E-Journal Unismuh Palu - Universitas Muhammadiyah Palu
Not a member yet
4676 research outputs found
Sort by
An Analysis of Secondary EFL Teachers’ Strategies in Applying A Scientific Approach to Teaching English
This descriptive qualitative research aims to describe the procedures used by teachers in teaching English with a Scientific Approach, to know teachers’ strategies in applying the Scientific Approach, and the challenges and solutions used by teachers to overcome problems that exist in applying the Scientific Approach. The research subjects were 3 English teachers at SMPN 13 Palu. Data were collected from interviews with teachers, observation of the teaching and learning process, and teacher lesson plans. The research findings show that (1) English teaching procedures in the scientific approach taken by the teacher consists of observing, asking, associating, experimenting, and communicating; (2) The challenges teachers face in applying the Scientific Approach are: lack of student motivation and students' interest in English lessons; (3) The strategies used by teachers to overcome problems in applying the Scientific Approach are: motivating students to be more active in learning, creating a conducive classroom atmosphere, creating varied learning methods, asking some stimulating questions about the material, providing comparisons the material, and translating difficult words that are found students
Tolong-Menolong Terkait Rumah Ibadah Lain: Helping Each Other Regarding Other Houses of Worship
Tolong-menolong merupakan nilai luhur yang dijunjung tinggi dalam berbagai ajaran agama, termasuk dalam konteks hubungan antarumat beragama. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji praktik tolong-menolong antar pemeluk agama dalam hal pembangunan dan pemeliharaan rumah ibadah lain, sebagai wujud toleransi dan kerukunan di tengah masyarakat multikultural. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus di beberapa daerah yang memiliki keberagaman agama tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat lintas agama dalam membantu pembangunan rumah ibadah lain mencerminkan semangat gotong-royong, saling menghargai, dan memperkuat kohesi sosial. Praktik ini juga terbukti mampu meredam potensi konflik serta membangun jembatan komunikasi antarumat beragama. Penelitian ini merekomendasikan penguatan pendidikan multikultural dan nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara untuk menciptakan harmoni yang berkelanjutan
Analisis Pertumbuhan Awan Konvektif Berbasis Data Citra Satelit pada Kejadian Puting Beliung Tanjungpandan Kabupaten Belitung (Studi Kasus 17 Mei 2023): Analysis of the Growth and Distribution of Convective Clouds Based on Satellite Image Data on the Tornado Event in Tanjungpandan, Belitung Regency (Case Study May 17, 2023)
Puting beliung merupakan salah satu cuaca ekstem ditandai dengan sebuah fenomena angin berputar dengan kecepatan lebih dari 60-90 km/jam yang berlangsung sekitar 5-10 menit sebagai akibat adanya perbedaan tekanan yang besar pada area dengan skala kecil di sekitar awan cumulonimbus. Studi ini bertujuan untuk menganalisis kejadian cuaca ekstrem yang terjadi di Tanjungpandan dengan menggunakan citra satelit melalui aplikasi SATAID untuk mengetahui pola pertumbuhan awan konvektif yang menyebabkan terjadinya puting beliung. Penelitian ini menggunakan metode analisis suhu puncak awan sebelum, selama dan setelah kejadian putting beliung, mengamati karakteristik awan, mengkaji arah dan kecepatan pergerakan angin menggunakan data NWP dari satelit Himawari -9, data diolah dengan perangkat SATAID. Berdasarkan analisis hasil didapatkan suhu permukaan mengalami peningkatan sehingga memicu pemanasan yang mengakibatkan terjadinya penguapan masif. Hasil identifikasi citra satelit Himawari-9 menunjukkan adanya awan konvekif ditandai dari suhu puncak awan pada fase matang mencapai -57,40C dan kecepatan pergerakan awan sebesar 57 knot. Beberapa faktor tersebut mengindikasikan tanda-tanda terjadinya fenomena puting beliung
Hubungan Tingkat Pengetahuan tentang Kesehatan Reproduksi dengan Kesiapan Menghadapi Masa Pubertas Pada Remaja Usia 12-13 Tahun Di SMP Negeri 1 Limboto: Relationship Between Knowledge Level about Reproductive Health and Readiness to Face Puberty in Adolescents Aged 12-13 Years At SMP Negeri 1 Limboto
Masa pubertas merupakan fase penting dalam perkembangan remaja yang ditandai dengan perubahan fisik, emosional, dan sosial. Pengetahuan yang baik tentang kesehatan reproduksi dapat membantu remaja lebih siap dalam menghadapi perubahan ini. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling, dengan populasi 195 responden dan sampel sebanyak 66 responden usia 12-13 tahun di SMP Negeri 1 Limboto. Instrumen penelitian berupa kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi dan kesiapan menghadapi masa pubertas. Analisa data menggunakan uji Chi-Square, dengan hasil p-value 0,002 menunjukkan ada hubungan antara tingkat pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dengan kesiapan menghadapi masa pubertas pada remaja usia 12-13 tahun di SMP Negeri 1 Limboto. Kesimpulannya, semakin tinggi tingkat pengetahuan, semakin siap remaja menghadapi pubertas. Oleh karena itu, tenaga pendidik atau pihak sekolah diharapkan menyelenggarakan penyuluhan untuk menambah wawasan tentang kesehatan reproduksi agar remaja lebih siap menghadapi perubahan pubertas
Jurnal Review : Daging Kambing/Domba Bukan Faktor Penyebab Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi): Journal Review: Goat and Lamb Meat Is Not a Causative Factor of High Blood Pressure (Hypertension)
Hypertension is a global health issue that often goes unnoticed due to its lack of symptoms and poses a risk of serious complications such as heart disease and stroke. One food frequently associated with elevated blood pressure is goat meat. This article aims to review various research findings regarding the relationship between goat meat consumption and the risk of hypertension. The method used is a literature review of 20 scientific articles published between 2001 and 2022, obtained from databases such as Google Scholar and PubMed. The findings indicate that consuming goat meat in moderation does not cause hypertension, primarily due to its lower saturated fat content compared to beef and chicken. Hypertension is more influenced by genetic factors, high-sodium diets, and unhealthy lifestyles. Excessive salt used in the preparation of goat meat dishes may trigger high blood pressure, particularly in individuals with impaired kidney function. From an Islamic perspective, moderate meat consumption was also exemplified by the Prophet Muhammad (peace be upon him) and his companions. Therefore, goat meat can serve as a nutritious food source if consumed wisely in appropriate portions and frequency
Pandangan Hukum Pembiayaan Atas Kasus Pembayaran Biaya Pengobatan dan Dugaan Malpraktek Putusan MA No. 872 K/Pdt/2017: Legal view of financing on cases of payment of medical expenses and alleged malpractice Supreme Court Decision No. 872 K/Pdt/2017
Kewajiban pembayaran biaya pengobatan yang belum dilunasi, serta adanya dugaan malpraktik medis yang melibatkan kesalahan diagnosis oleh tenaga medis, menggambarkan terjadinya dua isu utama, yang dijadikan rumusan masalah penelitian.Kronologi kasus yang terjadi di rumah sakit di Mataram, melibatkan AS dituntut atas pembayaran biaya pengobatannya yang tertunggak dan mengklaim adanya kesalahan diagnosis yang menyebabkan pemberian obat anti-TB yang tidak diperlukan atas dirinya.Dilakukan penelitian yuridis normatif dengan melakukan kajian hukum atas penerapan undang-undang melalui analisis Putusan MA No. 872 K/Pdt/2017, dapat menjawab permasalahan hukum secara komprehensif. Sebagai simpulan bahwa berdasarkan Pasal 1320 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, perjanjian yang sah tetap mengikat para pihak, hal ini tidak membatalkan kewajiban pembayaran biaya pengobatan. Dengan demikian, gugatan penggugat mengenai pembayaran biaya pengobatan dapat diterima, dan keluarga pasien diwajibkan untuk melunasi sisa biaya tersebut. Kemudian tuduhan malpraktek atas dugaan ini terjawab berdasarkan pasal 52 Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran, bahwa kewajiban rumah sakit untuk memberikan salinan rekam medis, yang memuat seluruh informasi terkait riwayat pengobatan pasien, jadi rumah sakit di Mataram sudah melakukan prosedur yang benar dan tidak terbukti adanya malpraktek atas pasien AS
Penerapan Asas Personalitas Keislaman dalam Proses Penyelesaian Sengketa Perbankan Syariah Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 93/PUU-X/2012: Implementation of the Principle of Islamic Personality in the Process of Resolving Islamic Banking Disputes Following Constitutional Court Decision Number 93/PUU-X/2012
Keberadaan perbankan syariah di Indonesia memiliki pijakan yuridis dan filosofis yang kokoh, sejalan dengan status Indonesia sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia. Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 memberikan legitimasi hukum bagi aktivitas lembaga keuangan berbasis syariah. Kendati demikian, persoalan muncul dalam ranah penyelesaian sengketa, khususnya terkait yurisdiksi pengadilan yang berwenang menangani perkara ekonomi syariah. Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 93/PUU-X/2012 menegaskan bahwa kewenangan eksklusif dalam menyelesaikan sengketa perbankan syariah yang melibatkan umat Islam berada pada Peradilan Agama. Implementasi asas personalitas keislaman ini membawa tantangan tersendiri, baik dari sisi kesiapan kelembagaan Peradilan Agama maupun dari aspek pemahaman hukum masyarakat yang masih terbatas. Studi ini bertujuan mengeksplorasi penerapan asas personalitas keislaman dalam konteks penyelesaian sengketa perbankan syariah, serta mengkaji konsekuensi yuridis dari putusan Mahkamah Konstitusi terhadap struktur kewenangan peradilan. Diharapkan hasil penelitian ini berkontribusi pada penguatan sistem hukum ekonomi syariah yang adil dan responsif terhadap perkembangan masyarakat
Peran Hukum dalam Mengatasi Konflik Antara Kewajiban Membayar Pesanan dan Persaingan Usaha yang Sehat Pada Industri Catering di Kecamatan Serang: The Role of Law in Resolving Conflicts Between the Obligation to Pay for Orders and Healthy Business Competition in the Catering Industry in Serang District
Industri catering di Kecamatan Serang memiliki peran penting dalam mendukung kebutuhan masyarakat diberbagai acara. Namun, perkembangan industri ini tidak lepas dari tantangan hukum, terutama dalam menjaga persaingan usaha yang sehat dan mengatasi konflik antara kewajiban membayar pesanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persaingan para pelaku usaha industri catering di Kecamatan Serang dan penyelesaian hukum bila terjadi konflik antara kewajiban membayar pesanan dan perlindungan konsumen. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan yuridis empiris. Data penelitian terdiri atas data primer, data sekunder serta data tersier. Analisis data dilakukan dengan deskriptif analitis, menyinkronkan temuan lapangan dan peraturan perundang-undangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persaingan di industri catering di Link Sukajadi, Kecamatan Serang, cenderung tidak sehat ditandai dengan praktik seperti upaya merebut pelanggan melalui cara-cara yang tidak etis. Kondisi ini menghambat terciptanya iklim usaha yang kondusif dan merugikan beberapa pelaku usaha, terutama usaha kecil yang memiliki keterbatasan sumber daya, namun persaingan di industri catering telah berlangsung sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Tetapi terdapat konflik tertentu yang hingga kini belum terselesaikan. Penyelesaian hukum telah diupayakan melalui jalur non-litigasi, khususnya musyawarah dan pendekatan damai. Namun, upaya ini tidak membuahkan hasil karena pihak terkait tidak menunjukkan itikad baik. Dari pihak kami, komitmen untuk menyelesaikan permasalahan ini tetap kuat, dengan harapan tercipta solusi yang adil dan sesuai dengan prinsip kepastian hukum. Seperti Undang-Undang No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan Undang-Undang No. 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. Penelitian ini menyoroti pentingnya penerapan hukum dagang secara lebih efektif guna mencegah praktik persaingan tidak sehat dan menciptakan keadilan dalam ekosistem usaha di Kecamatan Serang
Analisis Kualitas Tanah Akibat Pencemaran Limbah Industri di Desa Ombulo, Kecamatan Limboto Barat Kabupaten Gorontalo: Analysis of Soil Quality Due to Industrial Waste Pollution in Ombulo Village, West Limboto District, Gorontalo District
Air limbah dari Industri pengolahan buah kelapa dapat mempengaruhi kualitas lingkungan seperti air, udara, dan tanah. Uji kualitas tanah diperlukan untuk mengetahui pengaruh perubahan penggunaan lahan terhadap kualitas dan karakteristik tanah. Tujuan penelitian ini yaitu mengukur kadar pH, Nitrogen, Fosfor, dan kalium sekitaran pabrik pengolahan kelapa PT. X di Desa Ombulo.Pendekatan penelitian dilakukan dengan metode survei dan analisis laboratorium. Populasi penelitian, semua populasi tanah yang terdapat di sekitar pabrik PT. X Desa Ombulo, sampel penelitian ini diambil pada 2 titik. Titik sampel pertama berada di lokasi pemukiman dan titik lokasi kedua di daerah bantaran sungai, sampel diambil secara purposive sampling. Derajat keasaman atau pH pada lokasi 1 menunjukkan 8,08 kategori agak alkalis atau basa. Hasil uji laboratorium menunjukkan kadar nitrogen (N) 0,08%, kalium (K) 9,32% kategori sangat rendah, sedangkan kadar fosfor (P) 11,15% kategori rendah. Lokasi 2 bantaran sungai, didapatkan nilai unsur hara pH 8,24 kategori agak alkalis, nitrogen (N) 0,2% kategori rendah, fosfor (P) 9,04% kategori sangat rendah dan kalium (K) 10,12% kategori rendah. Hasil uji kualitas tanah menunjukkan tidak sesuai baku mutu berdasarkan Penilaian Sifat Kimia Tanah. Oleh karena itu, diperlukan regulasi dan kebijakan yang efektif seperti pemantauan yang rutin dari pihak berwajib seperti Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, harus diimplementasikan untuk menilai potensi dampak, standar pengelolaan limbah perlu diawasi untuk memastikan limbah diolah dengan baik
Penerapan Teori Kepuasan Kerja dalam Meningkatkan Kinerja Karyawan di Perusahaan Ritel: Pendekatan Psikologi Industri: Application of Job Satisfaction Theory in Improving Employee Performance in Retail Companies: An Industrial Psychology Approach
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan pada perusahaan ritel di Provinsi Banten dengan menggunakan pendekatan psikologi industri. Kepuasan kerja dikaji melalui dua dimensi utama, yaitu motivator dan hygiene berdasarkan teori dua faktor Herzberg. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada 100 karyawan ritel yang dipilih secara purposive. Instrumen penelitian telah diuji validitas dan reliabilitasnya, dan data dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel kepuasan kerja (motivator dan hygiene) secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan dengan nilai R² sebesar 0,256 dan p-value < 0,05. Secara parsial, kedua dimensi juga berpengaruh signifikan terhadap kinerja. Dimensi motivator memiliki pengaruh lebih kuat dibandingkan hygiene, di mana pengakuan kerja dan pencapaian merupakan indikator yang paling dominan. Sebaliknya, pada dimensi hygiene, faktor kondisi kerja fisik dan gaji menjadi elemen yang paling sensitif. Temuan ini memberikan implikasi strategis bagi manajemen dalam menyusun kebijakan pengelolaan SDM berbasis psikologi kerja. Disarankan agar perusahaan mengembangkan sistem penghargaan berbasis pencapaian, memperhatikan aspek keadilan organisasi, dan menyediakan pelatihan yang mendukung kesejahteraan psikologis karyawan. Dengan menciptakan lingkungan kerja yang mendukung, perusahaan tidak hanya dapat meningkatkan kinerja, tetapi juga membangun loyalitas jangka panjang. Penelitian ini memperkuat peran kepuasan kerja sebagai fondasi utama dalam membentuk tenaga kerja yang produktif, stabil, dan berdaya saing tinggi.