E-Journal Unismuh Palu - Universitas Muhammadiyah Palu
Not a member yet
4676 research outputs found
Sort by
Risk Analysis of Groundwater Contaminant in Rural Areas Using Spatial Distribution
Background: Water is a very important material for the life of creatures in nature and its function for life cannot be replaced by other compounds. Groundwater is an important resource for humans, especially in rural areas that depend on Groundwaters as the main source of clean water. However, the quality of groundwater in many areas has decreased due to pollution from human activities, such as agriculture and industry.
Method: This study aims to analyse the level of pollution risk of groundwaters in rural areas of Masama District, Banggai Regency using descriptive quantitative methods. Spatial analysis of pollution risk was conducted on 516 Groundwaters selected as samples. Spatial data is collected by recording the location of each well using GPS, which is then used to create a spatial map. The pollution risk analysis is based on the Sanitation Inspection results, using 11 key indicators.
Result: The results showed that 4 Groundwaters (0.78%) were in the very high pollution risk category, 115 Groundwaters (22.29%) were in the high-risk category, 204 Groundwaters (39.53%) were classified as medium risk, and 193 Groundwaters (37.40%) had low pollution risk. The results indicate that most Groundwaters in the study area are at moderate to high risk. Groundwaters with high and very high risk are dominated by Groundwaters located in Minang Andala, Purwo Agung and Kembang Merta villages, which are agricultural areas with sufficient area and most of the people have livestock around their homes which could potentially be a source of contaminants.
Conclusion: This study shows that the majority of Groundwaters in the study area have a moderate to high risk of pollution, with high and very high-risk categories found in villages that have agricultural and livestock activities. This emphasises the need for more intensive groundwater management and protection measures
Implementasi Senam Kaki pada Tn. B Terhadap Masalah Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah pada Pasien Diabetes Melitus di Ruangan Seroja Rsud Undata Provinsi Sulawesi Tengah: Implementation of Foot Exercises in Tn. B on the Problem of Unstable Blood Glucose Levels in Diabetes Mellitus Patients in the Seroja Room At Undata Hospital, Central Sulawesi Province
Diabetes mellitus adalah penyakit metabolic kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah (atau gula darah) yang seiring waktu menyebabkan kerusakan serius pada jantng, pembuluh darah, mata ,ginjal, dan saraf , Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitiaan deskriptif dengan pendekatan studi kasus dimana penelitian untuk mendeskripsikan atau menggambarkan bagaimana asuhan keperawatan pada pasien diabetes mellitus tipe II di RSUD Undata provinsi Sulawesi tengah, Hasil dari pengkajian yang dilakukan pada Pasien bernama Tn.B ditemukan data subjektif Tn. B mengatakan kaki seperti ditusuk-tusuk dan klien mengeluh kakinya terasa kebas atau kesemutan objektif Tn B tampak pucat, mukosa bibir lembab. Diagnosa keperawatan pada Tn.B yaitu ketidakstabilan kadar glukosa darah. setelah dilakukan terapi senam kaki di H-1 didapatkan hasil kadar gula darah 432 mg/dl. Pada H-2 ditemukan hasil kadar gula darah turun menjadi 143 mg/dl. Pada H-3 menunjukan hasil kadar gula darah normal 124 mg/dl, Analisis data dilakukan penerapan menunjukan bahwa setelah dilakukan terapi senam kaki, terjadi penurunan kadar gula darah menjadi angka normal yaitu 124 mg/dl, Dari penelitian yang didapatkan bahwa pemberian terapi senam kaki dapat menurunan kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus
Pengaruh Variasi Agregat Halus terhadap Mutu Batako Normal: The Effectof Fine Aggregate Variation on Normal Brick Quality
Batako merupakan bahan bangunan yang tersusun dari komposisi semen, air dan agregat yang digunakan masyarakat sebagai pasangan dinding nonstructural.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi agregat dan variasi ukuran terhadap mutu batako normal. Penelitian ini menggunakan tiga variasi yaitu variasi A (1 semen : 4 pasir : 2 kerikil), variasi B (1 semen : 6 pasir), variasi c (1 semen : 4 pasir : 2 pasir halus) dan tiga variasi ukuran. Berdasarkan hasil penelitian nilai kuat tekan rata-rata tertinggi yaitu variasi A tipe ukuran I sebesar 94,61 kg/cm2 masuk mutu II, variasi B tipe ukuran I sebesar 54,38 kg/cm2 masuk mutu III dan variasi C tipe ukuran II sebesar 37,60 kg/cm2. Nilai kerapatan rata-rata tertinggi sebesar 1914,28 kg/cm3. Nilai penyerapan rata-rata tertinggi sebesar 8,839%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuat tekan dan penyerapan masuk pada spesifikasi mutu sedangkan kerapatan tidak masuk pada spesifikasi mutu
Peran Teknologi dalam Proses Pembelajaran: The Role of Technology in the Learning Process
Peran teknologi dalam proses pembelajaran telah menjadi elemen krusial dalam mengubah paradigma pendidikan di era kontemporer. Integrasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK) tidak hanya mengubah cara guru menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga meredefinisi interaksi antara siswa dan pembelajaran itu sendiri. Teknologi memberikan aksesibilitas yang lebih luas terhadap informasi, menghadirkan beragam sumber belajar interaktif. Namun, sementara teknologi menawarkan potensi besar untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran, tantangan terkait keberlanjutan, kesetaraan akses, dan literasi digital juga perlu diatasi sehingga proses pembelajaran berjalan dengan lancar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peran teknologi dalam proses pembelajaran. Metode yang digunakan dalam peenlitian ini adalah studi Pustaka. Hasil penelitian ini adalah integrasi teknologi dalam kelas dapat meningkatkan keterlibatan siswa dan memfasilitasi pembelajaran mandiri. Platform pembelajaran daring, aplikasi edukatif, dan perangkat lunak interaktif memberikan kesempatan untuk menyajikan materi secara dinamis dan mendukung gaya belajar yang beragam. Hasil penelitian ini memberikan wawasan yang berharga bagi pengembangan strategi pembelajaran yang berbasis teknologi, sekaligus memberikan dasar untuk penyempurnaan kebijakan pendidikan yang mengintegrasikan teknologi sebagai alat pendukung pembelajaran. 
Sharing Session: Penulisan Karya Ilmiah Systematic Literature Review sebagai Alternatif dalam Pengambilan Data Primer Bagi Mahasiswa : Sharing Session: Writing Systematic Literature Review Scientific Papers as an Alternative for Collecting Primary Data for Students
Penulisan karya ilmiah dalam bidang kesehatan masyarakat sering kali memerlukan pengambilan data primer yang memakan waktu dan sumber daya. Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Wiralodra seringkali dihadapkan pada tantangan ini. Systematic Literature Review menjadi alternatif menarik dalam memperoleh data yang terstruktur dan terverifikasi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperkenalkan dan meningkatkan pemahaman mahasiswa FKM Universitas Wiralodra tentang Systematic Literature Review sebagai alternatif dalam pengambilan data primer. Kegiatan dilakukan melalui Sharing Session yang dilakukan secara online menggunakan platform Zoom. Sesi melibatkan pembicara dan interaksi aktif dengan mahasiswa. Materi presentasi disusun untuk memberikan pemahaman tentang konsep dan langkah-langkah praktis dalam melakukan systematic literature review. Mahasiswa memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya systematic literature review dalam penelitian kesehatan masyarakat. Mereka juga mendapatkan wawasan tentang langkah-langkah praktis yang diperlukan dalam penyusunan systematic literature review. Sharing Session menjadi wadah yang efektif dalam memperkenalkan systematic literature review kepada mahasiswa FKM Universitas Wiralodra. Diharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan keterampilan penelitian dan kualitas karya ilmiah mahasiswa, serta memperluas wawasan mereka tentang metode penelitian dalam bidang kesehatan masyarakat. Melalui partisipasi aktif dalam kegiatan ini, diharapkan mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan mereka dalam menyusun tinjauan pustaka yang sistematis dan informatif dalam konteks penelitian kesehatan masyarakat
Peran Orang Tua dalam Meningkatkan Kedisiplinan Ibadah Shalat pada Remaja Perempuan di Desa Ngatabaru: The Role Of Parents In Increasing The Discipline Of Prayer Worship In Teenage Girls In Ngatabaru Village
Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui Bagaimana Peran Orang Tua Peran Orang Tua dalam Meningkatkan Kedisiplinan Ibadah Shalat pada Remaja Perempuan di Desa Ngatabaru dan Bagaimana Implikasi Peran Orang Tua dalam Meningkatkan Kedisiplinan Ibadah Shalat pada Remaja Perempuan di Desa Ngatabaru. Metode Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif yang digunakan sebagai pendekatan ini yang mana berorientasi pada fenomena atau gejala yang bersifat alami dan dilakukan untuk menghasilkan data yang Objektif yang terjadi dilokasi penelitian serta tidak memerlukan Hipotesis yang sifatnya menduga
– duga. Teknik Pengumpulan data melalui wawancara, Observasi dan Dokumentasi, Teknik Analisis data dan Redukasi data, serta penarikan kesimpulan. Peran Orang Tua dalam Meningkatkan Kedisiplinan Ibadah Shalat pada Remaja Perempuan di Desa Ngatabaru dengan memberikan berbagai macam bimbingan yang Orang Tua lakukan, seperti Orang tua berperan sebagai penasehat, Sebagai tauladan yang baik, Melakukan pencegahan pada kelalaian ibadah shalat berupa hukuman, dan meningkatkan hubungan Kerjasama dengan Guru PAI di Sekolah dalam hal ibadah shalat. Orang tua dituntut untuk meningkatkan Peran dalam pada Remaja Perempuan dalam melaksanakan Shalat Fardhu, sehingga anak tetap memegang teguh nilai islam dan melaksanakan kewajibannya termasuk shalat fardhu. penelitian bertujuan untuk mengetahui Peran yang dilakukan oleh orang tua untuk menanamkan disiplin shalat fardhu kepada anak-anak mereka dan untuk mengidentifikasi hambatan yang menghalangi Peran tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran orang tua dalam meningkatkan disiplin shalat di Desa Ngatabaru yaitu membimbing anaknya dengan cara menasehati dan pembiasaan. Faktor yang mempengaruhi ketidak disiplinan anak yaitu faktor bawaan, pola fikir, motivasi, lingkungan keluarga dan teman. Kedisiplinan shalat pada anak sudah cukup baik di lihat dari Kualitas dan ketepatan waktu shalat anak sudah terlihat baik di buktikan saat adzan berkumandang anak – anak langsung mengambil air wudhu dan langsung melaksanakan shalat dirumah, Namun, masih ada sebagian orang tua yang belum mengetahui perannya sebagai orang tua dan tindakan apa yang harus diberikan kepada anak dalam meningkatkan disiplin shalat
Analyzing the Digital Entrepreneurship Academy of Ministry of Communication and Information Surabaya in Pamekasan
The Digital Talent Scholarship (DTS) program by the Ministry of Communication and Information Technology (Kominfo) aims to enhance the skills and competencies of Indonesian human resources in the digital field. One such program is the Digital Entrepreneurship Academy (DEA) program, which trains individuals to accelerate the growth of digital technology in entrepreneurship. This study aims to understand the DEA Program training in Pamekasan Regency, conducted by BPSDMP Kominfo Surabaya, and its benefits. The qualitative research method used is interviews, observation, documentation, and literature studies. Results show that almost 100% of participants in the DEA program experienced success in business development through networking both offline and online. The study concludes that progress has been significant in the DEA Program training, particularly during the COVID-19 pandemic, which has shifted many activities from conventional to digital, including entrepreneurial activities. Monitoring is necessary to ensure the program's resources, expected outputs, and constraints. The research aims to provide an overview and study of digital entrepreneurship by the government to the community
The Islamic Legal Perspective on A’Matoang in the Marriage Process (Exploring Agreements within the Monromonro Utara Community, Jeneponto Regency)
The research delves into the A’matoang customary tradition within marriage from the perspective of Islamic law. Conducted as a field study, it directly engages with subjects to gather pertinent data. Employing a juridical-empirical approach, the study incorporates data collection methods such as observation, interviews, documentation, and subject-object identification.
In accordance with the Urf theory (Customary Tradition) in Islamic Law, the A’matoang tradition in marriage has long prevailed in the Jeneponto region. This tradition involves the bride's family visiting the groom's family, presenting various gifts as expressions of gratitude or reciprocation for the dowry given. From the Islamic legal standpoint, A’matoang is deemed an Urf or customary tradition consistently practiced. The Islamic legal perspective emphasizes that this tradition is an established Urf or customary practice, considered valid as it aligns with Islamic teachings and avoids elements of polytheism.
The implications of this research underline the importance of preserving the A’matoang Tradition while prioritizing well-being and adherence to Islamic teachings. If this cultural practice potentially brings significant harm to its participants, abandonment is deemed advisable. Ideally, the post-marriage A’matoang Tradition should not merely signify respect or a gift to the groom's family in response to the dowry, but also serve as a prayer for Allah’s blessings in fostering a harmonious marital life (sakinah, mawadah, warahmah)
Multikulturalisme dalam Rancangan Pendidikan Islam: Analisis Pemahaman di Pondok Pesantren Modern Asyifa Balikpapan: Multiculturalism in Islamic Education Design: Understanding Analysis at Modern Asyifa Balikpapan Islamic Boarding School
Penelitian ini mendiskusikan pendidikan multikultural di Pondok Pesantren Modern Asyifa, menyoroti relevansinya dalam konteks pendidikan Islam di tengah era globalisasi dan keragaman budaya yang semakin berkembang. Penelitian ini juga mengeksplorasi konsep multikulturalisme, tantangan konflik di Indonesia akibat keragaman suku, agama, dan ras, serta urgensi pendidikan multikultural sebagai penanganan alternatif terhadap konflik sosial. Pesantren di Indonesia, khususnya Pondok Pesantren al-Syifa, memiliki potensi besar dalam memperkenalkan dan menerapkan konsep pendidikan multikultural. Pada dasarnya pesantren mengintegrasikan nilai-nilai toleransi, penghargaan terhadap perbedaan, dan pemahaman terhadap keragaman budaya dan agama dalam kurikulumnya. Melalui metodologi penelitian kualitatif, studi ini menelusuri dimensi-dimensi utama dari pendidikan multikultural di Pondok Pesantren al-Syifa. Dimensi Isi menekankan peningkatan kemampuan bahasa internasional dan pemahaman terhadap keberagaman budaya. Dimensi Pengajaran dan Pembelajaran menampilkan adaptasi metode pengajaran, terutama dalam pengajaran bahasa Arab, untuk mendukung pemahaman yang lebih mendalam terhadap konten-konten multikultural. Sementara itu, Dimensi Evaluasi menunjukkan penggunaan evaluasi formatif secara berkala untuk memantau kemajuan siswa dalam setiap materi pembelajaran. Secara menyeluruh, Pondok Pesantren al-Syifa memegang tinggi nilai-nilai multikulturalisme dalam proses pendidikannya. Pendekatan ini tidak hanya menanamkan pemahaman terhadap berbagai budaya, tetapi juga menerapkan integrasi keberagaman dalam konten pembelajaran dan evaluasi. Dengan demikian, pendekatan ini memperkuat pemahaman siswa terhadap keragaman budaya lokal dan global, menggabungkannya dalam pengalaman pembelajaran yang beragam dan inklusif
Efektivitas Penambahan Sekam Padi Pada Briket Cangkang Kemiri Sebagai Sumber Energi Alternatif: Effectiveness of Adding Rice Husk to Candlenut Shell Briquettes as an Alternative Energy Source
Konsumsi bahan bakar fosil terus hadapi kenaikan, sedangkan jumlah cadangan terus menjadi menipis, harga yang tidak normal (cenderung terus bertambah) serta isu-isu kalau bahan bakar fosil menimbulkan pemanasan global dan pemicu terbentuknya kehancuran area telah mulai teruji. Energi alternatif dengan menggunakan cangkang kemiri dengan sekam padi merupakan hasil limbah pertanian yang belum dimanfaatkan dan diminimalisir dengan baik.
Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui efektifitas penambahan sekam padi pada briket cangkang kemiri sebagai sumber energi alternatif. Penelitian ini berjenis eksperimen dengan pengujiannya menggunakan 500ml air hingga mencapai titik didih 100º dalam waktu 5-7 menit.
Berdasarkan hasil penelitian efektifitas penambahan sekam padi pada briket cangkang kemiri sebagai sumber energi alternatif yang dilakukan di fakultas kesehatan masyarakat universitas muhammadiyah palu, kedua bahan tersebut diformulasikan menjadi empat campuran, dengan perbandingan 200gram cangkang kemiri murni, 0,25:0,75, 0,50:0,50 dan 0,75:0,25. Keempat formulasi tersebut tidak ada yang bisa mencapai titik didih hingga 100º dalam waktu 5-7 menit.
Diharapkan kepada seluruh jajaran instansi-instansi yang bertugas dalam pengelolaan lingkungan untuk bisa memanfaatkan limbah-limbah yang memiliki potensi lebih untuk bisa dijadikan atau dimanfaatkan sebagai bahan yang bisa digunakan. Yang terutama dengan memanfaatkan sampah organik yang bisa dijadikan bahan kreatif seperti briket pada penelitian ini