E-Journal Unismuh Palu - Universitas Muhammadiyah Palu
Not a member yet
4676 research outputs found
Sort by
Pengaruh Pendidikan Kesehatan dengan Media Poster terhadap Peningkatan Pengetahuan Hipertensi Lansia di Posyandu Mawar VII Adiarsa Barat, Karawang Barat : The Effect of Health Education Using Poster Media on Increasing Knowledge of Elderly Hypertension at Posyandu Mawar VII west Adiarsa, west Karawang
Latar belakang: Hipertensi masih menjadi masalah kesehatan utama dunia, penyelesaian terintegrasi dapat menjadi pilihan untuk menekan angka permasalahan hipertensi di Indonesia karena masalah gizi tidak hanya dapat diselesaikan oleh sektor kesehatan saja (intervensi spesifik) tetapi juga diselesaikan oleh sektor diluar kesehatan (intervensi sensitif). Faktor yang diyakini menjadi salah penyebab sulitnya menekan angka hipertensi adalah tingkat pengetahuan yang rendah. Banyak penelitian terkait determinan tingkat pengetahuan yang berpengaruh terhadap proses pengendalian hipertensi, namun tidak banyak penelitian ada penelitian yang mengidentifikasi pengaruh media poster dalam peningkatan pengetahuan lansia.
Tujuan: Untuk mengidentifikasi Pengaruh Pendidikan Kesehatan dengan Media Poster Terhadap Peningkatan Pengetahuan Hipertensi lansia di posyandu mawar VII di Adiarsa Barat, Karawang Barat.
Metode: Design penelitian yang digunakan adalah One Groups Pretest Postest dengan jenis penelitian Quasy Eksperimen. Populasi yang digunakan adalah masyarakat berusia 30-80 tahun yang tercatat di posyandu mawar VII Adiarsa Barati. Terdapat 14 responden yang akan dijadikan sebagai sampel. Uji statistik yang digunakan adalah Uji Normalitas, Uji Paired Sample T-Test dan Uji Independent Sample T-Test menggunakan SPSS
Hasil: Hasil uji statistik diperoleh selisih rata –rata pengetahuan sebelum dan sesudah mendapatkan pendidikan kesehatan dengan media poster pada kelompok kelompok kontrol adalah 3,35 dengan standar deviasi adalah 10,24 dan pada kelompok intervensi adalah 4,67 dengan standar deviasi 6,71. Hasil uji statistik paired samples T-tes didapatkan nilai p value =0,000 dimana nilai p value < 0,005 maka HA diterima.
Kesimpulan: Studi ini menyatakan bahwa Pendidikan Kesehatan dengan Media Poster berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan dengan hasil uji statistik yang menunjukan hasil yang signifikan yaitu 0,000< 0,005.  
Pengaruh Penggunaan Tepung Daun Kelor (Moringa Olievera) dan Tepung Biji Kacang Hijau (Vigna Radiata) pada Pembuatan Cookies terhadap Sifat Organoleptik : Effect of Using Moringa Leaf Powder (Moringa olievera) and Mung Bean Seed Powder (Vigna Radiata) in Making Cookies on Organoleptic Properties
Latar belakang: Balita usia 24-59 bulan merupakan usia yang rentan mengalami stunting. Kadar protein pada cookies dengan penambahan tepung daun kelor dan tepung biji kacang hijau dapat menjadi solusi untuk menangani stunting pada balita.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kandungan protein yang terdapat pada cookies.
Metode: Penelitian ini menggunakan rangcangan acak lengkap dengan satu faktor perlakuan Uji Organoleptik dilakukan dengan menggunakan metode hedonik atau disebut uji kesukaan. Teknik sampling menggunakan probability sampling dan diperoleh sebanyak 31 sampel mahasiswi Universitas Bumigora.
Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa pada hasil uji organoleptik atau uji kesukaan pada produk cookies tepung daun kelor dan tepung biji kacang hijau pada warna yang tertingi pada perlakuan t4 sebesar 3,56. Aroma pada perlakuan t5 sebesar 3,84. Tekstur perlakuan t5 sebesar 3,84. Rasa perlakuan t5 sebesar 4,03. Kadar protein tertinggi pada perlakuan t3 dengan kombinasi tepung daun kelor dan tepung kacang hijau sebesar 16,27 %.
Kesimpulan: Tidak memiliki pengaruh yang nyata terhadap organoleptic cookies. Kadar protein tertinggi diperoleh pada perlakuan t3 dengan kombinasi tepung daun kelor dan tepung kacang hijau sebesar 16,27 %
Efektifitas Acupressure terhadap Disminore Primer pada Remaja : Literature Review: Effectiveness of Acupressure on Primary Dismenorrhea in Adolescents : Literature Review
Latar Belakang: Menurut WHO (2020) yang disebut remaja adalah mereka yang berada pada tahap transisi antara masa kanak-kanak dan dewasa, Batasan usia remaja 10 sampai 19 tahun. Remaja adalah anak usia 10-24 tahun yang merupakan usia antara masa kanak-kanak dan masa dewasa dan sebagai titik awal proses reproduksi, sehingga perlu dipersiapkan sejak dini (Romauli, 2009). Dismenore sering dialami remaja putri yang ditandai dengan nyeri kram (tegang) pada daerah perut bawah tetapi dapat menyebar ke bagian belakang. Akupresur merupakan terapi tusuk jari dengan memberikan penekanan dan pemijatan pada titik tertentu pada tubuh yang didasarkan pada prinsip ilmu akupresur (Fengge, 2012)
Tujuan: untuk menelaah lebih dalam tentang efektivitas acupressure terhadap disminore primer pada remaja yang terdapat kesesuaian dengan penenlitian-penelitian sebelumnya dengan cara mereview beberapa penelitian.
Metode: Tinjauan ini memakai beberapa sumber meliputi studi pencarian sistematis database terkomputerisasi (Pubmed dan Google Shcoolar) yang diambil dalam waktu 5 tahun terakhir dari tahun 2017-2021. Artikel yang diperoleh dalam melakukan pencarian yaitu jurnal, tetapi setelah dilakukan telaah artikel dan disesuaikan dengan jumlah judul jurnal dengan jurnal nasional dan internasional. Kriteria dalam menemukan kunci penelusuran literature review yaitu “akupresurâ€; intensitas nyeri, “dismenoreâ€; “remaja putriâ€.
Hasil: Dari hasil penelitian pada tabel 1 dalam penelitian ini terdapat pengaruh akupresur terhadap Dismenore pada remaja putri. Pada tabel 2 dalam penelitian ini menunjukkan bahwa akupresur SP6 mengurangi dismenore terutama dengan peningkatan suhu di jalur CV2. Pada tabel 3 dalam penelitian ini kecemasan tersembunyi tidak menunjukkan perubahan signifikan sebelum dan sesudah intervensi. Pada tabel 4 dalam penelitian ini akupresur auricular mengurangi nyeri dan tekanan menstruasi pada remaja sekolah menengah.
Kesimpulan: Dari temuan review ini dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh akupresure terhadap Dismenore pada remaja putri.  
Hubungan Kecemasan Menghadapi Persiapan Ujian dengan Siklus Menstruasi pada Remaja Putri: The Relationship Between Exam Preparation Anxiety and the Menstrual Cycle in Adolesecent
Latar belakang: Masa remaja merupakan masa transisi yang menghubungkan masa kanak-kanak menuju masa dewasa, perubahan fisik terlihat pada remaja putri yang sedang mengalami siklus menstruasi, salah satu penyebab gangguan siklus menstruasi adalah faktor psikologis seperti kecemasan. Kecemasan pada remaja ditandai dengan munculnya rasa cemas, Keadaan ketika emosi negatif muncul akibat kekhawatiran akan bahaya yang tidak terduga yang mungkin terjadi dimasa depan.
Tujuan: Untuk mengetahui hubungan tingkat kecemasan menghadapi persiapan ujian dengan siklus menstruasi pada remaja putri.
Metode: Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja putri di SMA Santa Maria Yogyakarta. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 56 orang yang diambil menggunakan teknik propotional random sampling. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner dan analisa data menggunakan uji spearman rank.
Hasil: Tingkat kecemasan dengan siklus menstruasi remaja putri kategori sedang sebanyak 46,4% (26 orang). Hal ini menunjukan bahwa terdapat hubungan yang cukup kuat dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 atau (< 0,05), niali koefisien korelasi adalah r hitung – 0,474 pola hubungan menunjukan tanda positif yang berarti semakin tinggi tingkat kecemasan maka siklus menstruasi yang dialami remaja putri semakin tinggi.
Kesimpulan: Ada hubungan tingkat kecemasan dengan siklus menstruasi pada remaja putri
Pengaruh Gaya Kepemimpinan Transformasional kepala Ruang terhadap Implementasi Budaya Keselamatan Pasien di RS : Literature Review: The Influence of the Head of Room's Transformational Leadership Style on the Implementation of Safety Culture in Hospital : Literature Review
Latar belakang: Keselamatan pasien merupakan hak pasien. Keselamatan pasien menjadi prioritas untuk layanan kesehatan di seluruh dunia. Salah satu faktor untuk meningkatkan keselamatan pasien adalah kepemimpinan. Kepemimpinan dengan gaya kepemimpinan transformasional dapat meningkatkan keselamatan pasien.
Tujuan: Penelitian ini memberikan gambaran gaya kepemimpinan yang efektif untuk meningkatkan keselamatan pasien.
Metode: Artikel ini ditulis dengan metode traditional narrative literature review. Sumber informasi artikel sebagai subjek utama penelitiaan ditelaah dengan penelusuran EBSCO, Proquest, Pubmed, Google Scholar, pencarian literatur dilakukan dengan kurun waktu penerbitan jurnal dari tahun 2017 hingga 2023.
Hasil: Penelitian ini menunjukan secara keseluruhan artikel menjelaskan bahwa gaya kepemimpinan yang efektif untuk meningkatkan keselamatan pasien adalah gaya kepemimpinan transformasional.
Kesimpulan: Gaya kepemimpinan transformasional berkontribusi positif untuk penerapan budaya keselamatan pasien di rumah sakit.  
Studi Kualitatif Perilaku Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) pada Rumah Tangga di Wilayah Kerja Puskesmas Melai : Qualitative Study of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) Prevention in Households in the Working Area of the Melai Community Health Center
Latar belakang: Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Baubau tahun 2020, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) cukup tinggi di 17 wilayah kerja Puskesmas Baubau, salah satunya di Puskesmas Melai. Tahun 2020 terdapat 7 kasus DBD.
Tujuan: Tujuan penelitian untuk mengetahui secara mendalam tentang perilaku pencegahan Demam Berdarah Dengue pada rumah tangga di wilayah kerja Puskesmas Melai Kota Baubau.
Metode: Metode Penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam dan peneliti adalah Instrumen utama. Informan dipilih secara purposive sampling sebanyak 10 orang. Analisis data menggunakan Miles and Huberman. Keabsahan data menggunakan Triangulasi.
Hasil: Hasil penelitian ini diperoleh bahwa sebagian besar masyarakat belum memahami dengan baik terkait apa itu DBD, penyebab DBD, cara penularan, dan sebagian informan memahami bagaimana pencegahan DBD seperti melalui 3M plus (Menguras, Menutup, Mengubur), menggunakan kelambu, memakai bubuk abate, dan lotion anti nyamuk. Sikap masyarakat positif dimana masyarakat memberikan respon berupa dukungan dan setuju bahwa pencegahan DBD dilakukan dengan 3M Plus. Aspek tindakan sebagian besar sudah melakukan tindakan pencegahan demam berdarah namun masih terdapat beberapa masyarakat yang tidak disiplin dalam melakukan 3M Plus seperti tidak disiplin dalam menguras baknya.
Kesimpulan: Mayoritas masyarakat belum paham tentang apa itu DBD, penyebab, cara penuralan dan pencegahan DBD. Sikapnya positif untuk mencegah DBD. Sebagian sudah melakukan tindakan pencegahan DBD seperti memakai abate dan kelambu walaupun kadang tidak disiplin dalam menguras bak penampung air.  
Pengaruh Strategi Marketing Mix (4P) Dalam Upaya Meningkatkan Kinerja Pemasaran Pada Masa Pandemi Covid-19 (Studi Kasus Pada Geffa Production Sukoharjo): Effect Of Marketing Mix Strategy (4P) In An Effort To Improve Marketing Performance During The Covid-19 Pandemic (Case Study On Geffa Production Sukoharjo)
Mengetahui serta menganalisis pengaruh strategi marketing mix seperti product, promotion, price, place/distribution dalam upaya peningkatan kinerja pemasaran pada masa pandemi covid-19 yang dilaksanakan terhadap Geffa Production Sukoharjo ini menggunakan populasi seluruh konsumen Geffa Production dan sampel 100 konsumen dengan menerapkan metode purposive sampling pada kriteria tertentu. Teknik analisis data berupa uji instrumen, analisis regresi linear berganda, uji hipotesis, serta uji asumsi klasik melalui kuesioner berskala likert 4 poin. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara parsial variabel product serta place/distribution berpengaruh positif serta signifikan, tetapi variabel promotion berdampak positif serta tidak signifikan, sedangkan variabel price berdampak negatif dan tidak signifikan dalam upaya meningkatkan kinerja pemasaran pada masa pandemi covid-19
Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam Multikultural: Development of a Multicultural Islamic Religious Education Curriculum
Pengembangan kurikulum pendidikan agama islam multikultural menjadi suatu hal yang urgen dalam menghadapi era kemajuan zaman, untuk itu pendidikan agama islam yang bermuatan multikultural sebagai dasar pelaksanaan pengembangan kurikulum pendidikan. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan penelitian library research atau studi pustaka. Adapun analisis yang digunakan adalah analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan kurikulum pendidikan agama islam multikultural dapat membuka wawasan yang lebih kompleks dalam menjaga martabat kemanusiaan dan mempertahankan nilia-nilai kebudayaan yang unik sebagai suatu keindahan dalam kehidupan. pendidikan berwawasan multikultural sebagai cara pandang yang mengharmoniskan manusia dari suatu perbedaan kemudian memandang bahwa manusia mempunyai peranan dan kedudukan yang sama. Bagi pendidik penting menanamkan nilai-nilai multikultural kepada peserta didik yaitu; pengembagan sikap toleransi, empati, dan simpati, saling percaya, memelihara kekerabatan dan saling pengertian serta menjung tinggi sikap saling menghargai.
 
Keadilan Restorative Justice dalam Sistem Peradilan Pidana Anak: Restorative Justice In Juvenile Justice System
Tujuan penilitian ini adalah untuk mengetahui di dalam sistem peradilan pidana anak memiliki tujuan keadilan Restorative Justice untuk mewujudkan sumber daya yang berkualitas, maka dari hal tersebut diperlukan sarana dan prasarana hukum yang mengantisipasi stigma atau cap jahat yang ditimbulkan ketika anak berhadapan dengan hukum, sekaligus memulihkan dan memasyarakatkan kembali anak tersebut. Untuk itu lahirlah Alternative penyelesaian yang disebut dengan yang menitiberakan kepada pemulihan korban, pergantian kerugian oleh pelaku serta perbaikan hubungan korban dengan pelaku yang kemudian dikenal dengan Restorative Justice. Penilitian ini menggunakan metode metode penelitian normatif, yaitu penelitian yang dilakukan dengan mengkaji ketentuan Perundang-Undangan (in abstractor) dan doktrin-doktrin para sarjana hukum yang terkait dengan penelitian ini. Penelitian hukum normatif merupakan penelitian yang mengkaji studi dokumen, yakni menggunakan berbagai data sekunder seperti Peraturan Perundang-Undangan, keputusan pengadilan, teori hukum, dan dapat berupa pendapat para sarjana. Hasil Pelaksanaan diversi atau mediasi bagi anak ini dilatar belakangi keinginan menghindari efek negatif terhadap jiwa dan perkembangan anak oleh keterlibatannya dengan sistem peradilan pidana. Pelaksanaan diversi oleh aparat penegak hukum didasari oleh kewenangan aparat penegak hukum yang disebut diskresi (kebijakan) . Dengan penerapan konsep diversi bentuk peradilan formal yang ada selama ini lebih mengutamakan usaha memberikan perlindungan bagi anak dari tindakan pemenjaraan. Selain itu terlihat bahwa perlindungan anak dengan kebijakan diversi dapat dilakukan di semua tingkat peradilan mulai dari masyarakat sebelum terjadinya tindak pidana dengan melakukan pencegahan. The best of the Children selalu diutamakan ketika menangani anak yang berjadapan dengan hukum
Pengaruh Jumlah Lampu Pijar terhadap Suhu Mesin Penetas Telur Berbasis Raspberry Pi: The Effect of the Number of Incandescent Lamps on the Temperature of an Egg Incubator Machine Based on Raspberry Pi
Alat penetasan telur adalah metode yang digunakan untuk meningkatkan tingkat keberhasilan penetasan ayam dengan meniru perilaku induk ayam seperti suhu, kelembaban dan lingkungan. Salah satu faktor penting dalam keberhasilan penetasan telur yaitu pencahayaan dan suhu yang sesuai dengan kebutuhan telur ayam 37 - 38°C. Penelitian ini bertujuan untuk menguji variasi jumlah dan posisi lampu penetasan telur terhadap suhu yang dihasilkan dari dalam ruang inkubator telur. Metode dalam penelitian ini menggunakan sebuah ruang penetasan telur dengan ukuran 80 x 50 x 50 cm yang dilengkapi dengan lampu pijar dan kipas angin. Variasi jumlah dan letak lampu dalam penelitian ini mencakup 1, 2 dan 3 lampu pijar. Selama penelitian berlangsung, suhu dijaga dengan rentang antara 37 – 38 °C dan suhu awal 29 °C. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan tiga lampu penetasan telur dengan daya masing-masing 5 watt yang ditempatkan di kanan, kiri dan belakang inkubator menghasilkan suhu yang di inginkan. Durasi waktu hidup dan mati lampu pijar lebih stabil dan konstan dibandingkan dengan penggunaan satu atau dua lampu pijar. Penelitian ini menunjukkan bahwa sensor DHT11 memiliki tingkat akurasi yang tinggi pada ketiga lampu pijar, dengan tingkat ketelitian sebesar 99,02% untuk suhu dan 97,89% untuk kelembaban. Hasil penelitian ini akan menjadi acuan penting dalam pengembangan teknik penetasan telur yang lebih efektif dan efisien, dengan tujuan meningkatkan produktivitas peternakan ayam