E-Journal Unismuh Palu - Universitas Muhammadiyah Palu
Not a member yet
4676 research outputs found
Sort by
EKSISTENSI HUKUM DAN PENEGAKANNYA TERHADAP KONFLIK LAUT NATUNA UTARA
Dengan dikukuhkannya Deklarasi Djuanda dalam Peraturan Pemerintah Pengganti UndangUndang Nomor 4 Tahun 1960 tentang Perairan Indonesia, wilayah Indonesia bertambah 2,5 kali lipat menjadi 5.193.250 km². Luasnya lautan Indonesia tidak hanya memberikan dampak positif bagi kemakmuran negara Indonesia, namun juga menjadikannya rentan terhadap pelanggaran hukum di perairan Indonesia salah satunya yang terjadi di laut Natuna Utara. Tujuan dari lahirnya penelitian ini adalah untuk mengetahui apa faktor penyebab terjadinya konflik di laut Natuna Utara dan bagaimana peran hukum maupun penegakannya dalam mengatasi konflik ini. Dengan menggunakan metode penelitian yuridis normatif didapati hasil penelitian bahwa alasan di balik aktivitas ilegal yang dilakukan China adalah mereka mengklaim bahwa perairan Natuna merupakan wilayah historis nenek moyang mereka untuk menangkap ikan (traditional fishing ground). Maka dari itu, terlepas dari adanya regulasi hukum terkait serta aturan mengenai Zona ekonomi eksklusif suatu negara yang sudah jelas adanya, peran penegakan hukum dalam mengatasi konflik di laut Natuna Utara ini diharapkan dapat lebih tegas dan efektif lagi sehingga kedepannya tidak terjadi hal serupa
Impact of Health Literacy via Leaflets on Preventing Multimorbidity Non-Communicable Diseases in Tanggobu Village
Background: Health literacy is closely related to multimorbidity. Health Literacy is defined as the extent to which an individual has the capacity to obtain, process and understand basic health information and the need for services to make appropriate health decisions. Tanggobu Village is an area which is a mining area which is a village in Morosi District, Konawe Regency. Based on the results of previous research, it was found that 90.9% of elderly people suffer from multimorbid diseases in the Tanggobu Village community, that the majority of people suffer from hypertension. Efforts to prevent multimorbidity from non-communicable diseases can be done by increasing health literacy, which is a concept consisting of four competencies, namely the process of accessing, understanding, assessing and applying information.
Objective: To determine the effect of health literacy on preventing multimorbidity from non-communicable diseases in the Tanggobu village community, Morosi District, Konawe Regency.
Method: This type of research is quantitative, Experimental research with one group pretest-posttest design. The population and sample were 30 respondents with sampling using total sampling. Statistical analysis uses a paired t-test (paired sample t-test).
Results: The results of the paired sample t-test show (p-value = 0.000), where the p-value < ? value.
Conclusion: There is influence of health literacy through leaflet media about preventing multimorbidity of non-communicable diseases on the knowledge of the Tanggobu village community, Morosi District. Konawe Regency. recommendations from research results are distributing leaflets more widely, including in health centers, schools, workplaces and local communities to reach more people, Apart from leaflets, integrate health literacy through various media such as educational videos, social media and health applications to reach people with various media preferences
Household Food Insecurity and its Association with Nutritional Status of Under Five Children in Indonesia
Introduction: Food insecurity remains a global challenge for public health, particularly among children. In Indonesia, where childhood malnutrition persists despite progress, regional disparities in food access, exacerbated by dietary shifts and income inequalities, underscore the importance of understanding how household food insecurity impacts child nutrition.
Objective: to analyze the association between household food insecurity and nutritional status of Indonesian under-five children.
Method: Data were collected from children participating in the 2014 Indonesia Family Life Survey (IFLS). The 17 items of the Food Frequency Questionnaire (FFQ) were used in the food consumption score analysis to assess food insecurity based on the World Food Program (WFP) concept. Height and weight were measured to determine z-scores of weight-for-lengths. A multinomial logistic regression model was used to test the hypothesis.
Result: The study included 4,391 children aged 1-5 years. Multinomial logistic regression revealed that children from moderately and severely food-insecure households had significantly higher odds of being wasted, overweight, or obese compared to food-secure households. The analysis highlighted the dual burden of malnutrition, with food insecurity associated with both undernutrition and overnutrition.
Conclusion: Household food insecurity is strongly linked to both undernutrition and overnutrition in Indonesian children, presenting a dual burden of malnutrition. Public health interventions should target improving food security and ensuring access to diverse, nutrient-rich diets to reduce malnutrition in vulnerable populations
Karakteristik Fisikokimiawi dan Sensori Hard Candy Gula Aren dan Madu Trigona : Physicochemical and Sensory Characteristics of Hard Candy Made of Palm Sugar and Trigona Honey
Permen keras adalah konfeksioneri populer dari sukrosa, sirup glukosa dan air, dan seringkali ditambahkan zat aditif (perasa, pewarna, dan asam). Produk konfeksioneri diasosiasikan dengan nilai kesenangan bagi konsumen. Meski diasosiasikan erat dengan perbaikan suasana hati dan kebahagiaan, konsumen mulai menuntut produk lebih sehat. Gula aren dan madu trigona dapat mengurangi penggunaan gula tebu sebagai bahan baku permen keras. Terdapat 5 formulasi permen keras kombinasi gula aren, gula tebu, dan glukosa (dalam gram) (58:173:19(G1), 56:169:25(G2), 55:164:31(G3), 53:159:38(G4), 50:150:50(G5)) serta air 83 g dan madu trigona 15 g. Rasio gula aren dan gula tebu 1:3 dengan glukosa ditambahkan hingga mencapai berat total. Produk akhir dianalisis untuk karakteristik fisikokimiawi (kadar air, pH, gula pereduksi, dan kekerasan) dan organoleptik (uji parameter hedonik dan uji mutu hedonik dengan atribut rasa, warna, tekstur, dan kelengketan; melibatkan 72 orang panelis tidak terlatih). Kelima formulasi permen memiliki rentang kadar air 0,19%-0,24% dan kadar gula pereduksi 10,51%-11,63%, sesuai dengan SNI 3547:2008 yang mengharuskan kadar air < 3,5% dan maksimum gula pereduksi 24 %. Nilai pH berkisar antara 5,76-6,14 dan kekerasan 181,90-209,55. Uji organoleptik menunjukkan bahwa permen G1, permen dengan kadar gula aren tertinggi dibanding formulasi lain menjadi permen yang paling disukai konsumen. Permen G1 memiliki kadar air 0,19, pH 6,07, gula pereduksi 11,23 dan kekerasan 209,55, dengan rasa agak manis, warna coklat, tekstur keras, dan agak lengket. 
Partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan Infrastruktur Desa Lende Kecamatan Sirenja Kabupaten Donggala
Community Participation in Infrastructure Development in Lende Village, Sirenja District, Donggala Regenc
Asuhan Keperawatan pada Pasien dengan Diabetes Melitus Tipe 2 di UPT RSUD Undata Palu Provinsi Sulteng: Nursing Care for Patients with Type 2 Diabetes Mellitus at UPT Undata Hospital, Palu, Central Sulawesi Province
Diabetes Melitus merupakan penyakit metabolik biasanya ditandai dengan meningkatnya kadar gula dalam darah akibat anomali emisi insulin. International Diabetic Federation (IDF,2022) memperkirakan bahwa adanya peningkatan penyandang diabetes melitus pada tahun 2045.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menerapkan asuhan keperawatan pada penyakit Diabetes Mellitus diruang Seroja UPT RSUD Undata Provinsi SULTENG. Metode penelitian ini adalah deskritif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian ini adalah Ny.S dengan kasus Diabetes Melitus Tipe 2 dilakukan diruang Seroja UPT RSUD Undata Provinsi SULTENG yang dilaksankan 3 hari pada hari selasa tanggal 18 Juli – kamis 20 Juli 2023. Hasil pengkajian yang peneliti lakukan pada Ny.S didapatkan pengkajian pada Ny.S Data subyektif Ny.S mengatakan sering merasa haus dan lelah Data objektif , suhu : 36,2 Nadi : 90 x/ menit , Tekanan Darah : 120/75 mmHg , RR : 20x/ menit, Di dapatkan hasil lab Gds 277,1 g/dl. diagnosis keperawatan yang muncul Ketidakstabilan kadar Glukosa darah b/d Hiperglikemia,Intoleransi aktifitas b/d immobilitas, dan Defisit pengetahuan tentang penyakit. Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3 hari ketiga masalah keperawatan yang terjadi pada Ny.S teratasi. Kesimpulan penelitian yang dilakukan telah sesuai dengan teori dan tidak ada kesenjangan dimana keluhan dan diagnosis keperawatan pada Ny.S sudah sesuai dengan teori. Diharapkan dengan penelitian ini perawat dapat memberikan pelayanan professional dan komprehensif pada pasien khususnya dengan kasus diabetes melitus
Sosialisasi Kasus dan Tatalaksana Gawat Darurat dan Patah Tulang pada Siswa SMA Negeri 1 Palu: Socialization Of Emergency Cases And Management For Bone Fractures In Sma N 1 Palu Students
Banyaknya kecelakaan atau cedera yang terjadi di sekolah pada siswa baik pada saat mengikuti kegiatan kurikuler ataupun ekstrakurikuler, siswa perlu memahami prosedur melakukan pertolongan pertama pada kecelakaan. Cedera akibat kecelakaan di lingkungan sekolah umumnya terjadi pada sistem mus c uloskeletal dan harus ditangani dengan cepat dan tepat. luka, pendarahan, kelainan bentuk tulang Keadaan atau patah tulang, kecacatan hingga kematian dapat terjadi jika penanganan awal yang dilakukan tidak cepat dan tepat. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengukur pengetahuan siswa dengan memberikan edukasi kesehatan serta simulasi tentang penanganan cedera patah tulang pada siswa di SMA Negeri 1 Palu. Waktu pelaksanaan kegiatan dilakukan pada bulan Juli 2024 dengan metode berupa pretest dan posttest serta simulasi kesehatan tentang penanganan awal pada cedera patah tulang. Sasaran pengabdian masyarakat ini adalah siswa di SMA Negeri 1 Palu. Kegiatan ini mendapatkan respon yang baik oleh siswa sebagai sasaran kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan mendapatkan ijin oleh kepala sekolah sebelum pelaksanaan kegiatan. Hasil pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat diikuit sebanyak 43 siswa di SMA Negeri 1 Palu menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan berdasarkan nilai rata-rata pretest sebesar 8,21 dan nilai rata-rata posttest sebesar 11,44. Kesimpulannya yaitu terjadi peningkatan pengetahuan siswa berdasarkan nilai rata-rata pretest dan posttest setelah dilakukan intervensi pendidikan kesehatan tatalaksana gawat darurat dan patah tulang di SMA Negeri 1 Palu. Target luaran pada pengabdian ini yaitu terbitnya jurnal pengabdian yang berakreditas SINTA
Analisis Yuridis bagi Penjual dalam Melayani Bisnis Online yang Tidak Sesuai Pesanan: Legal Analysis for Sellers in Serving Online Businesses that Do Not Match Orders
Era digital saat ini, bisnis online telah menjadi salah satu metode utama untuk melakukan transaksi perdagangan. Namun, ketidaksesuaian barang yang diterima dengan pesanan yang dilakukan oleh pembeli sering kali menjadi isu utama yang menimbulkan sengketa. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis hak dan kewajiban penjual dalam konteks bisnis online ketika menghadapi kasus barang yang tidak sesuai dengan pesanan. Berdasarkan analisis yuridis, hak-hak pembeli meliputi hak untuk menerima barang sesuai pesanan, hak untuk mengembalikan barang, hak untuk mendapatkan pengembalian uang atau penggantian barang, dan hak atas ganti rugi. Di sisi lain, kewajiban penjual mencakup memberikan informasi yang akurat, mengirimkan barang sesuai dengan spesifikasi, memperbaiki atau mengganti barang, serta mengembalikan uang dan menanggung biaya pengembalian jika barang tidak sesuai. Konsekuensi hukum bagi penjual yang tidak memenuhi kewajiban meliputi kewajiban ganti rugi, sanksi administratif, dan kemungkinan gugatan di pengadilan. Kesimpulan dari analisis ini menekankan pentingnya kepatuhan terhadap peraturan perlindungan konsumen dan prosedur penyelesaian sengketa untuk memastikan transaksi yang adil dan efisien dalam bisnis online
Peningkatan Pengetahuan Gizi dan Perubahan Pola Makan pada Remaja Putri Melalui Program Sekolah Gizi di Desa Padengo, Kabupaten Pohuwato: Improving Nutritional Knowledge and Changing Dietary Patterns in Adolescent Girls Through the Nutrition School Program in Padengo Village, Pohuwato Regency
Remaja putri sering menghadapi masalah gizi akibat perubahan fisik dan hormonal selama masa pubertas. Di desa Padengo, Kabupaten Pohuwato, tantangan dalam memenuhi kebutuhan gizi yang seimbang dipengaruhi oleh keterbatasan akses informasi dan sumber daya.Tujuan: Sekolah gizi ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas program sekolah gizi dalam meningkatkan pengetahuan tentang gizi dan mengubah pola makan pada remaja putri di desa Padengo Metode: Program sekolah gizi dilaksanakan dengan memberikan pendidikan tentang komponen nutrisi, pembacaan label makanan, dan pentingnya aktivitas fisik, serta memanfaatkan bahan lokal untuk pemenuhan gizi. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test pengetahuan gizi serta survei perubahan pola makan. Hasil: Program sekolah gizi secara signifikan meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang pentingnya nutrisi dan pola makan sehat. Setelah mengikuti program, terdapat perubahan positif dalam pola makan, dengan peningkatan konsumsi makanan bergizi dan pengurangan konsumsi makanan tidak sehat. Kesimpulan: Pendidikan gizi melalui program sekolah gizi di desa Padengo berhasil meningkatkan pengetahuan dan kebiasaan makan sehat di kalangan remaja putri. Program ini dapat dijadikan model untuk daerah lain dengan tantangan serupa dalam meningkatkan status gizi remaja
Hubungan Motivasi Kerja dan Hygiene Factor dengan Kepuasan Kerja Pegawai di Puskesmas Kota Tengah Kota Gorontalo: Relationship between Work Motivation and Hygiene Factors with Employee Job Satisfaction at the Central City Health Center, Gorontalo City
Upaya yang dilakukan untuk dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia adalah dengan memperhatikan kepuasan kerja dari para pekerjanya. Sukses tidaknya suatu organisasi sangat tergantung dari kualitas sumber daya manusia yang dimiliki karena sumber daya manusia yang berkualitas adalah sumber daya manusia yang mampu berprestasi maksimal. Hal ini dapat terlihat pada sikap pegawai terhadap pekerjaannya, mereka akan bersikap positif bila merasa sudah puas atau akan bersikap negatif bila merasa tidak puas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan motivator dan hygiene factors dengan kepuasan kerja pegawai di Puskesmas Kota Tengah Kota Gorontalo.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif (survei analitik) dengan rancangan cross sectional. Populasi yaitu seluruh pegawai yang berstatus ASN di Puskesmas Kota Tengah sejumlah 45 pegawai. Maka teknik sampel yang digunakan yaitu Total Sampling. Analisis data univariat dan bivariat menggunakan uji chi square.
Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara motivator factor dengan kepuasan kerja pegawai (p value = 0,000) dan ada hubungan yang signifikan antara hygiene factor dengan kepuasan kerja pegawai di Puskesmas Kota Tengah Kota Gorontalo (p value = 0,010).
Saran untuk pihak Puskesmas Kota Tengah Kota Gorontalo, hendaklah membangun kolaborasi yang baik dengan rekan kerja sehingga dapat menciptakan lingkungan kerja yang positif dan mendukung, meningkatkan kepuasan kerja secara keseluruhan serta menyediakan program keseimbangan kerja dan kehidupan untuk membantu pegawai mencapai keseimbangan yang sehat antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Dan untuk pegawai ASN, dapat aktif mengikuti program pengembangan yang ditawarkan oleh Puskesmas sehingga dapat meningkatkan motivasi dan membuka peluang untuk pengembangan karir