E-Journal Unismuh Palu - Universitas Muhammadiyah Palu
Not a member yet
4676 research outputs found
Sort by
Dukungan Regulasi terhadap Pengembangan Karier Tenaga Kesehatan Non Aparatur Sipil Negara : Literature Review: Regulatory Support for Career Development of Non-State Cvil Servant Health Workers : Literature Review
Latar belakang: Salah satu hak tenaga medis dan tenaga kesehatan dalam menjalankan praktik adalah kesempatan mengembangkan karier di bidang keprofesiannya. Kesenjangan pengembangan karier antara tenaga kesehatan non-ASN dengan ASN didorong adanya kekosongan regulasi dalam pelaksanaan pengembangan karier tenaga kesehatan non-ASN, sehingga pengembangan kariernya belum terstandar.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai dukungan regulasi terhadap pengembangan karier tenaga kesehatan non-ASN, serta memberikan rekomendasi kepada pemerintah dan pemangku kepentingan dalam penyusunan kebijakan terkait pengembangan karier tenaga kesehatan non-ASN yang berkeadilan.
Metode: Penelitian dilakukan dengan tinjauan literatur berupa dokumen regulasi atau peraturan perundang-undangan terkait pengembangan karier tenaga kesehatan yang bersumber dari database produk hukum Kementerian Kesehatan, JDIH BPK, dan Google online. Kriteria inklusi mencakup regulasi tahun 2012-2023 dengan status “berlaku”, jenis peraturan perundangan-undangan berupa Undang-Undang, Peraturan Pemerintah, Peraturan Presiden, Peraturan Menteri, dan Keputusan Menteri dengan tema pengembangan karier tenaga kesehatan. Kriteria eksklusi meliputi peraturan pelaksanaan terkait pengembangan karier ASN.
Hasil: Peraturan perundang-undangan terkait pengembangan karier tenaga kesehatan non-ASN yang ditinjau berjumlah sebelas dokumen. Dokumen tersebut terdiri dari tiga Undang-Undang, dua Peraturan Pemerintah, satu Peraturan Presiden, empat Peraturan Menteri, dan satu Keputusan Menteri. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan mengamanahkan sejumlah hak bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan. Terdapat keterkaitan dan dukungan dalam muatan berbagai peraturan perundang-undangan terhadap pengembangan karier tenaga kesehatan non-ASN, namun peraturan pelaksanaan yang menaungi penerapan pengembangan karier tenaga kesehatan non-ASN belum tersedia.
Kesimpulan: Dukungan regulasi saat ini terbatas pada regulasi di level makro, sehingga mendorong implementasi pengembangan karier tenaga kesehatan non-ASN menjadi tidak standar
Kelembagaan Pendidikan Islam Di Nusantara: Surau, Meunasah, Masjid, Pesantren, Madrasah: Islamic Education Institutions in the Archipelago: Surau, Meunasah, Mosque, Islamic Boarding School, Madrasah
Penelitian ini bertujuan mengkaji tentang kelembagaan pendidikan Islam di Nusantara, mulai dari surau, meunasah, masjid, pesantren, dan madrasah. Penelitian ini menggunakan jenis studi kepustakaan. Studi pustaka merupakan kaitan dengan kajian teoritis dan referensi lain yang berkait dengan nilai, budaya, dan norma yang berkembang pada situasi sosial yang diteliti. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwasanya Fungsi surau tidak berubah setelah kedatangan Islam, hanya saja fungsi keagamaannya semakin penting yang diperkenalkan pertama kali oleh Syekh Burhanuddin di Ulakan, Pariaman. Selanjutnya, di antara fungsi meunasah itu adalah: Sebagai tempat upacara keagamaan, penerimaan zakat dan tempat penyalurannya, tempat penyelesaian perkara agama, musyawarah dan menerima tamu. Kemudian, Kesadaran bahwa masjid bukan hanya sebagai tempat shalat dan ibadah ritual, tapi sejatinya merupakan pusat peradaban bagi umat Islam, merupakan kunci pertama kebangkitan umat Islam. Selanjutnya, Kehadiran pesantren tidak dapat dipisahkan dari tuntutan umat. Karena itu, pesantren sebagai lembaga pendidikan selalu menjaga hubungan yang harmonis dengan masyarakat di sekitarnya sehingga keberadaannya di tengah-tengah masyarakat tidak menjadi terasing. Dan yang terakhir, Madrasah yang didirikan di Indonesia hanya untuk mengajarkan Ilmu pengetahuan dan nilai-nilai Islam, tetapi juga memasukan pelajaran yang diajarkan di sekolah-sekolah yang diselenggarakan oleh pemerintah Hindia Belanda, oleh Muhammadiyah, Persatuan Islam, dan PUI di Majalengka
Tinjauan Kritis terhadap Hakekat Teori Pengetahuan dan Kebenaran dalam Konteks Pendidikan Islam: Suatu Analisis Komprehensif: Critical Review of the Nature of the Theory of Knowledge and Truth in the Context of Islamic Education: A Comprehensive Analysis
Hakekat teori pengetahuan dan kebenaran dalam konteks pendidikan Islam melibatkan pemahaman mendalam terhadap sumber-sumber pengetahuan, proses memperoleh pengetahuan, dan kriteria kebenaran yang sesuai dengan ajaran Islam. Dalam pandangan Islam, pengetahuan dan kebenaran dianggap sebagai bagian integral dari pengembangan spiritual, moral, dan intelektual individu. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan secara kritis hakekat teori pengetahuan dan kebenaran dalam konteks Pendidikan Islam.Sedangkan Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan fokus menggunakan metode studi pustaka (library research). Sumber Data diambil dari dua sumber yaitu Literatur Akademis yang melibatkan tinjauan literatur dari jurnal-jurnal akademis, buku-buku, dan artikel-artikel ilmiah terkait hakikat pengetahuan, dan kebenaran dalam konteks pendidikan Islam. Hasil pembahasan bahwa hubungan antar hakekat teori pengetahuan dan kebenaran dengan Pendidikan Agama Islam adalah pengetahuan membantu merumuskan cara bagaimana pengetahuan agama dipahami, diterima, dan diterapkan. Sedangkan teori kebenaran membantu menentukan apakah suatu pemahaman atau keyakinan sesuai dengan nilai-nilai dan prinsip-prinsip Islam. Teori pengetahuan terkait dengan bagaimana pemahaman terhadap nilai-nilai dan moralitas agama dikembangkan
Analisis Kebutuhan Dan Ketersediaan Air Bersih Di Universitas Muhammadiyah Palu: Analysis of the Need and Availability of Clean Water at Muhammadiyah University, Palu
Air bersih saat ini harus menjadi perhatian khusus oleh Universitas Muhammadiyah Palu. Universitas Muhammadiyah Palu merupakan salah satu perguruan tinggi yang juga mengalami peningkatan jumlah mahasiswa,tenaga pendidik,dan tenaga administrasi dari tahun ke tahun maka berdampak dengan meningkatnya kebutuhan air bersih dimasa akan datang. Lokasi penelitian ini dilakukan di Universitas Muhammadiyah Palu bertujuan untuk mengetahui berapa kebutuhan dan ketersediaan air bersih. Metode penelitian ini yaitu kualitatif, dengan tehnik analisis data menggunakan arimatik untuk perhitungan proyeksi pertumbuhan populasi di Universitas Muhammadiyah Palu. Langkah-langkah perhitungan kebutuhan air yaitu Kebutuhan air domestik, Kebutuhan air non domestik,Kehilangan air,Kebutuhan air total,Kebutuhan air harian maksimum dan jam puncak. Pengukuran debit air dilakukan secara langsung dengan menggunakan wadah ukuran 20 liter dan stopwatch, kemudian mengisi wadah dan menghitung waktu sampai dengan batas wadah yang di tentukan. kebutuhan air Non Domestik untuk populasi di Universitas Muhammadiyah Palu pada tahun 2022 dengan populasi 4248 yaitu sebesar 35.683 ltr/hari, pada tahun 2023 dengan populasi 4283 yaitu sebesar 35.979 ltr/hari, pada tahun 2024 dengan populasi 4354 yaitu sebesar 36.577 ltr/hari, pada tahun 2025 dengan populasi 4463 yaitu sebesar 37.487 ltr/hari, dan pada tahun 2026 dengan populasi 4611 yaitu sebesar 38.732 ltr/hari dan ketersediaan air diketahui debit air yang dihasilkan oleh semua Sumber Air Sumur Dalam di Universitas Muhammadiyah Palu yaitu sebesar 1.778 liter/detik atau 38.404,8 liter/hari
Analisis Stakeholder dalam Pelaksanaan Pusat Pembelajaran Keluarga Kota Surabaya: Stakeholder Analysis in the Implementation of Family Learning Center Surabaya City
Pusat Pembelajaran Keluarga merupakan sebuah program untuk memberikan layanan, promosi, sosialisasi, parenting, bimbingan masyarakat bagi keluarga dan penerimaan, penanganan awal, konseling/konsultasi serta rujukan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak melalui berjejaring dengan banyak pihak serta masyarakat pemerhati keluarga khususnya perempuan dan anak. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analaisis terkait Pelaksanaan Pusat Pembelajaran Keluarga Kota Surabaya. Metode analisis stakeholder yang digunakan adalah MACTOR (Matrix of Alliances and Conflicts: Tactics, Objectives and Recommendations) dengan pendekatan kualitatif. bahwa stakeholder yang terlibat dalam Pusat Pembelajaran Keluarga yang berada di Kota Surabaya meliputi DP3APPKB, Sekda, pihak Kecamatan, pihak Kelurahan, pihak RW, serta akademisi. Langkah strategi stakeholder kunci dapat berupa penentuan kebijakan, pengorganisasian, penyediaan sumber daya, serta melakukan monitoring dan evaluasi. Sedangkan pada stakeholder utama dan stakeholder pendukung meliputi koordinasi, sosialisasi, edukasi, publikasi, alokasi sumber daya, serta melaksanakan teknis kegiatan yang menjadi muatan dalam program puspaga. Dalam upaya berjalanya progam Puspaga di Kota Surabaya, perlu diterapkan strategi yang mendorong terjalinnya hubungan antar stakeholder saling berkerja sama, saling berkoordinasi dalam menyelesaikan konflik kepentingan. Implementasi strategi tersebut harus dilakukan sepenuhnya oleh stakeholder kunci.
 
Hakikat Peducation Akhlak & Charakter, At Maritim Akademy Sapta Samudra Padang In Perspective Of Islamic Philosophy Of Education: The Essence of Akhlak & Character Education, At Maritim Akademy Sapta Samudra Padang In Perspective Of Islamic Philosophy Of Education
Akademi maritim sapta samudra adalah Satu-satunya perguruan tinggi swasta di bidang kepelautan di wilayah LL Dikti Wilayah X yang terdiri dari Sumatera Barat, Riau, Jambi, dan Kepulauan Riau adalah Akademi Maritim Sapta Samudra (AMSS) Padang. AMSS Padang menawarkan Program Diploma-3 Studi Nautika, Teknika, dan Kepelabuhan Perusahaan Niaga (KPN). Program ini adalah pilihan utama bagi putra-putri terbaik dari propinsi tersebut. Selama 28 tahun, AMSS Padang telah menghasilkan karyawan yang sukses untuk perusahaan perkapalan domestik dan asing serta perusahaan bongkar muat di pelabuhan laut. Perjuangan mereka untuk bergabung dengan perusahaan kapal asing (Ocean Going) membutuhkan keterampilan fisik, mental, dan spiritual khusus. Selama pendidikan di AMSS Padang, pendekatan Islam terstruktur diterapkan untuk menjaga kualitas iman. Teori pendidikan Islam dimasukkan ke dalam setiap tahap pendidikan
Konsep Dasar Konseling Pendidikan Islam: Basic Concepts of Islamic Education Counseling
Artikel ini bertujuan untuk memahami konsep dasar konseling dalam Islam yang bersumber dari al-Qur’an dan Hadis. Data-data terkait konseling dianalisa menggunakan teknik content analysis dan kemudian diinterpretasikan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Temuan dan simpulan dalam artikel ini adalah, konseling Islam merupakan aktivitas pemberian nasihat, bimbingan, pelajaran kepada individu yang membutuhkan yang aplikasinya didasarkan pada landasan ajara Islam, yaitu al-Qur’an dan al-Sunnah. Berdasarkan al-Qur’an, konseling Islam setidaknya harus memuat tiga konsep utama yaitu al-hikmah, al-mauidhah al-hasanah, dan almuajadalah bi al-ihsan. Sementara berdasarkan hadits, pelaksanaan konseling Islam mengedepankan konsep nasihat-menasihati dimana konselor harus menjadi teladan atau uswatun hasanah. Konseling Islam juga harus dielaborasi dengan landasan filosofis, psikologis, teologis, sufistik, sosial budaya, dan landasan pedagogis. 
Pendidikan Islam di Belanda: Islamic Education in the Netherlands
Imigran dan bekas penjajahan Islam masuk ke Belanda. Salah satu agama yang berkembang pesat di negara ini adalah Islam. Oleh karena itu, orang-orang Muslim memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kemajuan yang dicapai Belanda. Selain itu, kontribusi orang-orang Muslim ini cukup besar untuk mewarnai kebijakan negara dalam hal kebebasan beragama dan toleransi. Sebagaimana dijamin dalam Konstitusi Belanda, Muslim di Belanda menikmati hak-hak dasar untuk kebebasan berbicara, beragama, belajar, dan berorganisasi. Namun, persepsi warga Belanda terhadap kaum Islam mulai berubah sejak peristiwa 11 September di Amerika Serikat. Mereka percaya bahwa orang-orang berjenggot dan bercadar adalah teroris dan merupakan ancaman bagi mereka. Ini adalah apa yang disebut sebagai Islamofobia. Penyebaran kebencian terhadap Islam secara bertahap mengurangi persepsi positif tentang Islam di masyarakat global
Konseling di Sekolah Tinggi: Counciling in Higher Schools
Pelayanan bimbingan dan konseling dapat memberikan sumbangan yang berarti terhadap pengajaran. Problem akademik merupakan hambatan atau kesulitan yang dihadapi oleh mahasiswa dalam merencanakan rencana kedepannya. Ada beberapa problem sosial pribadi yang mungkin dihadapimahasiswa adalah sebagai berikut diantaranya :1) Kesulitan ekonomi / Biaya Kuliah, 2) Kesulitan berkenaan dengan masalah pemondokan, 3) Kesulitan menyesuaikan diri dengan teman sesame mahasiswa baik di lingkungan mahasiswa, khususnya mahasiswa pendatang, 4) Kesulitan menyesuaikan diri dengan masyarakat sekitar tempat tinggal mahasiswa khususnya mahasiswa pendatang, 5) Kesulitan karena masalah keluarga, 6) Kesulitan karena masalah pribadi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif studi pustaka untuk menelaah pentingnya konseling di perguruan tinggi. Agar tujuan dari bimbingan dan konseling di perguruan tinggi tercapai, hal ini harus dilakukan oleh profesional agar bimbingan dan konseling mendapatkan hasil yang optimal. Bimbingan karir mempermudah mahasiswa memahami tentang dunia kerja dan tugas pekerjaan. Melalui bimbingan karir ini para mahasiswa tahun semester akhir, fresh graduate, para lulusan atau alumni yang tengah berada dalam masa penantian untuk memperoleh pekerjaan akan lebih siap menghadapi tuntutan untuk pekerjaan sehingga dapat meminimalisir masalah yang akan timbul berkaitan dengan kekhawatiran yang tidak siap memasuki dunia kerja
Konsultasi Keluarga: Family Consulting
Fokus penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi proses pelaksanaan konseling keluarga dalam mencegah perceraian, upaya yang dilakukan untuk mencegah perceraian, faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaan konseling keluarga dalam mencegah perceraian, dan hasil dari pelaksanaannya di Biro Konsultasi Hukum Islam dan Keluarga. Penelitian deskriptif kualiatif digunakan. Konselor dan klien adalah subjek data. Kebasahan data diuji dengan triangulasi sumber. Studi ini menemukan bahwa (1) unsur-unsur konseling belum terpenuhi dalam praktik konseling keluarga; (2) faktor yang mendukung adalah klien yang terbuka, adanya kedua klien (suami dan istri) lengkap, kerjasama yang baik antara konselor dan klien, dan konselor yang berpengalaman dalam menangani masalah; dan (3) faktor yang menghalangi adalah administrasi, ruang layanan yang tidak memadai, pasangan yang tidak lengkap, dan sebagainya.