E-Journal Unismuh Palu - Universitas Muhammadiyah Palu
Not a member yet
4676 research outputs found
Sort by
Pengaruh Pengetahuan, Sanksi, Dan Kesadaran Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Dalam Membayar Pbb Di Desa Berdikari Kabupaten Sigi: The Influence of Knowledge, Sanctions, and Awareness on Taxpayer Compliance in Paying PBB in Berdikari Village, Sigi Regency
Tujuan penelitian ini untuk menguji dan menganalisi pengaruh pengetahuan pajak, sanksi pajak, kesadaran wajib pajak terhadap kepatuhan wajib pajak dalam membayar PBB di desa Berdikari Kabupaten Sigi, dengan mengunakan teknik analisis linear berganda. Populasi dalam penelitian ini adalah wajib pajak yang berada di desa berdikari dengan pengambilan sampel menggunakan teknik Random Sampling. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 40 responden. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan angket atau kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa, pengetahuan Pajak, sanksi pajak, kesadaran wajib pajak secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak dalam membayar PBB di desa Berdikari Kabupaten Sigi. Dan secara parsial pengetahuan pajak tidak berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak dalam membayar PBB di desa Berdikari Kabupaten Sigi. Begitupun dengan sanksi Pajak secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak dalam membayar PBB di desa Berdikari Kabupaten Sigi. Untuk kesadaran wajib pajak secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kepatuahan wajib pajak dalam membayar PBB di desa Berdikari Kabupaten sigi
Analisis Yuridis Terhadap Pembatalan Perjanjian Berdasarkan Keadaan Memaksa (Force Majeure): Legal Analysis of Cancellation of Agreement Based on Force Majeure
Perjanjian merupakan bentuk kesepakatan yang menciptakan hubungan hukum dan kewajiban antara para pihak. Di Indonesia, ketentuan force majeure diatur dalam Pasal 1244 dan Pasal 1245 KUHPerdata. Namun, penerapan konsep ini memunculkan tantangan, terutama dalam menafsirkan apakah suatu keadaan memenuhi kriteria force majeure. Selain itu, keberadaan klausul force majeure dalam perjanjian menjadi elemen penting untuk menentukan konsekuensi hukum yang timbul. Penelitian ini bertujuan menganalisis aspek yuridis force majeure, termasuk pengaturan hukum, kriteria penentu, pengaruh klausul force majeure, serta dampaknya terhadap pembatalan perjanjian. Penelitian menggunakan metode normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan, yurisprudensi, dan konsep hukum kontrak. Analisis dilakukan untuk menggali pengaturan force majeure di Indonesia serta membandingkannya dengan praktik internasional. Penelitian ini menemukan bahwa pengaturan force majeure di KUHPerdata memberikan perlindungan hukum bagi debitur, namun interpretasinya sering kali memerlukan pembuktian tambahan. Klausul force majeure dalam perjanjian dapat membantu meminimalkan sengketa dengan memberikan kejelasan lebih lanjut mengenai keadaan yang termasuk force majeure dan langkah hukum yang dapat diambil
Antibiotic Resistance in Cases of Bacterial Meningitis: Literature Review
Introduction: Meningitis is an infectious disease that attacks the cerebral membrane or swallows. Meningite is among the ten most dangerous diseases in the world. The disease can affect both children and adults. The cause of this disease can be bacteria, viruses, fungi, or aseptic. Most cases of viral meningitis usually heal themselves and are not fatal, but in severe cases, such as bacterial, biased, life-threatening.
Methods: Articles related to bacterial meningitis taken from databases like Google Scholar, Pubmed and Portal Garuda over the last 5 years (2020- 2024). Use keywords: "Bacterial meningitis", "symptoms", "therapy", "antibiotic resistance
Results: Based on studies that have been carried out, antibiotic resistance rates in cases of bacterial meningitis are very high and vary. Streptococcus pneumonia as one of the most common causes has high levels of resistance to antibiotics of the penicillin group.
Conclusion: With the growing number of rapid, reliable and accurate diagnostics and follow-up examinations, it can cope with the incidence of antibiotic resistance in bacterial meningitis
Evaluation of Nutritional Interventions in Overcoming Chronic Energy Deficiency in Pregnant Women: A Case Study
Introduction: Chronic Energy Deficiency in pregnant women is one of the public health problems that can hurt the health of the mother and fetus. This study aims to evaluate the effectiveness of nutritional interventions in overcoming Chronic Energy Deficiency in pregnant women through a case study in one of the health centers in the Padangsidimpuan City area.
Methods: A qualitative study with a case study design involving pregnant women with nutritional status with Chronic Energy Deficiency who received nutritional interventions over three months. This data was collected at the Padangmatinggi Health Center through in-depth interviews involving four primary informants and seven triangulation informants, which included document analysis and data analysis.
Results: This study proves that the input aspects, namely sources of funds, infrastructure, forms of services, and supplementary feeding materials, are by the instructions, while the goals and human resources are not by the Supplementary Feeding Guidelines. It is appropriate for the planning, implementation, and recording process, but there are obstacles due to the uncertain dropping from the center. The increase in the size of the upper arm circumference is an output of the supplementary feeding program for pregnant women, but in reality, the cases of Chronic Energy Deficiency are still high.
Conclusion: It can be concluded that the administration of supplementary feeding can only be monitored until distribution to pregnant women with Chronic Energy Deficiency, but consumption monitoring has not been carried out. This study suggests the importance of nutrition intervention programs integrated with health services at the health center level to reduce the prevalence of chronic energy deficiency in pregnant women and encourage healthier diets
The Relationship between Personal Hygiene, Maternal Health Status, and History of Diarrhea to Stunting Cases in Indonesia: Systematic Review
Background: The government established a goal of a prevalence rate of 14% by the end of 2024 because the number of stunting cases in Indonesia is still high, at 21.6%. This review aims to provide the factors such as personal hygiene, maternal health status, and diarrhea that cause stunting and recommendations for more effective health policies to prevent stunting in Indonesia. The purpose of this study is to examine the connection between personal hygiene, maternal health status, and a history of diarrhea with the occurrence of stunting in Indonesia..
Method: This study uses a systematic review method on observational studies with a case control and cross-sectional research design conducted in Indonesia published between 2019 and 2024. Databases such as PubMed, ScienceDirect, and Google Scholar are used to search for eligible articles. The quality of the publication was then assessed using The JBI (Joanna Briggs Institute) Critical Appraisal Tools.
Result: A total of 210 articles were taken from the database, and 17 research articles were included in this study. In the article studied, the factors that are most often associated with stunting are personal hygiene practices (behavior of washing hands with soap), maternal weight, maternal height, and infectious diseases such as diarrhea related to stunting.
Conclusion: A study of 17 articles showed that personal hygiene, maternal health status during pregnancy, and history of diarrhea contributed significantly to the incidence of stunting in Indonesia. Poor personal hygiene and diarrheal infections can worsen children's nutritional status, increase the risk of infection, and inhibit optimal growth and development. These factors are an important component in efforts to prevent stunting through improving hygiene, maternal health, and infection management
Pengaruh Penyuluhan Kesehatan Tentang Diabetes Mellitus Terhadap Self Efficacy Di UPTD Puskesmas Singgani Kota Palu: The Influence of Health Counseling About Diabetes Mellitus on Self Efficacy at the Singgani Health Center UPTD, Palu City
Diabetes Mellitus (DM) adalah salah satu masalah kesehatan global yang terus meningkat prevalensinya dan memiliki dampak medis serta sosial yang signifikan. Penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi mikro dan makrovaskular, yang bergantung pada gangguan kadar gula darah. Tujuan dari penelitian ini merupakan mengidentifikasi dampak dari penyuluhan kesehatan tentang diabetes melitus terhadap self efficacy di UPTD Puskesmas Singgani Kota Palu. Penelitan ini dilaksanakan di UPTD Puskesmas Singgani Kota Palu pada tanggal 20 oktober-30 oktober 2022. Variabel independen yaitu penyuluhan kesehatan dan variabel dependen self efficacy diabetes melitus tipe 2. Populasia dalam studi ini mencakup semua pasien diabetes melitus di wilayah kerja Puskesmas Singgani Kota Palu, dan jumlah sampel 17 responden untuk kelompok eksprimen dimana diberikan perlakuan dan dengan teknik pengambilan sampel yaitu sampling non probability. Jenis penelitian yang diterapkan ialah pra-eksperimen. Dengan desain penelitian pre-eksperimen dengan rancangan one group pr test-post test. Hasil penelitan sebelum diberikan penyulan kesehatan terhadap self efficacy tidak baik dengan nilai rerata ± standar deviasi 1,35 ± 493, dan setelah diberikan penyuluhan kesehatan terhadap self efficacy baik dengan menunjukan nilai rerata ± standar deviasi 1,53 ± 514. Berdasarkan uji t berpasangan diperoleh p-value 0,382 (p-value > 0,05), berarti tidak terdapat pengaruh penyuluhan kesehatan diabetes melitus yang bermakna sebelum dan sesudah diberikan self efficacy di UPTD Puskesmas Singgani Kota Palu
Pengembangan Produk Olahan Ikan Wilis Studi Kasus: Usaha Rumahan Sambal Jala di Pangandaran: Wilis Fish Processed Product Development Case Study: Sambal Jala Home Business in Pangandaran
Pangandaran merupakan wilayah yang sebagian besar masyarakatnya bermata pencaharian sebagai nelayan, sehingga ekonomi masyarakat Pangandaran sebagian besar bergantung pada sektor perikanan dan pariwisata. Kehidupan masyarakat lokal sangat dipengaruhi oleh kekayaan sumber hayati laut yang melimpah, seperti ikan wilis yang menjadi salah satu hasil tangkapan utama. Desa Karangjaladri Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran memanfaatkan ikan wilis sebagai nilai ekonomi yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber penghasilan. Tujuan dalam riset ini adalah untuk mengetahui ide produk inovatif untuk pengembangan produk di Pangandaran khususnya Desa Karangjaladri. Metode yang digunakan dalam riset ini adalah metode survey dan wawancara dengan pemilik usaha Sambal Jala Ikan Wilis. Hasil dari riset ini adalah awal mula ide usaha ini adalah karena sebelumnya ikan Wilis hanya diolah menjadi ikan asin. Setelah adanya program kegiatan ibu PKK desa Karangjaladri, dimana program tersebut mengolah hasil perikanan berupa nugget ikan, bakso dan lainnya. Selain kegiatan itu juga, adanya kegiatan KKN yang dilaksanakan di desa tersebut oleh mahasiswa Universitas Padjadjaran sehingga menimbulkan ide membuat olahan Sambal Jala Ikan Wilis dengan beberapa pengembangan produk dibagian kemasan, ukuran, rasa dan pemasaran produk
Pengenalan Bentuk Sediaan Obat pada Anak PAUD : Drug Dosage Forms Introduction for Preschool Children
Pembelajaran pada anak usia dini dapat dimulai dengan segera karena ada masa peka atau sensitif di mana anak-anak mudah menerima berbagai pengaruh serta rangsangan dan dari luar diri melalui panca indranya. Sejak dini, orang harus belajar tentang profesi apoteker, obat, dan manfaatnya. Fakta bahwa anak-anak menolak untuk menggunakan obat saat mereka sakit karena rasanya yang pahit dan tidak enak membuat anak-anak menolak untuk menggunakannya, yang pada gilirannya menyebabkan penurunan kepatuhan pasien terhadap penggunaan obat, yang pada gilirannya menyebabkan tidak tercapainya tujuan terapi. Menurut wawancara dengan guru RAT Al Ishlah, peserta didik tidak mengenal bentuk sediaan obat apa yang diberikan kepada anak. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk mengubah perspektif siswa terhadap obat melalui contoh-contoh bentuk sediaan obat yang dikenalkan pada peserta didik. Kesimpulan pada kegiatan pengabdian ini adalah program pengenalan sediaan obat yang dilakukan pada anak PAUD memberikan gambaran serta informasi mengenai obat-obatan pada peserta didik sehingga peserta didik lebih mengenali serta menghilangkan pandangan negatif anak terhadap obat
Perlindungan Hukum Terhadap Konsumen dalam Transaksi E-Commerce di Indonesia: Legal Protection for Consumers in E-Commerce Transactions in Indonesia
Penumbuhan sektor e-commerce di Indonesia didorong oleh perkembangan pesat teknologi informasi dan komunikasi. Namun, seiring dengan kemudahan yang ditawarkan, muncul pula risiko bagi konsumen, seperti penipuan, barang yang tidak sesuai pesanan, dan pelanggaran data pribadi. Oleh karena itu, perlindungan hukum bagi konsumen dalam transaksi e-commerce menjadi sangat penting untuk menjaga hak-hak konsumen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat perlindungan hukum yang diberikan kepada konsumen dalam e-commerce di Indonesia dan menemukan masalah dan solusi untuk meningkatkan perlindungan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan normatif dengan melihat berbagai peraturan perundang-undangan yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, meskipun undang-undang yang mengatur perlindungan konsumen telah disahkan, masih ada celah hukum yang perlu diperbaiki untuk meningkatkan perlindungan konsumen dalam transaksi e-commerce. Oleh karena itu, pengawasan dan penegakan hukum yang lebih baik diperlukan untuk mencegah pelanggaran hukum yang dapat merugikan konsumen
Sosialisasi Peluang Usaha Desa Wosu Sebagai Desa Penyangga Industri Kecamatan Bungku Barat Kabupaten Morowali: Socialisation of Business Opportunities For Wosu Village as an Industrial Buffer Village In West Bungku Sub-District, Morowali Regency
Desa-desa seringkali dihadapkan pada tantangan ekonomi seperti minimnya lapangan pekerjaan dan infrastruktur terbatas. Namun, di balik tantangan tersebut, terdapat potensi besar dalam bentuk sumber daya alam, kearifan lokal, serta keterampilan tradisional masyarakat. Oleh karena itu, sosialisasi tentang peluang usaha di desa menjadi penting untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai jenis-jenis usaha yang dapat dijalankan, cara memulai dan mengelola usaha tersebut, serta manfaat ekonomi dan sosial yang dapat diperoleh. Desa Wosu, sebagai desa penyangga industri, memiliki peluang besar untuk mengembangkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Peluang usaha di desa meliputi sektor pertanian, kerajinan tangan, dan pariwisata. Untuk sukses, masyarakat desa membutuhkan dukungan dalam pelatihan kewirausahaan, akses terhadap modal usaha, jaringan kerjasama, serta bimbingan dalam manajemen usaha dan pemasaran. Dukungan dari pemerintah, lembaga keuangan, dan lembaga pengembangan usaha sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa secara keseluruhan