E-Journal Unismuh Palu - Universitas Muhammadiyah Palu
Not a member yet
4676 research outputs found
Sort by
Analysis of Hypertention Prevention Behavior Based on Health Belief Model at Pulau Nasi, Pulo Aceh
Introduction: Non-communicable diseases (NCDs) are one of the leading causes of disease worldwide and are a significant public health problem. One of the non-communicable diseases is hypertension. hypertension is the leading cause of premature death worldwide with 1.28 billion sufferers out of a total population of 8.05 billion or 16% of people worldwide suffering from hypertension.
Objective: To determine whether there is a relationship between hypertension prevention behavior and a person's Health Belief Model in vulnerability, seriousness, benefits, barriers and cues to action in the community of Pulau Nasi, Pulo Aceh District.
Method: This research is a quantitative study that uses an analytic design with a cross sectional approach with the chi square test. This research was conducted on Pulau Nasi, Pulo Aceh District within a period of 3 days with a population of rice islanders who did not experience hypertension totaling 81 respondents.
Result: The result showed that hypertension prevention behavior with the characteristics of respondents on Pulau Nasi with female respondents in the age category dominating 20-40 years (75.6%), the last education is middle level as much as (58%), married status as much as (100%) which is dominated by the work of housewives as much as (88.9%) with domicile in alue reuyeung village as much as (33.3%). There is a significant relationship between barriers and hypertension prevention behavior in the health belief model with a (p-value 0.045) and Cues to Action with a (p-value 0.040) and there is no significant relationship between perceived vulnerability with a (p-value 0.103), perceived seriousness with a (p-value 0.445), perceived benefits with a (p-value 0.123).
Conclusion: There is a relationship between barriees and cues to action on hypertension prevention behavior in Pulau Nasi, Pulo Aceh sub-district
Hubungan Pembelajaran Daring saat Pandemi Covid-19 terhadap Tingkat Stress Akademik pada Siswa SMA 3 Kota Makassar : The Relationship of Online Learning During The Covid-19 Pandemic to The Level Of Academic Stress in High School Students 3 Makassar City
Latar belakang: Dampak dari pandemi Covid-19 pada proses belajar mengajar cukup terasa. Masalah yang dihadapi para siswa pada masa pandemi Covid-19 ini selain tuntutan-tuntutan yang dibebankan dengan model belajar mengajar secara daring, proses belajar menggunakan media daring ini lebih melelahkan dan membosankan, karena mereka tidak dapat berinteraksi langsung dengan guru maupun teman lainnya. Dengan demikian dapat mengakibatkan frustrasi pada siswa, dan bila terus berlanjut dapat menimbulkan stress.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pembelajaran daring terhadap tingkat stress akademik pada siswa SMA pada saat pandemi Covid-19. Hubungan yang diteliti adalah jenis kelamin, kondisi jaringan dan, prestasi akademik siswa sebelum dan saat pandemi Covid-19.
Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Sampel penelitian adalah siswa SMA sebanyak 77 orang. Penelitian dilakukan dengan pengisian kuesioner demografik, kuesioner Educational Stress Scale Academic (ESSA) yang diolah menggunakan uji Chi Square.
Hasil: terdapat hubungan yang signifikan adalah jenis kelamin (p<0.048) dan tidak terdapat hubungan yang signifikan adalah kondisi jaringan dan prestasi akademik.
Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara jenis kelamin anak dan prestasi akademik dengan stress akademik pada siswa SMA 3 Makassar
Hubungan Aktivitas Olahraga terhadap Nyeri Haid (Dismenorea) pada Remaja Putri: Literature Review: The Relationship between Sports Activities and Menstrual Pain (Dysmenorrhoea) in Young Women: Literature Review
Latar belakang: Aktivitas olahraga terbukti ampuh menurunkan nyeri haid (dismenorea) pada remaja putri. Kurangnya pengetahuan remaja putri tentang cara mengatasi nyeri haid (dismeorea) membuat dorongan remaja putri untuk melakukan aktivitas olahraga juga berkurang. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kejadian dismenorea sangat tinggi di seluruh dunia. Frekuensi rata-rata dismenore pada wanita muda berkisar antara 16,8 dan 81%. Angka kejadian dismenore di Indonesia sebesar 54,89% yang merupakan dismenore primer. Angka kejadian dismenore di Indonesia sebesar 64,25%, meliputi dismenore primer 54,89% dan dismenore sekunder 9,36%. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2022 jumlah remaja putri usia 10-14 tahun 63,968 jiwa. Di Kota Semarang terdapat 87,8% yang mengalami dismenorea dan masih melakukan aktivitas seperti biasanya dan 12,2% menggunakan obat pereda nyeri.
Tujuan: Menganalisis hasil penelitian selama sepuluh tahun terakhir terkait hubungan tingkat pengetahuan aktivitas olahreaga terhadap nyeri haid (dismenorea)
Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode literature review dimana peneliti mengkaji secara kritis ide-ide yang terkandung dalam beberapa penelitian. Pencarian literature review. Metode penelusuran dilakukan menggunakan analisis PICO yaitu remaja putri, intervensinya adalah tingkat pengetahuan yang dimiliki remaja putri terkait aktivitas olahraga antara yang memiliki pengetahuan yang cukup dan tidak, hasilnya berkaitan dengan motivasi remaja putri dalam melakukan aktivitas olahraga. Pencarian artikel ini dilakukan pada sejumlah database ilmiah seperti ScienceDirect, PubMed, dan Google Scholar. Hasil: Dari analisis 10 artikel dengan 6 jurnal internasional dan 4 jurnal nasional, terdapat hubungan tingkat pengetahuan rutinitas olahraga terhadap nyeri haid (dismenorea) pada remaja putri.
Hasil: Dari analisis 10 artikel dengan 6 jurnal internasional dan 4 jurnal nasional, terdapat hubungan tingkat aktivitas olahraga terhadap nyeri haid (dismenorea) pada remaja putri
Kesimpulan: Tingkat pengetahuan berpengaruh besar dalam memunculkan motivasi untuk melakukan olahraga. Semakin tinggi tingkat pengetahuan semakin tinggi motivasi terkait pentingnya melakukan olahraga untuk mengurangi nyeri haid (dismenorea)
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Mual Muntah pada Ibu Hamil Trimester 1: Literature Review: Factors Affecting Nausea, Vomiting in ist Trimester Pregnant Women: Literature Review
Latar belakang: Mual muntah merupakan suatu ketikdaknyamanan yang dirasakan selama hami Trimester 1. Menurut WHO angka kejadian mual muntah yaitu 1-3% dari seluruh kehamilan diswedia,0,5% dicalifornia, 0,8% dichina, 0,9% di norwegia, 2,2% dipakistan, 1,9% diturki, diamerika serikat prevalensi mual muntah pada ibu hamil adalah 0,5% - 2% dan diindonesia, 0,3 %. Mual muntah saat kehamilan dialami dipagi hari hingga setiap waktu, gejala ini dialami saat usia 6 minggu sampai 10 minggu dan mual muntah sebanyak 60 %-80% pada primigravida 40%-60% multigravida.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi mual muntah pada ibu hamil trimester 1.
Metode: penelitian ini menggunakan literatur review dengan data base pencarian pubmed, publish or perish dan google scholar. Data yang diambil adalah artikel penelitian dari tahun 2018-2023, dengan kata kunci “kehamilan”, “factors nausea and vomiting” “kejadian mual muntah”, “faktor mual muntah”, “ibu hamil”.
Hasil: Penelitian menemukan faktor yang mempengaruhi mual muntah pada ibu hamil trimester adalah nilai , kecemasan (p=0,018), depresi (p=0,022), usia (OR = 0,91, 95% CI = 0,87–0,94), paritas p=0,003 dan stres p-value 0,001.
Kesimpulan: Faktor yang mempengaruhi mual muntah adalah faktor kecemasan, depresi, usia, paritas, dan stres
Gambaran Sanitasi Kapal di Pelabuhan Indonesia: Literature Review: Overview of Ship Sanitation in Indonesian Ports: Literature Review
Latar belakang: Sanitasi kapal merupakan salah satu upaya untuk mengurangi faktor risiko lingkungan dalam pemutusan rantai penularan penyakit guna memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan. Sanitasi kapal yang tidak memenuhi standar akan berdampak pada permasalahan kesehatan baik kepada penumpang maupun ABK. Upaya sanitasi kapal berlaku untuk semua jenis kapal baik kapal pengangkut barang maupun penumpang untuk didapatkannya sertifikat sanitasi guna memeperoleh Surat Izin Kesehatan Berlayar (SIKB)
Tujuan: Untuk memberikan informasi terkait gambaran sanitasi kapal yang bersandar di pelabuhan di Indonesia sesuai dengan health regulation yang berlaku dalam rangka upaya meningkatkan derajat kesehatan.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode prisma untuk pencarian kajian yang berhubungan dengan topik pembahasan. Kriteria kajian yang di-review adalah jurnal yang dipublikasi dalam rentang waktu 5 tahun terakhir (2018-2023).
Hasil: Pada kapal, penilaian sanitasi dilakukan di beberapa ruangan seperti dapur, gudang, ruang tidur, air minum, limbah cair, air ballast, hingga keberadaan vektor. Berdasarkan 13 artikel yang ditelaah, diketahui bahwa belum seluruh kapal yang berlabuh di pelabuhan Indonesia telah memenuhi syarat sanitasi. Sebagian besar telah memenuhi syarat sanitasi sesuai dengan Permenkes Nomor 40 Tahun 2015. Beberapa di antaranya belum memenuhi karena kurang terpenuhinya syarat sanitasi di beberapa ruangan dalam kapal. Khususnya pada variabel pengelolaan limbah dan sampah. Sehingga, perlu dilakukan perbaikan sanitasi dan sosialisasi kepada ABK untuk menambah pengetahuan terkait hygiene dan sanitasi kapal yang berhubungan dengan dampak kesehatan yang diakibatkan.
Kesimpulan: Perlu dilakukan evaluasi penerapan sanitasi yang baik untuk alat transportasi kapal laut. Petugas pelabuhan diharapkan mampu melakukan perbaikan sanitasi dan lebih ketat dalam mengatur ketertiban penumpang dalam kapal untuk kepentingan dan kenyamanan bersama. Kondisi sanitasi kapal yang baik akan mendapat Sertifikat Bebas Tindakan Penyehatan Kapal (Ship Sanitation Control Exemption Certificate/SSCEC), dan jika kondisi sanitasi kurang maka akan mendapatkan Sertifikat Penyehatan Kapal (Ship Sanitation Control Certificate/SSCC)
Analisis Spasial Pemetaan Prioritas Penanganan Pneumonia pada Balita di Provinsi Jawa Timur Tahun 2022: Spatial Analysis of Mapping Priorities for Handling Pneumonia in Toddlers in East Java Province 2022
Latar belakang: Pneumonia masih menjadi penyebab utama mortalitas dan morbiditas pada anak. Adapun Provinsi Jawa Timur di tahun 2021 merupakan provinsi dengan penyakit pneumonia balita paling banyak di Indonesia yakni sebanyak 74.071 kasus.
Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh pengetahuan mengenai penyebaran pneumonia balita di provinsi Jawa Timur tahun 2022 serta menentukan wilayah prioritas penanganan penyakit pneumonia pada balita di provinsi Jawa Timur.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan desain ekologi menggunakan aplikasi Quantum GIS (QGIS) versi 3.22.
Hasil: Hasil pemetaan kasus pneumonia balita di Jawa Timur tahun 2022, terdapat dua wilayah dengan kategori jumlah kasus pneumonia balita kategori tinggi yakni Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo. Dengan case fatality rate (CFR) tertinggi pada wilayah Kabupaten Pacitan sebesar 0,9%.
Kesimpulan: Berdasarkan pengolahan data melalui klasifikasi dan skoring menunjukkan bahwa wilayah prioritas 1 terdiri dari Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Sampang, Kabupaten Probolinggo, Kota Surabaya, dan Kabupaten Malang
Pemberian Media Leaflet Mengenai Higiene Sanitasi Lingkungan Terhadap Kejadian Wasting dalam Meningkatkan Pengetahuan (Studi Kasus pada Ibu Balita di Desa Mulyasejati Kabupaten Karawang): Provision of Media Leaflet o Environmental Sanitation Hygiene Against Wasting Events in Increasing Knowledge (Case Study on Toddler Mother in Mulyasejati Village, Karawang City)
Latar belakang: Salah satu faktor yang mempengaruhi terjadinya wasting adalah higiene sanitasi lingkungan. Higiene adalah upaya kesehatan dengan cara memelihara dan melindungi kebersihan individu. Sanitasi adalah upaya kesehatan dengan cara memelihara dan melindungi kebersihan lingkungan. Higiene sanitasi adalah upaya untuk mengendalikan faktor risiko terjadinya kontaminasi terhadap makanan, baik yang berasal dari bahan makanan, orang, tempat, dan peralatan agar aman dikonsumsi.
Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian media leaflet mengenai higiene sanitasi lingkungan terhadap kejadian wasting dalam meningkatkan pengetahuan ibu balita.
Metode: Metode yang digunakan adalah Quasi Experimental Design dengan model one group pretest-posttest design. Pelaksaan penyuluhan dilakukan pada tanggal 20 dan 22 September 2023 di Posyandu Cempaka II dan IX. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah accidental sampling. Skor hasil pretest dan posttest dihitung menggunakan skala Gutman dengan jawaban benar bernilai 1 dan salah bernilai 0. Uji normalitas menggunakan uji Saphiro-Wilk dilanjut dengan uji Wilcoxon dikarenakan data tidak terdistribusi normal.
Hasil: Hasil uji statistik diperoleh p-value sebesar 0,285 (p > 0,05) yang menunjukkan bahwa media leaflet yang digunakan tidak berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan responden.
Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa tidak ada pengaruh pemberian media leaflet mengenai higiene sanitasi lingkungan terhadap kejadian wasting dalam meningkatkan pengetahuan ibu balita di Posyandu Cempaka II dan IX
Pengaruh Latihan Pernapasan terhadap Pasien Coronary Artery Bypass Graft (CABG): Literature Review : The Effect of Breathing Exercises on Coronary Artery Bypass Graft (CABG) Patients: Literature Review
Latar Belakang:Tindakan CABG mempengaruhi psikologis dan fisiologis tubuh pasien serta dapat menyebabkan berbagai komplikasi pasca operasi. Salah satu manajemen keperawatan pasca operasi jantung yaitu melakukan program latihan rehabilitasi jantung. Intervensi yang di lakukan pada rehabilitasi jantung fase I salah satunya adalah latihan pernapasan.
Tujuan: Tujuan kajian literatur ini, diharapkan kita dapat mengidentifikasi pengaruh latihan pernapasan terhadap pasien CABG.
Metode: Kajian Literatur ini menggunakan basis data: Database yang digunakan dalam penelitian ini yaitu seperti Google Schoolar, MEDLINE, Proquest, Science Direct dan Academic Journal. Artikel dipilih berdasarkan abstrak serta teks lengkap yang sesuai dengan kriteria inklusi dan ekskusi. Artikel disusun menggunakan panduan Preferred Reporting Items for Systematic review and Meta Analysis (PRISMA) dan Population, Intervention, Comparators, Outcomes, Time (PICOT). Artikel dikritisi menggunakan Joanna Briggs Institute (JBI) Critical Appraisal Checklist for Randomized Controlled Trials.
Hasil: Hasil telaah dari keseluruhan artikel yang telah dikaji terdapat pengaruh latihan pernapasan terhadap pasien CABG yaitu dari aspek psikologis yaitu dapat menurunkan kecemasan dan depresi dan aspek fisiologis yaitu dapat menstabilkan heart rate, nenurunkan nyeri dan penanda inflamasi.
Kesimpulan: Berbagai jenis latihan pernapasan yang dapat digunakan dalam fase I rehabilitasi pasien jantung yaitu Latihan relaksasi pernapasan dalam lambat (Slow Deep Breathing Relaxation Exercise/ SDBRE), Latihan pernapasan yoga dan teknik pernafasan dengan terapi biofeedback Heart Rate Variability (HRV) guna menunjang proses kesembuhan pasien dengan CABG
Faktor Risiko Lingkungan Fisik Rumah Terhadap Kejadian ISPA pada Balita di Darul Imarah Aceh Besar: Risk Factors for the Physical Environment of the Home on the Incidence of ISPA in Toddlers in Darul Imarah Aceh Besar
Latar belakang: Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada balita merupakan permasalahan kesehatan yang belum teratasi di Aceh, terutama di wilayah Puskesmas Darul Imarah, Aceh Besar.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada faktor risiko lingkungan fisik rumah terhadap kejadian ISPA pada balita di wilayah Kerja Puskesmas Darul Imarah, Aceh Besar.
Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan metode analitik observasional dengan desain case-control study. Populasi adalah seluruh balita yang terdaftar di Puskesmas Darul Imarah selama Januari–September 2023. Pengambilan sampel dilakukan dengan total sampling, dengan 60 responden terbagi menjadi 30 kelompok kasus dan 30 kelompok kontrol (perbandingan 1:1). Data dianalisis menggunakan uji chi-square dan aplikasi SPSS.
Hasil: Hasil analisis bivariat menunjukkan ventilasi ruangan (p-value = 0,405, OR = 1,592, CI95% 0,531-4,775), kelembaban rumah (pvalue
= 0,795, OR = 1,144, CI95% 0,414 – 3,166) dan kepadatan hunian (p-value = 0,559, OR = 1,408, CI95% 0,445 – 4,53) memiliki hubungan signifikan dengan kejadian ISPA pada balita dan merupakan faktor risiko. Sedangkan suhu rumah (p-value = 0,301, OR = 0,583, CI95% 0,210 – 1,624), dan jenis lantai tidak merupakan faktor risiko ISPA.
Kesimpulan: Hasil penelitian menyimpulkan bahwa faktor lingkungan seperti ventilasi, kelembaban, dan kepadatan hunian ruangan dapat meningkatkan risiko ISPA pada balita. Rekomendasi termasuk edukasi masyarakat tentang kebersihan lingkungan dan pengawasan kualitas udara
Faktor – Faktor yang Memengaruhi Psychological Safety di dalam Konteks HSE pada Industri Minyak dan Gas Bumi: Literature Review: Influencing Factors of Psychological Safety in HSE Context in Oil and Gas Industry: Literature Review
Latar belakang: Psychological safety di dalam konteks HSE (Health, Safety and Environment) sangat penting dalam pencegahan kecelakaan yang memerlukan intervensi manusia pada industri minyak dan gas bumi. Namun, penelitian – penelitian mengenai psychological safety di dalam konteks HSE pada industri minyak dan gas bumi masih sedikit padahal psychological safety yang rendah telah dilaporkan berkontribusi terhadap kecelakaan – kecelakaan besar yang terjadi di industri minyak dan gas bumi.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor – faktor yang memengaruhi psychological safety di dalam konteks HSE pada industri minyak dan gas bumi.
Metode: Penelitian ini merupakan tinjauan pustaka menggunakan metode “PRISMA” (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses Guidances) yang mana identifikasi penelitian dilakukan melalui databases menggunakan kata kunci pada Google Scholar dan Science Direct, dan melalui metode lain yang berasal dari organisasi terkait dan jurnal ilmiah universitas. Sebanyak 1084 catatan diidentifikasi, namun hanya 9 (sembilan) penelitian yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi.
Hasil: Instrumen yang digunakan untuk mengukur psychological safety di dalam konteks HSE pada industri minyak dan gas bumi berisi pertanyaan – pertanyaan untuk menilai keinginan menyuarakan keselamatan dan menghentikan pekerjaan. Faktor – faktor yang memengaruhi psychological safety di dalam konteks HSE pada industri minyak dan gas bumi dapat dikelompokkan ke dalam faktor individu, faktor interpersonal, faktor psikososial, faktor kepemimpinan, dan faktor organisasi.
Kesimpulan: Faktor – faktor yang memengaruhi psychological safety di dalam konteks HSE pada industri minyak dan gas bumi, yaitu faktor individu, faktor interpersonal, faktor psikososial, faktor kepemimpinan, dan faktor organisasi