahaman siswa terhadap konsep dasar matematika, khususnya pada bangun datar

    Hubungan Faktor Antacedent dan Behavior Dengan Kecelakaan Kerja Pada Pekerja Bagian Produksi di Pt. Davincy Airindo Gorontalo: The Relationship Of Antacedent And Behavior Factors With Work Accidents In Production Workers At Pt. Davincy Airindo Gorontalo

    No full text
    Kecelakaan kerja masih menjadi permasalahan utama di sektor ekonomi dan industri, dimana hal tersebut berdampak fatal terhadap jutaan orang bisa mengalami cedera atau mengalami bahaya serius. Faktor Antacedent dan Behavior merupakan faktor yang dapat memicu terjadinya kecelakaan kerja. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kepatuhan penggunaan APD, pengetahuan, safety talk, dan perilaku pada pekerja dengan kecelakaan kerja pada pekerja bagianproduksi di PT. Davincy Airindo Gorontalo. Jenis penelitian dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 70 Pekerja yang dipilih secara total sampling. Analisis data menggunakanuji Fisher’s exact  dan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara  kepatuhan penggunaan APD memiliki (p-value 0,006) dimana p- value <? (0,05), Pengetahuan memiliki (p-value 0,032) dimana p-value <? (0,05), Perilaku memiliki (p- value 0,002) dimana p-value <? (0,05), dan Safety talk (p- value 0,003) dimana p-value <? (0,05). Kesimpulan terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan penggunaan APD, pengetahuan, perilaku, dan safety talk dengan kecelakaan kerja pada pekerja bagian produksi di PT. Davincy Airindo Gorontalo. Saran bagi perusahaan mengadakan program pelatihan K3 khusus untuk pekerja, Mengefektifkan penerapan safety talk dan Melakukan pengawasan pada pekerja. Saran bagi pekerja diharapkan lebih memperhatikan keselamatan diri dan berperilaku aman agar terhindar dari resiko kecelakaan kerja dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) serta memperhatikan kondisi lingkungan pekerjaan. &nbsp

    Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan Gula Darah Puasa pada Peserta PROLANIS: Correlation between Body Mass Index and Fasting Blood Sugar in PROLANIS Participants

    No full text
    Parameter antropometri yang digunakan untuk mengevaluasi status gizi dan sering dikaitkan dengan risiko gangguan metabolik adalah Indeks Massa Tubuh (IMT). Kondisi ketidakseimbangan kadar gula darah dapat memicu penyakit kronis seperti diabetes mellitus dan hipertensi juga seringkali dikaitkan dengan IMT. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara status IMT dan kadar gula darah puasa pada peserta Program Pengelolaan Penyakit Kronis (PROLANIS). Dengan pendekatan kuantitatif analitik dan desain cross-sectional, penelitian ini melibatkan 41 sampel yang telah dipilih melalui kriteria inklusi dan eksklusi dengan menggunakan metode simple random sampling. Data dikumpulkan melalui pengukuran tinggi badan, berat badan, dan kadar gula darah puasa menggunakan alat standar. Hubungan antarvariabel dianalisis menggunakan koefisien korelasi Spearman's Rank. Mayoritas responden memiliki status IMT dan kadar gula darah puasa yang melebihi batas normal. Namun, hasil analisis menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara IMT dan kadar gula darah puasa pada peserta PROLANIS. Penelitian lanjutan diharapkan dapat mempertimbangkan variabel lain yang berpotensi memengaruhi kedua parameter ini, seperti pola aktivitas fisik, kebiasaan makan, tingkat stres, riwayat kesehatan keluarga, penggunaan obat-obatan tertentu, dan persentase lemak tubuh

    Pengaruh Penempatan Kerja dan Budaya Kerja Terhadap Semangat Kerja pada PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Pelaksana Transmisi Palu: The Influence of Job Placement and Work Culture on Work Morale at PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) Palu Transmission Implementation Unit

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penempatan kerja dan budaya kerja terhadap semangat kerja karyawan pada PT PLN Unit Pelaksana Transmisi Palu. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang dibagikan kepada 33 karyawan. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Penempatan kerja dan budaya kerja secara simultan berpengaruh signifikan terhadap semangat kerja karyawan; (2) Penempatan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap semangat kerja karyawan; (3) Budaya kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap semangat kerja karyawan

    0

    full texts

    4,676

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal Unismuh Palu - Universitas Muhammadiyah Palu
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇