E-Journal Unismuh Palu - Universitas Muhammadiyah Palu
Not a member yet
4676 research outputs found
Sort by
Analysis of Risk Factors for the Incidence of Hyperemesis Gravidarum at RSIA Fatimah and at RSUD Haji Makassar
Background: 32.26% of pregnant women in South Sulawesi in 2018 experienced disorders or complications during their pregnancy, 24.3% of them experienced disorders in the form of continuous vomiting / diarrhea. If nausea and vomiting occurs more than 5 times a day, it is called hyperemesis gravidarum. One of the risk factors for hyperemesis gravidarum is education. a person's education greatly affects the ability to think and the level of understanding and acceptance of something that is conveyed.
Objective: This study aims to analyze the risk factors for the occurrence of hyperemesis gravidarum in pregnant women at the Fatimah Mother and Child Hospital and at the Regional General Hospital Haji Makassar.
Method: This type of research is an observational analytic research with a case control approach. The population and sample used are all pregnant women who are recorded in the register book for 2020-2022 at RSIA Fatimah Makassar and RSUD Haji Makassar with a sample of 75 cases and controls that met the inclusion criteria.
Result: The results showed that the prevalence of hyperemesis gravidarum at RSIA Fatimah Makassar and RSU Haji Makassar 2020-2022 was 50% (n = 75). The results of statistical analysis were mother's age OR 0.389 (95% CI = 0.174-0.870), Parity OR 0.469 (95% CI = 0.244-0.901), Education OR 3.083 (95% CI = 1.536-6.190), Occupation OR 1.158 ( CI 95% = 0.547-2.451), The results of bivariate analysis, namely maternal education OR 3.083 (95% CI = 1.536-6.190) is a risk factor for the occurrence of hyperemesis gravidarum.
Conclusion: Maternal education is a risk factor for hyperemesis gravidarum with an OR value of 3.083 > 1 and a p-value = 0.002 <0.05
The Effect of Compensation on Job Satisfaction of Regional Public Service Agency (BLUD) Nurses and Organizational Citizenship Behavior (OCB) at RSUD Bayu Asih Purwakarta
Introduction: Organizational Citizenship Behavior (OCB) is the behavior of employees that goes beyond their formal obligations, is very important in supporting organizational performance. Good job satisfaction is often associated with increased OCB, while compensation is a key factor in influencing employee job satisfaction. This study was conducted at RSUD Bayu Asih Purwakarta, especially for BLUD nurses, to determine the effect of compensation on job satisfaction and its impact on OCB.
Objective: This study aims to analyze the effect of compensation on job satisfaction and Organizational Citizenship Behavior (OCB) in BLUD nurses at RSUD Bayu Asih Purwakarta.
Methods: This study used quantitative methods with a cross-sectional approach. The study was conducted from March-September 2024. Data were collected from 76 BLUD nurses at RSUD Bayu Asih Purwakarta through questionnaires. Analysis of research data using univariate analysis explains the characteristics of variables, while bivariate analysis examines the influence between variables using chi-square. This study uses path analysis to test the causal relationship between variables that have been determined bivariate. Data processing was carried out with the SPSS version 25 statistical program.
Results: The results showed that there was a significant influence between compensation and nurses' job satisfaction, indicated by a p-value of 0.001 (<0.05). In addition, compensation also has a significant influence on the application of OCB with a p-value of 0.005 (<0.05). The effect of job satisfaction on OCB is also significant with a p-value of 0.000 (<0.05). The contribution of the effect of compensation on job satisfaction and its impact on OCB is 43.9%, indicating the important role of job satisfaction as a mediator in this relationship.
Conclusion: Adequate compensation can increase nurses' job satisfaction and Organizational Citizenship Behavior (OCB). Hospital management needs to increase compensation and improve supervisor-subordinate relationships to foster job satisfaction, so that voluntary behaviors such as OCB can develop, improving overall organizational performance
Optimalisasi Punishment terhadap Kedisiplinan Siswa Kelas 8 Saat Shalat Dhuhur Berjama’ah di SMP Muhammadiyah 8 Benjeng: Optimization of Punishment on the Discipline of Class 8 Students During Dhuhur Prayers in Congregations at SMP Muhammadiyah 8 Benjeng
Artikel ini membahas tentang kedisiplinan siswa kelas 8 pada saat kegiatan shalat dhuhur berjama’ah di SMP Muhammadiyah 8 Benjeng . Penelitian ini dilatar belakangi karena adanya siswa yang melanggar kedisiplinan pada saat kegiatan shalat dhuhur berjama’ah. Kedisiplinan adalah sikap dan perasaan taat dan patuh terhadap nilai yang dipercayai merupakan tanggungjawabnya,tanpa ada rasa keterpaksaan sedikitpun. Shalat adalah tiang agama dan juga sebagai pertanda keimanan dan keyakinan manusia terhadap allah, banyak efek positif shalat yang berguna untuk pengembangan kepribadian, salah satunya adalah kedisplinan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek guru ISMUBA di SMP Muhammadiyah 8 Benjeng. Pada pengumpulan data, peneliti menggunakan metode wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data,penyajian data dan kesimpulan. Berdasarkan analisis data diketahui bahwa optimalisasi Punishment dapat meningkatkan kedisiplinan siswa saat shalat dhuhur berjama’ah, ditemukan bahwa sebelum melakukan optimalisasi punishment hanya 36% siswa yang disiplin saat shalat dhuhur berjama’ah dan setelah dilakukannya optimalisasi punishment terhadap siswa yang sebelumnya hanya 36% kini meningkat menjadi 76%. Hal ini menunjukkan bahwasannya kedisiplinan siswa saat shalat dhuhur berjama’ah meningkat setelah dilakukannya optimalisasi punishment. Oleh karena itu optimalisasi punishment dapat menjadi alternatif dalam mendisiplinkan siswa didunia Pendidikan
Implementasi Pemberian Deep Back Massage Terhadap Penurunan Tingkat Nyeri Pada Ibu Bersalin Kala I Fase Aktif Di RSUD Undata Palu: Implementation Of Providing Deep Back Massage To Reduce Pain in Particular Women In The 1st Active Phase At Undata Hospital Palu
Proses persalinan merupakan peristiwa penting dan alamiah yang menyertai siklus hidup wanita. Persalinan dan kelahiran normal merupakan proses pengeluaran janin yang terjadi pada kehamilan atrem (37-42 minggu). Selama proses persalinan terjadi penurunan kepala kedalam rongga panggul yang menekan syaraf pudendal sehingga mencetuskan sensasi nyeri yang dirasakan oleh ibu. Desain studi kasus yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain studi kasus deskriptif, populasi dalam penelitian adalah pasien dengan ibu bersalin kala l fase aktif dengan masalah nyeri di RSUD Undata Palu. Hasil penelitian ditemukan dari pengkajian yang dilakukan pada Ny.M data subjektif: pasien mengatakan nyeri perut tembus belakang, pasien meengatakan sulit tidur, pasien mengatakan mengalami nyeri pada skala nyeri 10. P: pasien mengatakan penyebab nyeri karena kontraksi, Q: pasien mengatakan jika timbul rasa nyeri maka nyerinya itu seperti tertusuk-tusuk, R: pasien mengatakan nyeri pada bagian perut tembus belakang, S: pasien mengatakan nyeri dari skala 1-10 nyeri yang dirasakan 10, T: pasien mengatakan nyeri dirasakan hilang timbul, data objektif pasien tampak pucat. TTV: Tekanan Darah 122/76 mmHg, Nadi 75 x/menit, Respirasi 27 x/menit, Suhu 36,5oC, HPHT pasien yaitu 16-10-2023 dan taksiran partus yaitu 19-07-2024. Diagnosa ditemukan yaitu nyeerei akut berhubungan dengan agen pencedera fisiologi. Setelah dilakukan deep back massage keluhan nyeri menurun pada implementasi pertam dan kedua di dapatkan skala nyeri 10 menjadi 7. Kesimpulan dari penelitian ini adalah dilakukan implementasi pertama dan kedua skala nyeri menurun 10 menjadi 7
Penggunaan Proportional Odds Model (POM) dalam Regresi Logistik Ordinal untuk Menganalisis Faktor-Faktor Penentu Balita Stunting di Indonesia: Using Proportional Odds Model (POM) in Ordinal Logistic Regression to Analyze Determining Factors of Stunting Toddlers in Indonesia
Stunting tetap menjadi tantangan besar di banyak negara berkembang, termasuk Indonesia. Meskipun Indonesia memiliki ekonomi terbesar di Asia Tenggara, negara ini berada di peringkat kedua setelah Timor Leste dalam hal prevalensi stunting pada balita. Oleh karena itu, tujuan daripada penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor penentu balita stunting di Indonesia. Data yang digunakan berasal dari SUSENAS BPS dan SKI Kemenkes. Metode yang diterapkan adalah proportional odds model dalam analisis regresi logistik ordinal. Penelitian menghasilkan bahwa belanja makanan (odds ratio = 0.977), kekurangan konsumsi pangan (odds ratio = 1.236), kelengkapan cakupan imunisasi dasar (odds ratio = 0.849), ketersediaan air minum yang layak dari sumbernya (odds ratio = 0.980), dan kunjungan kelas ibu hamil sebanyak ? 4 kali (odds ratio = 0.720) signifikan berpengaruh terhadap tingkat balita stunting di Indonesia. Sebesar 82.7% dari variasi data mampu dijelaskan oleh model dan mencapai akurasi klasifikasi sebesar 76.47%
Hak Menggugat Cerai Bagi Laki-Laki Dan Perempuan Perspektif Undang-Undang Perkawinan Dan Kompilasi: The Right to File for Divorce for Men and Women: Perspective of the Marriage Law and Compilation
Hak menggugat cerai bagi laki-laki dan perempuan dalam perspektif Undang-Undang Perkawinan No. 1 Tahun 1974 dan Kompilasi Hukum Islam (KHI) di Indonesia. Meskipun keduanya mengatur perceraian, terdapat perbedaan mendasar dalam akses dan prosedur yang sering kali menguntungkan pihak laki-laki. KHI memberikan hak talak kepada suami tanpa melalui pengadilan, sementara perempuan harus melalui proses yang lebih panjang dan kompleks untuk menggugat cerai. Artikel ini menganalisis ketidaksetaraan ini dan menyoroti pentingnya reformasi hukum yang menjunjung kesetaraan gender dalam sistem perceraian Indonesia. Selain itu, diperlukan perubahan sosial dan budaya untuk mengurangi stigma terhadap perempuan yang menggugat cerai, demi terciptanya sistem perceraian yang lebih adil dan inklusif
Kontaminasi Bakteri Pada Berbagai Jajanan Kaki Lima di Indonesia: Bacterial Contamination in Various Street Foods in Indonesia
Salah satu jenis makanan yang banyak di Indonesia adalah jajajan kaki lima. Banyak penelitian terdahulu menunjukkan bahwa terdapat berbagai jenis bakteri pada jajanan kaki lima yang berpotensi menyebabkan berbagai penyakit. Studi Literatur ini bertujuan untuk membuat kajian literatur terkait kontaminasi bakteri pada jajanan kaki lima di Indonesia. Studi literatur ini dibuat dengan mengumpulkan artikel penelitian yang terbit 5 tahun terakhir di Indonesia berkaitan dengan kontaminasi bakteri pada jajanan kaki lima di Indonesia. Artikel yang diplih adalah yang terindeks google scholar dan SINTA serta merupakan jurnal nasional. Hasil penelitian dari artikel terdahulu kemudian disajikan secara deskriptif sehingga memberikan Gambaran umum kontaminasi bakteri pada jajanan kaki lima di Indonesia. Studi literatur ini menunjukkan bahwa jajanan kaki lima di Indonesia meliputi Telur gulung, Bakso gerobak, Gula kapas,es dawet, dan Gorengan terdapat kontaminasi bakteri Escherichia coli, Salmonella, dan ,Proteus Mirabilis ,dan Clostridium Botulinum pada jajanan kaki lima di Indonesia
Pelatihan Pengelolaan Limbah Bonggol Jagung Menjadi Briket Sebagai Sumber Energi Terbarukan untuk Masyarakat Desa Pappalluang, Kec. Bangkala Barat, Kab. Jeneponto: Corn Cob Waste Management Training into Briquettes as a Renewable Energy Source for the Community of Pappalluang Village, West Bangkala District, Jeneponto Regency
Pengelolaan limbah pertanian, termasuk bonggol jagung, sering menjadi tantangan utama dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan meningkatkan nilai ekonomi. Pengabdian masyarakat ini berfokus pada pemanfaatan limbah bonggol jagung sebagai bahan baku untuk produksi briket, suatu inovasi energi terbarukan yang ramah lingkungan. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Pappalluang, Kecamatan Bangkala Barat, Kabupaten Jeneponto, dengan menggunakan metode yang melibatkan penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan langsung kepada masyarakat. Tujuan utama dari program ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengelola limbah pertanian, khususnya bonggol jagung, sehingga dapat diubah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat tidak hanya memperoleh pemahaman baru tentang pengelolaan limbah secara ramah lingkungan, tetapi juga mampu mempraktikkan pembuatan briket sebagai alternatif bahan bakar yang efektif. Briket ini memiliki potensi besar untuk mengurangi pencemaran lingkungan akibat pembakaran limbah terbuka serta menyediakan solusi energi yang lebih berkelanjutan bagi masyarakat desa. Keberhasilan program ini diharapkan menjadi langkah awal untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi lokal dan mendukung upaya pembangunan berkelanjutan. Melalui dukungan dan kolaborasi antara masyarakat, akademisi, dan pemerintah daerah, inovasi ini dapat berkembang lebih lanjut dan diterapkan secara luas di daerah lain. Program ini diharapkan berkelanjutan dan dapat diterapkan secara mandiri oleh masyarakat.
 
Efektivitas Kulit Jeruk Manis (Citrus Sinensis) dan Daun Kayu Putih (Melaleuca Leucadendra Linn.) Terhadap Penguraian Sampah Styrofoam: Effectiveness of Sweet Orange Peel (Citrus Sinensis) and white Wood Leaves (Melaleuca Leucadendra Linn.) on Decomposition of Styrofoam Waste
Styrofoam merupakan material plastik yang sangat sulit terurai secara alami. Penelitian ini bertujuan mengkaji efektivitas perasan kulit jeruk manis dan minyak atsiri daun kayu putih sebagai alternatif ramah lingkungan untuk menguraikan sampah styrofoam. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu (Quasi Eksperimen) dengan dua perlakuan, yaitu perasan kulit jeruk manis dan minyak atsiri daun kayu putih, serta satu kelompok kontrol. Pengulangan dilakukan sebanyak tiga kali. Sampel styrofoam dibeli dari salah satu toko plastik yang ada di Kecamatan Kota Tengah. Data dianalisis menggunakan uji Independent Sample T-test dan Mann-Whitney dengan tingkat signifikansi ? = 0,05. Perasan kulit jeruk manis dan minyak atsiri daun kayu putih efektif dalam menguraikan sampah styrofoam. Waktu penguraian tercepat pada perasan kulit jeruk manis dengan konsentrasi 500% dapat menguraikan styrofoam dalam 12 menit, dan waktu penguraian tercepat minyak atsiri daun kayu putih dengan konsentrasi 100% juga membutuhkan waktu 12 menit. Terdapat perbedaan signifikan dalam variasi konsentrasi perasan kulit jeruk manis (p=0,013) dan minyak kayu putih (p=0,046) dalam menguraikan styrofoam. Diharapkan kepada masyarakat agar mengurangi penggunaan styrofoam dan dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang potensi penggunaan bahan alami dalam pengelolaan limbah styrofoam
Edukasi Kekuatan Ikhlas Sebagai Upaya Preventif untuk Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat di Desa Janti Sidoarjo: Education on the Power of Sincerity as a Preventive Effort to Improve the Quality of Life of the Community in Janti Village Sidoarjo
Dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat salah satu indikator penting yang dapat diterapkan adalah dengan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dalam kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan kemampuan masyarakat dalam mengembangkan kekuatan ikhlas sebagai upaya preventif untuk meningkatkan kualitas hidup. Kegiatan ini melibatkan 20 masyarakat mitra dari kelompok PKK RT 003 Desa Janti Kecamatan Waru Sidoarjo. Hasil evaluasi terhadap edukasi yang disampaikan adalah sebanyak 95% telah mencapai target dan luaran yang diinginkan dimana peserta telah memahami dan berkeinginan untuk menerapkan sikap ikhlas di kehidupan sehari – hari.