E-Journal Unismuh Palu - Universitas Muhammadiyah Palu
Not a member yet
    4676 research outputs found

    Pencegahan Demam Berdarah Menggunakan Video Animasi terhadap Pengetahuan Siswa SDN Gadang 4 Kota Malang: Dengue Prevention Using Animated Videos on the Knowledge of Students of SDN Gadang 4 Malang City

    No full text
    Latar belakang: Angka kesakitan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Jawa Timur pada tahun 2020 sebesar 21,5 per 100.000 penduduk. Kasus demam berdarah dapat terjadi pada kelompok umur 5-14 tahun. Kurangnya pengetahuan tentang pemberantasan sarang nyamuk (PSN) merupakan faktor risiko terjadinya DBD. Anak sekolah merupakan sasaran dalam edukasi kesehatan karena jumlahnya yang sangat banyak yaitu 20% dari jumlah penduduk Indonesia. Edukasi kesehatan dengan memanfaatkan media kepada anak sekolah dapat memberikan pengalaman yang nyata dalam menerima materi. Media video merupakan kumpulan gambar dalam sebuah frame yang diproyeksikan dengan mekanisme tertentu sehingga menghasilkan gambar yang tampak bergerak. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas edukasi pencegahan DBD menggunakan video animasi terhadap pengetahuan siswa sekolah dasar. Metode: Penelitian ini menggunakan One Grouppre-test dan post-test one group design. Sampel pada penelitian ini berjumlah 58 orang sesuai dengan kriteria inklusi. Hasil: Penelitian ini menunjukkan adanya perubahan pengetahuan, sebelum diberikan edukasi seluruh siswa (100%) memiliki kategori pengetahuan kurang, setelah diberikan edukasi 57 siswa (98,3%) memiliki kategori pengetahuan baik. Uji  Wilcoxon  Signed Rank Test menunjukkan terdapat efek yang siginifikan (p value 0.000) berupa peningkatan pengetahuan setelah dilakukan edukasi menggunakan media video animasi pada anak sekolah dasar tentang DBD. Kesimpulan: Media video animasi dapat menjadi salah satu media alternatif yang dapat digunakan dalam upaya peningkatan pengetahuan siswa sekolah dasar mengenai DBD

    Implementasi Program Pencegahan Penyakit Kardiovaskular REHAT MALAM di SD Hidayatul Ummah Mulyorejo Surabaya: Implementation REHAT MALAM Cardiovascular Disease Prevention Program at Hidayatul Ummah Elementary School Mulyorejo Surabaya

    No full text
    Latar belakang: Di Indonesia, penyakit kardiovaskular menempati urutan pertama sebagai penyebab kematian terbanyak pada tahun 2009 hingga 2019 dan tekanan darah tinggi atau hipertensi diketahui menjadi faktor risiko utamanya. Kebijakan untuk mengurangi asupan garam menjadi strategi utama untuk mencegah penyakit kardiovaskular karena terindentifikasi bahwa konsumsi natrium harian yang tinggi merupakan  faktor risiko utama dari meningkatnya kasus tekanan darah tinggi dan penyakit kardiovaskular lainnya. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari sebelum dan sesudah diberikannya program REHAT MALAM (Remaja Sehat Kendalikan Asupan Garam) terhadap peningkatan pengetahuan responden terkait asupan natrium untuk pencegahan penyakit kardiovaskular. Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan rancangan One Group Pretest Posttest. Sasaran dalam penelitian ini adalah siswa kelas 6 SD Hidayatul Ummah Mulyorejo Surabaya yang berjumlah 31 siswa. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik Paired Sample T-Test dengan mean atau rata-rata dan p-value. Hasil: Didapatkan hasil bahwa sebanyak 29 siswa (93,5%) mengalami peningkatan pengetahuan mengenai asupan garam untuk mencegah penyakit kardiovaskular. Terdapat peningkatan nilai rata-rata pengetahuan sebesar 31,61 dan ditemukan adanya perbedaan yang signifikan pada tingkat pengetahuan siswa sebelum dan setelah diberikan program (p=0,000). Kesimpulan: Hasil menunjukkan bahwa upaya pencegahan penyakit kardiovaskular melalui program REHAT MALAM berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan siswa mengenai pengendalian asupan garam

    Gambaran Epidemiologi Penyakit Kusta di Provinsi Jawa Timur Tahun 2022 : An Overview of the Epidemiology of Leprosy in East Java Province in 2022

    No full text
    Latar belakang: Kusta adalah penyakit infeksi kronis yang disebabkan oleh Mycobacterium leprae dan menyerang saraf tepi dan kulit. Pada tahun 2021 tercatat terdapat 10.976 kasus baru kusta di Indonesia. Provinsi Jawa Timur masuk ke dalam 10 besar provinsi dengan angka penemuan kasus baru kusta tertinggi per 100.000 penduduk. Penyakit kusta masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Provinsi Jawa Timur. Prevalensi kusta di Jawa Timur pada tahun 2021 sebesar 0,4 per 10.000 penduduk dengan angka penemuan kasus baru atau new case detection rate (NCDR) sebesar 4,2 per 100.000 penduduk. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran epidemiologi penyakit kusta di 38 kabupaten/kota Provinsi Jawa Timur pada tahun 2022. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan data sekunder yang bertujuan untuk membuat gambaran mengenai epidemiologi pola penyakit kusta berdasarkan orang, tempat, dan waktu. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penyakit kusta di Jawa Timur banyak diderita oleh orang dewasa (usia >14 tahun) sebanyak 2.097 kasus (94%), tipe kusta multi basiler sebanyak 2.107 kasus (95%) serta dengan kecacatan tingkat 0 sebanyak 1.686 kasus (76%). Prevalensi kusta sebesar 0,5 per 10.000 penduduk dan angka kasus baru sebesar 5,3 per 100.000 penduduk. Kesimpulan: Karakteristik penderita kusta tertinggi di Jawa Timur pada tahun 2022 berada pada dewasa (usia >14 tahun)  dan didominasi oleh kusta tipe MB dengan kecacatan tingkat 0 atau tanpa kecacatan. Masih terdapat 5 kabupaten/kota di Jawa Timur yang belum mencapai status eliminasi kusta yaitu Kabupaten Sumenep, Kabupaten Sampang, Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Tuban, dan Kabupaten Bangkalan

    Stres Kerja dan Keselamatan Pasien: Literature Review: Occupational Stress and Patient Safety: Literature Review

    No full text
    Latar belakang: Stres yang berhubungan dengan pekerjaan adalah kondisi yang lazim dalam profesi keperawatan yang menjadi penyebab utama kesehatan dan keselamatan pada pasien. Stres kerja pada perawat merupakan masalah global dan nasional yang mesti menjadi perhatian guna menunjang proses asuhan keperawatan yang optimal sehingga aspek keselamatan pasien bisa terwujud. Tujuan: Untuk mengidentifikasi secara terstruktur dan memberi gambaran secara detail berbasis bukti terkini terkait dengan model stres yang berhubungan dengan pekerjaan pada perawat dan keselamatan pasien di Rumah Sakit. Tujuan tersebut bisa tercapai dengan mengelola literatur review berdasarkan: Karakteristik stres kerja pada perawat, Faktor dukungan rekan kerja (Dokter, Perawat, Rekan lainnya), Faktor Beban Kerja, Karakteristik kondisi Pasien, Metode pengukuran tingkat stres, Faktor keselamatan pasien, dan Manajemen stres. Metode: Kajian literatur menggunakan PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta Analysis). Adapun sumber literatur review yaitu berasal dari pencarian berbasis online melalui mesin pencarian google secara umum dengan memasukkan kata kunci jurnal bereputasi baik secara nasional maupun internasional, tetapi sebagian besar jurnal yang digunakan yaitu jurnal bereputasi internasional sebagai rujukan utama. Hasil: Jurnal yang didapatkan sebagian besar berformat PDF yang didapatkan melalui jurnal yang diterbitkan oleh Pubmed, Proquest, Google scholar, Science direct: Elsevier, BMC, Health Affairs, Oxford Academic, John Wiley & Sons serta sumber lainnya berupa Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia. Jumlah Artikel yang di peroleh sebanyak 205, Jumlah artikel yang layak dan memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi sebanyak 14. Sumber stres terdiri dari 8 (delapan) skala yaitu: kondisi pasien, konflik dengan dokter, lingkungan kerja, masalah dengan teman sebaya, masalah dengan pengawas, beban kerja, ketidakpastian tentang pengobatan, konflik dengan pasien atau keluarga pasien. Kesimpulan: Stres kerja dikalangan perawat secara garis besar dan paling dominan dipengaruhi oleh lingkungan kerja, beban kerja, kondisi pasien dan perawat. Stres pada perawat dapat mendatangkan kerugian bagi suatu Rumah Sakit terkhusus pada pasien, karena dapat mengganggu proses asuhan keperawatan pada pasien dan pada akhirnya mempengaruhi keselamatan pasien. Adapun saran yang ditawarkan yaitu melakukan Manajemen pengelolaan stres yang komprehensif guna menunjang faktor keselamatan pasien

    Relationship between Knowledge, Information, and School Sanitation Facility with Menstrual Hygiene Practices Among Schoolgirls

    No full text
    Introduction: Menstrual hygiene practices are a form of self-care mainly related to mantaining the hygiene of reproductive organs specifically during menstruation. Based on previous research there are still various challenges for students to be able to maintain their menstrual hygiene in school, these challenges includes knowledge about menstruation, information, as well as school sanitation facility. Objective: The study aims to identify the relationship of knowledge, information, and school sanitation with menstrual hygiene practices in junior highschool students. Method: This study uses cross sectional carried out at one of Juniorhigh School in Wonokromo, Surabaya. The population in this study was a total of 45 girls, and the sample used 41 girls. The data analysis method is descriptive and analytical, using a chi-square test with (?=5% or 0.05) to identify the relationship of knowledge, information, and school sanitation facility with student menstrual hygiene practices. Result: The results of the study showed that 29 girls (71%) have good menstrual hygiene practices, and 12 other girls (29%) have poor menstrual hygiene practices. 32 girls (78%) stated that menstrual higiene information in the school was adequate and 9 girls (22%) said that the school's menstrual hygiene information was insufficient. Furthermore, 32 girls (78%) stated that school sanitation facilities were sufficient and could support the implementation of the Menstrual Hygiene Management (MHM), while the other 9 girls (22%) stated that the school hygiene facilities weren't sufficient for girls. The results of the bivariable analysis shows that there are meaningful relationships between knowledge, information and school sanitation facility with menstrual hygiene practices. Conclusion: This study shows the relationship between knowledge, information, and school sanitation facility with menstrual hygiene practices among schoolgirls

    Ijtihad dan Dinamika Hukum Islam: Ijtihad and the Dynamics of Islamic Law

    No full text
    Al-Qur;an merupakan sumber ajaran islam yang pertama, setelah itu sunnah Nabi Saw. Baik al-Qur’an maupun sunnah Nabi terbatas jumlahnya, sementara kondisi sosial senantiasa berubah dan bekembang, untuk itu para Ulama berupaya untuk menjawab segala permasalahan yang muncul itu dengan istilah ijtihad. Ijtihad dalam pengertian demikian adalah upaya untuk mengantisipasi tantangan baru yang senantiasa muncul sebagai akibat evolusioner kehidupan. Di sini peran manusia sebagai khalifah Tuhan dituntut untuk senantiasa berfikir dan berinovasi, tentunya dalam batas bingkai Islam, yaitu senantiasa terikat dengan wahyu al-Qur’an dan sunnah Nabi Saw

    PERTIMBANGAN HAKIM DALAM MENGABULKAN PERMOHONAN PENETAPAN WALI PENGAMPU ANAK DALAM KEADAAN AUTISME (Studi Putusan Nomor: 284/Pdt.P/2023/PN TJK)

    No full text
    Penelitian ini membahas tentang permohonan penetapan ahli pengampu untuk anak yang mengalami autisme, dengan studi kasus Putusan Nomor 284/Pdt.P/2023/PN TJK. Latar belakang masalah mencakup aspek hukum waris dan perwalian, khususnya terkait anak yang memiliki disabilitas. Indonesia memiliki tiga sistem hukum waris: adat, Islam, dan perdata. Studi ini lebih fokus pada aspek hukum perdata, yang menetapkan hak waris berdasarkan perorangan. Kematian seseorang menimbulkan akibat hukum bagi ahli warisnya, termasuk pembagian harta warisan. Penelitian ini menyoroti kasus seorang anak autisme, Axel Reyner, dan upaya ibunya, Riswati, untuk menjadi wali pengampu yang diakui oleh pengadilan. Artikel ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan mengacu pada Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 dan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penetapan wali pengampu berdasarkan pertimbangan hukum yang melibatkan keadilan, kepastian hukum, dan kemanfaatan. Hakim mempertimbangkan keadaan khusus Axel Reyner sebagai penyandang autisme. Putusan tersebut memberikan ijin kepada ibu Axel, Riswati, sebagai wali pengampu untuk mewakili anaknya dalam segala perbuatan hukum yang berkaitan dengan keperluannya. Penelitian ini memberikan wawasan tentang penanganan hukum terhadap kasus anak autisme dalam konteks hukum perdata. Implikasinya mencakup pentingnya penetapan wali pengampu untuk melindungi hak dan kepentingan anak dengan kebutuhan khusus. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam memahami dan meningkatkan perlindungan hukum bagi anak-anak dengan disabilitas dalam konteks perwalian

    Effectiveness of Poster, Animated Video and Live Youtube on Knowledge of Metabolic Syndrome and Sugar, Salt and Fat Consumption Recommendations (GGL)

    No full text
    Introduction: Excessive consumption of sugar, salt and fat in society due to lack of knowledge is increasing from year to year and causing high incidence of metabolic syndrome. Efforts to handle it can be done through nutrition education. Objective: The purpose of this study was to determine the effectiveness of the influence of the media namely posters, animated videos and Live Youtube on knowledge of metabolic syndrome and recommendations for consumption of sugar, salt and fat in women of the Al-Mutaqqin taklim assembly. Method: The type of research is Quasi Experiment with Pretest – Posttest design group. A sample of 45 mothers were determined by purposive sampling technique. Knowledge is measured with a questionnaire instrument. Data were analyzed by using the Paired T Test and One Way Anova test using PostHoc and Tukey analysis. Result: . It was found that there was an effect of nutrition education with the three media on knowledge of metabolic syndrome and recommendations for consuming GGL with p<0.005. For Metabolic Syndrome Knowledge, Poster with live youtube with sig. of 0.027 <0.05 then H0 is rejected. Live Youtube with posters with sig numbers. of 0.027 <0.05 then H0 is rejected. It can be concluded that the group that was given the YouTube live media was better than the poster media and animated video media with the result that the knowledge of Metabolic Syndrome at the posttest increased more than the other media. Conclusion: The conclusion of this study is that all media have an effect on increasing knowledge about metabolic syndrome and recommending the consumption of sugar, salt and fat. The most influential media is YouTube live media because of its advantages that other media don't have, namely interaction

    Edukasi Pola Makan dan Siklus Menstruasi dengan Anemia Pada Remaja Putri di MTSN 4 Kota Palu: Education on Diet and Menstrual Cycle with Anemia in Adolescent Girls at MTSN 4 Palu City

    No full text
    Anemia remaja adalah kondisi medis yang terjadi ketika tubuh tidak memiliki jumlah sel darah merah yang cukup atau sel darah merah tidak memiliki kemampuan yang memadai untuk mengangkut oksigen ke jaringan tubuh. Pada remaja, anemia sering kali disebabkan oleh defisiensi zat besi, yang dikenal sebagai anemia defisiensi besi. Anemia remaja sering disebabkan pola makan yang tidak seimbang. Penting bagi remaja untuk menjaga pola makan seimbang dengan mengonsumsi makanan yang kaya akan zat besi, seperti daging merah, unggas, ikan, biji-bijian, kacang-kacangan, sayuran hijau tua, dan sereal yang diperkaya. Meskipun dalam beberapa kasus, jika anemia disebabkan oleh faktor lain selain defisiensi besi, perawatan yang lebih lanjut mungkin diperlukan tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Prevalensi anemia pada remaja meningkat setiap tahunnya tahun 2013 prevalensi anemia remaja putri sebesar 22,7% sedangkan pada tahun 2018 menjadi sebesar 32%. Anemia dapat disebabkan oleh beberapa faktor misalnya kurang mengkonsumsi sumber makanan yang mengandung protein dan zat besi, kehilangan darah yaitu siklus dan lama menstruasi, status gizi dan pola sarapan. Program pengabdian masyarakat ini bermanfaat untuk peningkatan ilmu pengetahuan dan keterampilan, kesadaran akan pentingnya menjaga pola makan seimbang terutama bagi remaj

    Penerapan Menghisap Es Batu untuk Mengurangi Rasa Haus pada Pasien Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisa di Ruang ICU RSUD Pandan Arang Boyolali: Application of Sucking Ice Cubes to Reduce Thirst in Chronic Kidney Failure Patients Undergoing Hemodialysis in the ICU Room at Pandan Arang Hospital, Boyolali

    No full text
    Gagal ginjal kronik adalah gangguan fungsi ginjal yang bersifat progresif dan tidak dapat pulih kembali, dimana tubuh tidak mampu memelihara metabolism, keseimbangan cairan, dan elektrolit yang berakibat pada ureum. Pasien yang menderita gagal ginjal kronik sedang menjalani hemodialisa diharuskan untuk membatasi asupan cairan. pembatasan cairan pada dapat menimbulkan rasa haus yang mengakibatkan pasien tidak mematuhi diet asupan cairan. Untuk mengurangi rasa haus adalah memberikan terapi es batu adalah salah satu terapi dengan cara mengulum es batu yang dapat memberikan efek menahan rasa haus untuk mencegah ketidakseimbangan tubuh karena overhidrasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui hasil penerapan menghisap es batu untuk mengurangi rasa haus pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa. Desain  penelitian dengan metode deskriptif studi kasus kepada 2 responden yang sedang menjalani hemodialisa. Rasa haus diobservasi sebelum dan sesudah terapi menghisap es batu. Menggunakan skala VAS (Visual Analog Scale). Penelitian ini menunjukkan bahwa setelah terapi menghisap es batu diberikan pada kedua pasien yaitu terjadi penurunan tingkat rasa haus yang dialami oleh kedua pasien yaitu awalnya mengalami rasa haus sedang setelah diberikan terapi menghisap es batu tingkat rasa haus menurun. Berdasarkan hasil tersebut menunjukkan bahwa menghisap es batu yang dilakukan oleh penulis mampu menurunkan tingkat rasa haus pada pasien gagal ginjal kronik yang sedang menjalani hemodialisa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa setelah dilakukan penerapan terapi menghisap es batu didapatkan hasil bahwa terapi menghisap es batu dapat menurunkan tingkat rasa haus pada pasien gagal ginjal kronik yang sedang menjalani hemodialisa

    0

    full texts

    4,676

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal Unismuh Palu - Universitas Muhammadiyah Palu
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇