E-Journal Unismuh Palu - Universitas Muhammadiyah Palu
Not a member yet
4676 research outputs found
Sort by
The Relevance of the Philosophy of Positivism in the Development of Modern Science
The philosophy of positivism, rooted in the thought of Auguste Comte, plays a crucial role in the development of modern science. This research explores the relevance of positivism in the contemporary context, focusing on the application of empirical methodologies and interdisciplinary collaboration. Through qualitative analysis, the research shows that positivism remains a valid foundation for scientific research, enabling researchers to produce reliable and applicable knowledge. The application of positivism in new technologies paves the way for innovation and increases the effectiveness of solutions to complex social problems. In addition, the social impact of this approach is seen in increased public awareness and evidence-based decision-making. The results of this study suggest the need for the integration of positivism with other methods to enrich the understanding and application of science in addressing future challenges. Thus, this study makes an important contribution to the understanding of the positive role of positivism philosophy in science and its impact on society.
 
Language Analysis of Sexism in Online Gender-Based Violence (KGBO) on Facebook Platform Reels in 2023
Online gender based violence (KGB Online) or sexual violence facilitated by technology, just like real world gender-based violence, the act of violence requires the deliberate intention of harassing the victim based on gender or sexuality. The Ministry of Women's Empowerment and Child Protection (KemenPPPA) revealed that 8.7% of women from 15 to 64 years old have experienced online sexual harassment. In fact, as many as 3.3% of women experienced it in the past year. This figure is based on the 2021 national women's life experience survey conducted by KemenPPPA and BPS. The previous studies results showed that social media gave birth to a new form of harassment that places women as objects due to the dominance of power built by patriarchal culture and has an impact on other forms of harassment such as malicious comments, hate speech, indecent image content and online harassment. This study was aimed at examining the language of sexism in the form of online gender-based violence (KGB Online) sourced from netizen comments on the reels platform on Facebook. Data collection was taken randomly using a qualitative approach with a document study method. Based on the results and conclusions, the language of sexism has a negative impact, which is mentally bad and degrading negative body image in general
Vitamin D Deficiency in Patients with Type 2 Diabetes Mellitus with and without Pulmonary Tuberculosis
Background: Vitamin D has a role in the body's calcium balance and immunodeficiency effects, and stimulates dendric cells, monocytes, T cells, macrophages in pathogenic microbes’ elimination. The variation occurrence as polymorphism on VDR might cause problem in production, transportation, and activity of vitamin D. The gap between the occurrence findings in previous studies shows that there are indication factors of VDR levels that probably associate with the T2DM range in comorbid with pulmonary tuberculosis. To determine vitamin D levels and factors associated with vitamin D deficiency in Type 2 Diabetes Mellitus (T2DM) patients with and without pulmonary Tuberculosis (TB).
Method: The design of this study was cross-sectional. T2DM subjects with pulmonary TB were 45 people, and 43 people without pulmonary TB were 43 people. Sampling was done by consecutive sampling from October to December 2017. We collected data through interviews and examination of plasma vitamin D (25-OH) levels by ELISA. Data analysis using the Mann-Whitney test, and chi-square test with a confidence level of 95%.
Result: There were 88 T2DM patients who met the inclusion criteria, consisting of 43 T2DM patients without pulmonary TB and 45 T2DM patients with pulmonary TB as the study subjects. There were differences in the distribution of T2DM subjects based on sex and BMI measurements. The mean plasma vitamin D levels in T2DM with pulmonary TB and T2DM without pulmonary TB were 20.08 ng/ml (SD ± 0.83 ng/ml) and 20.29 ng/ml (SD ± 0.81 ng/ml), respectively, we found no significant result in statistic (p = 0.287). Vitamin D deficiency was not associated with the incidence of pulmonary TB in T2DM, whereas female sex, age> 50 years, BMI ? 25.0 kg /m2, and duration of T2DM> 5 years were associated with vitamin D deficiency (p <0.05). This research has contributed in novel findings of the correlation between sex and BMI associated in duration of T2DM impacted the Vitamin D insufficiently.
Conclusion: Sex, age, BMI, and duration of T2DM had a significant correlation with vitamin D deficiency in T2DM patients with and without pulmonary TB
Perilaku Nenek dalam Praktik Pemberian Makan pada Balita Stunting di Wilayah Komunitas Dayak Kabupaten Landak: Grandmother’s Behavior in Feeding Practices for Stumted Toddlers in Dayak Community Area, Landak Regency
Latar belakang: Stunting merupakan salah satu masalah gizi yang dialami oleh balita didunia saat ini. Banyak faktor yang melatarbelakangi terjadinya stunting, salah satunya yaitu disebakan karena praktik pemberian makanan yang buruk dan kurangnya konsumsi makanan yang kaya akan nutrisi. Faktor penentu dari kejadian stunting tidak hanya disebabkan oleh faktor orangtua melainkan juga dapat disebabkan oleh faktor keluarga sebagai lingkungan pengasuh yang turut berperan dalam beberapa aspek penting perkembangan bayi/balita. Dalam hal ini nenek menjadi orang terdekat oleh keluarga dalam mengasuh balita, sehingga nenek menjadi faktor penting dalam peningkatan risiko stunting.
Tujuan: Mengidentifikasi pemahaman nenek tentang pencegahan stunting dan perilaku nenek dalam praktik pemberian makan pada balita stunting di Komunitas Dayak Kabupaten Landak.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan crosssectional yang dilakukan di 5 desa yang berada dalam wilayah kerja Puskesmas Senakin Kabupaten Landak. Sampel dalam penelitian ini adalah nenek yang tinggal bersama dengan keluarga balita stunting yang memenuhi kriteria inklusi. Sampel diambil secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara secara langsung untuk menggali informasi pemahaman nenek tentang pencegahan stunting dan menggali peran nenek dalam pemberian makanan pada balita yang diasuhnya.
Hasil:Penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar perilaku nenek dalam pemberian jenis menu makanan masuk dalam kategori kurang baik yaitu sebesar 62,5%. Perilaku nenek dalam menentukan jadwal dan frekuensi makan masuk dalam kategori baik yaitu sebesar 55%. Perilaku nenek dalam mengolah makanan masuk dalam kategori kurang baik yaitu sebesar 52,5%. Perilaku nenek dalam menyajikan makanan masuk dalam kategori kurang baik yaitu sebesar 75%. Perilaku nenek dalam memberi makan pada balita stunting masuk dalam kategori baik yaitu sebesar 52,5%. Tingkat pengetahuan nenek masuk dalam kategori kurang baik yaitu sebesar 57,2%.
Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa perilaku nenek dalam praktik pemberian makan pada balita stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Senakin sebagian besar perilaku dalam pemberian jenis menu makanan kurang baik, jadwal dan frekuensi pemberian makan baik, melakukan pengolahan makanan dengan kurang baik, dalam hal penyajian makanan kurang baik, dan cara memberi makan baik
Persepsi Pekerja dalam Budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja: Studi Kasus di Industri Berisiko Tinggi: Literature Review: Employees' Perceptions in Occupational Health and Safety Culture: A Case Study in the High-Risk Industry: Literature Review
Latar belakang: Bekerja pada Perusahaan yang termasuk kategori industri berisiko tinggi membuat Organisasi dituntut untuk memiliki pengelolaan K3 yang baik. Pekerja yang beranggapan bahwa keselamatan mereka dihargai dan diprioritaskan dalam Organisasi akan menunjukkan perilaku bekerja yang lebih positif daripada Pekerja yang merasa bahwa organisasi mereka kurang memperhatikan nilai-nilai keselamatan. Kepatuhan dalam keselamatan beserta partisipasi Pekerja dalam keselamatan menjadi salah satu upaya dalam melihat praktik kerja aman di suatu organisasi. Praktik keselamatan yang dilakukan secara menyeluruh pun turut mendorong terciptanya perilaku keselamatan yang mengarah kepada budaya kerja selamat. Bagaimana persepsi pekerja dalam menilai secara pribadi tingkatan budaya selamat dalam organisasinya menjadi kunci dalam memahami budaya keselamatan yang ada. Persepsi ini dilihat dari beberapa factor antara lain seperti faktor seperti kepemimpinan dan komitemen manajemen, Objektif, Target, Program Kerja K3, Peraturan dan Prosedur, Informasi dan Komunikasi K3, Pelatihan K3, Pengetahuan dan Kompetensi
Tujuan: studi ini bertujuan untuk mengetahui tentang bagaimana persepsi pekerja yang terkait dengan budaya keselamatan dan kesehatan kerja pada industry berisiko tinggi seperti Industri minyak dan gas melalui literatur review.
Metode: artikel ini disusun berdasarkan tinjauan literatur dengan artikel yang diambil dari jurnal internasional maupun domestic.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan persepsi Pekerja berkorelasi positif terhadap budaya keselamatan dan Kesehatan kerja yang terbentuk.
Kesimpulan: Hasil tinjauan literatur menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan dari faktor-faktor seperti kepemimpinan,komitemen manajemen, program kerja K3, Peraturan dan Prosedur, komunikasi K3, pelatihan dan pengetahuan K3 dalam membentuk budaya keselamatan. Budaya keselamatan yang sudah berjalan dengan baik pada akhirnya akan menurunkan tingkat kecelakaan yang terjadi pada industri berisiko tinggi seperti industri minyak dan gas
Gambaran Keberhasilan Pengobatan (Treatment Success Rate) Tuberkulosis Paru di Puskesmas Jatisampurna, Bekasi : Description of Treatment Success Rate for Pulmonary Tuberculosis at Jatisampurna Community Health Center, Bekasi
Latar belakang: Tuberkulosis Paru merupakan penyakit radang paru yang diperkirakan menginfeksi sepertiga penduduk di dunia, dengan gejala utama yaitu batuk produktif, demam, keringat malam, penurunan berat badan.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan capaian keberhasilan pengobatan Tuberkulosis Paru.
Metode: Metode analisis menggunakan deskrptif statistic dengan menggunakan data sekunder. sampel data berjumlah 77 pasien TB Paru di Puskesmas Jatisampurna yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Analisis menggunakan statistik deskriptif tentang karakteristik jenis kelamin, pekerjaan, usia, status pengobatan, pemeriksaan kontak, status rujukan, tipe diagnosis, riwayat pengobatan, paduan OAT, klasifikasi anatomi, riwayat penyakit, dan pemeriksaan hasil pengobatan.
Hasil: Hasil didapatkan bahwa pasien TB Paru yang dinyatakan sembuh hanya sebesar 16.9% dan didominasi dengan status tidak diketahui sebesar 49.4%. Tidak tercapaianya target tersebut dikarenakan adanya faktor tidak dilakukannya pemeriksaan kontak, riwayat pengobatan yang tidak diketahui, dan pasien hanya aktif saat melakukan pemeriksaan pra pengobatan, sedangkan untuk pemeriksaan selanjutnya pasien tidak diketahui statusnya.
Kesimpulan: Capaian keberhasilan pengobatan TB Paru di Puskesmas Jatisampurna yang disebabkan oleh faktor pemeriksana kontak, riwayat pengobatan, dan keaktifan pasien melakukan pemeriksaan
Media Video Animasi Meningkatkan Sikap Remaja tentang Gizi Seimbang dalam Rangka Mencegah Stunting: Animated Video Media Improves Adolescents’ Attitudes about Balanced Nutrition in Order to Prevent Stunting
Latar belakang: Remaja sangat rentan terhadap masalah kekurangan gizi. Hal tersebut disebabkan oleh pertumbuhan dan perkembangan fisik remaja yang cepat selama masa pubertas, sehingga meningkatkan kebutuhan gizi mereka. Remaja yang kekurangan nutrisi berisiko mengalami kerusakan pada periode penting dalam pertumbuhan dan perkembangannya. Pada remaja, video animasi merupakan sesuatu hal yang menarik perhatian, yang mana video animasi berisikan konten-konten yang mudah dipahami dan diperagakan oleh animasi. Saat ini belum banyak penelitian yang meneliti tentang pengaruh video animasi terhadap sikap remaja tentang gizi seimbang.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah pengaruh media video animasi terhadap pengetahuan, sikap dan praktik remaja tentang gizi seimbang dalam rangka mencegah stunting di Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.
Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain quasi eksperimen dengan pre post control group. Sampel sebanyak 52 responden pada kelompok intervensi dan 64 responden pada kelompok kontrol. Sampel diambil menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner.
Hasil: Hasil penelitian diperoleh bahwa media video animasi berpengaruh terhadap sikap remaja (p value = 0,002), dan tidak berpengaruh terhadap pengetahuan (p value = 0,366) dan praktik remaja (p value = 0,231).
Kesimpulan: Kesimpulan yang diperoleh adalah media video animasi berpengaruh terhadap sikap remaja tentang gizi seimban
Perubahan Gaya Hidup untuk Mencegah Penyakit Kardio dan Serebrovaskular Pada Usia Paruh Baya: Systematic Review: Of Lifestyle Changes to Prevent Cardio and Cerebrovascular Diseases in Midage: Systematic Review
Latar belakang: Penyakit kardiovaskular (CVD) adalah penyebab utama kematian di seluruh dunia yang merupakan masalah serius terutama dalam masyarakat yang menua karena usia adalah salah satu faktor risiko terpenting untuk CVD.
Tujuan: penelitian ini untuk studi observasional dan di mana tersedia uji coba terkontrol secara acak mengenai pola makanan dari pada makanan individu atau suplemen makanan, dan pengeluaran energi.
Metode: penelitian tinjauan sistematis memilih database elektronik PubMed, yang mewakili Medline dan referensi jurnal ilmu hayati dan buku online dan bebas juga dapat diakses oleh orang awam dan profesional kesehatan, dari 624 hasil pencarian, 150 referensi studi lebih lanjut termasuk satu referensi duplikat dikeluarkan pada tahap ini meninggalkan 80 referensi mulai dari tahun 2010 sampai 2023.
Hasil: Sebuah meta-analisis baru-baru ini dari sembilan kohort observasional prospektif meneliti hubungan CVD dengan pola diet nabati melibatkan konsumsi makanan nabati yang lebih tinggi dan konsumsi yang lebih rendah atau sepenuhnya menghindari makanan hewani. Kepatuhan terendah versus tertinggi menunjukkan risiko CVD 16% lebih rendah dan PJK 12%.
Kesimpulan: Modifikasi gaya hidup adalah landasan pencegahan kardiovaskular. Secara keseluruhan, temuan kami menegaskan hubungan terbalik antara pola gaya hidup sehat yang diduga termasuk diet, aktivitas fisik, tubuh, berat badan, konsumsi alkohol dan merokok di berbagai titik akhir klinis. Kepatuhan yang lebih kuat dan peningkatan jumlah perilaku pencegahan tampaknya memperkuat efek perlindunga
Determinan Personal Hygiene Organ Reproduksi Eksterna Wanita di Pondok Pesantren Al-Wasilah Lemo Tahun 2022: Determinants of Personal Hygiene of Women's External Reproductive Organs at the Al-Wasilah Lemo Islamic Boarding School in 2022
Latar Belakang: Hygiene merupakan kondisi dan praktik untuk mempertahankan kesehatan, mencegah terjadinya penyebaran penyakit, meningkatkan derajat kesehatan individu meningkatkan kepercayaan diri dan menciptakan keindahan.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Determinan Personal Hygiene Organ Reproduksi Eksterna Wanita di pondok pesantren Al-Wasilah Lemo Tahun 2022.
Metode: Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswi kelas X, XI, dan XII jurusan IPA dan IPS di Pondok Pesantren Al-Wasilah Lemo yang masih aktif mengikuti proses belajar-mengajar, yaitu sebanyak 77 siswi dan sampel pada penelitian ini adalah Siswi kelas X, XI, XII jurusan IPA dam IPS yang hadir dan bersedia di data berjumlah 77 orang diambil secara keseluruhan (total sampling).
Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara hygiene reproduksi dengan paparan informasi (p=0,430), atinya variabel ini bukan merupakan determinan personal hygiene organ reproduksi eksterna wanita di pondok pesantren Al-Wasilah Lemo. Dan tidak ada hubungan yang bermakna antara hygiene reproduksi dengan dukungan keluarga (p=1,000), atinya variabel ini bukan merupakan determinan personal hygiene organ reproduksi eksterna wanita di pondok pesantren Al-Wasilah Lemo.
Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara hygiene reproduksi dengan paparan informasi (p=0,430). Kemudian tidak ada hubungan yang bermakna antara hygiene reproduksi dengan dukungan keluarga (p=1,000)
Peran Peer Support Terhadap Academic Buoyancy Siswa: The Role of Peer Support in Students' Academic Buoyancy
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara peer support dengan academic buoyancy. Peneitian ini menggunakan metode studi literatur atau library research. Penelitian ini menggunakan 7 hasil penelitian yang terkait peer support dan academic buoyancy pada siswa. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat ditarik kesimpulan bahwa peer support memiliki dampak bagi academic buoyancy pada siswa. Siswa dengan academic buoyancy dan dukungan sosial berdampak positif pada motivasi siswa. Ketika siswa merasa didukung dan diterima oleh teman-temannya, siswa memiliki kepercayaan diri dan motivasi yang lebih besar untuk mengatasi hambatan akademik. Selain itu, teman sebaya juga dapat memberikan dukungan praktis, seperti membantu mengerjakan tugas sekolah atau memberikan nasihat yang berguna dalam memecahkan masalah akademik. Dengan dukungan teman sebaya yang kuat, siswa merasa mampu mengatasi hambatan dan kegagalan, yang pada gilirannya meningkatkan academic buoyancy siswa. Implikasi dari peneitian ini dapat digunakan oleh peneliti selanjutnya untuk melakukan penelitian lebih lanjut tentang peer support dan academic buoyancy